[Freelance] My Charming Girl (Chapter 3)

My Charming Girl Chapter 3

Title : My Charming Girl (Chapter 3) || Author : Nawafil/Nida Wafa (@nafila_nida)
.

Rating : PG-13 || Length : Chaptered
.

Genre : Romance, sad, friendship || Main Cast : EXO’s Luhan | GG’s Yoona | EXO’s Kai
.

Other Cast : Find ‘em by yourself
.

Disclaimer : All cast belong to God , the plot of this story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash Please. This is just a fiction and forever will be a fiction.

A/N : Annyeong! Comeback dengan chapter 3^^ maaf kalau bahasanya amburadul atau apalah itu ._.V akhir akhir ini tugas numpuk, jadi beginilah..buat sequel Just Nothing LuYoon vers dan Peter Pan Chapter 2 lagi dalam digarap^^tunggu ya..*kalo baca* hope you like it guys^^ Enjoy

.
.

“KAU?!”

“MWO? Sedang apa kau disini?”

“Kalian saling mengenal?”

+++

Baiklah, hari ini benar benar hari yang mengejutkan untuk seorang Im Yoona! mengapa banyak sekali hal tak terduga hari ini?

“Yak! Jawab pertanyaanku, kalian saling mengenal huh?” Tanya sahabat yoona sekali lagi. “Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau membawa orang lain masuk ke dalam apartment-ku?!” ucap yoona dengan sedikit penekanan di kata ‘orang lain’

“Yoong, Dia orang baik, dia yang mengantarku hingga sampai kesini, kalau tak ada dia mungkin aku telah terjebak di ibu kota yang luasnya hampir melampaui batas normal ini” sahabat yoona itu kembali mengoceh dengan tak jelas dan ayolah, luas seoul tidak melampaui batas normal kan?

Luhan yang merasa dapat pembelaan dari gadis yang membawa keberuntungan baginya –karena mempertemukannya dengan yoona- itu mengangguk anggukkan kepalanya menandakan bahwa ia menyetujui hal yg diutarakan sang gadis yang tak lain adalah sahabat yoona

Yoona yang merasa semakin terpojok mendengus kesal, ia menarik tangan sahabatnya itu dengan sedikit kasar “kenapa kau membawanya masuk?” Tanya yoona dengan suara yang sangat kecil, hampir seperti bisikan

Dari belakang luhan mencoba menguping apa hal yang sedang 2 gadis ini bicarakan

“Apa itu masalah untukmu?” Bukannya menjawab pertanyaan yoona, sahabatnya itu malah bertanya balik. “Dengarkan aku Jessica, kau ingat tentang namja yang selalu aku ceritakan padamu?”

“Kau menceritakan 2 namja yang memiliki sifat berbeda pabo!” Jessica memukul kepala yoona pelan, Luhan hanya terkekeh melihatnya. Well, walaupun ia tak tau apa yang mereka bicarakan setidaknya tingkah mereka cukup lucu untuk membuat luhan tertawa kecil

“eh mian, maksudku namja menyebalkan sica-ah” yoona memperjelasnya dengan tambahan kata ‘menyebalkan’. “Arra arra, maksudmu dia adalah namja menyebalkan itu kan?”

Right! Tebakanmu benar” jawab yoona disertai anggukan pelannya. “dan dia sering membuatmu kesal?” tebak Jessica lagi “Right! Tebakanmu benar lagi” yoona kembali menganggukkan kepalanya. “Tapi terkadang kau merindukannya kan?” goda Jessica dengan kerlingan nakalnya

Yeah! Kau benar” jawab yoona mengiyakan tebakan Jessica. 3 detik kemudian raut wajah yoona berubah “Tunggu! Merindukannya? Aniya!”

“Haha lihatlah wajahmu yang memerah. Lagipula apa kurangnya dia sih? Menurutku dia baik walaupun agak menyebalkan sih dan yang terpenting dia tampan kkk~”

“Lama sekali sih” gerutu luhan pelan tapi masih terdengar oleh telinga yoona “DIAM!” Yoona menaikkan intonasi suaranya beberapa oktaf. “Yak! Apa begini perlakuanmu pada seorang tamu hah? Kau tau bahwa aku adalah pahlawan bagi sahabatmu itu”

Tak ingin berdebat lama dengan namja yang menurutnya menyebalkan itu, yoona pun menarik tangan Jessica untuk berbalik dan mendekati luhan. “kalau kau tak mau untukku saja” bisik Jessica tepat pada telinga yoona “Diamlah”

Mereka sampai tepat dihadapan luhan “Baiklah, sekarang apa yang kau inginkan?” Tanya yoona pada luhan. “tentu saja minum, kau tau betapa beratnya sahabatmu itu? Kakiku sampai pegal” protes luhan seraya memukul betisnya “Yak! Aku punya nama, namaku Jessica”

“Aku tak peduli namamu, yang terpenting aku mau minum” luhan mendudukkan tubuhnya disofa kemudian mengangkat kaki kirinya dan mempertemukan mata kaki kirinya dengan lutut kaki kanannya layaknya seorang raja yang harus dilayani

Dengan sedikit gusar yoona pergi melangkahkan kakinya ke dapur. Jessica pun duduk dihadapan luhan “kau menyukai yoona eoh?” Tanya Jessica to-the-point “Tentu saja ah maksudku tidak mungkin, dia yeoja yang sangat galak, takkan ada namja yang jatuh hati padanya” sangkal luhan walaupun ia sedikit keceplosan diawal

“kau tau aku seorang peramal? Aku bisa membaca pikiranmu” Jessica menatap mata luhan dalam kemudian berkata “Xi Luhan menyukai Im Yoona, Xi Luhan menyukai Im Yoona

“Hei bagaimana kau tau namaku?” Luhan sedikit mengernyit heran, seingatnya ia belum memberi tahu namanya pada Jessica “eh? A-aku aku… aku kan seorang peramal, mana mungkin aku tak tau namamu” Untungnya Jessica mendapat alasan yang bisa dibilang masuk akal walaupun sebenarnya ia bukan seorang peramal

Luhan hanya memalingkan wajahnya tak peduli, tak lama kemudian ia berdiri dan beranjak pergi “hei kau mau kemana?” Jessica sedikit kaget Karena luhan yang tiba tiba berdiri dan melangkahkan kakinya menjauh

“Menemui calon kekasihku” jawab luhan kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju dapur. “Aish dasar namja, tadi dia bilang tak menyukai yoona”

Kurang dari 1 menit luhan sampai didapur. Beberapa detik ia habiskan untuk memandang karya terbaik ciptaan tuhan ini “Tak aneh jika aku jatuh hati padamu, kau bagaikan angel untukku” batin luhan disela sela lamunannya

“Apa apaan dia? Bersikap seolah olah dia tamu yang harus di special-kan” gerutu yoona saat dia membuat Orange Juice untuk Luhan. Luhan kembali terkekeh pelan mendengar ocehan yoona yang tak jelas. Tapi entah kenapa itu salah satu hal yang membuatnya jatuh hati pada yeoja dihadapannya ini

“Tapi lihat saja, kau akan menyesal Xi Luhan. Setelah meminum ini kau akan berulang kali keluar masuk kamar mandi” yoona tertawa puas mengingat ia memasukkan obat sakit perut ke dalam minuman luhan “kau masuk dalam jebakanku” lanjut yoona disertai smirk-nya

Luhan yang awalnya sedikit kaget akhirnya tersenyum –smirk lebih tepatnya-  “Mari kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan dengan permainanmu sendiri Im Yoona”

+++

“Yoona, aku tak tau aku gila atau apa tapi yang pasti aku baru sadar bahwa aku mulai memendam rasa padamu” gumam kai pada dirinya sendiri. Ia melihat ke sofa disampingnya, membayangkan bahwa yang berada disebelahnya adalah yoona

Kai mendesah pelan “seharusnya aku tadi benar benar menciummu” sesalnya tapi sayangnya ia tak punya cukup keberanian untuk melakukan hal ‘itu’. Mencium seorang gadis adalah hal yang belum bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya

Tapi berbeda dengan yoona, bahkan ia saja tak sadar bahwa ia telah berani menggoda yoona tadi. Pipinya memanas, semburat merah pun muncul di kulit pipi poreselennya yang agak sedikit dark –tapi menimbulkan kesan sexy itu

Kai beranjak berdiri dari posisi duduknya, ia melangkahkan kakinya menjauh dari sofa tadi tapi saat ia melangkah sesuatu yang lunak –seperti kain- mengganggu langkahnya

Kai pun mengambilnya. “sapu tangan, milik siapa?” Ia kembali bertanya pada dirinya sendiri. Kai membalikkan sapu tangan itu tapi tak menemukan satu katapun yang dapat menuntunnya kepada sang pemilik

Sebenarnya ia bisa saja menebak siapa pemilik sapu tangan ini tapi itu tak mungkin, akhir akhir ini teman teman yeoja nya –bisa dibilang fangirl- juga sering mengunjungi rumahnya.

“Apa mungkin ini milik yoona?” tebaknya asal “aku tak peduli ini milik siapa tapi yang penting kini aku punya alasan untuk menemuinya” Kai terkekeh pelan, ia bisa menemukan cara untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan yoona lagi, pikirnya

+++

YOONA POV

Aku menyusuri jalan dipinggir jalan raya, pandangan mataku kosong, pikiranku kabur entah kemana. Aku masih teringat kejadian kemarin, kejadian dimana Luhan menginterogasiku secara habis habisan. Tapi kini ku akui ia memang pantas untuk menjadi saingan kai. Aku akui dia cukup pintar, dia cukup pintar mengelabuiku

Langkahku terhenti, aku menatap seorang anak laki laki yang kini sedang menarik narik ujung rokku. Aku tak mengeluarkan sepatah katapun, begitupun ia..anak laki laki itu hanya menatapku datar sambil menarik narik ujung rokku

Cukup lama aku membiarkannya hingga aku membuka suara “Ada apa adik kecil?” ucapku lembut. “Noona, ini ada titipan” ucapnya sambil menyerahkan sebuah kain. Sejenak aku menatapnya heran tapi tak lama kemudian seulas senyum muncul diwajahku

“Sapu tanganku” gumamku pelan, dari kemarin aku sibuk memikirkan dimana hilangnya sapu tanganku ini. Bukan hanya sapu tangan biasa, sapu tangan ini penuh dengan banyak kenangan. Kenanganku bersamanya, dulu

“ada hyung yang menyuruhku menyerahkannya pada noona. Ia juga memberikan ini padaku” ucapan anak ini menyadarkanku dari lamunan, akupun tersenyum kemudian berjongkok –menyetarakan tinggiku dengannya. Aku mengusap puncak kepalanya “Gomawo” ucapku lembut

Anak itu hanya berlari dengan tangan ke atas yang melambai kepadaku. Aku melirik sapu tangan ini, entah kenapa memoriku dengannya –seseorang yang sangat penting- terulang kembali. Bagaikan sebuah film yang terputar kembali tanpa izin dari sang empunya

FLASHBACK

“Noona” panggilnya padaku “emm” aku hanya bergumam pelan menanggapinya. “Noona tau hal apa yang paling sulit dikatakan di dunia ini?” Tanyanya antusias, Aku hanya menoleh pelan “Aniyo, katakan padaku”

“Ada dua hal yang paling sulit diucapkan didunia ini, yang pertama adalah ‘halo’ pada pertama kalinya dan ‘selamat tinggal’ untuk terakhir kalinya, Noona tau?” Ia menjelaskan dengan tenang tapi aku tau ada nada kesedihan dalam perkataannya

“Ayolah, kita sama sama tau bahwa takkan pernah ada yang ditinggalkan dan meninggalkan bukan? Kita akan selalu bersama” Aku mencoba menguatkannya walaupun aku sendiri takut, takut akan kehilangannya

“Bukan aku yang harus kau kuatkan, tapi dirimu sendiri” Beginilah dia, ketika ia sedang serius ia bahkan melupakan posisiku sebagai orang yang lebih tua darinya, kata ‘kau’ pun tak bisa ia tahan untuk keluar dari mulutnya

“Kau tau aku, aku takkan serapuh itu” elakku dengan nada yang tak begitu meyakinkan, entahlah aku juga tak kuasa menahan perasaan takut ini. “kau rapuh” bantahnya singkat “Aku tau” ucapku menyerah, aku menundukkan kepalaku, bulir bulir cairan bening seperti Kristal itu terjun bebas dari mataku

Ia memegang daguku lalu perlahan mengangkatnya. “Lihatlah, bahkan kau sangat rapuh” ucapnya sambil menghapus cairan yang menggenang dipipiku itu. “Aku tak mau kehilanganmu” aku berhambur memeluknya erat, seakan tak mau kehilangannya, seakan tak mengizinkannya untuk pergi dan memang aku tak ingin ia pergi meninggalkanku

“Aku selalu disini, selalu bersamamu”

FLASHBACK END

Tanpa ku sadari air mataku menetes, Aku menangis. Dengan cepat aku menghapusnya, kenangan itu kembali terputar diotakku, bagaikan tulisan yang takkan pernah bisa terhapus. Dengan pipi yang masih sedikit lembab aku melangkahkan kakiku kemudian pergi menjauh dari tempat ini

Setelah satu tahun aku berhasil menyembunyikan semuanya dengan bersikap ceria –jauh dari kepribadianku yang dulu pendiam- , tapi kini aku menangis lagi..aku kembali pada diriku yang rapuh, layaknya dulu

+++

AUTHOR POV

Kai agak aneh melihat yoona yang tadi pagi tiba tiba melamun dan menangis, apa karena sapu tangan itu? Rasanya ingin sekali kai menghampiri yoona dan memeluknya erat, meminjamkan bahunya untuk gadis itu  Walaupun ia tak tau alasan apa dibalik air mata itu tapi ia membencinya

“Kai-ah” yoona mengejutkan kai, menyadarkan kai dari lamunanya. “waeyo?” kai tersenyum simpul “Gomawo, aku kira sapu tangannya hilang ternyata tertinggal dirumahmu ya?”

“emm. Kau sangat ceroboh” kai melontarkan candaan sambil terkekeh hambar tapi berbeda dengan yoona, yoona malah tertawa keras seakan hal yang kai ucapkan memang benar. “Apa kau memang seperti ini? Aku rasa kau jauh berbeda dengan yang tadi, tadi kau terlihat sangat rapuh” batin kai

Melihat kai yang tak tertawa bahkan tersenyum pun tidak yoona menghentikan aktivitasnya “Wae? Kau terlihat begitu serius” dengus yoona kesal. “Ayolah, jangan bersikap canggung seperti itu, Kenapa kau tiba tiba begini?”

“eh? Canggung? Siapa bilang? Aku hanya pusing dengan soal matematika tadi jadi aku kurang bersemangat” Yoona mengerutkan alisnya, setaunya kai sangat mahir dalam mata pelajaran ini, bagaimana bisa ia berkata seperti itu?

“Sungguh, aku tak berbohong” ucap kai meyakinkan, tapi yoona masih tetap tak percaya bahkan ia semakin curiga “Aish, sudahlah ayo pulang bersama” kai berdiri kemudian menggenggam tangan mungil milik yoona

“Yoona pulang bersamaku” Luhan melepaskan genggaman tangan kai pada yoona kemudian membawanya pergi menjauh dari kai, yoona hanya menoleh tanpa bisa berbuat apa apa

+++

Dan sekarang disinilah yoona, ditempat dimana luhan melatih skill dance-nya. Ia hanya duduk melongo melihat luhan yang hampir 3 jam bergerak didepannya tanpa berhenti sedetikpun. “Karena perjanjian bodoh itu aku jadi menderita seperti ini” rutuknya pada dirinya sendiri

Satu hal yang ia tak bisa mengerti, kenapa tak ada orang sama sekali disini? Hanya ada dia dan luhan. Yoona mendongakkan kepalanya –diam diam melihat luhan-. “tampan dan juga err manly” pikirnya. Dengan keringat yang hampir membasahi sekujur tubuhnya, dance yang tentu saja sangat memukau dan kali ini ekspresinya berbeda, tak seperti biasanya. Ia terlihat jauh lebih dewasa

Seketika Yoona menundukkan kepalanya, tatapan matanya ia arahkan pada kakinya. Terdengar suara langkah kaki mendekati yoona. Ya, itu Luhan

“Aku tau aku keren, aku tak melarang kau memperhatikanku” ucap luhan dengan nada sedikit datar tapi membuatnya terlihat lebih cool. “Mian, aku tak bermaksud seperti itu” Ucap yoona masih dalam posisi yang sama. Tiba tiba sebuah tangan porselen luhan ada dihadapannya. “Berdansalah denganku” pinta luhan

DEG DEG DEG

Detak jantung yoona berdetak lebih cepat, jujur saja..sikap luhan yang seperti ini benar benar membuatnya gugup.

Yoona meletakkan tangan kanannya diatas tangan luhan –tanda bahwa ia mengiyakan ajakan luhan-. Ia berdiri dan mengambil posisi layaknya seseorang akan berdansa –kedua tangannya berada diatas bahu luhan dan kedua tangan luhan menempel dipinggang yoona-

Alunan lagu pengiring mulai terdengar, tak ada yang berani membuka suara diantara mereka. Keduanya hanya berdansa dalam diam dan terlalu sibuk dengan pikiran masing masing

“Apakah kau mulai tertarik padaku?” Luhan membuka pembicaraan terlebih dahulu, yoona tersenyum simpul “Aku pikir begitu” jawabnya singkat, tapi jawaban itu sangat berarti bagi luhan. “Haruskah aku bersikap seperti ini setiap hari agar kau mencintaiku?”

“Entahlah, aku tak tau” Pandangan mereka tetap dalam seperti 2 insan manusia yang tengah dimabuk cinta. Perlahan luhan mendekatkan wajahnya dan dengan refleks yoona menutup matanya.

CHU~

Luhan mencium yoona, tapi bukan dibibir tipisnya lebih tepatnya didahinya “Saranghae” ucap luhan lalu memeluk yoona. Entah apa yang membuat yoona menjadi selunak ini tapi ia hanya bisa diam tanpa mau melakukan perlawan terhadap luhan

“perjanjian pada malam itu, jangan kau lupakan” ucap luhan disela sela kegiatannya menciumi wangi rambut yoona. Yoona terpaku mendengar perkataan luhan. Ya, malam itu..malam yang paling sial baginya, malam dimana luhan berhasil membodohinya dan membuatnya bersedia menyetujui perjanjian konyol itu

Karena semua rahasianya yang ada ditangan Luhan, Ia terpaksa melakukannya, benar benar terpaksa

TBC

Eotte? Aku udah minta maaf ya kalau bahasanya amburadul dan moment LuYoonnya gimana? Kurang ya? ._. adakah yang bisa nebak siapa mantan manjachingu yoona yang ada waktu yoona ngeflashback? Oya, sedikit penjelasan..perjanjian antara yoona sama luhan itu terjadi dihari pas yoona masukkin obat sakit perut ke minuman kai(yang diawal tadi). Masih ingetkan?^^ kejadian detailnya dinext chap ya!

33 thoughts on “[Freelance] My Charming Girl (Chapter 3)

  1. Daebak thor,,
    kalo menurut aku sih mantannya yoona tuh sehun *sok tau*
    akhirnya ada moment LuYoon nya, ahaha *ketawa evil with KyuPpa*
    lanjutannya jangan lama” ya thor

    baca part sebelumnya ahh

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s