[Freelance] Real Love

Real Love

Tittle :Real Love

Author : Hana_

Length : Oneshoot

Rating : General

Main cast : Park Chanyeol, and Kim Hyoyeon.

Genre : Sad, & Romance

Disclaimer :
This Fanfic Is Mine. Don’t Be Plagiator!!

 

*AUTHOR POV*

Chanyeol  dan Hyoyeon sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apa pun, hanya memandang langit. Sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

“Uhh…aku bosan sekali. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.” Kata Hyoyeon

“Hahaha…kamu ini. Aku pikir Cuma kita berdua saja yang tak punya pacar” ucar Chanyeol

Keduanya terdiam dan merenung sesaat

“Aku punya ide bagus, kita adakan permainan yuk?” kata Hyoyeon

“Eh? Permainan apa?” ucap Chanyeol

“Eumm..permainannya, kamu jadi pacar aku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Bagaimana menurutmu?” tanya Hyoyeon

“Baiklah..aku mau melakukannya.” Jawab Chanyeol

“Tapi kelihatannya kamu tidak semangat melakukannya! Hmm…hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

“Gimana kalau kita nonton saja? Ada film The Troy. Katanya Film itu bagus” ujar Chanyeol

“Ide yang bagus..ayo kita pergi kesana sekarang.”

_____________________________

Hari kedua…

Chanyeol dan Hyoyeon menghabiskan ngobrol di Cafe. Suasana Cafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Chanyeol membelikan kalung perak berliontin bintang untuk Hyoyeon.

Hari Ketiga….

Mereka berdua pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk sahabat Chanyeol. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di Foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus, berdua. Dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari Ketujuh….

Chanyeol mengajak Hyoyeon bermain Bowling bersama teman-temannya. Tangan Hyoyeon terasa sakit karena tidak pernah bermain Bowling sebelumnya. Chanyeol memijit-mijit tangan Hyoyeon dengan Lembut.

Hari Ke-25…

Chanyeol mengajak Hyoyeon makan malam di Restoran yang dekat dengan Pantai. Bulan sudah menampakkan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang. Mereka duduk menunggu makanan, sambil mmenikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang di pantai. Sekali lagi Hyoyeon memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari Ke-41….

Chanyeol berulang tahun. Hyoyeon membuatkan kue ulang tahun untuk Chanyeol. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Chanyeol terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan dan meniup lilinnya.

Hari Ke-67……

Menghabiskan waktu di Lotte World. Naik halilintar, makan Ice Cream bersama, dan mengunjungi stand permainan. Chanyeol menghadiahkan Hyoyeon sebuah boneka Teddy Bear, dan Hyoyeon membelikan sebuah Topi untuk Chanyeol.

Hari Ke-72……..

Mereka melihat kemeriahan pameran Lampion dari Negeri China. Hyoyeon penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Tapi, Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang,” kemudian Peramal itu meneteskan air matanya.

Hari Ke-84………….

Chanyeol mengusulkan agar mereka pergi ke Pantai. Saat ini keadaan Pantai sangat sepi. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut yang menghempas kaki mereka. Matahari terbenam dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari Ke-99

Chanyeol memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di taman kota.

Pukul 15:20,
“Aku lelah…lebih baik kita istirahat” ucap Hyoyeon
“Tunggu disini, aku beli minuman dulu.” Kata Chanyeol bangkit dari tempat duduknya.
“Aku saja yang beli. Kamukan sudah lelah menyetir seharian. Sebentar ya”.
Memang benar, kaki Chanyeol pegal sekali karena menyetir seharian.

Pukul 15:30
Chanyeol sudah menunggu selama 10 menit dan Hyoyeon belum kembali juga. Tiba-tiba seorang yang tak dikenal berlari mengahampirinya dengan wajah panik.
“Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Dan sepertinya perempuan itu adalah temanmu” Katanya
Chanyeol segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas tergeletak tubuh Hyoyeon yang bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Chanyeol segera melarikan mobilnya ke rumah sakit terdekat. Chanyeol duduk diluar Ruang Gawat Darurat selama 8 Jam 10 Menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyelasan.

Pukul 23:53
“Maaf..tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas tapi Yang Kuasa sebentar lagi akan menjemput. Kami menemukan surat ini di kantung bajunya.” Ucap Dokter itu
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Chanyeol dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Hyoyeon. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Chanyeol duduk disamping pembaringan Hyoyeon dan menggengam tangan Hyoyeon dengan erat. Untuk pertama kalinya Chanyeol merasakan torehan luka yang sangat berat dalam hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Hyoyeon, untuknya.

____________________________________________

Dear Chanyeol….
Ke-100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu sangat dingin dan tak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagian dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersaman kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku.
Chanyeol~~~…
Aku sangat sayang padamu….

____________________________________________

Pukul 23:58

“Hyo-ah, apakah kau tau harapan apa yang kuucapkan dalam hatiku saat meniup lilin ulang tahunku?. Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Hyo-ah, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Hyo-ah bangunlah dan kita akan melewati beribu-ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Hyo. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Hyo-ah Saranghae..saranghae!

Jam dinding berdentang 12 kali…Jantung Hyoyeon berhenti berdetak.

“Hyo-ah..Kumohon Jangan Pergi”

_______________________________________

Katakan Perasaanmu pada Orang yang Kamu Sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan kembali lagi…

THE END—–

___________________________

Author Note:

Para pembaca sekalian jangan marah pada aku ya!

Karena Fanficnya kependekan, tapi inilah inti sari yang sesungguhnya.

Jangan lupa loh di Coment.

9 thoughts on “[Freelance] Real Love

  1. Yah Thor !!!
    Knp sad end ???
    Huhuhu😥
    padahal kalo jd happy end pasti bagus. . .
    Gk tega waktu bc bagian ending . . .
    Kasian Chanyeol nya😥
    alur.y juga cepet bgt Thor,
    tp gk papa.
    Tetep bagus koq. . .
    Keep writing Thor~
    *hug*

  2. plisss netes ni air mata😦 yaampun knp so sweet bgt???? plisss lah jd mewek gini. BTW keren pake bangettttt ni FF feel nya dapet bgt.. tp kiraiin happy ending, tp ternyata…. :”( GOOD JOB (Y)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s