[Freelance] Happy in Winter (Chapter 1)

Poster Happy In Winter By yoohwanhee

Title:

Happy in Winter

Author:

Yoohwanhee

Cast:

-Im Yoona as Hwang Sae Ra (Hwang Se Ra)

-Jung Yoogeun as Jung Hyun Soo (Jung Hyun Su)

-Cristina Fernandez Lee as Jung Sae Rin (Jung Se Rin)

-Xi Luhan as Jung Hyun Woo (Jung Hyun Wu)

Other Cast :

Find by yourself ^^

Genre:

Romance, Family (Maybe), Yadong (Just little)

Length:

Multichapter/Chaptered

Disclaimer:

Cast bukan milik saya. Cast milik Tuhan, agensi mereka, dan keluarga mereka.

NB:

Untuk part ini, mungkin ada sedikit (Bukan mungkin, tapi memang ada) typo. Jadi, mianhae kalau banyak typo dll. Oiya, di part selanjutnya mungkin ada hal hal yang berbau bau y*dong. Dan, kalau ada tanda ini “#BS” itu artinya backsound ya

Backsound:

Alone – Tiffany Hwang, Seoul Song – SuGen, We Were In Love – T Ara ft Davichi, Sarangingeulyo – Taeyeon ft Sunny, Its Me – Sunny ft Luna.

I Hope You Enjoy The Story

.

.

.

::Happy In Winter::

Sae Ra POV.

 

17 Juli 2012, Incheon Airport

#BS

S.E.O.U.L Hamkke beulobwayo

Kkumi ireoji areumdaum saesang

Eoddiseona jilgaeumi neobjineun geol

Saranghae

 

S.E.O.U.L Hamkke mijeobwayo

Eoddiseorado bbulseuseu inneun

Haengbok~

Modu ga hanaganeun saesang

Mandeuroyeo

 

Disini, dimana aku dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuaku, dimana aku bertemu dengan cinta sejatiku, dan dimana aku menjalin hubungan dengan orang yang kucintai, Seoul. Aku sangat senang berada disini. Tapi, 1 tahun yang lalu, aku dipindahkan oleh kedua orang tuaku ke California hanya untuk pekerjaan. Rasanya terkutuk sekali, harus jauh dengan orang yang kucintai. Huffhhh

 

“Hwang Sae Ra!!!” Panggil seorang namja yang aku kenal, siapa lagi kalau bukan kekasihku, Jung Hyun Woo. Aku berbalik dan mendapati seorang namja yang selama ini kucintai

 

“Hyun Woo!” Teriakku lalu berlari dan langsung memeluknya

 

“Bagaimana?” Tanya Hyun Woo

 

“Ba… bagaimana? Apa maksudmu?”

 

“Bagaimana keadaan orang tuamu disana?” Tanya Hyun Woo lagi, tapi kali ini ia tersenyum.

 

“Jadi, kau lebih mementingkan orang tuaku daripada aku. Mereka baik baik saja kok” Jawabku sebal. Bagaimana bisa orang yang kucintai hanya mementingkan keadaan orang tuaku.

 

“Hahaha, kau cemburu sekali, hanya dengan orang tua mu saja kau sudah cemburu apalagi dengan wanita lain” Ejek Hyun Woo. Aisshh, jinjja. Ia selalu mengatakan ini kalau aku cemburu.

 

“Yak! Jung Hyun Woo. Aku merindukanmu, tau. Aku sengaja pulang lebih awal dari orang tuaku hanya karena ingin bertemu denganmu. Oiya, eomma dan appa mu?” Tanyaku

 

“O iya! Eomma baik baik saja, eomma ada dirumah sedang menunggu mu. Kalau appa, sedang pergi ke Cina untuk sementara waktu karena ada pertemuan besar semua pengusaha di Cina” Jawab Hyunwoo

 

“Aah, begitu rupanya. Hyun Woo, bisa kau tolong angkat koper koperku? Ini berat sekali” Tanyaku. Aku benar benar senang bertemu orang ini. Senang sekali!

 

“Aish, manja sekali kekasihku ini” Kata Hyun Woo seraya mengambil koper koperku dan mengacak rambutku pelan.

 

“Ah, jamkanman, Hyun Woo-ah”

 

“Ng? Waeyo?” Tanya Hyun Woo

 

“Euhm, selama aku di California, apa kau……”

 

“Kau mulai lagi, Hwang Sae Ra. Aku tidak mau dengan gadis lain selain dirimu, My Princess” Hyun Woo lalu mencium pipiku cepat. Ini yang selalu meyakinkan ku bahwa tidak ada selain aku yang mejadi kekasih seorang Jung Hyun Woo. Aku yakin itu!

 

“Ppali, masuklah” Hyun Woo membukakan pintu mobil silvernya.

 

SKIP

 

Normal POV.

 

“Whoa… Dinginnya! Musim dingin tahun ini terasa sekali ya?” Sae Ra menatap langit yang berwarna biru itu… Tapi, entah kenapa sedari tadi Hyunwoo hanya tertawa pelan melihat Sae Ra

 

“Yak! Waeyo? Kenapa kau menertawaiku, pabo?” Tanya Saera

 

“Ani… itu… ada salju di bawah lehermu, oh, di kepalamu juga. Hahaha” Kini, Hyunwoo tertawa sampai tak terkendali. Ada ada saja

 

“Aaahhh…. Keluarkan… dimana salju itu?” Tanya Saera sambil meraba bawah lehernya.

 

“Sini, aku keluarkan. Kalau eomma melihatnya bisa bisa kau ditertawai” Ejek Hyunwoo

 

“Aah… ppali…Keluarkan!”

 

Hyunwoo menunduk, mengeluarkan salju yang ada di bawah leher Saera. Selesai! Hyunwoo pun kembali berdiri tapi tiba tiba…

 

Chu~

 

Hyunwoo tak sengaja mencium bibir Saera saat mencoba untuk kembali berdiri. Tapi, Saera menutup matanya pelan. Seperti sedang menikmatinya sebenarnya Saera sangat kaget apa yang dilakukan Hyunwoo

 

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

 

2 Menit berlalu. Sekitar 2 menit ciuman mereka berlangsung…

 

“Woah… hah…huh…huh… aku… aku tidak sengaja…” Hyunwoo melepaskan ciuman mesra itu dan mengatur nafas nya yang tidak beraturan sejak mencium Saera

 

“A…apa.. tadi.. apa.. ada apa…” Saera terbata bata dan masih kaget atas tingkah Hyunwoo tadi.

 

“Sudahlah… lupakan apa yang terjadi. Lagipula, ini bukan pertama kalinya. Ini sudah ke 6 kali. Ayo masuk, eomma menunggu mu” Hyunwoo memecahkan suasana yang canggung itu.

 

Mereka berdua kemudian berpegangan tangan dan menuju rumah Hyunwoo.

 

“Annyeonghaseyo” Saera membungkukkan badannya 90 derajat didepan eomma Hyun Woo. Hyun Woo yang melihat Sae Ra seperti itu menggeleng kepalanya pelan

 

“Aigoo, tidak usah begitu sopan, Sae Ra. Ini bukan pertama kalinya kita bertemu kan?” Kata eomma Hyun Woo

 

“Hehe… Apa eomma sudah makan?” Tanya Sae Ra cepat. Ia membuka tas kopernya yang berwana biru itu dan mencari sesuatu didalamnya. Setelah sekitar 1 menit lebih mencari sesuatu, ia mengeluarkan barang yang dicarinya. 3 buah tempat makan lengkap terisi Ddukbokkie, Kimbab, dan Kimchi.

 

“I…ige… mwoya? Untukku?” Tanya Hyun Woo

 

“Aishh, aniya… Untuk eomma” Kata Sae Ra sambil menyerahkan 3 buah tempat makan itu pada eomma Hyun Woo

 

“Kau tidak usah repot repot, Sae Ra” Kata Eomma Hyun Woo

 

“Gwenchana eomma. Lagipula, Sae Ra kan akan menjadi menantu eomma.”

 

“Hwang Sae Ra!” Hyun Woo menatap Sae Ra tajam, tapi tidak setajam yang biasa ditatap Appa Sae Ra. Mengerikan.

 

“Waeyo. Aku benar benar akan menjadi menantu eomma, Hyun Woo. Iya kan, Eomma?” Tanya Saera pada eomma Hyun Woo. Eomma Hyun Woo yang melihat calon menantunya dengan anaknya hanya bisa tersenyum kecil. Memperlihatkan kebahagiaan diwajah wanita tua itu.

 

“Eomma, apa eomma senang jika aku menikah dengan anak eomma? Aku ingin sekali eomma” Tanya Sae Ra tiba tiba

 

“Sangat senang” 2 Kata yang diucapkan wanita tua itu membuat Saera dan Hyunwoo senyum.

 

“Bagaimana kalau secepatnya saja? Bukankah aku dan Saera sudah menjalin hubungan selama 4 tahun. Sudah cukup lama, eomma. Ottae?” Tanya Hyunwoo. Wajah Hyunwoo dan Saera sedikit memerah.

 

“Bagaimana ya? Kalau eomma dan appa sih setuju setuju saja, tapi bagaimana dengan orang tua mu, Saera?” Eomma Hyunwoo bertanya kepada Saera yang wajahnya masih memerah.

 

“Ahh…itu…akan aku bicarakan dengan orangtuaku” Jawab Saera sambil mengambil sumpit dan makan kimchi yang ia bawa. Diikuti oleh Eomma Hyunwoo.

 

Narang baphanbeon meoneunge geureo…

 

Handphone Saera berbunyi.

 

“Oh, Yeoboseo.. Eomma? Ne, eomma. Aku baik baik saja. Tapi, ada yang ingin aku bicarakan dengan eomma” Ternyata yang menelpon adalah eomma Saera.

 

“Aku keluar sebentar ya” Kata Saera. Mendapat anggukan dari Hyunwoo, Saera pun keluar.

 

Diluar…

 

“Begini eomma. Aku sudah bicarakan ini dengan eomma Hyunwoo, aku ingin segera menikah dengan Hyunwoo, eomma. Eomma dan Appa hyunwoo menyetujuinya. Bagaimana dengan eomma?”

 

“Bagus! Ini yang eomma tunggu. Eomma dan appa akan langsung menyetujuinya! Secepatnya ya, anakku. Lagipula, kalian sudah cukup lama berpacaran. Eomma yang mengatur tugas, eomma akan menyiapkan gaun pengantin kalian dan appa akan menyediakan tempat pernikahan kalian berdua. Lalu, eomma dan appa Hyunwoo yang akan menyiapkan undangan dan rumah untuk kalian berdua tempati. Woah, pasti akan sangat menyenangkan mempunyai anak yang sudah menikah” Terdengar suara eomma Saera dari seberang telepon.

 

Memang, Saera dan Hyunwoo adalah anak dari pengusaha besar di negara yang berbeda dan Saera dan Hyunwoo adalah teman sedari kecil. Ayah Saera adalah seorang pengusaha terbesar di California sedangkan Ayah Hyunwoo adalah seorang pengusaha besar di Cina dan Thailand. Jadi, hal gaun, rumah, aksesoris, dan lainnya hanyalah hal kecil yang bisa ditangani secepatnya.

 

SKIP

 

Di rumah Saera…

 

Di rumah ini, hanya ada Saera dan Hyunwoo beserta 2 pembantu Saera. Orang tua Saera masih berada di California.

 

“Jadi, tanggal pernikahannya kapan?” Tanya Hyunwoo kepada Saera yang sedang duduk di Sofa putih berlapiskan kain pink itu

 

“Nan molla. Serahkan saja kepada eomma dan appa” Jawab Saera santai sambil mengambil buku dan membacanya

 

“Jangan. Eomma dan appa sudah membantu banyak, kalau untuk memilih tanggal pernikahannya, kita berdua saja  yang mengurusnya” Kata Hyunwoo. Saera berpikir sejenak untuk menentukan tanggal pernikahannya

 

“Bagaimana kalau saat musim dingin dan salju berlangsung? Atau natal?” Saera mendapat sebuah ide yang sangat hebat menurutnya

 

“Geurae. Jadi……”

 

“25 Desember!” Seru Hyunwoo dan Saera bersamaan

 

“Hei, kita ternyata memang pasangan yang cocok” Ucap Hyunwoo sambil tersenyum senang

 

“Haha..” Mereka berdua pun tertawa bersama. Senang sekali melihatnya!

 

“Aku akan mengambil air” Hyunwoo berdiri dan segera menuju ke dapur untuk mengambil air.

 

Saat Hyunwoo berjalan ke dapur, Saera memegang tangan Hyunwoo

 

“Hyunwoo-ah” Saera berdiri dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Hyunwoo

 

“Saranghae” Saera pun mencium bibir Hyunwoo

 

#BS (Tiffany Hwang – Alone)

Na honjaso sarangeul malhago

Sarangeul bonaego

Honja sarang suhogae

Gyeol geubit nunmurineyo

Meonbolsae iseodo

Geudae haengbokhage

Naye sarangeul

Gaseum gilpeumbit joyeo

 

Setelah 6 menit, ciuman itu akhirnya dilepaskan oleh Saera. Hyunwoo tau maksud Saera menciumnya.

 

“Neo… buseowo? Kau takut akan pernikahan ini, kan? Kau juga takut jika kau hamil bukan?” Tanya Hyunwoo

 

“Kau… dapat membaca pikiran orang eoh?” Tanya balik Saera

 

“Apa yang kau maksud. Aku hanya menebak perasaan mu saja. Apa itu benar”

 

“Ne, bajjayeo. Kau benar. Aku takut saat kita menikah, saat kita akan berpisah demi pekerjaan, saat aku hamil, aku takut itu. Tapi, aku berusaha untuk menghilangkan perasaan itu demi kau, Hyunwoo-ah. Aku ingin bersamamu setiap kita pergi, aku ingin bersamamu setiap kau tak ada, aku ingin bersamamu dengan anak anak kita. Demi itulah aku mencoba menghilangkan perasaan takut ku” Saera mulai meneteskan air mata. Apa yang sedih? Mungkin, perasaan Saera?

 

“Aku mengerti, Saera. Baiklah, sebaiknya ‘lebih cepat lebih baik’ bukan? Jadi, pernikahan kita dimaju kan saja, aku yang akan menentukan tanggal nya” Kata Hyunwoo lalu memeluk Saera

 

“Ne. Saranghae, Hyunwoo-ah” Saera masih terus meneteskan air mata di pelukan Hyunwoo.

 

“Nado saranghae, Saera. Nado jeongmal jeongmal saranghanda” Kata Hyunwoo sambil mengelus pelan rambut Saera yang panjang itu

 

#BS (Tiffany Hwang – Alone)

Na honjaso sarangeul malhago

Sarangeul bonaego

Honja sarang suhogae

Gyeol geubit nunmurineyo

Meonbolsae iseodo

Geudae haengbokhage

Naye sarangeul

Gaseum gilpeumbit joyeo

 

SKIP

 

“Selamat pagi, ayo buka lah matamu, pria malas!” Saera mencoba membangunkan Hyunwoo yang sedang tidur itu

 

“Aishh!!! Hyunwoo-ah. Bangunlah”

 

“Aku bangun..! Sikkeuro!” Kata Hyunwoo. Saera pun memeluk Hyunwoo dan menarik nya untuk bangun

 

“Ayo, bangunlah! Ada yang aku ingin bicarakan denganmu. Ini soal pernikahan kita” Saera terus mencoba untuk membangunkannya

 

“Mwonde? Apa yang kau ingin bicarakan? Bicarakanlah sekarang” Kata Hyunwoo sambil membuka matanya pelan

 

“Aniya! Kau bangun dulu, cuci muka, dan sarapan. Setelah itu, akan kuberitahu” Ucap Saera lalu berdiri dan keluar dari kamar Hyunwoo. Bukan kamar Hyunwoo tapi itu adalah kamar adik Saera, Dong Soo.

 

“Aish! Baiklah, aku akan segera bangun”

 

14 Menit kemudian…

 

Dimeja makan telah tersedia 2 roti panggang, daging, nasi, ikan, sayur, dan beberapa buah buahan. Time to breakfast!

 

“Nah, seperti ini kan bagus” Ujar Saera

 

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Hyunwoo seraya mengambil sesendok sayur dan menaruh ke mangkuk nasi nya

 

“Itu… soal pernikahan kita. Kapan…tanggalnya?” Jawab Saera sambil menyuapkan roti panggang nya kepada Hyunwoo

 

“Ah, tanggal ya? Aku sudah menentukannya dan tidak lama lagi” Ucap Hyunwoo yang sedang mengunyah roti panggang yang diberikan Saera

 

“Iya, kapan?” Tanya Saera

 

“Hari ini tanggal berapa?” Tanya balik Hyunwoo

 

“20 Juli” Jawab Saera sambil memakan roti panggangnya

 

“Mwo? Wah, berarti sudah sangat dekat, kukira ini masih tanggal; 12 Juli. Pernikahannya akan diselenggarakan pada tanggal 25 Juli. 5 Hari lagi, Saera” Jelas Hyunwoo

 

“Uhukk…uhukk…”Saera yang masih mengunyah roti panggang itu tersedak

 

“5 hari lagi?” Tanya Saera lalu meminum air putih yang tertera di atas meja makan itu

 

“Ne. Tidak masalah kan?” Jawab Hyunwoo

 

“Aniyo, keundae. Itu terlalu cepat, Hyunwoo-ah. Aku..aku”

 

“Aku tau kau pasti bisa, Saera! Aku percaya itu” Ujar Hyunwoo

 

“Ba..baiklah. Ini demi kau, Hyunwoo. Aku akan selalu percaya akan kata katamu” Kata Saera sambil meletakkan kembali gelas yang terisi air putih itu

 

“Tentu!”

 

“Jadi, sekarang kita sebaiknya melakukan apa?” Tanya Saera pada Hyunwoo

 

“Uhmm, oh iya! Kau belum mengatakan tanggalnya pada eomma dan appamu. Aku juga, belum mengatakannya” Ucap Hyunwoo lalu menatap Saera

 

“Ah, benar. Tunggu ya” Saera memencet handphone nya dan mengirim pesan kepada eomma dan appa nya untuk memberitahu bahwa pernikahannya akan segera dilaksanakan

 

SKIP

 

24 Juli 2012

“Semuanya sudah siap?” Tanya gadis cantik yang memakai gaun pernikahan itu. Padahal hanya untuk percobaan saja

 

“Ne, agassi”

 

“Undangannya?”

 

“Sudah dibagi, agassi”

 

“Geurae… Eomma, aku sangat suka gaun ini! Yang ini saja, eomma” Ujar Saera

 

“Gaun ini? Wah, pilihan anak eomma sangat bagus! Bi, tolong ambil yang ini” Seru eomma Saera sambil menunjuk gaun yang dimaksud Saera

 

“Ne. Semuanya 628 Juta (aku ga tau dalam won), agassi”

 

Sementara itu… di rumah Hyunwoo

 

“Hyunwoo, kau harus menjaganya baik baik. Jangan sampai membuatnya terluka. Besok, kau pasti akan menjadi seorang pangeran yang sangat bijaksana” Kata sang eomma yang sedang merapikan jas hitam Hyunwoo

 

“Ne, eomma. Aku tak akan melukainya” Ucap Hyunwoo

 

Kring…kring…

 

Telepon rumah berbunyi

 

“Eomma angkat ya” Kata eomma Hyunwoo lalu berdiri

 

“Aniyo, aku saja” Hyunwoo pun turun ke lantai bawah dan mengangkat teleponnya

 

“Yeoboseo… oh, Saera. Bagaimana gaun pengantin mu? Wah, pasti kau sangat cantik memakai gaun bunga itu. Oh, aku sedang mencoba jas ku. Ne… Eomma sedang berada di kamar.Kau akan kesini? Geuraeyo, annyeong! Saranghanda, Saera”

 

“Siapa?” Tanya eomma Hyunwoo

 

“Saera” Jawab Hyunwoo lalu tersenyum

 

“Begitu senangkah kamu? Sampai tidak bisa berhenti tersenyum” Eomma Hyunwoo tertawa kecil

 

“Ne, aku sangat sangat sangat senang” Kata Hyunwoo

 

Tok..tok..tok

 

“Itu pasti Saera, kan?” Tebak eomma Hyunwoo

 

“Bajjayo” Jawab Hyunwoo sambil membuka pintu rumahnya itu

 

“Annyeonghaseyo” Sapa Saera sambil membungkukkan badannya

 

“Ne, annyeonghaseyo Saera. Gaunmu… sudah ada?” Tanya eomma Hyunwoo

 

“Ne, eomma-nim. Tada…” Saera mengambil gaunnya yang berwarna putih itu dari dalam tas belanja

 

“Wah, neomu yeppeuda” Kagum Hyunwoo

 

“Pilihanmu sangat bagus, Saera” Puji eomma Hyunwoo

 

Saera sangat senang akan pernikahannya, meskipun rasa takut masih ada sedikit menghantuinya, tapi ia tetap berjanji akan melaksanakan pernikahan ini

 

Saera lalu mengobrol dengan orang tua Hyunwoo dan juga Hyunwoo. Hangat, itulah suasana di dalam rumah Hyunwoo. Dipenuhi tawa dan kebahagiaan.

 

3 Jam berlalu… tidak terasa sudah jam 5 Sore

 

“Eomma-nim, Saera pergi dulu ya” Pamit Saera

 

“Ne…” Jawab eomma Hyunwoo

 

Saera pun pulang dengan diantar Hyunwoo

 

Didalam mobil…

 

“Aku sangat senang” Ucap Hyunwoo

 

“Nado” Kata Saera sambil melihat pemandangan kota Seoul saat sore hari

 

“Whoa… itu… sunset.. Saera! Lihatlah” Seru Hyunwoo lalu menunjuk matahari yang mulai terbenam itu

 

“Jinjja yeppeuda”

 

“Sama sepertimu, Saera” Kata Hyunwoo

 

“Mwoya..”

 

Setelah itu, mereka akhirnya sampai juga di rumah Saera

 

“Aku akan meneleponmu nanti” Kata Saera sambil menggenggam erat tangan Hyunwoo

 

“Geurae. Goodbye kiss dulu” Saera lalu mencium cepat bibir Hyunwoo

 

“Annyeong!”

 

Hyunwoo pun pergi kembali ke rumah dan Saera pun masuk kedalam rumahnya. Tiba tiba…

 

TBC

 

Okeh… gimana ceritanya? Jelek kan? Pendek lagi. Nanti chapter 2 nya dibuat panjang deh. Panjang sepanjang panjang nyaaa!!! Soalnya waktu author buat FF ini, author lagi ga punya banyak ide cuma suka nulis FF aja. Tapi, kalo mau lanjut ke chapter 2 yang banyak comment nya ya!

37 thoughts on “[Freelance] Happy in Winter (Chapter 1)

  1. ( ‘⌣’)人(‘⌣’ ) setuju!!!!
    Jadi bingung karna castnya pakek nama oc ‘-‘v

    Tapi tetap daebak kok thor ‘-‘)6
    Next chapt dipanjangin thor + banyakin momment luyoon!!!!!!!!!!!!!! ♡ ♡ ♡ ♡

    Fighting ‘̀⌣’́)ง

  2. aku bingung chingu
    castnya pake nama oc. terus alurnya kecepetan, kurang penjelasan, terlalupendek, lagi enak2 baca tbc nyebelin /// plak* ditabok author
    But GOOD JOB. NEXT chapter 2 nya ya, jangan lama2

  3. Gak sabar banget nunggu Luhan sama Yoona punya Yoogeun sama christina *.* mereka pasti jadi keluarga yang bahagia banget. Author jangan pake nama oc dong. Bingung><

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s