[Freelance] She or Her? (1/2)

sheorher

Title : She or Her? (1/2) || Author : TiffanyTania

Genre : Romance, Friendship || Length : Twoshoot

Cast by, Tiffany Hwang GGs Byun Baekhyun EXOs Bang Minah Girls Days

Note : This is just a fanfiction, dont think to much. All of the cast is allowed to God and themselves.
Dont do a plagiarism! Siders? Go away^^

            Wanita type ideal Baekhyun itu… cantik sudah pasti..

          Memiliki mata yang indah ketika tersenyum (eye smile).

          Memiliki senyum yang bisa membuat dia tersenyum.

          Memiliki suara yang cukup indah jika bernyanyi.

          Dan.. yang lebih penting adalah dia baik hati….

Ya, setidaknya kelima rentetan tulisan itu adalah type wanita ideal yang Baekhyun inginkan. Namun, kini ada kedua wanita yang sudah memenuhi kriterianya tapi Baekhyun masih saja tak menanggapinya lebih serius.

Bukan tak menanggapi sebenarnya, hanya saja dia kebingungan.

Dua duanya memenuhi kriteria, tapi… dia masih ragu.

Namanya.. Tiffany Hwang dan.. Bang Minah, kedua hoobaenya.

.

.

.

            “Byun  Baekhyun!” teriak seorang pria berkacamata dengan suara berat khasnya itu. Dia sedikit mengguncang tubuh Baekhyun membuat Baekhyun mendelik kesal. “Apa?”

“Ayo kita ke kantin, Suho hyung sudah menunggu!”

Baekhyun memainkan mata nakal, “Chanyeol yang bayar ya?” ucapnya menaik turunkan alis. Chanyeol hanya mengedipkan matanya, “Baiklah untuk sahabatku yang satu ini apa yang tidak”

“Kajja!”

Karena tinggi Chanyeol dan Baekhyun terpaut berbeda jauh, Chanyeol yang merangkulnya sedangkan Baekhyun hanya terdiam dan menelusuri setiap sudut ruangan sekolahnya. Matanya berhenti tepat pada saat menatap seorang wanita berambut hitam pekat sedang mendengarkan musik seperti biasanya.

Minah, wanita yang ditatap Baekhyun sedang menikmati alunan musik sambil sesekali mengikuti lyrics lagu tersebut. Dengan mata terpejam, membuat hati Baekhyun berdegup begitu saja.

Deg..

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

Wanita itu menoleh lantas melempar senyum kearahnya, “A..ah Baekhyun sunbae!” sapanya ramah. Baekhyun tergugup dan membalasnya dengan seulas senyuman. Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.

“Ternyata ketika Baekhyun sedang jatuh cinta Baekhyun tetap terlihat lucu” ujar Chanyeol mencubiti pipi Baekhyun.

“Darimana kau? Lama sekali”

“Ya.. membuat selera makanku hilang!”

“Sudahlah.. sudahlah..”

Setidaknya itulah beberapa kata yang ku dengar ketika aku sampai di kantin. Well, yang tadi berbicara itu Sehun –maknae-, Tao –maknae juga-, dan Suho –hyung yang paling kusayang setelah Chanyeol-.

Kalian belum tahu kami siapa? Baiklah saatnya aku memperkenalkan diri. Namaku Byun Baekhyun, aku seorang siswa SMA Jeon-Jil yang duduk dikelas XI-1 bersama para sahabatku ini. Terlalu banyak jika ku sebutkan satu – satu, nama genk kami EXO.

Seantero sekolah mengetahui kami, karena ya tak dapat dihiraukan bahwa Joonmyeon, a.k.a Suho hyung merupakan pemilik sekolah ini. Jadi banyak yang segan dengan kami, aku pun merupakan seorang putra dari donatur terbesar disekolah ini. Ah, sudahlah yang penting kami adalah lelaki terkeren disekolah.

Suara Kris hyung membuyarkan lamunanku seketika, “Hei.. apa kalian melihat wanita itu? Wanita yang sedang membaca buku itu” langsung saja seluruh tatapan kami tertuju pada wanita itu.

“Tiffany?”

“Kau kenal padanya?”

Baekhyun mengernyitkan dahi, “Tentu saja.. Dia dari kelas musik dan kami cukup dekat. Why?”

Kris membenarkan posisi duduknya, sedangkan yang lain semakin memajukan kursi duduknya. “I think I like her

“HAH?”

“Kau menyukai wanita dengan kasta yang berbeda hyung?” kini giliran Jongin yang berbicara.

“Astaga.. kau gila hyung” nada kecewa terdengar dari suara lembut Jongdae. Kyungsoo dan Yixing hanya diam saja, memang mereka berdua paling calm diantara kami. Chanyeol malah asik memukul – mukul pundakku. Aku masih terdiam.

Kris malah tersenyum melihat reaksi berbeda sahabatnya itu. “Oh ayolah.. aku bercanda. Aku hanya ingin menggodanya”

“Nah ini baru hyungku..” ucap Tao memeluk Kris dari belakang. Memang mereka berdua sangat dekat sama halnya denganku dan Chanyeol juga Sehun dan Luhan hyung.

“Lalu kau mau aku berbuat apa hyung?” ucapku sambil membenarkan letak dasi. Kutatap wajah polos wanita itu, dia sangat amat antik untuk disentuh. Dia sangat baik, dan dia.. tak tahu apa-apa.

Kenapa harus dia?

Kenapa harus Tiffany?

Kenapa harus wanita yang ku sukai?

BRAK!

Aku terperanjat ketika Luhan hyung menggebrak mejaku dan menatapku sarkatis. “Ehem.. apa kau menyukai wanita cupu itu?” dan disambut tatapan intens para sahabatku yang lain. Bahkan, Minseok hyung yang sedari tadi sibuk dengan bakpau nya menoleh dan ikut menatapku tajam.

Lantas saja aku menggaruk tengkukku asal, “Aku?” ucapku menunjuk batang hidung sendiri. “Menyukai wanita seperti dia? Tidak mungkin!” ucapku berbohong. Padahal aku sangat sangat sangat…. menyukaimu Tiffany.

Semua mengangguk mengerti, “Baguslah.. aku minta nomor handphone nya okay?”

“Ah iya bukankah hyung ada kelas musik kan? Sekalian saja!” ucap Sehun menambahi. Aku hanya mampu mengangguk mengerti. “Bagaimana kalau kita ke studio? Aku bosan.. aku ingin bermain gitar” ujar Yixing hyung dan disusul Jongin.

Kami semua berhamburan meninggalkan kantin, saat kami berlalu dari kejauhan kutatap dia. Wanita kutu buku yang berkacamata tebal itu. Saat terakhir, aku tersenyum tenang.

Dia menatapku.

Dia menatapku?

Langsung saja aku menutup buku yang sedang kubaca, ku pegangi pipi ku yang mulai memanas. “Ah.. tatapannya..” ucapku tersenyum sendiri. Kalau saja khayalanku tak dirusak sahabatku aku bisa membayangkan scene apa selanjutnya.

“Minah! Kau mengagetkanku” ucapku terhenyak ketika Minah tiba – tiba saja muncul. Kami saling bertatapan dan…

“AAAAAH.. DIA MENATAPKU MINAH!!!”

“HUAAAAA.. DIA TERSENYUM KEPADAKU TIFFANY”

Kami sama – sama berjingkrak ria ketika kami saling membayangkan sunbae yang sudah merebut hati kami berdua ini.

Baekhyun sunbae.. youre my sunshines.. your smile ah.. i cant– Minah

Baekhyun sunbae.. dengan kau tersenyum saja aku sudah bisa sesenang ini. Terimakasih sunbae kau merubah hariku menjadi lebih indah dari sebelumnya– Tiffany

Langkah Baekhyun semakin gusar ketika mengingat Kris yang berniat mempermainkan Tiffany. Dia tak tega sama sekali, wanita itu terlalu baik untuk lelaki seperti Kris. Meskipun Baekhyun sahabat dekatnya tapi dia tak bisa membiarkan hyung nya itu menyakiti wanita yang dia sukai.

Suka?

Ah, entahlah. Pada detik kedua, pikiran Baekhyun melayang pada Minah. Gadis cantik bersuara indah –namun tak seindah Tiffany- itu. Keramahan dan kesopanannya membuat Baekhyun menyukainya juga.

“Jadi kau menyukai siapa Byun Baekhyun?… Tiffany atau Minah” tanyanya pada diri sendiri sampai dia tiba di ruangan bertuliskan “Ruang Musik” itu.

“Tiffany.. Minah..Tiffany.. Minah?” langkahnya terhenti ketika mendengar suara indah itu. Suara indah kedua wanita yang sama – sama dia sukai itu. Suara Tiffany dan Minah.

And we all stand together this one time

And no one get with left behind

Stand up for love

Stand up and sing…

Stand up… for love

Suara Tiffany terdengar merdu diakhir, dia sedikit memberikan improvisasi sehingga siapapun yang mendengarnya akan merasakan merinding. Baekhyun muncul dibalik tembok penghalang itu, “H..hai” ucapnya gugup sambil menggaruk tengkuknya.

Minah dan Tiffany saling menarik seragam satu sama lain, Tiffany mendorong tubuh Minah agar lebih maju selangkah. Dengan canggung Minah menjawab sambil melambaikan tangannya, “Annyeong.. sunbae”

“Kalian sedang latihan ya? Apa aku mengganggu?”

“A..ah tidak sunbae.. Sama sekali tidak, iya kan Tiff?” tanya Minah sambil melirik kebelakang. Tiffany ikut tersenyum sambil sesekali menarik rok seragamnya kebawah. “A..ah iya, gwenchana sunbaenim”

Dia bisa berbicara nampaknya.

Baekhyun tersenyum menanggapi, dia terduduk dilantai beralaskan ubin itu. Dikuti Minah dan Tiffany yang mengerkor.

“Tiffany?”

Tiffany menolehkan wajahnya ke pinggir agar bisa leluasa menatap Baekhyun. “Ada apa sunbae?”

“Kris hyung meminta nomor teleponmu”

“Eh?”

“Iya tadi dia menitip pesan padaku, kau mau memberikannya padaku, kan?”

“Ah baiklah sunbae”

Kukira Baekhyun sunbae yang menginginkan nomor handphone ku nyatanya…

“Gomawo Tiffany” ucap Baekhyun sambil berdiri lantas saja Minah dan Tiffany ikut berdiri. “Baiklah aku pamit dahulu, ne? Sampaikan pada Choi sonsaengnim bahwa aku ada urusan”

“Urusan?” ucap Minah aneh.

Baekhyun tersenyum ramah, “Aku malas keke!~ Baiklah, sampai jumpa! Ah iya.. Minah hati – hati suaramu serak.. Dan kau Tiffany, pertahankan suaramu aku menyukainya”

“Jadi sunbae tidak suka suaraku?” suara Minah terdengar seperti memelas. Baekhyun lantas berbalik dan mengacak pelan rambutnya, “Suara Minah bagus kok, yasudah aku pamit dulu ya? Bye”

Kedua wanita itu saling bertatapan dan.. “Aku senang!!!” ujar Tiffany memeluk Minah. “Aku juga senang!!!” ucap Minah tak kalah hebohnya.

Fangirl emang gitu sih, ribet.

Ada perasaan senang ketika aku bertemu dengan dua wanita itu, Minah dan Tiffany. Kurogoh saku celana dan menatap layar ponsel rupanya Kris hyung sudah menagih nomor telepon Tiffany. Langsung saja aku kirim sesudah itu hening…..

Aku memukul keras kepalaku, “Bodoh!! Byun Baekhyun bodoh!! Bagaimana bisa kau tak punya nomor Minah?”

Aku berjalan di koridor sekolah, tak lupa memasang headphone. Aku naik keatap gedung sekolah, mencari ketenangan.

Tiffany Hwang.. Bang Minah.. kalian berdua membuatku gila..

.

.

“Tiffany pulang duluan saja okey? Minah masih ingin disini..”

Tiffany merubah raut mukanya menjadi kecewa, “Yah.. Tiffany jalan ke halte sendiri dong?”

“Maaf.. Minah janji besok nemenin Tiffany deh beli novel baru. Minah traktir, okey?”

“Serius? Ah Minah baik deh hehe.. Yaudah Tiffany duluan ya, dadah” ucap Tiffany berpamitan dan mencium pipiku sekilas. Aku menggeleng pelan dan berjalan di koridor, aku meraba isi tas dan menemukan benda terpenting dihidupku warnanya pink baby.

Headphone.

Aku berinisiatif menaiki atap sekolah karena memang itu menjadi salah satu tempat favoritku. Aku menyandar dipipa – pipa itu, mataku terpejam. Angin berhembus sehingga mampu menyibakkan rambutku namun tak membuatku terbangun. Akupun terlelap.

Sepuluh menit kemudian…

“Engh..” aku terbangun ketika seseorang melepas sebelah headphone ku. Ku kucek mataku pelan berusaha berinteraksi dengan cahaya. Hal pertama yang kulihat dari indah wajahnya itu.

Senyumnya.

“A..ah sunbae?”

“Aku membangunkanmu ya? Maaf.. aku tak bermaksud” ucap Baekhyun sunbae meminta maaf. Aku menggelengkan kepalaku cepat, “Gwenchana sunbae, tenang saja” ucapku melepas headphone.

“Eh jangan dilepas!”

“Kok gitu?”

Tiba – tiba Baekhyun sunbae duduk disebelahku dan menarik kepalaku untuk bersandar dibahunya. “Tidurlah.. aku tahu kau lelah”

“Ini serius?”

“Serius.. Ayo sini” ucapnya menarik kepalaku, lagi.

Jika dipaksa yasudah aku menurutinya, kupakai lagi headphone ku. Karena headphone aku merubah posisi tidurku, aku lebih mencondongkan dagu kearah depan, seperti sedang memeluk. Baekhyun sunbae ikut terlelap juga nyatanya.

Hari yang cukup indah.

.

.

Karena hari ini Minah tak menemaniku, dengan sangat terpaksa aku berjalan ke halte sendirian. Ketika di depan aku melihat kedai teh, aku masuk dan membeli segelas. Pada saat akan keluar lenganku dicegah seseorang.

“Kris sunbae?”

“Ini kembalianmu”

Aku membungkuk 90 derajat, “Gomawo sunbae.. jeongmal gomawo”

“Ah santai saja.. Kau dari mana?”

Aku menyedot tehku, “Sekolah.. aku pamit ya sunbae? Banyak hal yang harus kuurus hehe~”

Lenganku ditarik lagi, apalagi sih?

“Aku akan mengantarkanmu”

.

“Terimakasih tumpangannya sunbae!”

Kris sunbae tersenyum ramah terhadapku membuat jantungku berdegup lumayan kencang –namun tak sekencang saat bersama Baekhyun-. “Sama – sama.. Nanti malam aku menelepon ya?”

“Baik sunbae..”

“Apa tidak menganggu?”

Aku mengangguk paksa, “Tidak.. tenang saja sunbae”

“Baiklah..” sejurus kemudian mobil sport berwarna merah pekat itu melaju pergi dari rumahku. Aku menghembuskan nafas senang, dan mulai memasuki rumah.

Mengapa Kris sunbae mendadak baik? Bukankah dia sangat irit jika berbicara, nampaknya kini dia sudah menjadi cerewet^^

Ku tatap malas layar handphone terbesit difikiranku, “Minah! OMO!!! Dia pasti ketiduran lagi di atap sekolah”

Tut…

Tut…

Tut…

“Yeoboseoyo”

“Yeoboseoyo, ini siapa?”

“Baekhyun, ini benar dengan Tiffany?”

“Iya sunbae, ada apa?”

“Apa kau mengetahui alamat rumah Minah?”

“Dia kenapa sunbae?” ucapku terdengar lebih lirih. Aku panik dengan bagaimana keadaan Minah. Walau bagaimanapun aku menyayanginya. Sungguh.

.

.

“Terimakasih sudah mengantarkanku, Tiffany” ucap Baekhyun sunbae ketika kami pulang dari rumah Minah.

“Bagaimana bisa sunbae..?”

“Ah.. jadi gini tadi aku dan Minah mendengarkan musik bersama. Kami terlelap, dan nampaknya Minah susah dibangunkan ya?”

Aku terkekeh pelan, “Haha.. dia memang seperti itu sunbae. Dia susah dibangunkan. Ah, maaf sunbae jadi merepotkan”

“Tenang saja, sama sekali tidak”

“Baiklah..”

“Kris hyung sudah meneleponmu?” tanya Baekhyun sunbae di tengah percakapan itu.

“Belum, tapi tadi Kris sunbae mengantarkanku” ucapku malu – malu. Baekhyun sunbae malah menggodaku, “Cieeee.. kalian cocok tau!”

Aniya.. kau hanya cocok jika denganku Tiffany!

Kepalaku sedikit pusing, entah kenapa yang jelas kini jalanku terhuyung seperti sudah mabuk saja. Beberapa kali aku berhenti mencoba menetralisir rasa sakit dikepalaku. Ah, sakit kepalanya semakin membuncah saja.

Tiba-tiba seluruh ruangan menjadi gelap.

Tapi.. mengapa aku merasa hangat ya?

“Tiffany.. are you okay?”

*TBC*

Apa-apaan sih ini aku? Masih sempet aja bikin Twoshoot padahal FF Chaptered “Hurt” belum beres-_-
Ini tangan gatel aja soalnya pengen nulis, terus lagi suka banget sama Minah Girls Day^^
Dia cantik yaaa? Tapi tetep OTP nomer 1 Tiffany dong hehe😀

Semoga readersdeul suka yaaa^^

Buat yang nunggu “EXOSHIDAE in Running Man” maaf banget aku bener-bener buntu jalan cerita selanjutnya, buat lanjut aku harus tonton lagi kayanya L

=TiffanyTania=

20 thoughts on “[Freelance] She or Her? (1/2)

  1. Saengieeeeeeeee~
    Ih, ini namanya spektakuler, tau! Ayo, deeeeeee, Nobel Award pada kemana, siiiihh~
    Taniaaaaaaaaaaa …. Gimana nasib BaekFany, yaa? Fany pingsan, nih? Kyaaaaaaa~ /seret Baek buat nolongin Fany xD/
    Aaaaaaahhh, kamu bener-bener bikin aku bingung mau pilih yang mana, Saeng. Habis, aku sama-sama suka sma Fany & Minah, sih! Tapi, kayaknya aku bakal milih couple Pinkey Lovey Dovey (?) tersayang, hehe. BaekFany Jjang!
    Eh, soal ff yang pengin kubuatin buat kamu itu udah jadi setengah. Tapi, isi cerita masih dirahasia-in, hehe. Maaf ya, nongolnya ff yang kubuatin buat kamu itu emang lelet selelet-leletnya, hehe. Aku aja udah hampir lupa ttg itu, lho /ditimpuk/
    /nangis & dipeluk Baek xD/
    Next chapter kutunggu, ya, Tania-ya!

  2. kepoo nihh… tapi thor aku bingung pas bagian part masing2 . misalnya tiba – tiba …akunya- itu jadi minah dari tiffany. saran aku sih coba pakai tiffany pov gtu thor biar akunya jga ga bingung. ini cuma saran kok…. tapi yang lainnya udah keren!!

  3. Hua…. Thor ditunggu kelanjutannya!! G’ nyangka ternyata bukan cuma aku doank yang masang2-in Baekhyun sm Minah hehehehehe…. ditunggu next chapternya ne!! Jjang

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s