[Freelance] Wae?

Wae

Title                 : Wae?

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Comedy (?), Romance

Rating             : PG-15

Cast                 : EXO Luhan, SNSD Jessica, SNSD Yoona, SNSD Sunny

Disclamair       : This story is mine. Don’t Be Plagiat!!! Cause this is just imagination No Bash (Love + Girls = Peace, okay ^^b) Warning : FF ini terkesan GJ menurut author -_- yg penting enjoy this story please😉

Summary         : ‘Dunia ini akan menyenangkan jika kita mengalami banyak pertemuan dengan orang-orang, terlebih yang kita sayangi. Namun, jika hal itu terjadi dengan orang yang menyebalkan… tentu itu tidak mengasyikkan!’

____________________________________________________________________

 

= Wae? =

 

Tahun ajaran kali ini pasti akan menyenangkan… mungkin?

 

“Hey tahu tidak untuk pergantian kelas tahun ajaran kali ini sudah diumumkan lho” ucap seorang yeoja berambut pirang sebahu.

“Jinjja? Aku di ruang mana? Ayo beritahukan padaku Sunny-ah~” rengek seorang yeoja yang sering dipanggil Yoong atau lebih tepatnya Yoona.

 

“Uhm itu juga aku lupa mungkin dari ruang dua untuk kalian?” jawab Sunny sambil menggaruk pelipisnya seakan ingin memutar kembali ingatannya.

“Ah begitu ya? Sica eonnie ayo kita lihat ruang kelas kita? Pasti sudah ditempel di pintunya” ucap Yoona bersemangat sambil menarik-narik tangan seorang yeoja yang sedang memejamkan matanya dengan damai.

 

“Eurgh… nanti saja ne?” ucap yeoja tersebut sambil mengibaskan tangannya dari tarikan tangan Yoona dengan malas, ia malah terlihat kembali meletakkan kepalanya di meja untuk menemui mimpi indahnya.

 

Yoona yang kini sedang menggembungkan pipinya kesal, kembali menarik tangan yeoja tadi dengan lebih semangat diikuti dengan suara permohonan berulang-ulang.

 

“Huwaaa eonnie ayolah~ eonnie~” rengek Yoona membuat Sunny yang melihat hal tersebut hanya terkikik pelan, ia sudah biasa melihat pemandangan aneh namun menggemaskan tersebut. Merasa sudah cukup, iapun meninggalkan dua yeoja tersebut yang masih dengan aktivitas mereka tadi.

 

Merasa terganggu dengan ulah Yoona barusan, akhirnya yeoja tadi membuka matanya dengan malas sambil mengucek kedua matanya perlahan. Iapun sesekali menguap kecil dan merenggangkan tangannya sedangkan di sampingnya Yoona melihatnya dengan tatapan bersinar-sinar, berharap yeoja itu akan bangun dan menemaninya untuk melihat-lihat.

 

“Ajak Sunny atau yang lain saja ne? aku masih ingin tidur” ujar yeoja tadi enteng lalu kembali melanjutkan aktifitasnya tadi dengan tenang.

 

Yoona yang semula beraura cerah secerah sinar mentari tiba-tiba saja berubah menjadi aura awan mendung yang pekat disertai dengan petir yang menyalak (?) melihat reaksi yeoja tadi, bahkan beberapa di antara kawan sekelas mereka berlari keluar untuk menghindari aura mematikan seorang Im Yoona yang sangat menakutkan dunia dan akhirat kala itu.

 

“YA!!! SICA EONNIE!!! BANGUN DAN TEMANI AKU!!! KAU NANTI BISA TIDUR LAGI KETIKA DI RUMAH, INI SUDAH HAMPIR WAKTUNYA PULANG!!!” teriak Yoona kesal.

 

Yeoja tadi langsung saja membuka matanya 100% mendengar kata-kata terakhir Yoona barusan.

 

Hampir waktunya pulang?

 

“Baiklah, Kajja~” ucap yeoja tadi riang sambil menarik tangan Yoona cepat. Yoona yang senang karena berhasil membangunkan sang sleeping beauty itupun kembali tersenyum ceria membuat anak-anak sekelasnya yang berlari ketakutan kembali masuk ke kelas dengan hati yang damai.

 

Untunglah Yoona tidak mengeluarkan 100% kemarahannya’ batin mereka bersamaan.

Yoona dan yeoja itupun dengan langkah ringan naik turun tangga di gedung sekolah mereka. Kepala mereka berdua sedari tadi sibuk melihat ke kiri dan ke kanan berharap ruang yang akan mereka tempati nanti untuk kelas semester depan ada di hadapan mereka.

 

“Ah Yoong kurasa ini tempatnya” ujar yeoja tadi sambil menunjuk ke salah satu ruangan yang berada di pojok lantai kedua gedung sekolah tersebut.

 

Yoonapun menghentikan langkahnya dan sambil tersenyum lebar ia membaca dengan cermat ketas yang terpasang di pintu ruangan tersebut.

 

“Ah benar kata Sunny kita ada di ruang dua yey~” girang Yoona, sedangkan yeoja di sampingnya hanya menganggukkan kepalanya paham.

“Nah Sica eonnie ayo kita masuk ke dalam, kita lihat siapa yang akan menjadi teman sebangku kita” tawar Yoona. Jessica yang tidak tahu hendak melakukan apa akhirnya mengikuti Yoona yang sudah memasuki ruangan tersebut terlebih dulu.

 

“Ehm yang ini tempat dudukku, dan eonnie~ ehm di sini. Wah kau duduk dibelakangku eonnie” ucap Yoona senang sedang Jessica hanya tersenyum dan kembali melihat-lihat ruang tersebut.

 

Cukup bagus dan juga nyaman tempat ini’ pikirnya.

 

Setelah puas melihat-lihat sekelilingnya, mata Jessicapun tertuju kepada secarik kertas kecil yang tertempel rapi di sudut meja di sebelahnya-meja yang nantinya akan ditempati oleh teman sebangkunya kelak.

 

Matanya melebar seketika ketika ia selesai membaca nama yang tertera di kertas kecil tersebut.

 

Xi Luhan?

 

Flashback

 

Jessica yang sedang asyik meminum milkshake miliknya hampir saja tersedak karena senggolan tiba-tiba sebuah lengan kurus yang ia tahu adalah lengan Yoona, teman sekelasnya. Hendak saja Jessica memarahi Yoona gara-gara tindakan mengkhawatirkannya itu namun…

 

“Eonnie lihatlah ke sana” titah Yoona membuat Jessica yang tidak mau ambil pusing langsung menengokkan kepalanya ke arah pandangan Yoona.

 

Ia melihat seorang namja berwajah Baby face yang sedang asyik menikmati milk shake miliknya bersama dengan teman-teman namjanya.

 

Jessica yang memang tidak mengenal banyak orang di sekolahnya ini-teruatama namja itu langsung saja bertanya kepada Yoona.

 

“Nuguseyo?”

 

Yoona yang sedaritadi asyik memperhatikan namja tadi langsung menolehkan kepalanya cepat.

 

“Eonnie kau benar-benar tidak mengetahuinya?” Tanya Yoona tak percaya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

 

Jessica yang memang tidak mengetahui siapa namja tersebut hanya menganggukkan kepalanya sambil kembali menikmati milk shake miliknya yang masih tersisa setengah.

 

Yoona hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya.

 

“Sica eonnie kau jangan bercanda” ucapnya.

“Aku benar-benar tidak mengenalnya Yoong” balas Jessica kesal, ia benar-benar tidak mengenal namja tersebut.

“Aigoo eonnie~ namja itu adalah murid pindahan dari China yang merupakan salah satu kerabat pemilik sekolah ini eonnie namanya Xi Lu-han”ucap Yoona sambil menekankan nama namja tersebut membuat Jessica hanya menganggukkan kepalanya faham sembari kembali menghabiskan milk shake miliknya hingga tak tersisa.

 

Flashback End

 

Jessica yang sedaritadi mematung membuat Yoona penasaran dan mencoba mereka-reka hal apa yang dapat membuat temannya itu menjadi seperti sekarang.

 

Ditatapnya arah pandangan Jessica yang terus mengarah ke kertas kecil di pojok meja yang terletak di samping kanan Jessica berdiri dan dibacanya perlahan.

 

“XI LUHAN?” teriak Yoona membuat Jessica tersadar dari lamunannya dan-tak hanya Jessica sesosok manusia juga sedikit kaget karena namanya diucapkan dengan keras oleh seorang yeoja yang tak dikenalnya.

“Nde, ada apa ehm Yoona-ssi?” Tanya namja itu sambil sebelumnya membaca name tag Yoona yang terpampang di kemeja atasan yeoja tersebut.

 

Yoona yang kaget menjadi kelabakan karena orang yang ia sebut namanya ada di sana. Iapun hanya dapat menggaruk tengkuknya canggung sambil terkekeh pelan.

 

“Tak ada apa-apa, hanya saja kau akan menjadi teman sebangku temanku Luhan-ssi” ucap Yoona dengan nada sungkan sembari terus mengusap tengkuknya pelan.

 

Luhan hanya mengangguk faham dan langsung menoleh ke yeoja yang berada di samping Yoona. Dilihatnya yeoja itu yang kini tengah memandang dirinya dengan pandangan aneh.

 

Chamkaman, kenapa sepertinya aku pernah melihat yeoja ini sebelumnya?’ batin Luhan.

 

“Annyeong Luhan-ssi, Jessica imnida. Mohon bantuannya untuk satu tahun kedepan” ucap Jessica sambil membungkuk yang dibalas sama oleh Luhan.

Waktupun terasa begitu cepat, Jessica dan Luhan menjadi teman sebangku yang lumayan dekat, mungkin?

 

Di tingkat itu, Luhan menjadi ketua OSIS sedangkan Jessica menjadi sekretarisnya sehingga kemana-mana jika ada waktu OSIS mereka akan selalu nampak bersama, walau ada 1 rahasia yang orang-orang tidak terlalu mengetahuinya.

 

Yoona? Ia sekarang sebangku dengan namja bernama Lee Donghae yang merupakan ketua kelas mereka dan bahkan mereka berdua sudah resmi berpacaran.

 

“Aigoo sekarang aku kau lupakan ya Yoong?” cibir Jessica ketika melihat Yoona yang sibuk mengirim pesan kepada Donghae-namjachingu Yoona.

 

Yoona yang melihat Jessica dengan kepala terkulai lemas dan bibir yang mengerucut kesal hanya dapat terkekeh pelan.

 

“Mianhae eonnie, makanya eonnie juga harus mencari namjachingu untuk eonnie” nasihat Yoona membuat Jessica hanya meniup rambutnya malas.

“Ah malas~” jawabnya singkat.

 

“Aha~ Bagaimana dengan Luhan? Ia kan namja yang tampan dan kurasa cocok dengan eonnie” imbuh Yoona yang mendengar balasan malas Jessica.

 

Mendengar satu nama tersebut keluar dari mulut Yoona, Jessica langsung saja menutup telinganya rapat-rapat.

 

“Andwae, jeongmal maldo andwae” tolak Jessica sambil menggelengkan kepalanya tak terima.

 

Yoona yang bingung malah memberikan pandangan ‘Hey ada apa denganmu eonnie?

 

“Kau tidak tahu betapa menakutkannya dia Yoong. Dia itu selalu membuatku menderita. Pernah dia hampir memberiku ketimun dan sebangsanya. Menunjukkan kecoa mati yang berada di ruang OSIS. Membuatku menunggu ia menyelasaikan tugas OSIS tapi aku malah ditinggal pulang terlebih dahulu. Dan darimana kau mengatainya tampan? Dia kan namja jadi-jadian huaaaa mengerikan sekali” oceh Jessica sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

 

Yoona yang memang tidak tahu tabiat buruk Luhanpun mengangkat alisnya heran.

 

“Jinjjayo? Luhan seperti itu eonnie? Dia kan namja eonnie” tanyanya.

 

Jessica ingin saja menjawab pertanyaan Yoona dengan semangat namun batal karena ia merasakan aura membunuh yang familiar di belakangnya.

 

“Ah nona jung sedari tadi di sini ya? Wah pantas tempat ini ramai dengan dolphin screammu itu. Ah Yoona-ssi aku ambil temanmu ini dulu ne? annyeong” ucap seorang namja yang tak lain dan tak bukan adalah Luhan.

 

Yoona yang mengira diambilnya Jessica karena tugas OSIS hanya tersenyum singkat sambil melambaikan tangannya polos. Sedang Jessica? Luhan kini tengah menyeretnya dihadapan murid-murid yeoja yang memancarkan aura membunuh kepada Jessica.

 

“Huwaaa Luhan, tugasku sudah kuselesaikan kemarin? jika ada apa-apa panggil di saat jam pulang saja” rengek Jessica.

 

Luhan yang mendengar perkataan Jessica langsung saja menghentikan langkahnya membuat Jessica menabrak punggung namja itu.

 

“Selesai? Lalu kertas-kertas yang ada di mejaku itu apa? Itu milikmu kan? Ayo selesaikan” titah Luhan sambil kembali menggeret Jessica yang kini sibuk menggerutu dalam hati.

 

Huwaaa itu kan tugasnya kenapa harus aku lagi yang kena?

 

 

“Huh menyebalkan sekali… gara-gara kau aku jadi tidak bisa ikut pelajaran Kim seosangnim” gerutu Jessica ketika sudah berada di ruang OSIS menangani dokumen-dokumen entah berantah bersama Luhan.

 

Luhan yang juga masih sama sibuknya dengan Jessica untuk mengurus dokumen-dokumenpun melirik ke arah Jessica “Tenang saja aku sudah memintakan izin kepada Kim seosangnim, lagipula itukan salahmu sendiri kertas masih setumpuk kenapa tidak kau kerjakan?”

 

“Tapi itukan tugasmu” balas yeoja itu sambil mencap dokumen yang telah ia selesaikan.

“Tapi kau kan harusnya juga membantuku menyelesaikannya putri panda” balas Luhan tak mau kalah.
“Itu milikmu pabo deer, namja yeoja menyebalkan” kontan hal ini membuat Luhan yang sudah muak dengan setumpuk dokumen, ruangan yang panas dan berbagai hal lainnya menjadi semakin kesal dengan ucapan Jessica barusan. Iapun langsung berdiri dan langsung mendekati Jessica yang berada di hadapannya.

 

“Tadi kau bilang apa nona panda?”

“namja yeoja menyebalkan, wae kau tak terima?” ucap Jessica enteng sambil kembali mengerjakan dokumen-dokumen itu dengan tenang sambil sesekali melirik jam tangan putih miliknya.

 

“Kau”

 

Dan itulah ucapan terakhir Luhan hingga Jessica merasakan ada sebuah benda yang mengenai bibirnya.

 

Mwoya?

 

Luhan masih saja terus mencium bibir Jessica, sedangkan sang empunya hanya dapat terbengong di tempat. Jessica masih dengan 1001 pemikiran yang tiba-tiba saja memenuhi otaknya.

 

Apa maksudnya? Mengapa? Bagaimana bisa?’ pikir yeoja itu sedangkan Luhan terus saja melanjutkan aktivitasnya dengan Jessica. Mencium bibir tipis yeoja itu.

 

 

“Hey…” panggil seorang namja di sebelah Jessica.

 

Yeoja itu masih saja menyalin catatan pelajarannya dari papan tulis yang kini isinya hampir sebagian terhapus oleh penghapus yang dipegang salah satu temannya.

 

“Hey…” panggil namja tersebut lagi namun sekali lagi tetap dihiraukan oleh yeoja itu.

 

“Ya! Kau mendengarkanku atau tidak sih?” ucap namja itu frustasi sambil membalikkan tubuh yeoja itu cepat dan tak sengaja membuat wajah mereka sangat dekat.

 

Jessica, yeoja itu hanya dapat menelan salivanya kasar. Kejadian itu membuat memorinya mendapatkan ciuman dari Luhan dahulu terulang, iapun hanya dapat mengerjapkan matanya lalu kembali membalikkan badanya menghadap papan tulis yang kini kosong.

 

“Haish kenapa kau ganggu sih? Lihat catatan di papan sudah hilang terhapus. Aku kan tak sempat mencatatnya” bingung yeoja itu lalu iapun menggoyangkan bahu Yoona yang masih berada di depannya.

 

“Yong aku pinjam catatanmu ne?” ucap Jessica sambil berpuppy eyes ria.

“Mwo? Aku saja tidak mencatatnya eonnie, sudah terhapus tadi jeongmal mianhae. Ah ya eonnie aku duluan ne? aku ingin membantu pesta kecil di rumah keluarga donghae hari ini” balas Yoona dan dilihatnya Jessica mengerucutkan bibirnya kesal.

 

“Uh~ baiklah hati-hati di jalan Yoong” ucap Jessica sambil melambaikan tangannya kepada Yoona yang kini sudah menghilang dari balik pintu kelas.

 

“Huh gara-gara kau aku tidak mendapatkan catatan lengkap, haish kau menyebalkan” gerutu Jessica membuat Luhan-satu-satunya murid yang belum pulang hanya menaikkan alisnya heran.

“Kau kan tadi lama sekali melihat ke papan, kenapa tak mencatatnya dengan baik?” heran Luhan, iapun membuka tasnya dan menyerahkan buku miliknya kepada yeoja disampingnya itu.

 

Ini kan gara-gara tindakan anehmu menciumku kemarin’ batin Jessica kesal.

 

“Kau tak mau?” Tanya Luhan mengagetkan.

“Nde? Mwo? Apa?” Tanya Jessica balik, ia tak mengerti apa yang dimaksud Luhan karena memkirkan catatan di papan tulis dan omongan Yoona tadi.

“Buku, ini sudah ada catatan dari Lee-seosangnim setidaknya aku sudah menulis bagian yang belum kau catat tadi” balas Luhan, iapun kini sibuk bermain dengan ponsel miliknya.

 

Jessica yang sedikit tak percaya dengan apa yang diperbuat Luhan hanya dapat melongo heran dan membuka mulutnya.

 

“Kau? Yakin mau meminjamkan ini untukku?”

“Aku? Sangat yakin daripada melihat wajah merengek jelekmu itu sepanjang hari dan esok jika tidak mendapatkan catatan-it-AW!” ucapan Luhan terputus karena mendapatkan pukulan bukunya sendiri oleh Jessica.

 

“Ya! Aku kan sudah meminjamimu? Seharusnya kan kau berterima kasih padaku” balas Luhan sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Salah sendiri kau mengejekku dengan wajah merengek jelek” ucap Jessica tak terima.

“Kau juga dulu pernah mengejekku dengan kata-kata namja yeoja menyebalkan”

“Tapi kau kan juga sudah menghukumku dengan- ah lupakan” balas Jessica dan langsung memutusnya karena ia tidak ingin mengingat kembali ciumannya dengan Luhan.

 

“Hahahaa jangan-jangan kau tadi tidak konsentrasi karena kejadian itu? Hahahha” tawa Luhan sedang Jessica hampir saja ingin memukul kepala namja itu kembali dengan tas miliknya.

 

“Ahaha wow kenapa kau ringan tangan sekali? Kau ingin dicium lagi euhm?” balas Luhan nakal sambil menahan tangan Jessica yang hendak memukulnya.

 

Jessica yang mendengar ucapan Luhan menjadi sedikit was-was dan hendak melepaskan pegangan tangan Luhan namun tetap saja gagal.

 

“Lepaskan aku jebal, aku ingin pulang” titah Jessica memasang wajah kesalnya namun malah dibalas kekehan kecil dari namja imut itu.

 

“Tidak bisa kau sudah mengejekku dengan berbagai julukan aneh, kau harus meminta maaf dulu baru kulepaskan” terang Luhan sambil tersenyum evil kepada Jessica.

 

“Baiklah baiklah, aku minta maaf atas julukanku kepadamu tuan Xi” ucap Jessica lalu memandang kea rah Luhan lagi,

“Sudah kan? Ayo lepaskan”

 

“Humm hukumannya kurang satu”

“Apa it-” ucapan Jessica terputus lagi karena… lagi-lagi namja rusa itu menciumnya walau kali ini hanya ciuman di pipi.

 

“Kali ini kau kumaafkan Nyonya Jung” teriak Luhan dengan kekehan khasnya sambil berlari menghindari amukan Jessica yang datang belakangan.

 

Jessica hanya dapat mengusap ciuman Luhan tadi dengan kasar menggunakan tangan kanannya dan berlari mengejar Luhan yang masih belum terlalu jauh dengannya.

 

“YA! Tuan Xi kenapa kau lakukan ini padaku? Huwaaaaa carilah rusa-rusa lain di luar sana untuk kau cium pabboya haish kau ini YA!”

 

= Wae? =

 

Yeah yeah I know kalau ini kurang engh gitu, akhir-akhir ini kotak ide saya abis  -_____-

Mian kalau ff ini terkesan GJ :’< walau kenyataannya udah GJ see T.T #plak!

 

Harap comment ya chingu dan mohon jangan sampe ada bash, key? ^^

Intinya makasih udah baca ff Gj dari author yang satu ini J

And the last….. See you again in the next fanfic😀

Full of Love : Violet Park ^*^

 

21 thoughts on “[Freelance] Wae?

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s