The Last Date [HanSeoKris Version]

ourlastdatehanseokris

The Last Date

Written by Vi

Starring SNSD Seohyun | EXO-M Luhan | EXO-M Kris

Romance | Sad

Rated for Teen

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff , manga, anime, my imagination, and japanese drama. Sorry because I post HanSeoKris’ FF😦 It’s just sometimes though

Sorry for bad fanfic and story

Want to read another version of this fanfiction ? Check this out !

HyoKaiLay Version | YoonKaiHo Version | SeoKaiHo Version

*****

author POV

 

Siang hari yang cerah dan indah , sepasang kekasih tengah menikmati kencan mereka di sebuah taman bermain , beberapa kali mereka menaiki wahana permainan disana. Seohyun -nama gadis yang berpacaran dengan Luhan- tengah menikmati segelas es di sebuah kafe kecil tepatnya di taman bermain tersebut bersama dengan Luhan yang merupakan kekasihnya.

 

 

“Luhan , apa yang kausukai dariku ? Kau tahu sendiri jika aku bukan berasal dari keluarga kaya , aku juga biasa saja,” tanya Seohyun selama ini ia tak tahu apa yang membuat Luhan suka padanya , ia tak merasa jika dirinya pantas untuk Luhan.

 

“Seohyun , aku mencintaimu , aku juga bukan dari keluarga yang sangat kaya kan ?” kata Luhan , ia berusaha menenangkan Seohyun yang selalu merasa tidak percaya diri. Seohyun mengangguk mengerti sambil menyeruput esnya , ia menatap kedua mata Luhan dengan lekat seolah-olah mencari kejujuran dari kata-kata Luhan barusan.

 

“Ada apa ?” kata Luhan bingung karena Seohyun menatapnya lekat , wajah Luhan memerah malu karena Seohyun terus menatapnya.

 

“Apa ada yang aneh dengan wajahku ?” kata Luhan setengah bergumam namun Seohyun sempat mendengarnya dan tertawa kecil.

 

“Tidak , aku ingin tahu apa kau jujur dengan kata-katamu tadi saja,” kata Seohyun sambil tersenyum , Luhan mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. tiba-tiba suasana menjadi canggung , tak ada yang bersuara diantara keduanya , dentingan piring dan sendok saja yang terdengar di kafe tersebut.

 

“Luhan , sebaiknya kita menaiki wahana lainnya lagi yuk , kita belum mencoba roller coaster,” ajak Seohyun sambil menunjuk roller coaster , wahana yang tampak sedikit mengerikan ketika dinaiki. Luhan mengangguk sambil menggandeng tangan Seohyun keluar dari kafe kecil itu.

 

Sesekali tangan Luhan gemetaran ketika menggandeng Seohyun, Seohyun sempat berpikir jika Luhan tak suka dengan wahana ini.

 

“Luhan, kau tidak suka dengan wahana ini ya ?” tanya Seohyun mencoba meledek Luhan, namun seketika mata Luhan membulat dan wajahnya memerah malu , ia menggaruk kepalanya dengan canggung.

 

“Tidak,” kata Luhan sambil memaksakan sebuah senyuman.

 

Seohyun tersenyum kemudian menggandeng Luhan untuk mengantri pada wahana roller coaster , Luhan mengigit bibirnya dengan peluh mengaliri keningnya , ia tampak khawatir bagaimana dengan dirinya setelah menaiki wahana yang cukup mengerikan itu. Namun , dengan riang Seohyun menggandeng Luhan untuk menaiki wahana tersebut.

 

Luhan terduduk di tempatnya sambil mengusap peluh di keningnya , sebentar lagi roller coaster akan dijalankan tetapi ia masih saja merasa khawatir dengan nasibnya setelah menaiki wahana mengerikan ini.

 

1..2..3

 

Roller coaster mulai berjalan , mula-mula wahana itu berjalan dengan lambat namun makin lama kecepatan roller coaster ini bertambah cepat sehingga Luhan menjerit-jerit , Seohyun hanya tertawa melihat kekasihnya yang menjerit begitu keras.

 

Setelah mereka turun dari wahana itu , Luhan terus memegang lengan Seohyun  karena tubuhnya bergetar begitu kencang. Sebenarnya Luhan memang tidak menyukai wahana ini , jadi wajar saja kalau ia berpikir bahwa wahana ini mengerikan.

 

“Luhan-ah , seharusnya kau bilang saja kalau kau tidak mau menaiki wahana ini. Akhirnya jadi begini kan ?” kata Seohyun sambil mencibir kearah Luhan, Luhan yang tidak terima diejek oleh kekasihnya sendiri pun berusaha untuk menormalkan detak jantungnya dan menarik nafas dalam-dalam.

 

“Aku baik-baik saja kok,” kata Luhan sambil berdiri tegap dan melepaskan pegangannya pada tangan Seohyun.

 

“Huh , tidak usah berpura-pura , lagipula aku sudah melihat ekspresi ketakutanmu kok,” kata Seohyun sambil tersenyum manis , Luhan hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan Seohyun.

 

Hari ini sepasang kekasih itu sudah menghabiskan banyak waktu di taman bermain itu , keduanya berniat untuk berjalan pulang. Mereka tidak membawa mobil ataupun sepeda motor karena jarak antara taman bermain dan rumah mereka cukup dekat.

 

“Seohyun-ah , aku senang sekali menghabiskan kencan pertamaku denganmu hari ini. Hmm , kapan-kapan maukah kita berkencan lagi ?” kata Luhan sambil menyunggingkan sebuah senyuman pada Seohyun. Seohyun yang sudah memasuki halaman rumahnya pun menoleh dan mengangguk.

 

“Tentu saja , kalau aku sempat,” kata Seohyun. Setelah mendengar jawaban Seohyun yang cukup memuaskan itu , Luhan pun berjalan meninggalkan Seohyun. Rumah Seohyun memang terletak di jalan raya maka Luhan harus menyebrang dulu kalau mau sampai ke rumah mewahnya.

 

Luhan bersiap-siap menyebrangi jalan raya yang luas itu namun sayangnya ketika Luhan sudah di tengah jalan , ada sebuah mobil bergerak cepat kearahnya sehingga Seohyun yang melihatnya berusaha berteriak untuk memperingati Luhan.

 

“Luhan-ah !!!! Awas !!!!” seru Seohyun namun sayangnya Luhan tak mendengar teriakan Seohyun. Seohyun bergegas berjalan keluar dari halaman rumahnya , ia berniat untuk mendorong Luhan ke pinggir jalan tetapi sepertinya Seohyun  terlambat bergerak karena Luhan  sudah terlebih dahulu ditabrak oleh mobil itu.

 

“Luhan !” teriak Seohyun histeris ketika melihat kekasihnya itu terpental ke aspal dengan kening berlumuran darah.

 

Melihat sebuah kecelakaan terjadi , orang-orang yang sedari tadi lalu lalang di jalanan pun mengerumuni Luhan yang sudah terbaring di aspal dengan berlumuran darah. Seohyun  berusaha memasuki kerumunan tersebut untuk melihat keadaan kekasihnya.

 

“Hikss . Luhan-ah,” isak tangis Seohyun mulai terdengar. Tiba-tiba ada seorang lelaki menyeruak masuk kedalam kerumunan itu sambil membawa sebuah ponsel di tangannya , tampaknya lelaki itu menelpon ambulans.

 

*****

 

Rumah sakit ..

 

Setelah lelaki berambut coklat itu menelpon ambulans , Luhan dilarikan ke rumah sakit terdekat dan Seohyun diantar ke rumah sakit tersebut dengan lelaki yang menelpon ambulans tadi.

 

Kini Seohyun dan lelaki berambut coklat itu tengah terduduk di depan ruangan Luhan , Seohyun masih terisak karena melihat kekasihnya yang ditabrak oleh mobil tadi. Lelaki berambut coklat yang menelpon ambulans itu tampak iba melihat Seohyun menangis terus-menerus , iapun mengulurkan tangannya dan menepuk-nepuk pundak gadis itu.

 

“Andai saja tadi aku berteriak lebih kencang,Luhan mungkin bisa mendengarnya,” kata Seohyun disela isakannya. Sesekali Hyoyeon meremas pakaiannya karena khawatir pada keadaan Luhan sekarang.

 

BRAK

 

Pintu ruangan Luhan dibuka , Seohyun buru-buru berdiri dan menanyai keadaan Luhan pada dokter itu , “bagaimana keadaan Luhan ?” tanya Seohyun cepat.

 

“Maaf , tapi Luhan sudah meninggal di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Saya sudah berusaha se-maksimal mungkin,” kata dokter tersebut. Seohyun membulatkan matanya , untuk ke sekian kalinya air matanya merembes keluar dan menyebabkan wajahnya menjadi basah.

 

“Aniyo ! Jangan berbohong !” sahut Seohyun sambil mengguncangkan bahu dokter yang menangani Luhan. Tapi dokter tersebut hanya menggeleng, lelaki berambut coklat yang menelpon ambulans tadipun menarik tangan Seohyun dari bahu dokter tersebut lalu meminta maaf karena sikap Seohyun.

 

“Ya ! Jangan menangis , tak perlu kau sesali !” kata lelaki itu sambil menggenggam tangan Seohyun erat. Seohyun buru-buru melepaskan tangannya dan menggigit bibirnya kuat –berusaha untuk menahan tangis mungkin–.

 

“Siapa kau ? Mengapa kau seenaknya menggenggam tanganku ?” seru Seohyun kesal sambil mengusap air matanya kasar.

 

“Aku ? Aku Kris Wu, orang yang menelpon ambulans tadi sekaligus sepupu Luhan yang baru datang dari China,” jelas lelaki itu. Seohyun membulatkan matanya , “apa ini sepupu Luhan yang selalu diceritakan olehnya itu ?” batin Seohyun.

 

“Kris ? Apa kau Kris ?” tanya Seohyun.

 

“Iya , Luhan selalu memanggilku Kris dan aku selalu memanggilnya Lu,” kata Kris. Seohyun mengangguk mengerti namun sedetik kemudian ia kembali menangis karena mengingat keadaan Luhan.

 

“Hikss .. Hiks ..” Seohyun terisak pelan namun Kris bisa mendengar suara isak tangis Seohyun , iapun segera menepuk bahu Seohyun pelan untuk menenangkan gadis itu.

 

“Jangan menangis lagi,” bisik Kris pada Seohyun. Namun isak tangis Seohyun malah terdengar semakin keras, Kris menghela nafas dan memeluk gadis itu , membiarkannya menangis sepuasnya.

 

*****

 

Seminggu kemudian ..

 

Seminggu setelah kejadian itu , Seohyun tampak semakin lemah. Ia tak lagi selalu tersenyum ceria seperti biasanya , pikirannya selalu teringat pada Luhan, lelaki yang berhasil mendapatkan hatinya.

 

“Luhan-ah,” kata Seohyun lirih ketika melihat sebuah foto di laptop miliknya , foto kenangan mereka , foto saat mereka bertemu pada pertama kalinya diacara drama sekolah.

 

Ketika Seohyun melihat foto tersebut , iapun tersenyum kecil melihat wajahnya sendiri. “Aku masih bisa tersenyum ceria kala itu,” gumam Seohyun pelan.

 

Seohyun kembali mengingat kencan pertama mereka , “itu kencan terakhirku pula,” gumam Seohyun sambil memaksakan sebuah senyuman.

 

“Seohyun,” panggil sesosok lelaki berambut coklat , Kris.

 

“Kris-ssi ? Kupikir kau sudah pulang,” kata Seohyun ketika mendapati Kris tengah berjalan kearahnya sambil membawa segelas teh hangat. Kris meletakkan teh itu di dekat laptop Seohyun dan menyuruhnya untuk meminum teh itu.

 

“Minumlah, kau sangat berantakan,” kata Kris sambil menunjuk kearah gelas yang baru saja ia letakkan tadi.

 

Seohyun mengangguk dan meneguk teh tersebut , setelah itu ia kembali meletakkan gelasnya di dekat laptop hitam miliknya sendiri.

 

“Seohyun-ssi , dengarkan aku.” Kris tampak serius sekarang, Seohyun semakin penasaran dengan apa yang ingin Kris katakan , iapun menatap Kris dengan tatapan ‘apa ?’

 

“Kau tahu kan kalau sudah seminggu kita mengakrabkan diri sebagai teman ? Kurasa dalam seminggu itu aku mulai merasakan suatu perbedaan pada perasaanku,” kata Kris gugup. Seohyun masih tak mengerti maksud perkataan Kris , ia hanya mengerutkan dahinya bingung saat mendengarkan ucapan Kris.

 

“Aku rasa .. Aku mencintaimu sebagai seorang perempuan,” kata Kris. Pernyataan Kris itu berhasil membuat Seohyun terdiam , ia tak tahu harus merespon apa terhadap pernyataan Kris barusan.

 

“O-oh..” Hanya itu yang sanggup ia katakan. Ia merasa ragu untuk menolak pernyataan Kris karena ia masih belum bisa move on dari Luhan tapi ia juga tak mau menolaknya karena ia tak mau menyakiti hati Kris.

 

“Jadi .. Bagaimana ? Hmm , kurasa kau tak bisa menerimaku kan karena kau masih mencintai Luhan ?” tanya Kris. Seohyun terdiam dan mengangguk , ia memang masih mencintai Luhan.

 

“Mianhae, kau perlu memberiku waktu, Kris,” kata Seohyun lirih sambil tersenyum kecil. Luhan mengangguk mengerti dan mengusap rambut Seohyun , “tapi tidak apa-apa kok jika kau memang tak mau menerimaku , aku baik-baik saja,” kata Kris sambil tersenyum.

 

Seohyun tersenyum , suasana diantara mereka kini tampak canggung , tak ada satupun dari mereka yang mau memulai obrolan setelah pernyataan itu.

 

“Aku pulang, Seohyun-ssi, sampai jumpa,” kata Kris  sambil tersenyum dan meraih tasnya yang terletak di sofa ruang tamu , iapun berjalan keluar dari rumah Seohyun dan menutup pintu rumah tersebut dengan rapat.

 

“Mianhae, Kris-ssi .. Sepertinya aku masih mencintai Luhan .. Aku hanya menganggapmu sebagai teman saja .. Tidak lebih, mianhae ..”

 

END

 

Mian gaje , ini ff udh kubuat sejak lama tapi berhenti di bagian pas SeoHan kencan karena kehabisan ide dan baru selesai sekarang -_- , pls komen ya ! :)

 

21 thoughts on “The Last Date [HanSeoKris Version]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s