[Freelance] Another Love (Chapter 5)

poster

Tittle : Another Love

Author : Crisi Lee

Length : Chaptered

Genre : Angst.Hurt. Romance ( little bit ). Friendship

Rate : PG 13

Main cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Kris Wu

-Oh Sehun

Disclaimer : Semua cast diatas hanya saya pinjam. Cerita ini murni fiktif dan berasal dari imajinasi saya sendiri. Sorry for typo and bad fanfic.hope you like it and happy reading all.

-Prev story-

~“kau harus berjanji untuk bahagia sehunnie..aku akan tersenyum walaupun hatiku terasa sakit.” Jessica pun memeluk tubuh sehun. Dalam pelukan itu sehun lagi- lagi memanggil nama yoona. Jessica hanya bisa terus menangis. Ia sadar, kali ini ia harus sudah siap kehilangan sehun. Melepaskan cintanya pada sehun. cinta yang bahkan tidak seharusnya hadir dalam persahabatan mereka. ~

Another love, chap 5

Jessica masih asik memandangi sehun tanpa pria itu ketahui. Ia memilih untuk menjauhi sehun, dan menata kembali hatinya. Sejak kejadian diapartemen jessica tempo hari, sica sadar jika ia harus menghapus rasa cintanya pada sehun. sehun mencintai yoona. Seluruh hatinya hanya untuk yoona, dan sudah tidak ada tempat lagi yang tersisa untuknya.

            Lagi-lagi cairan bening itu keluar dari mata indah jessica. ia jadi lebih cengeng akhir-akhir ini. Semua kenangan indahnya bersama sehun seolah-olah berputar dihadapan jessica. gadis cantik itu rindu dengan senyuman sehun. walaupun senyuman sehun masih sama seperti sebelumnya, namun senyuman indah itu bukan lagi ditujukan untuk dirinya. Senyuman itu kini hanya milik im yoona seorang, bukan jung jessica. ia merindukan pelukan hangat sehun saat ia merasa sedih seperti sekarang ini, namun ia tidak bisa lagi mengharapkan pelukan hangat itu, karena justru pria itulah yang menjadi sumber perasaan sakit dihatinya. jessica menghela nafasnya. Ia menghapus sisa-sisa cairan bening yang mengalir dipipinya. Jessica kembali menatap kearah sehun berada. Yoona telah datang, gadis itu kini sudah mulai berani untuk menyapa sehun lebih dulu. Jessica tahu selanjutnya apa yang akan terjadi. Seperti hari-hari biasanya, sehun dan yoona akan mengobrol dan tertawa bersama. Dan saat itu terjadi, itu artinya sudah saatnya jessica untuk pergi. Ia ingin memastikan sehun bahagia dengan gadis itu. dan seperti yang selalu jessica lihat, sepertinya keadaan sehun lebih dari sekedar kata bahagia saat ia bersama im yoona.

            Jessica mencari sebuah nama didaftar kontak handphonenya. Saat menemukan kontak yang ia cari, ia lalu menelepon orang tersebut. “yeobseo..” jawab seseorang diujung telephone sana. Jessica terdiam, ia merutuki kebodohannya yang malah menelepon pria narsis bernama kris wu. “jessica~ssi..waeyo?” ulang kris karena merasa tak mendapat jawaban apapun. “kau merindukanku?” Tanya kris. “ani..”jawab jessica cepat. “haha..lalu, ada apa?” Tanya kris lembut. “bisakah kita bertemu?”

“ne..aku akan menjemputmu. Kau masih di kampus?” “ne..aku akan menunggumu.” Jessica mengakhiri sambungan teleponnya.

            Tak begitu lama jessica menunggu, karena kris kini sudah ada dihadapannya. yang jessica tidak tahu, ternyata kris sedari tadi memerhatikan jessica dibalik kemudinya, sampai gadis itu meneleponnya dan memintanya untuk datang menjemputnya.

            “apa kantor mu sangat dekat dari sini?”Tanya sica heran melihat kedatangan kris yang menurutnya terlalu cepat. “aku mengeluarkan keahlianku mengemudi untuk cepat sampai disini nona manis..” “kau bohong.” “ani..ya! mana panggilan oppa untukku? Bukankah aku sudah mengatakan kau harus memanggilku oppa!” “shireo..”ucap jessica, lalu berlari dan masuk kedalam mobil Ferrari hitam kris. Kris tersenyum melihat tingkah jessica. “kris~ssi..tunggu apalagi?” teriak sica yang melihat kris belum juga beranjak untuk masuk kedalam mobilnya. “ppali..”pinta jessica sambil menggerakan jarinya, memerintahkan kris untuk segera masuk ke mobilnya.

            Kris dan jessica hanya terdiam selama diperjalanan. Jessica memilih untuk tidak memulai percakapan dengan kris, mengantisipasi jawaban-jawaban aneh dan menjebak yang akan dilontarkan oleh pria itu. sedangkan kris memilih untuk tidak mengganggu gadis disampingnya saat melihat keadaan jessica sedang tidak baik-baik saja. Akhirnya kris menepikan mobilnya dipinggiran sungai han. Pria itu lebih memilih untuk datang ketempat yang indah ini. Karena ini masih jam kerja, tentu saja tempat ini tidak terlalu ramai. Hal itu pula yang menjadi alasan mengapa kris membawa jessica kesini.

            Kris turun lebih dulu dan berjalan ketepi sungai. Jessica yang menyadari kris sudah tidak ada disampingnya kemudian mengikuti laki-laki itu. mereka kini terlihat duduk ditepi sungai han. Kris diam, menunggu jessica untuk menceritakan keluh kesahnya. Namun jessica nampaknya terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Lama mereka saling terdiam, sampai akhirnya kris menolehkan kepalanya kearah jessica saat didengarnya suara isak tangis. Jessica terlihat sedang menutup mulutnya, menahan agar isakannya tidak terdengar oleh kris. Namun cairan bening itu terus saja mengalir, membentuk sungai kecil dikedua pipi tirus milik jessica. kris memeluk jessica, ia membenamkan kepala gadis itu kedadanya yang bidang. Jessica semakin mengeraskan isakannya. Kris bingung. Ini pertama kalinya ia melihat seorang gadis menangis didepannya. Yoona bahkan tidak pernah menangis, seburuk apapun kris memperlakukannya. “uljiima..”ucap kris akhirnya sambil mengelus punggung jessica.

            Kris tidak mencoba untuk bertanya apapun pada jessica, ia ingin jessica merasa lebih tenang dulu dan menceritakan sendiri alasan ia menangis. Lama mereka dalam posisi seperti itu, jessica masih saja menangis didada kris. Kemeja pria itu bahkan sudah basah oleh air mata jessica. “mengapa rasanya sungguh sakit?” ucap jessica dipelukan kris. Kris hanya diam tak menanggapi ucapan jessica. jessica melepaskan pelukan kris. Ia lalu mendongakkan kepalanya. Kris terenyuh melihat pemandangan dihadapannya. mata indah jessica terlihat sembab dan kemerahan. Tak terlihat lagi wajah ceria dihadapannya. jessica nampak berusaha menghentikan air matanya. Ia tersenyum miris pada kris. “aku lelah..sangat lelah dengan perasaan ini.”ucap sica. “kau tau oppa, aku mencintai laki-laki yang bahkan hanya menganggapku sebagai sahabatnya saja.” “…” kris terdiam, menunggu ucapan jessica selanjutnya. “sehun bahkan tak pernah tersenyum sebahagia itu saat bersama denganku. Dan itu membuat hatiku semakin sakit. Gadis itu, ia bahkan belum lama mengenal sehun..” jessica mulai menangis lagi. “aku..aku..tidak bisa jika terus berada disamping sehun. aku takut tidak bisa mengendalikan perasaanku oppa..” jessica kini menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “bantu aku..bantu aku menghilangkan perasaan ini..”. kris kembali menenggelamkan wajah jessica kedalam pelukannya. “uljima..aku akan membuatmu melupakan laki-laki itu..uljimayo sica~ya..” kris lalu mengecup puncak kepala jessica.

~~~~

            Sehun nampak mengantri disebuah counter ice cream. Ia terus saja tersenyum kearah yoona yang setia menunggunya. Yoona tersenyum miris sambil memandang sehun. salahkah ia sekarang?,ia merasa begitu jahat karena telah mempermainkan perasaan sehun. ia jelas-jelas tahu tentang perasaan sehun padanya, namun ia berpura-pura untuk tidak tahu dan terus membiarkan sehun berpikir bahwa gadis itu juga menyukai dirinya.

            Sehun mengulurkan lengannya pada yoona, memberikan sebuah cup berisi ice cream. “banana mint..rasa kesukaan mu.” Ucap sehun kemudian tersenyum. “gomawo sunbae..” yoona tersenyum tipis.

“bukankah kita sudah dekat dan menjadi teman baik?” Tanya sehun. yoona mengerutkan dahinya. “ne?” Tanya yoona. “bukankah jika sudah berteman kau tidak perlu bersikap formal lagi padaku, ayo panggil aku oppa..” ucap sehun sambil mengeluarkan jurus buing-buingnya. Yoona merinding melihat tingkah sehun. masih saja bersikap seperti anak kecil, pikir yoona. “yoona~ya..ayo,,panggil aku oppa.” “sunbae..jangan bersikap seperti ini.” Yoona risih dengan buing-buing yang di keluarkan sehun. sehun tetap melakukan hal kekanakan itu, hingga yoona akhirnya dengan berat hati mengabulkan permintaan sehun. “ne..baiklah sehun oppa. Sekarang berhentilah melakukan hal kekanakan seperti itu..”ucap yoona sambil menempelkan ice cream ke pipi sehun. sehun terkejut, namun akhirnya ia membalas perlakuan yoona. Akhirnya mereka tertawa bersama saat melihat wajah mereka sudah penuh dengan ice cream. Yoona tidak menyadari, ada bagian dihatinya yang merasa senang saat bersama dengan sehun.

            Sehun pun mengajak yoona berjalan-jalan melihat festival yang tak jauh dari tempat mereka berada setelah membersihkan wajah mereka dari ice cream. Kini tidak nampak lagi wajah datar yoona saat jalan dengan sehun. gadis itu kini terus saja memamerkan senyum indahnya pada sehun. “oppa, bagaimana dengan kabar jessica sunbae?” “oh..aku rasa dia baik.” “oppa rasa?”yoona mengerutkan dahinya. “ya, aku kini jarang bertemu dengannya. Kurasa ia sibuk dengan kekasihnya.” “jessica sunbae sudah memiliki kekasih?” “mungkin..akh, bukankah akhir-akhir ini ia dekat dengan sepupumu yoona?” “jadi..maksud oppa jessica sunbae dan kris oppa berpacaran?” yoona tidak bisa menghilangkan keterkejutannya. Ternyata hubungan jessica dan kris sudah sejauh itu. ia tidak boleh lagi berdiam diri, pikirnya. Ia harus melakukan sesuatu. “aku tidak mengatakan mereka berpacaran yoona~ya..aku hanya berpikir mungkin mereka semakin dekat akhir-akhir ini. Tidakkah kau juga berpikir seperti itu?” “molla..”jawab yoona lemah, kemudian meninggalkan sehun sendirian. Sehun mengejar yoona. “waeyo?” Tanya sehun mencekal lengan yoona. “aniyo..” yoona menggeleng lemah. “jinjja?, sepertinya kau tidak suka mendengar kedekatan jessica dan kris.” Sehun menyipitkan matanya. Memberikan tatapan menyelidik pada yoona. Yoona hanya menggeleng lemah, kemudian berjalan lagi. Sehun tidak lagi mencoba untuk bertanya. Walaupun pria itu bingung dengan perubahan drastis yang diperlihatkan oleh yoona.

            Langkah yoona terhenti didepan sebuah toko bunga. Gadis cantik itu tampak memperhatikan bunga-bunga cantik yang ada disana. Sesaat mata indahnya tertuju pada bunga tulip kunig yang ada dipojok ruangan. Yoona ingat kembali dengan bunga pertama pemberian kris padanya. Ia tersenyum miris mengingat kejadian itu. ia merindukkan kris. Ia sungguh berharap kris lah yang saat ini menemaninya berjalan-jalan, bukan sehun. sehun tersenyum memperhatikan yoona yang sedang menatap bunga-bunga itu. matanya kemudian menatap berkeliling, mencari bunga apa yang cocok bagi yoona. Dan mata sehun berhenti saat menatap sebuah buket bunga lili putih. Pria itu tersenyum, ia merasa bunga itu sungguh cocok untuk yoona. Yoona kemudian mengajak sehun untuk pergi dari toko bunga tersebut karena tak sanggup lagi melihat bunga tulip itu. sehun mengiyakan dan mengajak yoona ke sebuah toko yang menjual pernak-pernik lucu.

            Sehun menunjukan dua buah gantungan handphone yang nampak seperti couple pada yoona. Yoona tersenyum. “bagaimana, kau suka?” Tanya sehun. yoona menganggukkan kepalanya. Sehun tersenyum. Yoona juga mengambil gantungan couple untuk handphone. Ia berpikir akan memberikannya untuk kris nanti. Saat hendak membayar, sehun terkejut melihat yoona juga membeli gantungan lain. “kau menyukai ini?” Tanya sehun. yoona mengangguk, “ne..aku ingin menyimpannya.” Bohong yoona. “ara..” sehun pun membayar gantungan tersebut. Sehun memberikan gantungan couple tadi pada yoona. “kau harus menggunakannya di handphone mu..” “ne?, akh..baiklah oppa..” “akh..aku lupa sesuatu..tunggulah sebentar disini.” Sehun berlari meninggalkan yoona. Yoona nampak kebingungan dengan sikap sehun, namun ia tetap menunggu sampai pria itu kembali.

           Sehun berlari kearah toko bunga tadi. ia tersenyum saat mendapati bunga lili putih itu masih ada ditempatnya. Ia kemudian membelinya, dan menaruhnya di mobil. Dengan secepat kilat dan terengah-engah ia kembali berlari ketempat yoona menunggunya tadi. “hosh..hosh..apa kau menunggu lama yoona~ya?” yoona menggembungkan pipinya. “mianhae..”ucap sehun sambil menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya. Yoona tersenyum melihat hal yang dilakukan sehun. satu lagi perbedaan yang ia temukan antara sehundan kris, sehun selalu meminta maaf pada yoona padahal kesalahan yang ia lakukan tidak terlalu besar. Namun kris, ia bahkan tak pernah meminta maaf saat membuat yoona sedih dengan tingkah acuhnya, atau saat yoona menunggunya selama berjam-jam direstoran hanya untuk makan malam bersama. “kajja..aku antar kau pulang.”ucap sehun kemudian menggandeng tangan yoona menuju mobilnya.

           Waktu sungguh terasa singkat bagi sehun. tidak terasa kini ia dan yoona telah sampai dihalaman rumah yoona. “gomawo oppa untuk hari ini.” Yoona menatap lembut mata sehun. sehun jadi gugup di tatap seperti itu oleh yoona. Gadis itu tersenyum kecil melihat tingkah sehun. “aku turun..oppa hati-hati dijalan.” Ucap yoona kemudian. Yoona kemudian turun dari mobil sehun dan berjalan ke rumahnya. Saat sampai didepan rumahnya, yoona terkejut melihat sehun sudah ada disampingnya sambil membawa sebuket bunga lili. “ini untukmu yoong..” sehun mengulurkan bunga itu kearah yoona sambil menundukkan kepala. Yoona terdiam menatap bunga yang ada dihadapannya. Lili putih, bunga yang sangat yoona sukai. Bagaimana mungkin sehun tahu bahwa ia sangat menyukai bunga ini, batinnya. Bukankah tadi ia pun melihat di toko bunga itu ada banyak sekali bunga, bukan hanya tersisa bunga lili seperti kejadian ice cream banana mint dulu. Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan?. Yoona menggelengkan kepalanya. Sehun kemudian mengangkat kepalanya saat merasa bahwa yoona tak juga mengambil buket bunga yang ia berikan.

            “kau tidak menyukainya yoong?”. Yoona terkesiap ia lalu mengambil buket bunga yang ada ditangan sehun. “aku sangat menyukainya oppa..”yoona tersenyum lalu menghirup aroma bunga lili putih tersebut. “bagaimana oppa tau jika aku sangat menyukai bunga lili putih?” “ne?, akh..saat melihatnya aku langsung merasa bunga itu sungguh cocok dengan mu, kalian berdua sama-sama cantik.” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Yoona terdiam, lagi-lagi ia teringat pada kris. Kris tidak pernah mengatakan jika ia cantik, tidak pernah sekalipun. Yoona tersenyum miris, mengapa disaat seperti ini ia harus mengingat kris?, batinnya berteriak.

            Melihat yoona hanya terdiam sambil memandangi bunga yang diberikan olehnya membuat sehun jadi salah tingkah. Ia tetap tidak bisa mengerti dan tidak bisa menebak sikap yoona. Senangkah yoona mendapat bunga darinya?, atau justru yoona malah mengharapkan pria lain yang memberikan bunga itu. dan mengapa sehun merasa yoona justru mengharapkan krislah yang memberikan yoona bunga itu?, pemikiran itu terus saja berputar-putar diotak sehun. membuat sehun merasa pusing. Sehun kemudian memutuskan untuk pulang. Sehun memberanikan diri mengecup pipi kiri yoona. “masuklah..kau terlihat lelah, dan terima kasih untuk hari yang indah ini yoong..” sehun menatap wajah yoona. Ada semburat merah dipipi gadis itu, membuat sehun tersenyum kecil. Mungkinkah yoona tersipu dengan perlakuannya ini?, pikirnya. Sehun lalu meninggalkan yoona yang mematung seorang diri. Gadis itu terlalu kaget dengan apa yang sehun lakukan tadi. Yoona memegang pipi kirinya. Tepat dimana sehun mengecupnya tadi. Begitu lembut, sehingga membuat yoona tidak mampu menolak. Yoona semakin bimbang sekarang, ia merasa jahat, sangat jahat. Bisa-bisanya ia berharap yang melakukan hal tadi adalah kris. Jika yoona bisa memilih, ia ingin menghilang saja. Ia merasa begitu bodoh karena tak bisa menghilangkan pikirannya dari kris. Yoona menangis, tubuhnya merosot kelantai. Ia terduduk sambil terisak. Perih, ia mencengkram kuat bahunya. “tuhan..tolong hapus perasaan ini.” Lirih yoona.

~~~~

            Sehun menghampiri jessica yang sedang duduk sendirian dikantin. Ia lalu meneguk habis jus jeruk yang ada dihadapan jessica sambil duduk manis dihadapan gadis itu. jessica mengerucutkan bibirnya lucu. Ia bahkan baru meminum sedikit jus jeruknya. Ia hendak melakukan protes namun ia urungkan saat melihat cengiran khas oh sehun. “kau menjauhiku nona jung..” ucap sehun, ada kesan dingin dalam nada bicaranya. Jessica hanya menundukan kepalanya, tak berani menatap wajah sehun. “baiklah..sepertinya kau terlalu sibuk dengan pria bernama kris akhir-akhir ini hingga melupakanku.” Jessica menatap sehun saat menangkap nada sedih dalam perkataan sehun tadi. “kau bicara apa sehunnie..” “aku merindukanmu sica, aku merindukan kebersamaan kita.” “…” jessica hanya diam, ia merasa senang untuk sejenak mendengar ucapan sehun. Ia juga merindukan pria dihadapannya ini. “aish..baiklah jika kau tidak merindukanku.” “ani..aku juga merindukanmu sehunnie..”. sehun tersenyum mendengar ucapan jessica. “kajja..kalau begitu bukankah kita harus pergi berdua untuk melepaskan kerinduan kita,” sehun menarik tangan jessica, membawa gadis itu kedalam mobilnya. Jessica tidak bisa menolak ajakan sehun. tidak bisa dipungkiri hatinya sangat senang saat ini. Jessica bahkan melupakan janjinya bersama kris siang ini. Pesona sehun terlalu kuat untuk gadis itu.

            “kau tidak bersama yoona?” Tanya sica saat ia sudah berada dalam mobil sehun. “bukankah aku sedang bersamamu?” “ani..biasanya dijam-jam seperti ini kau sedang bersama dengan yoona.” “kau tidak suka jalan bersama denganku?” “ani—” “akh..aku tau kau kini lebih suka pergi bersama kris wu..” “ya..!!” jessica memukul bahu sehun pelan “ada apa eoh?,tumben kau mencariku..”jessica menatap kosong kedepan. “bukankah sudah aku katakan jika aku merindukanmu nona jung? Apa aku harus mengulangnya lagi?” “baiklah tuan Oh, tapi biasanya kau lebih senang bersama dengan yoona akhir-akhir ini.” Jessica sengaja menyindir sehun. “mianhae..aku sadar aku terlalu fokus pada yoona dan melupakan gadis manis yang satu ini.” Ucap sehun sambil mengacak pelan rambut jessica. “aigoo..rambutku..aish, sehunnie kau menyebalkan.” Ucap sica sambil merapikan kembali rambutnya. Semburat merah kini menghiasi pipi tirus milik jessica. ia sangat bahagia sehun mengatakan hal tadi. Sejenak ia lupa dengan rencananya untuk menjauhi sehun. jessica bahkan tidak bisa menolak pesona pria yang kini duduk disampingnya sambil mengemudi. Jessica terus tersenyum sambil menatap oh sehun. “aish, jika menatapku terus seperti ini kau bisa jatuh cinta pada ku nona jung.” Sehun terkekeh. “pede sekali kau tuan oh..” ucap jessica sambil membuang pandangannya kearah lain. Sedangkan sehun hanya mampu tertawa melihat ekspresi jessica. “ kau benar sehunnie, aku sudah jatuh cinta padamu..” lirih jessica dalam hati. Jika jessica boleh meminta, gadis itu ingin tuhan menghentikan waktu saat ini juga, agar dirinya bisa terus bersama dengan sehun seperti sekarang ini. Hanya berdua tanpa yoona atau pun kris.

~~~~

            Kris nampak mondar-mandir disamping mobil Ferrari hitamnya. Pria itu kini berada di gerbang kampus kyunghee. Sudah satu jam kris disana, menunggu kehadiran jessica. kris mengumpat dirinya yang tidak mengecek handphonenya tadi pagi. akibatnya kini ia harus menelan pahit karena tidak bisa menghubungi jessica karena handphonenya sudah mati tepat saat ia sampai di depan kampus ini. Kris masih nampak menimang-nimang, apakah ia harus pergi atau tetap menunggu disana. Yoona yang juga sedari tadi memperhatikan kris hanya bisa tersenyum miris. Ia selalu ingat bagaimana ia rela menunggu kris selama berjam-jam, dan kini kris juga melakukan hal itu, menunggu. Tapi sayangnya bukan yoonalah yang ditunggu oleh kris, melainkan gadis lain.

            Yoona akhirnya mendekat kearah kris. Ia tak sanggup melihat kris menunggu seperti itu. yoona sudah tahu jika jessica tidak mungkin datang karena tadi ia melihat jessica menaiki mobil sehun. yoona sengaja menghindari sehun tadi, ia memilih tidak menerima ajakan sehun untuk pergi bersama. Ia tidak ingin sehun salah paham dan mencintainya semakin dalam. “oppa..” panggil yoona pelan. Kris membalikan tubuhnya menghadap ke yoona. Yoona tersenyum. Senyum yang selalu ia pamerkan saat bersama kris. “kau menunggu jessica sunbae?” “…” kris hanya diam sambil memandang tak suka pada yoona. Selalu tatapan itu, pikir yoona. “jessica sunbae sudah pulang sejak tadi bersama sehun sunbae..” “baiklah kalau begitu aku akan pulang.” Kris kemudian berjalan kesisi mobilnya yang lain, berniat masuk ke mobil, mengambil tempat di bangku pengemudi. Yoona memegang bahu kris lembut “oppa bogoshipoyo..”ucap yoona. Gadis itu nampak menahan kuat cairan bening yang memaksa keluar dari mata indahnya. “berhentilah yoona, tak ada lagi gunanya kau mengharapkanku.” Kris berkata datar dan langsung menatap ke manik mata yoona. “ani..aku tidak bisa berhenti..tidakkah oppa lihat pengorbanan ku selama ini?” yoona berucap lirih. “untuk itulah aku bilang berhenti..berhenti bertingkah seperti orang bodoh. Berhentilah membuat dirimu sendiri tersakiti. Kau tahu sejak awal bahwa aku tidak pernah mencintaimu bukan?, lalu untuk apa lagi kau membuang-buang waktumu!!” kris membentak yoona.

            Yoona terdiam, ini bukanlah apa-apa baginya. Ia sudah terbiasa dengan perlakuan kris yang seperti ini padanya. Ia harus bertahan, ia harus kuat. Ia tidak boleh mengeluarkan air mata dan terlihat lemah didepan kris. Yoona tahu kris nanti pasti akan menyadari kekeliruannya. Kris nantinya akan sadar dengan semua pengorbanan yang ia lakukan. Untuk itu, yoona hanya diam saat kris meninggalkannya sendirian. Ia tersenyum. “aku telah terbiasa oppa..aku terbiasa menunggumu,” dan akhirnya gadis cantik itu tak mampu lagi menahan cairan bening yang seakan berlomba menuruni pipi tirusnya.

Tbc..

Maaf banget untuk part kemarin aku ga bales komen kalian satu-satu, tapi aku tetep baca ko. Makasi buat supportnya selama aku ngerjain ff ini. Semoga part selanjutnya ngga bikin kalian bosen ya.

51 thoughts on “[Freelance] Another Love (Chapter 5)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s