[Freelance] My Three Idiots (Chapter 3)

Recently Updated

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

 

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

 

Author pov

 

Hari sudah siang, jam sekolah juga sudah berakhir, perlahan anak-anak meninggalkan sekolah begitu juga dengan 4 sekawan yang selalu bersama, Yoona tidak pulang bersama Krystal karena Krystal harus mengerjakan tugas kelompok dirumah temannya, sedangkan Sehun? Tidak perlu ditanya, namja yang satu ini bahkan tidak peduli dengan nilainya.

 

“Kalian tau? Tadi Key, Jokwon, dan Kwanghee menari-nari aneh lagi, uuuhh sungguh menjijikan melihat mereka” Taemin memulai pembicaraan, Yoona dan Luhan hanya tertawa terbahak-bahak.

 

“Itu masih mending hyung, dikelasku trio genit (mian v^^) Tiffany, Sunny, Victoria melakukan selca beratus-ratus kali dengan gaya yang sungguh aku pusing melihatnya, bahkan mereka meminta foto bersamaku, tentu saja aku memilih kabur.” Balas Sehun jengkel.

 

“Hey kau itu kenapa tidak pernah memanfaatkan kesempatan, kau tahu? Kau bisa menjadikan mereka bertiga sebagai pacarmu, cobalahhhh…” ucap Taemin sambil merangkul Sehun.

“Yak!! Taemin playboy, berhenti mengajarkan Sehun yang tidak-tidak!” Yoona kesal.

“Kenapa? Kau sirik? Aaaaa kau ingin ku goda juga ya? Kemari cantikkk” goda Taemin sambil menyentuh dagu Yoona.

“Yakkk menjijikannn!!” teriak Yoona yang masih dikejar-kejar oleh Taemin.

 

Ada perasaan tidak suka di hati Sehun dan Luhan, tapi mereka sadar itu bukan perasaan apa-apa, ya mereka kan hanya sahabat.

“Hahaa mereka selalu saja begini, kapan mereka akan akur” ucap Luhan sambil tertawa.

“Benar hyung, aku pikir Taemin hyung lebih ke kanak-kanakan dibandingkan aku”

“Aiy tidak ada yang mengalahkan kekanak-kanakanmu Sehunna”

“Yaa!! Hyung! Kau juga sama saja kekanak-kanakan tau!”

“Hahahaha”

 

Taemin dan Yoona mengakhiri kejar-kejaran mereka -_- mereka pun mengobrol dan tertawa sepanjang jalan, sampailah mereka dipersimpangan, Sehun dan Luhan tinggal di perumahan mewah di daerah Myungdong, sedangkan Taemin dan Yoona di perumahan sederhana di daerah Hongdae, jadi mereka harus berpisah di persimpangan itu.

 

Annyeong Sehunna, Lulu oppa, sampai bertemu besok” Ucap Yoona dan diikuti lambaian Taemin.

Ne~ annyeong” ucap Luhan dan Sehun serentak. Mereka pun berpisah, kini tinggal Taemin dan Yoona melanjutkan perjalanan mereka berdua. Sebenarnya mereka masih canggung karena kejadian dilapangan basket tadi. Keadaan pun hening.

 

“Mmmmm Yoongg..” Taemin memulai pembicaraan.

Mwo Taeminnie?”

“Kalau suatu saat nanti aku tidak bersamamu lagi, berjanjilah padaku kau akan bahagia bersama Luhan hyung dan Sehun”

Yoona menghentikan langkahnya, “Apa maksudmu Taemin?”

“Aku hanya berpikir, aku tidak akan bisa selamanya bersamamu Yoong, pasti suatu saat nanti aku akan meninggalkanmu”

 

Tubuh Yoona tiba-tiba lemas, dia tidak mengerti maksud perkataan Taemin, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, ada suatu firasat yang benar-benar tidak enak, wajah Yoona memanas dan memerah. Taemin yang menyadari perubahan Yoona langsung menepisnya.

 

“Eiyyy Im Yoona lihatlah, kenapa kau benar-benar serius hahahha” ucap Taemin dengan senyum palsunya dan berlari meninggalkan Yoona.

“Eh? Yaaaa!! Lee Taemin menyebalkan!! Pabo! Awas kauu! Aku kira kau serius! Yaaa!” Teriak Yoona sambil mengejar Taemin. Hingga akhirnya mereka pun sampai dirumah masing-masing.

 

Yoona pov

 

Hah hari yang melelahkan, sebentar lagi ujian, jadi harus belajar terus menerus, apalagi baru saja seorang Lee Taemin pabo mengerjaiku hahaha dasar ada-ada saja. Waktu tertawaku sudah habis sekarang, aku sudah sampai didepan rumah, dan siap-siap harus mendapat perlakuan kasar lagi dari Appa.

 

“Aku pulang” aku membuka pintu dengan sangat pelan, tidak ada yang menjawab, berarti appa dan Krystal belum pulang. Aku segera beranjak ke kamar, berganti pakaian, membereskan rumah, dan berbagai pekerjaan lainnya.

 

BRUKK! Pintu rumah terbuka dengan kasar, aku tahu itu pasti appa, dan….seorang yeoja? Lagi?

 

Appa, siapa lagi yang kau bawa?” bodohnya aku bertanya seperti itu pada appa yang sedang mabuk.

“YA! Pabo! Cepat siapkan kamar untuk appa dan eommamu!” bentak appa sambil melemparkan tasnya kearahku dan apa? Eomma?

 

“Dia bukan eommaku!! Berhentilah melakukan ini semua appa! Kenapa appa terus seperti ini?!” Teriakku tepat dihadapan appa, aku tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, aku benar-benar sudah lelah.

 

Appa sedikit terhenyak, mungkin dia kaget melihatku seperti ini, tiba-tiba dia mengambil remote TV dan melemparkannya tepat dikepalaku! Sakit sungguh sakit.

“Ya! Kau sekarang sudah berani melawan appa hah?! Kau sama saja seperti ibumu, tidak berguna. Cihh” Appa meludah ke arahku lalu pergi kekamarnya bersama yeoja yang ia bawa tadi, dan aku? Hanya terduduk dilantai, menangis sambil sesekali memegangi kepalaku yang sangat sakit, sampai tiba-tiba Krystal pulang dengan wajah kusut dan penuh airmata. Aku mencoba bangkit dan menghampirinya.

 

“Krystal-ah ada apa? Kenapa kau menangis? Apa ada yang melukaimu?” ucapku sambil memeluknya.

“hiks hiks hiks oennie sendiri kenapa mena-”

“Jawab dulu pertanyaanku Krystal-ah” aku memotong ucapannya sambil membawanya ke kamarku, aku tidak mau terlihat lemah dihadapannya.

“Aku dibully oleh Tiffany, Sunny, dan Victoria, awalnya mereka baik-baik saja kepadaku, tapi tiba-tiba mereka membahas kelakuanku disekolah, mereka bilang aku sombong, mereka bilang aku tidak ada apa-apanya dibanding mereka, mereka bilang aku tidak pantas sekolah disana eonnie hiks”

“Jangan dengarkan mereka Krystal-ah, ya mungkin mereka benar kau sekarang harus lebih bergaul dengan yang lainnya, tapi jika mereka bilang kau tidak ada apa-apanya dan tidak pantas bersekolah disana, mereka salah besar. Kau punya segalanya, kau pintar, kau cantik, kau punya eonnie, arrachi? Uljima.. eonnie tidak suka melihatmu menangis” ucapku sambil mengusap rambutnya lembut.

“Aku mengerti eonnie, berjanjilah akan selalu melindungiku, aku takut”

“Tenang saja, aku berjanji akan selalu melindungimu Krystal-ah, berhenti menangis dan jangan dengarkan kata-kata mereka, ne?”

Ne, gomawo eonnie” akhirnya Krystal memutuskan untuk tidur dikamarku malam ini.

 

.   .   .   .

 

Pagi ini matahari bersinar sangat cerah, aku terbiasa bangun pagi karena harus menyiapkan segalanya, kulirik wajah damai Krystal yang sedang tertidur, dia mirip sekali dengan eomma, sangat cantik dan polos. Hari ini hari sabtu, jadi aku putuskan untuk tidak membangunkan Krystal . Aku beranjak turun menuju dapur untuk menyiapkan makanan, aku melihat appa sedang bersantai di sofa, ternyata yeoja yang kemarin appa bawa sudah pulang.

 

“Hey Yoona! cepat buatkan appa makanan, setelah itu cepat pergi bekerja, appa sedang butuh uang!” Teriak appa dari ruang TV. Aku hanya diam, aku terlalu malas menjawab perkataan appa, sampai tiba-tiba appa menghampiriku dan mencengkram tanganku, sangat keras.

 

“Ya! Im Yoona apa kau bisu?!”

Appa lepaskan! Berhenti menyakitiku, apa appa benar-benar tidak menyayangiku hah?” bentakku .

“Tentu saja, aku tidak peduli padamu, jadi berhentilah menanyakan hal itu! Kau dan eommamu sama saja!”

Appa! Berhenti membawa-bawa nama eomma! Aku benar-benar membenci appa!”

 

PLAK! Entah mungkin appa masih mabuk atau tidak, appa menampar pipiku sangat keras, benar-benar keras sampai ujung bibirku mengeluarkan darah.

“Pergilah dari rumah ini!”

 

Author pov

 

Setelah bersiap-siap dan membersihkan lukanya, Yoona segera pergi dari rumah tanpa berpamitan pada Krystal karena Yoona pikir Krystal masih tertidur. Ya, Yoona sekarang sedang berjalan menuju tempat bekerjanya, Yoona menjadi pelayan cafe di daerah Myungdong, dia hanya bekerja di hari sabtu dan minggu, untuk membantu biaya hidupnya. Jalanan Myungdong memang selalu ramai, berbagai toko berjejer rapi dipinggir jalan, dengan berbagai dekorasi mewah yang sangat indah, Yoona pun sampai di cafe tempatnya bekerja.

 

Annyeonghaseyo” sapa Yoona pada pegawai yang lain.

“Oh annyeong Yoona-ya, hmmm kau sedikit terlambat kali ini, cafe sudah dibuka dan kau baru datang Yoona-ya” ucap teman Yoona yang bernama Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya.

“Maaf eonnie, tadi aku terlambat bangun hehe sebentar lagi ujian dan aku harus belajar sampai larut malam” ucap Yoona bohong.

“haha tidak apa-apa Yoona-ya, ayo ganti bajumu”

ne” ucapnya singkat.

 

Yoona pov

 

KRING.. Suara lonceng setiap kali ada pengunjung yang datang. Aku pun segera menghampirinya.

“Selamat datang Tuan, silahkan ini menunya.” Sapaku ramah pada seorang pemuda dengan kulit yang agak gelap dan smirknya yang menurutku uuhhh sangat cool.

“Spaghetti dan air putih saja” jawab namja itu sambil tersenyum.

 

‘Ye? Hanya itu? Aku kira dia orang kaya yang akan membeli banyak makanan hahhaa’ batinku.

 

“Baiklah” balasku sambil membungkukan badan. Sampai tiba-tiba “Permisi” ucap namja itu membuatku menghentikan langkah.

Ne, ada yang bisa saya bantu lagi?”

“Umhhh ituuu..” dia nampak berpikir “Itu tanganmu, tidak apa-apa?”

 

Saat aku lihat tanganku, aigoooo, mengapa merah begini, huh ternyata bekas cengkraman appa tadi masih belum hilang, tapi ngomong-ngomong kenapa namja itu peduli sekali ya.

“Eh? Ti..Tidak apa-apa tuan, ini hanya tersenggol”

Ya! Bicara apa kau Im Yoona pabo! Haiss kenapa aku jadi gugup begini, lebih baik aku langsung pergi. “Permisii” ucapku cepat sambil berlari menuju dapur.

 

. . . . .

 

Haahhh hari yang melelahkan, aku merapatkan jaketku, malam ini dingin sekalii. Tiba-tiba aku teringat namja di cafe tadi, haha dipikir-pikir namja tadi mirip sekali dengan Taemin, membayangkannya aku langsung tertawa sendiri.

 

“Apa kau gila?” ucap seseorang dari belakangku.

Saat aku berbalik “Lulu oppa! Kau mengagetkanku saja!” ucapku sambil mem-pout.

“Hahaha habisnya kau kenapa Yoona-ya? Kenapa tertawa sendiri?” ucap Luhan oppa sambil mencubit pipiku.

“Ah oppa ingin tau saja, huh ngomong-ngomong kenapa oppa ada disini?”

“Memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin berjalan-jalan Yoona-ya, dirumah bosan sekali, aku sudah lelah belajar”

“Untuk apa oppa belajar? Oppa kan sudah pintar hahhaa”

“Ohhh tentu saja” ucapnya bangga. Haha Luhan oppa lucu sekali, wajahnya tidak sepadan dengan umurnya, wajahnya bahkan tidak berubah dari saat aku pertama kali bertemu dengannya dulu.

“Lalu oppa mau kemana sekarang?”

“Mengantarmu pulang” ucapnya sambil merangkulku. Ada perasaan hangat disini, mungkin perasaan sebagai oppa, atau mungkin sahabat, atau mungkin? Hah aku pun tidak mengerti.

 

Sepanjang perjalanan kami tetap saling merangkul, ini yang aku suka, Luhan oppa selalu melindungiku.

“Yoona-ya oppa sangat menyayangimu” ucap Luhan tiba-tiba, aigoo ada apa ini, kenapa jantungku berdetak cepat sekali, seseorang tolong akuuu.

“Ma-maksudmu apa oppa?”

“Tidak ada maksud apa-apa, oppa hanya ingin mengatakannya saja hehe, kita sampai!” ucap Luhan oppa sepertinya mengalihkan pembicaraan.

“Oh? Ba-baiklah aku masuk dulu ya oppa, terimakasih sudah mengantar, hati-hati oppa” ucapku sambil melambaikan tangan.

Ne annyeong Yoona-ya”

 

Untung Luhan oppa tidak melihat tanganku tadi, kalau tidak dia bisa cerewet dan menanyaiku banyak hal haha memang sebetulnya yang tau kelakuan appaku hanya Taemin, aku tidak ingin memberi tahu Sehun dan Luhan oppa, sebenarnya aku juga tidak ingin Taemin tau, tapi bagaimana lagi, rumah kami kan sebelahan jadi Taemin tau segalanya, tapi apa maksud Luhan oppa tadi ya? Semua pikiranku tiba-tiba berhenti, huh kembali kerumah, entah kejadian apalagi yang menungguku didalam sana, tapi kenapa sepi sekali ya, mungkin appa pergi mabuk lagi.

 

Aku pun bergegas menuju kamar Krystal, dan betapa kagetnya aku melihat Krystal tergeletak dilantai dengan darah yang keluar dari hidungnya, aku sangat panik.

“Krystal-aahhh. Apa yang terjadi?” ucapku sambil menangis dan menampar-nampar pipinya pelan.

“Ya! Jangan berisik! Sudah malam!” Teriak appa dari bawah, ternyata appa ada dirumah.

Appa tolong! Krystal pingsan” jawabku sedikit berteriak.

“Sudah kubilang aku tak peduli. Aku pergi”

Apa? Dia pergi? Sungguh kalau dia bukan ayahku, aku akan menendangnya sekarang juga. Baiklah yang aku ingat sekarang hanya Taemin, lebih baik aku menelfonnya.

 

Yeoboseyo

“Taemin tolong aku, Krystal pingsan, bantu aku membawanya ke rumah sakit.” Ucapku sangat panik.

Ne?! Baiklah tunggu sebentar!” jawab Taemin tak kalah panik, setelah beberapa menit akhirnya dia sampai dan kami membawa Krystal ke rumah sakit.

 

Seoul Hospital

Yoona pov

 

Aku hanya bisa menunggu dokter sambil menangis.

“Yoona uljima, aku yakin Krystal baik-baik saja” ucap Taemin sambil memelukku, sungguh aku bersyukur mempunyai Taemin, dia adalah namja pertama yang selalu datang padaku kalau aku membutuhkannya, dia selalu ada untukku, aku benar-benar tak ingin kehilangan dia.

 

Taemin melepaskan pelukannya. “Sehunna, Luhan hyung” ucapnya sambil melihat kearah pintu masuk.

 

Taemin pov

“Yoona-ya apa yang terjadi? Uljima, tenang saja kami disini” ucap Luhan hyung sambil memegang tangan Yoona dan berjongkok dihadapannya. Selalu saja begini, Luhan hyung merusak segalanya, eh tunggu! Ah Lee Taemin pabo! Sekarang bukan waktunya untuk berpikir seperti itu.

 

Noona uljimaaaa…” ucap Sehun yang duduk disebelah Yoona sambil memegang pundaknya.

 

Author pov

Setelah beberapa lama menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

“Dokter bagaimana keadaan Krystal?” ucap Yoona sambil meremas ujung bajunya.

“Sampai saat ini saya belum menemukan apa-apa, mungkin saja dia hanya kelelahan, sebaiknya 1 minggu lagi periksakan dia kesini, saya harus mengambil darahnya”ucap dokter dengan wajah tenang itu.

Mereka semua menghela nafas, “Untunglah, baiklah terimakasih dokter, apa boleh kami melihat kedalam?”

Ne silahkan”

 

Luhan pov

 

Aku benar-benar tidak tega melihat keadaan Krystal saat ini, tubuhnya kurus dan wajahnya sangat pucat, tanpa aku sadar aku memegang tangannya, mengelusnya lembut, aku tidak tau apa yang dipikirkan Yoona Sehun dan Taemin, aku benar-benar ingin melindunginya sekarang, aku yakin dia butuh kehangatan, namun tiba-tiba mereka bertiga menatapku dengan tatapan yaanng..sangat sulit diartikan.

“Ada apa? Apa ada yang salah?” tanyaku sambil masih memegang tangan Krystal.

“Tidak hyung, hanya saja kau aneh sekali, tumben-tumbennya kkkk” ucap Sehun sambil tertawa.

Sedangkan Yoona? Kenapa dia diam saja? Apa aku salah? Atau…. dia cemburu?

 

Author pov

Sebenarnya bagaimana perasaan Yoona pada Luhan?

 

Dan bagaimana perasaan Luhan pada Krystal?

 

Penyakit apakah yang diidap oleh Krystal?

 

Dan apa maksud dari perkataan Taemin?

 

TBC

 

Astagaaa maaf chapter ini amburadul sekaliiiii…. Oiya makasih ya saran2 yang udah dikasih di chapter2 sebelumnya, tapi aku udah bikin my three idiots sampai chap 10, jadi ga akan aku rubah lagi maaf ya kalau ga sesuai sama yang kalian pengen, tapi ntar untuk chapter 11 dan seterusnya aku bakal ikutin saran saran dari kalian koo. Doain sempet selesaiin ff ini ya gomawoooooooooooo :*

Maaf kalau ada typo kkk

Author masih bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.

 

@tslykam ^^ let’s be friend..

 

54 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 3)

  1. Apa bakal ada kai disini? Wah ada anak kembar dong di ff ini. Kekekek Yoontae moment dan LuYoon moment sudah ada. YoonHun momentnya adain juga ya author *.* Next secepatnya ya thor. Penasaran sumpah🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s