[Freelance] Never Say Goodbye

yoona with camera xDDD

NEVER SAY GOOD BYE

Cast

Im Yoona || Xi Luhan || other

 

Ratting

Pg 15

 

Genre

Romance || Drama || School Life || other

 

Author

Shin Hyuna @puncyalcica

 

Disclaimer

This story is mine

 

Disarankan mendengarkan ost “My Girl”, Never Say Good Bye by Mario-Nesty

 

 

 

 

…………………

 

CKREK

 

CKREK

 

Kau masih saja belum berubah,tingkahmu sebagai pewaris tunggal kerajaan Xi Corporation sangat tidak berdasarkan moral,Baiklah… silahkan bersenang-senang Tuan Xi,setelah ini kupastikan kau akan semakin gusar dengan beritamu yang menjadi headline besok,seperti seminggu yang lalu… cih.

 

Beberapa foto dengan hasil yang sangat memuaskan sudah terekam jelas di cameraku. Kissing scene Xi Luhan-Seo Joo Hyun, pemuda kelahiran Korea Selatan,20 tahun yang lalu, dengan takdir harta melimpah mengelilinginya. Serta gadis dari keluarga mitra bisnisnya, Seo Corporation.

 

“masuklah kekelasmu,”

 

Smirkku mengembang melihat Luhan mengusap rambut yeojanya,yeoja barunya,setelah seminggu yang lalu kubongkar di media kissing scenenya dengan Jung Jessica,sebulan yang lalu dengan Tiffany Hwang, Lee Sun Kyu, Kim Taeyeon, Choi Sooyoung, Jung Nicole, Hara, Eun Ji, Na Eun, Chorong, Suzy, Lee Ji Eun, Park Jiyeon dan lainnya.

 

Mungkin jika kusebutkan satu per satu aku yakin Albert Einstein pun tak akan kuat mengingat nama-nama gadis cantik yang ia kencani,dan ia campakan. Secara penyakit Bad Boy-nya sudah menggerogoti jiwanya sejak sekolah menengah pertama.

 

Bahkan aku tahu benar,hubungannya dengan yeoja-yeoja itu tidak pernah bertahan lebih dari lima hari,ckckck. Lima tahun menguntitnya membuatku tahu segala macam kehidupannya,termasuk hal yang paling pribadi.

 

“apa yang kau lakukan disini?”

 

Ouch… bisa kurasakan syarafku membeku,sial, kenapa saat bekerja seperti ini malah melamun? Lenganku sedikit nyeri akibat tekanan tangan namja yang menangkap basah kegiatanku.

 

“kau terkejut?”ucapnya lagi. Mataku memejam,enggan memalingkan wajahku ke sumber suara yang bahkan jaraknya tidak lebih dari tiga puluh senti dariku.

 

“lepaskan tanganku…”susah payah dua kata itu akhirnya keluar dari tenggorokanku.

 

“kau sudah menangkap pelakunya…”

 

Bunuh saja aku saat ini,objek yang kutangkap di dalam kamera sudah matang memberiku jebakan, betapa bodohnya aku, lima tahun bekerja di percetakan media massa tak membuatku semakin pintar.

 

“kau rupanya,lima tahun menguntitku apa kurang puas huh?” daguku terangkat menatap mata milik korbanku. Hari tersialku.

 

“kau urusi dia… aku tidak ikut campur,yang penting jangan berbuat kekerasan…”ucap namja yang pertama kali menangkapku. Aissh… Byun Baekhyun,awas saja kau nanti. Dengan langkah angkuh namja itu meninggalkanku bersama singa yang mencengkram daguku.

 

“waeyo?”desisnya.”kenapa kau mengikutiku?dan aku tahu pasti kalau kau lah yang selama ini menyebarkan artikel murahan selama lima tahun ini…”

 

Kulepas paksa tangannya yang mengungkung daguku. “apa perlu kujelaskan alasanku?”dengusku,menatap tajam manik matanya. Menyembunyikan getaran jantungku yang hampir meledak karena ketakutan, oh Yoona… malangnya nasibmu.

 

“tentu saja kau harus memberiku alasan,tindakanmu selama ini membuat nama baikku tercoreng…”

 

Geli,sungguh aku ingin meledakkan tawaku jika aku tidak ingat siapa yang saat ini kuhadapi,namja ini benar-benar seperti yang kuperkirakan selama ini,arogan,angkuh,tidak bermoral,dan semena-mena.

 

“nama baikmu tercoreng?oh ayolah Tuan Xi,bahkan bagiku kau bukan tidak bermoral lagi,tapi sudah ku beri cap nappeun namja eoh…”desisku.

 

GREB

 

Mataku mengerjap beberapa kali melihat tubuhku terdesak di dinding dan terkungkung diantara kedua lengan panjangnya. Yak… a-apa yang akan namja ini lakukan?

 

“katakan sekali lagi… kupastikan kau mati hari ini…”ancamnya, wajahnya hanya berjarak beberapa centi saja dariku, dan nafasnya panas menerpa pori-pori wajahku. Lebih baik saat ini aku menghadapi seribu gwisin dari pada menghadapi namja ini.

 

Kim Ahjussi… mati kau,jika namja bermarga Xi ini melakukan yang tidak-tidak kepadaku….

 

“a-aku hanya ingin membuat perhitungan padamu… kau terlalu banyak melukai kaumku…”belaku,apa dia tidak mengerti dengan yang kukatakan?kenapa sama sekali tidak bereaksi?lebih baik dia langsung memberiku perhitungan dari pada memasang wajah dingin nan mengintimidasi seperti itu…

 

Wajahnya mendekat,Omo… reflek kupalingkan wajahku,hingga saat ini wajahnya hanya berhadapan dengan telinga dan leherku.

 

“berikan kameranya…”desisnya,mati-matian aku menggigit bibirku,menahan bulu romaku yang begidik merasak hembusan nafasnya yang panas di leherku. Mungkin dia sudah menggigitku jika dia vampire.

 

“ti-dak a-kan per-nah Tuan Xi…”tantangku padanya,sialnya justru terdengar seperti tikus yang ketakutan karena hidupnya hampir berakhir di mansa kucing. Sayangnya aku tidak mau menjadi tikus, hewan itu terlalu menjijikkan untukku,lebih baik kelinci, burung dara,atau rusa seperti julukanku selama ini… yah walaupun yang kuhadapi bukan level kucing lagi, singa tepatnya.

 

“yak..yak apa yang kau lakukan eoh?kau mau kuteriaki sebagai pedofil?”decihku sarkastik, bagaimana tidak tangannya menyentuh bahuku dan pinggangku,untuk meraih camera yang kuhindarkan darinya.

 

“harusnya kau bahagia karena tubuhmu disentuh oleh pedofil tampan dan kaya sepertiku..”ucapnya,tidak menghentikan usahanya meraih kameraku.

 

YOONA POV END

 

Yoona mengernyitkan dahinya mendengar Luhan yang sedang mengagung-agungkan dirinya. Matanya sibuk mencari celah untuk kabur,meskipun pinggangnya sudah dikunci oleh lawannya,dan ia harus berjingkat untuk menjauhkan kameranya dari raihan tangan Luhan yang bahkan jauh lebih panjang dari lengannya.

 

“baiklah jika ini maumu… jangan salahkan aku kalau kugunakan cara terakhirku…” Luhan menjegal kaki Yoona hingga gadis itu ambruk,terlentang di lantai koridor. Mata Yoona memejam,tidak sanggup berteriak,punggungnya sedikit nyeri karena berbenturan dengan lantai beruntung kepalanya tidak mendarat bebas. Luhan menggunakan lengannya untuk melindungi kepalanya.

 

“a-apa yang kau lakukan?”pekik Yoona melihat Luhan sudah separuh menindih tubuhnya.

 

“ini hukuman untukmu karena sudah membuang-buang waktuku yang berharga…”smirknya mengembang menatap mata Yoona yang membulat,”kau gugup?”godanya. Yoona memalingkan wajahnya yang memerah.

 

“percaya diri sekali kau…”

 

“lalu… detakan jantungmu ini apa?”tanyanya lagi,gadis itu mengambil nafas berat memang dengan posisi seperti itu Luhan pastilah bisa mendengar debaran jantungnya.

 

“apa maumu?”tanya Yoona to the point,cukup bodoh memang pertanyaan yang ia ajukan,mengingat beberapa saat yang lalu lawannya sudah mengungkapkan tujuannya.

 

“kalau kau mau kameraku,aku tidak bisa memberikannya padamu”lanjutnya.

 

“kau salah paham nona Im… aku menginginkan yang ada di kamera itu,bukan kamera milikmu…”tawar Luhan.

 

“ok… aku bisa mneghapusnya asal kau tidak terus menahanku dengan posisi se-seperti ini…”

 

Luhan menyeringai,lawannya sudah menyerah dan kalah telak.”aku tidak percaya kau akan menghapusnya,biar aku saja yang menghapusnya…”

 

Ada sedikit keraguan untuk menyerahkan kamera miliknya,berbagai kemungkinan bisa saja terjadi,apa lagi Luhan bukanlah namja yang bodoh seperti dirinya,ah tidak, Yoona bukanlah gadis yang bodoh,ia hanya kurang bisa mengelola otaknya dengan benar saat berhadapan dengan namja yang otaknya berbeda level dengannya.

 

Sekali sentak Luhan mendapatkan kamera yang dengan bimbang diserahkan oleh pemiliknya. Yoona mengibas-ngibaskan tangannya,menghilangkan debu di rok sekolahnya yang kotor akibat pergulatan di lantai dengan Luhan.

 

“cepat kembalikan kalau sudah selesai…”ucapnya gusar, Luhan hanya mengernyit memandang foto-foto milik Yoona.

 

“banyak sekali?padahal tadi hanya ciuman singkat…”gumam Luhan memasang wajah arogannya. Yoona sangat geli dengan gumaman Luhan, tentu saja menurut Luhan tadi adalah ciuman singkat,sementara biasanya ia memakan waktu lebih dari lima menit untuk menghabisi bibir-bibir korbannya.

 

“cepat kembalikan..”teriak Yoona gusar. Beberapa kali matanya terarah pada jam tangannya,sebentar lagi jam pelajaran Hong Songsaengnim akan dimulai sedangkan ia harus mengahadapi si Raja Hutan.

 

“wae?karena kau mengambil gambarku tanpa izin,akan ku kembalikan kamera ini kapan-kapan…”

 

“mwo?apa maksudmu Luhan Sajangnim?”lengking Yoona, sajangnim?ya… Luhan sudah menjadi direktur utama perusahaan appanya,diusia semuda ini,dan… baru Yoona yang tahu hal ini,karena ia bisa dikategorikan sasaeng fans dari Luhan,tentunya sasaeng yang membencinya.

 

“bisa kau pelankan suaramu,bibirmu yang mungil sangat tidak serasi dengan lebar mulutmu saat berteriak tadi”celanya, Yoona mempoutkan bibirnya,baru kali ini ia di kritik karena suaranya.

 

“kau jangan bertindak semaumu… kau boleh arogan pada siapapun tapi tidak denganku…”desis Yoona skeptis. Luhan memiringkan bibirnya dengan pernyataan gadis di depannya.

 

“tidak ada yang melarangku untuk bertindak jadi aku akan bertingkah semauku kepada siapapun…”

 

“tapi itu milikku…”

 

Chu~

 

Mata Yoona membulat begitu Luhan mencium ujung bibirnya,ya hanya ujung bibirnya namun siapa sangka jika itu awal dari mala petaka bagi mereka,karena saat ini keduanya sudah terkepung oleh paparazzi dengan lampu blitz menghujam retina.

 

Yoona menarik Luhan untuk menghindari kejaran mereka,menuju ke lift,karena jika mereka menggunakan tangga darurat tentu makhluk-makhluk yang mempunyai pekerjaan sejenis dengan Yoona akan dengan mudah mengepung.

 

“hah… hah.. apa yang kau lakukan tadi?”teriaknya, Luhan menatap dingin yeoja itu.

 

“bukankah paparazzi tadi,kau yang mengajak mereka?”ucap Luhan sinis.

 

“apa kau pikir aku bodoh mau berbagi update kegiatan seorang Luhan dengan wartawan yang jauh lebih professional dariku?bisa-bisa berita yang kubuat tidak laku… dan lagi… kenapa kau tadi menciumku?”protesnya panjang lebar.

 

“kau terlalu cerewet,telingaku hampir tuli mendengarmu…”

 

Sebenarnya paparazzi yang muncul di lingkungan sekolah tadi untuk meliput keseharian Luhan pewaris tunggal Xi Corporation,yang sangat terkenal di Korea Selatan mengalahkan member-member boy-girl band yang memimpin penyebaran wabah halyu di dunia. Bahkan ia juga ikut terkenal sebagai salah satu pangeran tampan yang masih memiliki garis keturunan bangsawan di darahnya dan mewarisi perusahaan yang memonopoli perekonomian Korea Selatan serta Asia.

 

………………………

 

BRUUUKKKK

 

Yoona menatap malas lembaran-lembaran Koran yang tergeletak tak berdaya di atas mejanya, sesekali matanya beralih pada pria paruh baya yang melemparkan Koran tadi.

 

“apa ini maksudnya nona Im?” desis atasan tempat Yoona bekerja,Kim Ahjussi, pamannya sendiri. Yoona dipaksa menjadi sasaeng fans dari Luhan karena permintaan samchonnya.

 

“bagaimana ini bisa terjadi?”pekik samchon Kim.

 

“itu juga tidak terlalu jelas ahjussi….”ucap Yoona kesal,cukup sudah kemalangannya hari ini,ketahuan oleh Luhan, dicium paksa namja gila itu, ketahuan paparazzi dan yang terakhir di hokum Hong Songsaengnim karena terlambat masuk kelas denan berdiri di tengah lapangan, mirisnya lagi Luhan dan kawan-kawannya tertawa diatas penderitaannya.

 

“walaupun tidak terlalu jelas tapi aku masih bisa mengenali wajah itu kalau itu kau Yoong…”Kim Ahjussi menyilangkan tangannya di depan dadanya,frustasi dengan berita yang menyebar.

 

“aku lelah… lima tahun aku menguntitnya,aku berhenti, mianhe ahjussi aku tidak bisa membantumu lagi,gara-gara berita itu aku harus putus dengan Kwangmin…”

 

“mwo?aniya… bagaimana bisa kau memutuskan hal seperti itu eoh?aku menyuruhmu menguntitnya hanya untuk membuktikan pada public Korea bagaimana sebenarnya tingkah dari keluarga Bangsawan yang selama ini mereka agung-agungkan Yoona-ya…”Kini wajah sangar yang biasa tampak di raut dari Kim Hyosuk seolah luntur tanpa tersisa.

 

“andwe…. Apa ahjussi tidak tahu bagaimana tertekannya diriku eoh?tadi saja dia sudah menciumku,lama kelamaan dia bisa merebut kesucianku… namja pedofil….”geramnya berlebihan, Kim Hyosuk mengernyit heran dengan kelakuan Yoona.

 

“ahjussi… kumohon ne…”lanjutnya.

 

“jangan panggil aku ahjussi eoh… Samchon…. Panggil aku Samchon… arachi?”gertak Hyosuk.

 

“arasso…”sahut Yoona pasrah.

 

“kupertimbangkan nanti…”desah Hyosuk mengalah pada keponakan yang paling ia sayangi.

 

……………………..

 

Tbc

 

Hhaha g tau atas dasar apa aku nulis ni FF absurd yang pasti aku lagi pengen Luyoon… Luyoon jjang#gara-gara banyak yang ngebash ni couple aku jadi FAWN hhhhh tapi hatiku masih milik Yoonhun#labil. Sebel ma epepku yang saseumi or keroro itu ada nyempil labil readers makanya hadir ni epep gegege. Don’t forget RCL ne… #panggil ane eonnie or saengi jangan panggil aku thor.thor#aku nggak jontor ok?^^v

23 thoughts on “[Freelance] Never Say Goodbye

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s