[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 2)

Between Bestfriend ang Love ver1

Author             :  _agrn

Main Cast        : Jessica, Yoona, Luhan, Kris

Genre              : Romance, Friendship, Sad, Little bit Comedy

Rate                 : PG 14

Length             : Multichapter

A/N                 : Aloha! Kembali lagi dengan FF yang satu ini J  Adakah yang menunggukan kelanjutannya? Wkwkwk, ada gak ada sih bakal kulanjut. Karena aku mau share pengalaman juga. KALAU pairing-nya ternyata bukan sesuai dengan keinginan kalian, kumohon jangan gimana-giman ya L Ok, DON’T LIKE DON’T READ dan Happy Reading~

oOoOoOo

“Yoong”

Yoona dan Jessica menoleh bersamaan kearah suara yang memanggil mereka. Senyum kecil merekah di bibir Yoona begitu melihat Luhan tersenyum dan berjalan kearahnya. Sementara itu Jessica menunjukkan raut kesalnya ketika melihat Kris berjalan di belakang Luhan.

“Kenapa kau harus membawa tiang listrik itu rusa?! Kau ingin mati?!”umpat Jessica didalam hati.

Luhan dan Kris duduk didepan mereka berdua. Suasana kantin yang terbilang sepi membuat mereka bisa berbincang dengan tenang. Luhan duduk dihadapan Yoona sedangkan Kris duduk dihadapan Jessica.

“Jadi… kenapa kau terlambat, Xi Luhan?”tanya Yoona membuka pembicaraan.

“Hei, aku kakak kelas yang cukup populer… aku harus menebar senyum pada para yeoja yang menyapaku. Dan diperjalanan tadi lumayan ada yang nekat mendekatiku dan mengajakku berbicara. Well, aku tidak enak untuk menolak, jadi aku terus berbicara. Apalagi si tiang ini ada disebelahku, semakin banyak yang mengerumuni kami. Yah, Kris populer juga bukan? Beruntung Kris segera menarikku pergi. kalau tidak pasti sekarang aku masih berbincang dengan mereka”jelas Luhan panjang lebar seraya meminum minuman yang ada didepannya.

“Huh, populer? Hanya orang bodoh yang mau menganggapmu populer”celetuk Yoona.

“Berarti hampir 95% orang di sekolah ini adalah orang bodoh”balas Luhan seraya tersenyum manis. Yoona memutar bola matanya lalu menunjuk minuman yang ada dihadapan mereka.

“Ini darimu?”tanya Yoona.

“Sebenarnya ini saran Kris, dia bilang paling tidak kami memberi kalian minum agar kalian sabar menunggui kami, begitu”jelas Luhan lagi.

“Kenapa 4 gelas?”celetuk Jessica yang ada disamping Yoona.

“Aku memesan 4 karena kalian kan tidak akan cukup hanya dengan 1 gelas. Minimal kalian harus punya 2. Nafsu makan dan minum kalian kan sama seperti gajah dan unta”

3 kalimat yang Luhan keluarkan dengan polosnya itu sukses membuat ia mendapatkan 2 tatapan maut sekaligus. Luhan menelan salivanya sanking ngerinya dengan kedua yeoja dihadapannya “Bercanda…”gumamnya lagi seraya membentuk tanda ‘V’ dengan jari tengah dan telunjuk tangan kanannya.

“Anyway, Kris sunbae baik sekali sudah memikirkan hal seperti itu. kamsahamnida”ucap Yoona sopan. Kris menganggukinya santai. “Lihat Xi Luhan! Seharusnya kau seperti Kris sunbae! Bukannya bersikap seperti banci di salon dekat rumahku itu.”

“Aku bukan orang seperti itu!!”seru Luhan. Ia jelas tidak terima dikatai banci. Sudah cukup orang-orang memanggilnya cantik, ia tidak mau dipanggil banci. Dia normal!

“Iya,iya. Hei, ada baiknya kau mengenalkan Kris sunbae bukan? Tidak enak kalau kita bertiga saling kenal sedangkan Kris sunbae seperti terkucilkan”ujar Yoona.

Kris mengerutkan alisnya mendengar perkataan Yoona. Ia sedikit tidak menerima ia dibilang terkucilkan. Bukannya apa, dia selalu menjadi perhatian sejak kecil hingga berumur 17 tahun seperti sekarang. Kata terkucilkan itu sedikit asing di telinganya. Namun melihat Yoona yang bertampang polos, Kris tahu kalau perkataan Yoona tadi tidak bermaksud apapun kecuali ingin Luhan memperkanalkan dirinya. Toh, sepertinya yeoja itu memang ceplas-ceplos.

“Baiklah. Ini Kris, nama aslinya Wu Yi Fan. Bisa juga dipanggil Wufan. Nama lainnya adalah Kevin Wu. Jadi dia juga bisa dipanggil Kevin. Dia orang Cina, tapi dia lahir dan besar di Kanada, jadi well… dia cukup ahli dalam bahasa asing. Terutama bahasa mandarin dan bahasa Inggris. Bahasa Koreanya sih… masih kurang”jelas Luhan lagi.

“Wah, kalau begitu mirip seperti Jessica ya. Jessica juga lahir di California. Bahasa Inggrisnya lancar. Tapi ia sudah lama juga di Korea, jadi ia juga sudah mahir berbahasa Korea. Bukankah begitu Jess?”ujar Yoona seraya menatap Jessica yang sedang mengukir smirk di wajah cantiknya.

“Yeah, I’ve been here for 7 years Yoong”ucapnya sambil melirik Kris. Begitu mendengar Kris mahir berbahasa Inggris, entah kenapa Jessica ingin mengetes namja itu.

“Sica, aku tahu kau bisa bahasa itu, dan kau tahu aku tidak terlalu mahir. Jadi tolong gunakan bahasa Koreamu!”Yoona mendecak kesal, namun sepertinya Jessica tidak menghiarukannya.

“Huh, I know that you will do this. Silly girl. Don’t you listen to Luhan? I’m good at English and I was born in Canada…”celetuk Kris tiba-tiba dengan cengiran di wajahnya.

“I have to ears and they work correctly Mr.Wu. Maybe you’re the one who didn’t pay any attention to what Yoona just said”

“I heard that. And I know it. You may born in California, you may speak English fluently but I doubt you can speak Mandarin”cengiran tambah terlihat di wajah Kris. Luhan dan Yoona yang masih harus berpikir untuk mencerna kalimat-kalimat mereka pun hanya bisa mendengar alias menonton percakapan mereka berdua.

Wajah Jessica justru memerah. Dia memang tidak bisa bahasa Mandarin, dan dia cukup malu saat Kris mengucapkannya dengan langsung seperti itu. “At least I can speak Korean fluently cause I go to a school in Korea. And how about YOU Mr. Wu? You’re a student in a Korean school but YOU can’t speak Korean fluently!”ucap Jessica dengan beberapa penekanan di kata’You’

Merasa bahwa Kris akan meledak karena perkataan Jessica – yang Luhan sendiri tidak mengerti apa artinya – Luhan pun berusaha menghentikan mereka. “Wow wow wow… kalian tidak lihat tatapan mereka yang menatap kalian bingung saat kalian menggunakan bahasa tanah kelahiran kalian itu? jangan bertengkar dan tolong pakailah bahasa Korea”

“Ya, Jessica baru saja berkata bahwa kalian bersekolah di sekolah Korea, jadi gunakanlah bahasa Korea okay?”tambah Yoona yang baru mengerti apa saja yang dikatakan Jessic tadi.

Jessica meniup poni panjangnya dan mendengus “Namja sombong”

“Gadis sok dingin”tambah Kris seraya menghadap keluar jendela.

Yoona dan Luhan berpandangan. Sepertinya kedua sahabat mereka ini akan sulit menjadi teman.

oOoOoOo

Bel tanda pulang sudah berbunyi sejak tadi. Semua kelas sudah hampir kosong. Yang tersisa hanyalah murid-murid yang sedang piket. Namun berbeda dengan Jessica. Alasannya belum pulang sampai sekarang hanyalah untuk menelepon sang kakak tercinta yang ada di California sana. Perasaan rindu Jessica memang sulit ditahan. Ketika ia rindu dengan seseorang yang sangat ia cintai, ia akan langsung menghubungi mereka. Kapanpun dan dimanapun itu.

“Donghae Oppa~ Bogoshippeo…. Kapan kau akan mengunjungiku?”ucap Jessica dengan nada manjanya.

Bersamaan dengan itu, Kris sedang berjalan melewati kelas Jessica. Begitu mendengar suara yang cukup familiar dan terdengar aneh itu, dia langsung berhenti dan mendapati Jessica sedang berbincang dengan seseorang di teleponnya.

“Jinjjayo? Kau akan datang minggu depan? Yaksokhae?”tanya Jessica dengan wajah sumringah yang benar-benar terlihat imut, berbeda dengan image dingin yang selalu ia tampilkan. Bahkan Kris terkejut ketika melihatnya.

“Aish, arraseo. Annyeong~”Jessica pun menutup teleponnya. Ia memasukkan ponselnya kedalam saku rok dan berbalik menuju pintu kelas. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Kris sedang berdiri disana.

“K..Kau!! s..sedang apa kau disana?!”seru Jessica terbata.

Kris yang baru saja kembali dari keterkejutannya langsung mengeluaran smirk dan berkata “Tidak apa-apa. Hanya sedang mendengarkan seseorang yang berkata dengan nada manja pada Oppa-nya”

Deg! Jessica langsung membulatkan matanya. “M..Mwo?! kau mendengar seluruh perkataanku?!”

“Well, kurang lebih”ujar Kris santai. “Aku terkejut. Seseorang yang biasanya terlihat sok dingin itu berubah menjadi yeoja manja…”

Jessica tidak bisa berkata-kata. Yang dikatakan Kris benar. Ia yang biasanya memasang ice face-nya justru terlihat merona-rona tadi. nada bicaranya pun berubah. Terkutuklah kebiasaannya menggunakan nada seperti itu pada adiknya, kakaknya dan orang tuanya. Namun yang terpenting sekarang adalah membuat Kris menutup mulut soal apa yang tadi dilihatnya. Dan Jessica yakin Kris tidak mudah disogok.

“Sunbae… aku mohon dengan sangat, tolong jangan beri tahu soal apa yang kau lihat tadi pada orang lain…”ujar Jessica seraya menundukkan kepalanya. Ia tidak mau Kris melihat wajah memelasnya.

“Sunbae? Lucu mendengarmu mengatakan hal seperti itu. lagi pula, kenapa aku harus menurutimu?”tanya Kris masih dengan smirk di wajahnya.

“Astaga, kumohon sunbae. Aku tidak bisa menyebutkan alasannya, tapi aku berjanji melakukan semua yang kau inginkan jika kau menurutiku..”jawab Jessica. Kini ia menegakkan kepalanya, memperlihatkan Kris akan raut memelasnya.

Kris lemah dengan yeoja dengan tampang memelas. Ia tidak suka melihat yeoja dan anak-anak yang memelas, apalagi padanya. Seakan dialah yang membuat mereka menderita. Sekarang pun ia sedang menimbang-nimbang penawaran Jessica. “Baiklah, baiklah. Kau harus menuruti permintaanku.”

Jessica terlihat sumringah. Baru saja ia khawatir kalau-kalau Kris tidak akan menerima penawarannya, ternyata namja itu menerimanya. “Kamsahamnida sunbae! Kamsahamnida…”Jessica membungkukkan badannya.

“Hm. Dan sesuai permintaanmu tadi. Kau harus menuruti keinginanku. Dan keinginanku adalah… kau harus menjadi asistenku selama 2 minggu”

Jessica membelalak. “Apa?! Asisten?! Maksudmu pembantu?! Kau ingin aku menjadi pembantumu?!! Yang benar saja!”

“Tidak usah mengelak. Kau tadi berkata kau akan menuruti keinginanku. Ini adalah keinginanku. Jadi, tugas pertamamu adalah mengerjakan pekerjaan rumah yang satu ini”Kris melempar sebuah buku tulis dari tasnya. “Kerjakan itu asisten. Besok harus sudah selesai. Dan jangan lupa, aku akan menghukummu bila aku tidak dapat 100”

Setelah mengatakan itu, Kris pergi dari sana. Jessica mendengus dan meniup poninya. Yang benar saja?! Seorang high class sepertinya menjadi asisten orang seperti Kris? Walau hanya 2 minggu, Jessica benar-benar akan merasa tersiksa! Namun Jessica tidak bisa mengelak. Dia memang harus melakukannya. Dia sudah mengatakan akan menuruti Kris.

Ia membuka buku yang ada di tangannya. Fisika. “Shit”umpat Jessica. Fisika? Sepertinya ia harus menginap lagi di rumah Yoona.

oOoOoOo

“Mwo? Asistennya? Hahaha! Ada-ada saja…”respon Yoona ketika Jessica selesai bercerita. mereka sedang ada di kamar Yoona. Jessica memang menginap di rumah Yoona. Ia akan meminta Yoona yang memang mahir di bidang ini. Lagi pula mereka bisa meminta bantuan Luhan juga jika perlu.

“Jangan tertawa!”Jessica menoyor kepala Yoona lalu menggembungkan pipinya. “Aku benar-benar tak percaya kalau aku akan jadi asistennya. Walau hanya 2 minggu… aaakh! Kenapa dia harus mendengarku mengatakan hal seperti itu sih?!”gerutunya.

“Kebiasaanmu menggunakan nada seperti itu dan menghubungi mereka tanpa peduli tempat itu harus diubah. Kau kan benar-benar menjaga image-mu Sic.”komentar Yoona seraya membolak-balik buku tulis milik Kris itu.

Jessica menghela nafas. “Sepertinya aku harus lebih bersabar untuk 2 minggu kedepan… atau mungkin aku harus siap obat anti stress”ujarnya.

“Ah, kau berlebihan. Kalau kita pikir-pikir, kau cukup beruntung. Kalau kau jual posisimu sebagai asisten Kris pada para fans-nya, mungkin kau akan mendapat banyak uang”ucap Yoona lagi.

Jessica menghela nafas kembali. Ia tidak butuh uang. Setiap bulan orang tuanya selalu memberi lebih dari yang Jessica inginkan. Jessica tidak pernah menggunakannya lebih dari setengah, ia menabung untuk masa depannya. Itu sudah cukup untuk sekarang. “Sudahlah, anyway, kau bisa mengerjakannya?”tanya Jessica.

Yoona menulis-nulis sedikit lalu berkata “Aku hanya bisa menyelesaikan 4 dari 10. Sisanya kita harus tanya Luhan”

Mendengar nama Luhan, tiba-tiba Jessica bertanya “Hei Yoong… apa kau menyukai Luhan?”

“Aku suka semua orang. Tidak hanya Luhan, aku menyukaimu, orang tua-ku… aku juga suka-”

Sebelum Yoona menyelesaikan perkataannya, Jessica sudah menyela “Bukan itu! Maksudku menyukai secara spesial. Cinta, cinta!”

Yoona berpikir-pikir. “Aku sudah bilang tidak ada yang spesial bukan?”

“Kau tidak punya persaaan khusus pada Luhan?”

Yoona mengerjapkan matanya 2 kali, pertanda bingung. lalu yeoja itu tertawa “Astaga… perasaan khusus? Pada orang semacam Luhan? Astaga Jess… seperti tidak ada namja lain di dunia ini saja”

“Memangnya kenapa? Kurasa Luhan lumayan tampan dan dia juga baik”

“Baik? Dia orang paling jahil sedunia. Kau akan ingin menimpuknya dengan batu setiap hari jika hidup bertetangga dengannya sepertiku. Dan… tampan? Astaga, dia tidak tampan. Sama sekali tidak. Yang ada dia cantik. Bahkan aku yang yeoja pun merasa kalah cantik darinya”ungkap Yoona. “Atau jangan-jangan kau yang menyukainya?”

Jessica menunjukkan raut dinginnya lalu meninju bahu Yoona. “Tidak lucu”

Yoona terkekeh geli. “Arraseo. Kajja, kita panggil Luhan”ucap Yoona lalu beranjak dari tempat tidurnya kearah balkon. Yoona memang tidak pernah keluar rumah hanya untuk memanggil Luhan. Ia hanya perlu melompat dari balkonnya ke balkon Luhan karena memang jarak antara kedua balkon itu tidak sampai 1 meter. Well, rumah mereka memang hampir bersentuhan akibat lahan yang memang sangat sempit.

“Kau seperti pencuri saja. Kau akan memanggilnya atau melompat?”tanya Jessica sambil menatap Yoona dari tempat tidurnya.

“Tentu saja melompat. Aku tidak mau bersusah payah meneriaki namanya. Dia itu tuli kau tahu?”ujar Yoona. Setelah berkata begitu, Yoona segera melompat ke balkon Luhan, meninggalkan Jessica yang masih terdiam di tempat tidur itu.

“Ada-ada saja. Memangnya Luhan selalu membuka pintu balkonnya? Apa Yoona tidak pernah berpikir betapa berbahayanya namja? Asal masuk saja…”gumam Jessica tak bisa memahami alasan Yoona melakukannya

Tak lama kemudian, Jessica dapat mendengar teriakan dari kamar Luhan. Menyadari bahwa temannya lah yang sedang berteriak, Jessica segera turun dari tempat tidur itu dan berlari ke balkon. “Yoong!! Kau tidak apa-apa!?”teriak Jessica dengan perasaan khawatir.

1 menit berlalu dan Jessica tidak mendengar apa-apa selain suara berisik. Merasa lebih khawatir lagi, Jessica nekat melompat dan untungnya berhasil. Ia segera membuka pintu balkon Luhan dan berteriak “Yoona apa yang…”

Ia menghentikan ucapannya ketika melihat apa yang sebenarnya terjadi. Yoona sedang memukuli Luhan dengan bantal-guling. Sedangkan Luhan yang menjadi korban pukulan Yoona hanya dapat berteriak minta maaf. Dan Jessica tahu apa penyebab Yoona melakukan itu. Luhan sedang shirtless.

Tunggu, apa? Shirtless…?

“KYAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

3 menit kemudian

Luhan berdehem kecil seraya merapikan kaus yang baru ia kenakan. Ia juga berusaha keras untuk menahan kekesalannya. Yang benar saja, saat dia sedang berbaring di tempat tidurnya seraya memainkan ponsel, tiba-tiba Yoona datang dari balkon. Ketika mata mereka bertemu, Luhan sudah dapat melihat wajah memerah Yoona, dan akhirnya ia berakhir dengan dipukuli Yoona. Apalagi ditambah dengan Jessica yang baru datang. Kedua yeoja itu sukses memukulinya.

“Jadi, apa keperluan kalian menyusup kemari?”tanya Luhan.

“Menyusup? Ganti kata-kata menyusup itu! Aku bukan pencuri!”bantah Jessica.

“Ya, aku setuju. Kau kira kami pencuri? Mana ada pencuri secantik kami!”celetuk Yoona sambil melempar bantal pada Luhan.

“Kalian pikir melompat lewat balkon dan asal membuka pintu itu tidak seperti pencuri?! Beruntung aku tidak segera menghajar kalian dengan tongkat golf! Dan kau rusa bodoh! Sudah kubilang jangan mengulangi kebiasaanmu yang itu!”seru Luhan seraya balik melempar bantal pada Yoona.

“Hei! Aku tidak bodoh! Lagi pula hanya namja pengecut yang akan menghajar yeoja dengan tongkat golf!”bantah Yoona lagi.

“Yoong, sudahlah. Lebih baik kau suruh dia menyelesaikan tugas itu lalu kita pulang”lerai Jessica. Ia sudah mulai mengantuk.

Yoona mengangguk tanda mengiyakan. “Mana pr fisika-mu? Aku pinjam.”

“Kenapa aku harus memberikannya?”tanya Luhan sarkastik.

Yoona menatap Luhan tajam. “Kau ingin kupukuli lagi hah?!”

Luhan mencibir. Ia tidak mau adu mulut lagi dengan Yoona. Akhirnya ia mengalah. Ia mengambil pr fisika yang ada didalam tasnya, lalu melemparnya pada Yoona. “Itu yang kau inginkan?”

Yoona membuka lembar demi lembarnya lalu mengangguk-ngangguk tanda mengerti. “Aku mengerti. Gomawo. Kajja sic, kita pulang”

Jessica hanya bisa mengangguk-angguk lalu mengikuti Yoona yang sudah pergi sambil menguap. Saat Yoona sudah melompat dan masuk ke kamarnya, Jessica baru sadar. Ia harus melompat lagi. dan dia tidak bisa nekat seperti tadi lagi.

“Omo…”gumamnya sedikit ketakutan.

“Kenapa? Kau takut melompat?”tanya Luhan dari belakang. Jessica tidak menjawab. Ia tidak mau mengakui kelemahannya. Apalagi didepan namja jahil seperti Luhan.

Luhan justru terkekeh melihat Jessica yang wajahnya memerah. Namja itu mengulurkan tangannya. “Sudahlah, sini kubantu” Namun melihat Jessica yang masih mematung dan tak menerima uluran tangannya, Luhan justru kesal.

“Ck, kau ini…” Detik berikutnya, Luhan mengangkat tubuh Jessica, bridal style. Lalu namja itu melompat ke balkon Yoona. Namja itu tersenyum penuh kemenangan. “Cuma begitu saja kan”

Jessica terdiam. Seperti membatu. Dia merasa jantungnya berdegup cepat dan wajahnya memucat. Tadi… dia digendong dan meloncat. Ia seperti hampir mati saja. Bagaimana kalau ternyata dia akan jatuh? Astaga, tidak!

“T..Terserah!”ucap Jessica akhirnya lalu masuk ke dalam kamar Yoona. Ia segera membanting pintu balkon dan menutup tirainya.

Tidak hanya Yoona yang heran dengan sikap Jessica, Luhan juga begitu. “Kenapa dengan yeoja itu? aneh.”

oOoOoOo

Kris sedikit tersentak ketika sebuah buku terhempas didepan mejanya. Ia mengambil buku tersebut lalu membaca tulisan rapi didepannya. Wu Yi Fan, Fisika. Ini buku fisika yang ia beri pada Jessica kemarin. Kris menatap Jessica – sang pelaku pelemparan buku – yang masih setia disamping mejanya.

Dengan raut dingin khasnya, Jessica menatap Kris. “Sudah kukerjakan.”ujarnya datar.

Kris mengoreksi isinya. Ia membaca satu per satu tulisan yang ada didalamnya, dan mengukir senyum tipisnya. “Benar semua. Kukira kau hanya bisa membual”

Jessica mengerutkan alisnya. “Kau tau jawabannya?”

Kris menunjukkan smirknya. “Tentu saja. Kau pikir aku bodoh?”

“Kalau begitu kenapa kau harus memintaku mengerjakannya?!”gerutu Jessica.

“Karena aku ingin”jawab Kris simpel,membuat Jessica benar-benar ingin memukul wajahnya.

“Hei, ada apa ini? Kukira ada anak baru berambut pirang di kelas kita. Ternyata kau Jessica”ujar Luhan yang baru datang.

“Dia hanya memberikan tugas yang kuberikan”jawab Kris singkat. Luhan ber-oh ria lalu mengambil buku ‘tugas’ untuk Jessica tersebut. Alisnya mengkerut ketika mendapati tulisan khas Yoona didalamnya.

“Ini tugas fisika itu bukan?”tanyanya. Kris dan Jessica mengangguk bersamaan.

“Pantas saja aku melihat tulisan Yoona disini. Inikan Yoona yang mengerjakannya dan menanyakannya padaku semalam”

Ucapan Luhan segera direspon dengan tatapan tajam Kris pada Jessica. “Kau… tidak mengerjakannya?”

Jessica menatap keatap ruangan, menolak menatap Kris karena apa yang dikatakan Kris memang benar. Padahal dalam hati, ia sudah ingin menghajar Luhan. Kenapa juga dia harus mengatakan hal tidak penting begitu?

Kris mengeluarkan smirk miliknya. “Sesuai perkataanku, kau harus dihukum” Kris berdiri lalu meraih dagu Jessica dengan sebelah tangannya. “Kau harus kencan denganku”

TBC

Segitu dulu ya-_- aku lagi sibuk nih… maaf ya… RCL

64 thoughts on “[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 2)

  1. Wahh, kayaknya kriss beneran suka sama sica. Tapi luhan suka siapa yah? Aku harap sica is the best deh….. krissica pokonya…
    kalo yoona tendang aja deh… pengganggu hubungan lusica dan krissca.. heeee

  2. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s