MV-Fiction : Hello!

hello-by-wolveswifeu

Hello!

By wolveswifeu

Starring

D.O-Jessica | Chen-Sunny | Luhan-Taeyeon | Sehun-Yuri | Baekhyun-Yoona

Genre

Romance | Fluff

Length

Drabble Complication

Rating

PG 13+

Disclaimer

Inspired from Hello by SHINee Music Video

Author’s Note

Untuk cast namja aku pilih sesuai special stage pas Music Bank.

Untuk cast yeoja aku pilih sesuai kritik&saran dari para readers di readers area yang mengusulkan untuk buat FF dengan couple jarang. Ini jarang kan? :3

Wolveswifeu’s New Fiction, Hello!

D.O-Jessica

                Kyungsoo mengendarai mobil sedan berwarna putih miliknya di jalan yang ramai di kota Seoul ini. Mobil itu berhenti di depan toko bunga dan turun dari mobilnya.

“Permisi, aku mau satu buket mawar putih.” Minta Kyungsoo to the point. Seorang wanita tua keluar dari toko bunga itu sambil tersenyum.

“Hanya satu buket? Anda mau melamar kekasihmu yah?” Tanya sanh wanita tua itu selaku penjual dan pemilik toko buna tersebut.

“Iya, aku ingin melamar kekasihku.” Jawab Kyungsoo sesopan mungkin. Wanita tua itu langsung mengambil sebuket mawar putih yang berada di sampingnya.

“Ambil saja, aku doakan acara melamarmu itu berjalan dengan sukses!”

“Anda yakin? Satu buket mawar ini untukku?”

“Iya, saya yakin.” Kyungsoo langsung meloncat-loncat kegirangan.

“Terima kasih, sungguh! Saya sangat berterima kasih!” Balas Kyungsoo sambil menundukkan badannya dalam-dalam sebagai tanda terima kasih.

“Iya, tidak apa-apa. Pergilah sekarang, pasti kekasihmu sudah menunggu!” Kyungsoo hanya mengangguk-angguk lalu menaiki mobil sedannya lagi dan langsung menuju rumah Jessica.

Selama perjalan Kyungsoo hanya membayangkan wajah Jessica –kekasihnya ketika melihat dirinya berada di depan rumahnya dengan sebuket mawar putih di tangannya. Pasti akan sangat menjadi moment yang istimewa.

Tanpa disadari, Kyungsoo sudah sampai di depan rumah Jessica. Pagar yang berwarna metallic itu melunjang tinggi membatasi Kyungsoo dengan Jessica. Sudah seperti rumah sendiri, Kyungsoo membuka pintu pagar itu dengan seenaknya dan berjalan sampai pintu kayu besar berwarna putih.

Diketuknya pintu itu. Kyungsoo memegang buket mawar putihnya dengan tak sabaran. Dia juga menggigit bibir bawahnya untuk menahan teriakkannya karena saking senangnya.

CKLEK!

                Pintu itu terbuka dan muncullah Jessica dengan pakaian rumahnya. Kyungsoo langsung memutar badannya menjadi berhadapan dengan Jessica.

“Jessica, be mine.”

Chen-Sunny

                Chen, seorang penyanyi café terkenal di kota Seoul ini. Siapa yang tidak kenal pria berwajah tampan dengan suara emas yang berdarah campuran Korea-China ini? Tidak ada sepertinya. Hampir seluruh warga Seoul itu mengenalnya sebagai penyanyi café yang sangat tampan dan bersuara emas. Kenapa tidak ada prodser yang membuat surat kontrak dengannya? Ntahlah, mungkin nasibnya yang sedikit kurang beruntung.

Dia sedang duduk di depan rumah temannya –Kris Wu yang sedang ke luar negeri karena ada pekerjaan mendesak disana. Ya, memang Chen tidak menunggu Kris atau sesuatu yang berhubungan dengannya. Chen sedang tengah menunggu kekasihnya untuk pergi ke taman bermain hari ini.

Tiba-tiba seorang yeoja cantik datang menghampiri Chen dengan senyum terindahnya. Walaupun yeoja itu terlambat tapi dia nampak cuek sehingga Chen yang menunggunya sedari tadi menjadi sedikit kesal.

“Kenapa masih bisa tersenyum begitu? Aku sudah menunggu setengah jam disini!” Oceh Chen. Sunny –kekasihnya Chen langsung tercengang.

“Ka..kau marah?” Tanya Sunny dengan sedikit bergetar.

“Ya! Aku marah!” Balas Chen.

“Bagaimana bisa kau marah di hari ketiga tahun kita?”

“Bisa! Karena hari ini hari terakhir kita menjadi sepasang kekasih.”

Sunny terdiam.

Diam.

Diam.

“Kau bohong!!” Akhirnya Sunny berteriak juga.

“Tidak!” Balas Chen tidak kalah kencang.

“BOHONG!!”

“AKU TIDAK BOHONG BODOH! KARENA BESOK AKU AKAN MELAMARMU! KAU MAU KITA MENJADI SEPASANG KEKASIH TERUS?” Chen berteriak setengah tertawa pelan.

“Chen! Kau…” Sunny mulai terisak. Ntah karena dibentak oleh Chen atau karena terharu.

“Haha, you will be mine forever, Sunny.”

Luhan-Taeyeon

                Luhan berdiri di depan apartement yang sedikit terpencil dan agak kumuh di kota Seoul ini. Apartement yang seperti orang Barat punya, pintu nya berada di luar gedung dan mencapainya harus melewati tangga terlebih dahulu.

Luhan mengeluarkan sebuah kotak merah yang berisi cincin berlian di dalamnya. Luhan mengeluarkan cincin itu dari wadahnya dan menciumnya. Sialnya karena jarinya yang berkeringat cincin itu terjatu, bergelinding dari anak tangga pertama dan seterusnya.

“SIAL!” Teriak Luhan sambil berlari mengejar cincin itu. Cincin itu berhenti di depan ujung kaki seseorang. Flat shoes berwarna ungu muda, Luhan sangat mengenalinya. Flat shoes itu milik Taeyeon.

Luhan masih tercengang tidak percaya. Dia masih menatapi cincin berlian itu yang asalnya di depan kaki Taeyeon lama kelamaan terangkat sampai di depam wajah Taeyeon.

“Cincin apa ini?” Tanya Taeyeon to the point.

“I..itu..” Luhan berusaha menjawab walaupun terbata-bata.

“Kau berselingkuh, huh?” Tanya Taeyeon berusaha menebak pikiran Luhan.

A..aniyo.” Akhirnya Luhan bisa menjawab dan membalas pertanyaan Taeyeon, tentu saja dengan terbata-bata.

                “Jujur saja, Lu.” Paksa Taeyeon.

“Ya! Babo! Cincin itu untuk melamarmu!” Oceh Luhan tanpa terbata-bata seperti tadi.

Jin..jinjjayo?” Taeyeon berusaha memastikan.

Ne,” Luhan langsung mengecup bibir Taeyeon yang masih terkejut.

“Are you ready for be mine forever?”

Sehun-Yuri

                Sehun duduk di atas jok mobilnya dengan atap terbuka. Ada sebuah  boneka teddy putih besar di sampingnya. Sehun berada di depan rumah Yuri –kekasihnya. Sehun bergetar hebat. Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya ikut bergetar.

Tiba-tiba ponsel Sehun berdering keras. Sehun langsung meraih ponsel yang berada di sebuah kotak di tengah-tengah bangku pengemudi dan sebelahnya.

“Ha..halo?”

“Ya! Oh Sehun! Kau harus masuk ke rumah Yuri sekarang!”

                “Noo.noona?” Tebak Sehun ketika mendengar suara cempreng milik noona satu-satunya itu, Oh Sooyoung.

SEKARANG OH SEHUN! SEKARANG!”

                “Ba..baik—“ sambungan terputus. Sehun langsung membanting ponselnya dengan kesal lalu membuang nafasnya dengan kasar. Pikirannya melayang.

Tiga.

Dua.

Satu.

“PONSELKU!” Teriak Sehun sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai mobilnya itu.

“Munnie-ah, kau baik-baik saja kan?” Tanya Sehun dengan khawatir. Tidak ada jawaban dari ponselnya –Munnie. Tiba-tiba Sehun teringat oleh ucapan noona-nya sebelum dia berangkat ke rumah Yuri.

“INI HARI KETIGA KAU MEMBAWA BONEKA ITU KE RUMAH YURI DAN AKU TIDAK INGIN INI MENJADI HARI KETIGA KAU MEMBAWA BONEKA ITU KE RUMAH LAGI, CEPAT BAWA ITU PERGI!!”

                Sehun menggelengkan kepalanya, ya, benar kata noona-nya. Dia harus dengan segera, sekarang untuk memberikan boneka itu kepada Yuri. Sehun membuka pintu mobilnya dan mengambil boneka besar itu lalu keluar dari mobilnya.

Sehun berjalan ke depan pintu rumah Yuri dan memencet belnya. Merinding, itulah yang dirasakan oleh Oh Sehun ketika mendengar gemaan suara bell rumah Yuri. Bahkan suara langkah kaki yang dari dalam itu terdengar sampai ke telinga Sehun. Sehun langsung memeluk boneka itu dan menyembunyikan wajahnya di punggung boneka itu.

CKLEK!

                “Wow, boneka yang besar,” Yuri mengelus bulu boneka itu. “dan bagus.” Lanjut Yuri sambil tersenyum. Mata Yuri terhenti di sepasang tangan yang tengah memeluk boneka besar itu. Gelang yang dikenakan oleh orang itu, Yuri mengenalinya.

“Oh Sehun?”

“NOONA, PLEASE BE MINE!!”

Baekhyun-Yoona

                Jari lentik milik Byun Baekhyun itu tidak berhenti-henti untuk membuat sebuah karya kecil untuk perayaan tahun pertamanya bersama kekasihnya –Im Yoona. Sebuah boneka kecil yang berwarna dari cat warna yang sering digunakan oleh anak di sekolah dasar.

Tidak bermodal? Memang. Tapi, jerih payah Baekhyun lah jauh lebih berharga dibanding kayu dan cat warna anak sekolah dasar itu. Ntah dari mana juga ide membuat boneka kecil dari kaya dan cat warna itu muncul di benak Baekhyun.

“Nananana..” Baekhyun masih asik mengecat boneka kayu itu sambil bersenandung pelan. Tinggal setitik lagi dan boneka itu, “Selesai!” Ucap Baekhyun dengan kegirangan. Baekhyun mengangkat boneka itu ke udara dan menggoyang-goyangkannya sambil berharap agar boneka itu cepat kering dari cat air yang basah.

“Yoona pasti akan sangat senang!” Kata Baekhyun sambil meletakkan boneka itu di atas meja belajarnya dan mundur beberapa langkah. Baekhyun menebarkan kiss blew ke boneka itu.

“Muah.. Muah.. Muaaaaah..” Suara itu yang terdengar dari mulut Baekhyun. Baekhyun memutar badannya dan menghadap ke lemari kayu yang berisi baju-bajunya. Baekhyun membuka kedua pintu itu dan tersenyum lebar.

“Always be mine, Im YoonA.”

END

Absurd? Yes, I know it. Maaf yah kalau comedy nya gagal banget! Apalagi pas bagian Baekhyun, aku juga bggung sendiri soalnya Taemin –sang pemilik role di MV nya juga ga banyak ngapa2in di kamar itu selain megangin boneka kecil hehehe-

Thanks for reading! 😀

Advertisements

86 thoughts on “MV-Fiction : Hello!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s