[Vignette] I Will Protect Her

i will protect her

[Vignette] I Will Protect Her

Present by

Lee Midah

Artwork by

 Lm Artwork

Oh Sehun Exo – K  || Suho Exo – K  || Kwon Yuri SNSD

Length : Vignette || Rating : PG-15 || Genre : Family , Sad, Angst, Brothership

Disclaimer :

Story pure mine, Cast belong They self, They Parent, SM and God. If you don’t like pairing don’t read!!! Don’t Bashing!!! Be Friendly ^__^

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiator!!!

If You Resect To Me, Leave a Comment After Read!!!!

Happy Raeding ^__^

~o0o~

Hati ini lebih sakit melihatnya sekarang dibanding saat dia bersama hyung. Melihat senyumnya sekarang rasanya sulit bagiku untuk mengatakannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“ Sehun-a, Lihatlah syal ini? Apakah menurutmu Suho Oppa menyukainya? “, tanyanya sambil memperlihatkan sebuah syal yang dia buat dengan tangannya sendiri, wajahnya masih memperlihatkan senyuman yang membuat hatiku terasa berat padahal senyuman itu biasanya selalu membuat hatiku tenang walaupun hatiku terluka melihat kebersamaannya dengan hyungku.

Aku hanya menganggukan kepalaku. Aku mencoba menenangkan diriku, aku tahu ini sulit baginya untuk menerima kenyataan pahit ini tapi aku tidak bisa membiarkannya seperti sekarang menunggu kedatangan hyung yang tidak akan pernah datang. Tiba – tiba rasa takut memenuhi hatiku, aku takut melihatnya terluka, takut melihat senyumanya hilang dan takut melihatnya menangis . Aku memang mencintainya sejak dulu, tapi dia sudah lebih memilih hyungku untuk bersamanya dan sekarang dia harus kehilangan hyung.

“ Yuri… “, panggilku dengan suara pelan.

“ Neh?! “, sahutnya sambil tersenyum ke arahku, ya Tuhan apa aku sanggup melihat senyum itu menghilang?

Aku mulai ragu, rasanya lidahku kelu untuk memberitahunya tentang kabar yang kami terima tadi pagi.

“ Aish! Bukankah seharusnya Suho Oppa sudah datang? Ini sudah lewat 30 puluh menit “, kulihat Yuri mendecak kesal sambil melihat jam tangannya.

“ Sehun-a, apa dia tidak menghubungimu? Dia tidak pernah terlambat sebelumnya walaupun dia sering membatalkan janjinya “, tanya Yuri padaku.

Tiba – tiba badanku bergerak diluar perintah otakku, aku menarik Yuri kedalam pelukanku dan mendekapnya erat membuatnya kaget dengan sikapku.

“ Sehun-a, Waeyo? Mengapa kau tiba – tiba memelukku? “, tanyanya bingung.

“ Yuri, Hyung sudah pergi “, akhirnya lidahku mengucapkan kata yang sangat sulit aku katakan sedari tadi.

“ Eh?! “, dia terdiam sesaat sampai beberapa menit dia pun mulai bergerak lagi.

“ Mwo?! Dia pergi? Aish! Jinjja, dia pergi lagi tanpa memberitahuku atau menemuiku. Dasar nappeun namja!!! “, ujar Yuri sambil melepaskan pelukanku dengan wajah kesalnya.

Namun dia langsung terdiam saat melihatku yang tidak kuasa menahan air mataku yang sudah keluar.

“ Sehun-a, mengapa kau menangis? “, tanyanya heran sambil menatap wajahku lekat, Aku memang tidak seharusnya menangis didepannya tapi aku juga terluka, aku juga merasa kehilangan dan aku  akan semakin terluka saat membayangkan Yuri tahu kalau Hyung sudah tidak didunia ini lagi.

“ Suho Hyung pergi untuk selamanya “, ucapku.

Aku melihat wajahnya yang langsung menatapku tidak percaya, dia pun terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun selama beberapa detik, seakan mencerna apa yang baru saja aku ucapkan.

“ Hahaha… hahaha… leluconmu sungguh lucu Oh Sehun, tapi tidak kah itu keterlaluan mengatakan Hyungmu sendiri sudah pergi “, tawanya yang menganggap aku bercanda, namun dia menyadari bahwa aku masih memasang wajah sedihku.

“ Kau bohong kan? “, tanyanya lagi memastikan dan kini kulihat bibirnya mulai bergetar.

“ Kau tidak seriuskan ?” , aku tidak bisa menjawabnya, semuanya terasa sulit.

“ Tadi pagi pihak polisi memberitahu kami kalau Suho Hyung mengalami kecelakaan saat perjalanan dari bandara “,

“ Andweh! Suho Oppa tidak boleh pergi! aku …  dia berjanji akan menemuiku. Dia … dia… “, Yuri tidak meneruskan kata – katanya karena kini air mata sudah membanjiri pipinya.

Aku langsung menariknya kedalam pelukanku, aku mendekapnya dengan erat berharap dia bisa kuat menerima ini semua.

“ Mengapa dia pergi Sehun-a? “, Yuri menumpahkan kesedihannya didadaku, dia terlihat sangat terluka dan kehilangan sama sepertiku. Melihatnya seperti ini membuatku semakin ikut terluka dengan kehilangan hyung juga kesedihan Yuri.

“ Dia sudah berjanji untuk menemuiku disini “,

Aku tidak bisa berbuat apapun lagi selain memeluknya erat. Yuri semakin tidak kuasa menahan tangisnya yang tersedu. Yuri-a, jangan seperti ini. Aku tidak kuat melihatmu begini.

~o0o~

Keesokan harinya pemakaman Hyung pun telah selesai, terlihat Yuri seperti orang yang kehilangan arah. Dia hanya menatap nisan Hyung dengan tatapan sedih dan kosong. Aku pun menghampirinya untuk mengajaknya pulang.

“ Yuri, sudah waktunya kita pulang “, ucapku sambil berdiri didekatnya.

“ Aku ingin disini bersama Suho Oppa “, jawabnya datar tanpa merubah ekspresinya.

“ Yuri, relakan Suho Hyung. Dia sudah tenang sekarang “, ucapku

Terdengar isak tangis dari Yuri dan lagi aku harus melihatnya menangis. Aku hanya merangkulnya, berusaha untuk menenangkannya yang aku tahu masih sulit baginya menerima ini semua. Tiba – tiba saja aku merasakan tubuh Yuri menjadi lemas, sontak aku langsung memeluknya yang ternyata dia pingsan.

“ Yuri! Bangun! Yuri! “, aku menggoyangkan tubuhnya namun Yuri tidak sadarkan diri.

Aku segera membawanya ke rumahku karena rumahku sangat dekat dibandingkan dengan rumahnya. Omma menyuruhku untuk membawanya ke kamar Suho hyung dan membiarkannya istirahat disana. Aku membaringkan Yuri ditempat tidur yang sering dipakai Suho hyung. Aku menatap wajahnya yang masih tersirat kesedihan mendalam atas kehilangan Hyung juga terlihat kelelahan yang tidak berhenti menangis dari kemarin. Aku mengusap rambutnya lembut.

“ Yuri, masih ada aku disini. Walaupun Hyung sudah tidak bersamamu lagi tapi aku akan selalu disampingmu apapun yang terjadi “, gumamku pelan.

Setelah aku menyelimutinya aku hendak meninggalkannya. Saat aku akan mematikan lampu, kulihat ada sebuah lipatan kertas kecil di samping foto aku, Hyung juga Yuri. Dengan rasa penasaran aku mengambil surat itu dan membukanya.

To : My beloved Dongsaeng

Anyeong Sehun-a!!!

Aku tidak tahu kalau aku akan melakukan hal bodoh seperti ini kekeke ^^ menulis surat padamu yang tidak pernah aku lakukan selama aku menjadi Hyungmu tapi aku menyadari satu hal kalau aku bukanlah Hyung yang baik untukmu…

Mengapa kau menyembunyikan perasaanmu pada Yuri?

Mengapa kau tidak cerita padaku?Apa dengan kau mneyimpan perasaanmu kau pikir aku tidak akan tahu?

Aku bahkan telah merebut cinta pertamamu, Hyung macam apa aku ini?

Jika saja aku tidak masuk ke kamarmu dan menjatuhkan pas foto disamping tempat tidurmu, aku tidak akan pernah sadar kalau uri dongsaeng sangat terluka.

Aku sangat tidak peka terhadap sikap dan perasaanmu yang terlihat sangat jelas jika kau terluka melihatku dengan Yuri.

Tapi Sehun-a, kau tahu? Perasaanku akhir – akhir ini sangat cemas dan khawatir.

Aku merasa aku tidak bisa melindungi Yuri lagi.

Mungkin karena aku sering meninggalkannya untuk bisnis perusahaan kita tapi perasaanku kali ini mengatakan aku tidak akan bisa bersama dengannya lagi.

Kuharap jika ada sesuatu yang terjadi padaku, kau harus berjanji untuk melindunginya dan menjaganya sepenuh hati.

Aku tahu kau bisa melakukannya karena kau sangat mencintainya kan? Bahkan kau rela terluka untuk hyungmu ini dan aku percaya kaulah satu – satunya yang bisa menjaga dan melindungi Yuri bahkan dibandingkan dengan aku.

Jujurlah pada dirimu sendiri tentang perasaanmu, jangan kau sembunyikan dan merasakan terluka sendiri.

Mianhae karena aku terlambat menyadari kalau kau mencintai Yuri.

Kau harus menjadi seorang pria sejati dan jangan pernah menyerah untuk meraih cintamu.

Dan ingatlah kalau kau masih memiliki aku Hyungmu, yang akan selalu ada disisimu…

Your Hyung

Suho ^^

Aku tidak bisa mengatakan apapun, jadi Hyung sudah memiliki firasat akan pergi selamanya? Dan dia juga tahu tentang perasaanku pada Yuri? Pantas saja dia menyuruhku untuk menemani Yuri saat dia hendak pergi. Aku pun tidak kuasa menahan air mataku lagi, aku tahu seorang pria tidak seharusnya menangis tapi… bisakah aku menangis saat ini? Karena aku sungguh menyesal sempat membencinya. Aku mneyesal karena dia merelakan hari terakhirnya hanya untuk aku. Hyung, mengapa kau begitu baik padahal aku selalu merasa kau telah merebut semuanya dariku. Perhatian Omma dan Appa, perhatian orang – orang disekolah dulu juga Yuri. Tapi sekarang aku merasa akulah yang merebut kebahagianmu Hyung. Mianhae, Jeongmal mianhae. Untuk menebus kesalahanku, aku berjanji akan menjaga Yuri untukmu Hyung. Aku tidak akan membiarkannya menangis dan bersedih. Aku janji akan menjadi pria sepertimu.

Gomawo Hyung, telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku.

 Aku memandang Yuri yang tertidur pulas. Aku juga berjanji akan membuatmu bahagia, Yuri.

The End

Otte? Gajekan readers? Sedihkah? Or biasa aja? FF ini terlintas di pikiranku dengan sangat tiba – tiba jadi aku langsung tuangin aja. Mian kalau aneh atau apalah yang penting jangan lupa RCL ya😀 Hargai karya orang lain apalagi kalian menikamati karya itu ^^

 

41 thoughts on “[Vignette] I Will Protect Her

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s