Ganbatte ! [Ficlet]

ganbatte-vi-storyline

Ganbatte !

Written by Vi

Starring SNSD Seohyun | EXO-M Tao

Life –maybe– | Romance

Rated for Teen

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by ff, manga,anime, my imagination, and Japanese drama

Sorry for bad fanfic and story

Poster by Lee YongMi @ Cafeposterart.wordpress.com

*****

 

“Semangat ! Semangat ! 1, 2, 3 .. 1, 2, 3 ..” Seluruh peserta lomba lari yang merupakan peserta ekstrakurikuler olahraga itu berlarian di sekitar lapangan olahraga sekolah SM High School yang cukup luas itu.

PRITT

“Hahh .. Hahh ..” Setelah selesai berlatih untuk lomba , para siswa-siswi itupun menjatuhkan diri mereka ke lantai lapangan dan mengatur nafas mereka yang tak beraturan.

“Akhirnya , latihan selesai,” kata Seohyun pelan.

Para siswa-siswi yang mengikuti latihan khusus pada jam pulang sekolah pun berjalan keluar dari lapangan , termasuk Seohyun. Seohyun pun menghela nafas lesu , ia benar-benar khawatir dengan lomba lari besok, ia bukan pelari yang cepat, kecepatan berlarinya biasa-biasa saja dan itu membuat dirinya semakin khawatir.

“Khawatir pada perlombaan besok ?” tanya seseorang yang berdiri di depan gerbang sekolahnya, Tao.

“Tao , aku .. Iya , aku khawatir,” kata Seohyun jujur.

“Haha, saat aku melihat kau berlari tadi aku merasa bahwa kecepatan berlarimu bertambah kok. Tenang saja, tak perlu khawatir, aku yakin kau pasti bisa ! Ganbatte !” kata Tao sambil mengusap rambut kekasihnya itu.

“Kau benar. Yosh ! Ganbatte !” kata Seohyun semangat, tiba-tiba gadis itu teringat pada kata-kata yang selalu dikatakannya.

“Ohya, besok adalah perlombaannya dan besok adalah Hari Sabtu. Hmm, apa kau bisa datang ke perlombaan itu untuk menyemangatiku ?” tanya Seohyun. Ia berharap bahwa Tao akan menjawab dengan kata ‘ya, aku bisa’ atau setidaknya hanya menganggukkan kepalanya saja.

Gomennasai, aku tak dapat datang besok,” kata Tao sambil menundukkan kepalanya dan raut wajahnya pun seakan berkata bahwa ia kecewa pada dirinya yang tak bisa datang ke perlombaan tersebut.

“Ah begitukah ?” kata Seohyun lirih , keduanya memiliki raut wajah yang sama, raut wajah kecewa.

Gomen ne,” kata Tao lirih sambil mengusap rambut Seohyun. Seohyun pun mengangguk dan menatap Tao sambil mengulum sebuah senyuman.

Ganbatte, Seo-chan,” kata Tao sambil tersenyum dan mencubit pipi Seohyun yang chubby itu.

“Baiklah,” kata Seohyun semangat sambil berjalan keluar dari gerbang sekolah bersama dengan Tao.

Keduanya menghabiskan waktu selama perjalanan pulang bersama-sama, mereka terus membahas mengenai perlombaan yang akan diikuti oleh Seohyun esok harinya sambil sesekali bercanda dan tertawa gembira hingga akhirnya mereka sampai di persimpangan jalan dimana rumah Tao seharusnya belok kiri dan Seohyun belok kanan.

“Sampai jumpa, Seohyun !” seru Tao sambil melambaikan tangannya.

“Ya ! Sampai jumpa Tao !” seru Seohyun.

Setelah Tao meninggalkannya, rasanya ia agak kesepian karena ia tahu bahwa besok Tao tak akan datang menontonnya berlomba padahal ia butuh semangat dari Tao juga.

*****

Keesokkan harinya, Seohyun datang ke arena perlombaan. Ia merasa takut jika ia kalah nantinya, ia tak mau mempermalukan dirinya sendiri.

“Tenanglah, Seohyun. Kau pasti bisa ! Ingat pada kata-kata yang sering kau ucapkan, ganbatte !” gumam Seohyun sambil menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam untuk sekedar menghilangkan rasa gugupnya.

Meski perlombaan ini bukan lomba yang benar-benar penting –hanya lomba melawan sekolah lain– , tapi Seohyun selalu menganggap penting apapun yang ada di sekolahnya.

“Jangan takut, Seohyun. Routenya hanya di sekolah SMent High School ini,” gumam Seohyun. Sekolah Seohyun memang akan melawan sekolah SMent High School yang terkenal dengan siswa-siswinya yang mampu berlari dengan gesit.

Para peserta lomba laripun berkumpul di suatu tempat lalu berdiskusi mengenai tips-tips cara berlari yang baik lalu mereka pun menyemangati diri mereka masing-masing dan mulai berbaris dengan murid Sment High School untuk segera berlari.

“Siap .. Mulai !” seru wasitnya. Peserta lomba lari atau tepatnya lari estafet itupun berbaris kemudian berlari sambil membawa sebuah tongkat di tangan mereka untuk dipindahkan pada teman satu tim mereka. Dalam hati, Seohyun merasa ketakutan kalau ia akan kalah karena ia sudah berjanji untuk berusaha agar bisa menang di perlombaan ini pada semuanya termasuk Tao.

Tak butuh lama, teman satu tim Seohyun sudah berlari kearah Seohyun, Seohyun pun memperbaiki posisinya dan setelah menerima tongkat dari temannya, iapun berlari sangat kencang.

Yosh ! Ganbatte ! Semua telah menyemangatiku dengan mengatakan ganbatte , termasuk Tao ! Aku harus berusaha !” seru Seohyun setengah berteriak. Meski nafasnya sudah tersengal-sengal namun ia tetap berlari kencang menuju siswa lain yang sudah di depan matanya.

Ganbatte !” sahut Seohyun sambil mempercepat larinya meski ia benar-benar kelelahan.

TAP

Tongkat yang dibawa oleh Seohyun pun diambil oleh seorang lelaki yang merupakan salah satu teman timnya yang juga ikut perlombaan ini, Kai.

Meski tongkat tersebut sudah diambil oleh Kai namun Seohyun tetap tak bisa tenang, ia khawatir kalau Kai kalah cepat dengan Kris –murid Sment High School—

Namun,rupanya yang terjadi diluar perkiraan Seohyun, justru sekolahnya menang dalam perlombaan ini.

“Sekolahku menang ?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri. Setelah ia melihat dengan jelas bahwa sekolahnya memang menang, iapun melompat kegirangan. Ia tak menyangka bahwa usahanya tidak sia-sia.

“Akhirnya ! Kami menang !” seru Seohyun sambil berlari kearah teman satu timnya.

Setelah 5 menit bersenang-senang dan merayakan kemenangan dengan teman satu timnya iapun mendapatkan telpon dari Tao.

“Tao ?” gumam Seohyun sambil melihat kearah ponselnya.

Moshi moshi, Tao ?”

“Seohyun, kau menang kan ?” kata tao di seberang telpon sementara Seohyun malah kebingungan mengapa Tao bisa tahu bahwa ia menang hari ini.

“Bagaimana kau bisa tahu ?” tanya Seohyun.

“Berarti benar bahwa kau menang ? Padahal kan maksud pertanyaanku adalah ‘apa kau menang’,” kata Tao.

“Ya aku menang. Tentu aku menang , aku tak mau mengecewakan orang-orang yang menyemangatiku termaksud dirimu,” kata Seohyun riang.

“Hehe, kupikir kau akan menyerah begitu saja. Aku senang sekali kekasihku ini menang hari ini, gomen ne hari ini aku tak dapat datang. Aku sedang mengikuti bimbingan belajar,” kata Tao, sepertinya lelaki itu kecewa karena ia tak datang untuk melihat kekasihnya berlomba.

“Tidak apa-apa, kalau begitu ganbatte untuk bimbingan belajarmu ! I love you !” seru Seohyun lalu menutup telponnya. Setelah ia menutup telponnya, diam-diam iapun tersenyum karena membayangkan ekspresi Tao setelah ia mengatakan ‘I love you’ padanya.

END

Mian gaje, pls komen ya !

 

23 thoughts on “Ganbatte ! [Ficlet]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s