[Freelance] Bad Boy (Chapter 1)

Bad Boyff

Author+Design&Storyline : Ainun Azzahra / ainun.azzahra@yahoo.com

Title : “Bad Boy” – Chapter 1(one)

Main Cast :

–           Seo Joohyun a.k.a Seohyun “SNSD”

–          KAI a.k.a Kim Jongin “EXO-K”

–          Im Yoona “SNSD”

–          Suho a.k.a Kim Joonmyeon “EXO-K”

Supporting Cast :

–          Member EXO-K

–          Some people of member SNSD

Genre : Romance , Sad , Schoolife , Friendship , Action .

Length : Chaptered

A/N : Ohehehehehehehe(?) pairing yang gak nyambung,- sebelumnya kan aku emang pernah buat couple YoonHo , tapi kalau SeoKai? Belum pernah-_____-“ rada aneh gak sih? Aku pilih Seohyun karena image dia—menurutku—cocok disini . Kalau si Kai oppa kan agak-agak bad boy gimana~ gitu . Disarankan untuk mendengarkan beberapa lagu ini :

–          SE7EN – Lalala

–          Brown Eyed Girls – LOVE

–          FT Island – Love Love Love

–          BOA – My Name

–          IU – The Room Alone

–          B.A.P – Coffee Shop

–          B.A.P – Rain Sound

Happy Reading^^

 

Seohyun melangkahkan kakinya menuju club terbesar di Korea Selatan . Tempat ini adalah pilihan terakhirnya setelah tidak menemukan tempat untuk mencari ketenangan hidup . Hidupnya kini kacau , sekacau penampilannya sekarang . Setelah memasuki klub tersebut Seohyun duduk di kursi dekat tempat-tempat bir berjajar , meniatkan dirinya untuk meminum minuman haram tersebut .

 

Grak!

“Seohyun-ssi? Apa yang kau lakukan?” Pria berpawakan 170 cm membuat niat Seohyun terkurung , dipandanginya gadis itu , mulai dari siluet matanya , hidung hingga bibir . Tak salah lagi , gadis itu benar-benar Seohyun , Seo Joohyun si gadis innocent di sekolah .

Sementara Seohyun menatap pria itu bingung “Kau..siapa?” Tanyanya sambil meneliti .

“Kau tak ingat aku? Jjinjja? Wuah..keterlaluan sekalli , aku Suho , Kim Su—ho” Suho menunjuk dirinya sendiri . Ternyata pilihan mengeriting rambutnya membuat beberapa orang tak mengenalnya . Poni depanya dikeriting karena jika dipikir Suho akan tampan bila berambut seperti itu .

“Hm? Su..ho?” Seohyun berusaha mengingat-ngingat , dan tak lama kemudian ia terkekeh “Hehehe rupanya kau sunbae! Aku hampir tidak mengenalimu karena gaya rambutmu berbeda , ngomong-ngomong siapa yang memotongnya?” Tanya Seohyun sedikit merasa tidak enak .

“Ini kerjaan seseorang! Lihatlah..aku sudah bilang kalau rambut ini tak akan cocok , parahnya bukan hanya kau yang tak mengenaliku Seohyun-ssi . Tapi Baekhyun , Dio , Chanyeol dan Sehun juga tak mengenalku!” Gerutu Suho sambil duduk disamping Seohyun , namun Seohyun membalasnya dengan kekehan pelan . Mata Suho beralih pada sebuah botol bir yang sedang gadis itu pegang “Sejak kapan kau minum?”

“N..nde?” Seohyun memandangi botol itu bingung “Sejak kapan ya.. , aku lupa hehehe” Ekspresi wajahnya berubah menjadi sendu . Perkataan Suho membuatnya membuka sebuah kenangan menyakitkan . Padahal kenangan itu sedang dalam proses terkubur , tapi lagi lagi gagal karena ada yang menghalanginya .

“Dia tidak suka jika kau seperti ini , kalau dia melihatmu meminumnya , dia pasti akan kecewa padamu Seohyun-ssi..” Suho mengepalkan kesepuluh jarinya , Seohyun yang dulu ia kenal memang sudah berubah . Terlebih lagi Seohyun yang lebih memilih mengasingkan dirinya ke Busan karena tidak berani kembali ke Seoul yang menyeramkan itu . Seoul , kota penuh luka , dan dia tidak mau menguak apa-apa lagi disana .

Mianhae sunbae.. , tapi aku.. merasa lebih baik dengan diriku yang sekarang” Seohyun tertunduk . Ia tahu keputusan ini salah , tapi apa yang bisa ia perbuat? Hatinya hancur , bahkan lebih hancur dari butiran debu , lebih rapuh dari serpihan kayu . Tak ada lagi senyuman , ia hanya bisa tersenyum jika pria itu kembali.. “Sunbae , kumohon jangan beritahu Yoona eonni kalau kita bertemu , aresso?”

***

Seo Joohyun—memijakan kakinya malu-malu ke dalam sebuah ruangan sedang . Banyak pasang mata yang memerhatikannya . Sepertinya kedatangan murid baru cepat tersebar disini , dan Seohyun tak suka .

Haksaengnim , silahkan perkenalkan dirimu” Ucap Choi Songsaenim yang berada di sebelah Seohyun .

Seohyun membungkukan dirinya “A..anyeonghasaeyo.. namaku Seo Joohyun , tapi orang-orang biasa memanggilku Seohyun , mohon bantuannya..” Bibirnya bergetar mengucapkan salam perkenalan .

“Kau bisa duduk dekat Im Yoona . Nah , sekarang duduklah” Seohyun mengangguk dan berjalan kearah meja paling belakang . Disana ada 1 meja kosong disebelah gadis berparas cantik . Gadis itu tersenyum hangat pada Seohyun .

“Hai , namaku Yoona” Yoona menjulurkan tangannya .

“Seohyun..” Sahut Seohyun sambil membungkuk . Ditaruhya tas dan mendengarkan penjelasan dari Choi Songsaenim .

***

Di kantin Yoona dan Seohyun tampak sangat akrab . Entah kenapa bisa seperti itu , Seohyun merasa nyaman dengan Yoona , begitupun sebaliknya . Namun yang membuat Seohyun agak sedih , ternyata Yoona 1 bulan dengannya . Tapi tak apa , first impression untuk sekolah baru Seohyun tak terlalu buruk . Buktinya dia sudah dapat teman secantik dan sebaik Im Yoona .

“Seohyun-ah , kuharap kau jangan pindah tempat duduk ya?” Pinta Yoona . Ini , salah satu hal yang membuat Seohyun agak bingung . Secara Yoona adalah siswi cantik dan populer , buktinya sejak mereka menginjak kawasan kantin pria di sekolah tak berhenti menatap gadis cantik itu . Tapi kenapa Yoona duduk sendiri? Dan malah meminta Seohyun tak pindah darinya .

Waeyeo eonni?” Ucapnya seraya menyeruput Juice Blueberry , juice kesukaan Seo Joohyun .

“Aku sudah nyaman denganmu…,lagipula asal kau tahu hyun.. , teman-teman yang lain itu menyebalkan! Mereka duduk denganku karena ingin tertular populer di kalangan anak laki-laki..” Yoona menghela nafas berat , ucapannya benar , Yoona adalah salah satu korban pemanfaatan popularitas disini .

“Oh.. baiklah , aku tidak akan pindah” Seohyun mengulum sebuah senyum dan kembali menyeruput Juice-nya .

***

Ketika jam pelajaran sudah berakhir , Yoona berjalan bersama Seohyun di koridor sekolah , tapi kemudian Yoona berhenti sambil menepuk jidat “Astaga! Aku hampir lupa hyun!” Pekiknya kaget . Seohyun yang disampingnya juga spontan kaget melihat gerakan anak itu yang tiba-tiba .

“Lupa apa eonni?” Tanya Seohyun memandangnya heran .

“Aku harus menemui seseorang di aula.. , kamu ikut ya hyun?” Yoona memohon . Hari ini ia tak mau pulang sendirian , karena arahnya samaan dengan Seohyun , makanya ia meminta pulang bersama . Tapi sepertinya waktu harus diundur “Aku harus mencari beberapa orang untuk berpatisipasi dalam pameran seni bulan depan . Dan kau juga harus ikut berpatisipasi , Kkajja!” Yoona menarik lengan Seohyun untuk segera membuntutinya .

Sesampai di depan aula Seohyun mengintip kedalam , tak banyak orang . Hanya ada sekumpulan pria-pria acak kadul yang duduk di tangga-tangga aula . Apakah Yoona tidak salah tempat? Menemui seseorang disini? Tapi siapa yang ia temui? “Eonni.. , aku tunggu diluar saja” Enggan Seohyun . Melihat sekumpulan pria itu membuat nyali Seohyun menciut besar .

“Nde? Tapikan kau sudah menjadi bagian dari kumpulan ini juga Hyun.. , jadi kau harus ikut masuk” Sebenarnya ada alasan lain kenapa Yoona tak mau masuk sendiri kesana . Yoona kan hanya mencari orang yang mau ikut berpatisipasi , dan bukan untuk mendiskusikannya “Ayolah..ya?ya?ya?”

Mau tidak mau Seohyun mengiyakan . Tapi ia melangkah tersendat-sendat di belakang Yoona , dan langkahnya tambah melamban sesudah masuk ke ruangan megah tersebut . Bukan hanya pemandang pria-pria itu yang menganggu , ternyata bau aula juga menganggu pernafasannya . Harusnya aula ini wangi karena pengharum ruangan , namun pengaharum ruangan mungkin kalah karena hebatnya bau asap rokok “Eonni.. , apa kau tidak menciumnya?” Ucap Seohyun sambil menutup hidung .

“Aku juga terganggu hyun , tapi mau bagaimana lagi?” Apa? Bagaimana lagi? memangnya apa yang dihaparkan Yoona dari orang-orang seperti mereka? Dari penampilan saja Seohyun sudah yakin bahwa mereka sudah di cap buruk oleh sekolah  . Yoona tak hanya baik dan cantik , tapi dia juga gila!-umpat Seohyun “Hai teman-teman!” Teriak Yoona pada keenam pria tersebut . Diumbarnya senyum dan Seohyun tak berhenti menatapnya heran .

“Oh? noona!” Sahut salah satu dari mereka , pria dengan surai pelangi sambil menghampiri Yoona “Wuah..hyung! ada gadis cantik disamping Yoona noona!” Godanya , mengisyaratkan pada Seohyun .

Yoona menyikut pinggul Sehun , nama pria itu “Ya! jangan ganggu temanku babo” Tanganya sudah bersiap menjitak Sehun tapi ia urungkan karena melihat wajah Seohyun yang mulai ketakutan .

Pria bertubuh jangkung ikut menghampiri Sehun , Yoona dan Seohyun “Aigoo.. , Yoona-ssi , kenapa kau tak kenalkan kalau ada gadis secantik dia? Aigoo..” Chanyeol membelai dagu mungil milik Seohyun dan membuatnya mendecak kesal .

“Adaw! Ya! babo! pantatku tersundut!” Pria bersurai hitam menjitak kepala pria bermata sipit . Serempak mereka langsung menoleh kearah suara itu .

“Habis daritadi kau hanya diam saja , sapalah Im Yoona! Bukannya barusan kau menanyakan yeoja itu huh? Hahahahaha!!! Im Yoona , kau tahu tidak? Suho sudah berhenti minum loh!” Ucap Baekhyun , pria yang tadi sengaja menyundut pantat Suho dengan rokoknya .

Yoona menyahut “Cheongmal? Wuah..aku bangga padamu oppa!” Kedua jempol Yoona mengacung . Seohyun yang beberapa detik membisu menarik ujung baju Yoona “Hm? ada apa? Oh! Aku lupa perkenalkan pada kalian , dia Seohyun murid baru di sekolah ini” Yoona mendorong tubuh Seohyun dan membuatnya berada di depan Yoona . Bukan ini maksudku!

Anyeong Seohyun-ssi..~” Ucap keenam pria itu serempak . Secara tiba-tiba Chanyeol merangkul pundak Seohyun “Seohyun-ssi~, kenapa kau begitu cantik?” Seohyun langsung melepas rangkulan itu dan kembali ke belakang Yoona .

Ya! babo! jangan lakukan hal itu pada temannya Yoona!” Tegur pria berkulit gelap . Pria itulah yang sedari tadi memandang Seohyun sejak berada di depan aula , dan kini bergantian Seohyun yang memandang sosok pria itu . Ah , mungkin pria itu hanya cari muka dan ingin merasa perfect dimata Im Yoona . Tak lama pria itu berdiri berjalan kearah Seohyun “Seohyun-ssi maafkan temanku yang babo ini , dia sebenarnya baik tapi kalau sudah melihat gadis secantik kau sifat aslinya akan keluar . Ngomong-ngomong namaku Kai” Kai menjulurkan tangannya pada Seohyun .

Yoona menghempas tangan Kim Jongin , atau pria bernama Kai itu “Ya! berkenalannya nanti saja , ada hal yang harus aku bicarakan dengan kalian”

“Hal apa? Apa kau ingin menyuruh kami memanggil guru sastra Korea lagi? Haish..aku tidak mau!” Tolak Baekhyun . Guru sastra Korea? Dia menyebut Choi songsaenim?

“Tidak kok , tenang saja kekekeke~ aku hanya ingin bilang karena ada pementasan seni bulan depan aku ingin Baekhyun , Chanyeol dan Dio ikut berpatisipasi” Diambilnya daftar acara dari tas “ Nih , kalian berdua kan jago dalam hal variety show jadi mau ya kalian bantu aku? Kalau untuk Dio karena kau pintar masak jadi aku minta tolong kau untuk mengundang beberapa kedai makanan kecil di Seoul . Bantu aku ya? aresso?”

Baekhyun mengelus dagunya “Hmmm..bagaimana ya? sebenarnya kau tidak salah orang Yoon , tapi aku tergantung pada Kim Suho sajalah!” Ia melirik Suho sambil terkikik jahil .

Chanyeol ikut mengangguk “Aku juga , kalau leader kita setuju maka kita juga akan setuju” Seru Chanyeol ikut tersenyum jahil .

Suho yang tak tahan karena dari tadi terus digoda oleh kedua soulmate tersebut mulai bertindak , dia menarik Baekhyun dan berlari menghampiri Chanyeol lalu mencekik mereke berdua “Ya! kau benar-benar ingin mata ya?! rasakan ini! Rasakan!”

Sisanya menggeleng-geleng melihat tingkah Suho yang kekanak-kanakan , terkecuali Seohyun yang justru memutar bola matanya karena muak . Kai tak sengaja melihat wajah Seohyun dan tersenyum kecil “Yoona-ssi , kau harus cepat sebelum temanmu mulai bete disini” Dia terus tersenyum sambil lurus menatap Seohyun . Kenapa dia tersenyum? Apa aku terlihat sangat bodoh?!

“Ah..baiklah , kuanggap kalian bertiga menyetujuinya! Lalu…sebentar , Sehun! Aku juga butuh bantuanmu , kau…ah…begini , karena kau pintar membuat desain grafis maka tolong buatkan brosur dan tempelkan brosur itu diluar sekolah bersama-sama teman basketmu , maukan?” Paksa Yoona .

Sehun mengangguk sambil merangkul pinggul Yoona “Tentu saja , aku tidak bisa menolak jika gadis secantik dirimu yang memerintah” Ujar Sehun agak berteriak sengaja biar Suho mendengarnya .

Suho terintimidasi , dia melonggarkan cekikannya pada Baekhyun dan Chanyeol “Haish…berhentilah menggodaku!!” Elaknya kesal .

“Astaga! Baekhyun-ah , tenggorokan hampir putus! Uhuk..uhuk..” Chanyeol tersudut lemas .

“Aku juga babo!” Baekhyun memegangi tenggorkannya .

Finish kan? Yasudah kalau begitu aku dan Seohyun permisi , anyeong!!!” Lambai Yoona seraya menyikut pelan pinggu Seohyun untuk ikut memberi salam .

“H..huh? a..anyeong..” Ucapnya sambil membungkuk grogi .

Kai melambaikan tangan dan tersenyum pada Seo Joohyun “Hati hati dijalan ya!” Seohyun menengok ke belakang memandang orang itu , tapi dengan cepat ia alihkan lagi kepalanya .

***

Suho mengernyit , Yoona begitu khawatir dengan keberadaan dan keadaan Seohyun , tapi kenapa gadis itu tidak mau memberitahu sahabatnya sendiri? “Seohyun-ssi.., ada baiknya jika kau beritahu Yoona , kau tahu? Dia sempat depresi karena memikirkan keberadaanmu yang hilang tiba-tiba”

“Tapi sunbae.., aku mohon , aku tidak mau Yoona eonni melihat keadaanku yang sekarang.. jika itu membuatnya khawatir aku minta maaf , aku benar-benar minta maaf..” Seohyun susah payah menahan air matanya , ada banyak kerinduan di lubuk hati Seohyun . Dia ingin sekali bertemu dengan sahabatnya itu , tapi ia tidak mau jika Yoona akan menangis karena melihat keadaanya yang kacau seperti ini .

“Aku rasa dia harus—harus melihatmu , apalagi kau tidak pernah memberikannya kabar padanya selama setahun lebih . Apa kau tidak kasihan..? kalian sahabat Seohyun-ssi..” Lirih Suho sambil memegang pundak Seohyun . Andaikan nasihat itu bisa langsung masuk kehatinya , sudah dari dulu ia lakukan .

Bertemu Suho sudah sedikit menguak kejadian masa lalu , jika ditambah bertemu Yoona ia akan lebih merasakan sakit . Dan dia tidak mau itu terjadi “Seohyun-ssi , ini nomor telfon Yoona , kalau kau berubah fikiran segera telfon anak itu . Sekarang aku harus menemui Chanyeol dan yang lain” Suho bangkit dan melangkah pergi dari samping Seo Joohyun .

Namun Seohyun buru-buru mencegahnya “Sunbae..,jangan ceritakan ini juga pada teman-temanmu..aku mohon..” Matanya menatap Suho cemas .

“Aku tahu aku tahu , aku pergi dulu ya!”

***

Seohyun masih terus memasang wajah kesal tanpa menghiraukan kekehan Yoona “Ya…Seohyun-ah , apa kau takut pada bocah-bocah itu?” Ledeknya geli . Melihat wajah Seohyun ketakutan , itu membuat Yoona hampir tertawa ngakak .

Eonni! Coba tadi aku tunggu diluar saja , lagipula di dalam aku juga hanya jadi obat nyamuk..” Keluh Seohyun , dihentaknya kaki .

Mian..mian..tapi percuma saja kau menunggu diluar karena mereka juga akan sadar keberadaanmu Hyun..hahahaha , tapi ngomong-ngomong..kenapa sih kau takut sekali dengan keenam bocah itu?”  Pertanyaan bodoh . Jelas saja Seohyun takut , dandanan mereka saja sudah seperti yakuza Jepang .

“Aku benci pria seperti itu! Mereka liar , apa eonni tidak lihat? Mereka merokok dan minum-minum . Memangnya eonni tidak takut?” Sahut Seohyun tambah emosi . Apalagi pria bernama Chanyeol , layaknya cassanova bar-bar . Seenaknya merangkul dan membelai dagu gadis sepolos dirinya .

Yoona menggeleng yakin “Tidak , untuk apa aku takut pada mereka? Dengar ya Hyun , jangan lihat mereka dari penampilannya saja . Banyak penampilannya yang lebih baik tapi sifatnya tak seperti mereka” Sifat? Mereka liar seperti yang barusan kubilang “Dan..tidak semuanya merokok kok , Dio tidak . Lalu..bukanya kau dengar barusan? Suho oppa juga sudah berhenti minum” Ada seulas senyum ketika menyebut pria bernama Kim Suho .

“Mereka berdua pengecualian , tapi bagaimana dengan yang lain? Terutama Kai yang kulitnya paling gelap , kurasa dia menyukaimu eonni . Dia hanya cari muka membelaku barusan”

Yoona langsung tersentak mendengar ucapan Seohyun , dia menunjuk dirinya sendiri “A..aku? darimana kau dapat pemikiran itu hyun? Haish..aku beritahu ya , yang menyukaiku itu Kim Suho bukan Kai” Jelasnya menahan kikik . Astaga , anak itu benar-benar polos-pikir Yoona .

“Suho? ah ya..dia terlalu jelas..” Seohyun menangguk-angguk .

“Bagaimana menurutmu? Dia lucu kan? Hehehehe , sebenarnya sih aku sedikit kesal dengan Suho oppa , dia sok gengsi kalau dia menyukaiku . Padahal kalau dia mau jujur , dia tembakpun akan kuterima” Yoona menunjukan sebuah pout , membuatnya terlihat imut .

“Yayaya , kubilang kan dia pengecualian” Sekarang dia tahu kenapa alasan Yoona menyuruhnya menemani masuk ke aula , dan ia tahu kenapa Yoona terus menerus tersenyum sendiri . Rupanya karena pria itu . Kim Suho .

Aigoo..dasar keras kepala!” Rangkul Yoona dan langsung menariknya pulang .

***

Honja inneun bang amudo amugeotdo an boyeo neomu eoduwo..~ , honja unneun bam haneuri..” Seohyun menghentikan alunan lagunya ketika seseorang lewat dan duduk disamping Seohyun . Dia langsung melepas headsetnya dan menjaga jarak dengan orang itu .

“Kau juga suka tempat ini?” Orang itu , yang tak lain adalah Kai menunjuk taman sekolah yang sedang ia singgahi bersama Seohyun “Tempat ini indah , seindah suaramu” Ia menoleh dan memberikan cengiran . Seohyun menyipitkan matanya , haruskah ia pergi? Tapi kakinya serasa lemas . Yang bersamanya sekarang bukanlah orang baik-baik—menurutnya— “Mm.. kau pindahan darimana?” Seohyun hanya menaikan kedua alis tanpa menjawab perkataan Kai “Jangan takut begitu , aku tidak akan mencelakaimu kok . Aku hanya ingin tanya kau pindahan darimana Seohyun-ssi?”

“A..aku dari China” Jawabnya agak kikuk sambil menggaruk lehernya yang tak gatal . Lalu secepat kilat ia pergi lari dari samping Jongin karena sudah merasa tidak tahan dengan bau alkohol dan rokok yang hinggap di tubuhnya .

Jongin dari kejauhan memandang punggung Seohyun sambil tersenyum kecil . Ada sesuatu yang Ia fikirkan , entah itu apa .

***

Yoona terus memasang senyum seraya mengutak-ngatik ponselnya di bawah kolong meja . Seohyun yang melihatnya cukup penasaran kenapa dari tadi gadis itu tersenyum senyum sendiri . Dan dengan cukup hati-hati Seohyun bertanya “Eonni , kau kenapa?”

“A..ah? hm?” Yoona mengalihkan pandangannya pada Seohyun tanpa memudarkan senyum cantiknya itu , tapi menurut Seohyun..itu lebih pantas disebut ‘menahan tawa’ “Hyun , kau mau tahu tidak? Suho oppa dikeluarkan dari kelas bersama teman-temannya Mmmph!” Tangannya mulai menutupi mulut “Apa kau tahu alasannya?” Seohyun menggeleng “Teman-temannya itu mengerjai Suho oppa dengan cara melempar kertas ke kepala guru sastra Korea , karena mereka berenam debat jadilah dikeluarkan dari kelas hihihihi”

Nde?! Itu kan tidak sop—“

“Sssst..!!!” Yoona langsung membekap mulut Seohyun , tapi sepertinya guru yang sedang mengajar merasa sedikit terganggu “Ashhh..mati kita hyun” Yoona menepuk jidat .

“Seohyun-ssi , Yoona-ssi , kalian sudah tahu kan peraturan disini? mengobrol tidak perlu akan dikeluarkan dari kelas” Guru itu memandang Seohyun dan Yoona tajam , dan itu membuat Yoona menarik tangan Seohyun untuk segera berjalan kearah guru itu .

Jweseonghamnida songsaenim , kami tidak akan melakukannya lagi..” Bungkuk Yoona 90 derajat .

“Bagus kalau begitu . Sekarang keluarlah dari kelas dan seperti biasa sebelah kaki terangkat dan tangan memegang kedua telinga” Ucap Kwon songsaenim .

Nde.. , kkajja hyun!” Tarik Yoona lagi . Seohyun hanya terus membuntuti Yoona dari belakang , menuruntya ia bukan salahnya , Yoona-lah yang membuatnya terkejut . Setelah keluar dari kelas Yoona membuang nafas lega “huaaah…aku suntuk sekali di dalam , apa itu? Fisika? Kepalaku saja sudah pusing dengan biologi barusan , akhirnya hyun..kita bebas! Ayeee~” Girang Yoona mengangkat tangan untuk tos dengan Seohyun .

Tapi Seohyun malah menatapnya tanpa ekspresi “Eonni..kau membuatku men-skip satu pelajaran” Lirihnya sedih . Tujuannya pindah ke China adalah untuk sekolah , walaupun sekolah ini tak sebagus sekolahnya dulu , tapi sekolah ini masih termasuk 10 sekolah terbagus di Korea Selatan .

Yaa..aku kan baru saja menolongmu!” Yoona kembali menatap ponselnya dan mengetik sesuatu , tak lupa dengan senyuman gila .

“Hhhh..sms-an dengan oppa-mu eonni?” Tebak Seohyun yang mulai paham .

“Yup! Dia bilang dia sedang turun kemari bersama teman-temannya”

Seohyun memundurkan jaraknya beberapa langkah “Eonni! Ck , cepat kirim dia pesan supaya tidak usah kemari..”

“Aku yang menyuruhnya hyun..hehehehe” Ah~ kenapa tidak bisa tertebak oleh Seohyun? Tentu saja Yoona yang menyuruh . Sudah hampir 2 minggu dia di sekolah ini , dan ia mulai merasa tak nyaman sejak bertemu dengan keenam pria tersebut .

“Aku akan ke kelas” Seru Seohyun berlari meninggalkan Yoona sendirian di lobi sekolah .

Yaa! Hyun! Ya! jangan tinggalkan aku..~” Akhirnya Yoona ikut berlari mengejar Seohyun .

***

Sudah satu jam Seohyun termenung di halte , di menyandarkan kepalanya ke tiang halte itu . Menatap secarik kertas yang beberapa jam lalu Suho berikan . Dilema untuk menhubungi Yoona tau tidak sama sekali . Seohyun sudah cukup lama menghindar , dan kita rasa dia harus menuntaskan penhindarannya .

Jika aku boleh meminta,  aku mohon kembalikan dia padaku.. , dia satu-satunya pria yang bisa membuatku tersenyum dan menyadari arti kehidupan.. . Namun saat dia pergi , dia malah membuatku kembali merusak arti hidup sesungguhnya .

***

Seohyun terus mengutuk dirinya sendiri hari ini . Kakeknya sudah bilang berkali-kali supaya setiap waktu membawa payung , tapi nasihat itu Seohyun abaikan . Ia tak pernah peduli dengan pendapat atau nasihat-nasihat orang di sekitarnya , tapi dia rasa..kali ini ia harus meminta maaf karena tak mendengarkan ucapan sang kakek . Seohyun harus terlambat pulang karena hujan turun begitu lebat . Bahkan satu-persatu orang yang meneduh di koridor , memilih pulang hujan-hujanan jika mereka tak membawa payung . Seohyun? Jangan kira dia mau , dia bisa langsung jatuh sakit jika terkena gerimis .

Berkali-kali ia menghela nafas dan terus melirik jam tangannya . Sudah jam 17.25 tapi hujan juga belum berhenti . Kakeknya bisa khawatir , dan kalau sudah sampai rumah Seohyun bisa terkena ceramah 2 jam .

“Hai!” Dan untuk kesekian kalinya Seohyun kembali menghela nafas mendengar suara yang sudah tak asing baginya “Belum pulang hyun?” Enggan menjawab pertanyaan tulus dari Kai Seohyun lebih memilih diam dan melakukan hal tak penting , memilin-milin jari “Apa Yoona pulang duluan?”

Benarkan dugaan Seohyun , sepertinya dia memang menyukai Im Yoona “Tidak , dia tidak masuk hari ini” Karena Kai menanyakan tentang Yoona mau tak mau Seohyun jawab .

“Pantas saja wajah Suho murung hari ini , ternyata Yoona tidak masuk..” Jongin mengedikkan sebelah bahunya . Seohyun hanya mengumpat—kurasa yang gengsi bukan hanya Suho , tapi dia juga . “Suho sudah menyukai Yoona sejak Yoona masuk ke SM High School , tapi anak itu tidak berani mengungkapkan perasaanya . Menurutmu aku harus bagaimana hyun?” Sebelah tangan Suho ia rentangkan untuk merasakan hujan yang turun membasahi telapak tangannya .

Bagaimana? Pikirkan saja sendiri , itu urusanmu!

Jongin berucap “Kadang..ketika melihat sosok Im Yoona aku menjadi teringat pada seseorang ..” Ucap Kai pelan . Seohyun menolehkan kepalanya pada Jongin dan memandanginya penuh tanda tanya “Dia mirip sekali jika kubandingkan hyun , aigoo..hahahaha”

 

ZLEB~

 

Jongin menatap lurus ke pamandangan hujan sambil tersenyum ceria . Tangannya yang merasakan hujan bagaikan di drama yang sering ia tonton , Waktu yang gila , atau Seohyun yang mungkin sedang terkesima oleh pemandangan yang ia lihat? . Ada suatu bayangan yang menempel pada diri Kai , bayangan indah yang menghapus semua kesan buruknya . Saat ini , detik ini , Kai terlihat lebih mirip seorang pria innocent .

Seohyun terus memandangi menatap senyuman Jongin , membuat kesalahan dalam dirinya sendiri . Ada sesuatu yang salah . Perutnya terasa sakit dan tak bisa berkontraksi dengan benar . Seisi tubuhnya seperti digerogoti berjuta kupu-kupu , tangannya memegang perut sekuat mungkin dan berusaha tak terlihat lemah .

“Oh? Hujannya sudah berhenti” Kai menurungkan tangannya dan membuat Seohyun langsung kembali merubah impression-nya . Bayangan Kai si pria innocent buyar , hancur . Padahal kalau dilihat , pemandangan barusan itu sangat—sangat indah . Melebihi indahnya pemadangan sebuah taman “Hyun , hujannya sudah berhenti , sebaiknya kau pulang . Terimakasih ya sudah menemaniku menikmati hujan hari ini” Jongin tersenyum hangat .

“E..eh?” sejak kapan aku menemainya? Setahuku tidak, . Dia membungkuk lalu segera berlari keluar gedung sekolah . Namun setelah keluar sekolah ia menoleh dan menatap gedung sekolah tersebut senang “Dia..cukup tampan..” Kekeh Seohyun , tapi buru-buru ia menggeleng “Haish..apa yang kukatakan?! Dia kan menyukai Yoona eonni

-To be continued-

 

Waahahahaha ancur yak? Sudah biasa,- maafkan diriku jika banyak typo dan hal yang dipaksakan . Oh satu lagi , aku gak kasih tanda flashback-flashback karena males banget-_- tapi aku harap kalian ngerti deh yaJ nah jangan lupa RCL-nya chingu^^ RCL kalian itu support aku untuk meneruskan ff ini:D gomawo sudah baca~

28 thoughts on “[Freelance] Bad Boy (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s