[Freelance] Be Mine (Chapter 2)

3

Title                 : Be Mine

Author             : NinkNonk

Cast                 : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Length                        : Chaptered

Genre              : AU, married, romance

Rating             : NC-17

Disclaimer      : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya sendiri.

So, DON`T BASH!!!

 

“apakah kau Kim Taeyeon?” tanya Sehun.

            “…………………..”

Chapter 2

Taeyeon langsung memutar arah pandangannya kesamping dan seketika itu langsung melihat seorang namja yang tinggi dan menawan yang berdiri disampingnya. Dengan ekspresi yang masih terkejut, Taeyeon turun dari ayunan tersebut dan mematung. Melihat hal itu, Sehun pun kembali bertanya kembali.

“apakah kau Kim Taeyeon?” tanyanya lagi.

neh? annyeonghaseo…. Kim Taeyeon imnida.” walaupun dengan nada gugup, akhirnya kata-katanya itu pun keluar tanpa bertanya pun dia sudah tahu kalau namja didepannya ini adalah Sehun.

“apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Sehun.

mianhae… aku tidak tahu kalau tempat ini tidak boleh digunakan.” sahut      Taeyeon sambil tertunduk takut.

“hahaha….. aku ini bertanya padamu bukan melarangmu.” tawa Sehun meledak melihat wajah yeoja tersebut yang ketakutan.

mwo…. apanya yang lucu?” omel Taeyeon.

“wajahmu itu……” sambil menunjuk wajah Taeyeon.

Taeyeon yang mendapat perlakuan tersebut merasa malu, seketika itu wajahnya memerah.

“wajahmu kenapa memerah seperti kepiting rebus?” tanyanya lagi.

mwo….. aish… kau ini sungguh tidak sopan yah?” kesal diperlakukan seperti itu

Taeyeon pun pergi meninggalkan Sehun yang belum bisa menghentikan tawanya.

Di kamar Taeyeon masih terus memikirkan kejadian di taman tadi, betapa malunya dia ketika Sehun yang notabene lebih muda darinya bisa membuatnya salah tingkah. Diakui memang, Taeyeon terpana melihat Sehun yang sangat tampan dan imut. Sesaat kemudian, matanya terpejam yang kemudian membawanya ke alam mimpi sampai ketika pintu kamarnya diketuk oleh seseorang yang mau tidak mau, dia harus bangun dari tidur nyenyaknya.

“Taeyeon… cepat turun, makan malam sudah siap. Appa dan Sehun sudah menunggumu dibawah!” ternyata itu adalah nyonya Oh yang menyuruhnya turun.

neh, eomma…. sebentar lagi!” balas Taeyeon kemudian segera mandi.

Beberapa menit kemudian, Taeyeon telah siap menuju ruang makan. Di ruang makan sudah ada tuan & nyonya Oh serta Sehun, hampir saja Taeyeon tidak bisa bergerak ketika dia sadar Sehun memandangnya sedari tadi.

mianhae…. menunggu lama.” ucap Taeyeon.

“silahkan duduk Taeyeon.” perintah tuan Oh.

“oh yah, besok eomma dan appa akan ke luar negeri untuk beberapa hari.  Eomma harap kalian bisa bertambah akrab sebelum pernikahan kalian nanti.” lanjut eommanya.

“Sehun besok kau berangkat ke kampus bareng Taeyeon yah!” pinta eommanya.

neh, eomma….” sahut Sehun sambil mengangguk.

“ kita ini seperti keluarga lengkap yang harmonis yah? Sudah lama eomma dan appa ingin makan malam bersama seperti ini.” lanjut nyonya Oh.

Malam itu, mereka makan malam dengan gembira. Taeyeon hanya bisa terdiam selama acara makan malam tersebut, dia masih canggung berbicara gara-gara kejadian tadi sore. Selesai makan, tuan & nyonya Oh segera meninggalkan ruangan tersebut karena perlu berkemas untuk keberangkatannya besok pagi. Taeyeon tidak langsung ke kamarnya, Sehun menyuruhnya menuju ke ruang baca. Taeyeon sempat ragu untuk menuruti ajakan Sehun, karena masih bingung untuk berbicara secara pribadi. Namun, Taeyeon meyakinkan dirinya menuju ke ruang baca.

“boleh saya masuk?” tanyanya ketika tiba didepan ruang baca.

“masuklah!” perintah Sehun dari dalam.

“apa yang mau kau bicarakan?” tanya Taeyeon gugup.

“duduklah dulu, aku mau bicara tentang pernikahan kita.” balasnya.

Taeyeon hanya bisa terdiam tanpa berkata-kata, menurutnya hal ini terlalu terburu-buru. Dia bingung dengan suasana canggung diantara mereka.

“aku harap pernikahan ini bisa berjalan dengan lancar, sebenarnya aku tidak setuju dengan keputusan kedua orangtuaku. Tapi apa salahnya jika kita menerima perjodohan ini, ah…. maksudku apakah kau tidak keberatan jika kau menikah dengan namja yang tidak kau cintai?” tanya Sehun.

“a…. aku belum memiliki namjachingu. Tapi kenapa kau setuju?” Taeyeon balik bertanya.

“bagiku kedua orangtuaku sangat berharga, setidaknya aku melakukan apa yang mereka inginkan. Bukankah kau juga begitu?” balas Sehun.

neh….” sahut Taeyeon mengiyakan.

“selain itu, aku juga memiliki alasan lain kenapa aku menyetujui perjodohan ini.” batin Sehun.

“oh iya, bisa aku meminta bantuanmu?” tanya Sehun.

“yah.” balas Taeyeon.

“di kampus atau di luar rumah, kita rahasiakan pernikahan ini dan jangan tanya alasannya.” pintanya.

“baiklah.” sahutnya.

Taeyeon yang masih bingung kemudian memaksakan dirinya keluar dari ruangan tersebut. Di kamar dia merenungi ucapan Sehun tadi.

“jika dia mau merahasiakan pernikahan kami kenapa dia setuju untuk menikah? Ah…. ini semakin membuatku tertekan. eomma appa, apa yang harus aku lakukan? Aku sangat merindukan kalian.” mata Taeyeon mengeluarkan sebutir cairan hangat yang membasahi pipinya, kemudian tertidur.

Pagi itu, Taeyeon bangun lebih awal. Dia akan mengantar tuan & nyonya Oh ke bandara sebelum berangkat ke kampus dengan Sehun. Beberapa hari ke depan dia hanya akan tinggal dengan Sehun.  Di perjalanan menuju bandara, nyonya Oh tak henti-hentinya berbicara soal konsep pernikahan mereka nanti.

@bandara Incheon

“Sehun, eomma harap kamu mau menemani Taeyeon dan membantunya jika dia perlu sesuatu. Eomma dan appa berharap banyak padamu.” ucap eommanya.

neh, jangan khawatir. Eomma bisa mengandalkan Sehun, Sehun tidak mau eomma dan appa terlalu khawatir.” balasnya.

Mendengar kata-kata Sehun, Taeyeon semakin terpukau akan kepribadian Sehun. Bagaimana bisa, seorang yang masih muda bisa bersikap melebihi usianya sendiri. Tidak perlu menunguu lama, pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera lepas landas. Tuan & nyonya Oh pun berpamitan ke kedua anaknya.

“Taeyeon, eomma dan appa pergi dulu yah? Jaga diri kalian baik-baik, kami tidak akan lama.” ucap nyonya Oh.

neh, eomma appa. Annyeonghi kaseyo….” balas Taeyeon.

ddo mannayo…” ucap nyonya Oh.

Setelah melepas keberangkatan tuan & nyonya Oh, Taeyeon dan Sehun segera menuju ke kampus mereka. Di mobil, Sehun yang menyetir sedangkan Taeyeon duduk disebelahnya. Untuk menghilangkan suasana canggung diantara mereka, Taeyeon memberanikan diri untuk bertanya duluan.

“eh… jika di luar rumah atau di kampus, kita merahasiakan pernikahan ini. Apa yang kau katakan kepada teman-temanmu tentang hubungan kita?” tanya Taeyeon.

“katakan saja kepada mereka kalau kita ini sepupu, tidak apa-apakan?” balas Sehun yang masih tetap fokus menyetir.

“kemarin, di kampus kau sudah mengenal siapa saja?” tanyanya balik.

“ah… di kelas aku sudah memiliki teman yang bernama Tiffany Hwang dan ternyata di kampus itu Kai juga kuliah yah?” seru Taeyeon.

“ternyata kau sudah akrab dengan Tiffany noona yah, Kai adalah teman sekelasku.” jawabnya.

“apakah kau akan memanggilku dengan sebutan noona juga?” tanya Taeyeon.

“neh…” ucap Sehun.

Taeyeon yang mendengar jawaban tersebut merasa kaget, dalam hatinya dia berharap Sehun bisa menerima pernikahan mereka dengan perasaan tulus. Tapi, sepertinya perjuangannya akan semakin berat karena Sehun belum bisa membuka hati untuk menerima kehadirannya.

“apa mungkin dia memiliki yeojachingu sehingga dia mau merahasiakan pernikahan ini.” batin Taeyeon.

@kampus

Setelah Sehun memarkir mobilnya, kemudian mereka jalan menuju kelas masing-masing. Beberapa orang yang melihat mereka jalan bersama tadi, mulai berbisik-bisik. Banyak orang yang merasa heran melihat Sehun yang tiba-tiba berjalan dengan seorang yeoja karena selama ini mereka menganggap Sehun adalah seorang namja yang berhati dingin dan jarang dekat dengan seorang yeoja, walaupun banyak yeoja di kampus yang sangat menginginkannya menjadi namjachingu.

“Sehun, apa hubungan dengan Taeyeon noona?” tanya Tao ketika Sehun duduk ditempatnya.

wae? Apa ada masalah?” ketusnya menjawab.

aniyo…. tadi kami melihatmu satu mobil dengannya. Apa kalian berpacaran?” tanya Tao kembali.

Kai yang mendengar percakapan antara kedua sahabatnya itu, mulai memfokuskan pendengarannya ketika mendengar nama yeoja tersebut. Kai merasa penasaran dengan jawaban apa yang Sehun katakan.

“hah…. aku dan dia tidak berpacaran, dia itu sepupuku dari Jeonju.” Gerutunya.

jeongmal? Kalau begitu Kai masih memiliki kesempatan dong!” celoteh Tao.

mwo??? Apa maksudnya?” Sehun yang terkejut mendengar pernyataan Tao.

“begini, kemarin secara tidak sengaja Kai bertemu dengan Taeyeon noona di ruangan rektor. Dan sepertinya Kai jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.” lanjut Tao menjelaskan.

“YA!!! Tao, kenapa kau tiba-tiba menyimpulkan hal itu?” bentak Kai yang merasa dipermalukan oleh sahabatnya itu.

wae? Itu benarkan, kemarin kamu cuma melihat Taeyeon noona terus sehingga tidak fokus dengan pertandingan basket kemaren, kan?”

Pernyataan yang keluar dari mulut Tao, membuat Kai hanya bisa mengekspresikan wajahnya yang marah tidak terkecuali dengan Sehun yang mendengar hal tersebut terkejut. Entah mengapa ada perasaan sedikit membuatnya merasa cemburu walaupun dia tidak tahu pasti perasaan apa itu. Di lain kelas, Taeyeon yang sudah mengenal beberapa teman dikarenakan pengakuannya sebagai sepupu dari Sehun ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar baginya. Kemudian ketika bel istirahat berbunyi, Tiffany dan beberapa temannya mengajak Taeyeon ke kantin kampus. Di sana, Taeyeon bertemu dengan Sehun dan juga sahabat-sahabatnya termasuk juga Kai.

“Sehun, Kai, lihat…. Taeyeon noona dan teman-temannya sudah datang tuh!” tunjuk Tao sambil memandang yeoja-yeoja yang berjalan masuk ke arah kantin.

“Taeyeon noona semakin dilihat semakin cantik juga yah?” sahut temannya yang lain.

“aish… kalian ini semakin kurang kerjaan juga.” ucap Sehun.

“memangnya kenapa, Sehun? Kenyataannya memang begitu, kan?” lanjut Kai.

mwo!!! Kenapa kau juga ikut-ikutan Kai? Jadi ucapan Tao tadi ternyata betul, kalau kau menyukai Taeyeon noona.” tanya Sehun yang mulai kesal.

“apa tidak boleh?” balas Kai.

aniyo…. aku cuma tidak mau kalau Taeyeon noona menjadi korbanmu selanjutnya, kau kan sangat terkenal sering mencampakkan yeoja yang kau pacari.” bela Sehun.

“sejak kapan kau peduli dengan yeoja-yeoja yang aku campakkan? Apa karena kau cemburu sehingga kau tidak rela aku mendekati Taeyeon noona?” goda Kai.

“bukan begitu… a… aku cuma tidak mau melihat sepupuku menjadi korban dari seorang namja yang bernama Kai.” lanjutnya membela diri.

“hei…. kenapa kau selalu menganggapku memiliki kepribadian buruk dimata semua orang, aku ini sahabatmu.” balas Kai.

“ya sudah…. kalian sangat berisik, kalian bertengkar gara-gara seorang yeoja.” timpal Tao.

Pertengkaran itu membuat keduanya dalam suasana canggung, para sahabatnya merasa heran. Baru kali ini Sehun dan Kai bertengkar gara-gara seorang yeoja, tidak biasanya Sehun mencampuri urusan pribadi Kai apalagi menyangkut masalah yeoja. Dari jarak yang jauh, Taeyeon dan teman-temannya melihat adegan ketika Sehun dan Kai bertengkar walaupun mereka tidak bisa mendengar apa yag mereka perdebatkan.

Dalam perjalanan pulang, Sehun hanya terdiam sambil menyetir mobilnya. Taeyeon yang merasakan sedikit raut keanehan pada diri Sehun, bermaksud mencairkan suasana.

“Sehun, tadi kami melihatmu bertengkar dengan Kai. Apa terjadi sesuatu dengan kalian?” tanya Taeyeon.

gwaechansseumnida….” jawabnya dingin.

“oh…” Taeyeon merasa ada hal yang Sehun sembunyikan darinya, tapi dia tidak mau bertanya lebih lanjut.

@rumah keluarga Oh

Setibanya dirumah, Sehun langsung meninggalkan Taeyeon segera menuju kamarnya. Taeyeon agak bingung dengan perubahan sikap Sehun yang tiba-tiba, mungkin kejadian di kantin kampus tadi yang membuatnya berubah. Itulah yang selalu dipikirkan Taeyeon.

“oh yah, Sehun kemana? Kenapa belum turun untuk makan malam?” tanya Taeyeon kepada salah satu pelayan.

“sepertinya tuan muda Oh masih tertidur di kamarnya, sebentar saya panggilkan nona.” jawab pelayan tersebut.

“ah… biar saya saja yang membangunkannya.” ucap Taeyeon.

Tidak tahu alasan mengapa tiba-tiba Taeyeon secara spontan mengajukan hal tersebut, yamg pasti dia akan mulai mendekatkan diri dengan Sehun. Di kamar Sehun yang hanya berbeda beberapa jauh dari kamarnya, Taeyeon memberanikan diri mengetuk pintu kamar Sehun.

“Sehun, apa kau sudah bangun? Saatnya makan malam.” ucap Taeyeon, namun tidak ada tanda-tanda atau reaksi dari dalam kamar.

Sekali lagi Taeyeon mulai memanggilnya dengan suara yang agak sedikit keras.

“YA!!! Sehun, apa yang sedang kamu lakukan di da…..?” teriakan Taeyeon terhenti ketika pintu tiba-tiba terbuka.

“hei…. bisakah kau memelankan sedikit suaramu!” bentak Sehun.

mwo? Dari tadi aku memanggilmu tapi tidak kau balas-balas juga.” bela Taeyeon.

“aku sudah dengar, kajja!” sambil menarik tangan Taeyeon menuju ruang makan.

Di ruang makan, keduanya saling diam. Tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Ketika acara makan malam itupun selesai, Sehun langsung bergegas menuju kamarnya namun tertahan ketika Taeyeon menarik tangannya.

wae?” tanya Sehun.

“aku… ada yang ingin aku bicarakan padamu.” ucap Taeyeon.

“katakan?” ucap Sehun ketika mereka sudah berada di ruang tengah.

“apa kau benar-benar mau melanjutkan pernikahan ini?” tanya Taeyeon.

wae? Apa kau mau membatalkannya karena kau tertarik dengan Kai yang juga menyukaimu?” balas Sehun dengan sedikit emosi.

mwo??? Apa maksudmu? Aku hanya merasa ragu dengan kelakuanmu yang selalu berubah, aku bingung dengan sikapmu.” sahut Taeyeon.

“kamu tidak usah membela diri, katakan saja kalau kamu tidak mau menerima pernikahan ini.” cecar Sehun.

Taeyeon tidak sanggup menahan airmatanya karena pernyataan yang Sehun tuduhkan terhadapnya. Dia merasa sangat sakit hati, seharusnya dia yang marah dengan kelakuan Sehun tapi mengapa justru sebaliknya.

“aku tidak tahu menahu tentang Kai, memang aku mengaguminya sebatas fans terhadap idolanya. Tapi aku tidak pernah menjadikan hal tersebut sebagai alasan yang dapat menggagalkan pernikahan ini.” tangis Taeyeon tidak dapat terbendung lagi.

“oh iya, aku akan memberitahukanmu mengapa aku dan Kai tadi bertengkar. Itu semua karena kamu.” balas Sehun.

“aku……?” tanya Taeyeon yang bingung dengan ucapan Sehun.

“sudahlah, aku mau istirahat.” ucap Sehun sambil berlalu meninggalkan Taeyeon yang masih bingung.

Malam ini, keduanya sama-sama tidak bisa tidur. Kejadian tadi semakin menambah kecanggungan diantara mereka. Hingga pagi tiba, keduanya tidak dapat tidur dengan nyenyak. Sarapan dimulai tanpa ada yang saling bicara, hingga diperjalanan menuju kampus pun tidak ada yang mau mencairkan suasana diantara mereka. Taeyeon yang duduk disamping Sehun, tidak pernah memalingkan wajahnya dari pemandangan diluar jendela.

“sepertinya dia sangat marah soal kejadian semalam, apa mungkin aku terlalu kejam terhadapnya?” batin Sehun.

“ehemm….. mianhae…..” akhirnya Sehun angkat bicara.

“untuk apa?” tanya Taeyeon tanpa menatap Sehun.

“soal kejadian tadi malam, aku harap pernikahan ini tetap terlaksana. Aku tidak akan membatasimu berteman dengan siapapun atau berpacaran dengan Kai sekalipun.” jawab Sehun.

Pernyataan itu sontak membuat Taeyeon menoleh ke arah Sehun, dia tidak habis pikir dengan sikap Sehun. Tadi malam, jelas-jelas dia menuduhnya ingin membatalkan pernikahan tapi sekarang dia tidak mau jika pernikahan ini batal.

“apa maksudmu sebenarnya? Kenapa kau sering berubah pikiran?” tanya Taeyeon.

“sudahlah…. jangan tanya lagi, yang jelas aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu dan aku juga berharap sebaliknya.” tegas Sehun.

@kampus

Di kelas, Sehun berinisiatif meminta maaf ke Kai tentang kejadian kemaren.

“Kai, mianhae soal kejadian kemaren.” ucap Sehun.

“aku tidak akan melarangmu mendekati Taeyeon noona.” lanjutnya lagi.

jeongmal? Tapi kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran?” tanya Kai.

“aku merasa persahabatan kita akan sia-sia hanya karena hal yang tidak penting seperti kejadian kemaren.” balasnya.

gomawo Sehun, aku berjanji tidak akan mempermainkan Taeyeon noona.” ucap Kai.

Ketika istirahat tiba, suasana diantara mereka kembali seperti semula.

“lihat Taeyeon noona dan teman-temannya datang tuh!” sahut Tao yang membuat semua namja  yang berada disitu mengarahkan pandangan mereka.

“kita ajak mereka gabung dengan kita yuk!” seru yang lainnya.

“baiklah, aku yang akan mengajak mereka.” ucap Kai sambil beranjak menujku tempat Taeyeon.

“sepertinya Kai mulai beraksi lagi.” celoteh salah sau temannya.

Dari jauh sahabat-sahabatnya hanya bisa melihat aksi Kai.

“maaf noona-noona yang cantik, saya ingin mengajak kalian bergabung dengan kami. Apa kalian mau?” tanya Kai.

Tanpa perlu menunggu lama, yeoja-yeoja yang bersama Taeyeon langsung menyetujui permintaan Kai. Bagi mereka ini merupakan kesempatan yang sangat langka bisa makan bersama namja-namja ganteng di kampu tersebut. Taeyeon hanya bisa terdiam melihat kelakuan teman-temannya terutama melihat Kai, yang menjadi pokok masalah pertengkarannya dengan Sehun tadi malam.

noona, gwechana?” tanya Kai yang membuat Taeyeon berhenti dari lamunannya.

neh….” sahutnya.

“kekeke…. noona sangat lucu dengan ekspresi seperti itu. Apa noona tidak mau bergabung dengan kami?” tanyanya balik.

mwo? Tadi barusan dia menyebutku lucu?” batin Taeyeon.

omo! Aku tidak menyangka akan dipuji oleh idolaku sendiri.” ungkap Taeyeon.

jinjjayo? Jadi noona adalah fansku?” tanyanya lagi.

neh….” balas Taeyeon.

gomawo, noona.” ucap Kai.

“untuk apa?” tanya Taeyeon.

“karena aku masih memiliki fans secantik noona.” goda Kai yang membuat wajah Taeyeon memerah.

“sudahlah, semakin dipuji aku akan semakin malu.” sahut Taeyeon.

noona benar-benar lucu, tidak salah jika aku menyukai noona!” ungkap Kai, entah mengapa Taeyeon melihat ketulusan dari mata Kai saat mengucapkan kata-kata tersebut.

mwo…….”

TBC

 

Akhirnya chap kedua ini jadi juga, menderita batin juga aq kalo ff ini belum aq selesaiin. Untuk para readers yang selama ini nunggu chap kedua, ini aq persembahkan untuk kalian. Mianhae, kalo alurnya tidak sesuai dgn keinginan kalian

42 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 2)

  1. Wahhh si sehun cemburu nih😂😂😂.
    Kai jg orgx terang-terangn amt sih. G muluk” lgsg aj blg suka. Dasarrrr

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s