[Ficlet] LoveAddict

loveaddict1

LoveAddict

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Kwon Yuri [GG] – Park Chanyeol [EXO K]

Ficlet | Teen | Romance – Marriage Life – Little bit comedy

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation. 

Note:

FF ini adalah salah satu FF lamaku yang kembali kuposting disini :3 Mulanya diposting di blog pribadi dan semoga bisa dapat respon yang baik dari pembaca.

Oh yaaa… untuk pemberitahuan, FF He’s My Guardian mungkin agak lama aku posting lanjutannya, karena jujur, tugas” sekolahku banyak banget >< Dan sekarang aku jarang buka internet… Mian yaaa😦

Dan ini FF bercast Yuri pertama buatanku. Semoga sukaaa ^^

Poster by almahonggi99 in ArtFactory

Last, aku berencana untuk kembali mempublish FF” lamaku disini. Dan mungkin besok aku akan publish dengan cast KrisSica. Ada yang berminat? xD

Cuaca yang bersahabat dengan angin sepoi – sepoi yang bertiup membuat suasana siang itu begitu indah. Di taman yang penuh dengan berbagai warna bunga itu, banyak sekali orang yang berdatangan hendak menikmati cuaca yang begitu menenangkan. Begitu juga dengan seorang gadis berkacamata dengan frame besar yang bertengger pada pangkal hidungnya. Gadis itu duduk pada salah satu kursi yang memang tersedia disana dan tersenyum pada objek apapun yang ditangkap oleh lensa matanya.

“Indah~” gumam gadis itu dengan suara pelan. Suasana siang itu memang terasa begitu manis dan sangat cocok bagi sepasang kekasih untuk berduaan. Tapi sayang sekali, gadis yang bernama lengkap Kwon Yuri itu sedang tidak memiliki kekasih ataupun gebetan kali ini.

Yuri menatap anak – anak kecil yang tengah bermain balon bersama dengan perasaan ringan. Dia ingat dulu dia juga pernah mengalami masa kanak – kanak yang begitu berwarna. Tatapannya kini berpaling pada beberapa orang yang tengah mengerubuni seorang penjual permen kapas yang juga merupakan favoritnya. Timbul perasaan ingin membeli permen kapas berwarna pink itu sekarang, namun apa daya, dia kini tidak membawa uang lebih. Yuri hanya dapat menelan salivanya, mencoba menahan nafsu makannya yang akhir – akhir ini melonjak. Sudah cukup dia membeli permen kapas tiga kali selama tiga hari belakangan ini. Yah, Yuri memang sering sekali mengunjungi taman yang berada di tengah kota ini.

“Sendiri? Boleh saya duduk disini?” Yuri menoleh ke samping begitu suatu suara hampir di pendengarannya. Dan tampaklah disebelahnya seorang lelaki berparas tampan yang menatapnya penuh tanya. Mata lelaki itu bulat dan tampak tegas. Garis wajahnya begitu mempesona dan senyumnya melengkung indah ke atas. Hampir saja Yuri terpana melihat ketampanan lelaki itu.

Yuri menyunggingkan senyum kecil dan sedikit bergeser, memberi tempat duduk untuk lelaki itu. Lelaki itu segera duduk di sampingnya dan bersandar pada sandaran kursinya. Sesaat kemudian, lelaki itu kembali menatap Yuri yang sedang memainkan ujung dressnya yang berwarna baby pink.

“Menjadi single itu rasanya tidak enak yah..” celetuk lelaki itu tiba – tiba.

“Eh?” Yuri cukup terkejut dengan sikap lelaki di sampingnya ini. Begitu friendly, menurutnya.

“Kau single kan?” Yuri mengangguk.

“Aku juga…”

‘Aku tidak bertanya padamu’ batin Yuri. Entah kenapa lelaki ini terlihat begitu percaya diri.

“Aku sedang berusaha mendekati seorang gadis.” Yuri memiringkan kepalanya sedikit sambil menatap lelaki bertubuh tinggi itu. Dia terlihat begitu semangat menceritakan pengalamannya.

“Oh ya?”

“Dia gadis yang cantik dan manis. Seperti permen kapas” Tawa kecil keluar dari mulut Yuri. Ternyata selain percaya diri, lelaki ini termasuk kategori penggombal juga romantis. Permen kapas disamakan dengan seorang gadis? Lucu.

Yuri menatap penasaran, “Siapa dia?”

“Manusia.” Yuri memutar kedua bola matanya dan sedikit kesal. Oke, semua orang bahkan anak kecil dan lansia pun tau kalau yang diceritakan lelaki ini adalah seorang manusia. Entah kenapa banyak sekali orang yang senang menjawab dengan kata itu. Dan Yuri sungguh benci dengan jawaban itu.

“Aku tau itu.”

“Dan dia seorang perempuan” Yuri menggeram pelan. Menyebalkan juga.

“Dia ada disini. Aku sudah lama memperhatikannya tapi dia tidak pernah menyadariku. Mungkin karena kita tidak saling mengenal” Alis Yuri bertaut menjadi satu. Jadi lelaki ini bisa dibilang seorang secret admirer? Romantis sekali. Dia menyukai seorang gadis yang tidak dikenalnya dan terus mengawasi gadis itu walau gadis itu tidak tau akan kehadirannya.

“Kau tau? Gadis itu suka permen kapas. Setiap aku mengamatinya, pasti dia selalu membeli permen kapas dengan warna pink.” Tunggu, entah kenapa Yuri seperti merasa tidak asing dengan kebiasaan ini.

“Tapi tumben sekali dia hari ini tidak membeli permen kapas” Yuri menatap lelaki di sampingnya dengan penuh tanya. Dia seperti merasa yang tidak asing dengan ini.

“Kenapa bisa?” Yuri mencoba memancing perkataannya.

“Tidak tau. Tapi yang pasti, aku yakin dia sedang diet”

“Kau bisa tau?”

“Tentu saja. Kan aku cinta padanya.” Tiba – tiba saja mata Yuri berair. Setetes air mata mengalir membasahi pipi gadis itu. Yuri cepat – cepat menghapus air mata itu. Selalu begini. Dia memang terlalu melankolis kalau mendengar cerita romantis seperti ini.

“Aku salut padamu. Dia gadis yang beruntung.” Ujar Yuri sambil melempar senyum. Sedangkan lelaki itu membetulkan cara duduknya dan tersenyum juga pada Yuri.

“Terima kasih. Park Chanyeol imnida.” Lelaki yang bernama Chanyeol itu mengulurkan tangannya dan berjabatan tangan dengan Yuri. Senyumnya mengembang dan terlihat begitu mempesona.

“Kwon Yuri imnida” balas Yuri.

“Oh. Annyeong Yuri-ah. Kau sangat cantik hari ini” Sapaan Chanyeol membuat Yuri tertawa. Dia bersikap seolah mereka telah lama kenal.

“Huh, kau tertawa?”

Mianhae. Candaanmu lucu sekali.”

“Aku terlihat bercanda? Lalu jika aku mengatakan, Yuri, jeongmal saranghaeyo. Apa itu terlihat bercanda?”

Yuri terpaku di tempat saat tangan Chanyeol menggenggam erat tangannya dan matanya menusuk pandangan Yuri. Lelaki ini bercanda atau tidak? Yuri sulit memutuskan. Gadis itu merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dan tubuhnya memanas.

Ini apa?

Yuri terdiam. Sementara itu Chanyeol tetap menatap Yuri tajam dan penuh keyakinan, “Aku bercanda?” tanyanya sekali lagi. Yuri menundukkan kepalanya, tak mampu menjawab.

Hening sesaat

“Aku mencintaimu.” Chanyeol berkata dengan tegas. Tangannya menyentuh dagu Yuri dan mengangkat kepalanya. Yuri menatap mata Chanyeol, mencari kebohongan di sana. Tapi tidak ditemukannya. Yuri tidak dapat percaya. Ini konyol. Dia baru beberapa saat saja bertemu dengan Chanyeol, tidak sampai setengah jam malah, tapi kenapa lelaki ini malah membuatnya salah tingkah dan menyatakan cinta padanya.

“Jangan bertindak bodoh, Chanyeol-ssi.” Gumam Yuri pelan namun mampu didengar oleh Chanyeol. Lelaki itu menggeleng.

“Sudah cukup. Aku telah mengikutimu selama setengah tahun ini dan aku benar – benar ingin menyuarakan perasaanku padamu. Yuri-ah­, kumohon mengertilah” pinta Chanyeol dan segera memposisikan dirinya berlutut di hadapan Yuri. Tentu saja hal itu membuat mata Yuri membulat kaget.

“Apa yang kau lakukan, Chanyeol?!” seru Yuri sedikit panik. Seumur hidupnya dia tidak pernah diperlakukan seperti ini. Yuri merasa pipinya kini telah memerah. Gadis itu segera memaksa Chanyeol untuk berdiri namun ditolak oleh Chanyeol.

Yuri mendengus kesal, “Apa maumu?”

“Kau menerimaku.”

Yuri menggeleng kuat, “Kau gila! Kita baru saja berkenalan dan kau-“

“Sudah kubilang aku memperhatikanmu selama ini, Kwon Yuri! Aku mencintaimu!”

“Kau mabuk!”

“Begitu? Apa aku terlihat bercanda lagi? Yuri-ah­!” Chanyeol segera bangkit berdiri dan menarik tangan Yuri agar ikut berdiri. Dia mendekatkan tubuhnya pada Yuri dan mendekap pinggang gadis itu erat. Beberapa kali, dia menggelitik kulit wajah Yuri dengan hembusan nafasnya yang kian terasa karena jarak yang semakin terhapus sedikit demi sedikit.

“Park Chanyeol, apa yang kau lakukan?” Nada bicara Yuri terdengar sedikit ketakutan. Gadis itu berusaha untuk melepaskan dekapan Chanyeol namun sia – sia saja. Yuri menatap wajah Chanyeol yang menatapnya dalam jarak yang begitu dekat.

“Yuri, aku mencintaimu”

“Dan aku menginginkanmu menjadi milikku. Apa itu salah?”

CUP

Chanyeol mengecup bibir Yuri cepat. Lelaki itu melepaskannya sebentar lalu menciuminya lagi. Ciuman itu berubah menjadi sebuah ciuman panas yang sedikit dipaksakan atas kehendak satu pihak. Yuri berusaha memberontak namun tenaga Chanyeol lebih besar darinya. Air mata Yuri menetes, gadis itu kini hanya dapat pasrah akan tindakan Chanyeol padanya.

Perlahan, dia merasakan sentuhan Chanyeol turun pada daerah punggungnya. Mengelus – ngelusnya hingga menimbulkan sensasi aneh dalam diri Yuri. Gadis itu memejamkan matanya dan secara tidak langsung menikmati ciuman itu.

Beberapa saat kemudian, ciuman itu berakhir. Chanyeol melepas ciuman itu namun tetap menempelkan dahinya pada dahi Yuri. Nafas keduanya sedikit terengah – engah karena kekurangan oksigen. Mata Chanyeol bergerak menatap wajah Yuri yang sempurna. Dia tersenyum kecil saat melihat gadis pujaannya balas menatapnya.

“Kau menerimaku?” tanya Chanyeol dengan suara pelan. Namun Yuri tak menjawab.

Chanyeol mengecup bibir Yuri cepat sekali lagi. “Jawablah”

Yuri menatap ragu. Gadis itu merasa kini dia sudah gila. Berpacaran dengan orang yang baru saja dikenalnya dan menciumnya secara sembarangan? Yuri tidak bisa menjawab. Otaknya berpikir keras, hingga beberapa saat kemudian, Yuri menganggukan kepalanya.

“Mau?” Yuri mengangguk.

CUP

“Terima kasih, Yuri” ucapnya sebentar lalu kembali menciumi Yuri dengan ganas. Lelaki itu menahan tengkuk Yuri dengan tangannya dan melingkarkan kedua tangan Yuri pada lehernya. Bibir Yuri yang manis membuatnya ingin terus menciumi benda manis berwarna pink itu.

PLUKK

“Awww!”

“YAK! Agassi! Tolong jangan berciuman disini! Disini banyak anak – anak!!!”

 END.

12 thoughts on “[Ficlet] LoveAddict

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s