[Freelance] Be Mine (Chapter 1)

Title                            : Be Mine

Author                        : NinkNonk

Cast                             : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Length                                    : Chaptered

Genre                          : AU, married, romance

Rating                         : NC-17

Disclaimer                  : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya

sendiri. So, DON`T BASH!!!

 

@Jeonju

Entah mengapa hari ini menjadi hari yang sangat mendebarkan bagi seorang yeoja mungil bernama Kim Taeyeon, dia tidak pernah menyangka bahwa diusianya yang terbilang masih muda 20 tahun, harus dihadapkan pada suatu kenyataan yang dapat mengubah hidupnya. Kedua orangtuanya memutuskan untuk menikahkannya dengan seorang namja yang sama sekali tidak dia kenal dan berasal dari kota Seoul.
“maaf anakku, eomma dan appamu ini terpaksa melakukannya karena ini adalah

kesepakatan kami sejak kamu masih berusia 10 tahun.” jelas eommanya.

“mwo!!! Kenapa aku tidak pernah diberitahu?” kesal Taeyeon.

            “iya, kami hampir saja lupa akan hal itu. Tapi, beberapa hari yang lalu keluarga Oh

menelpon dan mengatakan kalau masa perjanjian kami sudah tiba dan itu adalah

minggu depan.” lanjut appanya.

 

            Taeyeon tidak dapat berkutik mendengar penjelasan kedua orangtuanya, menurutnya ini sangat tiba-tiba dan mau tidak mau dia harus menurutinya. Walaupun berat hati menerima keputusan ini, karena dengan menikah itu berarti dia harus pindah dan tinggal di Seoul, terpisah dari orangtuanya dan sahabatnya. Taeyeon samar-samar mengingat masa lalunya, betapa terkejutnya dia ketika mengetahui namja yang akan menikah dengannya adalah Oh Sehun berumur 18 tahun beda dua tahun dengannya.

Flashback

“wah nyonya Kim, lihat sepertinya anakku sangat dekat dengan anakmu.” seru nyonya Oh sambil menunjuk kearah 2 orang anak yang sedang bermain.

“mereka sama-sama anak tunggal, jadi mereka memiliki kesamaan dan kecocokan.” tambah nyonya Kim.

“bagaimana kalau mereka dewasa nanti, kita nikahkan saja mereka?” pinta nyonya Kim dan disetujui oleh tuan Oh.

“apakah itu tidak terlalu berlebihan, mengingat keluarga Oh sangat kaya sedangkan kami hanya dari keluarga sederhana.” ucap nyonya Kim sedih.

“dari dulu aku berharap memiliki anak perempuan, namun tidak bisa dan kami sudah terlanjur suka dan sayang sama Taeyeon seperti anak sendiri.” ucapnya.

Kedua keluarga tersebut pun akhirnya sepakat, setelah 10 tahun kemudian dirasa cukup untuk menikahkan mereka.

Flashback end

“ah, ini akan semakin sulit.” batin Taeyeon.

Pagi ini begitu cerah namun tidak dengan perasaan Taeyeon yang harus berangkat ke Seoul, karena seminggu lagi pernikahannya dilaksanakan. Kedua orangtuanya tidak ikut dengannya, mereka akan menyusulnya ketika pernikahannya tiba.

eomma, appa. Taeyeon berangkat dulu yah!” pamit Taeyeon.

ne, hati-hati! Jangan lupa telpon eomma setibamu disana” tampak raut sedih eommanya

 

@Seoul

Setelah beberapa lama diperjalanan, akhirnya Taeyeon tiba di Seoul. Disana sudah ada sebuah mobil yang menjemputnya, tanpa perlu bersusah payah mengangkat barang-barangnya dia pun melangkah menuju mobil tersebut yang telah didahului oleh sang sopir. Sepertinya keluarga Oh adalah keluarga yang kaya di Seoul, terbukti dari mobil yang menjemputnya dan ditambah lagi rumah keluarga Oh yang terlihat bak istana.

Dirumah itu ada beberapa pembantu dan pelayan yang sudah bersedia untuk menyambut kedatangannya, dan seorang yeoja paruh baya berumur sekitar 40 tahun yang ternyata adalah nyonya Oh. Belum sempat Taeyeon membungkuk memberi hormat dan salam, tiba-tiba nyonya Oh langsung berhambur memeluknya.

“wah, Taeyeon ternyata sudah tumbuh menjadi yeoja yang sangat cantik.” puji nyonya

Oh tanpa melepaskan pelukannya.

neh, ahjumma.” Taeyeon tersipu malu.

“kenapa memanggilku dengan nama ahjumma? Walaupun pernikahanmu tinggal 1

minggu lagi, mulai sekarang panggil aku eomma seperti eommamu sendiri.” timpalnya.

neh, eom….ma.” terdengar suaranya yang sangat gugup.

kajja! Diluar sangat dingin dan sepertinya kamu sangat lelah setelah perjalanan tadi.

Eomma antar kamu kekamar barumu, istirahatlah dan bersiap-siap untuk makan

malam nanti. Oh iya, semua keperluanmu akan disediakan oleh pembantu yang khusus

untukmu.”  jelas nyonya Oh.

gamsa hamnida, eomma.” sepertinya Taeyeon sudah bisa menerimanya.

Setelah nyonya Oh meninggalkannya sendiri dikamar, Taeyeon pun merebahkan dirinya dikasur yang terasa sangat nyaman. Kamarnya ini sangat luas dan sudah dilengkapi dengan fasilitas yang sebelumnya tidak pernah dia miliki, tidak lupa dia menghubungi orangtuanya sekedar memberitahu kalau dia telah tiba. Setelah dia merasa cukup beristirahat, kemudian bersiap-siap menuju ruang makan untuk makan malam dengan keluarga barunya. Dibawah sana ternyata sudah ada keluarga Oh yang menunggunya, Taeyeon tak lupa memberi salam kepada tuan & nyonya Oh.

“Taeyeon, silahkan duduk! Dan makan bersama kami.” ucap tuan Oh.

neh, gamsa hamnida.” Taeyeon duduk tanpa mengurangi rasa hormatnya sediktpun.

“oh iya, Sehun tidak makan bersama kita malam ini karena dia masih diluar kota untuk

mengurus beberapa bisnis perusahaan. Mungkin besok dia akan pulang.” lanjutnya

nyonya Oh.

Deg…. Taeyeon sontak kaget mendengar nama namja tersebut, bagaimana dia bisa lupa dengan alasan dia berada di Seoul. Namun sedikit lega karena dia tidak perlu bertemu dengan namja itu selain belum bisa berkata-kata ketika mereka bertemu nanti, dia juga belum siap dengan perasaannya sendiri. Ternyata walaupun masih muda, dia sudah mampu terjun dalam dunia usaha seperti appanya.

“Taeyeon, eomma juga sudah mendaftarkanmu disalah satu kampus yang sama dengan

Sehun walaupun kalian beda tingkatan tapi eomma harap kalian bisa lebih dekat.” ucap

nyonya Oh.

“mulai besok kamu bisa kuliah disana, dan jangan sungkan jika kamu butuh sesuatu.

Walaupun kalian sudah menikah, kalian tetap bisa kuliah.”

neh, gamsa hamnida eomma, appa.” hormat Taeyeon.

Sepertinya Taeyeon mulai betah tinggal di Seoul, dia tidak perlu memikirkan bagaimana masa depannya karena ternyata keluarga Oh sudah sangat pengertian terhadapnya. Malam ini sepertinya dia tidak gelisah lagi seperti malam-malam sebelumnya, ada baiknya dia mulai menerima perjodohannya ini. Tanpa menunggu beberapa lama, matanya pun terpejam.

Pagi yang cerah dihari pertamanya tinggal di kota Seoul, membuatnya malas meninggalkan kasur empuknya yang nyaman. Namun dia harus memaksakan dirinya untuk tetap bangun karena dia harus berangkat ke kampus barunya, dia harus menerima lingkungan barunya mulai dari sekarang. Setelah beberapa saat bersiap-siap, dia pun keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama keluarga barunya. Sudah ada tuan & nyonya Oh yang menunggunya sedari tadi.

mianhae, eomma appa. Aku telah membuat kalian lama menunggu.” salam Taeyeon.

“tidak apa-apa Taeyeon. Silahkan habiskan sarapanmu, karena mobilmu sudah siap

mengantarkanmu ke kampus.” ucap tuan Oh.

Dalam hati, Taeyeon masih ragu untuk bertanya tentang Sehun yang rencananya akan pulang hari ini. Dia tidak mau jika tuan & nyonya Oh menganggapnya terlalu bersikap terlalu terburu-buru, akhirnya dia hanya bisa terdiam sembari menghabiskan sarapannya. Setelah berpamitan kepada tuan & nyonya Oh, Taeyeon bergegas menuju mobilnya. Sedikit penasaran bagaimana dengan kampus barunya, apakah dia akan diterima dan bisa memiliki beberapa teman?.

@kampus

Jarak rumah dan kampus barunya ternyata cukup jauh, seperti yang dia bayangkan ternyata kampusnya sangat luas. Diperjalan tadi Taeyeon sempat bertanya beberapa hal ke sopirnya tentang kampusnya ini, kampus ini termasuk kampus elit di Seoul dan mahasiswa disini rata-rata anak dari konglomerat. Ketika dia akan menuju ruangan rektornya, tiba-tiba dia merasa orang-orang disekitarnya sedang menatapnya dan membicarakannya. Tanpa mempedulikan hal itu, taeyeon pun berlalu secepat mungkin.

Setibanya diruangan itu, ketika hendak mengetuk pintu tiba-tiba pintu itu terbuka yang disusul seorang namja yang keluar, namja itu terlihat familiar baginya. Lama kedua orang tersebut saling berpandangan seolah keduanya terhipnotis akan pemandangan yang berada didepan mereka masing-masing. Seorang namja paruh baya yang melihat kejadian tersebut langsung memecah kekakuan antara keduanya, yang kemudian mempersilahkan Taeyeon masuk keruangannya. Namja itu pun berlalu begitu saja, Taeyeon hanya bisa merasakan debaran jantungnya yang berdegup kencang karena selama ini dia belum pernah diperhatikan secara dekat seperti tadi terlebih lagi oleh seorang namja.

annyeonghaseo… Kim Taeyeon imnida.” Taeyeon memperkenalkan dirinya.

neh, aku sudah tahu karena tuan Oh sudah menjelaskan semuanya tentangmu,

tuan Oh adalah sahabatku.” ucap ahjussi tersebut.

“karena ini hari pertamamu, aku harap kamu bisa cepat beradaptasi.” lanjutnya.

neh, gamsa hamnida…” taeyeon pun berlalu menuju ruang kuliahnya.

Diperjalanan menuju ruangannya, Taeyeon tiba-tiba disapa oleh seorang yeoja yang sangat manis dan cantik.

annyeonghaseo…. Tiffany Hwang imnida.” sapa yeoja tersebut.

“eh, annyeonghaseo…. Kim Taeyeon imnida.” balas Taeyeon.

“apakah kau mahasiswi baru disini? Soalnya aku baru pertama kali melihatmu.”

neh, aku pindahan dari Jeonju.”

“wah, sepertinya kita satu jurusan. Senang akhirnya ada mahasiswi baru selain aku.”

“sepertinya iya, aku juga sempat merasa khawatir tidak akan mendapat teman disini.”

keluhnya.

kajja! Sebentar lagi akan ada dosen yang masuk.” ajak Tiffany.

Taeyeon merasa senang karena tidak perlu bersusah payah beradaptasi dengan suasana kampusnya, toh belum sejam dia dikampusnya ini tapi sudah ada yang mengajaknya berteman. Dia mengambil tempat duduk yang bersebelahan dengan tempat duduk Tiffany, masih banyak yang perlu dia tanyakan tentang kampusnya ini. Tidak beberapa lama kemudian kuliahnya pun dimulai, Taeyeon tidak mengalami kesulitan sedikitpun. Saat istirahat tiba, Tiffany mengajaknya kekantin kampus yang terletak tidak jauh dari kelasnya.  Secara tidak sengaja mata Taeyeon tertuju pada sesosok namja yang sedang bersama teman-temannya, yah namja itu yang dia temui tadi pagi diruang rektor.

“Tiff, siapa namja itu?” sambil menunjuk sesosok namja yang dari tadi dilihatnya.

“itu? Dia adalah Kim Jongin atau lebih dikenal dengan nama Kai. Dia kan seorang aktor

terkenal dan anak dari Menteri Korea.” jelas Tiffany.

Taeyeon kaget mendengar ucapan Tiffany, bagaimana dia bisa tidak mengenal aktor favoritnya itu. Ternyata aslinya Kai lebih tampan, dia juga tidak tahu ternyata Kai juga kuliah dikampus ini dan menjadi juniornya. Tanpa dia sadari, Kai sudah memandangnya sedari tadi.  Secara tidak sengaja pandangan mereka bertemu dan buru-buru Kai membuang pandangannya karena teman-temannya mengajaknya bermain basket dilapangan.

@lapangan basket

“hai Kai, dari tadi kami melihatmu terus memandangi yeoja yang bersama Tiffany

noona. Apakah kau tertarik padanya?” ucap Tao.

“ah, aniyo… aku hanya baru pertama kali melihatnya.” balas Kai.

“oh, yeoja itu satu jurusan dengan Suho hyung dan Tiffany noona. Katanya dia pindahan

dari Jeonju namanya Taeyeon.” lanjut Tao.

“Taeyeon noona, sepertinya dia cantik juga dan menarik.” gumam Kai.

Pulang kampus, Taeyeon sudah dijemput oleh sopirnya. Dimobil pun Taeyeon tidak banyak cerita, dia ingin segera sampai dirumah kemudeian beristirahat. Tadi merupakan hari yang melelahkan baginya, sepanjang hari Tiffany tidak henti-hentinya menjelaskan tentang kampus dan soal mahasiswa atau mahasiswi yang memiliki pengaruh di kampus itu. Beberapa menit kemudian dia sudah tiba dirumah mewah ini, ah lebih tepatnya istana ini. Mungkin karena perjalanannya kemaren sehingga membuat Taeyeon belum sempat menjelajahi semua ruangan disini. Tanpa menghiraukan betapa lelahnya dia tadi, Taeyeon bertanya kepada salah seorang pembantu disitu.

“apakah tuan & nyonya Oh ada dirumah sekarang?”

“tuan & nyonya belum pulang, mungkin nanti malam baru akan pulang.” jawabnya.

Ada baiknya dia mulai berkeliling sambil mengenal rumah ini sebelum makan malam tiba. Setelah berganti baju, Taeyeon menuju kebelakang rumah yang tepatnya ada sebuah taman yang cukup luas. Lumayan membuatnya terpesona, belum pernah dia melihat taman pribadi seindah ini. Ditengah-tengah taman terdapat sebuah ayunan yang langsung menarik perhatiannya, tanpa pikir panjang Taeyeon langsung berlari ke ayunan tersebut. Seperti seorang anak kecil yang mendapat mainan baru, dia sangat menikmati suasana disore hari itu sambil melihat pemandangan sunset. Tidak jauh dari tempatnya beberapa pembantu memerhatikannya sambil tertawa ringan melihat tingkah lucu yeoja tersebut. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara dari belakang mereka, seperti orang yang sedang tertangkap tangan.

“apa yang kalian lihat dan tertawakan?” tanya namja pemilik suara tersebut.

“ah.. itu.. tuan muda Oh.” jawab salah seorang pembantunya.

Tuan muda Oh, Sehun tepatnya. Dia memperhatikan arah pandangan para pembantunya dan melihat seorang yeoja yang sangat senang bermain ditaman belakang rumahnya, dia kemudian menghampiri yeoja tersebut. Sepertinya yeoja tersebut tidak menyadari kedatangan Sehun yang berdiri disampingnya.

“apakah kau Kim Taeyeon?” tanya Sehun.

“………………..”

TBC

 

Sorry yah, kalo FF ku ini agak aneh. Cause baru nyoba2 bikin FF ala pikiran sendiri, kadang2 dapet inspirasi yg menarik jadi butuh waktu 1 hari 1 malam selesainya walaupun agak pendek.

Advertisements

45 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s