[Freelance] My Three Idiots (Chapter 2)

Poster 22

My Three Idiots (Chapter 2)

Title : My Three Idiots
Author : Kam Ha Moon | @tslykam
Main Casts : – Im Yoona
– Oh Sehun
– Lee Taemin
– Xi Luhan
Other Casts : – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister
– Minho as Im Minho/Yoona’s dad
– Kwon Yuri as Yoona’s mom
– and other SM artist
Genre : Life, Sad, Friendship, Family, Romance
Rating : G or maybe T
Length : Multichapter
Disclaimer : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.
Note : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!
*jangan lupa komen chingu ^^
*bold flashback

My Three Idiots
. . .
Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

Author pov
Setelah 2 jam belajar, yang menurut Sehun itu seperti 2 tahun, akhirnya bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas, saat Sehun baru saja bangkit, tiba-tiba sebuah suara nyaring memekik di kelas itu.
“Sehunniee my cutie, ayo kemari kita berselca, aku ingin foto denganmu Sehunnie.” Teriak salah satu teman Sehun yang memang terkenal sangat centil, Tiffany. Sehun tidak peduli dan hanya memasang ekspresi datarnya.
“Aigoo Sehunnie jangan malu-malu, ayo-ayo siniiii” ucap Sunny sambil menarik lengan Sehun.
“Lepaskan” balas Sehun singkat dengan wajah yang cool, tapi sebenernya didalam hati Sehun sangat takut, dia sangat ngeri melihat yeoja dengan kelakuan centil dan genit.
“Sehunnnie ayoooo” ucap salah satu yeoja bernama Victoria. Sehunnie…Sehunniee..Sehunnie, kata-kata itu terus terbayang dibenak Sehun, uhhh mengerikan sekali. Sehun pun memutuskan untuk segera pergi ke kantin, sebenernya dia ingin berlari, tapi untuk menjaga image coolnya, akhirnya dia hanya berjalan sambil memasukan kedua lengan disaku celananya, setelah sampai diluar kelas dan merasa aman, Sehun pun lari terbirit-birit menuju kantin.
Dikantin sudah ada Yoona Luhan dan Taemin sedang meminum bubble tea kesukaan mereka, dan memakan ddokboki bibi Kim yang memang terkenal sangat enak.
Yoona pov
“Taeminnie, bubble teanya kamu yang bayar yaaaaa” ucapku sambil beraegyo.
“Apa? Kenapa aku yang bayar? Enak sajaa huh” balas Taemin pabo dengan wajah masamnya, aishh Lee Taemin!
“Hey apa kau lupa, kau kan kalah taruhan kemarin, kau bilang Kris sonsaengnim akan menjomblo seumur hidup, tapi nyatanya kemarin Kris sonsaengnim berpacaran dengan Jessica sonsaengnim, benar kan?”
Taemin tampak berpikir. “Tunggu dulu, apa? Dengan Jessica sonsaengnim? Yang benar saja? Aahh kalau begitu aku gagal mendapatkannya ” Huh Lee Taemin memang namja paling menyebalkan, sungguh.
“Ya! kau ini kalau mau jadi playboy carilah yeoja yang masih muda, masa mau memacari guru sih.” Jawab Luhan oppa bijak, akupun mengangguk setuju.
“Ahh kau hanya mencari alasan, cepat bayar bubble teanya pabo-ya!” jawabku kesal.
“Aiiiiiy shireo!”
“Ya! Menyebalkan!!!!!”
“Diam! Aku sedang patah hati Im Yoona!!”
“Haish sudah-sudah hentikan, biar aku yang bayar bubble teanya Yoona-ya” Huh Lulu oppa memang baik hati sekali hahahah.
“Kalau begitu bayarin yang aku juga ya hyung hehe” Hah benar-benar anak tidak tahu diri, baru saja aku akan memarahinya, tiba-tiba datang Sehun sambil berlari, wah dia terlihat seperti habis dikejar hantu.
“Sehunna kau kenapa?” tanya Lulu oppa. Bukannya menjawab, Sehun malah melirik kearah bubble tea milikku dan langsung meminumnya sampai tersedak, aishh anak ini.
“Yak Oh Sehun minumnya pelan-pelan saja, kau ini” Aku memang tidak pernah bisa memarahi adik kecilku ini, adik? Apa aku yakin? Aku pun tidak tau.
“Oh ya, Taeminna, nih uang untuk bubble tea, kau yang bayar ya” ucap Luhan oppa sambil memberikan uangnya.
“Kenapa tidak hyung saja?” jawab Taemin malas sambil melihat koleksi foto-foto yeoja diHPnya -_-
“Aku takut pada Kim ajumma, kau tau? Dia genit segali padaku Taeminna” bisik Luhan.
“Hahaha hyung yang benar saja, tapi aku juga malas hyung, aku kan lebih ganteng dari hyung, aku takut Kim ajumma genit padaku juga” jawab Taemin dengan percaya dirinya huh.
“Ah sudah sini aku saja yang bayar” lebih baik aku mengalah, dari pada percaya diri mereka semakin memuncak, dan Sehun? Dia tidak bisa diandalkan -_-
Aku baru saja berdiri dari kursi, dan tiba-tiba “Yoona Noonaa!! Yoona Noona! Bakhie-ya lihat itu ada Yoona Noona!” Teriak salah seorang adik kelas yang selalu begitu tiap melihatku, kalau tidak salah namanya Chanyeola, begitulah Sehun sering menyebutnya. Dan sekarang dia sedang menatapku dengan tatapan yang….apa itu? Yadong sekali wajahnya.
Author pov
“Ya! Park Chanyeol, jangan berteriak! Sudah ayo pergi” ucap Baekhyun, namja yang selalu bersama dengan Chanyeol. Tapi namja tinggi itu tidak menggubrisnya, dia tetap berjalan mendekati Yoona, dengan mulut yang masih menganga.
“Yoona Noona annyeong” sapa Chanyeol dengan suara beratnya.
“Ne annyeong Chanyeola” balas Yoona sambil melambaikan tangannya kaku. Mendapat lambaian dari Yoona seketika itu juga Chanyeol pingsan lalu diangkut oleh teman-temannya. Yoona Luhan dan Taemin hanya melihatnya dengan tatapan apa-kau-gila pada Chanyeol.
Sehun pov
Aigoo apa-apaan si Chanyeola tadi, dasar berlebihan, berani-beraninya dia mengganggu Yoona Noona, awas saja kalau Yoona Noona sampai kesal, aku akan menghajarnya, hufhh.
Taemin pov
Setelah kejadian namja aneh tadi, kami makan dengan damai dikantin, sungguh bahagia mendapat bubble tea gratis hahaa “Yoona-ya ayo kita bermain basket, kita taruhan lagi, siapa yang menang harus membelikan es krim” tawarku pada Yoona.
“Aish shireo, barusan saja kamu tidak mau bayar” balas Yoona sambil mem-pout bibirnya, hahaa dia lucu sekali.
“Arraseo, kali ini aku janji aku akan bayar”
“Janji? Baik ayoo!” Akhirnya Yoona mau juga, jujur sudah cukup lama aku tidak bermain basket bersama Yoona, aku merindukannya.
“Ah hyung, noona, aku tidak ikut ya, aku mau bertemu dengan Tao, aku mau belajar bela diri”
“Apa?!! Sehunna apa kita tidak salah dengar?” ucap Yoona sambil menganga.
“Aku serius Noona, aku mau belajar bela diri, agar aku bisa melindungi Noona, aku pergi” ucap Sehun sambil berlari, aku melihat ada rona merah di pipi Yoona, apa karena perkataan Sehun tadi?
“Ahaha Sehun ada-ada saja, kajja Taeminnie, Luhan oppa” ucap Yoona sambil tersenyum malu dan berjalan mendahului kami.
“Taemin-ah aku juga tidak akan ikut ya, aku harus menyelesaikan tugasku”
“Aduh hyung, bersenang-senanglah sedikit, jangan terlalu rajin hyung, kau kan sudah pintar” meskipun sejujurnya aku senang karena aku bisa bermain berdua dengan Yoona.
“Apa kau lupa? Sebentar lagi kita ujian Taemin-ah, aku ke perpustakaan dulu ya.” Luhan hyung pun membalikkan badannya dan pergi, baiklah aku tidak usah memaksa hahaha.
Lapangan
Yoona pov

Aku dan Taemin memulai permainan basket kami, tentu saja aku tidak punya kesempatan memegang bola, jelas-jelas Taemin sangat hebat bermain basket, kenapa juga aku menerima tawarannya, dasar Im Yoona pabo.

Permainan berlangsung baru 5 menit tapi rasanya lelah sekali berusaha merebut bola dari Taemin, haha tiba-tiba muncul berbagai kenangan tentang kita dulu, setiap hari menghabiskan waktu bersama, bermain berdua, tertawa bersama, selalu hanya Taemin yang bisa menghapus air mataku, tapi sekarang? Kenapa rasanya jarang sekali aku berdua bersama Taemin? Apa posisinya sudah tergeser oleh kehadiran Sehun dan Luhan oppa? Ah tidak tidak, itu tidak mungkin terjadi, bagiku dihatiku, hanya Taemin yang terbaik.

“Yak! Im Yoona kenapa melamun! Kau menyerah? Kau mengaku kalah? Hahaha” ucap Taemin sambil tertawa, benar-benar perilaku menyebalkannya tidak pernah berubah haishhh.

“Apa kau bilang? Huh Im Yoona tidak akan pernah menyerah”
“Baiklah coba ambil ini hahaha” tantang Taemin sambil berjalan mundur, aku pun melompat-lompat merebut bola ditangan Taemin.
“YAKK! Lee Tae-“ tiba-tiba Taemin menghentikan langkahnya, tentu saja sekarang posisi kami, sangat sangat dekat, aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya. Tunggu dulu, kenapa tubuhku tiba-tiba kaku, saat aku menatap matanya, tiba-tiba jantungku, aaaaa apa-apaan ini, kenapa aku jadi begini.
“Euu ekhemm” ucap kami bersamaan. “Euu baiklah Yoona-ya aku mengaku kalah saja, nanti aku traktir es krim ya, aku ke kelas duluan ya, annyeong” ucap Taemin dan bergegas pergi meninggalkan aku yang masih mematung dilapangan.
‘Ya Tuhan ada apa dengan jantungku’ batinku.

Luhan pov

Aku sedang malas bermain basket, apalagi harus melihat Yoona dan Taemin bersama, Xi Luhan ada apa denganmu?!! Huh kenapa rasanya aku selalu cemburu melihat mereka berdua, padahal aku yakin mereka hanya bersahabat, apa aku benar-benar sudah menyukai Yoona?

“Luhannie… luhannie”
Akupun tersadar dari lamunanku, dan apa? Kenapa Kim ajumma ada di perpustakaan?
“Euh? Eh ne, ajumma ada apa?”
“Aku sudah mencarimu kemana-mana, akhirnya ketemu juga hihi” Ya Tuhan genit sekaliiiiiiiii.
“Eu, memangnya ada apa ajumma?” jawabku gugup.
“Ini kembalian bubble tea tadi, Yoona dan Taemin bilang ini uangmu, dan mereka menyuruh bibi untuk memberikannya langsung padamu hehe, kita bisa sekalian mengobrol kan Luhannie”
Apa? Jadi ini kerjaan dua anak itu, hheuh awas saja kalau bertemu nanti, lalu bagaimana iniiii, uuhhhh Kim ajumma menyeramkan sekali, Tuhan tolong akuuuuu.

KRING.. Seolah Tuhan mendengar doaku, hah syukurlah, aku benar-benar harus pergi sekarang.
“Ajumma, maaf aku buru-buru, terimakasih sudah memberikan kembaliannya, permisi” aku pun berlari sekencang-kencangnya.

Sesampainya dikelas aku langsung mencari Im Yoona, eh? Tapi nampaknya dia sedang melamun.

Yoona pov
‘Aigoo bagaimana ini, kenapa jantungku masih berdetak cepat, tidak mungkin kan aku menyukai Taemin sahabatku sendiri’ batinku.

“Ya! Im Yoona! Aku meminta penjelasan darimu” teriak Luhan oppa membuyarkan lamunanku.
“Penjelasan apa oppa?” jawabku polos, aku memang tidak mengerti.
“Kim Ajumma”
Hahahahahah seketika tawaku meledak, aku baru ingat sebelum main basket tadi, aku dan Taemin menyuruh Kim ajumma memberikan uang kembalian pada Luhan oppa.

“Heyyyy jangan tertawa” ucap Luhan oppa dengan wajah lucunya.
“Hahaha mian oppa, tapi itu tadi ide Taemin” ucapku bohong sambil terus tertawa.
“Ya kau jangan cari alas-“ ucapan Taemin oppa terpotong karena sekarang Kyuhyun sonsaengnim sudah masuk kelas, ahhaha syukurlah, kalau tidak Luhan oppa pasti akan menjitak kepalaku.
“Awas kau Im Yoona” bisik Luhan oppa sambil duduk dikursinya, aku hanya terkekeh pelan, haha wajahnya sungguh menggemaskan saat sedang marah.

Author pov

Setelah bel masuk berbunyi seluruh siswa Seoul International Art School mulai kembali pada kesibukan mereka masing-masing, Yoona dan Luhan yang sedang memperhatikan Kyuhyun sonsaengnim, Taemin yang sedang memikirkan kejadian dilapangan tadi, Sehun yang sedang belajar beladiri bersama Tao di gedung olahraga, Krystal yang sedang mengintip Sehun, dan Baekhyun yang masih berusaha membangunkan Chanyeol -_-

Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? Apakah benar mereka saling menyimpan perasaan?
Lalu siapa yang sebenarnya disukai Yoona?

TBC

Maaf kalau ada typo kkk, maaf juga kalau part ini agak pendek, author lagi ga ada ide hehe.
Author juga masih bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.
Gomawo ~
@tslykam ^^

 

25 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 2)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s