[Freelance] Saranghae Noona (Chapter 1)

baekhyun_wallpaper_by_xthexfunnnx-d54igd6_副本

Title                  : Saranghae Noona
Author             : NinkNonk
Cast                  : Kim Taeyeon (GG)

Byun Baekhyun (Exo)

Shim Changmin (TVXQ)

Sulli Choi (f (x))
Length             : Chaptered
Genre              : AU, romance
Rating             : NC-17
Disclaimer     : semua cast milik Tuhan dan ceritanya terinspirasi dari komik “together

we will be”. so, DON`T BASH!

 
Author POV
@Pabrik Byun

eomma, appa! aku pulang duluan!” seru Baekhyun.

neh, pulang saja! Kami akan segera menyusul. malam ini mau makan apa?” tanya eommanya.

“pasta saja deh! pakai saus daging!” balas Baekhyun sambil berlalu.

“hei, Baekhyun! lagi hujan, hati-hati naik motor!” teriak appanya.
Diperjalanan pulangnya, Baekhyun memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia tergesa-gesa untuk segera sampai dirumahnya, dia perlu banyak belajar karena beberapa hari lagi akan menempuh ujian semester. Dengan tidak sabar, dia mulai menyalip setiap kendaraan yang ada didepannya. Ketika melihat celah diantara truk didepannya, dia bermaksud mendahuluinya. Namun sayang, sepeda motornya menabrak bagian belakang truk tersebut. Seketika tubuhnya terlempar menjauh dari motornya.
Braaaakkk……
@rumah sakit

Kriiing…..

“halo, dengan bagian ortopedik lantai 6. Baik! Baik, saya mengerti.” jawab seorang suster.

“suster kepala! ada pasien korban kecelakaan lalu lintas. Laki-laki umur 17 tahun, luka parah di syaraf tulang belakang! tingkat kesadaran -3, tidak beraksi saat dipanggil.” lanjutnya

“Baik. Taeyeon, cepat siapkan dipan di ruang operasi!” seru suster kepala tersebut kepada suster tadi.

“Baik!” sahut Taeyeon.
Kim Taeyeon, 19 tahun. Lahir dan dibesarkan di Pulau Jeju, lulus dari sekolah pendidikan keperawatan setempat. Bercita-cita menjadi perawat profesional, kini dia belajar di akademi keperawatan Seoul sambil menjadi perawat magang di rumah sakit. Suatu malam, seorang pemuda luka parah dilarikan kesini.
“luka parah syaraf punggung, bisa jadi separuh bagian bawah tubuhnya tak bisa bergerak seumur hidup, pada masih SMA.” batin Taeyeon sedih.

“ng…” terdengar samar-samar desahan Baekhyun.

“ada apa? mana yang sakit?” tanya Taeyeon.

“di-ngin…” jawabnya dengan perasaan setengah tersadar.

“selama menunggu ambulans datantg, dia terguyur hujan. Dia pasti kedinginan.” Taeyeon merasa prihatin kemudian memegang tangan Baekhyun yang kedinginan.

“tabah, ya. sebentar lagi keluargamu pasti datang. semua baik-baik saja. berjuanglah!” nasehat Taeyeon.
Nama pasien itu, Byun Baekhyun. malam itu juga, operasi darurat untuk menyelamatkan tulang belakangnya yang patah. Syaraf tulang belakang itu sekumpulan syaraf yang berada di dalam tulang punggung. Pada kasus Baekhyun, antara tulang torax nomor 12 sampai tulang lumbar nomor 1 patah. Bagian itu memotong syaraf tulang belakang, itu yang membuat fatal.
“sayang sekali, Baekhyun tidak bisa berjalan dengan kakinya untuk seumur hidup. ditambahkan lagi, bagian bawah tubuhnya juga lumpuh dan tidak dapat merasakan apa-apa.” jelas dokter.

“tidak mungkin…. dokter, dia masih kelas 3 SMA. Jalan hidupnya masih panjang, tolong sembuhkanlah dia. Kasihan Baekhyun kalau harus begini.” sedih nyonya                Byun.

“sang pasien pasti sangat menderita, aku sebagai perawat baru juga sedih mendengar jerit tangis keluarga dan yeojachingunya.” Taeyeon turut bersedih.
@restaurant

“ada apa Taeyeon? kok murung? capek ya?” tanya Changmin.

“ah, tidak… ada pasien yang kupikirkan. laki-laki, masih SMA. tidak bisa jalan lagi karena kecelakaan motor. Hari ini ibu dan pacarnya datang. mereka menangis, kasihaN sekali… kalau pasiennya tahu dia lumpuh seumur hidup, dia pasti shock.” ucap Taeyeon.

“kau memang baik, bisa ikut merasakan perasaan pasien. Tapi kau harus melupakan masalah pekerjaan dalam urusan pribadi. sudah capekkan mengurusi sekolah dan rumah sakit?” balas Changmin.
Shim Changmin, karyawan perusahaan farmasi, 4 tahun lebih tua darinya. Mereka sudah pacaran setahun lamanya, sejak dikenalkan oleh temannya. Saat itu Taeyeon menjalani hidup yang sibuk, dari jam 8 sampai 12 siang kerja di rumah sakit, sore belajar di akademik keperawatan, lalu jam 6 sore sampai jam 8 malam bertugas lagi di rumah sakit. Kehadiran Changmin sangat menghiburnya dalam kesibukannya tersebut.
“jangan terlalu keras bekerja, nanti sakit.” nasehat Changmin ketika mengantarnya pulang.

neh…” balas Taeyeon.

@apartment Taeyeon

Sebelum mengucapkan salam perpisahan dengan Taeyeon, Changmin mendekatinya sambil memegang pipi Taeyeon yang mulai memerah. Taeyeon tahu maksud Changmin, dan kini dia mulai memejamkan matanya yang disambut dengan senyuman dari Changmin lalu menempelkan bibirnnya ke bibir Taeyeon yang lembut. Lama mereka dalam keadaan tersebut, mengingat waktu mulai larut, Changmin pun berpamitan ke Taeyeon sambil mengecup puncak kepalanya lalu meninggalkan Taeyeon dengan wajah memerahnya. Di dalam apartment, Seohyun sahabatnya telah menunggunya.

 

“kencan sama Changmin oppa lagi, yah? mukamu sampai merah begitu.” tanya Seohyun.

jinjjayo? hehehe…..” tawa Taeyeon.
Taeyeon POV
@rumah sakit

“Baekhyun, aku akan membalikkan badanmu. Bilang kalau ada yang sakit, yah?” ucap Taeyeon.
Pasien yang tidak bisa menggerakkan badan, karena sebagian tubuhnya berbaring dalam waktu yang lama, sering kali sirkulasi darahnya terhambat dan mengalami luka tempat tidur. Untuk mencegahnya, tiap 2-3 jam sekali, posisi badannya harus diubah.
“nah! sekarang kau baik-baik saja.” ucap Taeyeon.
Eh… tanpa sengaja pandangan kami bertemu, aku yang sedikit gugup melihatnya menjadi berdebar.
“a…apa? ada apa, Baekhyun? kenapa menatapku seperti itu?” tanya Taeyeon.

“suster Kim…! nggak jadi…” balas Baekhyun yang terdengar gugup.

“dia mau bicara apa, yah? dilihat dari dekat ternyata dia ganteng juga, baru sekarang aku menyadarinya. Ditatap setajam tadi membuat jantungku sempat berdebar tidak karuan.” gumam Taeyeon sambil berlalu.

“ah suster Kim?” tiba-tiba seorang  yeoja memanggilnya ketika meninggalkan kamar tersebut.

“Sulli…”

“bagaimana keadaan Baekhyun oppa?” tanyanya lagi.

“keadaannya sudah lebih membaik.” jawabku.
Dia adalah Sulli Choi,  yeojachingunya Baekhyun. Murid kelas 2 SMA yang sama dengannya. Tiap hari sepulang sekolah, dia pasti datang menjenguk. Para perawat sering membicarakannya. Dilihat, mereka sangat serasi.
“Baekhyun, pasien kamar 605 berhasil melalui operasi kemarin dengan sukses. dalam waktu dekat ini orangtuanya akan memberitahukan soal keadaan kakinya. dia pasti akan shock, jadi tolong pantau keadaannya baik-baik.” perintah suster kepala.
Orangtua Baekhyun menyampaikan berita menyakitkan itu padanya, untuk sementara waktu para perawat ikut mengawasi keadaan mental Baekhyun. Di luar dugaan, Baekhyun terlihat tenang setelah mendengar pemberitahuan itu.
“eh? guntung?” bingung Taeyeon.

“iya, aku mau bikin stiker untuk motor. aku sudah janji pada teman-teman geng motor untuk membuatnya.” jawab Baekhyun.

“tapi guntingkan berbahaya.” ucap Taeyeon.

“kenapa? kau kira aku mau bunuh diri?” tanya Baekhyun.

“Ba…Baekhyun…” gugup Taeyeon.

“memang aku baru dengar dari orangtuaku kalau aku tidak akan bisa berjalan lagi, tapi sejak awal aku sudah tahu kalau kakiku tidak bisa digerakkan. Aku sudah        memodifikasi motorku habis-habisan, waktu kecelakaan aku takut polisi akan datang dan langsung mau kabur. Tapi dari pinggang ke bawah terasa lumpuh, aku terlempar dan pahaku menghantam jalanan tapi aku tidak bisa merasakan dinginnya jalanan di kulit kakiku. Aku sudah siap, tidak akan shock kalau memang tidak bisa berjalan lagi. aku malah khawatir memikirkan eomma dan appaku. kelihatannya mereka sedih sekali.” ucapnya sedih.
Aku sangat terkejut, seorang murid SMA malah mencemaskan orangtuanya di saat menerima berita kalau dia tidak bisa berjalan lagi. Dia tegar, anak yang baik juga tangguh.
“Huek, jijik! aku nggak mau makan beginian.” ucap Baekhyun ketika diberikan makanan khusus bagi pasien yang ada di rumah sakit ini.

“YA, Baekhyun! jangan pilih-pilih makanan!” omel Taeyeon sambil mendengus kesal.

“aku tidak mau makan ikan! suster Kim, tolong belikan roti sekalian jus apel juga.” balas Baekhyun.

“dasar… anak manja!” kesal Taeyeon.
Kondisi fisiknya mulai  membaik, dan mulailah kepribadian asli Baekhyun muncul. Waktu itu teman-teman sekolahnya datng untuk menjenguk.
“Baekhyun, saatnya ukur suhu ba…..A….Asap apaan ini?” kejut Taeyeon.

“kenapa kalian merokok di kamar pasien? kalian ini masih murid SMA, kan? ya, ampun bau rokok.” lanjutnya.

“suster Kim… lihat dulu! Keren kan?” seru Baekhyun sambil perlihatkan rambutnya yang telah dipirang.

“ra…rambutmu kenapa?” tanya Taeyeon.

“murid di sekolah kami dilarang mengecat rambut tapi dia lagi nggak sekolah makanya kami cat rambutnya.” ucap salah satu temannya yang bernama Chanyeol.

“suster Kim, kita buat foto kenang-kenangan yah?” sambil menarik kedua tanganku kemudian mendekatkan wajahku ke wajahnya kemudian difoto oleh temannya.
Aku yang kesal sambil keluar dari kamarnya, bermaksud untuk mengaduh ke suster kepala. Namun seketika niatku itu terhalang ketika para perawat sedang ribut-ribut membahas tentang Baekhyun.

 

“suster kepala, tolong peringatkan Baekhyun! masa temannya merokok di ruangan pasien, juga ribut sambil membawa game dan buku porno.” lapor Taeyeon.

“memang skapnya bisa mengundang sedikit masalah, nanti aku akan bicara dengannya.” ucap suster kepala.

“tapi, bagus juga yah? rambutnya dicat pirang, wajahnya itu jadi mirip pangeran.” histeria para perawat.

“tidak disangka, semuanya memanjakan Baekhyun.” Batin Taeyeon.
“Baekhyun, kau sedang menggambar?” sambil melihat gambar Baekhyun.

“wah hebat sekali, keren!” lanjutnya.

“aku memang suka menggambar motor, meskipun aku tidak bisa naik motor lagi aku masih ingin menggambarnya. Suster Kim, kalau keluar dari rumah sakit nanti aku ingin ambil SIM mobil.” ucapnya.

Dia memang anak bermasalah yang egois dan arogan, tapi anehnya tidak seorangpun bisa membencinya. Baekhyun masih belum bisa bangun dari tempat tidur, beberapa jam sekali air seni dari kateternya harus dikeluarkan dari tubuh. Meskiopun ini tugasku sebagai perawat, terus terang risih juga harus sedekat ini mengurus pemuda yang cuma 2 tahun lebih muda dariku. Saat melakukan pekerjaan ini, kami berdua berusaha membicarakan hal yang tidak ada hubungannya dengan kateter agar sama-sama tak risih.

 

“Sulli…” ketika Taeyeon berada diruangannya, tiba-tiba Sulli mendatanginya.

“ternyata perawat juga melakukan hal ‘seperti itu’, yah?” tanyanya.

neh, yah…. karena itu memang tugasku.” balas Taeyeon.

“apa aku….. harus jadi perawat juga?” ungkapnya lagi.

“Sulli….” sahut Taeyeon.

“suster Kim belajar di sekolah pendidikan keperawatan, kan? Kalau begitu, aku berhenti dari SMA dan masuk sekolah pendidikan keperawatan juga! Kalau memang Baekhyun oppa tidak bisa jalan seumur hidup, aku akan jadi perawat dan mengurus dia selamanya!” tangisnya tidak dapat dia bendung lagi.

“Sulli…” batin Taeyeon terasa sakit, dia dapat mengerti perasaan yang Sulli rasakan juga.

 

@restaurant

“ah, kasihan… dia berkata begitu sambil bercucuran air mata, aku bisa mengerti perasaannya tapi rasanya tidak tepat. Memang Baekhyun tidak bisa berjalan, tapi kalau naik kursi roda dia bebas kemana-mana. Dia tidak perlu merepotkan siapapun, ah! Maaf, lagi-lagi aku bicara soal pekerjaan.” Taeyeon yang menyadari Changmin yang duduk disampingnya merasa bersalah.

“tidak apa-apa, tapi akhir-akhir ini Taeyeon sering cerita tentang ‘pemuda luka syaraf tulang belakang’ itu. Aku jadi cemburu.” ungkap Changmin.

mianhae, oppa….” jawab Taeyeon.

“tidak apa-apa.” balas Changmin.

 

@rumah sakit

“Sulli, tentang percakapan kita kemaren, aku sempat bilang sudah menjadi tugasku mengurus Baekhyun. Mungkin Sulli risau kaena usia kami tidak jauh berbeda, tapi aku sudah punya pacar. Jadi kau tidak usah khawatir.” ucap Taeyeon meyakinkan ketika berada diatap gedung rumah sakit saat dia mengajak Sulli bicara.

 

Saat musim panas berakhir, Baekhyun memulai sesi rehabilitasi. Dia tetap bermasalah dan arogan, tapi dai menjalani tahap rehabilitasi yang berat dengan tekun. Aku bisa merasakan kegigihan tekadnya untuk bisa kembali ke dalam masyarakat. Malam itu, ada perayaan kembang api didekat rumah sakit. Baekhyun meminta Taeyeon membawanya ke atap gedung rumah sakit untuk melihat kembang api.

 

“bagus yah! Ini baru namanya special seat. Tadinya aku kaget kenapa kau memaksaku ke sini, padahal aku sedang sibuk kerja.” ucap Taeyeon.

“aah…. kalau bersama suster Kim, aku jadi tenang.” sahut Baekhyun.

“eh……” Taeyeon mengalihkan pandangannya ke Baekhyun.

“akhir-akhir ini, perasaanku berat kalau bersama Sulli. Dia selalu bilang ingin mengurusku, tidak peduli kalau aku tidak bisa berjalan seumur hidup. Aku tahu aku tidak bisa jalan, tapi kalau dikasihani seperti itu aku malah jadi depresi.” ucap Baekhyun yang sambil tertunduk sedih.

“itu artinya dia sayng padamu, bukan?” balas Taeyeon.

“wah, bagusnya! Ledakan beruntun!” Taeyeon mengalihkan pembicaraan mereka karena merasa canggung dengan suasana tersebut.

“suster kim….” sahut Baekhyun.

“ya?” jawab Taeyeon sambil berbalik menghadap Baekhyun.

“aku….. aku lebih suka bersamamu dibandingkan dengan Sulli.” ungkap Baekhyun sambil menatap manik mata Taeyeon.

“eh?” seketika jantung Taeyeon berdegup kencang mendengar ucapan Baekhyun barusan.

 

TBC

 

Hehehe…… ini FF kedua ku. Mianhae kalo alurnya agak sedikit berantakan.
I hope U like it. Happy reading…..

22 thoughts on “[Freelance] Saranghae Noona (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s