[Freelance] Sorry

Poster for FF Sorry

Title: Sorry

 

Author: Lee Yae Jin

 

Length: Oneshot (maybe)

 

Rating: PG-13

 

Genre: Sad, Happy, Friendship (?)

 

Main Cast: Kim Hyoyeon

 

Other Cast: Kim Jong In aka Kai and Girls Generation Member

 

Disclamer: FF ini punya saya, sedangkan cast nya minjem dari SM, dan orang tua masing-masing cast

 

NB: Ini adalah debut saya di dunia per-ff an, cerita nya mungkin agak gaje, tapi saya mohon, yang sudah membaca tolong komentar. Dan mian jika banyak typo.

 

 

mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan sekarang. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, harapan besar ku untuk menjadi artis terkenal di amerika pun mungkin sudah tidak bisa aku raih lagi. Aku tau ini semua salah ku tapi mau bagaimana lagi? Ini sudah keputusan ku, percuma jika aku tetap bertahan, tapi tidak ada yang membutuhkan ku sama sekali.

 

 

Hyoyeon POV

“maaf.” gumam ku sambil menunduk, menyembunyikan air mata yang sudah menggenang di mata ku.

“apa yang kau pikirkan Hyo? Tidak cukup kah kebersamaan kita selama 5 tahun terakhir ini? Kita keluarga, lebih baik kita bicarakan dulu saja.” ucap taeyeon dengan nada yang keras.

“maaf.” aku tidak tau kenapa hanya kata itu yang bisa aku ucapkan saat ini. Merasa bersalah? Tentu, tapi tidak bisakah mereka menerima apa yang telah menjadi keputusan ku?

 

“APA YANG ADA DI OTAK MU HAH? KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADA KAMI?” sooyoung meraih kerah ku, aku lihat wajah nya dari jarak dekat, wajah nya sudah di penuhi oleh air mata, dan itu semua adalah salah ku. Ku tolehkan kepalaku ke samping kanan dan kiri ku, mereka semua menangis dan itu juga salah ku.

 

Akhir nya aku menurunkan tangan sooyoung yang ada di kerah ku dengan perlahan.

“aku tau aku salah, tidak membicarakan ini terlebih dahulu pada kalian. Tapi tidak bisakah kalian menghargai keputusan ku?”

aku menundukkan kepala ku, sungguh aku tidak kuat, melihat orang-orang yang sudah aku anggap sebagai keluargaku ini menangis.

“Tidak bisakah kalian memahami perasaan ku?” Lanjut ku, aku sungguh tidak kuat, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur, biar mereka tau kenapa aku memilih keluar dari sini.

“5 tahun berada di SNSD, tapi selama 5 tahun itu juga aku belum pernah merasakan keadilan untukku…. Apa kalian pernah merasakan bagaimana rasanya selalu di belakang kalian. Aku ingin menjadi seperti mu yoong, aku ingin selalu di depan, aku tidak mau selalu di belakang, bahkan dengan menonjolkan kemampuan ku pun orang-orang tidak pernah menganggap aku ada. Aku paling jelek di SNSD? Yah, aku masih bisa terima, tapi saat mereka berkata bahwa Yuri paling jago dance aku tidak bisa terima. Apalagi saat mereka menyebut kan nama-nama anggota SNSD, mereka jarang mnyebutku namaku, hiks.. Hiks..”

 

“Eonni..”

 

“Hyo..”

 

“Dan saat aku melihat jadwal individu kita. Hanya aku yang memiliki jadwal kosong, bahkan saat aku melihat sekumpulan orang yang melihat foto-foto kita pun mereka tidak pernah menyebut nama ku,, hiks..

 

“eonni,,, hyo,,,”

 

“Mian, mianhae jika aku terlalu egois. Tapi jika aku keluar pun mereka tidak akan menyadari nya bukan. Tanpa aku pun mereka semua akan tetap menyebut kalian SNSD kan, dan tanpa aku pun kalian masih mempunyai dance machine.”

Aku berusaha tersenyum, walaupun hanya senyum perih yang bisa aku berikan.

 

“eonnie..” Seohyun tiba-tiba saja memelukku

 

“Maafkan kami juga hiks.. Kami tidak pernah memeprhatikan perasaan mu, kami bahkan tidak tau bahwa kau sangat tersiksa, hiks, maaf eonnie..”

Aku hanya bisa membalas pelukan adik ku ini, apalagi yang bisa aku lakukan, bahkan untuk bicara pun saat ini sangat sulit untukku.

“kita juga minta maaf, kita juga salah hyo.” sambung Taeyeon yang juga ikut memelukku. Lalu diikuti oleh yang lain nya.

“hiks, Hyo, jika tidak ada kau siapa yang akan aku mintai untuk masak jika aku lapar, hiks hiks” rengek sooyoung

 

PLAK

 

“Ya! Dalam keadaan seperti ini pun kau masih memikirkan makanan hah?” geram Taeyeon

“Appo, aku kan hanya bertanya.”

“hahahaha” kami semua tertawa, mungkin moment moment seperti ini tidak akan bisa aku temui lagi, hanya bersama kalian aku bisa merasakan nya. Tapi mungkin tempat ku bukan disini, mungkin masa depan ku bukan menjadi seorang dancer seperti apa yang aku cita-cita kan selama ini. Dan juga terimakasih, tanpa kalian aku tidak akan merasakan indah nya pershabatan, terimakasih untuk semua nya. Aku menyayangi kalian.

 

 

Author POV

“hey,, kenapa kau cemberut terus hah?”

 

“….”

 

“kim jong in, aigoo, kau marah padaku?”

sahut hyoyeon, lalu berdiri ia di hadapan kai, kai terus saja menundukkan mukanya, mencoba untuk tidak melihat ke arah hyoyeon dan memasang wajah dingin nya. Sebenar nya Hyoyeon tau, sangat tau malahan alasan Kai marah pada nya.

 

“Jong In ah~ bicaralah,, hem” Hyoyeon menaik turunkan kedua alis nya, dan ternyata itu cukup menarik perhatian Kai untuk menatap wajah Hyoyeon. Kai mentap mata Hyoyeon dalam, seperti menunjukkan bahwa ia meminta sebuah penjelasan pada Hyoyeon. Hyoyeon yang di tatap seperti itu pun hanya bisa menundukkan kepala nya. Sedikit sedikit ia mencoba mendongkakan kepala nya, tapi yang ia lihat ternyata kai masih menunjukkan tatapan nya yang seram itu pada Hyoyeon.

 

“YA!”

 

Plak

 

“aw,, ashh jinja, apa yang noona lakukan? Ahh, kepala ku..” erang Kai sambil mengusap kepala nya yang tadi di pukul oleh Hyoyeon.

“Habis nya kau menatap ku seperti itu, aku kan kesal.”

“Ish, seharus nya aku yang memukul kepala mu noona.”

“Mwo? Memang nya kenapa?” ucap Hyoyeon sengit karena tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Kai.

“kenapa noona keluar dari SNSD dan SM? Bukan kah kau tau sendiri jika aku masuk ke management itu karna mu, kalau kau keluar aku bagaimana?” balas Kai tak kalah sengit, ucapan yang tadi ia tahan pun kini keluar semua. Ia kesal, sangat kesal pada wanita yang ada di hadapan nya saat ini, bagaimana mungkin dia akan pergi dan meninggal kan nya di SM itu?

“kau harus tetap di SM kai.” Hyoyeon pun menundukkan kepala nya, merasa bersalah pada kai.

 

“hahh,,” Kai menghembuskan nafas nya, ia tidak tau apalagi yang harus ia lakukan pada gadis ini. Ia sudah membujuk nya ratusan kali, baiklah sebut saja ini terlalu berlebihan, tapi ia benar-benar sudah membujuk nya. Dan hasil nya? Nihil.

“Memang apa sih yang kau takut kan? Takut tidak bisa bertemu dengan ku lagi? Oh ayolah Kai, aku tidak akan pergi kemana-mana, aku hanya akan ke rumah orang tua ku.”

“kau benar, aku takut kau pergi dariku.” gumam Kai pelan

“hah? Kau bicara apa kai?”

“Tidak. Baiklah, sebagai hukuman karena noona tidak mau menuruti perintah ku untuk tetap berada di SNSD, noona harus memasakkan sesuatu untuk ku.”

“Mwo? Aku mau pulang sekarang, appa dan umma sudah menungguku.” tolak hyoyeon

“Tidak bisa, kau harus memasakkan sesuatu dulu untukku, baru bisa pulang.” Kai pun mendorong bahu Hyoyeon agar terus berjalan di depan nya.

“iihh, aku mau pulang kai.”

“tidak bisa.”

“kai..’

“nanananana.”

“KAAAIIIII”

 

 

Maaf jika aku memilih pergi dari kalian, aku pergi karena aku sangat menyayangi kalian, bukan karena aku marah. Aku tidak ingin menjadi beban kalian jika aku masih berada di SNSD, maaf, maaf, maaf, maafkan aku.

 

~END~

8 thoughts on “[Freelance] Sorry

  1. ah>.< end nya mengganggu sekali hehe ^^
    mantep tapi ko ff nya😀 lagian Hyo hebat ko ^.~
    ditunggu karya selanjut nya and
    keep writing😀 😛 ^^

  2. Aaaaargh authornim… kemaren aku baru aja kepikiran tentang masalah ini, gimana kalo tiba-tiba hyo mutusin buat keluar, yah… apapun itu, semoga Hyo lebih banyak tampil #biasku🙂
    tapi akan lebih baik lagi kalo ditunjukin pilihan hidup Hyo kali ya, misalnya akhirnya jadi penyanyi solo, atau pelatih dance (cuma saran🙂 )
    keep writing…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s