[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 3)

The Cursed Angel

Author             :  _agrn

Main Cast        : Tiffany,Yoona, Jessica, Taeyeon, Seohyun
Suho, Luhan, Baekhyun, Baekhyun, Sehun.

Genre              : Romance, Fantasy, Family, Angst, Friendship.

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Adakah yang menunggu ff ini?? Author bersyukur kalau ada. Soalnya, entah kenapa author berat banget mau lanjutin ini ff L jujur aja. Ide kadang mentok dan maksa, jadi ganyaman dibacanya. Makanya author diskusiin dengan beberapa orang, kebanyakan dari mereka bilang lanjut aja, kasihan sama readers. Jadi aku usahain demi kalian :’) hargailah usahaku ya…

DON’T LIKE DON’T READ Happy Reading~

oOoOoOo

“Fany!”Suho segera berdiri dari duduknya dan beranjak kearah Tiffany yang terlihat sangat kesakitan. Kedua tangannya telah berada di pundak Tiffany, berusaha membuat Tiffany kuat dan menahan kesakitan yang ia rasakan.

Yoona dan Seohyun sendiri hanya dapat melongo kaget karena reaksi Tiffany yang tidak mereka duga. Namun mereka merasakannya. Mereka merasa bahwa yeoja ini memanglah Stephanie tapi ada yang salah dengannya. Mereka berempat… walaupun terpisahkan, batin mereka akan tetap terikat. Mereka akan dengan mudah menyadari keberadaan masing-masing. Kenapa Tiffany tidak menyadari siapa Yoona dan Seohyun?

“Kami harus pergi”ucap Suho seraya memapah Tiffany. Baru saja Suho akan berjalan menjauh, Seohyun segera menahan lengannya.

“Tunggu dulu. Kami butuh bicara dengannya… ada sesuatu yang penting yang…”

“Aku tahu kalian pasti orang penting yang mungkin berhubungan dengan masa lalu Tiffany, tapi tolong biarkan dia istirahat dulu.”Suho memotong lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan kartu namanya. “Kalian hubungi aku besok jika kalian ingin bicara dengan Tiffany”

Setelah memberi Seohyun kartu namanya, namja bernama Suho tadi pergi. Ia meninggalkan kedua gadis itu dalam kebingungan. Seohyun berjalan kearah Yoona. “Kita akan menghubunginya besok. Yoong, kau dengar kata-kata awal yang ia ucapkan? Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.”

“Bukannya kau sudah memakai alat bantu?”tanya Yoona sedikit bingung.

“Kau pikir kakek tua itu akan membiarkanku hidup seperti biasa dengan bantuan alat seperti itu? Dia memperkuat kutukannya sehingga mulai tanggal 10 sampai tanggal 20, telingaku sulit mendengar. Apalagi saat purnama, aku tidak bisa mendengar apa-apa”ujar Seohyun terus terang.

Yoona mengangguk-angguk tanda mengerti. “Dia bilang, dia mengerti kalau kita orang yang mungkin berhubungan dengan masa lalu Tiffany”

“Masa… astaga! Apa mungkin dia tahu kalau kita bukan manusia?”ucap Seohyun kaget dalam bisikan.

Yoona menggeleng. “Tidak mungkin. Hanya kita berlima yang tahu bahwa kita bukan manusia. Aku malah menduga Tiffany kehilangan ingatannya…”gumam Yoona kecil. beruntung dapat didengar dengan cukup jelas oleh Seohyun.

“Hilang ingatan? Tapi… bagaimana mungkin ia bisa kehilangan ingatan tentang masa lalunya sebagai malaikat? Ini.. ini benar-benar tidak mungkin!”ujar Seohyun.

“Lebih baik kita diskusikan ini dengan Jessica Unni, dan Taeyeon Unni”saran Yoona. Ya, mungkin dengan membicarakannya dengan Jessica yang lebih dewasa mereka akan mendapat solusinya.

Seohyun pun akhirnya mengangguk. “Ne, kajja. Kita pergi ke rumah Jessica”

oOoOoOo

Seohyun berhenti didepan apatmen yang diketahui Seohyun sebagai tempat tinggal Jessica. Selama perjalanan ia sempat ragu pada Yoona yang memberi tahu arah jalan, namun sepertinya ia tidak perlu mengkhawatirkan itu sekarang.

“Apa didepan pintunya ada tulisan Byun Baekhyun dan Jung Sooyeon?”tanya Yoona. Sebenarnya ia yakin kalau ia sudah berada di tempat yang tepat, tapi ia hanya ingin lebih meyakinkan diri saja.

“Yap. Siapa itu Jung Sooyeon?”tanya Seohyun bingung.

“Itu nama korea Jessica. Jung Sooyeon. Disini, ia berakhir sebagai sepupu namja bernama Baekhyun. Ia dulunya tinggal di Amerika dan pindah ke Korea karena kedua orang tuanya meninggal. Ia sekarang tinggal bersama Baekhyun.”jelas Yoona singkat.

Seohyun mengangguk-angguk lalu menekan bel. Sekitar setengah menit menunggu, seorang namja membuka pintu tersebut. “Ya? Oh, Yoona-ah. Ada perlu dengan… astaga!”ujar Baekhyun setengah menjerit.

“Yoona-ya, kau sedang bersama seorang selebritis kau tahu? Kau Seo Joo Hyun bukan?!”tanya Baekhyun sambil menjabat tangan Seohyun. Seohyun yang menyadari bahwa Baekhyun adalah fans-nya kembali memasang topeng imutnya dan tersenyum manis.

“Ne, aku tahu. Dia temanku”jawab Yoona singkat. “Boleh kami masuk?”

Baekhyun mengangguk dan mempersilahkan mereka masuk. Tatapannya tak lepas dari punggung Seohyun. Selama ini ia hanya bisa melihat idola manis itu di televisi maupun media lainnya. Dan sekarang… yeoja itu ada didepan matanya! Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa yeoja itu adalah teman Yoona! “Astaga!!! Apa aku bermimpi?!!!”gumamnya bersemangat. Tiba-tiba saja, ia merasakan sakit di pinggangnya. Refleks, ia menjerit.

“Sialan! Kenapa kau mencubitku Wu Yi Fan?!!”rutuk Baekhyun seraya mengusap bagian punggungnya.

“Kau tadi terlihat penasaran antara bermimpi atau tidak, jadi aku mencubitmu. Kau terlihat kesakitan, berarti kau tidak bermimpi”ujar Kris datar. “Anyway, siapa yeoja tadi?”tanya Kris.

“Ah, itu teman Jessica. Yang satu lagi selebritis yang sepertinya teman dari teman Jessica”jawab Baekhyun lalu beranjak ke dapur. “Hei, sini kau. Bantu aku menyiapkan teh!”

“Kenapa aku harus mengerjakan pekerjaan rumah?”tanya Kris bingung dan ogah-ogahan.

“Kau mau duduk ditengah pembicaraan yeoja-yeoja?!”tanya Baekhyun setengah gusar.

“Tapi.. Taeyeon….”

“Kau terlalu protektif. Sudahlah!”Akhirnya Baekhyun menarik tangan Kris menuju dapur. Membuat namja itu hanya dapat menghela nafas. Sekarang ia hanya perlu percaya pada Jessica yang pasti akan menjaga Taeyeon.

Di ruang keluarga, Seohyun dapat melihat Jessica dan seorang yang ia kenali sebagai Ericha. “Itu… Ericha?”gumam Seohyun kecil.

Yoona mengangguk. “Kau bisa memanggilnya Taeyeon disini. Wu Taeyeon”

Taeyeon mengalihkan pandangannya dan mendapati Seohyun dan Yoona disana. Untuk kesekian kalinya, tubuh dan otaknya bertengkar. Tubuhnya berniat bersembunyi dibelakang Jessica karena takut dengan orang baru. Sedangkan otaknya sedang merasa haru ketika dapat melihat kedua temannya itu. ingin ia berlari dan memeluk mereka berdua, namun tidak bisa. Tubuhnya tidak bisa menerima perintah otaknya. Tubuhnya bergerak sendirinya. Mati-matian Taeyeon memaksa tubuhnya untuk tidak bersembunyi, namun tubuhnya tetap saja bergerak ke belakang kursi roda Jessica.

“Jessica? Itu benar kau kan?”tanya Seohyun dengan senyum yang mengembang. Ia mendekat kearah Jessica dan memeluk yeoja itu. “Aku merindukanmu…”

Jessica sendiri hanya dapat tersenyum. “Ya, aku juga… syukurlah kita dapat bertemu…”

Seohyun melepas pelukannya dan menatap Taeyeon yang berada di belakang tubuh Jessica. “Dia…”gumam Seohyun kecil.

Jessica menggenggam tangan Taeyeon. “Ya, dia Ericha. Seperti yang kau tahu, dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya. Otaknya mengenal kita namun tubuhnya tidak.”jelas Jessica singkat seraya menarik tangan Taeyeon ke depan. “Taeyeon-a, itu teman temanku”

Taeyeon dengan polosnya menatap Jessica. “Teman… Sica?”gumamnya kecil. Jessica mengangguk lalu berkata “Berarti dia juga teman Taeyeon… mereka baik kok. Jadi beri salam pada mereka”

Taeyeon menatap mereka lalu tersenyum manis. Khas anak kecil. “Annyeong… Aku Taeyeon…”

“Tubuh sialan. Bergerak sedikit kenapa sih?!”

Ketiganya tertawa kecil saat mendengar perkataan Taeyeon. Seohyun berjalan kearah Taeyeon dan mengulurkan tangan. “Annyeong, aku Seohyun. Aku lebih muda darimu. Salam kenal, Unni”sapa Seohyun sambil tersenyum manis.

Taeyeon mengerjapkan matanya bingung. “Seohyun… adik Taeyeon?” Seohyun menjawabnya dengan anggukan. Taeyeon langsung tersenyum manis lalu memeluk Seohyun erat. “Taeyeon suka adik”

Seohyun tertawa lalu balas memeluk Taeyeon erat. Ia rindu pada Taeyeon. Ia rindu sosok Taeyeon yang selalu melindunginya dan menyayanginya. “Aku rindu padamu…”gumamnya kecil.

“Kau pikir aku tidak?”

Seohyun dapat mendengar suara Taeyeon. Dari nadanya, Seohyun tahu Taeyeon juga hampir menangis. Kemudian Seohyun melepas pelukannya, dan menatap Jessica dengan raut yang sudah berubah menjadi serius. “Kami kesini karena ingin mendiskusikan sesuatu”

Yoona dan Seohyun duduk di sofa yang ada di depan Jessica dan Taeyeon, lalu Yoona mulai bercerita. “Tadi kami bertemu Stephanie… atau Tiffany.”

“Stephanie?! Kalian bertemu dengannya?! lalu kenapa kalian tidak membawanya?!”

“Kami ingin Taeyeon-ah. Sayangnya… Tiffany… sangat berbeda.”lanjut Yoona dengan nada yang terdengar putus asa.

“Berbeda bagaimana?”tanya Jessica, meminta penjelasan. Ia cukup penasaran dengan apa yang akan mereka katakan selanjutnya.

“Dia sepertinya lupa ingatan… dan dia juga melupakan kami. Dia langsung merasa sakit ketika melihat kami… dan lagi, disebelahnya ada seorang namja… yang sepertinya begitu dekat dengannya. Sepertinya, namja itu benar-benar mencintai Tiffany…”

“Kalau begitu, seharusnya dia sudah kembali menjadi malaikat bukan?”ujar Jessica.

“Mungkinkah… dia sudah melakukan kecurangan… hingga ia mendapat hukuman yang lebih berat?”

Suara Taeyeon memenuhi pikiran mereka. Mereka tahu bahwa jika mereka melakukan kecurangan, mereka akan menerima hukuman yang lebih berat. “Apa hukuman Tiffany tidak begitu berat? Ia melupakan dirinya yang seorang malaikat. Walaupun ada orang yang mencintainya dengan tulus, dia tidak bisa mengucapkan mantera untuk merebut hatinya dan menjadi malaikat kembali karena ia tidak ingat!”ujar Jessica panjang.

“Yang bisa menyelamatkan Tiffany, hanyalah kita”ucap Taeyeon tiba-tiba. Membuat ketiga temannya menatap Taeyeon bingung.

“Tidak ada kutukan yang tidak punya penawarnya. Begitu juga kutukan tambahan untuk Tiffany. Dan yang bisa menyelamatkannya hanyalah kita. Hanya kita yang bisa berusaha untuk membuatnya mengingat masa lalunya. Jadi, kita harus berusaha sekuat tenaga. Prioritas pertama kita sekarang… adalah menyembuhkan Tiffany”jelas Taeyeon panjang.

Ketiga temannya tersenyum. Apa yang dikatakan Taeyeon memang tepat. Dan mereka tahu, dibalik tingkah tubuhnya yang sedang sibuk bermain dengan rubik milik Jessica, Taeyeon yang asli sedang tersenyum manis seraya menatap mereka.

“Baiklah… besok kita temui mereka.”kata Seohyun sambil tetap tersenyum.

“Sepertinya aku tidak bisa”

Mereka bertiga kembali menatap Taeyeon dengan pandangan bingung. Baru saja yeoja itu berkata bahwa dia sangat memprioritaskan Tiffany, kenapa sekarang ia tidak bisa menemuinya?

“Keluargaku… akan punya acara besok. Dan jelas aku akan dikurung di kamar seharian.”

Mereka kembali terdiam. Ya. Dibalik keceriaan Taeyeon… ia punya hukuman yang berat pula. Mereka melupakan hal itu.

oOoOoOo

Tiffany menyentuh kepalanya yang masih terasa sakit. Cahaya matahari yang masuk dari celah-celah gorden membuatnya sadar bahwa ini sudah pagi. Kemarin ia benar-benar kesakitan, bahkan ia pasrah saja ketika Suho menggendongnya dan berlari menuju hotel.

Tiffany duduk di ranjangnya dan menghela nafas. Dalam mimpinya tadi ia dapat melihat 5 yeoja yang tubuhnya disinari cahaya, bahkan ia tidak bisa melihat wajah mereka. Tapi ia tahu mereka sedang tertawa ceria. Salah satu dari mereka mendekati Tiffany dan tersenyum manis. Di senyumannya tersebut… juga terlihat kesedihan… seakan ada sesuatu yang hilang darinya.

“Fany?”

Tiffany menyudahi pemikirannya dan mendapati Suho telah ikut terduduk disampingnya. Oh, mereka memang tidur di satu tempat tidur. Dan itu sudah biasa bagi keduanya. Tiffany menggumamkan “Ne?” walaupun jelas, tak ada yang keluar dari mulutnya.

“Kau tidur nyenyak?”tanya Suho seraya mengelus rambut Tiffany.

Tiffany terdiam sejenak, lalu ia bergerak menyandarkan kepalanya di bahu Suho. Ia mengambil pulpen dan kertas yang ada di meja kecil didekatnya lalu menulis, “Aku tidak tahu… semalam aku bermimpi tentang malaikat-malaikat lagi… kali ini salah satu dari mereka mendekatiku. Dan dia tersenyum padaku. Namun entah kenapa, aku justru langsung terpikir pada 2 orang kemarin…”

Suho berhenti mengelus rambut Tiffany dan menatap lekat pada Tiffany. “Kau mengingat sesuatu?”

Tiffany menggeleng. Didalam hatinya, ia yakin bahwa mereka berdua ada hubungannya dengan masa lalu Tiffany. Sejak kejadian saat ia terjatuh dari kamarnya yang ada di lantai 3, ia kehilangan seluruh ingatannya. Terimakasih pada keluarga dan Suho. Namun ini pertama kalinya Tiffany merasa mengingat sesuatu yang tidak diberi tahu oleh keluarganya dan Suho, maka dari itu ia begitu penasaran dengan apa yang mungkin akan dikatakan oleh mereka berdua.

Suho menggenggam tangan Tiffany. “Kau mau menemui mereka?”

Tiffany menatap Suho lekat-lekat. Ia tahu Suho sedikit ragu dan dia khawatir pada Tiffany. Namun akhirnya, Tiffany memberanikan diri untuk mengangguk. Suho pun tak bisa menolaknya dan akhirnya tersenyum.

Tiba-tiba ponsel Suho berbunyi. Suho menatap layar ponselnya dan mendapati sebuah nomor yang tak ia kenal. Namja itu segera mengangkat telepon tersebut dan berkata “Kim Joonmyun disini”

“A..Annyeonghaseyo Joonmyun-ssi… aku Im Yoona…”ucap seseorang diujung sana.

“Kau salah satu dari yeoja yang ingin menemui Tiffany waktu itu?”

“Ne. Aku… dan temanku ingin menemui Tiffany-ssi… bisa bertemu di café kemarin?”

Tiffany menepuk bahu Suho dan menunjukkan tulisannya pada buku. Suho segera menjawab “Yeoja kemarin meneleponku. Ia bilang ia ingin bertemu. Kau mau menemuinya?”

Tiffany mengangguk cepat. Ia memang sangat ingin menemui yeoja kemarin. Mungkin saja mereka berhubungan dengan malaikat-malaikat yang sering datang dalam mimpinya.

“Baiklah. Kami akan menemuimu. Jam 10, ok?”

oOoOoOo

Suasana diantara mereka terasa begitu hening. Jessica sedari tadi hanya meminum minumannya perlahan. Seohyun sibuk dengan ponsel miliknya. Suho sedang sibuk dengan pikirannya. Tinggal Yoona yang menatap kosong ke depan dan Tiffany yang menatap mereka semua malu-malu.

“Namaku Jessica Jung”ujar Jessica memecah keheningan tersebut. “Aslinya Jung Sooyeon. Tapi kau bisa memanggilku Jessica. Bangapseumnida”lanjutnya lagi dengan nada yang datar. Suho mengangguk dan menyebutkan namanya sebagai sopan santun. Jessica kini menatap Tiffany. “Dan kau?”

“Maaf, tapi dia…”

Ucapan Suho tertahan saat Jessica tiba-tiba menyela “Aku tahu. Tiffany tidak bisa bicara… dan aku tidak bisa menggerakkan tangan dan kakiku. Seohyun tidak bisa mendengar tanpa alat bantu dan Yoona tidak bisa melihat. Kita sama.”

Suho mengangguk kecil. Awalnya ia memang sedikit heransaat melihat Yoona yang menatap lurus dan kosong ke depan walaupun sedang berkata-kata. Sekarang dia tahu apa penyebabnya.

“Kami teman Tiffany di masa lalu. Sewaktu dulu, saat Tiffany belum diasuh oleh keluarganya sekarang, kami sering mendatangi tempat yang sama. Yaitu taman yang ada didepan rumahku. Kami langsung menjadi teman baik saat mulai berkenalan. Kami saling menceritakan tentang kesusahan kami yang memiliki kekurangan. Namun… saat Tiffany diasuh keluarganya, kami terpisah. Aku pun pulang ke Amerika karena memang saat itu adalah masa liburan. Seohyun sendiri pergi menjadi trainee di sebuah agensi dunia hiburan di luar sana. Kami jarang berkomunikasi. Sampai suatu saat aku bertemu dengan Yoona, tanpa sengaja. Dan kami berusaha mencari Tiffany dan Seohyun. Seohyun ditemukan Yoona saat ada wawancara di sebuah toko, dan akhirnya… kemarin mereka berdua menemui kalian. Sayangnya…”Jessica tidak melanjutkan penjelasan panjangnya.

Suho pun hanya bisa menghela nafas dan menatap Tiffany yang terlihat merasa bersalah sekaligus penasaran. Ia ragu. Ia tahu bahwa sebelum diadopsi, Tiffany memang tinggal dipanti asuhan. Namun… ia ragu dengan penjelasan di luar hal itu. Ia khawatir kalau-kalau ketiga yeoja didepannya hanya membual dan menginginkan harta Tiffany.

Tiffany sendiri sedang bergulat dengan pikirannya. Ia ingin mengingat lebih. Ia ingin tahu apakah yang mereka katakan memang benar adanya atau tidak. Di satu sisi, ia yakin akan hal yang mereka sebutkan. Ia samar-samar mengingat taman mana tempat ia sering datang. Namun… apa mereka benar-benar mengatakan yang sebenarnya dan apa mereka benar-benar temannya… Tiffany tidak tahu.

Tiffany menepuk pelan tangan Suho, membuat namja itu menoleh padanya. Tiffany menunjukkan apa yang sudah ia tulis di ponselnya. Tertulis “Aku ingin mempercayai mereka, aku ingin mengetahui lebih. Aku ingin mengulangi semuanya dari awal”

Suho menghela nafas lagi. Ia mengerti Tiffany pasti merasa terbebani oleh ingatannya yang hilang, ia juga pasti sedih karena tidak punya teman semenjak kejadian itu. Dan ia mengerti bagaimana perasaan Tiffany saat bertemu 3 orang yang mungkin adalah temannya.

Suho menatap 3 orang di depannya. “Kalian keberatan jika mengulang semuanya dari awal? Apa kalian keberatan untuk sekali lagi menjadi teman Tiffany?”

Ketiganya tersenyum. “Kami tetap sahabat Tiffany. Meski ia tidak ingat sekalipun, sekali sahabat, tetap sahabat. Kami akan membantunya mengingat masa lalunya…”ucap Yoona diiringi senyum cantiknya.

Entah apa yang salah pada mata Tiffany, tapi ia sempat melihat sayap berwarna putih di punggung ketiga gadis itu. Ia  juga merasakan hangatnya cahaya yang menyinari ketiganya. Dan ia juga melihat cahaya yang menyinari tubuhnya.

“Tiffany?”

Panggilan Suho menyadarkan Tiffany dari lamunannya. Ia sekali lagi menoleh kearah tangannya dan tidak mendapati cahaya disana. “Itu hanya khayalan”batinnya.

Mereka berlima pun beranjak meninggalkan tempat duduk mereka. Dan Tiffany tidak melihat adanya sayap putih yang terjatuh didekat kakinya.

oOoOoOo

Taeyeon POV

“Ayolah, Eomma…”

Aku mendengus melihat adegan seperti ini lagi. Aku bosan. Dan apa Kris Ge tidak lebih bosan? Selama ini, saat ada acara penting di rumah, aku akan di kurung didalam kamar dan Kris Ge akan protes pada Eomma. Dia akan memohon agar aku dibiarkan keluar. Namun jelas, Eomma tidak akan mengizinkannya. Itu sudah berlangsung beratus-ratus kali. Sayangnya Kris Ge sepertinya tidak bosan melakukannya.

“Tidak WuYiFan. Kalaupun ia keluar, siapa yang menjamin dia tidak akan mengacaukan acara?”tolak Eomma tegas.

“Aku akan menjaganya Eomma.”balas  Kris Ge dengan wajah memelas, namun masih terlihat wibawa didalamnya.

“Kau harus mengikuti acara ini. Kau satu-satunya anak kami yang bisa dibanggakan!”ucap Eomma. Ia menatapku dengan pandangan kesal, marah sekaligus jijik. “Lihat, bahkan anak sebesar itu masih sibuk memainkan liurnya dan masih mengompol. Mau ditaruh dimana muka Eomma?”

Sebenarnya aku merasa sakit. Aku merasa sakit saat Eomma mengatakan itu. Bagaimana pun Eomma sudah kuanggap sebagai Ibu pengganti, namun perlakuannya padaku sungguh menyakitkan. Anak satu satunya yang bisa dibanggakan adalah Kris Ge. Kalau begitu aku apa? Sampah?

Dan sepertinya tubuhku juga merasa sakit yang sama. Terbukti, tubuhku berhenti menusuk-nusukkan jari kedalam mulutnya dan menatap kedua orang itu dengan pandangan bingung sekaligus sakit.

“Eomma…. Dia mempunyai kekurangan! Wajar dia melakukannya. Dia juga anakmu! Kenapa kau memperlakukannya seperti orang lain?!”ujar Kris Ge dengan nada yang sedikit ditinggikan.

“Sudahlah. Mau bagaimana pun juga, kau tidak bisa menjamin ia tidak akan pergi dan kau tidak bisa menjaganya bukan? Dia tidak akan keluar dari kamar ini!”

“Baiklah, ini masalah orang yang menemaninya bukan?”

Suara Kris Ge yang sudah mendatar dan dingin, membuat Eomma berbalik menatapnya bingung. Kris Ge melanjutkan kata-katanya “Aku jamin dia tidak akan mengacau. Ada temanku yang akan mengurusnya nanti”

oOoOoOo

Jadi… teman yang kau maksud adalah orang cerewet ini huh?

Namja dihadapanku terus saja mengoceh tentang berbagai hal dan tubuhku menyanggupinya dengan tepuk tangan riang atau tersenyum bodoh. Aku tidak habis pikir. Kenapa namja yang jelas usianya sama denganku ini bersikap seperti anak kecil? Bagaimana mungkin ia bisa berkata bahwa pelangi muncul ketika para malaikat sedang bermain? Anak SD pun tau kalau itu tidak mungkin.

“Aigoo… kenapa kau manis sekali?”tanya Baekhyun seraya mencubit gemas pipiku yang justru diberi senyuman manis oleh tubuhku.

Tapi, sepertinya aku harus berterimakasih padanya. Dirinya yang riang seperti ini mungkin adalah alasan kenapa Jessica bersikap lebih ramah. Jauh dibanding dirinya dulu yang kaku, dingin dan hanya mau bersikap lembut terhadap aku, Seohyun, Tiffany dan Yoona. Ah, mengingat nama itu, aku jadi semakin sadar bahwa ujian kami sebenarnya di bumi ini telah dimulai. Mulai sekarang kami harus serius mencari orang itu.

“Aku tidak habis pikir, kenapa orang tuamu berperilaku seperti itu padamu.”ucap Baekhyun tiba-tiba. Menarik perhatianku. Tubuhku bergerak menghadapnya.

“Mereka seperti tidak menghargai kehadiranmu saja. Untuk apa mereka merawatmu kalau pada akhirnya kau dibuat seperti ini? Lebih baik kau tinggal denganku saja”

Aku kaget begitu mendengar perkataannya tadi. Tinggal dengannya? Apa aku tidak salah dengar?

Ia menatapku sambil tersenyum. “Kalau denganku, mungkin kau tidak akan pernah sedih lagi. kau akan punya teman mengobrol dan merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga itu. lagipula, siapa yang tidak mau mempunyai seorang yeoja cantik dan imut dirumahnya?”ujarnya, seraya mengelus pipiku pelan.

Deg…

Jantungku serasa berhenti berdetak. Tubuhku seperti melemas dan ada sesuatu yang membuat pipiku terasa panas.

Oh tidak… jangan bilang kalau pemikiranku benar.

Jangan bilang kalau aku telah merasakan sesuatu pada namja bodoh ini!!

TBC

Done!!! Akhirnya… aku udah bilang kalau idenya semuanya maksa kan—aku udah bersaha biar idenya gak keliatan terlalu dipaksain sih (apa banget) yodahlah, karena suasana hatiku yang makin buruk tiap harinya *thanks to someone* aku Cuma bisa minta RCL. Mungkin karena mood yang makin buruk itu juga, FF ku bakal telat di post, atau mungkin FF ku bakal hancur gaje dan makin membosankan….

Salam untuk kalian semua :’)

Advertisements

69 thoughts on “[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 3)

  1. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s