Appa, Bogoshipta Scene 6

 Appa Bogoshipta2

Appa, Bogoshipta Scene 6

Present by

Storyline/Artworker

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Sub cast

Oh Sehun Exo-K  || Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha😄, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

~o0o~

Syuting pun sudah selesai, semua Kru sudah kembali ke Seoul tapi tidak dengan Luhan. Dia masih ingin mengetahui tentang Yuri terutama  anaknya yang belum sempat dia tanyakan. Tapi satu hal yang mnejadi penghambatnya, yaitu dimana Yuri tinggal sekarang? Mengapa tidak ada satu petunjuk pun tentang keberadaan Yuri? Luhan berkeliling ke semua tempat namun dia tidak menemukan apapun.

“ Bagaimana aku menemukan mereka? “, tanya Luhan frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri.

Tiba – tiba saja dia teringat Taeyeon yang sudah 2 hari tidak dilihatnya. Luhan pun bergegas ke rumah Taeyeon yang sempat dia kunjungi saat mengantar Taeyeon pulang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Luhan pun sampai di rumah Taeyeon namun rumah itu terlihat kosong. Luhan turun dari mobilnya lalu berjalan mencoba masuk berharap ada seseorang didalam sana. Saat Luhan akan masuk tiba – tiba seorang ajumha menghampirinya.

“ Apa kau mencari seseorang? “, tanya Ajumha itu membuat Luhan menoleh.

“ Neh? Apa anda tahu dimana mereka? “, tanya Luhan menghampiri Ajumha itu.

“ Sepertinya kau harus kembali lagi nanti, karena pemiliknya sedang tidak ada. Kasihan Yuri, puterinya hilang dan dia jatuh sakit sampai harus ke Seoul untuk berobat “, gumam Ajumha itu membuat Luhan langsung menatapnya kaget.

“ Mwo?!Yuri?! “,

“ Neh, Yuri pemilik rumah itu. Dia memiliki seorang puteri namun sekarang puterinya hilang, padahal dia sudah berusaha menjadi Omma yang terbaik walau hidup tanpa suaminya “, jawab Ajumha itu membuat Luhan semakin penasaran.

“ Apa nama marga Yuri adalah …. “

“ Xi Yuri, dia bilang dia memakai marga suaminya “, mata Luhan membulat kaget mendengar ucapan Ajumha itu.

Dengan cepat Luhan mencoba masuk ke dalam rumah kecil itu lalu berkeliling seperti mencari sesuatu. Dia melihat seluruh ruangan sampai dia melihat sebuah bingkai foto yang dulu sempat ingin dia lihat sebelum Sunny menghubunginya. Luhan mengambil bingkai itu lalu melihatnya, Luhan tidak percaya melihat siapa dibingkai foto itu. Tubuhnya seakan melemas dan membuatnya jatuh terduduk.

“ Selama ini aku dekat dengan mereka, tapi mengapa aku tidak menyadarinya? “, sesal Luhan karena di tahu bahwa Taeyeon adalah puterinya.

Yeoja kecil yang selama ini membuatnya merasa nyaman dan senang ternyata puteri kandungnya. Luhan menyesali mengapa dia tidak menyadarinya dari dulu? Mengapa dia tidak yakin dengan perasaannya dan ikatan batinnya pada Taeyeon. Luhan mengeluarkan airmatanya sambil memeluk bingkai itu.

“ Yuri! Taeyeon! “, lirihnya yang masih terduduk di lantai rumah Yuri.

~o0o~

“ Sehun-a, Kau tidak seharusnya membawaku ke Seoul. Aku ingin mnecari Taeyeon sekarang “, ucap Yuri saat mereka menaiki sebuah kapal Ferri menuju Seoul.

“ Noona, jika kau belum sehat bagaimana mungkin kau akan menemukan Taeyeon? “, tanya Sehun membuat Yuri kembali sedih.

“ Aku takut terjadi apa – apa dengannya? Dia masih kecil dan sekarang dia tidak tahu ada dimana? “, isak Yuri yang khawatir dengan keadaan Taeyeon.

Sehun tidak tega melihatnya, dia pun menarik Yuri kedalam pelukannya dan mengeratkannya. Dia tahu Taeyeon adalah sumber kebahagian bagi Yuri, karena kesalahannya dia harus melihat Yuri sedih seperti ini.

“ Noona, aku janji setelah kau dinyatakan sembuh kita akan mencarinya sampai ketemu. Kau tidak usah khawatir. Aku janji aku pasti akan membantumu “, ucap Sehun membuat Yuri hanya mengangguk. Tak berapa lama Yuri pun tertidur dipelukan Sehun dan Sehun bisa merasakan panasnya suhu tubuh Yuri seperti kemarin. Dia membaringkan Yuri dan mengambil kain kompres untuk Yuri.

“ Noona, aku pasti selalu ada disisimu “, lirihnya sambil mengganti kain kompres Yuri.

“ Seandainya saja aku tidak membawa Taeyeon ke tempat syuting mungkin dia tidak akan pernah hilang dan kau pasti tidak akan sakit Noona “, sesal Sehun.

~o0o~

Lay menunggu Dokter memeriksa tubuh Taeyeon. Dia berdiri diluar sampai beberapa menit berlalu dan Dokter pun akhirnya keluar.

“ Bagaimana keadaan anak itu Dok? “, tanya Lay.

“ Hmmm dia hanya demam mungkin karena kedinginan. Mungkin besok dia bisa sadarkan diri “, jawab Dokter membuat Lay bernafas lega.

“ Syukurlah dia tidak apa – apa. Apa aku boleh menjenguknya Dokter? “, tanya Lay.

“ Neh, tentu saja “, jawab Dokter itu sambil tersenyum dan meninggalkan Lay yang masuk ke kamar Taeyeon.

Lay menatap wajah pulas Taeyeon sambil tersenyum namun dia tetap tidak habis pikir mengapa anak kecil sepertinya bisa berada di truk peralatan syuting.

“ Orang tuamu pasti khawatir anak manis “, gumamnya.

Tiba – tiba ponselnya berbunyi, membuat Lay berjalan menjauhi Taeyeon karena takut mengganggunya.

“ Neh Sutradara-nim? “, sapa Lay saat mengangkat ponselnya yang ternyata dari Sutradara.

“ Apa kau sudah menemukan kameranya? Cepatlah kesini! Semua editor menunggumu “, suara Sutradara Micky membuat Lay langsung bergegas.

“ Neh, saya akan kesana sekarang juga. Baik sutradara-nim. Neh, Algeuseumida “, ucap Lay lalu sambungan pun terputus.

Lay menatap Taeyeon lagi dan merasa berat untuk meninggalkannya tapi dia harus segera pergi sekarang karena kalau tidak karirnya pasti terancam seperti biasanya.

“ Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu adik manis, tapi aku harus pergi. aku janji besok aku akan kembali untuk melihat keadaanmu lagi “, ucap Lay sambil mengusap Taeyeon lalu meninggalkan rumah sakit untuk pekerjaannya.

~o0o~

Luhan kembali menuju Hotel dengan wajah yang berantakan, matanya terlihat masih merah. Sunny yang melihatnya menatapnya heran, bahkan Luhan terlihat mabuk sekarang. Dia berjalan sempoyongan yang terus berjalan menuju kamarnya.

“ Oppa! apa kau mabuk? “, tanya Sunny.

“ Sunny-a, tidakkah ini lucu? “, ucap Luhan sambil tertawa getir, dia hampir jatuh namun Sunny langsung membantunya.

“ Apa yang kau bicarakan Oppa? mengapa kau mabuk seperti ini? “, tanya Sunny membantu Luhan duduk di sofa.

“ Selama ini aku bersama anakku, tapi aku tidak menyadarinya “,

“ Anakmu? Apa maksudmu Oppa? “, tanya Sunny semakin bingung.

“ Taeyeon, yeoja 5 tahun yang aku ceritakan padamu. Dia ternyata puteriku dan Yuri “,

“ Mwo?!!! “,

“ Aku terlalu bodoh tidak menyadarinya, padahal dia dekat sekali denganku “, Luhan semakin memprihatinkan.

“ Lalu apa kau menemukan mereka? “, tanya Sunny.

“ Anio, aku kehilangan mereka disaat aku mengetahui kebenarannya bahwa aku sudah bertemu puteriku. Tetangganya bilang Taeyeon hilang dan Yuri pergi ke Seoul karena sakit. Mengapa hidupku seperti ini Sunny-a? Apa salahku sehingga Tuhan begitu kejam padaku? Aku hanya ingin hidup bahagia bersama keluargaku “, tutur Luhan membuat Sunny ikut bersedih mendengarnya.

“ Oppa, jangan bicara seperti itu. Tuhan masih menyayangimu, buktinya sekarang kau tahu tentang keluargamu “, Sunny mencoba memberi pengertian pada Luhan.

“ Sayang?! Jika memang dia menyayangiku, mengapa dia tidak menyatukanku dengan Yuri? Mengapa dia tidak membiarkanku bersama puteriku?! “, jawab Luhan sambil menahan amarahnya.

“ Oppa, istirahatlah. Besok kita harus kembali ke Seoul. Albummu akan relese minggu depan dan tadi Appa menghubungiku kalau dia akan pulang besok “, ujar Sunny namun Luhan terlihat tidak mendengarnya.

Sunny mengambilkan sebuah selimut untuk Luhan lalu mneyelimuti Luhan yang tertidur karena kelelahan.

~o0o~

Sehun dan Yuri sudah sampai di Seoul, mereka pun mulai berjalan turun dari kapal Ferri.

“ Noona, kau bisa berjalan? “, tanya Sehun.

“ Neh, kau tenang saja Sehun-a. Aku masih memiliki tenaga untuk berjalan “, jawab Yuri mencoba tersenyum.

Yuri melihat sekeliling kota Seoul, kota yang dia tinggalkan selama 5 tahun ini. Semuanya terlihat berubah seiring berjalannya waktu. Yuri bahkan masih ingat pertama kali dia bertemu Luhan saat itu Luhan akan memulai debutnya sebagai penyanyi.

Flashback

Luhan sangat gugup dengan konser debutnya, tangannya gemetaran sebelum acara dimulai. Walaupun dia sudah ditraining selama 4 tahun tapi rasa gugupnya masih saja menyerangnya. Luhan mencoba mencari angin segar sebelum dia tampil dipanggung perdananya. Luhan berjalan ke atap gedung untuk menghirup udara segar. Dia merentangkan tangannya di ujung gedung sambil melihat pemandangan kota Seoul.

“ Aku akan memulai mimpiku! “, gumamnya sambil menutup matanya.

Tiba – tiba saja datang seorang yeoja yang langsung memeluknya lalu menariknya kebelakang membuat Luhan kaget dengan tingkah yeoja itu.

“ Jangan bertindak bodoh! Semua masalah pasti bisa diselesaikan! “, ucap yeoja itu dengan nada tinggi seakan memberitahu Luhan., Luhan berbalik dan menatap yeoja itu bingung.

“ Bunuh diri tidak akan menyelesaikan apapun! “, tambah yeoja itu membuat kening Luhan mengerut.

“ Bunuh diri?! “,

“ Neh, kau itu masih muda. Jalanmu masih panjang! “, jawab yeoja itu.

Luhan berpikir sejenak lalu dia mengerti apa yang dimaksud yeoja itu, dia  pun mulai tertawa membuat yeoja itu heran.

“ Wae? Kenapa kau tertawa? Apa kau sudah gila? “, tanya yeoja itu heran.

“ Kau pikir aku akan bunuh diri? “, tanya Luhan sambil tertawa lagi dan yeoja itu mengangguk polos.

“ Kau salah, aku hanya menghirup udara segar untuk menghilangkan kegugupanku “, jelas Luhan.

“ Mwo?!!! Menghirup udara segar?! “, kaget yeoja itu.

Wajah yeoja itu mulai memerah karena malu, Luhan semakin melihat yeoja itu terlihat cute. Luhan pun menceritakan mengapa dia ada diatap itu untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“ Jadi kau merasa gugup dengan debut pertamamu? “, tanya yeoja itu membuat Luhan mengangguk.

“ Kalau begitu, ikuti caraku tutup matamu dan rasakan sekitarmu yang menyatu dengan tubuhmu. Tari nafas pelan – pelan lalu keluarkan. Buka matamu, aku yakin semua rasa gugupmu bisa hilang karena aku juga pernah mencobanya saat aku merasa gugup “, tutur yeoja itu membuat Luhan mengangguk.

“ Cobalah! “, suruh yeoja itu dan Luhan pun mengikutinya..

Luhan merasakan kegugupannya seakan hilang begitu saja dengan hembusan nafasnya, yeoja itu benar dengan merasakan sekitar kita membuat kita menyatu dengan mereka. Luhan tersenyum karena rasa gugupnya telah berkurang.

“ Gomawo “, ucap Luhan membuat yeoja itu tersenyum.

“ Cheonma. Omo! Aku lupa! Aku sedang mencari temanku. Good luck ya! “, pamit yeoja itu meninggalkan Luhan.

“ Jakkaman! Siapa namamu?! “, tanya Luhan membuat yeoja itu menoleh.

“ Panggil aku Yuri! “, balas yeoja itu sambil melambaikan tangannya meninggalkan Luhan yang masih tersenyum.

“ Yuri? “, lirih Luhan lalu kembali ke gedung dimana hidupnya akan memulai sesuatu yang baru.

Flashback End

Yuri tersenyum mengingat hari itu, hari yang memalukan namun menyenangkan untuknya. Sehun merasa heran karena Yuri tidak bergerak mengikutinya.

“ Noona, Gwenchana? “, tanya Sehun.

“ Ah! Neh Gwenchana “, jawab Yuri.

Mereka pun  pergi ke rumah sakit yang di rekomendasi oleh Dokter di Jeju. Sehun menunggu diluar selama Yuri melakukan pemeriksaan.

~o0o~

Seorang suster sedang memeriksa Taeyeon yang sudah sadar, terlihat kondisi Taeyeon membaik karena sekarang dia sudah bisa tersenyum.

“ Ajumha, apa aku sudah sembuh? “, tanya Taeyeon sambil memiringkan kepalanya.

“ Iya, kau sudah sembuh tapi makan dulu buburnya dulu agar kau bisa lebih sehat lagi “, jawab Suster itu sambil tersenyum.

“ Neh! “, jawab Taeyeon patuh membuat Suster itu kagum.

“ Anak baik! “, puji Suster itu.

Tak berapa lama Lay masuk ke kamar Taeyeon dan mendapati Taeyeon yang sedang  makan bersama suster.

“ Oh Kau sudah bangun anak manis “ ucap Lay mendekati Taeyeon.

“ Ajushii, siapa? “, tanya Taeyeon.

“ Aku? Aku yang membawamu kemari kau tidak ingat? “, tanya Lay dan Taeyeon menggelengkan kepalanya, suster itu menatap Lay dengan tatapan menyelidik.

“ Ah kau kan pingsan jadi tidak mungkin kau mengenaliku “, Lay menepuk keningnya mengingat hal itu.

“ Apa kau benar – benar mengenali anak ini? “, tanya Suster itu membuat Lay gugup.

“ Tentu saja, aku yang membawanya kesini. Anak manis, namaku Lay kau bisa memanggil aku Lay Oppa atau Lay Samchon “, ucap Lay.

“ Jika kau macam – macam dengan anak ini. Aku akan melaporkan kau ke polisi “, ancam Suster itu yang tidak percaya dengan Lay.

“ Tentu saja aku tidak akan, lagian dia sangat manis mana berani aku melakukan macam – macam padanya “, jawab Lay dan Suster itu pun pergi meninggalkan kamar Taeyeon.

“ Namamu siapa Anak manis? “, tanya Lay ramah.

“ Taeyeon! “,

“ Oia kau tinggal dimana? Aku harus mengantarkanmu pulang karena orang tuamu pasti khawatir sekali “, tanya Lay.

“ Aku tinggal di dekat laut “, jawab Taeyeon.

“ Laut? Laut mana? “,

“ Pokoknya laut yang sangat luas sekali “, jawab Taeyeon sambil membuat lingkarang dengan tangannya membuat Lay bingung.

Jangan bilang anak ini tidak tahu daerah tempat tinggalnya ? “, batin Lay.

“ Maksudku kau tahu alamat rumahmu? “, tanya Lay lagi dan Taeyeon menggeleng.

“ Lalu apa kau tahu nomor telepon orang tuamu? “,

“ Omma tidak punya telepon “, jawab Taeyeon membuat Lay lemas.

“ Jadi kau tidak tahu dimana tempat tinggalmu atau nomor telepon yang bisa dihubungi? “, tanya Lay lagi – lagi Taeyeon menggeleng.

“ Sepertinya untuk sementara kau harus tinggal dengan samchon dulu ya, nanti Samchon akan membantumu untuk pulang “, Taeyeon hanya mengangguk lalu memakan lagi buburnya.

“ Orang tuanya pasti sangat beruntung memiliki puteri seperti dia. Dia anak yang baik dan pintar “, senyum Lay sambil menatap Taeyeon yang masih fokus dengan makannya.

~o0o~

“ Oppa! “, panggil Ahreum saat melihat Luhan dan Sunny yang berajalan di bandara untuk kembali ke Seoul.

“ Aish! Yeoja menyebalkan ini lagi! “, kesal Sunny.

“ Oppa, kenapa kau tidak menungguku. Bukankah kita akan pulang bersama “, manja Ahreum membuat Sunny semakin dibuat kesal.

“ Kau datang kesini sendiri, kau bisa pulang sendiri juga kan? “, tanya Luhan dingin lalu memasang headsetnya membuat Ahreum kesal sedangkan Sunny hanya terkekeh melihat Ahreum kesal,

“ Wae? Mengapa kau tertawa? “, tanya Ahreum pada Sunny.

“ Memangnya aku tidak boleh? “, ucap Sunny sambil meninggalkan Ahreum yang semakin kesal pada kakak beradik itu.

Luhan menyandarkan kepalanya di kursi pesawat sambil memejamkan matanya, dia teringat saat momentnya bertemu dengan Yuri lagi setelah diatap itu.

Flashback

Luhan berjalan – jalan disela – sela kesibukannya, setelah sukses dengan album pertamanya yang langsung melejit Luhan bahkan tidak memiliki waktu untuk menikmati kehidupan pribadinya. Semua yang dia lakukan hanya Konser, Syuting iklan, Vareity Show atau acara televisi lainnya yang mulai membuatnya jenuh. Dia ingin memiliki waktunya sendiri dan inilah kesempatannya karena dia hanya memiliki jadwal malam saja sehingga siangnya dia masih bisa berjalan – jalan sendiri.

Saat masuk kesebuah cafe Luhan tidak sengaja menabrak seseorang yang membuat topinya jatuh dan semua orang mengenalinya. Luhan yang panik langsung lari karena para fansnya mulai mengejarnya, dia mencoba secepat mungkin untuk menghindari para fans yang terlihat kelaparan sampai dia melihat toilet lalu masuk kedalam tanpa mengetahui kalau yang dia masuki toilet untuk yeoja. Luhan kaget mendapati seorang yeoja didalam yang juga ikut kaget.

“ Hey! Ini kan toilet… “, belum sempat yeoja itu bicara Luhan membungkamnya lalu menariknya masuk ke kamar kecil.

Yeoja itu berontak namun Luhan tidak melepaskannya, dia membekap mulut yeoja itu kuat lalu mengunci tangannya dengan memeluknya.

“ Kemana dia pergi? “,

“ Aku yakin tadi dia kesini! “,

“ Tapi ini kan toilet yeoja, dia tidak mungkin disini “,

Suara para fans itu membuat Luhan berdegup kencang, yeoja yang dia peluk bisa mendengarnya karena tubuhnya yang dipeluk erat. Yeoja itu tidak bergerak karena mengerti posisi Luhan yang sedang dikejar. Setelah memastikan tidak ada lagi fans, Luhan mulai mengendurkan pelukannya pada yeoja itu membuat yeoja itu bisa melepaskan diri.

“ Mianhae, aku harus melakukannya karena kau…. “, ucap Luhan yang terhenti melihat yeoja dihadapannya.

“ Gwenchana, aku tahu kau menghindar dari mereka kan? “, jawab yeoja itu pengertian.

“ Yuri?! “, ternyata Luhan masih mengenali Yuri, yeoja yang dia temui saat konser perdananya membuat Yuri menatapnya heran.

“ Kau tidak mengenalku? “, tanya Luhan membuat Yuri menatapnya seksama.

“ Ah tentu saja aku mengenalmu kau Luhan kan penyanyi yang langsung melejit setelah konser perdanya. Siapa yang tidak mengenalmu? “, jawab Yuri yang awalnya membuat Luhan tersenyum lalu menghilangkan senyumannya.

“ Kau tidak ingat pernah bertemu denganku? “, tanya Luhan lagi.

“ Anio, aku hanya sering melihatmu di tv “, jawab Yuri.

Luhan pun mengajak Yuri pergi kesebuah cafe dan menceritakan tentang pertemuan mereka di gedung. Yuri pun tertawa karena dia sempat lupa dengan kejadian itu dan dia tidak menyangka kalau namja yang dia kira mau bunuh diri itu Luhan.  Setelah pertemuan kedua itu Luhan dan Yuri semakin sering berhubungan sampai suatu saat Luhan menyatakan perasaannya pada Yuri.

Flashback End.

“ Aku merindukanmu Yuri “, gumam Luhan dalam tidurnya.

Setelah mereka sampai, Sunny mengajak Luhan pulang ke rumah mereka karena selama ini Luhan tinggal di Apartement. Saat mereka masuk, rupanya Appa mereka sudah menunggu di ruang tengah.

“ Appa! “, panggil Sunny sambil berlari dan memeluk Appanya.

“ Bogoshipheo “, tambah Sunny membuat Appanya tersenyum.

“ Nadoo “, jawab Appanya sedangkan Luhan hanya menatapnya sekali lalu berjalan menuju kamarnya.

“ Luhan, apa kau tidak merindukanku? “, tanya Appanya.

“ Aku lelah dan ingin istirahat “, jawab Luhan datar.

“ Aku ingin berbicara denganmu sebentar, kita masuk keruangan kerjaku “, pinta Appa Luhan dan Luhan pun menurut.

“ Apa benar kau syuting bersama Yuri? “, tanya Appa Luhan membuat Luhan menatapnya heran.

“ Darimana kau tahu? “,

“ Aku tahu saja, bagaimana bisa kau membiarkannya syuting bersamamu? Mengapa kau tidak menolaknya? “, tanya Appa Luhan semakin membuat Luhan heran.

“ Kenapa aku harus menolaknya? Justru aku senang bisa bertemu lagi dengannya. Apa Ahreum yang memberitahumu? “, tanya Luhan membuat Appanya terlihat geram dan kesal.

“ Kau tahu kan orang tua Ahreum dan aku ingin kalian bersama, jadi kau jangan pikirkan lagi Yuri. Ingatlah dia sudah meninggalkanmu selama 5  tahun ini “, papar Appa Luhan.

“ Memangnya siapa yang ingin bersamanya? Lagian mengapa kau membahas Yuri? “, tanya Luhan.

“ Apa ada yang kau sembunyikan dariku tentang Yuri? “, tanya Luhan dengan nada menyelidik.

“ Menyembunyikan apa? Sudah jelas yeoja itu yang meninggalkanmu tanpa memberitahumu kan? “, elak Appa Luhan membuat Luhan semakin merasa aneh.

“ Apa kau mengetahui penyebab Yuri meninggalkanku? “, tanya Luhan yang masih tidak percaya pada Appanya.

“ Huh?! Bagaimana mungkin aku tahu? “, sangkal Appa Luhan sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, Luhan masih mencoba mencari jawaban namun dia harus terhenti karena ponsel Appanya berbunyi.

~o0o~

Sehun melihat Dokter menyuruh Suster untuk membawa troli yang sepertinya terlihat gawat, Sehun langsung menghampiri Dokter itu.

“ Ada apa dengannya Dokter? “, tanya Sehun cemas.

“ Dia harus menerima perawatan  secepatnya, karena kalau tidak dia akan semakin parah “, jawab Dokter.

“ Memang apa penyakit yang dideritanya? “

“ Radang selaput otak, jika kita tidak segera menanganinya kemungkinan dia tidak akan selamat “, jelas Dokter.

“ Mwo?!!! Apa separah itu Dokter? “, Dokter pun mengangguk, Sehun dibuat kelabakkan ternyata penyakit Yuri termasuk penyakit yang serius.

“ Mungkin, kita akan melihat kondisinya selama 1 minggu dan nanti kita akan memutuskan apa dia butuh operasi atau tidak “, tambah Dokter membuat Sehun mengangguk.

Yuri pun segera di bawa ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan, Sehun hanya bisa melihatnya penuh iba. Belum juga Taeyeon ditemukan, Yuri harus menerima sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap enteng. Sehun menunggui Yuri di samping tempat tidur Yuri. Dia melihat wajah Yuri yang pucat memancarkan kecemasan dan kesedihan. Hidupnya penuh penderitaan dan harus membesarkan puterinya tanpa seorang suami. Sehun teringat dengan Luhan, dia merasa bimbang antara memberitahunya atau tidak tapi jikalau pun dia ingin memberi kabar tentang Yuri, dia harus mencari Luhan kemana?

“ Noona, aku akan melakukan apapun untukmu. Kau tidak usah khawatir “, lirihnya sambil memegang tangan Yuri.

“ Tuan, maaf anda harus mengurus administrasi pasien ini sekarang  “, ucap Seorang suster saat masuk ke kamar Yuri.

“ Ah neh, aku akan kesana “, jawab Sehun lalu beranjak menuju ke pihak administrasi.

Sehun melihat harga pengobatan Yuri terlihat wajahnya kaget melihat jumlah yang tertera di dalam struk rumah sakit.

Uangku hanya cukup untuk perawatannya selama seminggu, apa Noona butuh operasi atau tidak? Sebelum itu aku harus mencari pekerjaan disini “, batin Sehun.

“ Tapi aku tidak boleh membiarkan Yuri Noona semakin sakit, aku akan melakukan apapun agar dia sembuh “, tekad Sehun lalu membayar tagihannya.

Taeyeon bersiap – siap untuk pulang ke rumah Lay, karena Lay tidak tahu lagi harus membawanya kemana. Dia pun menyuruh Taeyeon menunggu selama Lay membayar tagihannya.

“ Aku ingin meminta tagihan untuk pasien yang bernama Taeyeon “, pinta Lay pada pihak administrasi.

“ Taeyeon? “, gumam Sehun yang langsung menoleh kearah Lay.

Lay pun membayar semua tagihan pengobatan Taeyeon, setelah selesai dia pun pergi menghampiri Taeyeon lagi.

Anio, pasti bukan Taeyeon yang aku kenal. Di Korea ini nama Taeyeon tidak hanya satu “, pikir Sehun mencoba positif.

Taeyeon yang menunggu berjalan – jalan di sekitar lorong rumah sakit, dia melihat sebuah kamar yang tidak tahu mengapa membuatnya penasaran. Saat Taeyeon hendak membukanya tiba – tiba

“ Nak, jangan main disitu. Didalam ada pasien yang tidak boleh diganggu “, ucap seorang suster melarang Taeyeon untuk masuk.

“ Aku tidak mengganggu, aku hanya ingin melihatnya saja “, jawab Taeyeon jujur.

“ Taeyeon-a!!! “, panggil Lay saat melihat Taeyeon bersama suster membuat Taeyeon dan suster itu menoleh.

Sementara didalam ruangan tiba – tiba saja mata Yuri terbuka saat mendengar nama Taeyeon dipanggil. Dia bisa merasakan kalau Taeyeon dekat dengannya.

“ Taeyeon-a… “, lirihnya.

“ Kajja, kita pulang! “, ajak Lay membuat Taeyeon menurut, sebelum berjalan bersama Lay Taeyeon melirik lagi ke ruangan yang hampir dia masuki tadi.

Tak berapa lama setelah Lay dan Taeyeon pergi, Sehun kembali ke ruangan Yuri dan mendapati Yuri yang berusaha turun dari tempat tidurnya.

“ Noona!!! “, kaget Sehun yang langsung menghampiri Yuri.

“ Kau mau kemana Noona, kau harus istirahat “, ucap Sehun.

“ Aku mendengar seseorang memanggil Taeyeon dan aku merasakan kalau kalau Taeyeon dekat denganku. Aku harus mencarinya sekarang “, ucap Yuri yang berusaha melepaskan kabel infus.

“ Noona, kau tidak boleh kemana – mana. Kau pasti salah dengar “,

“ Aku tidak mungkin salah dengar, dia pasti ada disini. Taeyeon-a! “, uap Yuri berusaha memanggil Taeyeon dan turun ditempat tidurnya namun Sehun tetap menahannya.

“ Sehun-a, Kumohon. Aku yakin Taeyeon ada disini. Taeyeon-a! “, Yuri tetap berusaha sampai dia merasaka  pusing lalu pingsan.

“ Noona, kau kenapa? “,

“ Bangun Noona! Noona! “, Sehun segera memanggil Dokter karena khawatir Yuri kenapa – kenapa.

“ Noona… “, lirih Sehun menatap Yuri yang diperiksa.

~o0o~

“ Nah Taeyeon-a, mulai sekarang kau tinggal disini dulu ya “, ucap Lay pada Taeyeon.

“ Ini rumah samchon? “, tanya Taeyeon.

“ Neh “, jawab Lay yang langsung masuk ke rumahnya.

“ Aigo, tumben sekali kau sudah pulang Lay-a? Kau tidak bekerja? “, tanya seorang yeoja yang sudah cukup tua saat melihat Lay masuk.

“ Aku akan pergi bekerja Omma, tapi setelah mengurus urusanku dulu “, jawab Lay.

Omma Lay melihat Taeyeon yang berada disamping Lay, Omma Lay langsung menatap Lay heran.

/” Siapa anak ini?! “, tanyanya penasaran.

“ Dia… “, belum sempat Lay menjawab Ommanya langsung menyela.

“ Apa dia puterimu? Kau menghamili seorang yeoja? Dasar kau! Musekya!!! “, marah Omma Lay tanpa menunggu jawaban Lay.

“ Anio Omma “, sangkal Lay.

“ Anio wae? lihat kau membawa anak kecil kesini. Aigo! Sejak kapan kau menjadi seperti Lay-a, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti ini. Omma ingin melihatmu sukses dan bahagia tapi mengapa kau melakukan kesalahan yang akan membuat kita malu “, ujar Omma Lay sambil menangis mengira Taeyeon itu anak Lay.

“ Omma! Dengarkan aku ini tidak seperti yang kau bayangkan. Dia bukan anakku! “, Lay mencoba menjelaskan.

“ Lalu kalau bukan anakmu, dia anak siapa? “, tanya Omma Lay yang masih menangis.

“ Omma, kami menemukannya di truk dan aku membawanya kesini untuk sementara karena aku tidak tahu alamat rumahnya “, jelas Lay.

“ Jadi dia bukan anakmu? “, tiba – tiba tangisannya berhenti.

“ Tentu saja bukan “, jawab Lay kesal.

“ Aigo! Syukurlah kalau begitu “, senang Omma Lay.

“ Anyeong halmoni, Taeyeon imnida “, ucap Taeyeon memperkenalkan diri.

“ Aigo! Lucu sekali dia! “, puji Omma Lay yang langsung menghampiri Lay.

“ Tadi saja marah – marah, sekarang malah senang! Aish! “, gerutu Lay melihat tingkah Ommanya.

“ Omma, aku titip dia ya. Aku harus ke kantor sekarang sebelum Bosku akan marah. Taeyeon-a kau baik – baik dengan halmoni ya nanti samchon akan pulang membawakan es krim untukmu “, ucap Lay pamit.

“ Neh, Samchon “, patuh Taeyeon.

“ Hati – hati Lay! “, ucap Omma Lay sebelum Lay pergi meninggalkan rumahnya.

“ Kajja! Anak manis, kau pasti lapar kan? “, ajak Omma Lay pada Taeyeon membuat Taeyeon hanya menurut saja.

“ Anak yang patuh “, Omma Lay tersenyum pada Taeyeon.

~o0o~

Luhan berjalan menuju kantor managementnya untuk mengurus konser comebacknya, tapi pikirannya masih dipenuhi tentang keanehan Appanya beberapa hari yang lalu. Dia masih menerka – nerka apa Appanya berhubungan dengan kepergian Yuri 5 tahun yang lalu?

“ Oppa, mengapa kau melamun? “, tanya Sunny heran.

“ Anio, tidak ada apa – apa “, jawab Luhan.

Suho, manager Luhan menghampirinya dan ikut duduk bersama mereka. Terlihat Suho tersenyum kearah Sunny yang menatapnya malas.

“ Luhan, tiga hari lagi kau akan melakukan comebackmu dan aku akan mengecek tentang pengeditan Mvmu nanti. Ingat jangan buat masalah lagi, kau tahu konser ini menentukan kau masih bisa atau tidak berada di dunia entertaiment karena sainganmu sekarang adalah anak muda belasan tahun “, papar Suho membuat Luhan bosan.

“ Arraseo, kau tidak usah khawatir Hyung. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku pergi, semuanya aku serahkan padamu “, jawab Luhan yang langsung pergi meninggalkan Suho dan Sunny.

“ Sunny-a, apa kau mau ikut ke tempat editor? “, tanya Suho pada Sunny.

“ Apa aku harus? “, tanya Sunny balik.

“ Kau tahu kan proses syutingnya. Setidaknya kau bisa sedikit membantu “, jawab Suho sambil tersenyum manis padahal Suho hanya ingin ditemani oleh Sunny saja.

“ Geurae, aku ikut “, ucap Sunny mengikutinya.

Suho memang menyukai Sunny, namun sepertinya Sunny tidak menyukainya balik. Beberapa kali Suho berusaha untuk menyatakan perasaannya namun Sunny tetap menolaknya.

“ Apa kau tidak mau memikirnya? “, tanya Suho.

“ Memikirkan? “, heran Sunny.

“ Tentang perasaanku padamu “,

“ Aku tidak ingin membicarakan hal itu Oppa, kau sudah jelas tahu apa jawabanku “, ucap Sunny mengalihkan pandangannya kearah samping membuat Suho menghela nafasnya.

Mereka pun sampai ditempat editor, sepertinya mereka juga baru selesai mengerjakannya. Suho dan Sunny langsung dibawa ke ruang editor untuk melihat MV yang akan di relese. Saat video mulai diputar, Suho kaget melihat yeoja yang menjadi model MV di video itu.

“ Yuri?! “, kaget Suho membuat Editor dan Sunny menoleh padanya.

“ Bukankah yang menjadi model di MV itu harusnya Park Eunhye? “, tanya Suho.

“ Kau benar Oppa, tapi model itu sakit dan Yuri yang menggantikannya “, jawab Sunny.

“ Tapi mengapa dia? Mengapa harus Yuri? “, tanya Suho, Sunny menatap Suho heran sekaligus penasaran..

“ Apa kau tahu tentang Yuri Oppa? “, tanya Sunny saat dia sedang perjalanan bersama Suho.

“ A… anio, hanya saja aku takut Luhan akan depresi lagi jika melihatnya “, jawab Suho.

“ Aku harap mereka akan kembali bersama “, desah Sunny sambil menyandarkan tubuhnya.

~o0o~

Yuri terbangun dan tidak melihat Sehun di kamarnya. Dia pun mencoba untuk turun dari tempat tidurnya dengan tubuh masih lemas. Yuri ingin pergi mencari Taeyeon, dia ingin segera bertemu dengan puterinya. Perlahan – lahan Yuri mulai berjalan keluar tanpa memikirkan pusing kepalanya yang membuatnya harus menopang pada dinding. Yuri pun akhirnya berhasil keluar dari kamarnya, dia melihat kanan kirinya sebelum melanjutkan langkahnya.

“ Taeyeon-a, Omma pasti akan menemukanmu. Kau tidak usah khawatir “, ucap Yuri sambil terus berjalan. Saat akan keluar tiba – tiba dia terjatuh membuat seorang namja tua menghampirinya.

“ Agashii, Gwenchana? “, tanya namja tua itu membuat Yuri mengangkat kepalanya.

“ Gwencha…. ‘, sebelum Yuri menjawab dia langsung terdiam melihat namja tua itu, begitu pula dengan namja tua itu yang kaget melihat Yuri ada di Seoul.

“ Abeonim “, lirih Yuri.

Kini Yuri dan namja yang dipanggil Abeonim yang ternyata adalah Appa Luhan ada diruangan Yuri. Terlihat kecanggungan diantara mereka.

“ Apa yang kau lakukan di Seoul? Bukankah aku sudah mengatakan jangan kembali dan menemui Luhan lagi? ‘,

“ Semua di luar kendaliku “, jawab Yuri.

“ Mwo?! Apa kau sengaja ingin kembali padanya?  “,

“ Abeonim, aku sudah berusaha untuk tidak berurusan lagi dengan Luhan. Aku sudah mencoba sebisaku untuk tidak menemuinya lagi. Tapi takdir terus saja mempermainkan kami “, tutur Yuri.

Sehun yang datang mendengar Yuri berbicara dengan seseorang, dia pun berdiri diluar mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

“ Kau pikir aku akan percaya? Ingat, kau harus menepati janjimu. Atau aku akan mengambil hak asuh anakmu “, ancam Appa Luhan membuat bibir Yuri bergetaran menahan tangisnya.

“ Sampai kapanpun aku tidak menyetujui hubunganmu dengan Luhan, Jauhi Luhan sebelum kau menyesalinya “, tambahnya lagi yang kini berhasil membuat air mata Yuri mengalir deras.

Sehun yang tidak tahan langsung masuk, dia memperlihatkan wajah kesalnya pada namja tua yang kini sedang mengancam Yuri.

“ Kau tidak berhak mengancamnya seperti itu?! “, ucap Sehun dengan menatap tajam pada namja tua itu.

“ Siapa kau? Berani – berani sekali kau mengatakan hal itu padaku! “, jawab Appa Luhan tidak terima.

“ Apa kau orang tidak waras Ajushii? Kau mengancam seseorang yang sedang sakit?! Jinjja! “, ucap Sehun.

“ Sehun-s, geumanhae “, suruh Yuri.

“ Dasar kurang ajar! Owh jadi sekarang kau sudah mendapat pengganti Luhan? Syukurlah, kuharap kau tidak akan menemui Luhan lagi. Dan kau ( nunjuk Sehun ) Hormati orang yang lebih tua terutama orang yang lebih segalanya dibandingkanmu “, ujar Appa Luhan sebelum meninggalkan kamar Yuri.

Saat Sehun akan menyusulnya, Yuri menghentikannya karena dia tidak ingin masalahnya semakin rumit.

“ Noona, mengapa kau diam saja di perlakukan tidak adil seperti itu? “, tanya Sehun.

“ Jika saja aku bisa, aku ingin melawannya “,

“ Tapi kau bisa mengatakan pada suamimu Noona, dia pasti mengerti “,

“ Kau tahu alasanku melakukan ini? Kau tahu mengapa aku mengambil jalan ini? “, tanya Yuri dengan tatapan kosong.

“ Taeyeon?! “, ucap Sehun dan Yuri pun mengangguk.

“ Sudahlah lupakan saja apa yang kau dengar, semuanya sudah menjadi seperti ini “, kata Yuri sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Dia membelakangi Sehun yang tidak ingin Sehun melihatnya menangis. Sehun menatap iba punggung Yuri, dia ingin sekali membantu tapi sepertinya dia harus menuruti kemauan Yuri sekarang ini.

Luhan pulang mendapati Appanya sedang menunggunya, dia hanya berjalan melewatinya sebelum Appanya memanggilnya untuk bicara. Luhan menghentikan langkahnya lalu berbalik dan duduk di samping Appanya.

“ Apa yang ingin kau bicarakan? “, tanya Luhan datar.

“ Anio, apa kau sudah tahu tentang Yuri? “, tanya Appanya sambil tersenyum membuat Luhan menatapnya heran.

“ Dari ekspresimu aku tahu kau belum mengetahuinya, aku bertemu dengannya dirumah sakit dan kau tahu apa yang terjadi? Ternyata dia sudah memiliki penggantimu Luhan dan seharusnya kau  melupakannya sekarang “,

“ Mwo?!!! Yuri di Seoul?! “,

“ Mereka sepertinya terlihat bahagia, dia sudah meninggalkanmu Luhan. Dia sudah menemukan penggantimu “,

“ Anio, itu tidak mungkin. Aku tidak percaya dengan ucapanmu “, sangkal Luhan.

“ Kalau kau tidak percaya, datanglah ke rumah sakit. Kau akan segera mengetahuinya “, ujar Appa Luhan sambil tersenyum penuh arti.

~o0o~

Keesokan harinya Luhan bergegas ke rumah sakit seperti yang dikatakan Appanya, dia penasaran apa Yuri benar – benar ada di Seoul atau tidak? Tanpa memperdulikan kalau hari ini adalah comebacknya akan direlese. Luhan menanyakan pada Suster tentang kamar Yuri dan Suster pun memberi tahunya. Luhan langsung menuju ke kamar Yuri namun dia tidak menemukan Yuri sama sekali, kamar itu terlihat kosong tidak ada siapa – siapa. Saat Luhan berbalik untuk keluar dia melihat Sehun yang sedang memapah Yuri kembali ke kamarnya karena Yuri baru saja mendapatkan pemeriksaan laboratorium tentang kondisi radang selaput otaknya. Yuri terkaget mendapati Luhan yang kini menatap ke arahnya, Sehun pun menatap Luhan yang diam diposisinya.

“ Luhan… “, lirih Yuri.

“ A… apa yang kau lakukan disini? “, tanya Yuri.

“ Aku disini hanya ingin melihatmu “, jawab Luhan sambil tersenyum.

“ Darimana kau tahu aku disini? “, tanya Yuri lagi.

“ Kau tidak usah tahu darimana aku mengetahuinya, hanya saja sekarang aku mengerti mengapa kau meninggalkanku. Kau sudah memiliki penggantiku rupanya. Haaaaah aku terlalu bodoh untuk berharap kalau kita akan bersama lagi. Aku sungguh bodoh “, ucap Luhan tersenyum getir.

Sehun merasa Luhan salah paham pada Yuri, dia ingin sekali bicara namun Yuri menahan tangannya erat membuat Sehun menoleh kearahnya.

“ Wae, Yuri? Mengapa kau melakukan ini padaku?! Mengapa kau menghancurkan hatiku?! Wae?!!! “, bentak Luhan yang marah pada Yuri.

“ Bukankah sudah jelas, kau sudah mendapat jawabannyakan? Aku rasa sebaiknya kau pergi sekarang! “, usir Yuri yang membuat Luhan kecewa, bahkan Luhan berharap Yuri akan membela diri tapi tidak Yuri malah mengusirnya.

“ Cepatlah pergi aku ingin istirahat! “ tambah Yuri.

“ Geurae jika itu yang kau mau, tapi aku ingin bertanya dimana Taeyeon? “, mendengar nama Taeyeon Yuri langsung menatap Luhan, dia bingung bagaimana Luhan bisa tahu tentang Taeyeon.

“ Aku tahu Taeyeon puteriku dan aku memintamu tolong pertemukan aku dengannya Yuri “, jawab Luhan.

Yuri bingung harus mengatakan apa? Dia tidak tega mengatakan kalau Taeyeon hilang dan tidak tahu ada dimana?

“ Kau tidak usah khawatir, dia baik – baik saja “,

Bagaimana kau bisa berbohong padaku Yuri? Mengapa kau tidak memintaku untuk mencarinya bersama? “, batin Luhan.

“ Aku ingin menemuinya Yuri “, Luhan pura – pura tidak tahu.

“ Tapi aku tidak ingin kau menemuinya “,

“ Luhan-ssi, keluarlah. Yuri Noona butuh istirahat “, suruh Sehun yang langsung menadapat tatapan tajam dari Luhan.

“ Kau tidak berhak berbicara seperti itu padaku! “, jawab Luhan tidak suka.

“ Siapa yang bilang dia tidak berhak?! Aku ingin kau keluar dari sini sekarang! “, usir Yuri lagi membuat Luhan semakin terluka.

“ Geurae, tapi ingat Yuri. Aku mengajukan hak asuh Taeyeon padaku “, ucap Luhan sebelum dia keluar meninggalkan Yuri dan Sehun.

Yuri langsung terduduk lemas sambil menangis tersedu – sedu. Hatinya sungguh sakit apalagi dia menyakiti namja yang sangat dia cintai. Tapi dia tidak punya pilihan.

“ Noona, mengapa kau tidak mengatakannya dengan jujur? “, tanya Sehun menatap Yuri iba.

“ Aku tidak bisa Sehun-a, aku tidak bisa “, isak Yuri.

“ Kalau kau tidak mau, biarkan aku yang mengatakannya “, Sehun hendak beranjak pergi namun Yuri menahan tangannya.

“ Kumohon, jangan. Biarlah seperti ini! “, ucap Yuri membuat Sehun mengurungkan niatnya dan membantu Yuri untuk kembali ke tempat tidurnya.

Dibalik pintu masih ada namja yang bersandar sambil mendengarkan apa yang Yuri dan Sehun katakan, dia tidak tahu alasannya mengapa Yuri melakukan hal itu.

“ Aku tahu semua yang kau ucapkan itu bohong Yuri, aku terlalu mengenalmu “, gumam Luhan sebelum pergi meninggalkan rumah sakit itu.

Luhan mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang dan meminta bantuannya. Dia berharap semua ini akan berakhir dengan cepat.

To Be Continue….

Huwaaaa akhirnya Part 6 relese juga, konfliknya bertebaran disana sini. Gimana Readers? Jangan lupa tulis pendapat kalian tentang chapter ini ya😀 Budayakan RCL Ok! untuk menghargai hasil karyaku yang acak kadut ini kekeke😀

Moga kalian suka ^_^ Gomawo

74 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 6

  1. Next part lebiiiiihh panjang ya thor😀 hehe maksa dikit :p

    Sedih..😦 seru…🙂
    Tapi kenapa ada TBC nya?? Bikin penasaran sama tambah greget pengen ngeliat keluarganya yulnnie bersatu😉 hehew^^ nanti Sunnie sama siapa ya? Sehun or Suho or Lay? Ppfft.. Ceritanya susah ditebak😦 pokoknya.. Jangan lama lama thor!! Sumpah penasaran bingittt😀

  2. Ini mah harus cepet2 dilanjutin’-‘)/ kalo gak bahaya-_____- *apehubungannye? Lanjutin!!!!! #demo keep writing yah! Cepet2 dilanjutkan:3

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s