Because .. In The Summer [Chapter 1]

becauseinthesummer-

Because.. In The Summer [Chapter 1]

Written by Vi

Starring SNSD Yuri | EXO-K Sehun | SNSD Sooyoung | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Family |Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff,manga, anime, japanese drama, and my imagination

Sorry for bad fanfic and story

Published in other blogs with other cast

*****

 

1 tahun yang lalu ..

“Sehun-ah, noona minta tolong .. Untuk sekali ini saja kau temani noona di rumah.. Noona kesepian di rumah sendirian pada liburan musim panas ini,” kata gadis yang dipanggil Yuri  itu pada adiknya yang bernama Sehun.

Sehun menggelengkan kepalanya cepat, ia menolak permintaan noona-nya untuk kali ini karena ia sudah berjanji pada Sooyoung –temannya– untuk berlibur dengannya. Namun Yuri yang merasakan rasa kesepian pun tak mau membiarkan Sehun pergi dengan Sooyoung,.

“Ah, jadi intinya , noona tak lebih spesial dari Sooyoung begitu ? Huff, Sehun-ah, kau benar-benar anak yang nakal,” kata Yuri sambil mencibir dan mendengus kesal. Sehun pun terkekeh melihat tingkah kakaknya yang tak suka apabila Sehun melupakannya karena ada gadis lain bersamanya.

“Sudahlah , tenang saja. Kan ada Luhan hyung, sahabat noona yang selalu menemani noona saat noona menyuruhnya,” kata Sehun dengan nada setengah meledek karena ia tahu bahwa kedekatan antara Luhan dan Yuri ini sering dianggap mesra oleh teman-teman sekelas Yuri.

“Huff, kau meledekku ya ?” kata Yuri kesal sambil melipat tangannya dan menatap horor kearah Sehun. Sehun masih belum berhenti tertawa meski ia diperingatkan oleh noona-nya seperti itu tadi.

TING TONG

Bel rumah yang ditempati oleh Sehun  dan Yuri  berbunyi kencang menandakan bahwa ada seseorang yang datang. Sehun buru-buru berjalan mendekati pintu dan membukanya sambil menyunggingkan sebuah senyuman, ia tersenyum semakin lebar ketika mendapati bahwa Sooyoung yang mengajaknya berlibur telah datang.

“Sooyoung-ah !” seru Sehun gembira. Ia buru-buru berlari ke dalam rumah untuk mengeluarkan kopernya yang terbilang cukup besar itu sambil terus tersenyum, sementara Sehun tersenyum bahagia, Yuri malah mencibirkan bibirnya untuk memberi tanda bahwa ia tak suka Sehun meninggalkannya selama liburan musim panas itu.

“Ya ! Sehun-ah ! Kau sungguh-sungguh tak peduli pada noona-mu ini ?” tanya Yuri keras. “Mianhae, noona. Janji adalah janji , aku tak bisa membiarkan Sooyoung kecewa terhadap diriku.” itulah yang Sehun katakan sebelum ia menutup pintu rumahnya dengan rapat. Yuri kembali mendengus kesal mendengar ucapan Sehun yang terkesan membela Sooyoung, ia yakin betul bahwa adiknya ini berusaha untuk tidak membuat Sooyoung kecewa karena ia memiliki suatu perasaan terhadap Sooyoung.

“Bilang saja kau menyukai Sooyoung, Sehun-ah,” kata Yuri pelan sambil tertawa kecil, iapun tersenyum melihat mobil yang ditumpangi Sehun dan Sooyoung menjauh. Meski ia merasa kesepian tapi ia berharap ada sedikit kemajuan dalam kisah percintaan adiknya itu saat liburan musim panas ini.

Esoknya ..

“Apa ? Kalian kecelakaan ?” seru Yuri kesal. Bibirnya terkatup rapat menahan amarah yang siap meledak. Ia menatap sosok gadis yang merupakan sahabat dari Sehun ini –Sooyoung– dengan tatapan penuh dendam dan amarah.

“Padahal aku sudah yakin bahwa kau dapat menjaga adikku dengan baik,” kata Yuri kesal sambil mengepalkan tangannya. Ia mendapat berita dari Sooyoung bahwa mereka kecelakaan saat menuju ke tempat berlibur itu kemarin.

“Yuri unnie, Sehun sudah..” kata Sooyoung pelan-pelan namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya. Yuri sudah menyelanya dengan teriakan yang kencang, “kau sangat mengecewakanku !”

Sooyoung terdiam, tak sanggup berkata-kata. Ini pertama kalinya gadis itu dibentak oleh Yuri sebelumnya kan Yuri selalu bersikap baik pada dirinya dan ia yakin bahwa mereka sudah merupakan teman baik karena Sehun adalah adik dari Yuri.

“Mianhae jika aku mengecewakanmu,” kata Sooyoung  lirih sambil menahan air matanya. Yuri pun mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Sooyoung namun ditahan oleh sesosok lelaki berambut coklat, Luhan –sahabat Yuri yang disebutkan oleh Sehun saat itu–.

“Cukup, Yuri. Biarkan Sooyoung  menyelesaikan penjelasannya dulu,” kata Luhan tenang sambil menurunkan tangan Yuri, Yuri pun terdiam sejenak lalu mengerang kasar dan berteriak, “jangan tunjukkan wajahmu lagi, Sooyoung. Melihat wajahmu membuatku merasa emosi dan marah, pokoknya aku tak mau melihat wajahmu lagi.”

Yuri berjalan memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan kasar. Sooyoung masih terdiam di posisinya sambil menangis, “aku yakin Yuri hanya emosi sesaat, untuk sekarang pulanglah. Cobalah menjelaskan apa yang terjadi besok,” saran Luhan. Sooyoung mengangguk kemudian berjalan meninggalkan rumah tersebut dengan tenang.

Meski itulah yang diucapkan Luhan namun sepertinya Yuri masih bersikap sama pada Sooyoung seterusnya..

*****

Masa sekarang..

Yuri menghela nafas kasar dan meletakkan kepalanya diatas meja dengan lesu, begitulah keadaannya setelah ia merasa kehilangan Sehun. Ia merasa lemas dan lelah, terlebih saat mengingat adiknya itu.

Ingin sekali Yuri menanyakan apa yang terjadi pada Sooyoung dengan baik-baik namun entah mengapa emosinya langsung naik tiap kali melihat wajah Sooyoung.

PUK

Seseorang menepuk pundak Yuri pelan, Yuri pun menolehkan kepalanya untuk sekedar melihat siapa yang menepuk pundaknya barusan. Rupanya yang menepuk pundaknya barusan adalah Luhan, lelaki berambut coklat yang merupakan sahabatnya dari dulu. Ia selalu berusaha menghibur Yuri yang tampak lemas setiap harinya karena kehilangan Sehun.

“Yuri-ya, berhentilah bersikap seperti ini. Bisakah kau kembali menjadi Yuri yang ceria seperti dulu lagi ?” tanya Luhan pelan. Jujur saja, ia terus merasa khawatir terhadap sahabatnya yang tak kunjung kembali pada sikapnya yang dulu. Ceria dan penuh semangat.

“Aku tak bisa, Luhan-ah. Meski aku mau tapi itu sangat sulit, perasaanku selalu terasa sedih bagaimanapun caraku untuk menghibur perasaanku ini,” kata Yuri lirih sambil menghembuskan nafas kasar.

Luhan tersenyum dan berbisik pada Yuri, “semangatlah. Tersenyumlah seperti dulu.. Senyumanmu itu seolah membuatku merasa lega.” Yuri menatap Luhan dengan tatapan bingungnya. Lega ? Apanya yang lega ? Kira-kira itulah yang tersirat dari tatapan mata Yuri dan Luhan menyadari maksud tatapan Yuri terhadap dirinya.

“Karena melihat senyumanmu itu seolah membuatku merasa bahwa sahabatku masih bisa tersenyum bahagia seperti dulu karena senyuman sahabatku itu senyuman yang menghangatkan bagiku,” kata Luhan sambil tersenyum lembut pada Yuri dan mengusap rambutnya pelan. Yuri pun mengulum sebuah senyuman, setidaknya untuk membuat Luhan lega.

“Nah setidaknya begitulah,” kata Luhan sambil tertawa kecil.

“Yuri unnie.”

“Lagi-lagi suara itu,” gumam Yuri kesal. Iapun menghilangkan senyumannya yang baru saja terpampang diwajahnya dan memandang kearah suara tersebut,

“Untuk apa kau kemari, Sooyoung ? Aku tidak ingin melihat wajahmu,” kata Yuri sinis. Sooyoung menunduk dan berkata, “aku ingin menjelaskan semuanya.”

Oh, jujur saja , Yuri ingin mendengarkan penjelasan tersebut namun melihat wajah Sooyoung saja ia sudah merasa kesal dan emosi.

“Aku tak mau mendengar penjelasanmu,” kata Yuri  tanpa menatap Sooyoung sedikitpun. Luhan menghela nafas, kalau sudah begini keadaannya ia harus menenangkan Sooyoung yang tampak merasa bersalah terhadap Yuri.

“Tenanglah, Sooyoung. Kembalilah ke kelasmu, sebentar lagi kelasmu masuk kan ?” kata Luhan pelan. Setidaknya perkataan lembut dari Luhan berhasil menenangkan Sooyoung.. Sooyoung pun berjalan meninggalkan kelas Yuri dan berjalan menuju kelasnya.

DRRRTTTTT

Tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi cukup keras, iapun melihat siapa yang menelponnya. Dan rupanya yang menelponnya adalah Krystal Jung.

Yoboseyo ? Ada apa ?” tanya Sooyoung malas.

“Apa keadaannya telah membaik ?” kembali Sooyoung bertanya.

Setelah mendengar jawaban gadis yang bernama Krystal Jung di seberang telpon itupun Sooyoung menghela nafas lega, “baguslah.. Kuharap ia akan segera membaik..”

“Sehun .. Kau pasti akan segera sembuh.. Aku yakin ..” gumam Sooyoung lirih setelah menutup telponnya. Air mata Sooyoung mengalir cukup deras mendengar kabar yang cukup menyenangkan dari sepupunya yang bernama Krystal Jung itu.

To be continued

Mian gaje, aslinya sih ceritanya gak begitu panjang tapi kubagi jadi 2 part aja :) wkwk pls komen ya !

36 thoughts on “Because .. In The Summer [Chapter 1]

  1. wuah jadi penasaran bgt sama kelanjutannya thor😮
    yuru unni jgn langsung marah dong ke syoo unni uu sehunnya g meninggal ? aku kira dia meninggal uu ditunggu kelanjutannya ya thor ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s