[Freelance] My Charming Girl (Chapter 2)

My Charming Girl chapter 2

Title : My Charming Girl (Chapter 2)

Author : Nida Wafa/Nawafil (@nafila_nida)

Genre : Romance,sad,friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Cast : EXO’s Luhan l SNSD’s Yoona | EXO’s Kai

Pairing : LuYoon or maybe YoonKai

Disclaimer : All cast belong to god. plot of the the story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash please. This is Just a fiction and forevel will be a fiction^^

Credit cover by www.cafeposterart.wordpress.com (artworker : Lee Yong Mi)

A/N : Hai Readers! #bow ada yang nungguin kelanjutannya ga? Mian ya lama, karena disini freelance numpuk makanya lama dipostnya^^ Happy reading and don’t be siders!

WARNING! Typo bertebaran dimana mana

+++

CHAPTER 2 : UNEXPECTED MEETING

“Apakah dia membenciku?” ucap Luhan dari balik tembok tempat ia bersembunyi. Raut wajah kekecewaan sangat Nampak dari wajahnya. Im Yoona, gadis yang pertama kali membuatnya merasakan apa itu cinta kini tengah membuatnya kebingungan dengan sikapnya yang selalu mengacuhkan dirinya

“Tapi apa salahku?” ucapnya lagi. Ia menghela nafas panjang. Perasaannya benar benar kacau. Ini kali pertama ia merasakan apa yang namanya cemburu. Luhan memang belum lama mengenal yoona, tapi entah kenapa ada sesuatu yang ada didiri yoona yang membuatnya jatuh hati pada gadis itu.

Luhan menghela napas panjang –lagi-. Tak lama kemudian ia pergi dari tempatnya bersembunyi

+++

“Yoona,kau mau minum apa?” Kai melempar tasnya ke sofa kemudian pergi menuju dapur untuk membuat minuman. “Apa saja Kai” jawab Yoona singkat. Hei! Siapa sangka sampai sekarang Yoona masih memikirkan Luhan?! Luhan terus menerus berputar putar dipikirannya

“Ini Yoong” Kai meletakkan minuman dihadapan Yoona,tapi Yoona tak merespon sama sekali. Pandangannya terlihat kosong. Kai yang melihat yoona sedang melamun pun tersenyum iseng, ia bergegas pergi mengambil sesuatu yang entah apa itu

1

2

3

“Huaaa..Apa itu? Pergi, bawa pergi kai!” Yoona berteriak histeris melihat binatang yang paling menjijikan didunia berada didepannya. Kai hanya tersenyum bahagia melihat sikap yoona yang menggemaskan, Ia bahkan tak berniat menghentikan kejahilannya pada Yoona

“Kai! Kka! Huaaaaaaa Pergi kau” Yoona masih saja berteriak tak jelas. “Bwahahahaha” Kai akhirnya menghentikan aksinya dan tertawa sepuasnya. Yoona yang masih mengatur napasnya melihat kai dengan pandangan sinis “huh? Kenapa kau tertawa?”

“Hahaha, kau tau betapa childish nya dirimu? Hanya karena mainan kecoa seperti ini kau ketakutan setengah mati seperti itu?” Ejek kai yang tentu saja membuat Yoona kesal. “Jika aku benar benar mati karena serangan jantung bagaimana? Aku yakin kau akan kaget melihat aku seperti itu”

“Apa itu masuk akal nona?”

“Aisshh, ayo belajar saja. Kau membuat darahku naik saja” Yoona pun mengeluarkan buku  Matematikanya. “Kau sangat cantik Yoong” gumam Kai tiba tiba. Yoona menghentikan kegiatannya sejenak, Banyak namja yang mengatakan ia cantik namun hanya kai yang dapat membuatnya merasa salah tingkah seperti ini

“A-ah kau tak usah berlebihan seperti itu kai-ah” ucap yoona sedikit malu malu. “Aku tak berlebihan Im Yoona, itu memang kenyataan” Puji kai. “Terima kasih” jawab Yoona singkat

“Tapi kau benar juga, aku berlebihan ya? Kau tidak benar benar cantik” Sepertinya sang pangeran kini tengah menggoda sang putri. “Yak! Kau tau banyak orang yang berkata bahwa aku ini sangat cantik, kenapa tiba tiba kau berkata seperti itu?” Yoona terlihat bersemangat sekali memprotes pendapat kai. “Hei siapa yang tadi duluan  berkata kalau itu berlebihan huh?” jawab kai

“Kau benar benar tidak peka kai-ah”

“Aku bukannya tidak peka, hanya saja aku— Ah lupakan, lebih baik  kita belajar saja sekarang” Jawab Kai membuka buku yang ada didepannya. “Perhatikan Yoong” lanjut kai.

“Begini, jika ada x disini maka kau tak bisa mengalikannya, kau harus mencarinya terlebih dahulu. Untuk mencarinya kita harus—“ perkataan kai terhenti ketika melihat yoona yang sepertinya tidak mendengar penjelasannya dan malah memperhatikan wajah tampannya.

“Kau bisa memandangi wajah tampanku setelah kau mengerti” ucap Kai. Yoona segera tersadar dari lamunannya “Untuk apa aku memandangimu? Lagipula kau tidak tampan sama sekali” jawab Yoona ketus dan membuang mukanya dari hadapan kai

“Apa kau yakin?” ucap Kai dengan nada suara yang sedikit err menggoda. “em. Aku yakin” jawab Yoona. “kau benar benar yakin?” Tanya Kai yang kini tengah mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Tanpa menoleh sama sekali yoona menganggukkan kepalanya.

“Untuk membuktikannya bagaimana kalau kau ku cium?”

“Terserah” jawab Yoona asal asalan. Perlahan Yoona mencerna perkataan luhan, cium? “Yak! Apa yang akan kau lakukan” teriak Yoona mendorong wajah Kai menjauh.. “Ayolah, hanya untuk membuktikannya”

“Ternyata kau tidak sebaik yang aku kira. Sudahlah, ayo kita lanjutkan belajarnya. Jika aku mendapat nilai jelek saat ulangan nanti kau yang akan aku salahkan”

“Aish, keure. Ayo kita lanjutkan. Tapi kali ini kau harus serius, jangan memandangiku lagi” Kai kembali fokus pada buku dan menjelaskannya pada Yoona. Yoona hanya terkekeh pelan melihat perilaku kai kali ini

+++

LUHAN POV

“Dia membenciku,Dia tidak membenciku,Dia membenciku,Dia tidak membenciku,Dia membenciku. Aishh kenapa harus selalu berakhir dengan dia yang membenciku?” Aku mengacak ngacak rambutku frustasi, berulang kali aku menyobek kertas dan menggumamkan kata ‘Dia membenciku dan Dia tidak membenciku’ Tapi kenapa selalu berakhir dengan kata yang tidak aku harapkan?!

Aku melihat ke sekeliling kamarku,ternyata banyak kertas yang aku habiskan untuk ini. Baru kali ini ada yeoja yang membuatku seperti ini, Seperti orang gila. Ayolah, semua orang pasti tau yang aku lakukan sekarang sangat kekanak kanakkan.

“Aku harus mencari kesibukan” Aku beranjak dari tempat tidurku kemudian berjalan keluar kamar.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” aku berteriak sekencang mungkin. Bersepeda ditengah jalan seperti ini memang pilihan yang tepat untuk menghilangkan rasa sedihku. Cuaca hari ini sedang bagus, sayang jika ku lewatkan hanya dengan bergalau ria dikamar.

“AGASSHI JJAMKAMMAN” Aku mendengar teriakan seseorang dari belakang. Apa dia memanggilku? Ah aniyo,mungkin hanya perasaanku saja. Akupun terus mengayuh pedal sepedaku, aku sedikit meperlambatnya karena ingin memakai Headphone dan mendengarkan musik santai.

Aku menggoyang goyangkan kepalaku mengikuti irama musik yang ada. Hari ini hari yang indah. “Agasshi jjam-kam-man” samar samar aku kembali mendengar suara itu. “Aku lelah mengejarmu,tolong berhentilah” Apa dia benar benar memanggilku?

“AGASSHI BERSEPEDA TOLONG BERHENTILAH!!!”

Omo! Agasshi bersepeda? Itu benar benar aku! Aku menghentikan laju sepedaku lalu celingukan ke kiri dan ke kanan Mencoba memastikan bahwa hanya aku yang bersepeda “Hos hos akhirnya kau berhenti juga” ucap seorang yeoja disampingku dengan keringat yang bercucuran dipelipisnya.

“Yang kau maksud aku?” tanyaku menunjuk diriku sendiri. “Yang benar saja, daritadi aku mengejarmu dan berteriak seperti orang gila tapi kau sama sekali tak menyadarinya?” yeoja itu  mulai menunjukkan rasa kesalnya yang jujur saja membuatku sedikit bergidik ngeri melihatnya.

“Apa huh?” ucapnya ketus. “Kau baik baik saja?” tanyaku sedikit  ketakutan, untuk ukuran seorang yeoja tidak pantas bukan memasang wajah garang –mata melotot- dan dengan gaya tolak pinggang?  “Mwo? Dengan polosnya kau bertanya jika aku baik baik saja? Aku mengejarmu selama hampir 30 menit dan kau masih bertanya jika aku baik baik saja?!”

“Dia ini namja atau yeoja sih? Menyeramkan sekali” batinku. “Apa yang kau pikirkan?!” bentaknya. “A-Aniyo” ucapku terbata bata. “Tadinya aku hanya ingin menanyakan dimana alamat rumah ini, tapi karena kau telah membuatku seperti ini kau harus mengantarku sampai tujuan dengan selamat!”

“MWO?!” Apakah yeoja ini sudah gila? Aku bersepeda disini untuk menghilangkan rasa sedihku kenapa tiba tiba datang yeoja aneh seperti dia? Ditambah lagi aku harus mengantarnya ke tempat tujuannya. Lagipula banyak orang disini, kenapa dia harus mengejarku hanya untuk menanyakan alamat itu?

“K-keunde aku—“ belum selesai aku menyelesaikan perkataanku dia memotongnya “Aku tak ingin ada penolakkan! Antarkan aku sekarang” secepat kilat ia menaikki sepedaku kemudian memeluk pinggangku. “Aish baiklah, berikan alamatnya”

Igeo” ia pun memberikan kertas alamatnya padaku. Sejenak aku mengerutkan dahiku, sepertinya aku mengenal alamat ini. “Ppali!” perintahnya. Baiklah, aku sudah menjadi seorang pelayan sekarang. “Baiklah, pegangan yang kuat”

Aku mulai mengayuh sepedaku kembali. Tunggu ada yang salah “Jangan berpegangan padaku” ucapku. “Tapi tadi kau yang menyuruhku”

“Lepaskan” aku berusaha melepaskan tangannya yang melingkar dipinggangku. “Shireo! Aku takut jatuh, jeongmalyo aku takut” Ia semakin mengeratkan pegangannya padaku. Betapa sialnya aku! Bertemu dengan singa disore hari seperti ini.

“Anggap dia sebagai Im Yoona Lu. Dia Im Yoona, Dia Im Yoona” batinku

+++

AUTHOR POV

“Kau yakin ingin pulang sendiri yoong?” Tanya kai. “emm. Aku yakin kai” Yoona menganggukkan kepalanya lucu. “Keure, kalau begitu hati hati” Kai memamerkan senyuman hangatnya. “Ne, Annyeong” Yoona melambaikan tangannya kemudian pergi dari hadapan kai

Yoona melangkahkan kakinya perlahan, Senyuman ikut menghiasi perjalanan pulangnya. Dengan adanya kai hari ini cukup membuatnya senang, pikirnya. Tiba tiba ia menghentikan langkahnya “Kai?” gumamnya pelan “Bagaimana dengan Luhan?” Yoona memukul pelan kepalanya. Pabo! Kebersamaannya dengan kai tadi cukup membuatnya lupa akan Luhan

Dengan segera ia mengambil ponsel dari sakunya. “Semoga aku punya nomornya” ucap yoona sedikit panik. “Bingo!” tanpa pikir panjang yoona menekan tombol calling

Tuuttt… Tuuttt… Tuuttt…

“Kenapa dia tidak mengangkatnya sih?” Gerutu yoona. Apa Luhan tadi melihatnya pulang bersama kai lalu marah? Tapi mana mungkin, Luhan tadi sudah pulang lebih dulu kan? Jadi tak mungkin Luhan melihatnya dengan kai

Tak menyerah sampai disitu yoona kembali menelepon luhan, Ia berjalan pelan sambil menunggu luhan mengangkatnya. Namun Nihil, Luhan tak menjawabnya sama sekali. “Tunggu dulu, kenapa aku takut Luhan marah?” Tanya yoona pada dirinya sendiri.

Hello Hello Mosi Mosi Ciao Ciao Busy Busy
Everytime Ai Ga Beep Beep Beep Beep

Ponsel Yoona bordering, tanpa ragu Yoona mengangkatnya.

“Yoboseyo” ucap seseorang diseberang sana. “Ada apa?” Tanya Yoona  sedikit heran, tak biasanya sahabatnya yang satu ini rela menghabiskan pulsanya untuk menelepon yoona . “Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau tidak merindukanku?” Jawab Sahabat yoona dengan sedikit nada sedih yang ‘dibuat buat’. “Bukannya begitu, tumben saja kau meneleponku. Biasanya aku yang telepon, kau kan hemat pulsa”

“Hehe kau ini, oya sekarang aku sudah berada didepan apartment mu”

“MWO?! Kapan kau sampai dikorea? Kenapa tidak memberi kabar? Padahal aku ingin sekali menjemputmu”

“Mianhae, aku hanya ingin membuat surprise hehe” orang yang diketahui sebagai sahabat yoona itupun terkekeh pelan. “Keure, err kenapa kau tidak masuk saja? Kau kan tau password-nya? Sepertinya aku akan sampai disana lebih lama”

“Keure, kalau begitu aku tutup teleponnya ya”

“Ne” Yoona menyimpan ponselnya ke dalam tasnya kemudian berjalan dengan sedikit cepat. Sayang, daritadi tak ada taksi yang lewat dan sialnya mobil yoona disita ayahnya sejak ia masuk ke SM High School. Sepertinya yoona hidup mandiri sekarang

“Pabo! Kenapa aku tadi menolak ajakan kai untuk mengantarku, Aish pabo Im Yoona” Yoona merutuki dirinya sendiri karna sok menolak tawaran kai tadi

Selang 30 menit Yoona sampai didepan apartmentnya. Ia sedikit heran karena ada sepeda didepan rumahnya, Tapi siapa peduli? Mungkin hanya tukang Koran yang tak sengaja melupakan sepedanya, Pikir Yoona pendek

“Ahh akhirnya sampai juga” Sejenak Yoona mengambil napas, setelah merasa napasnya stabil Yoona memasukki rumahnya. “Aku sampai” ucap Yoona sambil melepas sepatu yang ia pakai.

“KAU?!” Seseorang berteriak dan menunjuk Yoona dengan ekspresi kaget. “MWO? Sedang apa kau disini?” Yoona menunjuk orang itu dengan ekspresi yang tak kalah kaget

“Kalian saling mengenal?”

TBC

Chapter 2 Akhirnya beres juga, eotte? Maaf kalau kurang panjang, karena ternyata jadinya tidak sepanjang yang aku kira ._.V dan disini Banyak Moment YoonKai #emang, next chapter kayaknya banyak moment LuYoon,. Jangan Lupa vote LuYoon atau YoonKai,itu berpengaruh Buat endingnya.

Please Leave A comment!

38 thoughts on “[Freelance] My Charming Girl (Chapter 2)

  1. Mau sama siapa aja sih terserah author.. Yang penting happy ending.
    Tapi kalo disuduh kasih saran, aku lebih nge feel LuYoon kekeke😀
    Kira2 temennya Yoona siapa tuh?? Semoga bukan pengganggu hubungan Yoona sama Luhan/Kai(?)
    Next chapt ditunggu ~~

  2. Endingnya LuYoon aja thor. Tapi buat Luhan sama Kai ceritanya suka sama Yoona, trus memperebutkan Yoona gitu~ ,ini cuman saran sekaligus masukan aja sih thor. Tapi terserah author aja. Aku suka ceritanya. Temennya yoona itu siapa ya??? Hwaiting!!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s