1st : Strawberry

strawberry

Starwberry

by Wolveswifeu

Starring

BYUN Baekhyun | Kim Taeyeon | Jessica Jung

Genre

Romance | Fluff

Rating

T

Length

Oneshot

Author’s Note

Big thanks for CJH! Posternya benar-benar menginspirasikan FF ini. Sebenarnya project FF ini sudah lama tapi baru kesampean sekarang. Selamat membaca!

Wolveswifeu’s New Fiction, Strawberry

“Aigoo, Byun Baekhyun sudah mengeluarkan teaser baru lagi!!” Terdengar teriakan seorang yeoja dari kamar yang bisa dibilang sempit. Sebuah kamar yang berada pada apartement yang terbilang kumuh di tengah kota yang elit, Seoul, Korea Selatan.

“Aku benar-benar tidak pernah menyesal menjadi fangirl-mu!!” Teriak yeoja itu sekali lagi.Yeoja itu melompat-lompat karena terlalu senangnya karena melihat teaser dari seorang penyanyi muda, Byun Baekhyun. Baekhyun adalah seorang penyanyi solo dengan suara khasnya dan wajah tampannya.

Yeoja itu masih saja melompat-lompat kesenangan. Tiba-tiba saja dia berlari ke salah satu poster di dinding kamarnya itu.

“Baekhyun-ah, aku fangirl-mu!” Serunya pada poster itu lalu beranjak ke sebuah kasur yang agak kecil lalu memeluk sebuah bantal yang bergambar chibi dari seorang Byun Baekhyun.

“Rasanya memelukmu seperti ini sudah merasa nyaman!” Teriak yeoja itu dan akhirnya terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.

“Ck! Pasti sih Jessica.” Ocehnya sambil membuka pintu kamarnya. Benar dugaan yeoja itu, Jessica lah yang mengetuk pintu kamarnya dengan wajah yang sangat kesal.

“Ya! Kim Taeyeon! Suara melengkingmu itu terdengar sampai kamarku!” Teriak Jessica dari sana yang ditujukan pada yeoja yang ternyata bernama Kim Taeyeon itu.

Mianhae, jiwa fangirl-ku bangkit ketika melihat video teaser Byun Baekhyun.” Balas Taeyeon dengan suara yang kecil.

“Aku juga melihatnya! Tapi tidak sehebohmu!” Oceh Jessica sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Tentu saja! Kau kan bukan fangirl-nya!” Seru Taeyeon dengan suara yang agak keras.Taeyeon mendengus kesal.

“Ada lagi? Sudah yah! Aku ngantuk!” Keluh Taeyeon sambil menutup pintu dengan keras dan berjalan ke kasurnya itu.Ya, dua sahabat ini memang aneh, bisa bertengkar dengan sendirinya dan berbaikan sendirinya.Tersinggung? Tidak ada kata itu di kamus persahabatan mereka.

***

                “Selamat datang di toko kami! Ada yang bisa aku bantu?” Suara Taeyeon yang kemarin melengking itu tiba-tiba berubah menjadi ramah di tengah hari ini. Taeyeon menyambut pelanggan yang baru masuk ke toko kosmetik dan perawatan tubuh wanita yang terkenal di Seoul. Pelanggan itu mengenakan sebuah topi dan syal yang menutupi hingga bagian mulutnya. Pelanggan itu lebih terlihat seperti namja.

“Hm, aku mencari sebuah lip balm.”Kata pelanggan itu.

“Lip balm? Dengan aroma apa? Di toko kami menyediakan beberapa aroma yang menarik seperti strawberry, jeruk, madu, dan masih banyak lagi. Anda bisa melihatnya disini.” Tunjuk Taeyeon kepada sebuah kotak panjang yang berisi banyak lip balm. Pelanggan itu terlihat bingung untuk memilih yang mana.

“Kalau kau menjadi diriku, kau akan memilih yang mana?” Tanya pelanggan itu.Taeyeon menatapnya dengan kebingungan. Apakah dia menanyakan lip balm favorit?, pikir Taeyeon.

“Lip balm favorit di toko kami….”

“Bukankah aku tanya jika kau menjadi diriku? Aku tidak menanyakan produk favorit di toko ini.” Oceh sang pelanggan. Taeyeon menelan ludahnya. Dia tidak siap jika dipecat dari satu-satunya pekerjaan yang dia miliki sekarang.

Mianhamnida, jika aku menjadi kau, aku akan memilih yang strawberry.” Jawab Taeyeon.

“Oh, baiklah.Bungkuskan itu satu untukku.” Kata sang pelanggan. Taeyeon langsung meraih lip balm strawberry dan segera membawanya ke kasir. Taeyeon menghitung jumlah belanjaan sang pelanggan tersebut.

“25000 won.” Ucap Taeyeon sambil mengulurkan tangannya yang sudah menggenggam plastik yang berisi lip balm strawberry itu. Pelanggan itu mengambil plastik yang dipegang Taeyeon, tanpa disengaja tangan mereka bersentuhan dan tiba-tiba saja wajah Taeyeon memanas dan jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Taeyeon juga melihat cincin yang dikenakan orang itu.

“Cincin yang bagus, Tuan.” Puji Taeyeon.

Gamshahamnida. Silahkan berkunjung lain waktu.” Lanjut Taeyeon sambil membuka pintu dan membungkukkan tubuhnya  untuk pelanggan itu.

***

                Kini Taeyeon sedang mengutak-atik laptopnya. Dia sedang fangirling sekarang.Taeyeon sedang mengubrak-abrik fanbase yang sedang dia perhatikan di laptop itu, sebuah jejaring social yang dimayoritaskan oleh orang Korea.

Aigoo, jadi tadi siang Baekhyun muncul di jalanan?” Tanya Taeyeon pada dirinya sendiri. Taeyeon memerhatikan setiap inchi foto-foto tersebut tanpa mengedipkan matanya sama sekali. Satu foto, dua foto, hingga semua foto yang dia lihat itu dia download ke laptopnya.

Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat sebuah foto dari seorang Byun Baekhyun. Foto itu di ambil ketika Baekhyun memegang hidungnya. Sebuah benda kecil yang melingkari di salah satu jari Baekhyun itulah yang mengundang rasa penasarannya, cincin. Cinicn itu sudah tidak asing dimatanya. Cincin itu, rasanya Taeyeon pernah melihatnya.

“Apa dia sudah memiliki kekasih?” Pikir Taeyeon. Mood nya berubah menjadi jelek. Mengapa? Pertama, karena Baekhyun memakai cincin yang menurut Taeyeon adalah cinicn pasangan. Kedua, dia berusaha berfikir dimana dia melihat cincin itu.Taeyeon mematikan laptopnya dan beranjak ke kasurnya, merebahkan tubuhnya dan memulai berfikir serta istirahat sejenak. Sesekali dia mengetuk-ngetuk kepala bagian kirinya dengan telunjuknya, dia masih berusaha mengingat dimana dia melihat cincin itu.

“Aha!!” Teriak Taeyeon sepertinya dia mengingat dimana dia melihat cincin itu. Tiba-tiba dia mengerutkan keningnya lagi.

“Jadi itu Byun Baekhyun?” Tanya Taeyeon lagi. Taeyeon masih berusaha berfikir lalu membuka laptopnya lagi, berniat untuk melihat foto yang tadi. Tak lama kemudian foto itu sudah muncul dan Taeyeon melihat cincin yang dikenakannya itu.

Aigoo! Itu benar-benar Baekhyun!!” Teriak Taeyeon. Ya, dia mengingat pelanggan yang tadi masuk ke tokonya dengan cincin itu.

“Aku berbicara dengannya, aigoo!!” Teriak Taeyeon lagi sambil meloncat-loncat di lantai kamarnya yang dingin itu tanpa alas.

“AAAAA!!!!” Teriak Taeyeon dengan kegirangan. Tiba-tiba loncatannya dan teriaknnya terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu. Pasti Jessica, batin Taeyeon. Dengan wajah yang kusut dan jelek dia menghampiri pintunya dan membukanya.

“Jangan berteriak! Kau membuatku susah menyelesaikan tugas!” Oceh Jessica.

“Tugas? Sejak kapan kau sekolah? Bukannya kau kerja?” Kelak Taeyeon.

“Maksudku pekerjaanku! Salah bicara sedikit saja sudah berlebihan. Kau, Kim Taeyeon, kenapa teriak-teriak?” Tanya Jessica.

“Aku bertemu Byun Baekhyun!!” Teriak Taeyeon yang membuat Jessica menganga olehnya.

“Kau bohong!” Balas Jessica. Dengan cepat Taeyeon menarik Jessica masuk ke apartement kecilnya dan mengajaknya melihat foto Baekhyun dengan cincinnya di laptop Taeyeon.

See? Tadi ada pelanggan yang dating dengan cinicn seperti itu!” Kata Taeyeon. Jessica langsung menatap Taeyeon dengan ekspresi datarnya itu.

“Memangnya kau pikir di kota Seoul ini yang mempunyai cincin seperti itu hanya satu orang?” Tanya Jessica.

“Tapi tadi dia datang ke toko dan memakai cincin serta baju, syal, pokoknya dari atas hingga bawah sama persis dengan foto ini.”

“Rasanya tidak mungkin jika dia dating ke toko seperti itu. Toko kosemtik kan?”

“Iya, tapi..benar juga. Untuk apa dia dating ke toko kosmetik ya?”

“Lihat cincin itu dipakai di jari manis nya kan? Jelas sekali Taeyeon-ah..”

“Apa?”

“Jelas sekali dia sudah mempunyai kekasih dan membeli barang kosmetik itu di tokomu untuk kekasihnya. Aigoo, kenapa pemikiranmu selambat ini?”

“Sepertinya kau benar..”

***

                Berkali-kali Taeyeon menatap cermin yang dia genggam itu. Untuk apa? Tentu saja memerhatikan wajahnya. Hari ini dia tampak beda, dia memakasi bedak bahkan lip gloss yang membuat bibir itu semakin terlihat manis. Taeyeon menoleh ke pintu masuk ketika mendengar suara lonceng yang berbunyi ketika pintu itu terbuka. Senyuman muncul diwajahnya. Cincin itu, dia mengenalinya. Dengan cepat Taeyeon berlari ke pelanggan itu tanpa memberi kesempatan pelayan lainnya untuk melayani pelanggan tersebut.

“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?” Tanya Taeyeon dengan senyumnya itu. Pelanggan  itu menatap Taeyeon.

“Aku kesini mau membeli lip balm la…” Permintaan pelanggan itu berhenti ketika melihat perbedaan di diri Taeyeon. “Kau memakai lip gloss apa?” Tanya pelanggan itu blak-blakkan. Taeyeon langsung mengelap lip gloss itu dengan jarinya. Sepertinya, Taeyeon salah tingkah.

“Kenapa dihapus? Itu terlihat bagus disana.” Kata Pelanggan itu. Taeyeon hanya menyengir, dia benar-benar senang bisa dipuji oleh, Baekhyun? Taeyeon masih belum bisa memastikan itu Baekhyun tanpa syal yang menutupi setengah wajahnya itu.

“Aku mau membeli lip gloss yang kamu kenakan itu.” Kata sang pelanggan.

“Baiklah, ada lagi yang bisa saya bantu? Biar bisa langsung dimasukkan ke dalam daftar belanjaan anda.” Ucap Taeyeon. Mata sang pelanggan itu tiba-tiba berubah menjadi sipit, sepertinya pelanggan itu sedang tersenyum, sayangnya tertutup oleh syal itu.

“Sepertinya tidak, bisa kau bungkus sekarang?” Tanya sang pelanggan.

“Baiklah, silahkan mengambil barang pesanan anda di kasir.” Taeyeon pergi meninggalkan pelanggan itu dan langsung ke kasir, membungkus lip gloss itu dan memasukkannya ke dalam plastik.

“Berapa semuanya?” Suara sang pelanggan itu membuat Taeyeon menoleh ke arahnya. Taeyeon tersenyum.

“27500 won.” Jawab Taeyeon. Pelanggan itu mengeluarkan beberapa lembar uang dan Taeyeon memberikan plastic belanjaan sang pelanggan itu.

Mianhamnida agasshi, bolehkan aku tahu sesuatu?” Tanya Taeyeon hati-hati.

“Hm?”

“Sudah dua hari kau kesini untuk membeli produk yang biasanya digunakan oleh wanita.Apakah itu untuk kekasihmu?” Tanya Taeyeon. Sang pelanggan itu terdiam, sepertinya dia takut salah bicara.

“Ahh, mianhae. Aku sudah lancang.” Kata Taeyeon sambil menundukkan kepalanya.

Aniyo, gwaenchana. Ini untuk noona-ku.” Balas sang pelanggan. “Hm, bisakah aku tahu namamu?” Lanjut sang pelanggan. Taeyeon langsung mengangkat kepalanya kesenangan.

Joneun Kim Taeyeon imnida.” Jawab Taeyeon sambil menundukkan sedikit badannya.

“Kau bisa memanggilku..hm..Baekki. Sudah dulu ya, Bye Taeyeon.” Taeyeon mengembangkah senyuman lagi diwajahnya, rasanya dia semakin yakin, namja misterius yang selalu dating ke toko tempat dia bekerja itu benar-benar Byun Baekhyun!

***

                Taeyeon baru saja keluar dari toko tempat dia bekerja itu sambil memasukkan amplop coklat yang berisi gaji kerjanya ke dalam tas. Dia berjalan ke sebuah toko kaset dan masuk ke dalamnya.

“Permisi, apakah disini masih ada album Byun Baekhyun yang kedua?” Tanya Taeyeon kepada pelayan disana.

“Masih ada. Silahkan tunggu sebentar.” Kata sang pelayang. Taeyeon mengangguk lalu mengedarkan pandangannya, dia melihat ke sebuah televisi di toko itu.Televisi itu sedang memutarkan video teaser Byun Baekhyun.Taeyeon tersenyum lagi. Apakah Baekki itu benar-benar Byun Baekhyun?,pikir Taeyeon. Sang pelayan pun kembali dengan sebuah album di tangannya.

“Ini albumnya.Apa ada lagi yang bisa saya bantu?”

“Tidak. Ini saja. Boleh aku tanya sesuatu? Kapan ya album ketiga Byun Baekhyun keluar?”

“Ah, besok juga sudah keluar.”

“Baikalah, ah ini uangnya. Gamshahamnida!” Taeyeon membungkukkan badannya dan keluar dari toko itu sambil memeluk plastik yang berisi album Byun Baekhyun itu.

“Akhirnya aku mendapatkannya!” Kata Taeyeon sambil berjalan kegirangan.

“Akh.. Tolong..”Suara samar-samar di pinggir jalan yang mulai sepi itu bisa terdengar di telinga Taeyeon. Taeyeon sedikit panik, dia langsung memasukkan album yang baru dia beli ke dalam tasnya lalu menoleh kanan-kiri untuk menari tahu asal suara tersebut.

“Dimana? Dimana kamu?” Teriak Taeyeon. Taeyeon tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya sekarang, orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh karena berteriak-teriak di hari yang hampir larut ini.

“Disini.. Tolong aku..”Taeyeon mendengar lagi suara itu. Dia menoleh ke sebuah gang kecil, dia menghampiri gang kecil itu dan memasukkan sedikit kepalanya.

“Apakah anda disini?” Tanya Taeyeon.

“Ne..” Suara itu terdengar semakin melemah, Taeyeon pun melihat sebuah bak sampah besar disana dan tangan yang sedikit dilambai-lambaikan di samping bak sampah besar itu.Taeyeon langsung menghampiri samping bak sampah besar itu lalu melihat orang disana. Seorang namja yang memakai jaket tebal dan syal hingga menutupi setengah wajahnya. Tentu ini tidak asing di mata Taeyeon.

Agasshi, gwaenchanayo?” Tanya Taeyeon dengan panik. Bisa dilihat dari kening sang namja itu sudah dipenuhi dengan keringat, mata bagian kirinya sudah agak membiru ynag membuat Taeyeon semakin panik.

Agasshi, lebih baik kita ke apartementku dulu.” Ajak Taeyeon. Baru saja Taeyeon membantu namja itu berdiri tapi namja itu sudah jatuh pingsan di tangan Taeyeon.

Aigoo, bagaimana ini?” Keluh Taeyeon sambil berusaha membawa namja itu lalu menghentikkan taksi dan membawanya ke apartement miliknya.

***

                Suara percikan air dari handuk kecil dan air yang sedingin es itu sudah menjadi backsound dari ruangan kecil yang disebut oleh apartement oleh Kim Taeyeon. Taeyeon masih mengganti kompresan air dingin itu dari mata namja itu ke beberapa bagian yang agak membiru di wajahnya yang tampan itu. Terkadang Taeyeon hampir terjatuh lemas karena terlalu senang. Mengapa? Namja yang ada didepannya sekarang adalah Byun Baekhyun, idola Taeyeon.

Sekali lagi, Taeyeon mengucak matanya dan mencubit dengan kencang ke lengannya sendiri. Sungguh, dia masih tidak percaya bahwa seorang Byun Baekhyun berada di depannya sekarang. Sayangnya memar yang ada di wajah tampan Baekhyun itu menimbulkan kecemasan kecil di hati Taeyeon.

Sekarang Taeyeon berjalan ke dapur di apartementnya. Membuat coklat panas dua cangkir. Untuknya dan untuk Baekhyun nanti. Taeyeon meneguk coklat panas miliknya sambil berjalan ke ruangan atau entahlah namanya, ruangan yang menyatu dengan ruang tamu, kamar, bahkan dapur. Apakah itu bisa disebut ruang tidur?

“Kim Taeyeon?” Panggil Baekhyun ketika melihat Taeyeon dari arah dapur. Cangkir yang berisi coklat panas langsung bergetar hebat ketika mendengar namanya di panggil oleh seorang idola hebat.

“B..Byuun…” Panggilan Taeyeon terhenti ketika melihat Baekhyun sudah bangkit berdiri dan mengambil cangkir dari salah satu tangannya. Sekali lagi, wajah Taeyeon memerah karena kulit sutra Baekhyun itu menyentuk kulit putih susu Taeyeon.

“Terima kasih sudah menolong aku dan untuk ini.” Kata Baekhyun sambil mengangkat cangkir itu dan tersenyum lebar. Terlihat dengan jelas bahwa Baekhyun menahan memar yang ada di wajahnya.

“Pasti itu sakit. Mari aku obati.” Ajak Taeyeon sambil menaruh cangkir coklat panasnya.

“Bukankah sudah kau kompres tadi?” Lagi-lagi Baekhyun bertanya sambil tersenyum. Taeyeon terpana. Dia terkejut melihat Baekhyun yang sangat baik itu. Dia tidak menyangka seorang idola hebat bisa seramah itu.

“Kau bekerja di toko kosmetik bukan?” Tanya Baekhyun sambil duduk di pinggir ranjang Taeyeon. Taeyeon hanya melihatnya diam terpaku. “Mari duduk!” Ajah Baekhyun sambil menepuk-nepuk ruangan kecil di atas kasur tepat di sebelahnya. Taeyeon menangguk dan duduk di sebelahnya.

“Iya, aku bekerja di toko kosmetik.” Jawab Taeyeon sambil tersenyum kaku.

“Kau pasti mengenaliku bukan?” Tanya Baekhyun. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke ruangan tersebut. Dia tersenyum singkat ketika melihat posternya yang tertempel di dinding ruangan ini.

“Aku tidak menyangka wajahku setampan itu.” Kata Baekhyun.

“Eh?” Respon Taeyeon lalu melihat arah yang dipandang Baekhyun. Poster itu, batin Taeyeon.

“Oh, ne. Kau memang tampan Byun Baekhyun.” Dengan berani Taeyeon mengatakan itu. Baekhyun menengok ke arah Taeyeon.

“Terima kasih karena sudah mencintaiku.” Taeyeon tersentak mendengar perkataan Baekhyun. Mencintai? Bagaimana bisa Baekhyun mengetahui hal itu?

“Penggemar pasti mencintai idolanya bukan?” Tanya Baekhyun memastikan. Taeyeon mengangguk.

“Idola pun mencintai penggemar mereka,” kata Baekhyun menggantung. “Jadi kita saling mencintai bukan?” Tanya Baekhyun. Taeyeon mengangguk lagi. Baekhyun berjalan ke meja rias Taeyeon. Ada lip gloss yang Taeyeon kenakan waktu itu, Baekhyun mengingatnya.

“Taeyeon-ah!” Panggil Baekhyun. Taeyeon mendongakkan kepalanya untuk melihat Baekhyun.

“Ada apa?” Tanya Taeyeon.

“Mulai besok atau kapanpun itu gunakanlah ini.” Kata Baekhyun sambil mengangkat lip gloss yang berwarna merah itu.

“Ha? Oh, iya. Aku pasti memakainya!” Balas Taeyeon. Baekhyun memerhatikan lip gloss tersebut. Lip gloss dengan aroma Strawberry.

“Kau tahu kan kalau aku menyukai strawberry?” Tanya Baekhyun.

“Tentu. Aku kan penggemarmu!”

“Aku tidak menyangka sebesar itu cintamu padaku.” Rayu Baekhyun. Wajah Taeyeon sudah bersemu merah sekarang. “Pakailah ini.” Baekhyun melemparkan lip gloss itu ke Taeyeon, Taeyeon pun menerima lempira itu dengan baik.

“Untuk apa?” Tanya Taeyeon.

“Aku ingin melihatnya, haha. Cepatlah.” Jawab Baekhyun.

“Oh, baiklah.” Balas Taeyeon dan dia menggunakan lip gloss itu di atas bibir mungilnya.

“Sepertinya enak, bolehkah aku mencobanya?” Tanya Baekhyun.

“Boleh, kau boleh menggunakannya.” Jawab Taeyeon. Dengan cepat Baekhyun menempelkan bibirnya di bibir Taeyeon dan sedikit menyesap bibir bawah Taeyeon yang berwarna kemerahan dan yang berwangi strawberry itu lalu melepasnya.

“Ternyata lip gloss itu sangat manis, aku jadi ingin menggunakannya.” Kata Baekhyun dengan wajah yang memerah. Sedangkan Taeyeon mematung di tempatnya, detak jantungnya diluar kendali.

“Hei, kau, kenapa?” Tanya Baekhyun. Taeyeon pun tersadar dari lamunannya.

“A-ah, gwaenchana.” Jawab Taeyeon.

“Hahaha, bersikap biasa saja kepada namja yang kau cintai. Aku juag mencintaimu kok!” Kata Baekhyun.

“Aku tahu itu.” Jawab Taeyeon.

“Aku ingat ketika kau berada di pinggir panggung, badan kecilmu itu berdesak-desakkan dengan penonton yang lain. Dengan banner yang bertuliskan namaku itu kau pegang dan mengangkatnya tinggi-tinggi.” Cerita Baekhyun. Taeyeon tercengang. Bagaimana bisa Baekhyun mengetahui itu semua?

“Ya, ini hanya sekedar informasi yang harus kau tahu, aku selalu memerhatikan para penonton-ku tapi..” Kata Baekhyun menggantung. Dia menyentuh punggung lehernya sambil tersenyum, mengeluarkan deretan gigi yang rapi itu. “Yang aku lihat hanya kau, Taeyeon-ah.” Lanjutnya.

“M-mwo?” Respon Taeyeon.

“Aku juga menyu.. ah, aniyo. Aku bingung harus mengutarakannya bagaimana.” Ucap Baekhyun. Dia berdiri dan berjalan ke pintu apartement Taeyeon. “Intinya, kau memiliki posisi teristimewa dihatiku.” Lanjut Baekhyun.

“Hehe, gomawoyo.” Respon Taeyeon.

“Aku pulang dulu, ne?” Pamit Baekhyun.

Ne, silahkan.” Balas Taeyeon. Baekhyun menghelakan nafasnya, namjachingu-nya ingin pulang malah didukung, setidaknya menemani sampai di luar pintu ini.

“Tak mau menemaniku?” Tanya Baekhyun.

“M-mwo? Oh, arrasseo. Haha.” Taeyeon berlari ke arah Baekhyun dan melihat Baekhyun yang keluar dari pintu apartement itu. Sepertinya kisah cinta mereka sudah dimulai dari sekarang.

END

Hihi, ini project udh dari jama bahala, sekitar dari bulan April hahaha baru jadi sekarang, oh my.

Aku buat lanjutannya, jadi setiap cerita berhubungan. Aku bakal buat dari sekarang, hehe.

Cupcakes with Jessica – Kris – Xiumin

Coffee with Xiumin – Sunny – Suho

Rose with Suho – Tiffany – Lay

The Queen with Lay – Hyoyeon – Kai

Chicken with Kai – Yuri – Chanyeol

Yang lainnya aku belum tahu hehehe, maafin yah .___.

58 thoughts on “1st : Strawberry

  1. Mian telat baca, wah Taeyeon jadi fangirl beruntung banget! Lebih lagi daripada banget! Aku juga pengen weh dapet ciuman dari idola, tanpa diminta…. Jungkookie! Aku tunggu ciuman mu *eh ._. Bagus thor romantis, bikin iri, typo masih bertebaran ya kkk~

  2. ehemm… thor ieu teh FF nya keren tapi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ada 1 yang aku anggap iyuhhh…. maaf ya thor,,
    saya sone !!!
    tapi kenapa taeyeon pegang bantal chibi sangat melencong thor hikss hikkss hikss dia teh udah plagiat😥😥😥

    • Aduh itu bukan chibi. Chibi yg dimaksud itu gambar Baekhyun versi kartun. Nama lainnya Chibi.

      Aku juga ga rela bawa nama chebek di Ff aku.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s