You’re My Destiny | Part 6

ymd

Title     : You’re My Destiny

Genre  : Romance, Sad(ga yakin-_-), Angst (ga yakin_-_), Comedy (?)

Main Cast        :

Jessica Jung

Xi Luhan

Support Cast :

Xiumin Kim

Kim Hyoyeon

Sunny Lee

Chen Kim

Pairing : HanSica –XiuSica – XiuSun – HyoChen

Rating :  PG-13

Author : CJH

SIDERS? GO TO THE HELL NOW!

Disclaimare :This is my own storyline. I don’t copy this from other fiction,this is my pure imaginaton. Don’t Be a plagiator, don’t bashing and in this fiction i just borrow the cast’s name.

Note : FF ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan mohon dimaklumi hwhw._.

Created By Choi Jung Hee

Previous : 1 | 2 | 3 | 4 | 5

Part 6

.               .               .                               .               .               .                               .               .               .

Jessica semakin membuka matanya lebar. Dengan mulut yang membulat, keterjutannya membuat jantung gadis itu seakan meloncat dari rongga tubuh mungilnya.

Nafasnya sesak. Tidak ada ruangan untuk dirinya bernafas. Berkali – kali gadis itu mengerang tidak jelas untuk membangunkan lelaki di sebelahnya. Namun apa daya, si lelaki itu seakan sudah tidak bernyawa sehingga tidak bergerak dan tidak sama sekali terganggu oleh erangan tidak jelas Jessica.

Jessica menghela nafas berat, usahanya gagal.

Sampai berapa lama kedua manusia ini ber-pose seperti ini. Keadaan Luhan yang sedang memeluk Jessica rapat di tambah kakinya yang mengunci tubuh Jessica semakin membuat gadis itu tidak bisa bernafas dan bergerak sedikitpun. Luhan memang kejam.

Ingin sekali Jessica mencubit perut Luhan agar namja itu terbangun dari tidurnya. Atau jangan – jangan ia sudah tak bernyawa lagi?

‘oh sepertinya Luhan sudah tidak bernyawa’

Pikiran Jessica sudah tidak waras lagi, otaknya sudah berlari kemana – mana. Gadis itu bahkan sempat berpikir bahwa namja yang berada di sebelahnya itu melakukan apa – apa dengannya. Oh Tuhan bersihkanlah otak Jessica ini.

Gadis bersuri cokelat itu sudah pasrah. Sangat susah membangunkan si pemalas Luhan ini. Jessica saja tidak bisa melihat jendela apartemennya. Apakah sudah pagi atau bahkan sudah siang. Jendela saja tidak dapat di lihatnya apalagi jam? Sungguh badan Luhan sangat merepotkan.

Jessica menyunggingkan bibir tipisnya sedikit. Sepertinya ia mempunyai akal yang bagus untuk membangunkan Luhan. Blam

“Ouchh” rintih Luhan yang kini ternyata sudah bangun dari alam tidurnya. Jessica mengulum senyum kemenangan. Tapi di balik itu ada rasa kecewa tentunya

“Ternyata Luhan tidak jadi meninggal. Apakah dia mati suri?”

“Kau itu yeoja atau namja? Pukulanmu sangat sakit sekali, kau bisa membuat lambungku keluar dari mulutku”

Lagi – lagi Luhan mengeluh.

“Lepaskan pelukanmu bodoh! Aku bahkan sudah mengira kalau kau sudah tidak bernyawa karena dirimu yang susah di bangunkan. Aku sampai tidak bisa melihat sekarang jam berapa karena terhalang oleh badanmu yang sangat tidak eksotis ini. Kita harus pergi berkerja!”

Omelan panjang kali lebar yang baru saja di lontarkan oleh Jessica seakan tidak berfungsi untuk Luhan. Kata – kata tersebut seakan – akan hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.

Namja itu hanya membalas omelan Jessica dengan gelengan kuat, dan ia mengeratkan pelukan mematikan itu.

“Bodoh!!! Kita harus bekerja. Kau tidak mau memboloskan? Oh Tuhan ada apa dengan diriku sekarang. Permintaanku tadi malam sangatlah bodoh”

Kini Jessica yang terus mengeluh. Luhan tidak mempedulikan itu. yang ia mau hanya berdua dengan Jessica tidak lebih. Bahkan namja itu merelakan hari kerjanya hanya untuk seorang Jessica Jung.

“Biarkanlah tetap berposisi seperti ini” ujar Luhan dengan senyuman hangat. Jessica hanya menatap Luhan datar lalu berpikir keras agar bisa lolos dari pelukan Luhan yang sangat – sangat mematikan itu.

Bruk..

Luhan terpental jatuh dari kasur milik Jessica. Jatuh dengan posisi kepala yang terjatuh duluan ke lantai. Pasti sangat sakit, tapi bagaimana lagi. Hanya cara itu yang bisa di lakukan Jessica untuk mengusir Luhan yang sangat manja itu.

“Aku tidak tahan dengan posisi seperti tadi. Jangan salahkan aku yang mejatuhkanmu ke lantai” kata Jessica datar lalu berjalan mencari ponselnya yang lupa entah ia taruh mana.

Luhan yang tengkurap langsung duduk bersila dan terus saja memegangi kepalanya yang sakit. Jika Luhan memarahi Jessica pasti ia selalu kalah. Alasan yang di gunakan Jessica selalu masuk akal.

Jika dipikirkan lebih dalam lagi, tentu semua ini salah Luhan. Bagaimana bisa ia memeluk Jessica dan menguncinya dalam tidur?

Jawabannya adalah Luhan itu seorang namja yang sangat sangat cerdik. Ia selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. Contohnya ia baru saja di suruh oleh Jessica untuk tidur  dengannya karena ia takut. Dan buktinya namja itu sudah berani memeluk sahabatnya itu yang selama ini ia kagumi.

‘kagumi?’

Luhan berpikir sejenak. Apa yang baru saja ia pikirkan? Ia mengagumi Jessica?

Sepertinya dunia sudah terbalik. Sejak kapan Luhan mengagumi yeoja jadi – jadian yang mempunyai marga Jung itu. jika ia benar – benar mengaguminya berarti otak Luhan sudah konslet.

Jessica sedari tadi memandangi Luhan yang melamun. Berhubung di dekatnya terdapat sofa dan ada bantal di sana, Jessica mengambil bantal tersebut lalu melemparkannya pada Luhan. Tepat sasaran! Bantal itu langsung terkena di kepala Luhan.

Luhan lagi – lagi mengerang tidak jelas. Sungguh sial hari ini. Dahinya terdapat luka memar berwarna biru. Mengapa daerah kepala? Mengapa tidak di kaki saja?

Namja itu mengutuk dirinya sendiri. Bersama Jessica itu sudah pasti ada suka dan duka. Tetapi dukanya sudah terlewat batas,  Jessica selalu menempatkan kepala Luhan sebagai target utamanya. Sepertinya Luhan harus pergi ke kantor hak asasi manusia untuk menuntut haknya karena telah di perlakukan semena – mena oleh Jessica.

Luhan berperang keras. Ia harus menghentikan otak tidak waras Jessica yang semakin membuatnya frustasi akan kekejaman ajaib gadis itu.

Namja berparas imut nan cantik itu menatap Jessica ragu. Lalu ia mengepal tangannya dan menariknya ke dekat wajahnya lalu mengayunkannya seperti anak kucing yang kelaparan dan sesekali namja itu mengediapkan matanya untuk menambah kesan imut. Lucu memang, tetapi bagi Jessica itu adalah salah satu perilaku Luhan yang sangat sangat menjijikkan.

Jessica menatap Luhan malas. Ia paling benci jika Luhan melakukan aegyo di depannya. Gadis berdarah Amerika – Korea itu memang tidak suka orang beraegyo, apalagi lelaki. Sangat menjijikkan.

“Jangan beraegyo. Kau sangat menjijikkan Lu”

Yeoja itu kembali muram. Luhan sama sekali tidak tau akan hatinya yang sekarang sedang tidak dalam mood yang baik ini. Jessica, yeoja itu kembali menatap Luhan cermat. Di dapatinya luka memar yang berada di dahi Luhan.

Gadis itu tau kalau memar tersebut ada di dahi Luhan karenanya. Tapi, Jessica merasa gengsi. Apapun yang ia kerjakan, salah ataupun tidak. Ia tak peduli. Kalaupun ia memang harus meminta maaf. Yeoja itu tidak akan mengatakannya meskipun hanya kata ‘maaf’. Baginya gengsi adalah nomor satu.

Meskipun iba, gadis bersurai cokelat itu tidak ingin ambil pusing. Ia berlari ke arah kamar mandi dan langsung meninggalkan Luhan yang masih di kamarnya. Memanjakan diri adalah salah satu cara untuk meringankan beban dan meringankan kepala, tentu saja.

Luhan berdecak kesal. Ia merasa kesal karena Jessica meninggalkannya sendirian di kamarnya dan Jessica memilih untuk memanjakan diri dari pada melayani tamunya itu. namja itu memegang dahinya yang terasa cenat cenut/?. Luka memar memang sangat sakit. Memang hal tersebut adalah salah satu resiko menjadi orang dekat Jessica.

Gadis yang mempunyai nama lengkap Jessica Jung atau bisa disebut juga Jung Sooyeon itu adalah yeoja sakti. Saat masih bersekolah, Jessica sering mendapatkan peringkat satu di kejuaraan tinju nasional hingga internasional. Tidak heran jika Luhan selalu babak belur jika berada di dekat Jessica yang sedang tidak mempunyai mood baik sama sekali.

Namja bermarga Xi itu berdiri dengan susah payahnya. Tangan kanannya memegangi dahinya yang sakit dan tangan kirinya memegangi pantatnya yang juga sakit karena terhantam jatuh dari kasur tadi. Dengan jalan yang pincang Luhan keluar dari apartemen Jessica menuju apartemennya yang kebetulan bersebrangan dengan apartemen Jessica.

Jessica baru saja selesai memanjakan tubuhnya. Gadis itu kembali ke kamarnya dan mencari sosok Xi Luhan. Partnernya dalam bekerja, sahabatnya sekaligus tetangganya itu. ia tidak menemukan batang hidung seorang namja cantik nan cerewet itu.  Tidak masalah. Bukankah jika tidak ada Luhan akan lebih baik?

***

Seoul, 12.12 KST

Jessica melirik jam dinding apartemennya, jam menunjukkan pukul 12.12 siang. Jam kembar. Mitosnya, jika kalian melihat jam kembar seperti Jessica tadi ada yang kangen dengan kalian. Apakah kalian percaya? Tentu saja tidak. Hanya orang tak berpendirian yang mempercayai itu semua.

Hari ini Jessica membolos kerja. Pasti Luhan juga sama. Toh sebenarnya Jessica membolos karena Luhan. Sungguh namja yang menyebalkan!

Ponsel Jessica bergetar. Ada sebuah pesan masuk disana.

From : Hyoyeon

Sica-ya! Mengapa kau membolos kerja? Aku mendapat berita tadi malam dari Chen. Apakah kau membolos karena itu? apakah kau baik – baik saja? aku merasa iba padamu, keep smile Jess J

Jessica tersenyum membacanya, Hyoyeon adalah sahabat terbaiknya selain Luhan. Dan Chen juga termasuk dalam kategori sahabat terbaik jessica. Memang sahabat adalah segala – galanya. Karena mereka ada dalam susah maupun duka.

Dengan langkah cepat Jessica mengetik sebuah pesan balasan untuk Hyoyeon

To : Hyoyeon

Gwenchana. Aku tidak apa – apa. Sebenarnya aku tidak membolos karena itu, hanya saja ada suatu hal yang membuatku tidak bekerja hari ini. Tolong sampaikan kepada Tuan Kim jika aku ada urusan. Apakah Luhan datang bekerja? Tidak ‘kan?

Tidak butuh menunggu dua menit Jessica sudah mendapatkan balasan pesan dari Hyoyeon.

From : Hyoyeon

Begitulah, kau dan Luhan tidak masuk kerja hari ini. Apakah kalian memiliki rencana sehingga tidak masuk kerja hari ini? Haha. Just kidding Jess J. Kau mau menceritakan semuanya padaku? Aku sangat penasaran mengapa kau tidak bekerja hari ini, begitupun Luhan. Aku dan Chen ingin menemuimu. Bagaimana kalau kita bertemu di cafetaria dekat kantor pukul satu siang? Aku akan mentraktirmu. Yakso?

Jessica terkikik geli setelah membaca pesan singkat Hyoyeon. Terkadang sifat Hyoyeon seperti anak – anak meskipun umurnya sudah berkepala dua.

***

Seoul Cafetaria, 13.00 KST

Jessica memasuki sebuah cafetaria di dekat kantornya. Sesuai janjinya dengan Hyoyeon dan Chen. Ia mendapati sebuah lambaian tangan yang di tujukan ke arahnya. ‘ah pasti itu Hyoyeon’

Lalu Jessica langsung melesat ke arah lambaian itu. Chen dan Hyoyeon menyapanya dengan ramah. Lalu mereka berbincang – bincang selayaknya bagaimana seorang sahabat.

“Apakah kejadian tadi malam itu benar Jess?” tanya Chen hati – hati. Jessica yang tadinya tersenyum lebar menjadi agak muram karena pertanyaan yang di lontarkan Chen. Pertanyaan tersebut terlalu sensitif bagi Jessica.

Gadis itu mengangguk pelan. “Ne, Tuan Kim hanya mempermainkanku saja. Ia sudah bersama Sunny, Lee Sunkyu. Aku tidak berharap lebih. Cinta memang menyakitkan”

Jawaban Jessica sangat membuktikan bahwa yeoja itu sedang terluka. Air muka Chen dan Hyoyeong langsung berubah menjadi tatapan prihatin ke Jessica.

“Lalu mengapa kau tidak masuk bekerja hari ini?”

Hyoyeon kali ini langsung to the point. Dan Jessica langsung tersentak kaget mendengarnya. Memang tujuan utama mereka datang di cafetaria ini adalah mendengarkan cerita Jessica. Tapi sangan pencerita sekarang  terdiam dan menundukkan wajahnya.

“Aku malu mengatakan semuanya”

Kata – kata Jessica membuat Chen dan Hyoyeon terbingung. Kedua sejoli itu saling pandang lalu kembali menatap jessica intens. Kedua manusia bermarga Kim itu menatap Jessica seolah matanya mengatakan apa – yang – kau – lakukan – dengan – Luhan?.

Melihat tatapan tersebut Jessica menyerah. Memang sudah semestinya ia menceritakan ke Chen dan Hyoyeon tentang hal memalukan ini.

Akhirnya, Jessica menceritakan semuanya. Terkadang Chen dan Hyoyeon mengangguk kecil, terkadang mereka melongo tak jelas dan terkadang mereka membulatkan matanya mereka lebar karena terkejut bukan main.

“Kau tak sedang sakit ‘kan Jess? Apakah itu benar – benar dirimu?”

Hyoyeon mengatakan itu dengan tatapan serius. Ia mengira bahwa ada yang tidak beres dalam Jessica. Atau otak gadis bermarga Jung itu sudah konslet karena kejadian Xiumin dan Sunny tadi malam.

“Gwenchana” jawab Jessica singkat. Dan disaat yang sama Chen menjadi menunjukkan smirk anehnya saat menatap Jessica.

“Kalau yang kau ceritakan memang benar, berarti Luhan tertarik padamu Jess”

Bukannya terkejut, Jessica malah menatap Chen dengann tatapan malas dan tajam. Gadis itu sudah terlalu bosan dengan ejekan tersebut. Ia tidak merasa bahwa Luhan menyukainya. Hanya sebagai sahabat dan partner kerja, tidak lebih.

“Lalu apakah kau akan melupakan Tuan Kim dan membuka hatimu untuk namja lain?”

Hyoyeon kali ini kembali angkat bicara. Pertanyaan yang di lontarkan yeoja berambut blonder itu membuat Jessica tersenyum pahit sambil menopang dagunya dengan malas.

“Aku tidak yakin bisa melupakannya. Tetapi aku akan berusaha”

Miris. Kedua manusia yang di hadapan gadis bermarga Jung itu menatapnya dengan iba. Malang sekali nasib yeoja itu. di permainan oleh namja yang benar – benar ia cintai.

“Aku harus bisa melupakannya”

***

Namja imut itu sedang melamun. Duduk di sofa sambil memutar – mutarkan handphone touchscreennya dengan malas. Sesekali ia melirik jam dinding yang bertengger di dinding rumahnya.

Moodnya sedang tidak baik. Kejadian tadi malam terus terputar rapi di otaknya. Ia menyadari, apa yang ia lakukan sangat kejam. Dirinya merasa iba kepada gadis yang baru saja ia sakiti.

“Xiumin-ah. Gwenchana? Aku membuatkan secangkir teh hangat untukmu”

Yeoja bernama Sunny itu menepuk punggung Xiumin halus. Sedangkan namja itu tidak memberikan respom apapun. Seperti posisi semual, hanya melamun sambil memutarkan handphonenya.

“Pergilah dari rumahku”

Mendengar ucapan datar nan menusuk keluar dari mulut Xiumin, air muka Sunny menjadi bingung sekaligus kesal. “Apa maksudmu?”

“Ku bilang. Pergi dari rumahku. Apakah kurang jelas Lee Sun Kyu?” bentak Xiumin dengan penuh tekanan. Sunny semakin emosi atas tingkah laku Xiumin.

“Ku bilang jangan memanggilku dengan nama itu lagi. Aku tidak suka nama itu tuan Kim Min Seok!” balas Sunny dengan penuh bentakan juga. Dulu ia memang di sebut Sun Kyu. Tetapi beberapa hari yang lalu ia mengatakan bahwa ia risih dengan nama itu dan menyuruh semua orang untuk memanggilnya dengan nama tenarnya, Sunny.

“Keluar atau kita putus?”

JLEB!

Xiumin dengan tenangnya mengatakan hal tersebut. Sedangkan Sunny semakin membulatkan mata dan mulutnya lebar.

“Mwoya Kim Min Seok?. Apa maksudmu, huh?”

“Apa maksudku? Cih! Kau yang membuat Jessica menderita dalam skenariomu. Aku bahkan tidak tahu mengapa aku mengikuti saran bodohmu. Kau tidak tahu? Jessica sekarang terluka karena aku. Dan aku hanya ingin kau pergi dari hidupku. Sekarang juga kita putus! Tidak ada lagi hubungan di antara kita nona Lee”

Tubuh mungil Sunny melemas. Ia seperti masuk di alam mimpi atau bahkan apa ia sudah mati? Gadis itu benar – benar tidak percaya. Xiumin begitu kejam kepadanya. Ia mengaku bahwa ia jahat, bukankah penyesalan itu berada di akhir?

Sebenarnya Sunny juga tidak sejahat itu. Ia berani melakukan itu karena ia tahu bahwa Xiumin juga tertarik dengan gadis bule itu.

“Baiklah Kim, aku akan pergi dari hidupmu selamanya”

***

TBC

Hahaha.. FF ini lama banget jadinya ampun deh readers. Udah makin jelek, lama lagi haduh soalnya banyak tugas sekolah T^T. Mana pendek pula ini FF. Entah kapan ini FF kelar, klimaks aja masih sampai beberapa chapter kedepan T^T. berasa sinetron deh ini FF. Do’akan saya untuk tetap semangat. Mian ya kalo banyak kekurangan dan typo. Jangan lupa tinggalkan komentarnya yuu~

Maaf, karena siders ff ini semakin banyak. terpaksa ff ini akan di lanjutkan jika komentar minimal 64 plus balasan saya.

57 thoughts on “You’re My Destiny | Part 6

  1. Aaaaahhh… sunny tega yaaaa…
    Asik, akhirnya luhan menyukai sica… tapi sica nya masih belum sadar tuh…

    Wah, kayaknya xiumin uda mulai menyukai sica nih… asiiiiikkkkk…

    Thor, lanjutkan ampe tuntas jangan ngegantung dong

    • mian. tapi emang sudah bulet keputusan aku. karena aku udah kecewa banget sama readers. chingu tinggal anggep aja ini ff selesai🙂 lagian ff ini udah di posting lama~

  2. annyeong!!! reader baru!!! *lambai2 taplak meja*
    yah… thor… knp ga dilanjut? pdahal seru loh ceritanya…
    aku yang bru berkunjung ke blog ini aja langsung nyatronin cerita author…😀
    jebal…. continue…. aku juga reader jenongkece kok thor….😀
    Daebak by the way….!!!!!!

  3. wah kayak xiumin nyesal berat tuh…
    luhan masih ga sadar kalo dia suka ama jessi? keburu di embat sama xiumin… hahhaa

    next chap chingu… jangan lama-lama

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s