[Freelance] A New Love (Sequel of Just Nothing)

A New Love

Title : A New Love (Sequel of Just Nothing)

Author : Nida Wafa/Nawafil (@nafila_nida)

Genre : Romance,Sad,marriage life

Length : Ficlet

Rating : PG-13

Main Cast : GG’s Yoona | EXO’s Kim Jong In as known as Kai

Disclaimer : All cast belong to god, their parents and SME . plot of the the story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash please. This is just Fiction and forever will be a fiction^^

A/N : Hai Readers *lambai lambai* sequelnya akhirnya jadi juga /elap keringet/ Mian kalo lama hehe ._.V Langsung baca aja ya! Happy Reading^^

Warning! Typo bertebaran dimana mana. Bagi kalian yang merasa SIDERS jangan berani baca FF ini! Jangan pernah baca karya orang lain kalau kalian ga bisa menghargainya^^ Terima kasih

+++

Deburan ombak pantai menghantam kaki jenjang nan putih milik Yoona yang kini tengah terduduk di pinggir pantai sambil menikmati indahnya mentari yang terbenam diufuk barat sana, menandakan bahwa siang akan segera pergi dan malam akan segera datang

Ia menyunggingkan bibirnya ke atas, memamerkan senyuman manis nan indah khas miliknya. “Apa yang kau lihat?” tiba tiba seorang namja yang tak lain adalah kai –calon suaminya- duduk disampingnya. Yoona hanya menoleh dengan senyumnya tanpa menjawab apapun

Kai yang melihat tingkah calon istrinya itu hanya tersenyum manis “Baiklah, aku tau kau sedang malas bicara sekarang” ucap kai. “Kau selalu mengerti aku kai-ah” batin yoona. Kai menghela nafas panjang kemudian merangkul bidadari pujaan hatinya itu “Sunset itu indah, sama sepertimu” tutur kai santai, yoona melirik kai “kau jauh lebih indah dari sunset itu” batin yoona diiringi senyumnya

“wae? Kenapa kau tersenyum?” yoona hanya menggelengkan kepalanya pelan. “Ayolah, satu patah kata saja” pinta kai dengan nada memohon, yoona terlihat menimbang nimbang kemudian menggeleng lagi. “Jebalyo, Ne? Ne?” kai masih memohon pada yoona, tapi kali ini ditambah dengan aegyo khas dirinya

Yoona hanya terkekeh pelan melihat tingkah kai yang sangat menggemaskan. “kau benar benar keras kepala” kai mendengus kesal -berpura pura kesal tepatnya- lalu memalingkan wajahnya. Tapi yoona tak mengeluarkan satu patah katapun walau kini kai sedang marah

1 menit berlalu dan yoona masih belum mengeluarkan suara indahnya “Apa aku harus menoleh? Tapi kalau dia juga menoleh bagaimana? Aku bisa malu jika seperti itu” kai sibuk bergelut dengan pemikiran pemikiran aneh dalam hatinya

“Kau tau? Aku sangat ingin menggigitmu” suara indah yang dinantikan oleh kai akhirnya terdengar, dengan wajah gembira kai menoleh kemudian tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya. Yoona juga membalas senyum kai kemudian meletakkan kepalanya dibahu kai “Jangan pernah kau mencoba untuk pergi, ingat itu” ucap yoona

“Aku takkan meninggalkanmu seperti apa yang dia lakukan, Percayalah”

“emm. Aku percaya”

+++

Seorang gadis berbalutkan gaun pengantin berwarna putih dengan rambut yang digerai yang dihiasi permata diatasnya sedang menatap pantulan dirinya dicermin “Hidupmu saat ini hanya untuk kai Im Yoona, dan selamanya hanya untuk kai”

Tiba tiba saja pintu terbuka menampilkan sosok pria paruh baya yang mengenakan tuxedo berwarna hitam “Anakku, waktunya telah tiba”

“Ne Appa” yoona berdiri dari duduknya kemudian melangkah secara perlahan karena gaun yang ia kenakan sangat panjang. “Padahal baru saja kami menemukanmu, kini kau harus pergi lagi. Rasanya waktu berlalu begitu cepat” ujar pria paruh baya itu

“Aku tidak pergi appa, aku akan tetap disini” jawab yoona. Appanya hanya tersenyum kemudian memeluk putri kesayangannya itu.

Keduanya akhirnya berjalan dialtar dengan perlahan dan dengan perasaan yang bahagia. Didepan mereka seorang pria ber-tuxedo juga tengah tersenyum, seakan hari ini adalah hari paling indah seumur hidup mereka

Sang mempelai wanita pun sampai, mereka saling mengucapkan janji sehidup semati

Ini adalah awal, awal dari segalanya

+++

Yoona terbangun dari tidurnya, Disampingnya sang suami masih tidur dengan nyenyak. Ia menatap wajah tenang kai dalam diam. Mulai hari ini hingga seterusnya ia akan bangun dengan melihat suaminya. Tak ia sangka ia bisa mencintai kai. Dan kai, bagaimana bisa ia menikahi Yoona padahal yang Ia tau adalah ‘Yoona mencintai Luhan bukan dirinya’

“Kau hebat kai” batin yoona

Tapi itu dulu, semuanya telah berubah sekarang. Entah kenapa perlahan rasa cinta itu mulai tumbuh, Posisi Luhan mulai tergantikan oleh kai. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan keajaiban

“Waeyo?” Tanya kai tanpa membuka jendela dunia itu sedikitpun. “eh? Aniyo” Yoona membenarkan posisinya seperti semula. Anak itu, kenapa ia bisa tahu yoona sedang menatapnya sih?

1 detik kemudian kai memiringkan tubuhnya ke arah yoona, tangan kekarnya melingkar dipinggang kecil yoona. “Kai-ah, aku gugup” ucap yoona polos. Bagi Yoona, sentuhan sentuhan kecil seperti ini saja selalu dapat membuatnya merasakan yang namanya rasa gugup itu

Kai perlahan membuka manik matanya lalu semakin mengeratkan pelukannya. “kau milikku sekarang” ujarnya dengan sedikit nada bangga

“Aku gugup, sungguh” ucap yoona lagi yang kembali kai abaikan. Kai hanya sibuk mencium wangi rambut yoona, “kau sedang malas bicara eoh?” yoona sedikit menaikkan volume suaranya

Kai terkekeh pelan melihat wanita yang kini telah menyandang status sebagai istrinya itu kesal “Aniyo” 1 kata itu keluar dari bibir kai, kai pun melanjutkan acaranya mencium aroma rambut yoona “Aish kau ini, aku serius”

“Kau belum memberikan jatahku kan?” kai sedikit menekankannya dibagian ‘jatahku’. Yoona mengerutkan dahinya heran, apa yang dimaksud dengan jatah? “Ayolah, kau hanya berpura pura tidak tau atau benar benar bodoh?”

“Yak! Aku tak bodoh, bahkan aku lebih pintar darimu” gerutu yoona kesal dengan sikap suaminya ini. Kai turun dari ranjang kemudian berjalan mendekati yoona. Kai tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya “ini yang ku maksud dengan jatah”

CHU~

Sebuah kecupan singkat kai daratkan pada bibir yoona. “Pagi Chagiya” kai kemudian menjauhkan wajahnya dan berjalan meninggalkan yoona menuju kamar mandi, walaupun sebenarnya ia sedikit lucu melihat ekspresi wajah yoona yang kaget saat dirinya melakukan itu

“Omo! Morning Kiss” tangan kanan yoona memegangi bibirnya, kemudian ia tersenyum. Kai memang selalu bisa membuat pipi nya memerah

+++

Jika mendengar kata ‘pengantin baru’ pasti kalian teringat akan kata ‘Bulan madu’ bukan? Ya, itulah yang sedang Yoona pikirkan. 7 hari sudah ia menyandang status sebagai istri kai, tapi kai masih belum mengajaknya untuk Honeymoon, Kai selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai direktur diperusahaan ayahnya itu

“Kai-ah, apa kau melupakan sesuatu dipernikahan kita?” Tanya yoona pelan saat mereka sedang menonton diruang keluarga. “Aniyo” jawab kai sambil menggelengkan kepala –pandangannya masih pada tv didepannya

Yoona menghembuskan nafas, bagaimana bisa kai tak mengingat hal penting yang satu ini? “Tenanglah, untuk Honeymoon aku sudah mengurusnya, besok kita akan berangkat ke jepang, ke tempat yang kau impikan”

Jujur saja yoona sedikit terlonjak dengan ucapan kai tapi ia juga senang, suaminya itu bertindak dengan sangat cepat. Tapi tunggu dulu, Jepang? Eomma-nya pernah bilang bahwa kembarannya sekolah disana. Padahal kata eomma-nya kembarannya itu akan pulang setelah lulus, tapi sampai sekarang ia tak menampakkan batang hidungnya

Membahasa tentang kembarannya, yoona bahkan tak tau namanya. Entahlah, eomma-nya selalu berkata bahwa ia akan tau nanti

Kai memperhatikan yoona yang daritadi melamun, ia tahu yoona sedang memikirkan kembarannya. Sebenarnya selain karna Jepang itu adalah negeri impian yoona, kai juga ingin mempertemukan yoona dengan luhan

Jujur saja kai sedikit ragu akan keputusan ini, ia takut yoona akan kaget jika mengetahui kembarannya adalah luhan tapi hal yang paling ia takutkan adalah..Yoona yang kembali mencintai Luhan. Well, sebenarnya ia juga tak tau apakah yoona masih mencintai luhan atau tidak sekarang

“Kau mencintaiku kan?” Tanya kai tiba tiba “eh? Tentu saja..apakah ada alasan aku tak bisa mencintaimu huh? Hanya yeoja bodoh yang tak bisa mencintaimu” jawaban yoona memang logis, tak mungkin ada yeoja yang bisa menolak kai. Ayolah, wajah yang tampan, hati yang baik, dan kai bisa terbilang mapan. Kai adalah namja idaman semua gadis di dunia ini

Kai masih diam mendengar jawaban yoona, ia masih ragu. “apakah kau meragukanku? Aku benar benar tak berbohong” yoona mencoba meyakinkan kai, tapi kai masih tetap bergeming “Bahkan jika Luhan datang lagi, aku akan tetap memilihmu” Jawaban yoona benar benar mengagetkan kai, bahkan jika seorang ‘Luhan’ datang lagi?

“Jangan bercanda, orang itu adalah luhan” kai mencoba menyadarkan yoona atas apa yang baru saja ia ucapkan “Apa aku terlihat sedang bercanda? Ayolah, aku sangat sangat sangat mencintaimu”

Kai menarik sudut bibirnya ke atas, jawaban inilah yang ia tunggu selama ini.

+++

Seorang namja dengan perawakan yang tidak terlalu tinggi –tapi tidak pendek juga- dengan kulit putih dan kacamata yang ia pakai sedang duduk santai meminum kopi hangat di coffee shop langganannya. Ini adalah kebiasaannya setiap pagi

Bahkan semenjak ia sering menginjakkan kakinya di sini coffee shop ini menjadi tempat berkumpulnya para gadis. Tak jarang gadis gadis ini sengaja menjatuhkan kopi yang mereka bawa dibaju namja tampan tadi, maksudnya agar mendapatkan perhatian

Dan kali ini hal itu terjadi lagi “Maaf Tuan, aku tidak bermaksud menumpah—“ tak memperdulikan sang gadis yang tengah meminta maaf namja itu pergi dari tempat tadi. Sebenarnya ia agak kesal karena hampir setiap hari bajunya basah dengan tumpahan kopi

na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla

Ponsel disaku celananya bordering, tanpa basa basi ia mengambil ponselnya

Kim Jong In

Ia sedikit kaget melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. Cukup satu nama itu saja membuatnya teringat akan masa lalunya yang pahit. Masa lalu dimana ia harus kehilangan gadis yang ia cintai

“Yoboseyo” ucap kai “Ada apa kai?” Tanya luhan dengan nada dingin “Aigoo~ kenapa kau jadi dingin seperti ini huh? Kita sudah 5 tahun tak bertemu, kau tau itu” Luhan menghela nafasnya panjang, ia masih belum bisa melupakan kejadian itu –kejadian yang merenggut gadisnya lepas dari genggaman tangannya

To-the-point saja, aku tak punya banyak waktu”

“Baiklah, aku sekarang berada didepan rumahmu dijepang, aku dan yoona berbulan madu ke sini” terang kai, hati luhan tertohok mendengar kata ‘bulan madu’, jadi mereka sudah menikah? Kapan? Dan bagaimana bisa ia tak tau?

“Aku tau kau masih belum bisa melupakan kejadian itu, tapi yoona harus tau Lu, dia harus tau bahwa kembarannya adalah dirimu”

“Aku tak punya tempat untuk kalian berdua dirumahku” Luhan berusaha menyikapinya dengan santai “Apa aku terlihat seperti orang bodoh? Aku tak bisa kau bohongi, bahkan dari luar saja rumah ini terlihat sangat megah”

“Tapi aku tak mau mengganggu acara bulan madu kalian” diseberang sana terdengar hembusan nafas kai “Tak mau mengganggu atau kau tak mau bertemu yoona?”

Luhan sedikit tercekat dengan apa yang kai tanyakan, kai benar..ia takut bertemu yoona “Aku benar kan? Kau takut bertemu yoona”

“Chagi~ya, aku kembali” suara lembut yang luhan rindukan itu terdengar dari seberang sana. “Suara itu, suara yoona” batin luhan. “Apakah ini tempat yang akan kita tempati selama dijepang?”

“Ne, kita akan tinggal disini selama dijepang”

Luhan diam mendengar percakapan antara pasangan suami-istri tersebut, bahkan ia masih berfikir bahwa yang seharusnya ada diposisi kai adalah dirinya

Luhan tersenyum simpul “aku akan segera ke sana, Tunggu sebentar lagi” Luhan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya kemudian berlari menuju rumah yang jaraknya tak jauh dari tempat ia berdiri

+++

 “Annyeong” Kai melambaikan tangannya pada orang yang baru saja memasuki gerbang, Yoona pun ikut merotasikan pandangannya pada sesuatu yang kai lihat

DEG

LUHAN. Orang yang telah meninggalkan yoona kini muncul dihadapan yoona dengan senyum yang merekah dibibir mungilnya, apakah ia tak merasa bersalah? Bahkan ia masih bisa tersenyum melihat yoona bersama kai

“Maaf jika membuat kalian menunggu” Luhan melangkah mendekati kai dan yoona, kai membungkukkan badannya dan luhan pun melakukan hal yang sama tapi tidak dengan yoona, ia masih membekku ditempatnya, terlalu kaget dengan apa yang baru saja terjadi

“Chagi, berikan hormat padanya” kai menyikut pelan lengan yoona “eh? Annyeong Luhan-ssi, lama tidak bertemu” sapa yoona, mereka berdua terlihat kaku. Seperti orang yang baru saja bertemu, mereka tidak terlhat pernah memiliki hubungan yang besar di masa lalu

“Ne, lama tidak bertemu” Luhan tersenyum membalas senyuman yoona yang terlihat dipaksakan. “Ayo masuk” Luhan mempersilahkan kai dan yoona memasuki rumahnya yang besar itu, rumah ini adalah salah satu bukti kesuksesannya atas pekerjaan yang ia dapatkan dari jerih payahnya sendiri

“Maaf, aku tak tau kalau kalian akan datang” ucap luhan berbasa basi pada kai dan yoona. “Gwaenchana, lagipula itu salahku karena tak memberitahumu dulu sebelumnya”

“Baiklah kalau begitu akan aku antarkan kalian ke kamar” luhan berjalan mendahului yoona dan kai. “kenapa kau tak member tahuku kalau kita akan tinggal dirumah luhan?” bisik yoona pada kai

“Apa kau mau bilang bahwa kau kembali mencintainya? Ingat, kau sudah berjanji akan tetap memilihku walaupun luhan datang lagi padamu”

“Tentu saja, aku hanya sedikit kaget dengan jalan pemikiranmu.. bisa saja aku jatuh cinta lagi padanya jika aku melihatnya” ucapan yoona terlihat seperi.. err ancaman. “Aku tak takut, aku percaya denganmu”

Yoona tersenyum “memang seharusnya kau percaya padaku” batin yoona. “Terima kasih” ucap yoona pada suaminya

+++

Seminggu sudah yoona dan kai tinggal ditempat luhan. Tak jarang mereka mengumbar kemesraan dihadapan luhan, melihat semua itu hati luhan sakit, seakan akan pertahanan yang 5 tahun ini ia bangun dengan susah payah runtuh, luka yang hampir saja sembuh terbuka kembali

Ini hari terakhir yoona dan kai berada dirumahnya, sampai sekarang luhan masih tak berniat memberitahu yoona bahwa ia adalah kembarannya, entahlah. Ia masih takut akan kenyataan itu

“ini kesempatan terakhirmu, yoona harus mengetahui kebenarannya” bisik kai pelan tepat ditelinga luhan. “Aku tak tau” jawab luhan singkat

Kai bergeser dari hadapan luhan, menampakkan badan yoona  yang ada di belakangnya. Yoona tersenyum melihat luhan kemudian ia membungkukkan badannya “Gomawo Luhan-ssi”

“Bolehkan aku memeluknya?” Tanya luhan pada kai. “tentu saja” jawab kai santai, rasa takut akan yoona yang mencintai luhan lagi kini telah sirna

Kurang dari 2 detik luhan memeluk yoona erat, bahkan ia meneteskan air matanya. “Aku merindukanmu, sungguh merindukanmu”

“Lu-luhan ssi” yoona sedikit kaget dengan perlakuan luhan, tapi ada sedikit rasa bahagia direlung hatinya saat luhan mengucapkan kalimat itu. “Maafkan aku, saudara kembarku” gumam luhan

Mata yoona membulat mendengar perkataan luhan, ia melepaskan pelukan luhan padanya. “Apa makudmu?” tanyanya dengan tatapan mengintimidasi, meminta luhan menjelaskan semuanya

“Mianhae, selama ini aku tak memberitahumu..aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kau adalah kembaranku yang selama ini hilang. Pada saat aku memutuskanmu, jujur saja aku merasa sakit, bahkan lebih sakit darimu. Tapi itu cara terbaik agar kau bisa melupakanku” luhan menjelaskan semuanya sedetail detailnya

“Dia yang meneleponku dan menyuruhku untuk menjagamu pada saat itu” tambah kai. “Kau..kembaranku?” Setetes cairan bening meluncur dari mata indah yoona, ia pun memeluk kembarannya yang ada didepannya ini

“Kenapa kau tak bilang padaku Pabo?! Pada saat itu kau bahkan dengan mudahnya pergi begitu saja. Jika kau berterus terang aku pasti takkan tersiksa dan terlebih lagi kau juga tak akan seperti ini” yoona terus saja mengoceh dipelukan luhan

“Mianhae” ucap luhan, kini ia lebih bisa mengendalikan emosinya. “Kau masih mencintaiku?” Tanya yoona yang membuat luhan dan kai terlonjak kaget dengan pertanyaannya

“Aku masih belum bisa melupakanmu, bahkan sampai sekarang” jawaban luhan makin memperbesar rasa takut kai, kai takut jika yoona akan menjawab ‘aku juga masih mencintaimu’

“Mianhae, tapi kini aku sudah mempunyai kai. Aku juga mencintainya. Aku yakin kau akan menemukan seseorang yang cocok untukmu suatu saat nanti” Yoona melepaskan pelukannya dan tersenyum manis, walaupun ia sedikit kaget tapi ia lega dengan semua hal yang telah luhan utarakan tadi

“Tentu saja! Aku akan menemukan yeoja yang jauh lebih cantik darimu” luhan menaikkan satu oktaf volume suaranya. “Hei! Tak ada yeoja yang lebih cantik dari isteriku ini” kai merangkul bahu yoona, yoona hanya terkekeh pelan

“Benar, tak ada yang lebih cantik dariku” ucap yoona menyombongkan diri. “Yak! Kau percaya diri sekali” luhan dan kai mengucapkannya secara bersamaan. “Hahahahha” akhirnya ketiganya tertawa bahagia

Kisah yang sangat rumit. Hubungan antara dua insan manusia yang saling mencintai, namun akhirnya mereka harus mengakhirinya karena kenyataan yang takkan pernah bisa berubah, hubungan darah antara mereka. Kemudian datanglah seseorang yang siap melindungi sang gadis dan itu semua adalah permintaan laki laki tadi.. Begitu rumit bukan? Tapi itulah cinta, salah satu dari mereka harus berkorban

END

Gimana? Gaje kah? Jelekkah? Ceritanya kurang memuaskan? Mian ya, otak aku mentok sampai disini. Oya untuk Just Nothing HanSica dan YoonHun version kayaknya ga ada sequel, yang mereka cukup sampai disitu aja ya^^

Coming Soon ‘Don’t Forget Me’ dan ‘Lucky’! nanti dibaca ya^^ Main cast LuYoon kok, aku kan FAWNS akut hehe *promosi*. Terima kasih sudah baca dan sampai ketemu di FF ku yang selanjutnya

 

27 thoughts on “[Freelance] A New Love (Sequel of Just Nothing)

  1. daebak!!!
    walaupun akhirnya bukan luyoon, gapapa
    tapi semoga kenyataannya luyoon beneran
    ternyata author fawns, aku kira cuma suka yoona doang
    pantes aja, author buat ff luyoon mulu.
    ok dech aku tunggu ff luyoon mu yg dont forget me dan lucky

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s