[Freelance] My Little Peterpan (Chapter 5)

My Little Peterpan

Author             :  _agrn

Main Cast        : Taeyeon and Tao

Other Cast       : Kyungsoo, Tiffany,Sehun,Yoona,Luhan,Seohyun,Baekhyun, Eunhyuk (SJ), Sulli (fx)

Genre              : Romance, Friendship, Family, Comedy

Rate                 : PG 14

Length             : Multichapter

A/N                 : Aloha! Sorry for the late update *again,sigh* so… sesuai yang kubilang kemaren, aku bakal langsung kirim 2 ff biar jaraknya gak jauh jauh amat. Remember? Paling sehari doang bedanya… nah, karena ideku makin dangkal, mungkin ff ini endingnya gabakal memuaskan. Ya… pada awalnya ini ff direncanakan oneshot sih -_- tapi karena kalau oneshot alurnya udah ngebosenin dan pasaran, akhirnya aku nekat bikin multichap *curcol,aseek*

Percakapan dengan italic bisa berarti pemikiran Tao dan ucapan Tao dengan bahasa mandarin. Aku yakin para readers pintar, jadi bisa tau bedanya^^ Yodahlah, sekian ocehan gapentingku-_- Happy Reading ya~ DON’T LIKE DON’T READ,okay?!

oOoOoOo

“Untuk mendapatkanmu, dan menjadikanmu sebagai milikku”

Perkataan Tao yang terdengar serius membuat Taeyeon tidak bisa berkutik. Boro-boro dia akan mencurigai Tao hanya menjahilinya seperti kemarin-kemarin, menenangkan jantungnya yang berdetak berkali-kali lebih cepat saja ia tidak bisa.

“A…J..Jangan bercanda Huang Zi Tao….”ucap Taeyeon kecil sembari menjauhkan dirinya dari Tao dengan hati-hati, berusaha membuat Sehun dan Baekhyun yang ada di pangkuannya tetap merasa nyaman.

“Apa aku terlihat seperti sedang bercanda, Noona?”tanya Tao tanpa melepas pandangannya pada Taeyeon.

Taeyeon yang salah tingkah akhirnya mengalihkan pandangannya dari Tao. Yeoja itu juga berusaha meredam degup jantungnya serta berusaha agar Tao tidak melihat semburat pink pada pipinya.

“Kim Taeyeon, jawab aku. Apa hatimu sudah punya pemilik?”tanya Tao.

“A…Apa-apaan kau ini. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?!”protes Taeyeon.

“Jawab saja”

Taeyeon mendecak sebal. Ia paling tidak suka jika ada orang yang menanyakan hal-hal seperti ini padanya. Pemilik hati? Jangan bercanda!

“Dengar Huang Zi Tao. Aku mengakui kalau kau tidak bercanda dan kau sudah beranjak dewasa. Tapi tolonglah, aku sama sekali tidak berniat untuk mengurusi hal semacam itu. Dan lagi, kenapa kau memaksaku menjawab pertanyaanmu, disaat seharusnya, sekarang kau membantuku membawa anak-anak ini ke dalam mobilmu seperti yang kau janjikan tadi? badai sudah lumayan reda! Sebelum badai kembali datang, lebih baik kita antar mereka semua sekarang juga”

Celotehan panjang lebar Taeyeon membuat Tao menghela nafas. Ia rasa tidak ada gunanya membuat Taeyeon menjawab pertanyaannya sekarang. Daripada Taeyeon sebal dan akhirnya membencinya, lebih baik Tao menurutinya.

“Arraseo”ucap Tao singkat. “Bangunkan saja anak-anak itu”

Taeyeon mengguncangkan tubuh Baekhyun dan Sehun yang ada didekatnya. “Sehun-ah Baekhyun-ah… irreona… kita akan pulang dengan mobil Tao gege. Bukankah tadi kalian mau bermain didalam mobil?”

Sehun dan Baekhyun menggeliat pelan. Keduanya perlahan-lahan mengubah posisinya menjadi duduk. Keduanya menggosok-gosok matanya, membuat setiap orang yang melihatnya akan segera bergumam ‘Imutnyaaa!!’

Beralih ke Luhan dan Yoona, sepertinya Luhan sadar dengan goyangan kecil dibadannya oleh Taeyeon. Namja kecil itu menguap lalu menatap Yoona yang ada disebelahnya. Perlahan, Luhan mengguncang tubuh Yoona sambil berkata “Yoongie, irreona… kita akan pulang…”

Yoona menguap kecil lalu menggosok kedua matanya dengan lucunya. Yeoja itu mengedarkan pandangannya dengan raut yang datar, sepertinya belum fokus. Begitu matanya bertemu dengan senyuman Luhan, Yoona pun tersenyum kecil.

Lain keduanya, lain pula dengan Seohyun. Tao yang memang sudah lama bersama dengan Seohyun dengan sabarnya segera menepuk pipi Seohyun pelan, membuat Seohyun malah merasa lebih nyaman. Terbukti dari Seohyun yang malah memeluk tubuh Tao seperti memeluk guling.

“Sudah, tidak usah dibangunkan, nanti dia akan bangun sendiri saat ada di mobil. Teman-temannya pasti akan berisik bukan?”usul Taeyeon. Sini, aku yang menggendongnya. Kau siapkan mobil saja.”ucap Taeyeon. Tao mengangguk lalu ‘mengoper’ Seohyun pada Taeyeon.

Baekhyun yang melihat adegan itu justru langsung menyeletuk “Taeyeon Sonsaengnim dan Tao Gege seperti Eomma dan Appa-ku saja”

Wajah Taeyeon sukses memerah karena malu, sedangkan Tao menyeringai. Dalam hati ia berterimakasih pada Baekhyun yang telah mengatakan hal itu, dan membuatnya dapat melihat wajah memerah Taeyeon yang menurutnya lucu itu.

“H…Hah? Mirip dari mana?”ujar Taeyeon dengan muka memerah.

“Iya, mirip Sonsaengnim! Appa dan Eomma sering mengoper-oper Sulli. Kadang jika Eomma sedang sibuk memasak, Eomma akan mengoper Sulli pada Appa. Kalau Appa akan pergi kerja, setelah menggendong-gendong Sulli, Appa akan mengoper Sulli pada Eomma. Dan bahkan terkadang setelah saling oper-operan Sulli, Eomma akan tersipu malu seperti Taeyeon Sonsaengnim sambil tersenyum, lalu mereka…”

Celotehan Baekhyun berhenti. Namja imut itu terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu. Sehun, Yoona, Luhan, Taeyeon dan Tao terdiam juga, menatap Baekhyun dan mengharapkan kelanjutan dari celotehannya.

“Lalu? Eomma dan Appa-mu akan melakukan apa?”tanya Yoona penasaran.

Baekhyun terlihat semakin gelisah. Wajahnya memerah dan akhirnya ia berseru “Mereka akan melakukan….”

CUP!

Yoona, Luhan serta Taeyeon dan Tao menganga begitu melihat aksi nekat seorang Byun Baekhyun. Setelah mengatakan kalimat menggantung tadi, Baekhyun dengan segera mendekatkan wajahnya pada Sehun dan menempelkan bibirnya pada Sehun.

Reaksi setelah itu pun berbeda-beda. Luhan menahan tawanya dengan wajah yang memerah, Yoona buru-buru menutup wajahnya yang tak kalah merah, Taeyeon makin menganga dan Tao menyeringai kecil.

“Mereka melakukan itu Sonsaengnim! Poppo!!! Poppo!!!!”seru Baekhyun.

Mereka semua tidak ada yang meladeni Baekhyun, yang ada, mereka menatap Sehun yang masih terdiam. Shock sepertinya. Kulitnya yang sudah putih terlihat semakin putih, sementara perlahan-lahan wajahnya memerah dan matanya berair. Dan akhirnya…

“HUUEEEE!!! THONTHAENGNIM! BAEKHYUN HYUNG JAHAT! THEHUN DICIUM THONTHAENG! THEHUN KAN NAMJA! PADAHAL THEHALUTHNYA BAEKHYUN HYUNG MENCIUM YANG YEOJA. KENAPA HALUS THEHUN THONTHAENGNIM?!!! THEHUN TIDAK TELLIHAT SEPELTI YEOJA KAN?! HUEEEE!!!! THEHUN DICIUM!!! BAEKHYUN HYUNG NAKAL! BAEKHYUN HYUNG BABO! BAEKHYUN HYUNG YADONG!!!! BYUNTAE!!!!”teriak Sehun hebat seraya menangis. Taeyeon pun kesulitan menenangkan tangisan Sehun yang semakin menjadi-jadi.

“Iya, Sonsaengnim mengerti… jangan menangis ya… jangan menangis… cup cup…”Taeyeon memeluk Sehun sambil mengusap-usap kepala namja kecil itu.

“Hukum Baekhyun Hyung Thonthaeng… thuluh dia tulith banyak-banyak”ucap Sehun.

“Ya!!! Aku kan tidak salah Sonsaeng! Sehun saja yang terlalu cengeng!”bantah Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

“Kau salah bodoh, kau sudah merebut ciuman pertamanya”celetuk Tao.

“Huang Zi Tao! Jangan mengajarkan hal macam-macam pada Baekhyun!”seru Taeyeon sembari melotot tajam pada Tao.

Tao yang merasa tidak bersalah langsung membela dirinya “Apanya yang macam-macam?! Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, apa itu salah?!”

“Aku tahu kau mengatakan yang sebenarnya, tapi tolonglah! Kau perlu memilah mana yang baik dan buruk bagi anak kecil!”balas Taeyeon gusar.

“Kenapa aku harus melakukan hal seribet itu hanya untuk berkata-kata pada anak kecil! toh mereka tidak mengerti!”

“Baekhyun berbeda bodoh! Baekhyun lebih dewasa daripada yang lainnya. Ia lebih tahu banyak hal. Dan jika ada yang membuatnya bingung, ia akan langsung bertanya pada sang kakak, Hyukjae yang harus kubilang, dia sama sepertimu! Sama-sama genit, sama-sama tidak bisa mengajarkan yang baik bagi anak kecil!!”gerutu Taeyeon.

“Hah?! Genit? Siapa yang genit! Aku sama sekali tidak seperti itu bodoh!”

Taeyeon terdiam. Ia menatap tajam pada Tao dan dari penglihatan Tao, ia dapat melihat tanduk berwarna merah di kepala Taeyeon. “Aku.Tidak.Bodoh!!”seru Taeyeon seraya menjewer Tao.

Awalnya Tao tidak akan takut jika Taeyeon menjewernya, toh Taeyeon tidak akan bisa mengangkatnya karena perbedaan tinggi mereka, namun dia salah. Taeyeon justru menarik teling Tao kebawah, membuat sang namja tertunduk-tunduk.

Diiringi tawa Baekhyun,Luhan dan Yoona, Seo Joo Hyun, Sang Putri Tidur terbangun dari tidurnya.

Mata dari Sang Purti Tidur terlihat berkaca-kaca, lalu air mata itu meluncur deras dari pelupuk matanya “Huee… kenapa…kenapa berisik sekali? Se..Seohyun jadi ter..terbangun… padahal Seohyun masih mengantuk… hiks…hiks”

Taeyeon menepuk jidatnya. Ia lupa Seohyun benci terbangun saat tidur dan jika itu terjadi, yeoja kecil itu akan ngambek sepanjang hari.

oOoOoOo

Suasana didalam mobil itu sungguhlah hening. Tak ada satupun yang berniat membuka pembicaraan. Tao memang malas membuka pembicaraan, Sehun yang masih ngambek dan sedih dengan kejadian tadi pun membungkam mulutnya. Seohyun pun ngambek, sama seperti Sehun. Luhan dan Yoona yang memang pada dasarnya sedikit pemalu itu jelas tidak berani membuka pembicaraan. Taeyeon sendiri masih memikirkan cara agar Seohyun dan Sehun tidak dalam ‘ngambek’ mode lagi.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Ia tidak tahan dengan situasi seperti ini. “AAAAAAAAA!!!!!!!!”teriak namja kecil itu akhirnya. Teriakan melengkingnya jelas saja membuat mobil segera berhenti. Beruntung mereka tidak di jalan raya dan keadaannya tidak ramai.

“Ada apa?!”tanya Taeyeon sambil menatap anak didiknya yang satu itu.

“Aku kesal! Kenapa kalian betah tidak saling bicara seperti ini?! Aku bosan! Aku bosaaan!”teriak Baekhyun lagi.

“Kalau kau bosan kau pikir aku peduli?! Kau pikir kalau kau teriak semua tidak akan kaget?! Kau ini menyebalkan sekali! dasar bocah kerdil!”seru Tao dari depan. Suasana hatinya buruk setelah perkelahian kecilnya dengan Taeyeon. Dan sekarang ia benar-benar dalam mood yang buruk hingga membentak Baekhyun seperti itu.

Untunglah, Baekhyun adalah sosok yang selalu santai. “Makanya temani aku bicara agar aku tidak bosan dan tidak berteriak!”

“Arraseo, Ayo kita main saja.”saran Yoona. Dan akhirnya kelima anak itu dapat bermain dengan tenang. Sayangnya, suasana di kursi pengemudi dan kursi penumpang depan masihlah kaku. Kedua orang dewasa itu terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.

“Hei, Tao”panggil Taeyeon akhirnya.

“Apa?”sahut Tao. Dalam hati, namja itu sudah girang karena sepertinya Taeyeon memberi sinyal positif. Terbukti dari Taeyeon yang mengajaknya bicara duluan.

“Jangan lupakan pr fisika yang kuberi”

Tao menghela nafas kasar. Ia sudah mengharapkan kata-kata manis dari Taeyeon dan ternyata kalimat itu yang keluar dari mulutnya. “Kau hanya ingin mengatakan itu saja?”

“Ya, awal yang baik untuk membuka pembicaraan bukan? Aku bosan berdiam diri”ujar Taeyeon jujur.

“Awal yang baik? Astaga”komentar Tao datar.

“Aish… sudahlah. Aku akan diam jika kau tidak mau bicara. Percuma memang mengajak bicara orang sepertimu. Bukannya aku senang dapat teman bicara, yang ada aku akan semakin jengkel.”Taeyeon mengembungkan pipinya imut. Ia menolak menatap Tao dan hanya menatap lurus ke depan.

Tao terkekeh pelan lalu mengacak-ngacak rambut Taeyeon. Ia sungguh gemas dengan perilaku Taeyeon. Kalau ia tidak mengenal Taeyeon lebih dulu, ia mungkin tidak percaya kalau Taeyeon lebih tua 4darinya. “Hahaha… aku bercanda. Kau mau bicara tentang apa?”

Taeyeon ikut tersenyum. Lalu ia menatap Tao yang ternyata sudah kembali menatap jalanan. Ia memperhatikan fisik Tao yang sudah banyak berubah. Tinggi badannya yang dulu tidak lebih tinggi dibanding Taeyeon, kini telah menjulang. Taeyeon bahkan harus menengadah jika ingin menatap wajahnya. Kelakuannya juga tidak kekanak-kanakan seperti dulu. Lebih dewasa… manly mungkin. Jika dulu Taeyeon merasa Tao adalah adiknya, mungkin dengan perilaku Tao tadi, Ia sudah merasakan sisi seorang ‘kakak’ atau pelindung dari Tao. Dan mungkin masih banyak perubahan-perubahan lain dari Tao. Yang tidak berubah sampai sekarang, mungkin hanyalah kantung mata itu, dan rambut hitamnya. Membuatnya lebih terlihat seperti panda.

“Hei, kenapa kau menatapku seperti itu? Apa akhirnya kau terpesona padaku? Ah, aku tahu tidak akan ada yang tahan dari pe… Akh!”

Ucapan Tao terhenti dan tergantikan oleh rintihan saat Taeyeon mencubit pinggangnya. “Siapa bilang aku terpesona hah?! Dasar panda bodoh!”

“Jangan mencubitku begitu! Kau mau kita menabrak sesuatu?!”balas Tao sengit.

“Siapa suruh mencubitku seperti itu. Dasar galak”ujar Tao santai.

“Sonsaengnim tidak galak! Sonsaengnim baik seperti malaikat!”celetuk Yoona dari belakang.

Sementara Taeyeon tersipu, Tao membalas “Malaikat mana yang tega menjewer dan menghajar anak-anak polos yang tidak bersalah?”

“Taeyeon Sonsaengnim tidak akan marah seperti itu. Taeyeon Sonsaengnim kan baik sekali.”tambah Luhan

“Dia baik pada kalian yang masih kecil. pada orang-orang seumuranku, dia akan berubah menjadi iblis”Tao kekeuh ingin membuat para anak kecil itu takut pada Taeyeon. Ia ingin melihat wajah takut mereka pada Taeyeon.

“Tao Gege pembohong. Kalian jangan pelcaya pada Tao Gege. Thonthaengnim yeoja paling cantik dan baik. Thonthaengnim tidak mungkin thepelti itu.. mungkin thaja yang thalah thi anak-anak itu.”komentar Sehun lengkap dengan cadelnya.

Taeyeon terkekeh-kekeh. “Aigoo… terimakasih. Kalian semua juga lucu dan manis”pujinya. Membuat ketiga anak tadi tersenyum-senyum.

“Terserah”gumam Tao kecil. Ia memang tidak bisa menyebut apa yang dikatakan anak-anak tadi salah. Taeyeon memang malaikat. Malaikat baginya, juga bagi orang lain. Yeoja itulah yang membuatnya mengenal rasa cinta dan kasih sayang. Yeoja itu sudah berjasa banyak dalam hidupnya dan tidak meminta balasan. Dia seperti malaikat bukan?

Dering ponsel Taeyeon terdengar memenuhi mobil. Taeyeon segera merogoh tasnya dan menemukan benda itu. “Yoboseo?”ujar Taeyeon begitu benda itu sudah ada disamping telinganya.

Terdengar suara Tiffany diujung sana. Dan tak lama kemudian senyum merekah di wajah cantik seorang Kim Taeyeon. “Jinjjayo? Dia akan pulang?”

Tao melihat senyum itu. Biasanya ia akan merasa tenang dan hangat ketika melihat senyum cantik itu. Namun entah kenapa… sekarang ia malah merasa gelisah dan takut.

Sebelum Tao melanjutkan apa yang ada dipikirannya, Taeyeon sudah lebih dulu berujar “Tao, apa kau bisa mengantarku ke bandara setelah mengantar mereka? Aku tahu kau sibuk, tapi… bisakah kau menolongku?”

Dan Tao hanya bisa mengangguk.

oOoOoOo

Sesudah mengantar Seohyun pulang, Tao segera mengantar Taeyeon ke bandara Incheon,sesuai janjinya tadi. selama perjalanan, senyum cantik di wajah Taeyeon tak pernah lepas. Bahkan Tao bingung, apa gerangan yang membuat yeoja yang ia cintai ini tersenyum semanis itu? ia tidak yakin dirinya lah yang menyebabkan Taeyeon tersenyum seperti itu. tapi… siapa?

Sekarang, mereka sudah berada diluar bandara. Taeyeon berkata, Tiffany dan orang yang ia tunggu akan segera datang. Jadi mereka hanya perlu bersabar dan menunggu diluar. Tao tahu bahwa Tiffany adalah teman dekat Taeyeon sejak dulu. Tao pun mengenalnya dan masih mengingatnya. Ia penasaran dengan seorang lagi. Apa ia mengenalnya? Apa dia namja? Atau yeoja? Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Tao.

Namun semuanya terhenti ketika ia melihat seorang namja yang tidak terlalu tinggi melangkah disebelah Tiffany dengan tangan yang menenteng koper besar. Tao menatap Taeyeon dan mendapati wajah yeoja itu semakin berseri-seri. Semburat merah dan senyum manisnya kembali terpasang. “Kyungsoo!!”seru Taeyeon, lalu berlari dan memeluk namja itu.

Sementara Tao membelalakkan matanya kaget, Tiffany hanya terkekeh pelan dan menatap pemandangan didepannya dengan pandangan maklum seperti sudah biasa melihatnya.

Pertanyaan-pertanyaan tadi memudar dari pikiran Tao, dan pertanyaan besar justru terbayang. Apa mereka adalah pasangan? Apa Tao sudah terlambat?

“Taeyeon-ah, siapa namja itu?”tanya Kyungsoo sambil menatap Tao. Taeyeon sepertinya baru sadar bahwa ia tidak sendirian menuju bandara ini. Ia menarik Tiffany dan Kyungsoo kearah Tao. Sepertinya agar mereka bisa berbincang berempat.

“Kyungsoo-ah, kenalkan, ini Huang Zi Tao, muridku. Tao, ini Do Kyungsoo, sahabatku.”ujar Taeyeon.

Kyungsoo tersenyum, membuat wajahnya terlihat semakin manis sekaligus tampan. Namja itu mengulurkan tangannya, mengajak Tao bersalaman. “Do Kyungsoo”ucapnya.

Tao mendengus pelan. Mata tajamnya kembali terpasang dan aura gelap yang tadi sempat memudar kembali menyeruak. Tao meraih tangan Kyungsoo. “Huang Zi Tao. Senang bertemu dengan-mu.”

Kyungsoo terlihat sedikit kebingungan dengan Tao yang tiba-tiba menggunakan bahasa Mandarin, begitu juga dengan Taeyeon dan Tiffany. “Taeyeon-ah, apa dia Chinese?”

“Dia memang pernah tinggal di Cina dan memang punya keturunan Cina. Tapi.. ayolah Tao, aku tahu kau bisa berbahasa Korea”ucap Taeyeon sambil menatap Tao kesal.

Bahasa Korea-ku tidak fasih. Kau tahu itu”jawab Tao cuek. Tangannya ia masukkan kedalam saku celananya dan tatapan dinginnya berubah menjadi tatapan merendahkan. Bukan tatapan jahil, tapi merendahkan.

“Huang Zi Tao!”seru Taeyeon. Ia tidak ingin Kyungsoo merasa tidak betah karena kelakuan Tao. Lagipula kenapa Tao harus kembali ke mode menyebalkannya? Padahal tadi sepertinya dia baik-baik saja.

Kalau kau tidak memerlukanku lagi, aku akan pulang. Kau menghabiskan waktuku saja”Tao pun melangkah pergi.

Taeyeon mendecak kesal. Ia tidak habis pikir. Apa yang membuat mood anak itu berubah drastis? Kenapa juga dia jadi begitu menyebalkan. Taeyeon tahu Tao bisa berbahasa mandarin dengan fasih, tapi seharusnya dia tidak menggunakannya di situasi begini. Apalagi Tao jelas tahu dia tadi sedang menahan marah karena tingkahnya. Bukannya minta maaf malah semakin membuat Taeyeon panas.

“Tiffany-ah, bukankah kau bisa berbahasa mandarin?”ucap Kyungsoo.

Tiffany tersenyum. “Ya, aku bisa”jawabnya santai.

“Apa yang anak itu katakan tadi?”sambar Taeyeon dengan raut kesalnya.

“Dia bilang, jika kau tidak memerlukan dia lagi, dia akan pulang. Kau menghabiskan waktunya. Yah…. Menurutku kau susul saja dia. Tidak baik jika kau membiarkannya saja. Itu terkesan seperti kau memanfaatkannya, bukan meminta bantuannya”ujar Tiffany panjang.

Taeyeon menghela nafas. Yang dikatakan Tiffany benar. Toh dia juga harus menasehati Tao tentang kelakuannya tadi. Taeyeon menatap Kyungsoo dengan pandangan menyesal. “Aku ingin mengajakmu jalan-jalan tapi…”

Kyungsoo tersenyum. “Tidak apa-apa… Kita bisa melakukannya lain waktu”

Taeyeon ikut tersenyum lalu memeluk Kyungsoo. “Aku akan mengantarmu berjalan-jalan besok. Aku janji”ujarnya, lalu melepas pelukannya. Kyungsoo mengangguk pelan.

Taeyeon pun berlari mengejar Tao yang sepertinya sedang berlari menuju areal parkir. Namun saat ia tiba disana, nihil. Tao tidak ada disana. Taeyeon menerka-nerka akan dimana Tao berada, dan akhirnya mendapati namja itu sedang bersandar pada dinding salah satu bangunan. Disana sedikit sepi, sehingga Taeyeon tidak terlalu memperhatikan tempat itu. Beruntung matanya cukup tajam untuk menangkap sosok muridnya yang satu itu.

“Tao”panggil Taeyeon seraya berdiri di depan namja itu. yang dipanggil menatap Taeyeon dengan pandangan menusuknya.

“Kau kenapa? Seharusnya kau tadi tidak bersikap seperti itu. Kyungsoo baru saja kembali dari perjalanannya. Ia pasti lelah. Dan disambut dengan sikap seperti itu… ia pasti merasa tidak nyaman Huang Zi Tao”ujar Taeyeon langsung mengucapkan kekesalannya.

“Apa peduliku?”respon Tao singkat.

“Kau tidak mengerti Tao! Kau tidak mengerti perasaannya! Dia pasti merasa tidak—”

Ucapan Taeyeon terhenti ketika Tao dengan sigap memutar posisi mereka. Tao meraih pundak Taeyeon dan menghantam yeoja itu ke dinding, membuat Taeyeon merasa sakit. Baru saja Taeyeon ingin protes, namun tenggororkannya terasa tercekat ketika mata Tao yang dingin menatapnya dengan tajam seakan dapat menembus jantungnya.

“Kau sendiri… tidak mengerti perasaanku!”

TBC

Nah, bagaimana readers? Penasaran? Baguskah? Absurdkah? Author gatau-_- terserah readers ajalah ya. Siapakah Kyungsoo? Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu di chapter selanjutnya.

RCL~

Advertisements

25 thoughts on “[Freelance] My Little Peterpan (Chapter 5)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s