[Freelance] Be Mine (Chapter 3)

9

Title                : Be Mine

Author            : NinkNonk

Cast                 : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Length                        : Chaptered

Genre              : AU, married, romance

Rating             : NC-17

Disclaimer      : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya sendiri.

So, DON`T BASH!!!

 

mwo……”

“ayolah noona.” sambil menarik lengan Taeyeon menuju tempat duduknya tadi.

Taeyeon hanya mampu tertunduk diam, berat rasanya melihat wajah Sehun terutama lagi ada Kai. Sehun hanya bisa memasang ekspresi datarnya ketika melihat kedekatan antara Taeyeon dan Kai, toh dia tidak akan ikut campur dengan urusan pribadi Taeyeon lagi.

“apa noona memiliki namjachingu?” tanya Kai tiba-tiba, sementara Sehun terbelalak mendengar ucapannya.

“ah……” gugup Taeyeon sambil melirik ke arah Sehun.

noona tidak perlu malu-malu, Sehun sudah mengijinkan aku untuk mendekati noona.” ucap Kai sambil meyakinkan Taeyeon.

jinjjayo?” raut kekecewaan nampak jelas diwajah Taeyeon, dia tidak menyangka walaupun Sehun tidak memiliki perasaan terhadapnya tetapi setidaknya Sehun bisa menghargainya sebagai seorang yeoja yang akan menikah dengannya.

mianhae…. aku lupa kalau punya tugas yang harus dikerjakan jadi aku pergi ke perpustakaan dulu yah?” ucapnya sambil berlalu meninggalkan teman-temannya.

noona…. aku temani yah?” bujuk Kai.

Sehun yang merasa bersalah terhadap Taeyeon, hanya bisa merutuki dirinya sendiri. Sungguh, penyesalan itu selalu datangnya diakhir. Di perpustakaan, Taeyeon sibuk mencari buku yang akan dia pelajari sedangkan Kai hanya bisa menunggu Taeyeon sambil terduduk diam di bangku paling pojok. Setelah menemukan buku yang dia cari, Taeyeon lalu mendekati Kai yang masih setia memandanginya.

“apa kau tidak mencari buku yang akan kau baca?” tanya Taeyeon.

“ah, tidak. Aku sudah bilang, kalau aku akan menemanimu disini.” balas Kai.

“aku lebih suka memandangimu dibandingkan memandangi buku-buku disini.” lanjutnya lagi.

Seketika wajah Taeyeon mengeluarkan semburat merah dipipi, hari ini banyak kejadian yang sungguh membuatnya tercengang.

“Kai, apa kau selalu mengatakan hal itu pada setiap yeoja yang kau sukai?” tanya Taeyeon.

ani…. bagiku noona berbeda, tidak akan pantas jika aku menyamakan noona dengan yeoja yang lain.” ucap Kai.

Entah mengapa Taeyeon merasakan suasana yang tenang jika bersama Kai, bukan karena dia mengidolakan Kai tapi ada perbedaan mengenai Kai dimatanya dengan pendapat orang lain.

noona, nanti aku antar pulang yah?” bujuk Kai.

“tapi, biasanya aku pulang bareng Sehun. Lagipula, apa tidak bermasalah kalau netizens nanti menggosipkan yang tidak-tidak tentangmu.” tanya Taeyeon.

“ayolah noona, soal itu bisa aku tangani.” bujuknya lagi.

geurae.” Taeyeon pun menyetujuinya, kapan lagi idolanya bisa mengantarkannya pulang.

jinjja???” sahutnya senang.

neh…” balas Taeyeon sambil tersenyum.

gomawo noona.” Kai memperlihatkan senyum terbaiknya yang bisa meluluhkan yeoja manapun yang melihatnya.

Selama istirahat diperpustakaan tadi, Taeyeon tidak pernah fokus dengan buku yang dia pinjam. Waktu itu dia habiskan untuk berbicara dengan Kai. Apa salahnya kalau dia menaruh sedikit harapan untuk namja tersebut.

“Sehun, nanti aku yang akan mengantar Taeyeon noona pulang.” sahut Kai singkat ketika mereka bertemu dikelas.

Sehun yang mendengarnya, hanya memandanginya dengan kesal.

“terserah kalian saja!” serunya.

Taeyeon sambil menenteng tasnya yang tidak berat, menunggu dibawah pohon dekat gerbang kampusnya. Yah, dia dan Kai sepakat untuk bertemu ditempat itu. Beberapa menit menunggu, Taeyeon tiba-tiba dihampiri oleh seseorang yang mengendarai motor gede. Taeyeon hanya mengacuhkannya sambil memandang kearah dalam kampus.

YA, noona… ini aku!” seru namja tersebut sambil membuka helmnya.

“Kai?” ucap Taeyeon tak percaya.

“apa yang noona lakukan? Kita kan sudah janji tadi.” sahutnya.

mianhae…. tadi aku tidak mengenalimu.” balas Taeyeon sambil tersenyum.

DEG….. tiba-tiba Kai merasakan detak jantungnya berdegup kencang sesaat melihat senyuman yeoja didepannya itu.

“Kai, gwaechana…?” tanya Taeyeon yang melihat kai yang terdiam mematung.

“ah, gwaechana noona.” Kai terlepas dari lamunannya.

noona, aku bisa minta bantuan darimu?” tanya Kai balik.

mwo…” ucap Taeyeon lembut.

“temani aku ketempat designer sebentar yah?” ucapnya sambil memohon.

neh…” balas Taeyeon.

Kai menyerahkan helm yang satunya ke Taeyeon, lalu melepas jaketnya kemudian mengikatkannya kepinggang Taeyeon.

“apa noona mau memperlihatkan paha noona pada setiap orang yang berada dijalan?” tanyanya melanjutkan.

Ah, Taeyeon lupa kalau dia hanya memakai rok mini sehingga jika dia naik motor maka pahanya akan terlihat jelas. Taeyeon merasa bahagia diperlakukan secara special terutama dari namja idolanya. Seandainya Sehun bisa memperhatikannya seperti Kai.

@butik (designer Kai)

Setibanya di butik designer Kai, Taeyeon merasa canggung dengan keadaan disana yang cukup ramai. Semua orang memandanginya heran, karena sedari tadi Kai memegang tangannya hingga masuk ke ruangan sang designer.

“masuk……” sahut seseorang dari dalam.

“oh Kai, dari tadi aku menunggumu.” sahutnya kembali ketika Kai memasuki ruangan tersebut.

nuguya?” sambil menunjuk Taeyeon yang masih memegang tangannya.

“ah, annyeong haseyo…  Kim Taeyeon imnida.” ucapnya memperkenalkan diri.

annyeong haseyo….. Kwon BoA imnida.” balas designer tersebut.

“Kai, apa dia yeojachingumu? Baru kali ini aku lihat kau membawa seorang yeoja ketika menemuiku.” sahutnya kembali.

aniyo, agassi….” sahut Taeyeon tiba-tiba.

“BoA eonni, dia ini noona dikampusku dan sebentar lagi akan menjadi yeojachinguku.” bisik Kai melanjutkan ucapan Taeyeon sambil menampilkan smirk diwajahnya.

jeongmal?” ucap BoA yang sedikit terkejut dengan ucapan dongsaengnya itu, dia sudah menganggap Kai seperti adiknya sendiri.

Taeyeon yang melihat tingkah kedua orang dihadapannya itu hanya tersenyum.

“Taeyeon, silahkan duduk.” BoA mempersilahkan tamunya yang sedari tadi berdiri.

gamsa hamnida, agassi….” balas Taeyeon.

“ah, kau bisa memanggilku dengan sebutan eonni seperti Kai.” sahutnya.

neh, BoA eonni…” ucapnya lalu duduk disamping Kai.

“oh iya, Kai hari ini aku akan mendesign beberapa baju untuk acara penghargaan bulan depan. Jadi aku memanggilmu kesini dan aku juga mengundangmu untuk datang keacara fashion show besok lusa.”  ucap BoA.

Sesaat kemudian beberapa orang masuk ke ruangan tersebut, lalu mengukur tubuh Kai. BoA terlihat sibuk dengan rancangannya kali ini, karena dia lah yang selalu merancang baju-baju yang akan Kai kenakan disetiap film maupun event-event yang akan dihadiri Kai. Hal itulah yang membuat BoA dan Kai dekat layaknya kakak dan adik. Taeyeon hanya memperhatikan secara saksama hingga Kai selesai dengan kegiatannya.

“apa noona tidak lapar?” tanya Kai ketika meninggalkan butik tersebut.

“ah…” terdengar suara Taeyeon agak sedikit pelan.

kajja! kita ke restaurant dulu untuk makan. Aku yang traktir sebagai ucapan terima kasihku karena noona mau menemaniku hari ini.” ajak Kai.

@restaurant

Didalam restaurant, sedikit ramai tapi tidak ada seorangpun yang dapat mengenali Kai karena dia menyamar dengan sangat baik. Restaurant tersebut menyediakan menu-menu Italia, terutama spaghetti menu kesukaan Taeyeon. Mereka mengambil meja yang dekat dari pintu, pesanan mereka pun sudah dicatat. Tidak perlu menunggu terlalu lama pesanan mereka akhirnya pun tiba, Taeyeon dan Kai menikmati makanan.

“apa noona sangat menyukai spaghetti?” tanya Kai ketika melihat Taeyeon yang sangat lahap menyantap spaghettinya.

neh…” hanya kata itu yang keluar dari mulut Taeyeon.

chakkaman…” Kai menghentikan aktifitas makannya lalu mengelap sedikit saus spaghetti yang berada disudut bibir Taeyeon dengan tangannya.

mian….. aku kurang sopan.” Taeyeon hanya dapat tertegun melihat senyum yang terpancar dari bibir Kai sesaat setelah membersihkan saus dibibirnya.

gwaechana noona….” balasnya.

Setelah menghabiskan makanan mereka, Kai lalu mengajaknya pulang.

 

@rumah keluarga Oh

gamsa hamnida, telah mengantarkanku pulang.” ucap Taeyeon ketika mereka sudah berada digerbang rumah.

aniyo, noona…. seharusnya aku yang berterima kasih. Lain kali, bolehkan aku mengajak noona kencan?” tanya Kai.

mwo? Tentu saja boleh.” sahut Taeyeon dengan senang.

“sampai jumpa besok noona.” CHU….. Kai mengecup kening Taeyeon dan langsung menaiki motornya lalu berlalu meninggalkan Taeyeon yang masih diam mematung ditempatnya karena kejadian barusan.

Dengan jalan yang agak sedikit lambat, Taeyeon masuk kedalam rumah sambil terus memegangi keningnya yang dikecup Kai tadi. Didalam rumah nampak Sehun yang menatapnya dengan ekspresi datarnya.

“darimana saja kalian?” tanyanya dingin.

“tadi Kai mengajakku ke butik dan makan.” sahut Taeyeon yang sedikit kaget dengan kehadiran Sehun.

“apa semua yeoja sama sepertimu?” tanyanya kembali.

mwo? Apa maksudmu?” ucap Taeyeon.

“semua yeoja yang baru ditaksir sedikit oleh namja ganteng seperti Kai langsung senangnya minta ampun.” ketus Sehun.

“bisakah kau tidak menjelek-jelekkan Kai dihadapanku?” pinta Taeyeon yang sedikit jengkel dengan kelakuan Sehun.

wae? Apa dia membuatmu merasa cuma kau satu-satunya yeoja yang dia sukai?” ucapnya lagi.

mwo? Kau sungguh keterlaluan, Oh Sehun.” Taeyeon merasakan puncak kemarahannya, dia lalu meninggalkan Sehun karena dia tidak mau memperpanjang perdebatannya dengan Sehun.

Dikamar Taeyeon masih merasa kesal dengan kelakuan Sehun, momen kebersamaannya dengan Kai tadi seketika hilang. Lelah seharian membuatnya dengan mudah terbawa ke alam mimpi.

“nona….. waktunya makan malam, tuan muda menunggu anda dibawah.” ucap salah pembantu keluarga Oh ketika membangunkan Taeyeon.

mian…. aku tidak lapar, jadi tolong katakan kepada tuan muda itu supaya tidak menungguku makan.” sahut Taeyeon ketika membuka pintu kamarnya.

neh….” balas pembantu tersebut sambil meninggalkan Taeyeon.

mwo? Dia tidak lapar?” tanya Sehun ke pembantu tersebut.

neh, tuan muda. Nona bilang, tuan muda tidak perlu menunggunya.” balas pembantu tersebut kemudian berlalu.

“cih…. teganya dia membuatku menunggunya diruang makan sendiri.” Sehun terlihat kesal lalu menuju kamar Taeyeon.

Sehun mengetuk pintu kamar Taeyeon berkali-kali. Taeyeon yang merasa terganggu dengan desakan dari luar mulai jengkel.

“aku sudah bilang, aku tidak lapar. Katakan saja pada tuan muda itu kalau…..” ucapan Taeyeon terputus ketika membuka pintu kamarnya dan mendapati Sehun yang menunjukkan wajah kesalnya.

“hai… dari tadi aku menunggumu dibawah. Aku tidak suka kalau makan sendirian, jadi.kau.harus.menemaniku.” Sehun menegaskan kalimat terakhirnya.

mwo? Aku tidak lapar…” balas Taeyeon tidak mau kalah.

“aku tidak butuh alasan, ikut aku ke bawah!” perintahnya tegas sambil menarik lengan Taeyeon dengan paksa.

Sesampainya mereka di ruang makan, Sehun tampak tersenyum penuh kemenangan namun Taeyeon tidak dapat melihatnya. Sambil meringis memegangi lengannya yang ditarik paksa Sehun tadi, Taeyeon memasang tampang kesalnya.

“duduk dan makanlah!” perintah Sehun.

YA! Tadi kau memaksaku hanya untuk menemanimu makan, tidak makan bersamamu.” balas Taeyeon kasar.

“kalau begitu duduk dan jangan mengomel terus.” Sehun langsung memulai aktifitas menyantap makan malamnya sambil sesekali melirik Taeyeon yang masih memegangi lengannya yang sakit.

I`m sorry….” lirih Sehun dalam hatinya. Sedikit penyesalan dengan sikapnya tadi.

Selesai makan, Sehun beranjak dari tempat duduknya. Dia merasa aneh karena sedari tadi tidak mendengar ocehan Taeyeon, ternyata yeoja tersebut tertidur kedua tangannya menumpuh kepalanya. Tidak tega melihat hal tersebut, Sehun mengangkatnya menuju kamar.

“umurmu sudah 20 tahun tapi badanmu sangat mungil, seperti burung saja.”  Sehun tersenyum sambil mengangkat tubuh Taeyeon.

Setelah meletakkan Taeyeon diranjangnya, Sehun tanpa sengaja melihat lengan tangan Taeyeon. Kulit putihnya yang bersih langsung bereaksi jika mendapat sedikit perlakuan yang sedikit kasar, agak lebam. Sehun merasa bersalah lalu menuju kamarnya dan mencari salep yang dapat mengobati luka lebam, lalu kembali ke kamar Taeyeon. Sehun perlahan mengoleskan obat tersebut sesekali melihat wajah Taeyeon, dia takut yeoja tersebut akan terbangun.

mianhae……” Sehun kemudian meninggalkan Taeyeon.

Pagi itu, Taeyeon bangun dengan malasnya. Dia tidak bisa mengingat kejadian tadi malam, seketika itu dia langsung melihat lengannya. Raut wajahnya terlihat bingung, seingatnya ada luka lebam dilengannya kenapa pagi ini luka itu menghilang?. Tidak mau berpikir panjang, dia langsung menuju kamar mandinya. Di bawah sudah ada Sehun yang menunggunya untuk sarapan, Taeyeon masih kesal soal kejadian semalam. Dia sedikitpun tidak mau melihat wajah Sehun apalagi mengajaknya mengobrol.

“cepat habiskan sarapanmu.” Sehun yang telah menghabiskan sarapannya langsung beranjak keluar.

“bagaimana lenganmu?” tanyanya kembali ketika didekat Taeyeon.

“eh?” Taeyeon tampak bingung dengan pertanyaan Sehun.

“sepertinya lukanya sudah hilang.” ucap Sehun sambil berlalu meninggalkan Taeyeon yang masih bingung dengan ucapannya.

mwo? Kenapa dia bisa tahu? Apa mungkin dia yang mengobatiku dan…..” tiba-tiba dia teringat kejadian tadi malam ketika dia tertidur diruang makan dan pagi ini dia sudah berada dikamarnya.

“apa dia juga yang membawaku kekamar?” gumamnya.

Sesudah menghabiskan sarapannya, Taeyeon bergegas keluar. Dari dalam dia dapat mendengar sedikit percakapan dari luar. Betapa terkejutnya dia, diluar rumah sudah ada Sehun dan Kai.

annyeong haseyo noona….” sapa Kai sambil tersenyum.

annyeong haseyo, ada apa Kai? Apa aku mengganggu kalian berdua?” tanyanya lagi sambil memandangi Kai dan Sehun secara bergantian.

aniyo…. aku kesini untuk menjemput noona ke kampus.” Kai menunjukkan senyuman termanisnya.

jeongmal?” Taeyeon agak kaget dengan ucapan Kai tadi.

“Sehun, tidak apa-apakan kalau Taeyeon noona berangkat bersamaku?” tanya Kai yang meminta persetujuan Sehun.

“terserah kalian.” Sehun agak kesal dengan tingkah Kai yang selalu seenaknya.

kajja, noona…..” sambil menggandeng tangan Taeyeon.

Taeyeon sempat berbalik memandangi Sehun yang masih berdiri didekat pintu, walaupun Sehun itu kadang-kadang menyebalkan tapi Taeyeon merasakan ada kebaikan dihati Sehun.

“untung noona tidak pakai rok mini lagi.” Kai segera menyerahkan helmnya.

wae? Apa kau menyesal?” Taeyeon sedikit cemberut.

aniyo…. aku tidak pernah menyesal jika selalu bersama dengan noona, yang aku maksud jika noona pakai rok mini lagi besok aku akan mulai belajar menyetir.” sahut Kai.

mwo?” Taeyeon sedikit terkejut dengan ucapan Kai tadi.

“apa kau tidak bisa menyetir?” tanya Taeyeon masih dengan wajah penasaran.

“selama ini aku hanya diantar oleh asisten atau sopir pribadi, jadi aku tidak pernah belajar menyetir. Tapi aku hobi mengendarai motor, itu lebih menyenangkan.” curhat Kai.

kajja!”

Diperjalanan menuju kampus, Sehun mengikuti mereka dengan mobilnya. Sedikit rasa cemburu menghinggapi hatinya melihat kemesraan Kai dan Taeyeon, namun hal itu dapat dia sembunyikan dengan berpura-pura tidak peduli. Tadi pagi, dia sempat berbicara dengan Kai sebelum Taeyeon menghampiri mereka.

Flashback

“Sehun, apa Taeyeon noona sudah bersiap-siap?” tanya Kai.

“wae? Apa yang membuatmu datang kesini lagi?” ketus Sehun.

“aku ingin menjemputnya.” ucap Kai dengan santainya.

“aku peringatkan kau, jangan coba-coba……” ucapan Sehun terputus ketika menyadari kehadiran Taeyeon.

Flashback end

noona, bisakah kau mengeratkan peganganmu?” teriak kai sambil berbalik memandangi Taeyeon.

wae?” heran Taeyeon.

“aku akan mempercepat lajunya, karena sepertinya akan turun hujan.” seru Kai.

Setelah menuruti perkataan Kai, motor itupun melaju dengan cepat. Dari belakang, Sehun pun mulai mempercepat laju mobilnya.

@kampus

Kai memarkir motornya ditempat yang sedikit agak jauh dari tempat umum, itu sudah menjadi kebiasaannya sejak memutuskan naik motor ke kampus. Tidak beberapa jauh dari tempat itu, tampak Sehun juga tengah memarkir mobilnya. Setelah menutup pintu mobilnya, Sehun berjalan mendekati mereka.

“Kai…. sepertinya dari sini, aku juga harus ikut bersama kalian. Aku tidak mau netizens membuat skandal lagi tentangmu apalagi melibatkan keluargaku, sekaligus menghindarkan Taeyeon noona dari sasaeng fansmu.” sahut Sehun ketika sudah berada didekat Taeyeon dan Kai.

arraseo…..” Kai pun mengalah.

Mereka bertiga masuk ke kampus, ketiganya berada dalam suasana canggung tanpa seorangpun yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu. Tanpa mereka sadari, dari kejauhan tampak seseorang yang sedang mengawasi mereka. Setelah puas mengamati mereka, orang tersebut pun seperti menelpon seseorang kemudian meninggalkan tempat persembunyiannya.

“Taeyeon……” yeoja yang merasa dipanggil tersebut berbalik.

“hai, Tiffany…..” Taeyeon membalas melambai ke Tiffany yang baru tiba.

annyeong noona…..” sahut Kai.

annyeong Kai……” balas Tiffany.

“sepertinya kami harus meninggalkan Taeyeon noona karena Tiffany noona punya hal penting yang perlu dia bicarakan.” ucap Kai sambil menarik Sehun segera menuju kelasnya.

neh, gomawo…” sahut Tiffany dan Taeyeon.

kajja! kita masuk. Aku juga ingin membicarakan sesuatu padamu.” ajak Tiffany.

Mereka pun segera ketempat yang sering mereka tempati, tampak beberapa mahasiswa yang masih sibuk dengan aktifitas mereka sendiri.

“oh iya, apa ada hal yang penting?” tanya Taeyeon ketika mereka sudah duduk dengan santai.

“aku dengar kemaren, kau mulai dekat dengan Kai. Apa benar kalian sudah pacaran?” tanya Tiffany balik.

mwo? Aniyo….. aku tidak pacaran dengannya, aku hanya sebatas fans baginya. Kalaupun dia menganggap lebih dari itu, berarti aku sudah seperti kakaknya sendiri.” jelas Taeyeon.

“memangnya ada masalah?” tanya Taeyeon dengan nada penasaran.

“kau tahukan, Kai itu sangat populer apalagi dia adalah anak seorang pejabat. Selain itu dia juga terkenal sebagai playboy, setiap wanita yang suka dengannya pasti dia dekati setelah bosan maka akan dia campakkan begitu saja.” ucap Tiffany panjang lebar sambil menunjukkan wajah seriusnya.

arraseo…. jadi saya harus bagaimana?” gerutu Taeyeon.

“setidaknya kau harus jaga jarak dengannya, lagipula masih banyak namja di kampus ini yang sepertinya tertarik denganmu.” ucap Tiffany spontan.

mwo? Darimana kau tahu?” penasaran Taeyeon.

“kau kenal sunbae kita yang bernama Cho Kyuhyun, kemaren dia menanyai ku terus tentangmu.” ucap Tiffany.

“Cho Kyuhyun? Bukankah dia itu seorang sunbae yang disegani di kampus ini.” seru Taeyeon.

neh, dia itu orangnya sangat tertutup sehingga banyak orang yang segan terhadapnya. Kabarnya dia adalah anak seorang mafia terkenal.” jelas Tiffany.

jeongmal?” ucap Taeyeon.

Setelah beberapa menit menunggu, sepertinya hari ini dosennya tidak masuk. Sehingga kelas itu bubar dengan sendirinya, ada yang masih betah mengobrol dengan teman-temannya dan sebagian ke kantin kampus. Tak terkecuali Taeyeon dan teman-temannya, dijalan menuju kantin mereka melihat Sehun dan teman-temannya yang sedang bermain basket. Tidak jauh dari lapangan tersebut, terlihat para yeoja yang histeris melihat sekumpulan namja-namja keren itu bermain basket. Tiba-tiba Kai berlari menuju arah Taeyeon dan teman-temannya.

noona, ingin ke kantin yah?” tanya Kai ketika berhadapan dengan Taeyeon.

neh, dosenku tidak masuk hari ini.” Taeyeon sedikit canggung karena beberapa yeoja tadi melihatnya dengan pandangan kurang suka.

arraseo…. tunggu aku disana yah?” seru Kai sambil kembali ke lapangan basket.

Teman-teman Taeyeon hanya dapat tersenyum melihat kejadian tadi, tidak biasanya Kai bersikap semanis tadi terhadap yeoja yang lain. Di kantin terlihat sedikit ramai, mereka duduk ditempat yang selalu ditempatinya setelah memesan makanan dan minuman. Layaknya yeoja-yeoja lain, mereka sangat menikmati kebersamaan sambil bercerita tentang hal-hal menarik dikalangan para remaja. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang menyapa mereka.

annyeong……” sahut namja tersebut.

annyeong Kyuhyun sunbae…..” jawab mereka serempak.

“jangan memanggilku dengan sunbae, panggil oppa saja, neh!” ucapnya lagi.

“apakah kau Kim Taeyeon?” tanyanya lagi.

neh, annyeong haseyo….. Kim Taeyeon imnida.” Taeyeon agak gugup.

“Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya balik.

“bisakah aku bicara denganmu sebentar?” pinta Kyuhyun.

“eh!” Taeyeon agak canggung.

“tidak apa-apakan aku meminjam Taeyeon sebentar?” sahut Kyuhyun ke teman-teman Taeyeon dengan sopan.

Mereka tahu, Kyuhyun adalah salah satu orang yang sangat disegani dikampus. Banyak mahasiswa yang jika menolak keinginannya, maka akan di bully habis-habisan oleh teman-teman Kyuhyun. Mereka takut jika membiarkan Taeyeon pergi dengannya, tidak tahu apa yang akan menimpa Taeyeon apalagi jika mereka menolaknya maka merekalah yang akan menjadi sasarannya.

noona…..” tiba-tiba terdengar suara Kai dari belakang disertai dengan Sehun dan beberapa teman lainnya.

Kai berjalan mendekati Taeyeon sambil terus memandangi Kyuhyun dengan ekspresi datarnya.

mianhae, sunbaeyeoja ini sedang menungguku. Jadi sunbae tidak bisa meminjamnya tanpa seizinku!” tegas Kai sambil memasang tampang menyeramkan.

Suasana di kantin tersebut berubah mencekam.

……………………………………………………………………………………………

TBC

Hahaha….. ada cast baru lagi, mianhae para readers yang biasnya Cho Kyuhyun.

Aku juga suka Cho Kyuhyun, so aku ingin Kyuhyun oppa mainin karakter antagonis.

And, yang sering nanya NC-17 nya mana? Sekali lagi mianhae, ditunggu aja neh?

Happy reading!!!!

Advertisements

42 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 3)

  1. Wahhh. Ada org baru ni kyuhyun. Hmm kai san kyu mmperebutkn tae. HahaHahaha percm aja toh tae udh milik sehun. 😂😂😂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s