[Freelance] Happily Ever After – Sequel of Music and Love

hea-aft

Title: Happily Ever After – Sequel of Music and Love
Part SeoHan couple

Author: Nam

Main Cast: Seo Joo Hyun SNSD – Xi Lu Han EXO

Genre: Marriage life, Romance, Family

Length: Oneshoot

Pairing: SeoHan
always forever together! Happily ever after! Belong to Acebaby ^^ ❤ :*

Rating: PG+15

POSTER BY Springeous @ HSG

A/N: annyeong~ masih inget Fanfic terjelek Music and Love?
pasti udah pada lupa.. #baca aja kagak gimana ingetnya v^_^
sebenernya gak ada yang minta sequel sih.. tapi.. biar seru aja ehehe J
dan.. ini gak ada unsur yadong nya atau apalah itu.. paling cuman kisseu doang *lah? -.-
ya udah deh daripada banyak bacon mending langsung baca aja ne? 😀
happy reading~ ^^
WARNING!! TYPO!! v^_^

~Happily Ever After Presents~

Luhan POV

CHU~

Aku mencium Seohyun dengan semangat. o.O

PROK PROK

“ehm!”

Aku segera melepas kontak bibir diantara aku dan Seohyun. Aku melihat ke arah tamu. Chanyeol terlihat tertawa kecil. Pasti dia yang berdeham! Huft~

“silahkan nikmati hidangan disini~” ucap calon mertuaku. Ani! Mertuaku 🙂

“hush.. Lu~” panggil Seohyun.

“ne.. waeyo yeobo?” tanyaku.

Raut wajah Seohyun terlihat sangat menggelikan mungkin karena perkataanku.

“em.. eobseo!” ucapnya lalu memalingkan wajahnya dariku.

Huahahaha.. lucu sekali dia ini! Dipanggil yeobo saja sudah malu-malu, bagaimana kalau kami melakukan malam pertama ahaha.. pasti seru #asdjgfjgf -.- Nam~ ingat!

“huwaaa.. kau ini! Nafsuan sekali kau Lu!” ledek Chanyeol disertai tawanya.

Untung saja para tamu sedang menikmati hidangan.

“diam kau!” ucapku.

“ahaha.. ne.. kau telah berhasil mendapatkan first kiss nya Seohyun” ucap Baekhyun.

Ha~ kata siapa? Toh fisrt kiss Seohyun itu Donghae.

“ahaha.. jangan bahas first kiss ah” ucap Seohyun sembari melirikku. Dia mengerti raut wajahku yang berubah.

“memangnya kenapa? Jangan-jangan….”

Sehun memulai aksinya menjahiliku.

“jangan-jangan, jangan-jangan.. ahaha” tawa Hyoyeon.

“ish! diam kalian! Jangan begitu~” ucap Seohyun.

“berarti jangan-jangan dong ahahah” tawa Sooyoung.

Pasangan tower ini yah! Neo jugeosseo!

“eh yah? Kau ingin buah tidak Lu?” tanya Seohyun.

“ani!” ucapku ketus.

“aigoo.. Luhan marah” ucap Fany.

“yak!” kesalku.

Seohyun segera memegang lenganku. Huft~

“sudahlah.. kalian makan duluan saja” ucap Seohyun.

“jinjja? Boleh 10 kali tidak?” tanya Sooyoung, Sehun dan Chanyeol antusias.

Seohyun hanya mengangguk.

“yey!!” seru mereka bertiga.

“Hyun..” ucapku.

“hm?”

“aku juga lapar” rengekku.

“tadi.. katanya ‘ani!’” ucap Seohyun.

“ehehe.. maksudku belumm” ucapku.

“hem.. ya sudah! Tunggu sebentar ne!” ucapnya.

“eits! Yang punya pesta tidak boleh terlalu sibuk! Biar aku dan Baekki saja yang mengambilkan makanan untuk kalian.. sippeu?” ucap Hyoyeon.

“gomawo Hyo~” ucap Seohyun.

“kajja Baekki!” ucap Hyoyeon.

Semuanya pergi! Baguuussssss!!

“ehm ehm.. tes!” ucapku.

Seohyun menoleh ke arahku.

“kau ingin punya anak berapa Hyun?” godaku.

Dia langsung membulatkan matanya. Kaget eoh? Hihihi..

“aish! Kau ini Lu~”

“jawab aku yeobo~” ucapku kembali menggodanya.

“em…… 1!”

MWO?

“hana? Kenapa hanya satu?” tanyaku.

“ah~ aku ingin fokus bekerja dulu Lu~” ucapnya.

Ah iya! Kita berdua kan artis SM.

“2 saja bagaimana?” ucapku.

“aish! Terserah kau saja” ucap Seohyun sembari tersenyum manis padaku.

“yeah! Jinjja? Em.. berarti.. kita jangan lewatkan malam ini ne?”

Aku kembali menggoda Seohyun dengan mencolek dagunya.

“aish! Ya! Awas saja kalau kau macam-macam!” ancamnya.

“itu tidak akan menyurutkan semangat dan niatku Seo Joo Hyuuunn… eits! Xi Joo Hyun ahaha”

“hh.. dasar!” desis Seohyun.

Aku hanya tertawa kecil melihat raut wajah Seohyun.

“selamat untuk kalian berdua~!”

Omo~ ternyata masih dalam acara penyelamatan eoh?

Aku dan Seohyun pun memandang ke depan dan.. Lee Dong Hae bersama Jessica Jung?!

Seohyun POV

“selamat untuk kalian berdua~!”

Aku dan Luhan pun memandang ke depan. Aku kira para tamu sudah memberi selamat pada kami berdua.

GLEK

Donghae oppa dan.. Jessica? o.O

“selamat yah Lu, Hyun..” ucap Sica pada kami berdua sembari mengulurkan tangannya. Aku pun membalasnya.

“em.. selamat ne Hyunnie~” ucap Hae-ppa padaku.

Hatiku terasa sangat sakit jika mengingat masa-masa indahku bersama Donghae oppa dulu. Aku juga merasa sangat sakit jika mengingat hal menjijikkan dalam hidupku. Dibohongi oleh kekasih pertamaku sekaligus first kiss ku.

FLASHBACK ON

Aku berjalan melewati koridor Eumageul Sarang Art School. Tadinya aku ingin kembali ke asrama tapi bagaimana lagi? Penjaga perpustakaan itu menyuruhku untuk membantunya.

CKREK

“annyeong~”

Tidak ada orang. Bangku resepsionis pun kosong. Kemana Ny. Kim?

“annyeong nona manisss”

Aku merasa terpanggil. Aku pun membalikkan badanku dan.. Donghae oppa!

“o-oppa?!” kagetku.

“kenapa kau kaget seperti itu?” tanyanya.

Aku hanya menunduk malu.

“hei.. look at me pleassseee..”

Dia memegang daguku dan… dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. Sangat pas!

CHU~

Awalnya hanya menempel, tapi.. dia semakin ganas dalam menciumku. Dia melumatnya terus menerus. Aku merasa nyaman tapi… aku merasa ada yang ganjil.

“saranghae Hyunnie~” bisiknya tepat di telingaku.

Geli. Yah~ itu rasanya.

CUP!

Dia mencium bibirku lagi tapi cepat kilat.

“nado saranghae~”

FLASHBACK OFF

“ehm!”

Luhan berdeham.

“eh? Eoh? Mianhae Sica, oppa~” ucapku sembari menundukkan kepalaku sekilas.

“selamat ne… punya anak yang banyak yah ahaha” goda Sica.

Aku hanya tersenyum.

“tuh! Sica juga meminta kita untuk mempunyai anak banyak Hyun..” bisik Luhan.

PLETAK

“appo~” ringisnya ketika aku memukul kepalanya itu pelan.

“ahaha.. ya sudah~ silahkan kalian cicipi hidangan yang tersedia” ucapku sembari membungkuk.

“selamat yah~” ucap Sica sekali lagi sebelum dia pergi dari altar dimana aku dan Luhan berdiri.

“mianhae~”

Itu pasti suara Hae-ppa. Dia merasa bersalah padaku kah?

“hei! Jangan melamunkan aku Ny. Xi” goda Luhan.

“hh.. pede abisss” ucapku.

“ah~ geojitmal” godanya lagi.

Dasar menyebalkan. Pedenya sudah tingkat akut.

“kau tenang saja~ aku akan memperbaiki semuanya” bisik Luhan.

Aku tersenyum mendengar perkataannya. Dia memang pantas menjadi nampyeonku.

“ini dia makanannya.. mian lama” ucap Hyoyeon yang tiba-tiba saja sudah ada di depanku dengan membawa 2 piring bibimbap, dim sum, ratatouille dan 2 gelas ice green tea.

“gomawo Hyo” ucapku sembari mengambil hidangan dari tangan Hyoyeon.

“si bacon dimana?” tanya Luhan.

“eh? Lu~” peringatku.

Luhan hanya melihatku datar.

Anak ini!

“dia sedang makan disana.. aku juga kesana dulu ne? jangan macam-macam dengan Seohyun loh! Ckckck..” bisik Hyoyeon pada Luhan.

“ahaha.. tenang saja! Aku akan segera melakukannya” ucap Luhan disertai senyum jahilnya.

Hyoyeon hanya tertawa kecil. Aku hanya memasang wajah ketakutan.

Apa yang akan dia lakukan padaku?

“tenang saja yeobo~” ucap Luhan sembari mengelus punggungku. Merinding..

Author POV

Pernikahan Seohyun dan Luhan pun berjalan lancar. Saat inilah yang ditunggu-tunggu Luhan. Hanya berdua bersama Seohyun di rumah barunya yang berada tepat di sebelah gedung perayaan pernikahan mereka.

“Hyun~” panggil Luhan.

“hm..”

Luhan hanya dapat mendengus kesal mendengar jawaban Seohyun yang tergolong dingin.

Luhan pun tak menyerah. Dia pun berjalan dari sofa menuju Seohyun dan langsung memeluk Seohyun dari belakang. Seohyun sedikit bergedik ngeri tapi.. yah~ pasti semua pasangan pengantin akan mengalami ini.

“yeobo~ boleh kan aku memanggilmu yeobo?” tanya Luhan.

“hm..”

Seohyun hanya mengangguk.

“eoh? Bolehkah? Yey! Kalau begitu.. kau panggil aku yeobo juga ne?” ucap Luhan sembari mengecup tengkuk Seohyun. Seohyun hanya dapat bergidik kembali.

“ne.. yeobo” ucap Seohyun.

Luhan hanya tersenyum. Dia pun memutar tubuh Seohyun sehingga sekarang, Seohyun dan Luhan berhadapan. Tanpa aba-aba, Luhan langsung menempelkan bibirnya ke bibir tipis Seohyun. Baru menempel, dia pun melepaskannya.

“wae?” tanya Seohyun.

Luhan pun tersenyum. Inilah yang dia inginkan.

Luhan kembali mencium Seohyun kali ini lebih ganas o.O. dia melumatnya, menghisapnya. Seohyun pun membalas perbuatan Luhan. Mereka berdua pun semakin larut dalam ciuman mereka di malam pertama mereka. Luhan pun melepaskan tautan diantara mereka.

“em.. bagaimana kalau kelanjutannya di.. kamar saja” ucap Luhan. Ketika mengucapkan kata terakhir, Luhan sedikit berbisik di telinga Seohyun.

Seohyun pun mengangguk. Dengan sigap, Luhan pun menggendong Seohyun ala bridal style.

“ready?” bisik Luhan.

Seohyun hanya tertawa kecil.

“saranghaeyo Xi Joo Hyun~” ucap Luhan kembali mencium Seohyun ganas. Melumat dan menghisap.

>SKIP<  v’-‘

“eungh..” erang Seohyun. Tubuhnya sangat kesakitan. Apa dampak dari semalam?

“pagi yeobo~” ucap Luhan yang baru saja bangun lalu mengecup bibir Seohyun kilat.

“pagi~” balas Seohyun.

“sekarang apa kau ada jadwal?” tanya Luhan.

“jadwal? Hm.. nanti aku harus ke Sukira” jawab Seohyun.

“eoh? Huwaaa.. kau saja atau bersama member lainnya?” tanya Luhan.

“aku saja.. memangnya kenapa?” tanya Seohyun.

“omona~ sendiri saja? Berarti… kau akan bertemu Donghae” ucap Luhan.

“ahaha.. tentu saja tidak! Pembawa Sukira kan Ryewook oppa dan Sungmin oppa! Kau ini bagaimana sih?” ucap Seohyun disertai tawa kecil.

“huft.. untung saja” ucap Luhan sembari memegang dadanya. Merasa lega.

Seohyun hanya terkekeh. Ha~ ternyata sangat menyenangkan mempunyai nampyeon seperti Luhan.

Luhan POV

“yeobo~ aku lapar” rengekku.

“eoh? Kau lapar hm? Kita belum membeli apapun” jawabnya.

Ah iya! Benar juga!

“jadi? Bagaimana?” tanyaku.

Seohyun pun hanya memegang dagunya tanda berpikir. Aku mempunyai ide jahil.

CHU~

Aku mencium Seohyun. Seohyun hanya dapat membulatkan matanya.

“apa sudah muncul idenya?” tanyaku.

“yak! Bagaimana aku memiliki ide jika kau mengangguku” kesalnya.

“ahaha.. mianhae yeobo~” ucapku sembari mencolek dagunya. Dia hanya memasang wajah kesal.

“aha!”

Tiba-tiba saja dia berseru.

“apa?” tanyaku antusias.

“kita ke café saja” ucapnya.

“ah benar! Tidak terpikirkan olehku” ucapku.

CHU~

Kini Seohyun yang menciumku. Mau membalasku? Tak akan ku lepaskan!

Aku pun memegang tengkuknya dan semakin memperdalam ciuman diantara kami.

“ha~ menyebalkan!” desisnya ketika kami melepaskan tautan diantara kami.

“ahahahah”

Aku hanya bisa tertawa renyah melihat raut wajahnya.

“ya sudah! Cepat mandi sana!” ucapnya sembari mengibaskan tangannya.

“baiklah~ bagaimana kalau—“

PLETAK

“appo~”

“jangan harap!” teriaknya.

Kenapa dia sudah tahu apa yang ku pikirkan?

“omo~ kau sudah memikirkannya daritadi ne?” godaku.

“yak!” teriaknya.

Aku pun pergi ke kamar mandi.

Seohyun POV

“ya sudah! Cepat mandi sana!” ucapku sembari mengibaskan tanganku.

Entah darimana asalnya aku memikirkan hal yang sepertinya akan diucapkan Luhan. Mandi bersama! Ah! Andwae!

“baiklah~ bagaimana kalau—“

PLETAK

“appo~” ringisnya.

Benarkan? Dasar yadong!

“jangan harap!” teriakku.

“omo~ kau sudah memikirkannya daritadi ne?” godanya.

“yak!” teriakku.

Dia pun pergi ke kamar mandi.

“dasar namja yadong!” gerutuku.

Aku hanya menyender di atas kasurku. Posisi yang lumayan nyaman. Aku pun mengambil telepon genggamku yang berada di meja sebelahku. Cukup sulit untuk menggapainya karena badanku sangat sakit dan aku tidak memakai pakaian.

“nah! Kena kau!” ucapku setelah mendapatkan telepon genggamku. Aku langsung mengetikkan pesan singkat untuk Taeyeon.

‘o uwoh… o uwoh.. oh oh.. oh uw—‘

Aku membaca balasan dari Taeyeon. Aku pun hanya tersenyum.

“ternyata aku tidak jadi ke Sukira ne? baguslah!” ucapku. Aku pun tersenyum jika membayangkan apa yang terjadi nanti ketika aku bersama Luhan seharian.

TAP

“silahkan yeobo~” ucapnya.

“aaaaaaaaaaa” teriakku sembari menutup mataku.

“ya ya ya.. kau kenapa huh?” tanyanya sembari mendekatiku.

“pakai bajumu!” teriakku.

“oh.. hei hei.. aku hanya menampilkan badanku saja kau sudah histeris.. lalu? Waktu tadi malam kenapa kau tidak berteriak histeris?” godanya.

Benar juga!

“pokoknya.. cepat pakai bajumu! Berikan handuk untukku!” ucapku masih bertahan dengan posisi menutup mataku.

“ha~ baiklah yeobo..” ucapnya.

TAP

Perlahan aku membuka mataku. Ha~ melegakan.

“ige!”

Tiba-tiba saja sebuah handuk terlempar ke arahku.

“gomawo” ucapku.

Aku pun melihat Luhan. Rapi sekali.

“wae? Rapi sekali yah?” tanyanya.

Dia ini pembaca pikiran eoh?

“aku memang pembaca pikiran yeobo~” ucapnya sembari bercermin.

“ha~ kau tak pernah memberitahu kami” ucapku sembari memasangkan handuk yang diberikan Luhan ke tubuhku.

“kalian saja yang tidak bertanya” ucapnya diiringi tawa kecilnya.

“menyebalkan!” ucapku.

Dia hanya tertawa. Aku pun masuk ke kamar mandi.

Author POV

“yeobo~ gwaenchanha?” tanya Luhan ketika Seohyun belum keluar dari kamar mandi.

“gwaenchanha” jawab Seohyun dari dalam kamar mandi.

“kalau begitu.. percepatlah” ucap Luhan.

“ne!” teriak Seohyun.

Luhan hanya tersenyum. Dia pun keluar dari kamar dan segera turun ke lantai bawah untuk bersiap-siap.

“ha~ telepon genggamku” ucapnya pelan sembari menepuk dahinya.

CKREK

Tanpa sengaja Luhan melihat tubuh Seohyun yang sekarang sudah tertutupi baju tipis Seohyun.

“kau seksi juga Hyun..” ucap Luhan pelan tapi suara itu masih dapat terdengar oleh Seohyun.

“heh! Apa yang kau lihat tuan Xi!?” bentak Seohyun.

“ehehe.. eobseo! Aku hanya ingin mengambil telepon genggamku” ucap Luhan.

“oh.. tunggu! Sebentar lagi aku selesai” ucap Seohyun.

Luhan diam.

“bodoh!” gerutunya. Bukannya mengambil telepon genggamnya, dia malah memperhatikan Seohyun yang sedang berdandan.

“kajja!” seru Seohyun sembari menarik lengan Luhan tiba-tiba.

“cham!” ucap Luhan.

“wae?”

“teleponnya” ucap Luhan.

Seohyun hanya menghela nafas kasar yang ditanggapi Luhan dengan senyuman garingnya.

“kajja!” ucap Luhan ketika selesai mengambil telepon genggamnya. Dia pun menggenggam lengan Seohyun.

“memangnya kita akan ke café mana?” tanya Seohyun setelah sampai di dekat mobil Luhan.

“em.. café story saja” ucap Luhan sembari tersenyum. Seohyun pun mengangguk.

Mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil berjalan dengan tenang, tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan. Mungkin karena mereka lapar.

CKIIT

“sudah sampai” ucap Luhan.

Seohyun melihat ke sekililing. Masih sama.

“kajja turun Ny. Xi”

Tiba-tiba saja pintu mobil terbuka. Seohyun tersenyum, lalu membalas uluran tangan Luhan.

CKREK

“silahkan masuk tuan..” ucap sang pelayan ketika Seohyun dan Luhan baru memasuki café tersebut.

“silahkan duduk” ucap sang pelayan.

Seohyun dan Luhan pun duduk di bangku café itu dengan angka 46.. bulan kelahiran mereka secara berurutan.

“anda ingin memesan apa tuan-nona?” tanya sang pelayan yang sudah menyiapkan buku dan pulpennya.

“kami ingin memesan sup rumput laut, bubur abalon, hot coffee dan hot green tea” ucap Luhan.

“baik! Dessert nya?”

“kami ingin kue cokelat dan cheese cake saja” ucap Seohyun. Luhan hanya mengangguk-angguk.

“baik! Tunggu sebentar” ucap sang pelayan sembari tersenyum.

Pelayan itu pun pergi dari kursi Seohyun dan Luhan duduk.

“kau memesan kue cokelat?” tanya Luhan.

“he em… wae? Ada yang salah?” tanya Seohyun.

“ani! Apa aku kurang manis untuk menjadi dessert mu?” goda Luhan.

Seohyun hanya terkekeh lalu mengangguk-angguk.

“aigoo~” ucap Luhan.

“lalu, kau juga memesan cheese cake untuk apa? Apa aku kurang sweet untuk menjadi dessert mu?” ucap Seohyun.

“ahaha.. bukan begitu! Aku hanya takut sweet yang kau punya habis!” ucap Luhan sedikit menggombal.

“hh.. dasar!” ucap Seohyun sembari menyenggol lengan Luhan yang berada di sampingnya. *for your information.. mereka tuh duduk di sofa gitu di café nya..*

“ini makanannya.. semoga anda berdua menyukainya.. silahkan~” ucap sang pelayan.

Kedua pelayan tadi pun meninggalkan meja Luhan dan Seohyun.

“hm.. dimulai darimana yah?” gumam Seohyun.

“dari aku saja!” goda Luhan. Lagi-lagi Luhan berhasil membuat sang anae bersemu.

“oh ya, kau tidak jadi ke Sukira?” tanya Luhan.

Seohyun hanya mengangguk. Mereka pun kembali makan.

“Lu?”

“hm..”

“semoga kita menjadi pasangan yang selalu bahagia selamanya ne?” ucap Seohyun.

“keureom! Itu sudah pasti! Aku tidak akan pergi dari sisimu Hyun.. selamanya~” ucap Luhan lalu mereka pun berciuman.

 

Kisah kita akan selalu berakhir bahagia.. happily ever after—SeoHan.

THE END

Nah loh? Pada bergidik gak? Nam aja geli pas nulisnya /lah?/
komen ne.. 🙂
satu pesan untuk kalian! Jangan membayangkan apa yang terjadi pas di scene malam pertama
ahahaha wkwkwk >.<
pai pai~ :v

One thought on “[Freelance] Happily Ever After – Sequel of Music and Love

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s