[Freelance] Remember

Remember

Tittle : REMEMBER

Author : Hana_

Length : Oneshoot

Rating : General

Genre : Sad,Conflic, & Romance

Main cast : Byun Baekhyun and Kim Hyoyeon

Other Cast: Kwon Yuri and Park Chanyeol

Disclaimer : This Fanfic Is Mine. Don’t Be Plagiator!!

NO BASH, NO PLAGIAT, NO COPAST.!!!!!!!!

*AUTHOR POV*

Hyoyeon sekarang sedang mendorong Trolli belanjaannya di super market. Ya dia memang berniat memasak sesuatu yang lezat untuk orang yang special. Tapi saat dia ingin ke kasir dengan tidak sengaja dia melihat seorang yang dia kenal ada di tempat yang sama…

*BAEKHYUN POV*

Sekarang aku berada di supermarket. Sebenarnya aku sangat malas sekarang, karena  berbelanja di pagi buta seperti ini, siapa coba yang tak malas, kan masih ngantuk..!.
(-_-) tapi saat aku ingin ke kasir aku melihat ‘Gadis yang tak asing dimataku’,
“sepertinya aku kenal?” gumamku

*AUTHOR POV*

Baekhyun yang masih penasaran tentang wanita itu pun, dengan diam-diam mengikutinya. Baekhyun mengikutinya sampai ke rumah gadis itu tapi apa yang dilihatnya.??

*HYOYEON POV*

Memang supermarket itu tidak jauh dari rumahku, tapi tetap saja itu hal yang melelahkan, tapi lelahku hilang saat ‘Buah Hatiku’ menyambutku dengan pelukan hangatnya, dan hal itu membuatku semangat kembali…

“ Hyun-ah, kenapa sudah bangun?” tanya Hyoyeon kepada anak perempuannya

“Eomma, aku lapar…laparr” ucap gadis mungil itu memelas

“ Ommo, anak eomma lapar ya! Ayo kita masuk eomma akan buatkan makanan”

“Nde..nde eomma”

**

Hyun adalah Nama panggilan Hyoyeon untuk Anak Tunggalnya.

Nama Asli Anak itu “Kim HyoHyun”

Ah..Mungkinkah??

****

*BAEKHYUN POV*

Aku tetap memandang kedua gadis itu dengan seksama, kanapa gadis mungil itu memiliki senyum yang sama persis denganku, dan entah mengapa seulas senyum terpancar di mukaku ketika melihat gadis mungil itu merengek(?).

*AUTHOR POV*

Hyoyeon mengantar anak perempuannya itu ke Sekolah dasar, ya tentu saja karena anaknya sudah berumur 8 tahun.

“Little Girl, ingat ya nanti pulang sekolah tunggu eomma di depan kelasmu, OK!” kata Hyo menerangkan

“ Ok, eomma”

“ Eomma pergi kerja ya, Bye….bye”.

****

Sekarang anak kecil itu sedang belajar bernyanyi dan kalian tahu sipa guru yang mengajarnya dia adalah Byun Baekhyun. Ya karena kualitas suara Baekhyun memang luar biasa, itu adalah salah satu alasan SD tersebut merekrutnya jadi seorang guru di sekolah itu.

Pelajaran telah berlangsung selama 4 jam, dan sekarang waktunya Murid SD tersebut pulang.. tapi si gadis kecil ‘Hyo Hyun’ masih berada di depan kelasnya dia terus menunggu eommanya yang tak kunjung datang

“ eomma, kenapa lama sekali sih” umpat gadis kecil itu

“ hai.. gadis kecil. Dimana orangtuamu?” ucap lelaki tinggi yang ada di depannya

“ahh..annyeonghasseo pak guru. Eommaku belum datang katanya kalau sudah pulang tunggulah di depan kelas tapi sampai sekarang eomma belum datang..” ucapnya Hyun lemas.

“ hmm.. kalau begitu ayo ikut pak guru ke ruang musik, kita bermain piano disana sembari menunggu ibumu datang”

“ hmm..baiklah ayo”

****

*HYOYEON POV*

Bagaimana ini? Aku sampai kelupaan menjemput Hyun,! apa dia masih menunggu di depan kelasnya?” katanya sendiri sambil berlari menuju kelas anaknya.

“Hyun-ah…hyun-ah….” teriakku karena tidak melihat hyun aku terus menyelusuri ruangan-ruangan yang ada di sekolah itu dan aku menemukan Hyun tapi dengan siapa dia?.

*BAEKHYUN POV*

“Sekarang Hyun sudah mengertikan yang mana tuts yang akan ditekan” tanyaku

“sudah pak guru”

“ Ayo kita mainkan..”

Aku bersama Hyun si gadis kecil ini memainkan piano dan lagu yang kami mainkan judulnya ’Angel’. Lagu ini adalah ciptaanku bersama dengan Gadis itu.

Kelihatannya anak ini begitu sangat menikmati permainannya dan kami memainkan ini dengan sangat kompak..^^

*AUTHOR POV*

Hyoyeon dengan langkah pelan memasuki ruangan tersebut, Hyoyeon mendengar alunan nada tersebut. Ia terkejut dan ia berkata di dalam hatinya “Lagu ini Cuma aku dan Baekhyun yang mengetahuinya”. Apa mungkin laki-laki yang bersama anaknya itu adalah Byun Baekhyun???

-FLASHBACK

Dua sekawan itu dengan serasi memainkan piano tersebut sehingga teman dan guru yang mendengar dan melihatnya pun terkesima akan penampilan mereka. Mereka berdua adalah Byun Baekhyun dan Kim Hyoyeon. Baekhyun adalah seorang Pianis dan Penyanyi Rookie yang handal sedangkan Hyoyeon adalah Penyanyi sekaligus Penari yang hebat.

Banyak yang mengatakan bahwa mereka tidak hanya serasi saat di Panggung tapi dalam hal Berpacaran pun mereka tampak serasi sekali. Tapi, mereka tetap mengubris bahwa mereka hanya teman dan itu tidak lebih, padahal mereka berdua memiliki rasa saling suka yang lebih dari sekedar teman.

*AUTHOR POV*

Ya sesuai dengan yang diperkirakan Hyoyeon bahwa laki-laki yang bersama anaknya adalah Byun Baekhyun.

Hyoyeon yang kembali mengingat hal itu meneteskan air matanya ditambah lagi ke kompakkan antara Baekhyun dan HyoHyun, itu membuatnya semakin tersiksa.

“Hyun-ah, Pembawaanmu sangat bagus” kata Hyoyeon.

Hal itu mengejutkan Baekhyun dan Hyo Hyun.

“eomma, sejak kapan ada disitu?”

“ sejak Hyun memainkan piano” kata Hyoyeon

“ sebagus apa pun aku memainkan piano tetap saja Pak guru lebih jago”

“Aigooo, Hyun permainanmu tadi merupakan awal yang baik untuk menjadi seorang pianis handal” kata Baekhyun-Hyoyeon kompak.

Hyoyeon hanya memandang Baekhyun bingung begitupun sebaliknya,
‘bagaimana bisa ucapan mereka sama dan pengucapannya serentak’ itu benar-benar aneh.

“ Wah.. pak guru dan Eomma kompak banget ya! Hahaha… lucu”

“aisshh, kau ini. Ayo kita pulang dan untuk pak guru terimakasih sudah mengajarkannya memainkan piano” Kata Hyoyeon tanpa memandang Baekhyun

“Pak guru, Saya pulang dulu, terimakasih atas ajarannya”

“ Nde..hati-hati di perjalanan” ucap Baekhyun mengakhiri pembicaraan.

****

*AUTHOR POV*

Sejak Kejadian itu, Kedekatan antara Hyun dan Baekhyun semakin menjadi-jadi(?). Tentu saja itu membuat Hyoyeon khawatir, bagaimana tidak, gelagat yang Baekhyun tunjukkan seakan ingin mengungkap Siapa itu Hyo Hyun. Tapi Sekeras apapun Hyoyeon melarang anaknya untuk tidak mendekati Baekhyun, Anak itu tetap saja menolaknya.

-FLASHBACK

“Hyun-ah, kemari sayang?” ucap Hyoyeon tersenyum

“Nde..eomma, wae memanggilku?” tanyanya

“Bagaimana pelajaran musik hari ini, apakah menyenangkan?”

“sangat menyenangkan eomma, Guru Byun mengajarkanku banyak hal tentang musik” jawabnya sambil memainkan boneka barbienya

“Betulkah..?, Hyun-ah eomma punya satu permintaan apakah kau mau menurutinya?” tanyaku pada anakku

“Nde…permintaan apa eomma?”

“Maukah, kau menjauhi Guru Byun dan pindah dari sekolah itu”

“Wae ?? eomma,! Apa Guru Byun, orang yang jahat sehingga harus dijahui”

“Eomma, hanya tidak suka saja, kalau Hyunn dekat dengannya, Hanya itu!”

“Aku tidak bisa eomma, Guru Byun sangat baik padaku dan dia seperti seorang Appa bagiku eomma..” kata anakku sedih

“Hyun-ah.. mengertilah, Dia bukan orang yang baik, Dia jahat sayang, jauhi dia! Hyun mengerti” ucapku sedikit membentak

“ Eomma…eomma..jahat..jahat” teriak Hyun dan Dia berlari masuk ke kamarnya

Hyoyeon hanya memandang sedih anaknya, dia menyadari bahwa dia adalah seorang yang jahat, bahkan sangat jahat.
Dia hanya ingin HyoHyun tetap bersamanya

-END FLASHBACK

*HYOYEON POV*

Hyoyeon menangis mengingat kejadian itu, sampai dia tak sadar bahwa ada petugas kebersihan yang sedang mengepel dan yang terjadi Dia terjatuh.

“Mari, Nona saya bantu berdiri” ujap seorang namja sambil mengulurkan tangannya

Hyoyeon memegang tangan namja itu dan menyadari bahwa namja itu adalah..

“Hyoyeon..?”

“ Kau rupanya, cih” ucap Hyoyeon muak

Baekhyun tidak menjawab tapi ia segera membawa pergi Jessica ke taman, padahal Hyoyeon sedari tadi sudah meronta-ronta minta dilepaskan.

“Untuk apa membawaku kemari, heoh?” tanya Hyoyeon

“Aku ingin bertanya padamu apa Hyo Hyun, adalah Anakku” kata Baekhyun serius

“Tidak, dia bukan anakmu….bukan anakmu” Ubris Hyoyeon

“Jadi dia anak siapa,hah?” ucap Baekhyun geram

“Dia anak..anak..-.” Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi Hyoyeon, dia sangat bingung, Jawaban apa yang harus Ia Lontarkan.

“Kau tak perlu tau, Karena Ayahnya sudah Meninggal” Lanjutnya

“Huh? Apa kau yakin Ayahnya sudah meninggal?”

“Nde..”

“Apa salahnya jika Kau berkata Jujur padaku..Hyo-ah!”

“Baiklah! Ku akui dia memang anakmu, tapi kau tidak boleh mengambilnya dariku, kau mengerti” ujar Hyoyeon memohon

“Aku sudah mengira itu, dia pasti anakku”

-FLASHBACK

Mereka sudah tiba di klub tepatnya Hyoyeon & Baekhyun, dan dari awal Baekhyun memeluk pinggang Hyoyeon seakan ingin memamerkan kemesraan. Hyoyeon berjalan kaku disamping Baekhyun. “Tenangkan dirimu” bisik Baekhyun di telinganya.

“Aku tidak bisa” jawab Hyo balik berbisik

Baekhyun  membawa Hyoyeon ke bar, dan memesan dua gelas martini. Sebelum martini itu datang, bahu Baekhyun ditepuk oleh seseorang, itu membuat Hyoyeon & Baekhyun berpaling untuk melihat orang tersebut.

“Yuri” kata Baekhyun “Kau ada disini”

“Jadi ini pacar barumu?” tanya Yuri, suaranya tampak jijik. Dia melihat Hyoyeon dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Ya, seperti yang kau lihat,” jawab Baekhyun tersenyum. Dia bahkan memberikan ciuman ke kening Hyoyeon yang membuat Hyo seperti orang bodoh.

“Kenapa, kau tidak mencium bibirnya?” tanya Yuri menyeringai.

*HYOYEON POV*

Aku menelah air liurku sendiri, dan menatap wajah Baekhyun. Wajahnya tampak seperti menahan amarah dan aku bertanya-tanya apa dia akan menciumku atau tidak. Aku berharap dia tidak akan menciumku. Gadis yang bernama Yuri ini benar-benar cantik. Aku bertanya-tanya mengapa Baekhyun menolaknya?, aku tidak tahu siapa yang menolaknya. Yang jelas Yuri ingin kembali kepada Baekhyun. Aku hanya berdiri tegak, bahkan tidak tersenyum karena berdiri saja sudah sangat susah bagiku.

*AUTHOR POV*

“Mengapa aku harus menciumnya di depanmu?” tanya Baekhyun dan semakin mengencamkan cengkramannya di pinggangku.

Hyoyeon hanya bisa mematung dan membisu.

“Untuk membuktikan bahwa dia adalah pacarmu yang sesungguhnya.” Ucap Yuri menyeringai lagi.

“Baik.” Kata Baekhyun

“Apa yang dimaksud baik” batin Hyo

Baekhyun  mendekat dengan sangat Cepat dan mencium bibir Hyoyeon untuk waktu yang lama.

Aissh itu tidak baik padaku pikiranku terus berteriak, tapi entah kenapa aku menunjukkan ketenangan, aku memejamkan mataku erat-erat dan melingkarkan tanganku di pinggangnya. Baekhyun terkejut tentang reaksi mendadakku. Akhirnya Baekhyun melepaskan bibirnya dari bibirku dan kami sudah berhenti berciuman.

Kami saling memandang. Matanya penuh dengan gairah, dan aku tidak tahu bagaimana denganku.

“Apakah ini sudah cukup?” tanya Baekhyun memutar kepalanya untuk menatap Yuri. Sementara itu aku mengambil martini dan meminumnya dalam satu tegukan.

“Baik, aku akan meninggalkanmu” kata Yuri berjalan pergi dengan wajah marah

Baekhyun berpaling memandangku dan meminum martini.nya dalam satu tegukan juga. “kau tau bagaimana berpura-pura baik.”

“Itu karena kau adalah temanku!”

“Hanya itu?.”

“Tentu…Apa ada lagi?”

“Kelihatannya tidak!”

“Jangan lupa juga Hadiahmu itu..Ok!”

“Kalau Aku tidak mau memberikannya, bagaimana?”

“Aku akan menendangmu dan membuatmu malu” jawab Hyo lalu meminta scotch.

“Bolehkah aku?”

“Tentu” kata Baekhyun memesan scotch untuk kami berdua

“Apakah kau pernah berciuman dengan pria lain?”

“Tidak, itu adalah yang pertama” jawabku

“sungguh?”

Aku mengangguk.

*BAEKHYUN POV*

Gadis ini benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik.

“Minum sebanyak yang kau mau, aku yang membayar”

Aku memandanginya dari atas sampai bawah

“Hyoyeon..Sangat cantik!”

*AUTHOR POV*

Keduanya minum tiada henti. Akhirnya Hyoyeon berhenti saat menyadari bahwa tubuhnya tidak bisa mengambil lebih. Matanya menjadi kabur, dia bahkan tidak bisa melihat jalan dengan benar. Baekhyun juga dengan keadaaan yang sama. Tapi mereka tidak tahu, ada seseorang yang memandangi mereka dalam keadaan seperti itu.

Yuri menonton dari sisi lain bar, menyeringai. Hyoyeon hampir saja terjatuh. Dia percaya bahwa Hyoyeon masih polos, dan Baekhyun berbohong padanya meskipun mereka berciuman di depannya. Dia berpikir akan membuat Baekhyun frustasi.

“Chanyeol” panggil Yuri pada seorang pria. “ Mintalah temanmu untuk membantumu membawa Baekhyun dan pacarnya ke kamar ini.” Kata Yuri memberikan kunci kamar hotel yang ia pesan kepada Chanyeol.

“Aku akan membuatmu menyesal Baekhyun”

****

Keesokkan harinya, Hyoyeon terkejut bahwa dia sudah tidak mengenakan apa-apa. Terburuk, Baekhyun juga seperti itu. Dia masih berbaring di tempat tidur dan belum melihat ke bawah tempat tidur. Dia melihat ke bawah dari selimut. Banyak darah, dan itu sudah kering. Hyoyeon bahkan tak bisa mengingat apapun, tapi dia sekarang tidak lagi perawan. Dia memberanikan diri melirik Baekhyun, dan dia tidak berniat membangunkannya. Dia merasa dirinya begitu sangat kotor.

Baekhyun  perlahan-lahan bangun dan melihat tubuh mungil seorang gadis cantik dengan garis wajah yang semua lelaki tidak akan menolaknya. Akhirnya pandangan matanya semakin jelas dan ia menatap Hyoyeon. Tidak tahu apa yang terjadi,

“Hoamm..” serunya setelah mendapatkan kesadarang kembali “apa yang terjadi?”

“Kau tidak bisa melihat apa yang terjadi.?” Kata Hyoyeon memelototinya menunjukkan rasa kebencian.

“Apakah kita…?” Baekhyun yang tidak tahu, benar-benar bingung apa yang telah terjadi

“Aku tidak tahu, jangan tanya aku”

Baekhyun  belum melihat darah yang ada di kasur dan dia berkata “Ini lucu, kita tidak bisa melakukannya…” matanya menatap bercak merah. Dia tahu apa itu. “Sialan” dia berteriak. Dia marah terhadap dirinya sendiri dan tidak ingat apa yang terjadi.

“Apa…bagaimana ini! Aku sudah tidak perawan lagi”

“Maafkan aku Ok!”

“Maaf? Segampang itukah kau mengatakan itu. Kau menghancurkan masa depanku, aku tahu aku ini orang biasa dan lebih parahnya lagi aku harus menjadi pacar pura-pura bagimu hanya untuk mendapatkan uang secara Cuma-Cuma.” Ucap Hyoyeon meratapi kemalangannya.

“Aku mengerti, tapi ini juga membuatku kesal”

“ah..sudahlah aku ingin pulang dan aku juga tidak butuh pertanggung jawabanmu,”

-FLASHBACK END

“Kau sudah mengingat kejadian itu bukan,?” tanya Hyoyeon mengingatkan Baekhyun

“Nde..aku sudah mengingatnya..Maaf”

“Sudahlah, aku malas membahas hal itu. Tapi kau masih ingat kan tentang penuturanku bahwa aku tidak butuh pertanggung jawabanmu.

“Aku pikir sudah saatnya aku mengambil Hyun darimu,”

Apa katamu? Beraninnya kau mengambilnya dariku…apa kau tidak tahu bagaimana perjuanganku membesarkannya. Aku harus menanggung malu dan juga menanggung rasa sakit saat melahirkannya, lebih parahnya lagi saat aku melahirkannya aku tidak punya uang untuk membayar itu” Setetes Air Mata mulai tumpah di Pipinya

“Hyo-ah..-“

Tunggu dulu, aku belum selesai, apa yang aku rasakan saat dia sudah mulai beranjak dewasa dan menyadari bahwa ayahnya tak ada dan terus bertanya “Appa ada dimana Eomma,” bayangkan bagaimana aku harus menjawab pertanyaan anakku itu..Baekhyun-ssi” ucap Hyoyeon membentak sambil menangis

Baekhyun merasa sangat bersalah telah meninggalkan Hyoyeon dan tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya..

“Hyoyeon aku minta maaf. Bukannya aku bermaksud untuk membuatmu sengsara tapi keadaan yang mendesakku.” Kata Baekhyun Lalu memeluk Hyoyeon

“Lepaskan aku, jangan pernah lagi menemui dan menyapa anakku lagi, Menjauhlah dari kehidupanku dan lupakan kejadian ini. Saat kita berjumpa anggap tidak mengenal, kau mengerti?” ucap Hyoyeon lalu pergi dari hadapan Baekhyun

Baru saja melangkahkan Kakinya pergi, Hyoyeon berhenti sejenak

Mungkin aku bisa Memaafkanmu sebagai Teman, tapi tidak jika sebagai Seorang Perempuan biasanya!” Ucapnya lalu Melangkahkan Kakinya pergi.

Baekhyun hanya diam, mulutnya serasa kaku untuk menjawab permintaan dan mengartikan Penuturan Hyoyeon. Baekhyun menangis di bawah Pohon sambil meratapi kebodohannya. Akibat dari kebodohannya itu seseorang hancur bagaikan gelas pecah. Dia menatap jalan yang dilewati Hyoyeon dan melihat Punggung Hyoyeon yang semakin lama semakin menjauh bahkan tak tampak lagi

Maafkan aku Hyo atas kebodohanku” ucap Baekhyun pelan dan meninggalkan taman itu…

————————————————————

Author Note:

Annyeonghasseo

Bagaimana dengan FF HyoBaek, yang mungkin FF Pertama dengan Pairing mereka.

Saya harap semuanya suka dengan FF ini, jangan lupa berikan komentarnya, nde??

 

8 thoughts on “[Freelance] Remember

  1. huuu~ nge-feel banget thor >.< okee bangetlah pokonya nih ff ^^
    ditunggu karya selanjutnya and,
    keep writing 😀 😛 ^^

  2. Ish Baek.y nyebelin bgt. . .
    Rasa.y aq gk tega bgt ngebayangin kehidupan Hyoyeon.
    Pasti sedih bgt 😥
    Tp ff.y daebak !
    Keren pula !
    Keep writing Thor
    X)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s