Noona…

noonaaaa

Title : Noona | Regert

Author : Autumnflow

Cast : Kris Wu & Hwang Tiffany

Support cast : Baekhyun and EXO

Genre : Family, Drama

Leght : Vignette

Ranting : G

Summary : Apakah Salah Jika Orang Memiliki Keterbatasan ?

 

Disclaimer: Pure form my Mind and Cast Just Borrow.

If you don’t like Whatever and If you like Thanks.

Don’t be Plagiat Please ^.^

Ada manipulasi marga .-.dan typo berterbangan.

Note : FF ini ku persembahkan untuk adik kecilku ^^

 

Starring by

Kris Wu | Hwang Tiffany

Autumnflow©

Wu Yi Fan.

Pria berdarah cina itu kembali mengendus kesal ketika untuk kesekian kalinya telefon genggamnya berdering kencang. Pria itu mengusap pelan dahinya yag sedikit pusing. Sejenak ia sandarkan tubuhnya di sofa lembut buatan Swedia yang dibeli oleh managernya beberapa bulan lalu.

Ia dapat mendengar dengan jelas suara gaduh yang terbaur dengan deringan telfonya  membuatnya semakin menahan amarah. Ia membuka flap telefon genggam dan mendecak. Lagi lagi hal yang membuatnya harus menahan malu luar biasa.

Kris berdiri pelan sambil menolak panggilan yang terus terusan bergeming dari telfon genggamnya.lalu meninggalkanya dengan langkah limbung.  Beberapa pasang mata melihati langkahnya dengan seksama.  Satu satunya yang membuat Kris marah sekarang hanyalah sebuah panggilan yang sama sekali tak begitu penting bagi pria itu.

Baekhyun sambil memegangi bantal sofa yang lembut mengambil telefon genggam putih milik kris tanpa sepengetahuan sang pemilik. Tetap ada beberapa panggilan serta satu sms yang baru satu detik lalu telefon genggam itu terima.

Baekhyun dengan tanpa rasa ragu membuka pesan yang terlihat amat penting.

Membaca kalimat perkalimat dengan seksama. Mulut baekhyun terdiam ketika beberapa kalimat inti ia baca dengan penuh penghayatan. Segera setelah itu pria itu membuang sembarang benda itu dan segera berlari menyusul Kris.

Beberapa anggota lain memandang heran baekhyun yang biasanya begitu. Beberpa anggota EXO saling memandang heran. Salah satu dari mereka mengambil benda yang dibuang sembarang oleh pria tadi.

Dan sesaat setelah mereka mengerti. Beberapa dari mereka berdehem. Menundukkan muka. Mereka  mengetahui pasti apa penyebab Baekhyun haru segera menyusul Kris. Beberapa dari mereka memejamkan mata. Menautkan tangan mereka. Sambil memohon kepada tuhan.

Noona ©

“hyung”

Baekhyun dengan terengah engah menyusul kris yang sedang terdiam sambil memandang keluar jendela. Kris menoleh pelan dengan mata tajamnya ia memandangi baekhyun dengan tatapan heran.

Baekhyun mendekat selangkah demi selangkah. Berdiri disamping pria tinggi yang tengah menikmati waktu luang itu. sambil meyakinkan diri untuk berterus terang kepada sahabatnya itu tentang Pesan singkat yang dibacanya secara illegal.

“apa?” dengan nada dingin seperti biasa. Kris menjawab.

Baekhyun memandangi satu pohon yang terlihat begitu kecil dari tempat ia berpijak sekarang.

“terkadang, penyesalan selalu terletak di akhir dan aku sangat setuju dengan pepatah itu”  baekhyun memulai pembicaraan dengan hati hati.

Beberapa kicauan burung menjadi jeda sejenak pembicaraan itu. baekhyun menghela nafas. beberapa oksigen menjadi energinya sekarang untuk mengatakan hal itu.  kris masih terdiam.

“kurasa, kau harus menemui Noona-mu sekarang..” baekhyun berkata lirih sambil berusaha menahan prihatin.

Kris memandang heran Baekhyun. Walau baekhyun tak mengatakannya. Pria tinggi itu mengerti dan berderap Pelan. sedangkan Baekhyun memejamkan matanya erat erat. Kembali meresapi lagu yang terdengar indah entah dari mana asal muasalnya. Pria itu kini sedang berdoa.

Noona ©

Kris memasuki Rumah sakit itu. betapa miris hatinya ketika secara tak sengaja ia menangkap perkataan baekhyun yang tak mau terus terang tentang apa maksud dari perkataanya.

Kris berlari langsung menuju Intalasi Darurat. Beberapa gelak tawa dan tangis yang ia dengar dari sekelilingnya membuatnya semakin ingin berteriak frustasi.  Dimana Noona-nya?.. Kamar itu. benar.. yah pria berjas putih keluar. Kris kini memandangi pria berjas yang tentu dari penampilan luarnya adalah seorang dokter.

Pria berjas itu berjalan pelan sambil berbisik ketika kris benar benar merasa kalut dengan segala sesuatu yang membuatnya tak tenang.

“maaf….”

Bisikan itu membuat Kris tertunduk pelan sambil meneguk ludahnya perlan. Tidak, tidak. Ini sama sekali tidak nyata. Pria itu berusaha mengelak takdir. Kini dilorong remang itu hanya terdapat dirinya serta bayangan yang akan selalu menemaninya. Pria itu tanpa sadar mengeluarkan air matanya perlahan.

Ini hanya guyonan bukan ?. Noona-nya pasti akan terbangun dnegn mengerakkan tangan serta tersenyum manis. Ini semua salah. Ini semua takdir yang salah.

Setidaknya biarkan dirinya bisa membalas segala kebaikan Noona-nya. Setidaknya biarkan dirinya memberi hadiah terbaik untuk Noona-nya. Setidaknya biarkan dia melihat senyum terakhir yang terukir diwajah wanita yang selalu menerima perlakuan tak adil darinya dan menyayanginya.

setidaknya..

izinkan lagi Noona-nya untuk hidup dan ia bahagiakan.

Membalas segala perbuatan buruknya dengan sesuatu yang membuat Noona-nya tersenyum bahagia.

Beberapa kenangan manis sesak berkelebat. Benar perkataan baekhyun…

“penyesalan selalu berada di akhir”

Noona ©

Pertama saat ia menerima hadian natal.

 

Tiffany tersenyum ketika adiknya berusaha memakai Sweater pemberiannya yang sangat lusuh. Sambil menahan gelak tawa gadis dua belas tahun itu membantu adiknya yang menggerutu kesal karena tak berhasil menerobos lubang leher sweater pemberiannya.

Beberapa gumanan adiknya benar benar tak ia dengarkan begitu sempurna. Ia mengusap pelan adik kecilnya yang manis yang kini tersenyum lebar. Sambil menggerakkan tangannya Tiffany berusaha mengungkapakan.

” Aku sangat menyanyangimu adikku”

 

Noona ©

 

Saat Ia berjuang..

 

Kris remaja menghela nafas saat berada diruang tunggu. Mondar madir anak lelaki itu diperhatikan sepasang mata yang terus tersenyum pelan sambil mengambil langkah mendekat kriss remaja yang kini tingginya sudah melampaui pemilik mata senyum itu.

Tiffany mendangak sambil tersnyum lembut.  Mengeluarkan pulpen serta kertas yang selalu tersedia di kantungnya. Menuliskan sesuatu semntara adiknya masih mendecak gugup

Gadis itu menyobek pelan sambil menyodorkan kertas itu.

 

“YiFan, kau terbaik.. jangan hiraukan aku. Aku takkan pernah bilang bahwa aku adalah Noona-mu.“

“Faighting.”

 

Kris sejenak menatap mata Kakaknya ynag begitu tulus. Anak lelaki itu berlari pelan ketika gilirannya kini terpanggil.

Tiffany mengusap air matanya. Tersenyum dan tetap melambai tanpa balasan bagi satu satunya yang ia miliki didunia ini.

Noona ©

 

Saat dirinya benar benar merasa bersalah..

 

Gadis itu mengusap air matanya perlahan. Teriakan kini terdengar lebih nyaring walau dirinnya sama sekali tak bisa mendengar dan menjawab.

“SUDAH KUBILANG.. JANGAN ANGGAP AKU ADIK”

Betapa sakitnya saat bentakan itu terlontar. Dirinya hanya menunduk dalam dalam sambil melihat sampul  depan majalah itu. tulisan yang amat jelas dan kentara dimatanya. 

Gadis itu mengumpat segala kesedihannya. Satu satunya yang ia amat sayangi dulu hingga sekarang, semenjak orang tua mereka meninggalkan dunia ini, kini telah berubah..

Ia berusaha menulis, sedangkan kris masih saja menggerutu kesal ketika jati dirinya adik dari seorang pengidap tunarungu dan tunawicara menjadi topik utama media.

Kris menyahut kasar kertas yang disodorkan perlahan kakaknya.

 

“Maaf..”

 

“cih..”

 

 kris kembali mencibir lalu berderap meninggalkan aparteman sempit itu. sesaat setelah pintu benar benar tertutup. Gadis itu memekik pelan. tentu saja,  tanpa suara gadis itu meraung.

Noona ©

Serta beberapa harapan yang tertulis

Dear…

YiFanku…

Tuhan..

apa kau tahu anugrah terindah yang kuterima ?.. yah kau pasti tau. Selain nyawaku.. ada satu nyawa lagi yang menjadi anugrahku.. dia adik kecilku Yifan.. apa kau tahu mungkin jarak umur kami yang begitu dekat membuatku tak bisa melihat bagaima dan seperti apa yifan bayi. Tetapi ketika mata tajamnnya memandang,,, kurasa itu adalah hal yang terbaik yang pernah kulihat selama ini dan semenjak ia kecil hingga sekarang.

Yifan..

Walau aku tak bisa mendengar bagaimana dirimu bernyanyi dengan merdu. Ataupun mengucapkan sepetah kata  semangat kepadamu. Tetapi hatiku bisa. Hatiku bisa mendengar bagaiman dirimu bernyanyi dan menyemangatimu melalui ini..

Yifan.. kau anugrah terindah yang tuhan berikan kepada kakakmu ynag bisu dan tuli ini..

Yifan.. apa kau tahu, apa kau bisa mendengar suara kakakmu ini?

Wu Stephanie..

Noona-mu yang selalu mencintaimu..

Noona ©

Dan mimpi yang entah terwujud atau tidak

Kris menutup erat erat matanya… menghirup udara segar rerumputan. Beberpa nada terdengar pelan.. suara nyanyian kini menyertai nada itu, begitu indah berpendar. Kris tersenyum.. mendengar dengan pasti alunan suara yang merdu itu. dirinya menatap gadis yang tengah benyanyi sambil memainkan beberapa dandelion yang berterbangan.

“Noona~”

Gadis itu menoleh melirik Kris perlahan menghentikan nyanyiannya.

“Terimakasih..” bisik kris

Gadis itu tersenyum lembut lalu kembali berlari bernyanyi dan  mengibarkan dandelion itu..

Fin

Pada Akhirnya pria itu hanya menyesal…

Sedikit kutipan untuk adikku.

 

“adik yang begitu kucintai… kuharap kau mengerti rasa sayangku padamu”

“walau mungkin aku tak sesempurna lainnya.. tetapi rasa sayangku padamu. Lebih dari pada kata  sempurna~”

“maafkan aku jika aku pernah melakukan kesalahan padamu”

“aku menyayangimu “

“with love fr Your bad sist..^^”

For my little sister

A/N: Haahh… ini sepenernya seperti FF FF sebelumnya. Hanya asal ketik. XD.. kurasaa efek puasa masih belum hilang -_-v. Ini genre family pertama aku kyaknya., jadi maaf kalo begitu absurd dan gak ngerti,, sempat gak begitu mood, membuat FF ini garing ya ?… hahaha mian kalo kurang bagus. Masih amatir XD..nd maaf yah,, aku author baru yang paling Kudet dan sama sekali lemot dalam urusan update fanfic ^^.hehehe . sooalnya modem rusak ditambah wifi yang cuma colongan..yah maaf

Advertisements

41 thoughts on “Noona…

  1. huwaaa keren chingu
    wu stephanie hemmm nma yg bagus apalagi kalo fany jdi istri ny kris wu or wu yi fan hihihi
    kris syukurin tuch nyesek kan kamu sich……
    bikin krisfany lagi yach chingu^^ n’ exofany lainny^^

  2. Tiffany eonnienya kasihan banget :’
    Udh gak punya ortu, gak bisa bicara, tuli, ditambah lagi adiknya -Yifan- gak mau ngakuin dia huhuuu T.T
    Tapi pada akhirnya, Kris jg menyesal.

    Keep writing qaqaaa *kedip-kedip* #plak
    Daebak!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s