[Freelance] EXOTICS (2nd Part)

exotics

EXOTICS – 2nd Tales (The Meeting)

by

Kisei99

The Star(s)

Jessica Jung – Tiffany Hwang – Kim Hyoyeon – Im Yoona

Xi Luhan – Kris Wu – Kai Kim – Oh Sehun

Kwon BoA – EXO Members

Cameo

Series │ Fantasy, Adventure, Romance │ PG13+

Disclamer

This fanfiction is mine. Fanfiction story is purely from my brain and a little inspiration from a variety of media (Manga, Movie, Novel, Anime and Music Video). All Casts belong to God, their parents and their agency. Don’t bash, copy or plagiat.

Credit Poster

Almahonggi99

-※-

.

 

.

 

.

 

.

Ramainya taman kota sama sekali tidak membuat pikiran Hyoyeon terlepas dari hal yang sedari tadi ia pikirkan. Sungguh. Demi gigi ompong komedian terkenal, ia tak pernah memikirkan suatu hal sampai seperti ini. Apalagi hal yang mengganggu pikirannya sekarang benar-benar tidak bisa dicerna oleh otaknya.

The Legend of Dýnami̱ Crystal.

Guardians.

Ok. Hyoyeon tau. Hyoyeon sangat tau bahwa dirinya bukanlah manusia, melainkan seorang Exotics. Hyoyeon percaya bahwa Exotics benar-benar ada di dunia ini karena sudah banyak Exotics yang ia temui walaupun manusia selalu menganggap bahwa Exotics hanyalah dongeng fantasy.

Tapi?

Mana mungkin dirinya seorang Guardians hanya karena memiliki tanda kupu-kupu bercahaya dilehernya?

Lagi pula, Guardians itu belum tentu benar-benar ada.

“Oh, bodohnya kau, Kim Hyoyeon. Kenapa kau harus memikirkan hal seperti ini?” rutuknya pada diri sendiri. Untung saja ia berada disalah satu kursi taman yang berada tepat dipojok taman sehingga orang-orang tidak mendengar rutukannya.

Saat mata gadis itu berpendar, ia menemukan sebuah sosok gadis berwajah western yang tengah membawa dua kantung plastik. Sosok yang cukup ia kenal. Gadis itu berada tak jauh darinya. Mungkin hanya sekitar lima meter.

“Jessica!” panggilnya.

Gadis yang dipanggil menoleh, “Ya?”

Ternyata benar gadis itu adalah Jessica Jung. Teman satu kelasnya yang sangat terkenal di sekolah. Bagaimana tidak terkenal? Gadis itu mempunyai wajah yang sangat cantik dan cukup pintar. Ia juga sangat pandai bernyanyi dan suaranya tergolong unik. Jessica adalah salah satu temannya yang juga Exotics sepertinya. Well, Hyoyeon tidak terlalu dekat dengan Jessica.

“Ah? Hyoyeon-ah?” Jessica melambaikan tangan kirinya yang kosong sambil tersenyum. Gadis itu pun memutuskan untuk menghampiri Hyoyeon.

“Sedang apa kau disini, Jess?” tanya Hyoyeon.

Jessica duduk di kursi yang sama dengan Hyoyeon lalu meletakan dua kantung plastiknya ke tanah taman yang dihiasi oleh rerumputan hijau. “Aku memang selalu melewati taman ini setiap pergi atau sepulang belanja. Apartemenku tidak terlalu jauh dari sini.”

“Oh ya? Panti asuhan tempat aku tinggal juga tidak jauh dari sini.”

“Oh… Maaf. Tapi, apa kedua orang tuamu sudah meninggal?” tanya Jessica hati-hati. Jessica sangat tau bahwa Hyoyeon tinggal disebuah panti asuhan. Tapi ia tidak pernah tau alasan Hyoyeon tinggal disana.

Hyoyeon memandangi anak-anak kecil yang tengah bermain, “Entahlah. Aku tidak tau. Aku ditemukan di depan panti asuhan saat berusia sekitar empat bulan,” ujarnya. “Yah, itu kata pengurus panti asuhan~”

Hyoyeon tersenyum. Sedikit sedih juga jika ia harus kembali mengingat kedua orang tuanya. Bagimana wajah mereka saja Hyoyeon tidak tau. Rasanya bagaikan mimpi jika ia bisa bertemu dengan mereka—walaupun sebenarnya Hyoyeon benar-benar ingin bertemu dengan orang tuanya. Hyoyeon tau bahwa dirinya adalah Exotics pun dari Park Ajhumma.

Jessica menganggukan kepalanya mengerti tanpa menjawab apapun. Sepertinya ia tidak ingin membuat Hyoyeon sedih.

“Kau sendiri bagaimana, Jess?” Hyoyeon menoleh ke arah Jessica, “Bagaimana dengan orang tuamu?”

Raut wajah Jessica terlihat berubah saat Hyoyeon melontarkan pertanyaan barusan. Tatapan matanya pun terlihat berbeda dari sebelumnya. Tapi sepertinya, Hyoyeon sama sekali tidak menyadari ekspresi wajah Jessica sekarang karena Jessica tidak menoleh ke arahnya.

“Jessica?” Hyoyeon memiringkan kepalanya bingung karena Jessica tak kunjung juga menjawab pertanyaannya.

Merasa terpanggil, Jessica menoleh. Ekspresi wajahnya terlihat kembali normal. “Ah. Kedua orang tuaku—”

BRUK!!!

Jessica tidak melanjutkan suaranya saat telinganya mendengar suara sesuatu yang jatuh ke tanah dengan cukup keras. Detik berikutnya, ia dan Hyoyeon menolehkan kepalanya kesumber suara secara kompak. Lebih tepatnya, ke belakang kursi taman, tempat mereka duduk.

Lagi. Dengan kompaknya, alis kedua gadis berambut blonde tersebut mengkerut heran saat sudah mengetahui ‘apa’ yang jatuh dibelakang mereka.

 

-※-

“Kenapa mereka lama sekali?”

Xiumin mengunyah snacknya. Matanya mengarah ke arah Baekhyun dan Chanyeol yang tengah bermain dengan Zril—anjing kecil putih bersayap milik Boa. Pemuda yang kerap dipanggil Baozi tersebut merasa bahwa empat Warriors itu pergi terlalu lama.

“Mungkin mereka sedang membujuk atau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Dasom.” sahut Chanyeol santai.

Hyung seperti tidak tau saja bagaimana watak Dasom.” tambah Baekhyun.

“Ck. Seharusnya mereka membawa Tao.” ujar Xiumin. Mungkin, jika empat Warriors itu membawa pemuda berkantung mata itu, Dasom akan lebih cepat memberi Informasi karena Tao akan menggunakan jurus Aegyo miliknya.

Chanyeol dan Baekhyun menganggukan kepala mereka setuju atas ucapan dari Warriors tertua itu.

“Kris, Luhan, Sehun dan Kai sedang tidak berada di pulau Thrýlos.” ujar sebuah suara.

Noona?”

Ketiga Warriors itu menoleh dan mendapati sang ratu yang terlihat tengah berjalan menghampiri mereka. Sang ratu pun duduk di sofa yang sama dengan Xiumin lalu meraih remote televisi.

Ok. Jika kalian beranggapan di pulau tempat tinggal para Exotics ini tidak terdapat barang elektronik, kalian salah besar. Meski pulau ini masih sangat hijau, pepohonan menghiasi setiap sudut, perumahan penduduk yang terlihat sederhana dan adanya istana megah layaknya cerita dongeng, Tapi sebenarnya pulau ini memiliki teknologi moderen dan canggih.

“Kalau mereka tidak di pulau ini, jadi mereka sekarang dimana?” Baekhyun mengkerutkan keningnya heran.

“Disebuah tempat. Tempat dimana para Guardians berada,” jawab Boa. “Jadi, kalian santai saja. Karena saat mereka datang. Mereka akan datang dengan seluruh Guardians.”

Meskipun dilanda kebingungan, ketiga Warriors itu menganggukan kepala mereka.

Well, Menurut kesepakatan, jika Kris dan tiga Warriors lainnya sudah mendapat informasi dari Dasom, Lay; Chanyeol; Tao dan Dio lah yang akan pergi ke tempat para Guardians untuk menjemput mereka. Tapi sekarang, malah keempat Warriors itu juga yang ke tempat Guardians.

“Bagaimana Noona tau jika Kris dan yang lain tidak berada disini?” Xiumin memandang sang Ratu yang kini tengah memindahkan saluran televisi.

Tapi, setelah menunggu beberapa detik. Boa sama sekali tak mengeluarkan tanda-tanda akan menjawab pertanyaan Xiumin. Wanita pemilik kekuatan Telepathy itu hanya tersenyum simpul menaggapi pertanyaan dari Xiumin.

Dan, Xiumin pun tidak memiliki niat untuk bertanya lagi.

Lagi-lagi, ia lupa.

Tidak seharusnya ia bertanya seperti itu pada sang ratu.

 

-※-

 

Yoona melirik geram kearah pemuda berkulit kecoklatan yang duduk tepat disofa yang berhadapan dengannya. Mungkin, jika tadi Tiffany tidak menahannya, Yoona sudah membuat tubuh pemuda itu remuk dengan pukulan Superhuman Strength miliknya.

Sampai saat ini, Yoona benar-benar masih kesal setengah mati pada pemuda itu. Bukannya minta maaf atau menjelaskan sesuatu, pemuda yang mengaku bernama Kim Jongin tapi lebih sering dipanggil Kai itu malah menanyakan nama Yoona. Padahal saat itu, posisi mereka masih dalam keadaan yang.. Err.. Ekstrim.

“Kalian Exotics, kan?” Tiffany yang duduk tepat disebelah Yoona membuka suaranya.

Kai menganggukan kepalanya cepat, “Betul.”

“Kekuatanmu Teleportation dan Ilusion,” Tiffany mengalihkan padandangannya ke arah pemuda berwajah dingin yang duduk disebelah Kai, “Sedangkan kekuatanmu adalah Wind. Benar?”

Sekali lagi, Kai menganggukan kepalanya, “Betul sekali. Bagaimana kau bisa tau kekuatan kami?”

Well, setiap Exotics memang bisa mengetahui apakah seseorang berstatus sebagai Exotics atau manusia hanya dengan melihat orang tersebut. Tapi, Exotics tidak bisa mengetahui kekuatan Exotics lain hanya dengan melihat mereka. Hanya beberapa Exotics saja yang bisa melakukan hal itu.

“Kekuatanku Power Sensing.” jawab Tiffany.

Power Sensing? Hoo~ kekuatan langka.” Kai menyenderkan tubuhnya kesofa.

“Tiff, lebih baik kau tidak bicara terlalu banyak pada pemuda menyebalkan itu!” Yoona mendesis kesal. Matanya melirik tajam ke arah Kai meskipun posisi wajahnya mengarah kearah Televisi.

Aigoo~ Yoona-ya yang cantik~~ aku tau aku ini sangat tampan. Tapi kau tidak perlu melirikku sampai seperti itu~”

Mendengar perkataan dari Kai, mata Yoona membelak kaget. Tanpa basa-basi, gadis itu menoleh dan menatap tajam ke arah pemuda bernama lengkap Kim Jongin itu. Ternyata, selain menyebalkan, pemuda itu juga sangat-sangat percaya diri. Melebihi kepercayaan diri Eunhyuk Super Junior.

Sedangkan Sehun, pemuda itu memutar bola matanya malas. Disaat-saat seperti ini, Kai masih sempat menggoda salah satu Guardians. Kenapa Dasom harus mengirimkan dirinya bersama dengan Kai? Jelas-jelas kepribadian Sehun dan Kai bagaikan air dan minyak yang sulit untuk disatukan.

Tiffany memandang dua pemuda dihadapannya. Menurutnya, pakaian yang digunakan oleh dua pemuda tersebut terlalu mencolok untuk ukuran pakaian sehari-hari. Bagaimana Tiffany menjelaskannya, ya? Ng… Pakaian mereka seperti pakaian show member boyband atau—Ah. Entahlah.

“Maaf… Tapi sebenarnya kalian berasal dari mana? Dan, apa tujuan kalian kemari?”

 

-※-

 

“Akh…”

Luhan meringis sakit tatkala bokongnya menyentuh tanah dengan keras. Sungguh. Jika Dasom sekarang ada didekatnya, Luhan akan melemparkan peri itu ke kandang Kira—naga api peliharaan Kris. Bagaimana tidak? Dasom membuat dirinya dan Kris muncul diatas pohon. Karena tidak ada persiapan apapun, ia dan Kris langsung jatuh ketanah dengan tidak elitnya.

Lain halnya dengan Kris. Pemuda tinggi bak tiang listrik itu kini sudah merubah posisinya menjadi berdiri. Tidak seperti Luhan yang masih saja duduk ditanah.

Saat Kris mendongkakan kepalanya, saat itu juga ia menemukan dua orang gadis yang tengah duduk, menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap aneh ke arahnya—ah, Ralat. Ke arahnya dan juga Luhan.

Exotics. Ya. Kris yakin. Dua gadis itu adalah Exotics. Sama sepertinya dan juga Luhan. Tapi… Apa mereka Guardians?

“Siapa kalian?” Hyoyeon menatap aneh dua pemuda dihadapannya. Oke, oke. Hyoyeon tau. Hyoyeon tau kalau dua pemuda itu Exotics. Tapi kenapa mereka datang secara tiba-tiba? Apa mereka berdua memiliki kekuatan Teleportation? Dan, lagi. Kenapa pakaian mereka sangat mencolok?

Luhan berdiri lalu menepuk-nepuk celananya yang sedikit kotor, “Namaku Luhan dan dia Kris.”

“Lalu?” Kali ini Jessica yang bertanya.

Luhan terdiam. Sekarang ia harus melakukan apa? Menanyakan pada dua gadis ini apakah mereka mempunyai tanda kupu-kupu berwarna yang bercahaya? Tidak mungkin. Rasanya terlalu tiba-tiba. Lagi pula bagaimana kalau mereka tidak mempunyainya?

Sreet~

Tiba-tiba, angin berhembus dengan cukup kencang. Menimbulkan bunyi gesekan antar dedaunan, menerpa wajah dan Mengayunkan helaian-helaian rambut milik orang-orang yang berada di tempat tersebut. Termasuk rambut Hyoyeon dan Jessica.

Saat itulah. Tanpa disengaja, Mata Kris menangkap sesuatu dileher Hyoyeon.

“Ish. Angin menyebalkan,” dengus Jessica saat hembusan angin kembali menjadi normal. Gadis itu merapikan rambutnya yang kini terlihat sedikit berantakan.

“Kau… memiliki tanda kupu-kupu berwarna hijau?”

Jessica, Hyoyeon dan Luhan menoleh ke arah Kris.

“Maksudmu aku?” Hyoyeon menunjuk dirinya sendiri karena tatapan Kris mengarah padanya.

“Iya.”

Hyoyeon tidak menjawab. Kenapa ia bertanya tentang tanda itu? Apa dia melihatnya karena angin tadi? , batin Hyoyeon.

“Bisakah kita tidak membicarakan hal itu disini?” Luhan yang menyadari apa yang sedang terjadi membuka suaranya.

Sepertinya, mereka telah menemukan Guardians. Dasom bilang bahwa peri itu akan mengirim Luhan dan yang lain ke tempat Guardians, kan? Berarti dua gadis ini adalah guardians. Toh, Sehun dan Kai tidak ada. Sepertinya dua Warriors itu tengah berada di tempat dua guardians lain.

Selain itu, Luhan juga menyadari sesuatu. Pakaiannya terlalu mencolok disini. Ya. Disini. Di pulau Thrýlos, pakaian yang sekarang digunakan oleh Luhan dan Kris adalah pakaian biasa.

“Baiklah.” Kris menganggukan kepalanya setuju atas ucapan Luhan.

“Tunggu!” Jessica menatap bingung kearah Luhan. “Aku tidak mengerti! Sebenarnya kalian ini siapa? Dan, kalian mau membicarakan apa?”

Luhan tersenyum. “Karena itulah. Kita akan segera menjelaskannya. Tapi tidak disini.”

Hyoyeon memijat kepalanya pelan. Kenapa hari ini terasa begitu membingungkan? Dan… semua hal yang membuatnya bingung berhubungan dengan kupu-kupu. “Baiklah-baiklah. Tapi kita mau membicarakan hal ini dimana? Tidak mungkin di panti asuhanku.”

“Ng…” Jessica menatap Hyoyeon ragu. “Apartemenku?”

.

.

.

.

.

.

“Kemana orang tuamu, Jess?”

Hyoyeon kembali mengulangi pertanyaannya pada Jessica—pertanyaan yang batal dijawab oleh gadis itu karena kemunculan dua orang makhluk asing dibelakang mereka saat di taman tadi. Kalau apartemen ini diperhatikan baik-baik, sepertinya Jessica tinggal sendirian disini. Terlihat dari interriornya yang tidak terlalu banyak dan luas apartemen yang tidak terlalu besar.

Well, sekarang, Hyoyeon, Jessica, Luhan dan Kris sudah berada di apartemen Jessica.

Jessica meletakan empat cangkir teh hangat di atas meja lalu memposisikan tubuhnya untuk duduk disebelah Hyoyeon, “Aku tinggal sendirian. Kedua orang tuaku sudah meninggal saat aku berusia lima tahun.”

Mata Hyoyeon membelak kaget, “M-Mianhae, Jess… Aku tidak bermaksud…”

Gwenchana, Hyo.” Jessica tersenyum manis.

Dalam hati, Hyoyeon merutuki dirinya sendiri. Ia tau. Ia sama sekali tidak salah bertanya seperti itu pada Jessica. Toh, Hyoyeon tidak tau bahwa kedua orang tua Jessica sudah meninggal. Tapi, Hyoyeon jadi merasa bersalah. Hyoyeon yakin. Meskipun Jessica tersenyum, pasti sebenarnya Jessica sangat sedih. Dan, entah sejak kapan Hyoyeon jadi gemar merutuki dirinya sendiri—padahal biasanya ia tidak seperti ini.

“Kalau kau tinggal sendirian, bagaimana dengan biaya sekolah, biaya apartemen dan keperluan lainnya?” tanya Luhan pada Jessica.

“Sebenarnya sekarang aku diurus oleh salah satu sahabat Eommaku. Awalnya ia menyuruhku untuk tinggal dengan dia dan keluarganya. Tapi aku menolak dan akhirnya aku dibelikan apartemen ini olehnya.” jelas Jessica. “Tapi sekarang ia dan keluarganya sedang berlibur di Bali, Indonesia.”

Luhan dan Hyoyeon menganggukan kepala mereka mengerti. Kris memang tidak memberikan respon apa-apa. Tapi sebenarnya ia mendengarkan semua cerita Jessica dengan baik.

“Baiklah. Lebih baik sekarang kalian jelaskan siapa kalian sebenarnya dan apa hubungan kalian dengan tanda kupu-kupu?” Perintah Hyoyeon sambil menatap Kris dan juga Luhan. Hyoyeon rasa, dua pemuda tampan itu ada hubungannya dengan tanda kupu-kupu miliknya—karena saat di taman tadi, Kris bertanya tentang tanda kupu-kupu padanya.

Luhan dan Kris saling bertukar pandang. Detik berikutnya, Luhan kembali mengalihkan pandangannya ke arah Hyoyeon dan Jessica. Sebelum memulai penjelasannya, Luhan menghela nafasnya berat.

Sebenarnya, menjelaskan adalah hal yang mudah bagi Luhan. Tapi Luhan yakin. Exotics yang tidak tinggal di Pulau Thrýlos sangat sulit percaya tentang hal yang berbau magic. Bahkan Luhan juga yakin, pasti sangat jarang ada Exotics disini yang mengetahui tentang pulau Thrýlos. Karena itulah, kebanyakan Exotics yang tidak tinggal di pulau Thrýlos memiliki kekuatan yang lemah. Bahkan sangat lemah.

 

-※-

 

“Jadi, kalian berpikir bahwa aku adalah Guardians karena aku memiliki tanda kupu-kupu berwarna biru?”

Yoona menatap Kai dan Sehun dengan sebelah alis yang terangkat. Gadis itu sudah mendengar seluruh penjelasan tentang kenapa Kai dan Sehun berada disini. Mulai dari Pulau Thrýlos; mereka diperintahkan oleh Ratu Exotics untuk mencari Guardians; mereka datang kesini bersama dua Warriors lain yang bernama Kris dan Luhan dan seterusnya.

Kai menggelengkan kepalanya. “Bukan hanya kau, Yoona. Tapi Tiffany juga.”

Tiffany mengerjapkan matanya. “Aku? Aku tidak memiliki tanda kupu-kupu seperti Yoona.”

“Kau yakin?”

Tiffany menoleh ke arah Sehun.

“Kau yakin tidak memiliki tanda kupu-kupu dilehermu?” Sehun mengulangi pertanyaannya. Kali ini pertanyaannya lebih jelas.

“Konyol.”

Belum sempat Tiffany menjawab pertanyaan Sehun, Yoona sudah terlebih dulu mengeluarkan suaranya. Bola mata gadis bermarga Im itu berputar malas. “Aku bisa percaya tentang Pulau Thrýlos—karena aku pernah mendengar tentang pulau itu dari Eomma. Tapi aku sama sekali tidak percaya bahwa aku dan Tiffany adalah Guardians. Bukankah Guardians dan Kristal Dýnami̱ itu hanya Legenda? Kalau legenda itu memang nyata, Apa ada buktinya?”

“Tanda kupu-kupu itu sudah menjadi bukti, Yoona-ya.” ujar Kai dengan sabar. Mungkin, jika orang yang berada dihadapannya sekarang ini bukan seorang gadis seperti Yoona dan Tiffany, Kai sudah mengirim orang tersebut ke dimensi lain.

Yoona menghela nafasnya kasar, “Tidak mungkin! Toh, Tiffany tidak memiliki tanda itu!” bantahnya bersikeras.

Disaat perdebatan Yoona dan Kai, Kedua alis Tiffany bertaut tatkala gadis berwajah Western itu merasa ada udara dingin yang berhembus kearahnya dengan lembut. Meski lembut, angin itu berhasil menerbangkan surai hitam miliknya. Saat itu pula mata Tiffany melihat jemari Sehun yang tengah bergerak secara perlahan.

Secara spontan, mata Yoona mengalihkan pandangannya ke arah Tiffany yang duduk tepat di sebelah kirinya. Gadis itu pun merasakan ada hawa dingin disekitarnya walau tidak terlalu terasa. Kini, alis Yoona lah yang bertaut. Kenapa Sehun mengarahkan anginnya ke arah Tiffany?

Yoona memutar kepalanya ke arah Sehun, “Kenapa kau me—eh?!” Yoona tak melanjutkan ucapannya. Gadis itu terpaku sesaat. Sejurus kemudian, gadis itu kembali menoleh ke arah Tiffany. Iris Hazel milik Yoona langsung menangkap sesuatu di leher milik Tiffany.

“Tiffany, kau punya tanda kupu-kupu itu?!” tanya Yoona tak percaya. Tanda itu sama persis seperti miliknya. Hanya saja, warna kupu-kupu milik Tiffany berwarna merah jambu atau warna yang sering kita sebut Pink.

“Mwo?” Angin disekitar tubuh Tiffany menghilang seiring dengan pekikan Tiffany. “Mana mungkin?”

Yoona menyibak rambut Tiffany yang menutupi bagian leher milik Tiffany dan memperhatikan tanda kupu-kupu yang terukir disana. “Aigo! Harusnya aku yang berkata ‘mana mungkin’ padamu! Mana mungkin kau tidak tau bahwa kau memiliki tanda ini?” Yoona benar-benar tidak menyangka bahwa Tiffany memiliki tanda yang sama sepertinya. Berarti, tadi Yoona tidak salah lihat.

Tiffany meniup poninya dan mejauhkan tubuhnya dari Yoona, “Aku juga tidak tau, Yoong. Seingatku, kemarin malam sebelum tidur, tanda ini tidak ada.” ucapnya sambil memegang lehernya.

“Itu berarti, kau adalah Guardians terakhir.” ucap Sehun dengan nada datar khasnya dan langsung diikuti oleh anggukan setuju milik Kim Jongin.

Tiffany dan Yoona pun saling bertukar pandang.

 

-※-

 

Tidak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut Hyoyeon ataupun Jessica setelah Luhan dan Kris selesai menjelaskan semuanya. Di luar dugaan Luhan, ternyata Hyoyeon dan Jessica mendengarkan penjelasannya dengan baik—walaupun beberapa kali Hyoyeon terlihat menghela nafas sambil memijat keningnya pelan.

Hyoyeon rasa, kepalanya benar-benar akan pecah menjadi ribuan—bahkan mungkin jutaan—molekul. Hyoyeon tidak pernah mengira bahwa tanda kupu-kupu yang ia dapatkan saat usianya lima belas tahun itu berhubungan dengan sebuah legenda di dunia Exotics—dan ternyata legenda itu nyata. Selama tujuh belas tahun ini, Hyoyeon tidak pernah tau banyak tentang Exotics—karena ia juga memang tidak pernah tertarik untuk mengetahui. Yang Hyoyeon tau, kalau Exotics memiliki kekuatan special dan Exotics tidak boleh membeberkan identitas mereka kepada manusia.

Ya. Hanya itu. Bahkan ia tidak tau tentang Pulau Thrýlos.

“Jika kami ikut kalian ke pulau Thrýlos, kami harus melakukan hal apa? Apa aku, Hyoyeon dan dua Guardians lain harus menemukan Kristal Dýnami̱—yang sekarang entah berada dimana?” tanya Jessica pada akhirnya.

“Untuk hal itu, aku dan Luhan belum diberitahu oleh Ratu.” jawab Kris, singkat.

Setelah Kris mengatakan hal itu, keheningan kembali mendominasi ruangan tempat dimana empat lakon itu berada.

Hyoyeon membetulkan posisi duduknya. Baru saja tadi ia dan Minrin menemukan postingan internet yang berisikan tentang Kristal Dýnami̱. Tapi sekarang ia bertemu dengan orang-orang yang mengaku diutus oleh Ratu Exotics untuk menemukan dan menjemput para Guardians. Dan, Hyoyeon adalah salah satu dari empat Guardians yang dicari.

Sungguh. Hyoyeon merasa dirinya tengah menjadi salah satu tokoh dalam anime atau manga fantasy. Tokoh yang awalnya tidak tau apa-apa dan ternyata memiliki sesuatu yang ‘special‘ dalam dirinya. Bukannya Hyoyeon percaya diri atau apa. Tapi ini memang kenyataan.

Dan, Entah kenapa, setelah mendengar semua penjelasan dari Luhan dan Kris, Hyoyeon langsung percaya pada kedua pemuda itu. Padahal Hyoyeon bukanlah tipikal orang yang mudah percaya pada orang lain yang belum terlalu dikenalnya.

“Sekarang bagaimana?” suara Luhan berhasil membuat Hyoyeon dan Jessica menoleh ke arahnya. “Apa kalian berdua akan ikut dengan kami?”

Jessica dan Hyoyeon tidak menjawab. Kedua gadis itu nampak berpikir.

Luhan dan Kris pun nampak biasa. Mereka sama sekali tidak memiliki niat memburu-buru dua Guardians itu untuk menjawab ajakan Luhan dengan cepat. Toh, Exotics biasa seperti mereka pasti akan sulit untuk percaya tentang Guardians dan yang lainnya.

“Baiklah. Aku akan ikut.” kata Hyoyeon.

Jessica menoleh, “Kau yakin, Hyo?”

Hyoyeon menganggukan kepalanya mantap. “Aku yakin. Sejujurnya sih aku masih setengah percaya kalau aku adalah Guardians. Tapi siapa tau kalau aku ikut dengan mereka, aku bisa mendapat kepastian.” tuturnya.

Jessica terdiam sejenak.

“Benar juga~” tanggap Jessica. “Kalau begitu, aku juga ikut.” Gadis bermarga Jung itu tersenyum.

Mendengar perkataan Jessica, Hyoyeon tersenyum senang. Untung saja Jessica setuju dengan ajakan Luhan. Kalau Jessica menolak, entah apa yang akan dilakukan Luhan dan Kris untuk memaksa Jessica. Yah, biasanya di dalam anime, jika salah satu tokoh penting menolak sesuatu, biasanya akan dipaksa, kan? Ng, mungkin. Sepertinya Hyoyeon terlalu banyak menonton anime.

“Tapi, kira-kira berapa lama kami akan tinggal di pulau itu? Masalahnya, aku dan Hyoyeon masih sekolah walaupun sekarang kami tengah libur panjang.” Jessica menyelipkan rambutnya dibelakang telinga. Kalau dipikir-pikir, sepertinya ia dan Hyoyeon tidak akan tinggal 1-2 hari di pulau Thrýlos.

“Untuk hal itu, kami juga belum tau. Tapi sebaiknya kau menghubungi sahabat Eomma-mu itu dan membuat alasan kalau kau tidak bisa berada di apartemenmu selama beberapa hari.” jawab Kris.

Jessica menganggukan kepalanya sedangkan Hyoyeon terdiam. Kalau ia ikut dengan Kris dan Luhan, itu berarti ia akan tinggal di Pulau Thrýlos untuk sementara. Dan itu juga berarti, ia harus meninggalkan panti asuhan…

“Aku—”

“Halo! Aku datang membawa Guardians!”

Ucapan Hyoyeon terpotong saat mata gadis itu melihat empat sosok yang muncul secara tiba-tiba tepat di depan televisi. Di sekitar tubuh empat orang itu terdapat asap tipis berwarna biru pekat. Tak sampai dua detik, asap entah kabut tipis itu memudar tanpa bekas.

Sekarang, Hyoyeon dan Jessica memandangi empat sosok itu dengan dahi membentuk gelombang. Empat sosok itu terdiri dari dua gadis dan dua pemuda. Dan, Jessica maupun Hyoyeon mengenal dua orang gadis tersebut.

“Kai? Sehun? Kenapa kalian bisa kemari?” Luhan menaikan sebelah alisnya heran—tidak menyangka Kai dapat menemukan dirinya dan Kris. Setahu Luhan, Kai memang bisa pergi kemana saja yang ia mau. Tapi, Kai bisa pergi ke tempat yang ia tuju, jika Kai tau bagaimana keadaan tempat yang akan dituju olehnya. Ah, Luhan sulit untuk menjelaskannya.

Kai mengeluarkan cengiran khasnya, “Aku iseng membayangkan sebuah tempat yang sedang ditempati oleh kalian berdua dan dua orang gadis yang memiliki tanda kupu-kupu. Dan, tadah! Aku bisa sampai disini!” ujarnya dengan bangga.

“Oh.” tanggap Kris singkat dan langsung dihadiahi oleh cemberutnya seorang Kai.

“Hentikan ekspresimu itu Kai! Kau membuatku geli! Kau tidak cocok menampilkan wajah seperti itu!” Luhan menahan tawanya dan Luhan serius dengan ucapannya. Kai memang sangatlah tidak cocok menunjukan wajah yang bertipe-kan Aegyo. Jika Kai mengeluarkan Aegyo, maka hal itu malah akan membuat orang-orang tertawa keras atau bahkan ketakutan.

Kali ini, Kai mendengus sebal.

“Yoona, Tiffany?!”

Setelah hampir satu menit tercengang, akhirnya Jessica dan Hyoyeon membuka suara dan menyebutkan nama dua gadis yang datang bersama Kai dan Sehun. Ya. Dua gadis itu adalah Yoona dan Tiffany. Teman satu sekolah mereka, walaupun berbeda kelas.

“Kim Hyoyeon dan Jessica Jung?” Ekspresi wajah Yoona dan Tiffany pun kini terlihat kaget. Mungkin, karena masih mual—efek pertama kalinya melakukan teleportasi, kerja otak Yoona dan Tiffany menjadi lambat sampai mereka tidak sadar ada dua orang gadis di ruangan ini. Mereka hanya melihat ada dua orang pemuda yang sepertinya dua Warriors lain. Padahal jelas-jelas posisi Hyoyeon dan Jessica berada didekat mereka.

Kai menatap empat gadis itu secara bergantian. “Kalian saling mengenal?”

“Tentu saja. Kami satu sekolah dan satu angkatan.” jawab Tiffany cepat.

“Aku tidak menyangka keempat Guardians sekolah di sekolah yang sama.” Kai menghampiri Luhan lalu meminta hyung-nya itu sedikit bergeser agar dirinya bisa duduk disebelah Luhan. Kai juga baru sadar kalau ternyata Sehun sudah duduk diantara Luhan dan Kris. Tunggu… Kenapa kerja otak semua orang yang berada diruangan ini jadi melambat?

“Jadi kalian juga Guardians dan memiliki tanda kupu-kupu?” Jessica bertanya. Dalam sejarah hidup Jessica, mungkin hari ini adalah hari yang paling membuat dirinya bingung secara terus-menerus.

“Mungkin…?” sahut Tiffany ragu.

Yoona menghentakan kakinya. “Ini aneh!” Tujuh orang yang berada didalam ruangan itu pun menatap Yoona. “Ini terlalu kebetulan! Mana mungkin kami berempat Guardians!” tukasnya keras.

Sebelum Luhan sempat membuka suaranya untuk menjelaskan, suara seseorang mengintrupsi.

“Sudah kubilang. Keberadaan empat Guardians tidak akan berjauhan. Jika guardians pertama sudah muncul, maka guardians lain yang akan muncul pasti tidak akan berada jauh dari guardians yang pertama.” Sehun. Ya. Itu adalah suara milik Oh Sehun. Pemuda berwajah datar itu sama sekali tidak menatap Yoona saat berbicara.

Entah karena apa, setelah Sehun selesai mengeluarkan kata-katanya, ruangan tersebut hening tak bersuara. Bahkan rasanya, suara bunyi jam pun tak masuk ke dalam telinga mereka.

“Bola?”

Kai mengeluarkan suaranya. Kedua alisnya bertaut dan membuat wajah pemuda itu nampak seperti orang yang sudah berumur. Arah pandangan pemuda itu mengarah pada sebuah bola emas kecil bersayap, berdiameter sekitar 10 cm yang kini tengah terbang dibawah lampu ruangan apartemen milik Jessica. Bola itu nampak tak bisa diam dan terus bergerak kesana kemari walaupun benda itu masih bergerak disekitar bawah lampu.

Bola mata kedelapan orang itu terus mengikuti pergerakan yang dilakukan oleh bola tersebut. Beberapa lama kemudian, pergerakan bola itu bertambah cepat dan tak beraturan.

“Bola ini—”

Belum sempat Luhan menyelesaikan ucapannya, bola tersebut hancur berkeping-keping dan menimbulkan bunyi ‘bum’ yang cukup keras. Bersamaan dengan hancurnya bola bersayap itu, muncul asap berwarna orange dari kepingan-kepingan benda bulat tersebut. Dengan cepat, asap tersebut memenuhi ruangan.

“Ya! Ini asap apa?!” teriak Hyoyeon, lagi-lagi kaget.

Kini Kedelapan exotics itu sama sekali tak bisa melihat apapun. Yang bisa ditangkap oleh pengelihatan mereka hanyalah warna orange.

.

 

.

 

.

.

 

-※-

Maaf banget FF ini selalu lama update. Jujur. Aku ga bisa cepet ngelanjutin FF ini karena biasanya aku lanjutin FF ini kalau emang lagi mood ._. Apalagi, kalau dipikir-pikir, kayanya FF ini bakalan panjang banget ceritanya -_-” Belum lagi feel aku ke exoshidae menurun drastis.

Sebenernya, cerita buat part ini udah ada. Cuma ga tau kenapa aku susah banget bikin kata-katanya ._. Haduh, maaf banget yaaa~~ Part ini udah panjang, kan? Hehe.

Di Next Part, Setting tempatnya udah di Pulau Thrýlos.

Promosi, ya? Jangan lupa main ke blog pribadi Bila http://www.himawarikisei.wordpress.com

Mohon beri komentar~!

 

42 thoughts on “[Freelance] EXOTICS (2nd Part)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s