[Vignette] Horrible

horrible

 

Horrible

Author
pearlshafirablue

Main Casts: EXO-K’s Baekhyun & GG’s Taeyeon | Minor Casts: EXO-K’s Chanyeol
AU, Horror? Tragedy
Vignette, Teen

“All of the characters belong to God and themselves. They didn’t gave me any permission to use their name in my story. Once fiction, it’ll be forever fiction. I don’t make money for this.”

{In all of things in the nature, there is something marvelous}

A/N
Untuk pertama kalinya saya tidak bisa menentukan genre. Jadi saya asal saja menulis horror. Silakan dinikmati!

-o0o-

Seoul, 2015
1.00 PM

Saat itu pekarangan kafe yang bertajuk Victorians nampak dipadati ratusan manusia. Hujan terus mengguyur kota Seoul tanpa henti, membuat para pejalan kaki dan pengendara motor menepi dan akhirnya berjubel di serambi ruko-ruko pinggir jalan.

Seorang lelaki berjas biru terlihat di tengah-tengah mereka. Dengan rambut hitam kecoklatannya yang disisir rapi ke belakang serta sebuah ransel yang bertengger di punggung bidangnya.

Lirih.

Agaknya hanya hal itu yang bisa menggambarkan ekspresinya saat ini.

Dan semua orang bisa menyadari bahwa mimik sendu yang tersetel di wajah tampannya itu bukan karena derasnya hujan yang mungkin membuat siapapun tak bisa pulang hingga malam hari.

Ada hal lain yang nampaknya mengusik pikirannya.

Di tangan lelaki berkulit putih porselen itu terapit sebuah benda berbahan dasar kain dan kapas yang rasanya lusuh dan dekil. Berwarna kecoklatan, nyaris sama seperti warna surainya. Hanya saja benda itu terlihat lebih menyenangkan, karena sebuah lengkungan kecil terpatri di permukaan kulitnya yang lembut.

Ya, boneka teddy bear itu tersenyum.

Byun Baekhyun mengangkat tangan, mempersempit jarak pandangnya dengan boneka berukuran 10 sentimeter itu. Kedua manik matanya terpaku pada dua biji berwarna cokelat yang bisa dianggap sebagai indera penglihatan si Boneka. Akhirnya sebuah senyuman tipis terbentuk di bibir pria bermarga Byun itu saat matanya menangkap seberkas senyum tulus di sana.

Tiba-tiba benaknya dituntut untuk mengingat seseorang, yang pernah menjadi salah satu manusia paling berarti untuk hidupnya. Seorang gadis bernama Kim Taeyeon. Gadis yang bahkan setahun lebih tua darinya.

Boneka bernama Dobi ini rasanya seperti jelmaan Kim Taeyeon, setidaknya begitulah yang dipikirkan Baekhyun. Boneka ini… selalu berhasil mengingatkannya kepada gadis bersurai emas tersebut.

Pria itu bergumam. Akhirnya pikirannya kembali dimainkan waktu dan berhenti pada suatu kejadian, 2 tahun silam. Ketika seorang gadis bernama Kim Taeyeon masih bisa berpijak di tanah yang sama dengannya.

-o0o-

Seoul, 2013
09.00 AM

“Byun Baekhyun! Ke sini!”

Sebuah suara cempreng menyambangi indera pendengaran seorang pria yang dipanggil Byun Baekhyun. Ia membuang napas kasar, cukup lelah karena nyaris seharian tungkainya dipaksa untuk tetap berjalan menyusuri tepian jalan setapak di pasar Namdaemun.

Ya, apa lagi yang kau inginkan, Noona?” desah Baekhyun tak senang. Ia mengelap peluh yang sudah membasahi sebagian besar wajahnya.

Ya! Kau kelihatannya tidak gembira. Kenapa? Apa kau tidak suka kencan kita hari ini?” tanya Taeyeon dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.

Jelas, hanya orang bodoh yang bisa mengabaikannya.

Noona, berhentilah merajuk,” kekeh Baekhyun, disusul dengan tawa ringan dari Taeyeon. “Baiklah, apa yang kau inginkan?”

Taeyeon menarik sudut bibirnya. Perlahan ia menolehkan kepalanya ke belakang dan telunjuknya menuding sebuah rak besar dengan puluhan boneka mengisi petak-petaknya.

“Boneka?” Baekhyun mengangkat satu alisnya. Dan bisa dipastikan bahwa tebakannya benar karena Taeyeon langsung mengangguk setelahnya. “Okay, biar aku yang bayar untuk yang satu ini.”

“Serius?!” mata Taeyeon berbinar.

Baekhyun tersenyum seraya mengangguk, Taeyeon memang benar-benar childish.

Gendang telinga pria itu kembali dipaksa untuk mendengar jeritan cempreng milik Taeyeon lagi. Baekhyun hanya bisa tertawa, Noona tersayangnya itu benar-benar kekanak-kanakan. Tapi siapa yang tahu, bahwa kepribadiannya yang seperti itu bisa membuat Baekhyun jatuh hati setengah mati padanya.

“Yang ini!”

Akhirnya setelah 10 menit berlalu Taeyeon kembali dengan membawa sebuah boneka mini di tangannya. Baekhyun mengerling ke arah gadis itu dan pandangannya merangkak ke arah benda berkulit katun yang berdiri tegak di atas telapak Taeyeon.

Keningnya berkerut. “Kecil sekali.” komentarnya. Kemudian pandangannya beralih ke arah rak yang tadi didatangi Taeyeon. “Lagipula rasanya boneka itu tidak sebagus boneka yang lain. Kau lihat? Warnanya gelap dan sama sekali tidak ada unsur manis dalam boneka ini.”

“Kau benar sih. Tapi entahlah, aku langsung jatuh cinta pada boneka ini ketika mataku melihatnya,” tutur Taeyeon mengedikkan bahu.

“Jatuh cinta? Oh, jadi sekarang kau berselingkuh ya,” goda Baekhyun seraya menggoyangkan puncak hidung gadisnya. Taeyeon merengut dan balas mencubit pipi Baekhyun. “Oke, oke baiklah. Sini biar kubayar.”

Tak sampai 15 menit sepasang kekasih itu sudah beranjak meninggalkan stan aksesoris di pasar Namdaemun.

Noona, hati-hati,” ujar Baekhyun ketika keduanya akan menyeberangi perempatan besar Namdaemun. Taeyeon menggenggam tangan Baekhyun kala lampu merah menyala terang menggantikan lampu hijau yang sudah meredup.

Seluruh kendaraan akhirnya berhenti. Mempersilahkan pejalan kaki melintasi zebra cross yang melintang dari sisi kanan hingga sisi kiri jalan. Baekhyun dan Taeyeon mengikuti beberapa orang yang juga menyebrang. Hingga akhirnya tepat ketika lampu hijau kembali menyala mereka sudah berada di tepi kiri jalan.

“Baekhyun.”

“Ada apa?” Baekhyun menoleh. Mendapati guratan cemas di wajah Kim Taeyeon. Alisnya berkedut.

“Mana Dobi?” tanya Taeyeon panik. Ia meraba-raba kantungnya hingga menumpahkan isi dompetnya.

“Dobi siapa?” Baekhyun menggaruk kepalanya tak mengerti.

“Boneka tadi! Namanya Dobi. Mana dia?” pekik Taeyeon. Gadis itu mengedarkan pandangannya hingga akhirnya kedua iris cokelat itu mendapati sebuah benda yang dicarinya teronggok di atas zebra cross. “Astaga! Di sana ternyata.”

Rasanya tiba-tiba saja jarum jam bergerak melambat. Baekhyun agaknya tak sempat menahan Taeyeon dan membiarkan gadis itu berlari meregang nyawa. Mata pria itu tak lepas sedikitpun dari raga gadis yang masih berdiri tegak di garis pertama zebra cross hingga membungkuk untuk memungut benda bernama Dobi tersebut. Dan tiba-tiba saja tubuh Taeyeon terpental ke belakang, menabrak pembatas jalan dan akhirnya berbenturan dengan kotak pos besi yang membuat tengkorak gadis itu hancur, menimbulkan liquid merah pekat berbau anyir mengucur membasahi aspal jalanan.

Ia mati.

“TAEYEON!!!!!!!!”

-o0o-

Seoul, 2015
2.30 PM

Ya! Baekhyun-ya!”

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bingung. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan mendapati bahwa dirinya tengah bersila di atas sofa beludru di ruang tengah rumah sahabatnya, Park—

“Baekhyun! Kau sudah sadar?”

Baekhyun memutar bola matanya. “Kau bisa lihat aku sudah bangun, Park Chanyeol,” sungutnya.

“Habis, kau tidak bersuara sih,” protes Chanyeol—sahabat Baekhyun yang diklaimnya sebagai manusia ter-annoying.

“Omong-omong, kenapa aku bisa berada di rumahmu?”

Alih-alih menjawab, Park Chanyeol malah berjalan menjauhi Baekhyun dan mengambil sebuah botol champagne di atas meja perapian. Ia menuangkan isinya ke dalam gelas bergagang tinggi hingga terisi separuh, “Kau pingsan lagi hari ini. Kebetulan aku sedang lewat daerah situ ketika kau jatuh. Tanpa pikir panjang kubawa saja kau ke sini.” terang Chanyeol. “Champagne?”

“Kau bodoh atau apa, kondisiku tidak fit dan kau malah menawariku minuman beralkohol,” dumal Baekhyun yang memang mengidap anemia sejak kepergian Taeyeon—entah apa hubungannya.

Tanpa perlu meminta izin dari empunya, pria itu beringsut ke arah perapian dan duduk bersimpuh di depannya. Hujan pertama di musim semi kali ini dinginnya menusuk tulang.

“Baekhyun, apa kau memikirkan Taeyeon Noona lagi?”

Pertanyaan Chanyeol membuat pria berkulit putih susu itu mendadak teringat akan sesuatu. Ia meraba-raba jasnya—mengacuhkan pertanyaan pria jangkung itu. “Ya! Chanyeol! Mana bonekaku?”

Chanyeol menaikkan gagang kacamatanya dengan telunjuk, “Bo-boneka apa?”

“Dobi! Dobi! Teddy bear milik Taeyeon!” pekik Baekhyun dengan panik. Ia menyerakkan bantal-bantal kecil yang awalnya bertengger di lengan sofa beludru yang didudukinya tadi.

“Ah, itu. Boneka beruang kecil yang kotor itu ya?”

Baekhyun bernapas lega. Ia mengangguk. “Ya, boneka itu. Di mana kautaruh?”

“Di atas rak buku tinggi di sana.” Chanyeol mengulurkan tangannya ke atas, ke arah lemari tua nan kusam yang berdiri tegak di sebelah jendela ruangan.

Tanpa bertanya lebih pria mungil itu mendekati rak yang ditunjuk Chanyeol, menaiki satu lacinya dan berusaha menggapai bagian atas rak tersebut.

“Hei, kau tahu Baekhyun, aku masih penasaran kenapa kau memberikan nama Dobi untuk boneka sekumal itu. Dobi nama yang terlalu bagus untuknya.”

Jelas, Baekhyun tidak mengindahkan perkataan Chanyeol. Dirinya disibukkan dengan kenyataan bahwa tangan kecilnya tidak sanggup meraih laci teratas. “Park Chanyeol, bisakah kau tolong aku? Terlalu tinggi.”

Chanyeol terkekeh, “Tidak, ah. Selamat mencoba Byun Baekhyun.” Ujarnya sebelum sosok jangkung menghilang dibalik pintu.

Baekhyun mendengus. Dengan susah payah ia menjulurkan tangannya. Tapi sialnya, sama saja. Nihil. Tangan pendeknya itu tak akan berhasil menggapai ujung rak.

Ia meremas buku-buku jarinya dan kemudian mendorong rak tersebut—mungkin saja boneka itu bisa jatuh dengan sendirinya.

Sekali.

Dua kali.

Nampaknya yang ketiga kali ia berhasil. Suara gemeretak terdengar dari atas rak dan tiba-tiba saja sebuah benda meluncur ke bawah. Baekhyun menarik sudut bibirnya.

Dan seketika senyumnya luntur saat menyadari bahwa benda yang mendekatinya saat ini bukanlah benda yang ia inginkan.

PRRAAANGG!!!!

Cairan berbau anyir langsung membasahi lantai kayu ruang tengah rumah keluarga Park. Suasana senyap menyelimuti ruangan tersebut. Tak ada suara lain yang terdengar selain suara gemelutuk kayu yang dimakan api.

Tiba-tiba terdengar derit pintu dibuka. Sosok tinggi muncul dari sana—Park Chanyeol.

“Ah, Baekhyun! Hati-hati, di atas rak ada guci beling milik nene—BYUN BAEKHYUN!”

-o0o-

.

.

.

Seorang mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sungkyuwan ditemukan meninggal di rumah keluarga calon kepala daerah Gangnam-gu, Park Joseo. Pria berinisal BBH (22) yang menjadi sahabat karib anak bungsu Park Joseo tewas dengan kepala pecah tertimpa guci kaca milik mendiang Ibunda Park Joseo yang berharga lebih dari 100,000 won. Saat itu BBH ditemukan dengan keadaan yang sangat mengenaskan, tengkorak yang nyaris hancur disertai dengan darah yang tak bisa berhenti mengucur dari pelipis kanannya. Menurut keterangan Park Chanyeol (23), yang merupakan sahabat karib korban, korban tewas karena kecerobohannya sendiri saat dirinya ingin mengambil sebuah barang di atas rak yang merupakan tempat berpijaknya guci kaca tersebut. Diketahui barang berupa boneka lusuh yang merupakan peninggalan terakhir mantan kekasih korban yang sudah lama meninggal karena kecelakaan. Dan ironisnya, penyebab kecelakaan mendiang mantan kekasih korban adalah boneka itu pula. Pihak polisi penutup kasus ini dengan menyimpulkannya sebagai kecelakaan.

.

.

.

Kecelakaan? Benarkah?

.

.

.the end.

P.S
UWAAA AKHIRNYA SAYA BISA COMEBACK! Sebenernya ini cuma fic iseng aja sih yang udah lama dibuat, di post di blog lain dan sedikit aku modifikasi bagian akhirnya. DAN SAYA INGATKAN JANGAN ADA YANG BERANI BERTANYA SOAL KELANJUTAN TADT!!!!! #geplaked
Untuk TADT, aku belum bisa janji kapan bisa nge-post soalnya masih banyak hal yang harus aku perbaiki dan aku kembangin. Yang jelas, aku sudah siapin dengan matang bagian ending dan mudah-mudahan bisa memuaskan kalian semua :”’)))
Dan soal fic ini………………………….aku tau absurdnya semulus paha Taeyeon tapi mohon dimengerti karena aku buat ini di tengah-tengah trigonometri dan logaritma:”’))))
Udah, jangan kebanyakan ceramah, langsung aja DROP COMMENTS ya!

79 thoughts on “[Vignette] Horrible

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s