[Freelance] Another Love (Chapter 6)

poster

Tittle : Another Love

Author : Crisi Lee

Length : Chaptered

Genre : Angst.Hurt. Romance ( little bit ). Friendship

Rate : PG 13

Main cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Kris Wu

-Oh Sehun

Disclaimer : Semua cast diatas hanya saya pinjam. Cerita ini murni fiktif dan berasal dari imajinasi saya sendiri. Sorry for typo and bad fanfic.hope you like it and happy reading all.

a/n : part ini bakal agak panjang dan membosankan. Don’t like don’t read.

-Prev story-

~Yoona terdiam, ini bukanlah apa-apa baginya. Ia sudah terbiasa dengan perlakuan kris yang seperti ini padanya. Ia harus bertahan, ia harus kuat. Ia tidak boleh mengeluarkan air mata dan terlihat lemah didepan kris. Yoona tahu kris nanti pasti akan menyadari kekeliruannya. Kris nantinya akan sadar dengan semua pengorbanan yang ia lakukan. Untuk itu, yoona hanya diam saat kris meninggalkannya sendirian. Ia tersenyum. “aku telah terbiasa oppa..aku terbiasa menunggumu,” dan akhirnya gadis cantik itu tak mampu lagi menahan cairan bening yang seakan berlomba menuruni pipi tirusnya.~

 

Another Love, chap 6

            Sehun berlari menyusuri lorong sempit yang ada di sebuah club malam. Ia kemudian memasuki sebuah ruangan yang penuh sesak dengan orang-orang yang sibuk menggoyangkan tubuh mereka tak karuan. Sehun memandang sekeliling ruangan itu mencari seseorang yang menjadi tujuan utamanya datang ke tempat itu. ia segera berlari menuju bar yang ada di sudut ruangan tersebut saat matanya menangkap siluet tubuh seorang gadis yang sangat ia kenal.

            “aku mau satu gelas lagi..” ucap gadis yang kini tengah mabuk berat. Bartender itu nampak bingung. Apakah ia harus memberikan gadis itu segelas wine lagi atau mendiamkan saja permintaan gadis itu sambil menunggu seseorang yang tadi tak sengaja menelepon ke ponsel gadis ini dan ia mintai tolong untuk segera datang. “ya!!..mana pesananku.” Ucap gadis itu berteriak sambil mengebrak meja yang ada dihadapannya. bartender itu mau tak mau kemudian memberikan segelas wine pada gadis cantik itu. gadis cantik itu tersenyum, kemudian tangannya beralih pada gelas berisi wine yang tadi diberikan oleh sang bartender. Gadis itu menoleh, menatap sengit seseorang yang sudah berani mencegahnya untuk meneguk minuman beralkohol itu. “yoona~ya..hentikan, sudah cukup. Kau sudah terlalu mabuk.” Ucap sehun lembut. “akh..sehun sunbae..ani, maksudku sehun oppa ada disini..hehe” yoona berkata dengan kesadaran yang tinggal hanya beberapa persen lagi.

            “mari kita pulang..” sehun menarik lembut lengan yoona. “shireo..aku mau satuuu..gelas lagi.” Yoona berkata sambil tertawa. Namun cairan bening tiba-tiba turun dipipinya yang sudah merona merah karena mabuk. Sehun terkesiap, ia sedih melihat yoona seperti sekarang. Yoona kemudian nampak tidak sadarkan diri, gadis itu tertidur setelah mengoceh tak jelas kepada sehun dan memaksa untuk minum kembali. Sehun mengeluarkan beberapa lembar uang dan meninggalkannya di meja bartender tadi, kemudian memapah yoona untuk masuk kedalam mobilnya. Selama diperjalanan yoona terus saja mengigau tak jelas mengucapkan kata “bogoshipo”, sambil sesekali menagis. Hal itu membuat sehun tidak dapak berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. Sehun mengira yoona merindukan kedua orang tuanya yang berada di china.

            Sehun menggendong yoona ala bridal style dan memasuki rumah gadis cantik itu. ia menidurkan yoona di sofa dan mengambil air panas untuk mengompres dahi yoona yang kini terasa panas. Sehun dengan telaten mengurus yoona, menunggui gadis itu hingga bangun dari tidurnya. Namun yoona tak kunjung membuka matanya. Wajah yoona nampak pucat, dan itu membuat sehun semakin khawatir. Ia hendak pergi menelepon dokter saat kemudian langkahnya di hentikan oleh suara yoona.

            “oppa..kajima,” yoona menggenggam tangan sehun erat. Cairan bening lagi-lagi turun membasahi pipinya. Sehun mendudukan dirinya dilantai, mensejajarkan wajahnya dengan wajah yoona kemudian mengelus lembut surai cokelat yoona. “oppa tidak akan pergi kemanapun yoong..” sehun berbisik lembut di telinga yoona. “oppa..kajima..” kali ini isak tangis keluar dari bibir pink yoona, tubuhnya pun gemetar. Melihat hal itu sehun lalu memeluk tubuh yoona. Ia benar-benar tak kuasa melihat keadaan yoona sekarang, hingga tak terasa cairan bening ikut keluar dari matanya. “uljimayo yoona~ya..oppa akan terus berada disini. Oppa tidak akan pergi kemana pun.” “kris oppa..kajima..” ucap yoona lirih. Sehun melepaskan pelukannya ditubuh yoona, terkejut saat mendengar nama kris lah yang yoona sebut, bukan namanya. “kris oppa, bogoshipoyo..saranghae..jeongmal saranghaeyo..” sehun terdiam membeku. Ia menatap nanar kearah yoona. Cukup lama sehun terdiam sampai akhirnya ia memutuskan untuk menggendong tubuh yoona ke kamarnya dan pergi dari rumah itu.

~~~~

            Yoona terbangun saat merasakan sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela besar dikamarnya. Gadis itu merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Ia lalu memegang handuk serupa alat pengompres yang ada di keningnya. Yoona kemudian mengingat-ingat tentang kejadian semalam. Namun hasilnya nihil, gadis itu tidak dapat mengingat apapun kecuali saat ia berada di club dan minum sampai mabuk. Selain hal itu ia tidak dapat mengingatnya. Yoona kemudian beranjak menuju ke jendela besar yang ada di kamarnya dan menyampirkan gordennya. Ia lalu membuka lebar-lebar jendela tersebut, membiarka cahaya matahari masuk dan angin lembut pagi hari menyapa wajah pucatnya.

            Cerahnya sinar mentari pagi tak mampu membuat suasana hati yoona menjadi lebih baik. Ia kembali mengingat-ingat saat ia bertemu dengan kris di kampus kemarin. Tak bisa yoona pungkiri bahwa itu bukan pertama kalinya kris melontarkan penolakan akan kehadiran yoona di hidupnya. Namun yoona selalu saja bertahan. Katakanalah gadis itu memang bodoh karena selalu saja membiarkan hatinya sakit dengan perilaku kris. Atau katakanalah jika gadis itu sangat egois karena tak juga melepaskan kris dari hidupnya. Tapi bukankah cinta itu egois?, cinta itu butuh perjuangan dan yoona tahu benar akan hal itu. untuk itulah gadis itu bertahan hingga sejauh ini, memperjuangkan cintanya pada kris.

            Yoona tak juga beranjak dari jendela tersebut, ia masih asyik memandangi pemandangan indah ciptaan tuhan yang tertangkap oleh mata indahnya. Ia akhirnya menoleh pada jam yang ada di atas lemari kecil disamping tempat tidurnya. Sudah sangat terlambat bagi yoona untuk pergi ke kampus. Lagi pula gadis itu memang tak berniat ke kampus hari ini, ia merasa sakit. Bukan hanya sakit di hatinya, tapi juga di raganya.

~~~~

            Kris melepar berkas-berkas yang ada dihadapannya sembarangan. Pria itu tidak dapat berkonsentrasi. Ia terus teringat akan kata-kata yoona padanya saat menunggu jessica di kampus kemarin. Jessica yang pergi bersama oh sehun. kris tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran jessica. “apakah semua wanita bertipikal seperti itu, selalu membiarkan dirinya terluka dengan bertahan bersama orang yang tidak mencintainya?” desis kris.

            Kris memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Ternyata cinta bisa memberikan efek seperti ini untuknya. Kris bahkan tak pernah membayangkan sebelumnya ia akan menunggu seseorang, terlebih itu adalah makhluk bernama wanita. Ia kemudian berpikir, seperti itukah rasanya menunggu seseorang?, tiba-tiba timbul rasa bersalah dihatinya. ia sangat sering membuat yoona menunggu. Bahkan kris tidak pernah sekalipun meminta maaf untuk sikapnya itu pada yoona.

            Kris menatap handphone diatas meja kerjanya, sejak jessica pergi bersama sehun kemarin hingga sekarang gadis itu bahkan tidak sekalipun menghubunginya. Lupakah jessica dengan janjinya untuk pergi dengan kris kemarin, hey..bukankah setidaknya jessica meminta maaf karena tidak mengabarinya dan berhasil membuat ia menunggu, pikirnya. Akhirnya kris memilih untuk menghubungi jessica lebih dulu, ia tidak bisa untuk tidak mengetahui kabar gadis itu. terdengar nada panggilan tunggu di ujung sana. Kris namapak kesal karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari jessica. “aish..” umpatnya. “baiklah jika kau tidak mau mengangkat telepon dariku jessica jung, aku yang akan datang langsung menemuimu..” kris mengeluarkan smirk andalannya.

~~~~

            Jessica nampak mengerucutkan bibirnya. Ia kesal karena berkali-kali menelepon sehun, namun tak kunjung mendapat jawaban. “ish..bocah bodoh itu, awas saja jika meminjam catatanku.”umpat jessica kesal. Jessica nampak masih sibuk menghubungi sehun, namun akhirnya menyerah karena handphone sehun kini tidak aktif. “apa sebenarnya yang terjadi denganmu sehun,” jessica mulai cemas. Ia ingat kemarin sehun langsung pergi terburu-buru dari apartementnya saat menelepon seseorang. Ia cemas, takut hal buruk terjadi pada sehun. jessica pun memutuskan untuk menemui sehun diapartementnya. Gadis itu bergegas pulang, namun saat telah mencapai gerbang kampusnya, ternyata sudah ada seseorang yang sedang menunggunya.

            Jessica menghampiri kris yang nampak melambaikan tangan kearanhnya. Kris tersenyum, ia merasa jessica semakin manis saja memakai blouse bermotif bunga-bunga yang di dominasi warna pink. Sejenak ia lupa akan kekesalannya, terkesima oleh penampilan jessica. “kau, mencariku?” “menurutmu?” jessica mendengus sebal. Selalu seperti ini. Pria ini selalu bisa membuat emosinya cepat naik. “baiklah jika tidak ada urusannya denganku..” jessica berjalan meninggalkan kris. Kris mencekal lengan jessica, “baiklah..aku mencarimu nona jung.” “ada apa mencariku?” “apa harus ada alasan untuk menemui orang yang aku suka?”. Jessica mempout bibirnya. Kris tidak menghiraukan jessica, malah lelaki itu menuntun jessica untuk masuk kedalam mobilnya. “aku akan mengantarmu pulang.” Ucap kris sambil mulai mengemudikan mobilnya. “aku tidak ingin pulang..” kris mengerutkan dahinya. “kau mau kita jalan-jalan dulu?” “ani..aku ingin ke rumah sehun.” “untuk apa? Bukankah kau bilang ingin melupakannya?” jessica terdiam. Ia bingung untuk menjawab ucapan kris. “sehun tidak masuk hari ini, aku khawatir..” ucap jessica pelan. “khawatir? Dengar ya nona jung, jika kau ingin melupakan seseorang, maka kau harus berhenti mengkhawatirkan orang itu.” ucap kris tegas. “tapi..aku benar-benar khawatir, handphone sehun tidak bisa dihubungi..” kris tersenyum mengejek. “bilang saja kau merindukannya, ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya. Apa tidak cukup berkencan kemarin dengannya?” jessica menoleh cepat kearah kris. “apa maksudmu?” “bukankah sudah jelas, kau hanya beralasan saja mengkhawatirkannya. Kau itu merindukannya!” “kalau aku memang benar merindukannya lalu apa masalah mu?” “masalahku?..tentu saja itu masalah, kau tahu berapa lama aku menunggumu kemarin? Kau bahkan tidak mengabari jika kau pergi dengan lelaki tercintamu itu. kau tidak menyesalinya, bahkan minta maaf saja tidak.” Jessica terdiam, ia lupa jika kemarin ia memang berjanji untuk pergi bersama dengan kris, namun ia malah pergi dengan sehun tanpa mengabari kris lebih dulu. “mianhae..” jessica menunduk, ia menyesal. Kris menatap lembut jessica, entah mengapa ia malah tidak bisa berkata-kata saat ini.

“aku menyesal, aku tidak bermaksud membuatmu menunggu kemarin.” “sudahlah..katakan padaku dimana apartement sehun, aku akan mengantarkanmu kesana.” “tidak perlu, kau cukup menurunkanku di halte depan, aku akan naik bis sendiri ke apartement sehun.”. kris menepikan mobilnya, “kurasa kau mengerti, ini bukan karena aku menyukaimu. Tapi berhentilah menyakiti diri sendiri. Jika kau ingin melupakan perasaanmu pada sehun, kau harus berhenti untuk selalu mengkhawatirkannya.” Jessica menatap kris sengit. “apa aku tidak boleh mengkhawatirkan sahabatku sendiri?” “kau tahu betul kau tidak mengkhawatirkan sehun dalam kapasitas seorang sahabat sica..” jessica lagi-lagi menatap kris dengan sengit. “aku memang pernah menangis dihadapanmu, dan meminta bantuanmu untuk melupakan perasaanku pada sehun, tapi bukan berarti kau bisa mengatur hidupku.” Ucap jessica setengah berteriak. “tapi aku tidak bermaksud-” “terima kasih atas tumpangannya.” Jessica memotong ucapan kris, lalu keluar dari mobil Ferrari hitam kris, melangkah menuju halte bis. “aarrgh..kau bodoh kris wu..!!” kris berteriak sambil memukul stir didepannya.

~~~~

Jessica masih terdiam didepan pintu apartement sehun. ia masih menimbang-nimbang, akan mengetuk pintu dahulukah?, atau ia langsung saja masuk karena gadis itu mengetahui kode apartement sehun. akhirnya jessica lebih memilih untuk langsung masuk tanpa mengetuk pintu dihadapannya terlebih dahulu. Ia memasukan beberapa angka yang sudah ia hafal di luar kepalanya. Kemudian pintu itu terbuka. Jessica segera masuk kedalam ruangan, dan mendapati sehun yang tertidur di sofa. Jessica tidak tega membangunkan sehun, gadis itu lebih memilih menatap wajah sehun yang kini berada tepat dihadapannya. jessica mengelus pipi sehun lembut, membuat sehun menggeliat. Jessica segera menjauhkan tangannya dari wajah sehun, takut pria itu terbangun. Sehun perlahan membuka kedua matanya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik jessica yang kini ada dihadapannya. sehun tak terkejut. Jessica selalu seperti ini, akan langsung mendatangi sehun apabila tak menemukan sehun di kampus.

“kau datang?” “tentu saja..kenapa kau tidak mengangkat telepon ku?” sehun memegangi kepalanya yang sedikit sakit. Ia ingat, ia mabuk semalam, ia mabuk setelah mendengar yoona mengatakan bahwa ia mencinta kris. “kau sakit?” Tanya sica yang khawatir melihat sehun memegangi kepalanya. “ani..” sehun memaksakan diri tersenyum. “benarkah? Kau terlihat tidak baik sehunnie..” jessica lalu memegang dahi sehun. gadis itu terkejut mendapati rasa panas di dahi sehun. “omo..sehunnie, kau demam.” Sehun tersenyum kemudian memegang tangan jessica yang ada di dahinya. “kau tidak perlu khawatir sica, aku baik-baik saja..sungguh.” “ani..kau demam sehunnie, aish..kau semalam mabuk?” Tanya sica saat mencium aroma alcohol dari mulut sehun. Sehun hanya tersenyum, tidak berniat menjawab ucapan jessica. “kau diamlah, aku akan mengambilkan obat..oh, kau pasti belum makan.” Sehun hanya menganggukan kepalanya. “duduklah, aku akan masakan bubur untuk mu.”

Sehun nampak asik mmperhatikan jessica yang sedang memasak di dapur apartementnya. Sesekali ia nampak tersenyum. “aku tidak tahu kau bisa memasak.” “aku berusaha sehunnie..” jessica tersenyum kikuk. “aish, bagaimana kalau nanti aku keracunan,” sehun memasang tampang memelas pada jessica, seolah sesuatu hal yang buruk benar-benar terjadi. Jessica mengerucutkan bibirnya, ia berhenti melakukan aktivitasnya, Pura-pura marah pada sehun. sehun kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat jessica, tersenyum dan mencubit kedua pipinya. “aigoo..uri sica marah.eoh?” “ya..appo” jessica mengelus kedua pipinya yang memerah, entah karena sakit atau tersipu diperlakukan seperti itu oleh sehun. “aku akan membantumu..” “ani, kau sedang sakit..duduklah disana.” Sehun menggelengkan kepalanya, “bukankah memasak berdua akan lebih cepat? Aku sudah lapar..” sehun mengelus perutnya. Jessica tersenyum, sehun ikut tersenyum. Sepertinya sudah lama sekali mereka tidak seperti ini, pikir sehun.

“bagaimana?”jessica menatap penuh penasaran pada sehun yang duduk dihadapannya. sehun mengangkat kepalanya, memandang langsung mata jessica. “setidaknya ini masih bisa dimakan.” Ucap sehun dengan wajah yang serius. “coba aku cicipi..” jessica mengambil bubur yang sedang dimakan sehun. jessica memakan bubur yang tadi ia masak bersama sehun, lalu setelah bubur itu masuk kedalam mulutnya, ia langsung berlari kearah washtafel. “sehunnie..jangan makan lagi, itu asin sekali..” sehun hanya tersenyum. Ternyata memang satu kesalahan besar membiarkan jessica memasak untuknya. “mianhae..”ucap jessica yang kini sudah duduk dihadapan sehun. “lebih baik kita makan diluar saja, bagaimana?” “ani..aku ingin disini saja sica..kau mau menemanikukan?” “tentu..tapi setelah kau sembuh kau janji harus mengajakku jalan-jalan..” “ne..aku berjanji,” sehun tersenyum lembut pada jessica. setidaknya dengan kehadiran jessica membuat dirinya lebih baik.

~~~~~

Sudah seminggu yoona tidak menampakkan dirinya dikampus. Sebenarnya sehun berniat untuk bersikap acuh dan tidak peduli, namun kondisi terakhir saat ia meninggalkan yoona membuat dirinya khawatir dan terus memikirkan gadis itu. “ya..paboya! jika kau merindukannya maka jenguklah yoona.” Jessica berucap sambil memukul kepala sehun. “siapa yang bilang kalau aku sedang memikirkan yoona.” “aish, masih saja pura-pura! Aku sudah bertanya pada salah satu temannya, ia bilang yoona sudah seminggu ini tidak masuk karena sakit. Kau tidak mau menjenguknya?” sehun nampak berfikir, sejujurnya ia sangat khawatir. “bagaimana kalau kau menemaniku menjenguknya?” “mwo? Aku, tidak..aku takut ia merasa tak nyaman.” “tidak akan..aku mohon sica..aku gugup sekali jika harus berduaan saja dengannya.” “shireo..bukankah kemarin-kemarin kau juga berdua saja dengannya..” “ani..ini berbeda, aku sudah lama tidak bertemu dengan-” “kau baru satu minggu tidak bertemu dengannya sehun, bukan satu tahun.” Potong jessica cepat. “ne..tapi aku gugup..” sehun memasang buing-buing andalannya dihadapan jessica. “ara..hentikan memasang wajah seperti itu, aku akan menemanimu..” sehun berteriak kegirangan dan memeluk jessica.

Selama perjalanan menuju rumah yoona, jessica hanya terdiam. Ia merutuki kebodohannya yang malah mengiyakan saat sehun memintanya untuk menemani kerumah yoona. Sehun pun sama dengan jessica, pria itu terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia sebenarnya kecewa pada yoona dan ingin menanyakan tentang hubungan gadis itu dengan kris. Namun ia terlalu takut dengan jawaban yang akan diberikan oleh yoona nanti. Ia takut menerima kenyataan bahwa yoona mencintai kris lebih dari cinta kepada sepupunya.

Sehun menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah minimalis yang didominasi oleh warna putih. “inikah tempatnya?” jessica bertanya sambil memperhatikan wajah sehun yang nampak gugup. Sehun hanya menganggukan kepalanya. Sehun melangkah lebih dulu memasuki halaman rumah tersebut diikuti jessica dibelakangnya.

Sehun mengetuk pintu bercat putih dihadapannya. ia menunggu dengan gugup, ia bingung harus bertingkah seperti apa dihadapan yoona nanti. Jessica yang berdiri disebelah sehun merasakan kegugupan yang sehun alami, gadis itu pun kemudian menggenggam tangan sehun. berniat memberikan kekuatan pada sehun. tak berapa lama akhirnya pintu dihadapan sehun dan jessica terbuka, yoona muncul dari balik pintu tersebut. Awalnya gadis itu tersenyum saat melihat sehun, namun senyuman gadis itu hilang saat melihat wanita yang berdiri disamping Oh sehun.

“annyeong..” sapa jessica lembut sambil membungkukkan badannya. Yoona pun membalas sapaan jessica. “annyeong sunbae..”. yoona mempersilahkan kedua tamunya itu untuk masuk kedalam rumahnya. Jessica nampak memperhatikan ruangan sekelilingnya. Dan matanya tertuju pada sebuah foto yang menggambarkan kedekatan yoona dengan pria yang kini sedang mendekatinya, kris wu. “foto itu diambil saat kami di china.” Ucap yoona seolah membaca raut penasaran jessica. “akh..ne.” jessica tersenyum sungkan pada yoona. “kudengar kau sakit?” Tanya sehun pada yoona. Yoona tersenyum, sehun masih saja mengkhawatirkannya. “ne, tapi sekarang sudah lebih baik oppa.” “mengapa tidak mengabariku?” “aku tidak ingin menyusahkan oppa.” “siapa bilang kau menyusahkanku?” sehun berbicara dengan raut dinginnya. Jessica tersenyum miris, sehun rupanya sangat mengkhawatirkan yoona,pikirnya. “apa oppa sudah makan siang?” yoona mencoba mengalihkan pembicaraan. Sehun hanya menggeleng. “omo..sunbae juga belum makan?” Tanya yoona kemudian pada jessica. jessica pun hanya menggelengkan kepalanya. “baiklah, tunggulah sebentar. Aku akan membuatkan sesuatu untuk kalian.” Yoona kemudian beranjak kedapur. Sehun nampak mengikutinya dari belakang. Jessica awalnya ingin ikut bergabung, namun ia tak memiliki keberanian untuk berada diantara yoona dan sehun.

Jessica memperhatikan sehun dan yoona yang memasak. Lagi-lagi senyuman miris terlihat diwajahnya. Ia iri dengan kedekatan sehun dan yoona. Yoona nampak pintar memasak dan sehun juga terlihat sangat senang diajari masak oleh yoona. Sesekali jessica melihat sehun yang merapikan anak rambut yoona yang jatuh tergerai. Dan jessica juga melihat senyum yoona yang begitu tulus untuk sehun. ia benar-benar merasa seperti orang bodoh saat ini. Tak terasa air mata jatuh menuruni pipinya yang tirus itu. yang tidak jessica sadari, ternyata sedari tadi yoona memperhatikan jessica. yoona bahkan menangkap dengan jelas raut kesedihan diwajah jessica. raut kesedihan yang sama yang selalu ia tampilkan saat melihat jessica bersama dengan kris. “jadi begitukah, takdir membuat kami berempat berada dalam cinta rumit seperti ini. Kalau begitu biar aku yang akan memperjelasnya. Aku akan mendapatkan kris oppa seutuhnya, dan kau juga akan medapatkan sehun-mu kembali jessica~ssi..” ucap yoona dalam hati.

Tbc..

48 thoughts on “[Freelance] Another Love (Chapter 6)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s