[Freelance] Officially Missing You

OMY

Title                : Officially Missing You

Author            : SunHee97

Length            : Oneshoot

Rating             : PG 13

Genre             : Romance, Sad, Friendship

Main Cast      : Choi Sooyoung, Oh Sehun, Park Chanyeol

Other Cast     : Kai

Pairing            : SeYoung

Disclaimer      : Cerita ini murni hasil pemikiran author. No Plagiat ,No CoPas.

Author Note   : Annyeoonnggg . Lee SunHee imnida. Aku ’97 line. Ini FF pertama Author. Mian kalo geje. Ngerjainnya cuma semalem nih. Aku pake cast SeYoung soalnya aku lagi suka banget sama pairing ini. Jika ada kesamaan cerita harap hubungi saya di cruel.delaretan@gmail.com. Mohon komennya yaa, biar tambah semangat bikin FF ^^

 

Mata elang itu terus menatap sosok dihadapannya. Bukan tatapan tajam yang biasa dipakainya. Namun tatapan itu lebih seperti seseorang yang merindukan, seseorang yang menanti. Tatapan itu sangat lembut. Bahkan terkesan sendu. Hatinya seketika menghangat kala sosok yang diharapkannya selama ini memberikan senyum lembut padanya. Bahkan ini baru yang ketiga kalinya ia mendapatkan senyum seperti itu dari sosok ini.

Perlahan ingatannya kembali ke bertahun-tahun sebelum saat ini terjadi. Saat dimana ia tak menyadari bahwa ia sangat menyukai senyuman itu.  Saat ia tak menyadari betapa pentingnya sosok dihadapannya kini. Saat dimana ia tak menyadari bahwa dia, gadis dihadapannya ini telah menggenggam separuh kebahagiaan dari hidupnya.

Flashback

Sooyoung POV

Dia kembali memasukkan bola itu ke ring lawan. Kuakui dia memang tampan, tubuhnya tinggi, kulitnya putih ,dan tatapannya pasti bisa membuat yeoja manapun langsung melabuhkan hati padanya. Dia, Oh Sehun. Namja yang menurut mereka sangat manis. Namun menurutku sangat menyebalkan. Yang menurut mereka sangat mempesona. Namun menurutku jauh dari kata berkharisma.

Entahlah, mungkin karena terlalu lama mengenalnya membuatku tak terpengaruh pada kharisma yang dipuja-puja oleh para yeoja itu. Sekilas kulihat dia menatap kearah kelasku dilantai 2, atau mungkin kearahku. Dia tersenyum, tapi bukan senyum seperti yang kalian pikirkan. Dia hanya menarik satu ujung bibirnya. Yaahh, lebih bisa dikatakan smirk mungkin. Lihatlah, sepertinya hal-hal semacam itulah yang membuatku tidak mempan terhadapnya selama bertahun-tahun. Bayangkan saja, kami sudah saling mengenal sejak kami baru tiba didunia. Bahkan saat aku membuka mata untuk pertama kalinya ,dialah yang pertama kulihat.

Sosok bayi kecil dengan kulit putih. Tangisannya sangat keras hingga membuatku ikut menangis disampingnya. Tahun-tahun berikutnya ia tumbuh menjadi seorang bocah kecil 7 tahun yang sangat ceria. Sikapnya padaku mabih bisa dikatakan normal. Aku selalu berangkat dan pulang sekolah bersamanya. Lalu pada umur 11 tahun ,aku dan dia masih memakan es krim bersama di taman sepulang sekolah. Pada saat kami menginjak umur 15 tahun ,ia mulai bertingkah menyebalkan. Ia sering sekali mengajakku ribut. Pernah pada suatu hari ia sengaja mengempeskan ban sepedaku hingga aku tak bisa kembali kerumah. Aku yang saat itu masih cengeng pun menangis sejadi-jadinya. Tapi untunglah ada seseorang yang menolongku dan mengantarku pulang kerumah setelah sebelumnya membawa sepedaku kebengkel dekat sekolah. Namja itu memperkenalkan dirinya sebagai Park Chanyeol.

Park Chanyeol adalah sosok yang menyenangkan. Ia selalu tersenyum ceria kepada siapapun, mengingatkaku pada Sehun yang dulu. Dia tampan dan tinggi. Lebih tinggi dari Sehun yang memiliki tinggi 181 cm. Chanyeol orang yang hangat, segala yang ia ucapkan pasti bisa membuatku tertawa. Saat ini kami sudah duduk di bangku SMA tingkat 3. Sikap Sehun sekarang benar-benar berubah. Ia bersikap dingin, acuh, bahkan seperti tak menganggap keberadaanku. Pertama masuk aku sangat terkejut karena ternyata Chanyeol masuk di sekolah dan kelas yang sama denganku. Namun aku lebih terkejut lagi saat menemukan nama Sehun ditempat yang sama. Chanyeol masih sama seperti sebelumnya. Sifatnya yang easy going dapat membuatnya dengan mudah mendapatkan teman. Bahkan jumlah penggemarnya tak kalah banyak dengan Sehun. Aku pernah berpikir, akan sangat menyenangkan jika saat ini Sehun masih seperti dirinya 5 tahun yang lalu.

Saat sedang memflashback ingatanku tentang Sehun, Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. Dan benar saja, Chanyeol berdiri disana dengan senyum hangatnya.

“Apa yang sedang kau lakukan,eoh.” Tanyanya spontan.

“Anio, eobseoyo.” Bohongku padanya.

“Sehun lagi?”

“Ehh, apa yang kau katakan. Tentu saja tidak.” Akupun berlalu dari hadapan Chanyeol dan menuju bangkuku di barisan 2 dari depan. Kudengar Chanyeol sedikit bergumam namun aku masih bisa menangkap suaranya dengan indera pendengaranku. ‘Gotjimal’ ,itu yang ia ucapkan. Ya, aku memang berbohong padamu Chanyeol-ah. Mianhae.

Sehun POV

            Para yeoja ini terus saja mengerubungiku. Karena sangat lelah, denagn halus kusuruh mereka untuk bubar. Aku tahu jika Sooyoung selalu mengamatiku. Seperti saat ini. Ia mengamatiku dari jendela kelasnya di lantai 2. Aku hanya menolehkan kepalaku sebentar dan kuberikan sebuah smirk untuknya. Sebenarnya apa yang dia inginkan. Apa dia tidak tahu bahwa aku tak suka jika dia terus menatapku.

“Sehun-ah, geumanhae. Tidak usah terlalu bekerja keras. Pertandingan masih 1 bulan lagi. Bersantailah sedikit.” Ujar Kai menghentikan kegiatanku mendribble bola. Aku menurut lalu mengambil minuman milik Kai dan meneguknya sampai habis. Kulihat ia mengomel-ngomel tak karuan. Dengan santai kutinggalkan dia sambil membawa bola basket yang baru saja kupakai. Aku berjalan menuju gudang penyimpanan untuk mengembalikan bola itu. Saat di perjalanan ,aku berpapasan dengan Sooyoung. Dia menatapku datar, lalu berniat untuk pergi dari hadapanku. Tapi dengan segara kucegat tangannya.

“Jangan terus memperhatikanku dengan tatapan memuja seperti itu, aku risih dengan tatapanmu itu.” Ujarku. Ia langsung membalikkan tubuhnya menghadapku. Sorot matanya menyiratkan kemarahan yang siap meledak kapan saja.

“Simpanlah semua perandaianmu itu ,Tuan Oh. Aku tidak pernah memujamu. Aku hanya heran bagaimana bisa makhluk kutub sepertimu digilai oleh banyak yeoja.” Ujarnya sinis.

“Jeongmalyo ? Kuharap kau tidak berbohong dengan ucapanmu itu, Soo” balasku tak kalah sinis.

Sooyoung menarik tangannya dari cengkaramanku. Tapi tetap saja kekuatan yeoja masih kalah dengan namja. Kini ganti tanganku yang dicengkram. Ahh,ini pasti dia.

“Berhenti menganggunya, Oh Sehun.”

“Ternyata sang pahlawan telah datang.” Balasku

“Jaga ucapanmu” Dia semakin erat mencengkram tanganku.

“Kau yang seharusnya menjaga gadis ini. Sepertinya dia ulai tertarik padaku, Park Chanyeol.” Dia langsung melepaskan cengkramannya pada pergelanganku. Dan menarik Sooyoung untuk ikut bersamanya. Tanpa kusadari, tanganku telah mengepal kuat.

*

Choi Sooyoung .Mantan sahabatku .Miris memang mendengarnya, tapi itulah kenyataanya. Hubungan antara aku dan dia saat ini sudah tak bisa disebut sebagai sebuah persahabatan lagi. Bukan, ini bukan salahnya. Ia tak berbuat sesuatu apapun terhadapku. Dia juga tidak memperlakukanku dengan buruk. Tapi aku, akulah yang membuat semuanya menjadi seperti ini. Semua karena ada suatu perasaan aneh saat aku bersamanya. Jantungku selalu berdetak sangat cepat saat aku mentap matanya. Dan rasanya aku ingin meledak saat ia menujukkan senyum manisnya.

Mulai saat itulah, aku memutuskan untuk menjaga jarak darinya. Aku tidak berani berada didekatnya terlalu lama.

Jika kau mengenalnya dengan baik, maka kau pasti berpendapat sama sepertiku. Sooyoung adalah gadis yang menyenangkan. Tak banyak yang sadar bahwa mata yang dimiliki Sooyoung sangat indah, senyumnya juga sangat manis. Sikapnya yang cenderung tertutup mampu mengelabui semua orang. Terkecuali Chanyeol. Namja itu terlalu jeli mengamati Sooyoung. Dulu ,saat aku mengempeskan ban sepedanya. Aku melihat Chanyeol datang membantu Sooyoung. Sepetinya mulai saat itulah hubunganku dan Sooyoung mulai berubah. Tapi asal dia tahu, aku melakukan itu agar Sooyoung tidak pulang bersamaku. Agar aku tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama dengannya. Agar jantungku berhenti berdetak kencang. Aku tahu ,sejak awal Park Chanyeol pasti akan menjadi tembok pembatas bagi aku dan Sooyoung. Dan semuanya benar-benar terjadi. Chanyeol selalu berad didekat Sooyoung. Sooyoung juga selalu tertawa jika bersamanya. Sementara aku, dengan sibuknya aku mengurusi detak jantungku yang tidak beraturan bahkan dengan menatap Sooyoung dari kejauhan.

Park Chanyeol. Dia sekelas denganku dan Sooyoung. Dia juga berada di tim basket yang sama denganku. Kami berdua adalah andalan sekolah. Dia sebagai Center, dan aku sebagi Guard. Dengan seringnya skala perjumpaan kami, tentu saja aku mengenal dia dengan baik. Sejauh pengamatanku, aku tahu dia mempunyai perasaan khusus untuk Sooyoung. Dan kuakui, dia dan Sooyoung sangat serasi jika disandingkan.

Namun lagi-lagi aku dengan egoisnya tidak suka melihat Sooyoung bersama namja lain kecuali aku, Oh Sehun. Maka dengan berbagai cara ,aku selalu berusaha merebut perhatian Sooyoung. Berusaha mengembalikan kondisi menjadi seperti semula. Hhh, semua yang kulakukan ini hanya sia-sia. Karena dia, Park Chanyeol, telah berhasil membatasi pergerakanku untuk menggapai Sooyoung.

Sooyoung kini telah menjadi hal yang tak lagi bisa kuraih dengan kedua tanganku. Tak lagi kubisa kurengkuh dalam pelukanku. Sooyoung sekarang bagaikan angin yang selalu memberikan kesejukkan ,namun takkan pernah bisa kusentuh.

Chanyeol POV

1 Minggu lagi pertandingan basket dimulai. Kami semua dikumpulkan di lapangan untuk latihan rutin. Pertandingan kali ini hanya berjarak 1 minggu dari hari kelulusan. Kami semua telah selesai melaksanakan ujian akhir. Kini kamu hanya tinggal menunggu hasilnya. Meski begitu ,masih ada bebrapa siswa yang masuk untuk mengurus berbagai macam surat-surat yang diperlukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

Kutatap Sehun yang duduk tak jauh dari tempatku. Ia sedang bermain dengan bola basket ditangannya. Apa kalian tahu ? Oh Sehun adalah partner sekaligus rival bagiku. Dalam berbagai bidang aku dan dia selalu dituntut untuk bekerja sama. Seperti dalam kepengurusan siswa dimana ia adalah ketua dan aku wakilnya. Dan dalam tim basket. Seluruh anggota tim pasti diharuskan bekerja sama untuk mendapatkan point yang kita inginkan.

Namun disisi lain, aku menganggapnya sebagai rivalku. Rival dalam hal perasaan mungkin. Dia selalu berusaha mengganggu Sooyoung.Dan aku tidak suka akan hal itu. Karena jujur, aku mencintai gadis jangkung berambut cokelat itu. Aku tahu yang Sehun lakukan hanya semata-mata untuk menarik perhatian Sooyoung. Tapi, setiap kali aku menanyakan hal itu, ia selalu mengelak. Sikapnya yang setengah-setengah itu membuatku bingung harus melakukan apa. Ia seperti antara iya dan tidak. Jika ia memang menyukai Sooyoung, maka aku akan merelakannya. Karena aku tahu sebenarnya ia adalah pria yang baik. Tak jarang aku melihatnya membantu teman lain yang sedang kesusahan. Ia juga pria yang bertanggungjawab, terbukti dari seluruh tugas OSIS yang tidak pernah dilalaikannya. Dan Sooyoung sendiri, aku sangat tahu bahwa ia menaruh perasaan pada Sehun. Bahkan mungkin jauh sebelum aku mengenalnya.

Mereka berdua. Saling menyukai, tapi tak ada yang berani mengatakannya terlebih dulu.

Author POV

Pertandingan basket tingkat naional telah selesai. SM High School, tempat dimana Sehun ,Sooyoung, dan Chanyeol menepuh ilmu pun telah dinobatkan sebagai pembawa medali emas. Kabar itu berhasil menggemparkan seluruh warga sekolah. Termasuk Sooyoung. Dalam hatinya ada perasaan senang yang membuncah mengetahui 2 orang terpenting dalam hidupnya dapat membuat semua orang bangga akan prestasi mereka.

Waktu terus berjalan ,hingga saat kelulusan pun tiba. Sehun berhasil mendapatkan urutan kedua sebagai siswa dengan nilai ujian tertinggi. Satu angka dibawahnya ada Chanyeol yang menempati urutan ketiga.

“Dan siswa yang lulus dengan nilai ujian tertinggi angkatan ke-15 ini adalaaahhh …” ucap sang kepala sekolah yang merangkap sebagai MC di upacara kelulusan.

Semua siswa gup dan berdebar menunggu nama siapa yang akan di sebutkan oleh kepala sekolah mereka. Mereka semua berharap yang terbaik untuk hasil ujian yang telah mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. Hasil belajar mereka selama 3 tahun menempuh pendidikan di sekolah ini akan dipertaruhkan dalam beberapa detik lagi.

“Beri tepuk tangan yang meriah untuk Choi Sooyoung daro kelas 12-A !!!” Pekik sang kepala sekolah.

Seluruh siswa memandang Sooyoung kagum smabil memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Ada bebrapa siswa yang bersiul-siul menambah suasana menjadi semakin ramai. Sooyoung terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh kepala sekolahnya. Ia masih belum bisa menerima kenyataan yang menyenangkan ini. Ia pun melangkah maju ke atas panggung dengan ragu saat 3 siswa dengan nilai tertinggi itu diminta untuk kedepan.

Dengan pelan Sooyoung melangkah maju hingga kini ia telah berada diantara 2 siswa yang lain, Sehun dan Chanyeol. Perasaannya bercampur aduk. Antara senang, terkejut, sedih ,dan gugup. Senang karena ia mendapatkan peringkat pertama, terkejut karena Chanyeol berhasil membuktikan jerih payahnya, gugup karena Sehun berada tepat disampingnya, dan sedih karena kelulusan berarti perpisahan. Ia benci perpisahan. Saat dimana ia harus melepaskan orang-orang yang telah mengisi hari-harinya selama ini.

Sooyoung POV

Upacara telah selesai, kini semua siswa sedang sibuk mencorat-coret baju seragam mereka. Merayakan selesainya tugas mereka sebagai seorang murid sekolahan. Chanyeol menghampiriku tiba-tiba saat aku sedang sibuk menendatangani baju seragam teman-temanku.

“Soo, bisakah kau ke taman belakang sebentar? Ada yang ingin kusampaikan.” Ucap Chanyeol.

“Emm ,geurae.” Aku mengiyakan setelah meminta pada temanku yang lain terlebih dalu.

@Taman

Sooyoung dan Chanyeol berdiri berdampingan di tepi kolam yang memnag terdapat i taman belakang skolah mereka. Sedari tadi keduanya hanya diam hingga Sooyoung memecah keheningan dengan pertanyaannya yang berhasil membuat Chanyeol semakin gugup.

“Apa yang ingin kau sampaikan, Chanyeol-ah?”

“Hhh ,mungkin ini mengejutkan bagimu. Tapi aku sudah tak bisa memndamnya terlalu lama lagi.”

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti.”

“Sooyoungie ,saranghae. Jeongmal saraghaeyo. Mian, aku telah menyembunyikan hal ini darimu.”

“Chan..Chanyeol-ah, k-kau ?” ucap Sooyoung terbata.

“Ne. Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Would you be my girlfriend?”

Sehun POV

Aku telah menceritakan semua yang kurasakan pada Kai. Dia bilang ini adalah perasaan cinta. Perasaan saat malu untuk bertemu dengan orang itu, tak rela jika ia bersama yang lain, dan perasaan berdebar saat bertemu bahkan hanya melihat ujung rambutnya saja.

Setelah mendapatkan materi tambahan dari Kai, maka kuputuskan untuk mengatakan perasaanku ini pada Sooyoung. Aku membawakan sebuah kotak kecil yang akan kuberikan padanya. Dia pasti suka. Aku terus mencarinya ,tapi dia sama sekali tak terlihat di pandangan mataku. Saat aku bertanya pada salah satu temn yang sepertinya dekat dengan Sooyoung, dia mengatakan Sooyoung ada di taman belakang. Aku berjalan dengan gugup. Apa yang harus kukatakan nanti? Apa aku harus memberinya ucapan selamat dulu? Ah, tidak aku harus meminta maaf dulu padanya. Lalu aku akan-

Langkahku terhenti saat mendengar perbincangan seseorang, ah,bukan, tapi dua orang. Dari suaranya aku tahu kalau salah satu dari 2 orang itu pasti Sooyoung. Aku pun menunggu dengan sabar dari balik tembok. Mungkin Sooyoung sedang ada urusan. Tapi bukankah itu suara Chanyeol?. Jantungku serasa berhenti berdetak saat Chanyeol mengucapkan kalimat yang benar-benar membuatku hancur.

“Ne. Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Would you be my girlfriend?” Chanyeol mengatakannya dengan lantang dan tegas. Aku bisa mendengarnya dengan jelas.

Aku memegang dada kiriku. Kenapa ini sangat sakit? Apa rasanya memang seperti ini?

Aku pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kelasku. Kelas telah kosong, tentu saja karena semua siswa sedang ramai diluar. Dadaku benar-benar sesak. Kakiku lemas. Otakku benar-benar kacau sekarang. Sejenak kupandangi kotak kecil yang sedari tadi kugenggam. Tangan kananku bergerak mengambil sepucuk surat yang baru setengah jam lalu kutulis dari saku celana panjangku. Semua terasa hampa. Akupun mengambil tas ranselku berniat untuk pulang. Kuletakkan kotak dan surat itu ditempat sampah depan kelasku. Mungkin memang sebaiknya Sooyoung tak mengetahui hal ini.

7 years later …

Flashback Off

Sooyoung POV

Akhirnya aku tiba juga di Seoul. Hari itu setelah membaca surat darinya ,aku memutuskan untuk melanjutkan kuliahku di Jepang. Kutatap pergelangan tangan kananku. Gelang pemberiannya masih tetap terpasang disana. Selama 7 tahun setelah kelulusan SMA, gelang inilah yang menjadi sumber kekuatanku. Saat aku merasa benar-benar putus asa, aku selalu menggenggam erat gelang ini. Aku merasa lebih baik sekarang. Aku juga lebih sering tersenyum. Ini semua karena permintaannya.

Kuseret koper biruku yang sangat berat, tentu saja karena ini semua adalah barang bawaanku dari Jepang. Mulai sekarng aku akan menetap di Seoul. Karena barang bawaanku, aku jadi tidak fokus berjalan. Dan-

Bruukkk..

Aku menabrak seseorang. Sepertinya seorang pria.

“Ahh ,gomenasai ..” ucapku sambil menunduk.

“No problem. I’m okay..” jawabnya sambil membetulkan letak barang bawaanya.

Aku mendongak, dan betapa terkejutnya aku saat mendapati sosok di hadapanku kini. Pria itu. Pria yang berhasil membuatku benar-benar merindukannya selama ini.

Sepertinya ia juga sama terkejutnya denganku. Dia melepas topi hitamnya dan menatapku.

Dia masih sama seperti dulu, wajah dinginnya ,kulit putihnya ,dan mata elangnya. Hanya tatapannya yang berubah. Tatapannya menjadi lebih lembut, bahkan terkesan sendu. Tidak lagi tajam seperti dulu.

“Soo..” ia berucap lirih.

Suara seraknya membuatku membeku seketika. Jantungku berdetak kencang. Dunia disekitarku seolah berhenti berputar. Mataku telah memanas sekarang. Oh tidak. Jangan menangis, jangan dulu menangis dihadapannya.

“Apa ini benar kau ,Soo.” Ia masih tak percaya terhadapku. Aku hanya menganggukkan kepala.

“Kau.. memakainya?”

Aku mengagguk

“Apa.. kau juga membaca suratnya?”

Dan lagi-lagi aku hanya mengangguk. Sungguh ,aku merasa seperti orang bodoh saat ini. Berdiri mematung didepannya tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Kulihat matanya terarah pada pergelangan tangan kananku.

“Bagaimana kau bisa menemukannya ,dan bukankah kau dan Chan-”

“Kau.. Sungguh bodoh, Sehun-ah?” Itulah kata pertama yang kuucapakan, dan aku memotong kalimatnya. Sungguh buruk.

“Apa kau mau mendengar cerita sesungguhnya?” lanjutku

Kini ganti dia yang mengangguk pasrah. Dan akupun menceritakan semuanya.

Flasback

Author POV

“Chan..Chanyeol-ah, k-kau ?” ucap Sooyoung terbata.

“Ne. Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Would you be my girlfriend?”

“Geu-geundae ,Chanyeol-ah ,aku .. “ tanpa sadar airmata Sooyoung menetes di keduapipi mulusnya.

“Arra. Arraseo, Sooyoung-ah. Kau mencintainya bukan? Aku tak memksamu untuk menerimaku. Aku hanya ingin menyampaikannya saja. Aku tahu kau mencintainya. Sekarang aku lega karena aku telah berhasil mengatakannya padamu.” Chanyeol tersenyum. Lalu menarik Sooyoung kedalam pelukannya. Sooyoung tidak tahu jika selama ini Chanyeol menaruh hati pada dirinya. Ia terus terisak dalam dekapan Chanyeol. Airmatanya telah membasahi pundak kiri Chanyeol.

“Mian, jeongmal Mianhaeyo. Chanyeol-ah.” Ucap Sooyoung disela isakkannya.

“Ssstt ,gwenchana. Uljimayo.” Ujar Chanyeol menenangkan Sooyoung. Hatinya memang sakit begitu tahu Sooyoung menolaknya. Tapi inilah resikonya. Ia tahu hal ini akan tarjadi sejak awal. Namun, ia hanya ingin mengatakan perasaannya. Sooyoung tetap menangis. Perasaan bersalah yang teramat sangat menyelimutinya.

“Kajja, kembali kekelas. Sepertinya yang lain sudah selesai.” Ajak Chanyeol. Sooyoung hanya menurut.

@Kelas

Sooyoung POV

            Omona, kenapa kelas sangat berantakan. Dasar mereka itu, kapan mereka bisa bersikap dewasa. Bisanya hanya mengotori saja ,tapi tidak pernah mau membersihkan. Aku pun mengambil sapu dan mulai membersihkan ruang kelas itu.

“Aku akan membantumu.” Ucap Chanyeol.

“Ne”

Semua telah beres. Hanya tinggal membuang sampah ini ke tempat pembakaran. Akupun mengangkat tong smapah besar itu dengan dibantu Chanyeol.

Saat hendak membakarnya. Aku melihat sebuah kotak dengan sepucuk surat disampingnya. Kupungut kotak itu dan memperhatikannya. Milik siapa ini? Apa tidak sengaja terbuang?. Aku pun mengambilnya dan membawanya ke kelas. Saat diperjalanan aku teru memperhatikan kotak dan surat itu. Dan tertera namaku du ujung bawah surat. Apa ini untukku? Tapi dari siapa?

“Ada apa ,Soo?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Ah, anio. Chanyeol-ah ,aku pulang duluan ya.”

“Ah, ne. Hati-hati di jalan.”

Setibanya dirumah aku langsung membuka kotak tadi beserta suratnya. Sebuah gelang? Ini sangat indah. Aku mendapati sebuah gelang berwarna merah marun didalamnya. Lalu aku teringat akan surat yang tadi ada bersama kotak ini. Akupun membacanya dengan seksama. Air mataku perlahan menetes membasahi surat itu. Sehun, dia..

Dear Sooyoungie,

            Annyeong ,Soo. Kau pasti kaget dengan surat ini. Ya, ini aku Sehun. Bagaimana keadaanmu. Aku tahu kau pasti sangat baik-baik saja, karena kau memiliki seorang Happy Virus disampingmu. Dan selamat

            Soo, maaf karena selama 3 tahun belakangan ini aku bersikap buruk terhadapmu. Bahkan mungkin aku telah membuat masa-masa indah SMA-mu menjadi buruk karenaku. Aku melakukan itu bukan tanpa alasan ,Soo. Itu semua karena aku memiliki gejala aneh saat berada didekatmu. Aku meresa jantungku berdetak kencang, aku gugup, aku malu, aku tak tahu harus berbuat apa. Dan aku juga tak suka melihat Chanyeol terus berada didekatmu. Aku selalu berusaha menarik perhatianmu lewat ulahku. Aku ingin hubungan kita kembali baik seperti dulu. Namun sepetinya, jurng yang aku buat sudah terlalu lebar.

Hahaha .. apa kau tahu. Selesai pacara tadi aku menceritakan semua yang kurasakan kepada Kai. Kau tahu Kai ‘kan. Dia kapten basket sekolah kita. Kai bilang semua gejala yang kualami itu karena aku mencintaimu ,Soo. Awalnya aku tak percaya. Tapi mengingat Kai jauh lebih berpengalaman dalam hal ini maka aku mempercayainya begitu saja. Apa kau juga merasa begitu ,Soo.

Ahh, daripada terlalu banyak berbasa-basi ,lebih baik langsung ke intinya saja, ne.

Choi Sooyoung. Aku Oh Sehun dengan resmi menyatakan bahwa ‘Aku mencintaimu, Soo’ . Saranghae, jeongmal saranghae. Kuharap dengan ini hubungan kita bisa kembali baik seperti dulu. Bahkan aku berharap bisa jauuuuuhhh lebih baik.

Sudah dulu ya, Soo. Menulis terlalu banyak membuat tanganku pegal.

                                                                                                           

Mantan sahabatmu,

 

                                                                                                                  Oh Sehun

 

Ternyata ini yang membuat Sehun bersikap seperti itu terhadapku. Dasar babo. Kenapa dia benar-benar menjengkelkan. Apa kau tak tahu, selama hidupku saat ini aku hanya mencintai satu namja. Itu kau ,Sehun babo. Aisshh ,nappeun namja. Baiklah, besok aku akan kerumahnya. Aku harus meminta penjelasan atas isi surat ini.

Flashback Off           

            Dan saat aku kerumahmu keesokan harinya. Ayahmu bilang bahwa 2 jam lalu pesawat yang membawamu ke New York sudah take off. Dan hari berikutnya aku memutuskan untuk menerima tawaran eonnieku untuk melajutkan kuliah di Jepang.

Sehun POV   

            Sooyoung telah menyelesaikan ceritanya. Aku kembali menyesap BubbleTeaku. Mendengarkan ceritanya membuat kami benar-benar kehausan dan meutuskan untuk duduk santai di kedai yang masih beradadi area airport. Betapa bodohnya aku dulu. Kenapa aku tidak mendengarkan pembicaraan mereka sampai selesai dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Tak salah jika sedari tadi Sooyoung terus merutukiku.

“Jadi, apa jawabanmu, Nona Choi?” tanyaku

“Jawaban apa? Kau bahkan tak memberiku pertanyaan sedikit pun.”

“Jangan membuatku mengatakannya ,Soo.”

“Aku benar-benar tak tahu maksudmu, Mr. Oh.”

“Aissh ,baiklah. Dengarkan baik-baik karena aku tak akan mengulanginya lagi.”

“Choi Sooyoung, aku Oh Sehun dengan ini menyatakan bahawa aku telah jatuh cinta padamu. Dan aku memintamu untuk menjadi kekasihku. Ah,tidak .Tapi istriku karena mengingat umurku yang sudah menginjak 25 tahun.”

“Mworago? Apa itu yang kau sebut dengan pernyataan cinta dan sebuah lamaran, eoh?”  

“Bahkan itu terdengar seperti proklamasi kemerdekaan bagiku.” Lanjutnya.

“YA!! Choi Sooyoung ,cepat jawab atau aku akan menciummu saat ini juga.”

“Andwe!! Ne, aku menerima pernyataanmu ,Oh Sehun.”

“Jeongmalyo??” aku senang, sangat senang.

Dia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kearahku. Senyum yang sangat kusukai. Dengan sigap aku bediri dan menariknya ke dalam pelukanku.

“Choi Sooyoung. I’m Officially Missing You.”

 

END

Gimana ??? Bener-bener geje ‘kan.. Terus panjang banget lagi. Aku sendiri juga pegel ngetiknya. Oh ya. Readers sekalian bisa panggil aku SunHee aja. Jangan Eonni,dongsaeng, apalagi thar-thor-thar-thor gitu. Risih dengarnya. Keep RCL, ne.

Gomawooooooo …………….. ^^

14 thoughts on “[Freelance] Officially Missing You

    • Hahaha ,ne … di postingan yang pertama kamu udah komen. Sekarang komen lagi ..
      Tapi gomawo, neee ..
      Syukur deh kalo suka sama ni FF..

      Jangan bosen baca karyaku yang laen yaa ..
      Jangan bosen komen juga … ^^

  1. Ini udah dipublish di sooyoung fanfic indo kan??

    Tapi udah baca kedua kalinnya gak pernah bosen
    Karna aku suka sama karakter sehun-sooyoung, So Sweet

    Ditunggu loh ff karya dari author lainnya
    Fighting!!!!

  2. Hyaaaaaaa!!! Ceritanya daebak!!! Bikin aku sedih dan senyam-senyum sendiri pas bacanya. Ini juga bacanya kepotong2 mulu, biasalah banyak pengganggu. Alur ceritanya bagus lagi. Yah, cm ada bbrp typo aja. Jadilah bacanya diulang2 mulu. Seneng deh ada yang bikin ff dengan pairing kedua kesukaan aku… Ditunggu cerita2 lainnya ya chingu (•ˆ⌣ˆ•)

  3. Keren bgt ff nya..
    Ini ff pertama author nya? Gk mungkin ahh, ini bagus bgt kok..
    Semoga ff ff selanjutnya lebih keren lg yaa..
    Good job!🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s