[Freelance] Just Nothing (HanSica Version)

Title : Just Nothing (HanSica Version)

Just Nothing HanSica vers

Author : Nida Wafa/Nawafil

Genre : Romance,Sad,Angst

Length : Oneshoot

Rating : PG-13

Main Cast : GG’s Jessica | EXO’s Luhan

Credit cover by My Best Friend Regina^^ Gomawo neeee…

Disclaimer : All cast belong to god. plot of the the story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash please. This is just Fiction and forever will be a fiction

A/N : Hai! Sebenarnya FF ini udah aku post tapi dengan main cast LUYOON. FF ini tersedia tiga version dengan Main Cast LUYOON, HANSICA, dan YOONHUN. Kalian pasti bingung, kenapa dimain cast ga ada Kris tapi diposternya ada? Jadi disini Kris tuh bukan main cast tapi punya peran penting juga😄 kalo gitu langsung baca aja ya! Happy Reading^^

Warning! Typo bertebaran dimana mana. Bagi kalian yang merasa SIDERS jangan berani baca FF ini! Jangan pernah baca karya orang lain kalau kalian ga bisa menghargainya^^ Terima kasih

Summary : Menyakitkan bukan meninggalkan seseorang dan ditinggalkan seseorang? Begitulah yang dirasakan 2 Insan manusia ini –  Jessica dan Luhan-  Berawal dari sebuah kebetulan mereka merangkai sebuah cerita hingga akhirnya berakhir menyedihkan. Bukan karena salah satu dari mereka yang berkhianat ataupun karena waktu yang memisahkan mereka. Tapi karena kenyataan yang sampai kapanpun takkan pernah berubah. Hubungan darah antara keduanya yang tak ada seorangpun bisa mengubahnya

+++

Xi Luhan –namja terpopuler disekolah- memasuki gerbang sekolah tanpa mobil sport nya, entah kenapa kali ini ia datang dengan berjalan kaki. Tapi itu tak memudarkan kharismanya. Dengan gayanya yang tetap cool, jas yang seharusnya ia pakai malah ia simpan dipundaknya, hairstyle nya yang bisa dibilang sangat keren juga menambah pesonanya.

Semua yeoja tak terkecuali Jessica menatapnya tanpa berkedip sekalipun. Mata mereka terfokus pada sosok Xi Luhan. Entah angin apa yang merasuki Luhan, secara tiba tiba ia menghentikan langkahnya, ia melihat yeoja yang berada tak jauh darinya kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya. “Hai, Jessica” setelah mengucapkan kalimat itu ia kembali melanjutkan langkahnya.

“Huaaaa dia menyapanya” kira kira seperti itulah teriakan para yeoja yang melihat kejadian tadi sedangkan Jessica, Ia berdiri mematung ditempatnya. Masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Jessica pun mencubit pipinya berkali kali “Aww” ucapnya kesakitan. “Omo! Aku tak bermimpi, Luhan benar benar menyapaku tadi” Jessica berteriak sekencang mungkin diiringi dengan loncatan tingginya berkali kali

Luhan yang masih belum jauh dari tempat itu melihat Jessica. “Yeoja Unik” ucapnya. “Hyung, apa yang kau lihat?” tiba tiba sebuah tangan memukul pelan bahunya. “Aku tak melihat apa apa Sehun-ah” Ujar Luhan sambil memalingkan pandangannya dari Jessica

“Jangan berbohong padaku”

“Aish kau ini, aku hanya melihat yeoja yang berada disana” Luhan menunjuk tempat di mana Jessica berdiri. “Namanya Jung Sooyeon tapi ia biasa dipanggil Jessica” lanjut Luhan. “whoaaa..sejak kapan kau tau namanya hah? Sampai sampai kau tau Nickname-nya juga”

“Jangan panggil aku Luhan jika aku tak bisa mengetahui hal kecil seperti itu, lagipula aku hanya mengaguminya saja, tak lebih”

“kau memang playboy kelas kakap Hahahaha” Sehun tertawa sambil memukul mukul bahu Luhan. “Sudahlah, ayo kita masuk ke kelas” Luhan menarik lengan sehun yang sampai sekarang masih tak bisa menghentikan tawanya

+++

Bosan. Kata itulah yang bisa menggambarkan Perasaan Jessica sekarang. Sudah 2 jam Ia menunggu Park Sonsaengnim dikelas, tapi guru killer itu tak datang juga. Padahal kan yang membuat janji Park Sonsaengnim, Kenapa ia yang telat?

LUHAN. Tiba tiba Jessica teringat akan namja itu, namja yang tadi pagi menyapanya. Ujung Bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Matanya terpejam, dipikirannya sedang beradu berbagai argument tentang kejadian tadi pagi

JESSICA POV

Dia menyapaku, apa mungkin dia menyukaiku? Ah andwae, luhan tak mungkin menyukaiku, orang dingin dan secuek dia bisa jatuh cinta? Mustahil. Tapi tadi dia juga tersenyum padaku. Ya, Pasti dia suka padaku. Tapi— arrgghhh Ini semua membuatku pusing. Aku menutup wajahku dengan tanganku. Andai Luhan ada disini, pasti akan ku tanyakan semuanya, Ah tidak, aku terlalu malu untuk menanyakan hal itu padanya

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tiba tiba suara itu terdengar ditelingaku. Akupun melepaskan tangan yang menutupi wajahku. “Luhan? Apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Ini juga kelasku kan? Apa aku salah berada disini?” ucapnya dengan wajah Poker face andalannya. Pabo! Aku lupa ini juga kelasnya, kenapa daya ingatku begitu jelek? Sepertinya aku harus mengasahnya, kalau terus seperti ini aku akan terus bersikap bodoh dihadapan Luhan.. Yup! Aku harus mengasah daya—

CHU~

Sesuatu yang Hangat, kenyal dan basah menyentuh bibirku. Apa— “Luhan!! Apa yang kau lakukan?!”

Dia hanya tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun. Yang benar saja, ia telah mengambil first kiss ku dan hanya tersenyum seperti tak terjadi apapun?

“Yak! Kau seharusnya meminta maaf. Kenapa kau malah tersenyum?”

DEG. Tiba tiba ia mendekatkan wajahnya –lagi- padaku “Salah sendiri melamun bwee~” Ia menjulurkan lidahnya dan berlari keluar kelas. “Xi Luhan! Kau benar benar ingin mati huh?” Aku berteriak sekencang mungkin dan berniat untuk mengejarnya tapi tiba kepalanya muncul di pintu kelas “Aku tau kau fansku, jadi aku pikir kau tidak rugi haha”

Aissh, anak ini benar benar. “Kau akan benar benar—“ belum selesai aku menyelesaikan perkataanku tiba tiba kepalanya muncul lagi “Satu lagi, jika kau melamun seperti itu lagi, mungkin akan lebih parah dari yang tadi. Annyeong”

Lebih parah? Apa mungkiiinn… Namja satu ini benar benar harus diberi pelajaran! “Kau tidak akan selamat!” Aku mengejarnya keluar kelas dan Hei! Kenapa sekarang ia berada tepat di hadapanku? Perlahan ia memperkecil jarak diantara kami. Aish apa apaan ini? Kenapa sikapnya tiba tiba berubah seperti ini? Membuat jantungku berdetak tak karuan saja

5 cm

4 cm

3 cm

Aku menutup mataku Perlahan, ku rasakan hembusan nafasnya yang hangat. Aku tau ia semakin dekat, Ya Tuhan semoga ia tak mendengar detak jantungku yang tak normal ini.

PLETAK

“Kau tertipu hahahaha” Apa yang baru saja dia lakukan? Dia memukul kepalaku? Bagus, setelah mengambil fist kiss ku ia memukulku. Sempurna. “XI LUHAAAAAAAAAAAAAAANNNNN”

+++

Sejak saat itu, aku dan dia semakin dekat. Tak jarang para fangirlnya menangis histeris ketika melihat kebersamaan kami. Aku rasa aku beruntung, Yahhh walaupun posisiku hanya sebagai sahabatnya tapi aku sudah cukup bahagia, walau terkadang aku juga ingin berarti lebih dari sekedar sahabat untuknya

“Kau harus sering mengajakku ke sini, ice cream di sini benar benar enak“ Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, dibalik sosoknya yang dingin dan cuek ternyata ia seperti anak kecil. Lucu, Manis, dan err Menggemaskan.

“Lu” panggilku. Ia menolehkan wajahnya, aku pun menghapus ice cream yang ada dibibirnya. Ia Nampak terkejut dengan perlakuanku. “Wae? Aku hanya menghapusnya” tanpa menjawab apapun Ia kembali melanjutkan aktivitasnya memakan ice cream

AUTHOR POV

“Jantungku. Ada yang salah dengan jantungku. Kenapa detak jantungnya 2x lebih cepat? Perasaan apa ini?” batin Luhan
“Kau melamun?” suara Jessica membuyarkan lamunannya. “eh? Aniyo, hanya sedang berpikir”

“Tentang?”

“Bukan hal penting, lebih baik kita pulang sekarang”

+++

“SM The Best! Xi Luhan The Best! Oh Sehun The Best—“

Sorak sorai para penonton terdengar dilapangan SM High School. Xi Luhan dan Team Sepak Bolanya sedang melawan team Sepak Bola dari YG High School – Rival terberat Sekolah mereka-

Sebenarnya pertandingan ini bukan pertandingan resmi, Ini hanyalah pertandingan persahabatan. Ah tidak, apa masih bisa disebut pertandingan persahabatan jika ada unsur taruhan didalamnya? Aku pikir tidak. Entah apa yang Luhan dan Kris pertaruhkan hingga mereka all out dalam bertanding. Tidak salah memang, tapi memang hal yang menjanggalkan bukan jika menghabiskan semua tenaganya hanya untuk pertandingan persahabatan?

Sementara itu, Jessica berada ditempat duduk paling depan. Dengan semangatnya ia membawa Banner yang bertuliskan ‘Hwaiting Xi Luhan’. Jessica tak henti hentinya meneriakkan nama Xi Luhan

Babak pertama berakhir. Skor masih saja imbang 1-1. Keduanya sama sama kuat, tak ada yang mau mengalah diantara mereka.

“Kau Lelah?” Ucap Jessica  yang kini mendekati Luhan di pinggir lapangan. “eo, aku butuh sesuatu yang bisa membangkitkan semangatku”

“Air? Makanan? Aku sudah membawanya” Jessica menyodorkan makanan dan air minum yang ia bawa Tapi Luhan menolaknya. “Bagaimana kalaaauuu—“ Luhan memanjangkan kata terakhirnya.

“Kalau apa?” Tanya Jessica. “Ini” jawab Luhan menunjuk bibirnya. “Yak! Disaat seperti ini sifat mesummu masih saja kambuh” Tak mempedulikan ucapan yeoja dihadapannya ini, Luhan malah memegang pipi Jessica, Ia mendekatkan wajahnya perlahan. Jessica tak bisa bergerak, ia sibuk dengan jantungnya yang berdetak sangat cepat “Kau bisa menghindar jika kau mau” ucap Luhan semakin mendekatkan wajahnya

1

2

3

“aaaaaaaaaaa” semua penonton yang kebanyakan yeoja berteriak histeris melihat aksi Luhan. Diseberang sana Kapten Team YG High School –Kris- melihatnya sinis. Ia menunjukkan smirk yang entah apa maksudnya

“Aku benar benar akan melakukan ini, kau tak punya kesempatan lagi untuk menghindar”

2 cm

1 cm

Duk. Bibir Luhan mencium Tangan Jessica yang menghalangi bibirnya. “Ny.Jung sudah ku bilang kau tidak bisa menghindar lagi. Waktumu sudah habis”

“Apa kau ingin membuatku pulang babak belur eh? Dengan sikapmu yang sekarang ini Fangirlmu akan mengamuk Dan sasarannya pasti aku”

“Aisshh, kau ini. Sepulang dari sini kau tak boleh menghindar lagi, jika kau lakukan itu maka aku akan mendapatkan bonus hahaha”

“Otak mesum” gumam Jessica. “Mworago?” Luhan tak begitu jelas mendengar perkataan Jessica. “Ani, cepat kembali ke lapangan” Luhan pun memasuki lapangan tapi kurang dari 10 detik ia kembali. “Ada yang salah?” Tanya Jessica.

“Ani, hanya saja—“ Luhan kembali menggantungkan kata terakhirnya. CHU~ Bibir Luhan mendarat mulus di bibir Jessica. Tak lama kemudian luhan melepaskan tautan bibirnya dengan Jessica. “Gomawo Sica-ya” Luhan kembali ke lapangan dengan wajah yang sangat ceria. Jujur saja, sebenarnya detak jantungnya berdetak sangat cepat kali ini. Bukan karena kecapean tapi karena yeoja yang sangat ia cintai. Jessica

Berbagai teriakan tak jelas kembali terdengar dikursi penonton. Betapa frustasinya mereka melihat sang Idol sekolah mencium seorang yeoja. Dan Jessica, entah apa yang ia rasakan tapi kini tubuhnya diam tak bergerak sama sekali. Matanya membulat masih shock dengan kejadian yang ia alami barusan.

Babak kedua pun selesai dan pertandingan pun berakhir dengan kemenangan dipihak Luhan. Kedua team berjabat tangan sebagai tanda persahabatan mereka. Tapi saat sang kedua kapten team berhadapan, mereka berjabat tangan cukup lama dengan gaze yang bisa dibilang tajam. “Kau hanya beruntung Luhan”

“Sudah ku bilang Jessica Milikku dan aku pastikan ia takkan pernah jatuh ke tanganmu”

Smirk. Kris mengeluarkan smirknya “Kita Lihat saja nanti”

“Luhan-ah Ppalli” Dari kejauhan Jessica melambaikan tangannya. “Kau lihat? Dia tak mungkin berpaling dariku jadi jangan bermimpi terlalu tinggi”

“Hatinya bisa saja berubah. KAPAN SAJA” Kris menekankan 2 kata terakhirnya

“Luhan-ah” Tiba tiba saja Jessica sudah berada disamping Luhan. “chukkhae” Jessica memeluk Luhan erat tak mempedulikan orang orang disekitar mereka termasuk kris. 1 menit kemudian ia melepaskannya. “Kajja” Jessica menarik tangan Luhan menjauh dari lapangan. Langkah Jessica terhenti. Ia teringat akan sesuatu kemudian menoleh “Ah ne, Kau Kris kan? Berlatihlah lebih giat lagi. Hwaiting” Ucap Jessica menyemangati Kris.

“Yak! Apa yang kau lakukan? Kau saja tak pernah menyemangati ku seperti itu”

“Tanpa berlatihpun aku yakin kau akan menang chagi”

1

2

3

Ups! Jessica menutup mulutnya. Apa yang baru saja ia katakan? Chagi? Kenapa ia bisa keceplosan?. “eits, apa? Aku tak mendengarnya. Chagi? Kau memanggilku Chagi?”

“Aniyo, aku tadi hanya keceplosan” jawab Jessica Polos. “Omo! Aku keceplosan lagi” batin Jessica. “Haha, kau terjebak dalam permainanmu sendiri. Menyedihkan” ejek Luhan.

“Aisshh, aku duluan saja” Jessica pergi meninggalkan Luhan. “Yak! Bagaimana bisa kau meninggalkanku hah?! Keundaee..Chagi? Aku pikir aku menyukainya” ucap Luhan.

“Sica jjamkamman” Luhan mengejar Jessica, setelah merasa posisinya sejajar dengan Jessica, Luhan memegang tangan Jessica. “Bagaimana kalau kita pacaran saja? Aku menyukaimu ah aniyo aku mencintaimu. Jeongmal Jeongmal Jeongmal Saranghae”

Pernyataan Luhan mengejutkan Jessica. 2 kata yang sangat ia tunggu selama ini akhirnya ia dengar. “Jung Sooyeon jawab aku”

“Kau tidak romantis” jawab Jessica berusaha menjaga image. “Romantis seperti apa yang kau inginkan?”

“emmhh kau harus membuatkanku rangkaian lilin yang membentuk Love disebuah taman, ditambah dengan suasana yang hangat, kemudian kau menyanyikan sebuah lagu untukku, lalu—“

“Itu terlalu susah, simple saja. Kau mau menjadi yeojachingu ku atau tidak?”

“Neo Jeongmal. Keure, aku mau”

“Sudah ku duga kau akan menerimaku. Gomawo Jessica, Gomawooooo~” Luhan memeluk Jessica dan membawanya berputar berulang kali.

Rasa itu. Rasa yang telah mereka pendam selama ini akhirnya bisa terungkapkan. Berawal dari sebuah kekaguman dan berakhir dengan Cinta. Berawal dari sebuah sapaan singkat dan berakhir dengan Bahagia. CINTA. 5 kata yang telah menyatukan mereka

+++

JESSICA POV

Menyebalkan. Kenapa Luhan harus ada latihan mendadak sih? Kami tak bisa pulang bersama. Ditambah lagi sekarang suaraku agak serak karena salah teknik sewaktu latihan bernyanyi tadi, dan karena hal itu aku jadi malas berjalan. Kalau ada Luhan aku kan bisa minta digendong olehnya

“Agasshi, kau mau ikut pulang bersamaku? Aku akan mengantarmu” tiba tiba saja seorang namja yang entah datangnya darimana datang menghampiriku. “Aniyo, aku akan pulang sendiri” aku pun berjalan meninggalkan mobil itu.

“Agasshi, ayolah ikut bersamaku” Mobil itu terus saja mengikutiku. Aku mempercepat langkahku, apa mungkin orang ini penculik? Tapi sepertinya ia masih anak sekolah. Tak mungkin ia akan menculikku. Lalu kenapa dia memaksaku ikut dengannya?

“Agasshi, Percayalah Padaku” mobil namja itu terus saja mengikutiku. “Yak!” Aku berteriak ke arah namja tadi yang ternyata sukses membuat namja itu terlihat kaget setengah mati. “Kau tidak dengar? Aku tak ingin Ikut!” Aku membentak namja itu, aku terlanjur kesal karena terus menerus dipaksa

“Kau tak mengenaliku?” Tanya namja itu. “Mwo? Mengenalmu? Kita bahkan belum pernah bertemu sama sek—“ Aku menggantungkan kalimatku. Tunggu, wajahnya seperti tak asing bagiku. “Aku pernah melihatmu di—“

“Di lapangan. Kita pernah bertemu dilapangan saat sekolahku melawan sekolahmu”

“Lapangan?” Tanyaku, aku masih belum mengingatnya dengan jelas. “Ahh. Ya Aku ingat, kau Kris kan?” lanjutku

“Akhirnya kau mengenaliku juga” ucapnya terlihat lega. “Mianhae, aku tak bermaksud membentakmu tadi, hanya terbawa emosi”

Gwaenchana, sekarang kau masih mau menolak ajakanku?”

“Aniyo, aku akan ikut denganmu” Aku pun memasuki mobilnya. Sepanjang perjalanan kami selalu mempunyai topik pembicaraan dan tak ku sangka ternyata ia suka Dance. Sama seperti Luhan bukan? Selain itu ia juga aktif di basket dan sepak bola. Sangat persis dengan Luhan. Dan aku yakin ia juga namja terpopuler disekolahnya. Dan sekali lagi, itu sama seperti Luhan

“apa itu rumahmu?” Tanyanya begitu kami telah sampai didepan rumahku ah lebih tepatnya panti asuhan yang selama ini menjadi tempat tinggalku. “itu panti asuhan yang menjadi tempat tinggalku selama ini. kau mau masuk dulu?”

“eh? Mianhae, aku tak bermaksud untuk—“ belum selesai kris berkata aku memotongnya “Gwaenchana. Aku tau itu”

“ Sekali lagi aku minta maaf. Ah ye, nomor ponselmu yang tadi sudah aku simpan. Nanti  akan ku hubungi. Aku jalan dulu ya”

“Ne, Hati Hati”

+++

Pagi Ini Luhan tak mengantarku ke sekolah. Katanya dia sedang sakit, Jadi aku berangkat sekolah berjalan kaki. Aneh, padahal kemarin ia terlihat baik baik saja. Pasti karena kegiatannya yang padat. Padahal aku sudah berulang kali mengingatkannya tapi telinganya telinga baja. Tak mendengarku sama sekali

Tiiinnn.. Tiiinnn..

“Agasshi, kita bertemu lagi” ucap seorang namja ah tidak lebih tepatnya kris dari dalam mobil. “Kau panggil saja aku Jessica”

“Keure, kau mau ikut?” tawarnya. Kalau aku ikut dengannya pasti akan beredar gosip yang tidak tidak. “Aniyo, arah sekolah kita kan berbeda” Tolakku. “Aku akan mengantarmu” jawabnya

“Aku bisa sendiri Kris” Dia keluar dari mobil dan menyeretku masuk ke dalam mobilnya. “Kau tak bisa menolak ajakanku” ucapnya.

“Kau keras kepala”

“Kau baru tau?” ucapnya memasuki mobil dan bersiap untuk menjalankannya. Saat perjalanan, tak ada satupun dari kami yang membuka pembicaraan terlebih dahulu. Ia terlalu fokus menyetir dan aku terlalu sibuk memikirkan kejadian tadi pagi

FLASHBACK

Saat aku sedang menikmati sarapanku tiba tiba saja Ah Ra ahjumma mendekatiku. “Sica, ahjumma ingin berbicara padamu. Bisakah kau mendengarkannya?” Tanya Ah Ra ahjumma. “Tentu saja ahjumma”

“Begini, kau tau dulu kau ditemukan di rumah sakit? Sepertinya kau terpisah dari kedua orang tuamu dan—“

“dan apa ahjumma?” Tanyaku penasaran “Orang tuamu telah menemukanmu”

“uhuk uhuk” sontak aku tersedak. Begitu kaget dengan ucapan Ah Ra Ahjumma “apa ahjumma serius? Ahjumma tidak bohongkan? Aku akan mempunyai orang tua?”

“emm. Sebentar lagi kau akan meninggalkan panti asuhan ini” dengan segera aku memeluk Ahjumma, aku sangat bahagia sekarang. Sosok yang selama ini aku dambakan akhirnya datang juga “Ahjumma aku takkan pernah melupakanmu. Ahjumma sudah seperti ibu kandungku sendiri dan panti asuhan ini adalah tempat dimana aku dibesarkan sampai saat ini. Aku juga takkan melupakan tempat yang sangat berarti ini”

“Ahjumma juga berharap kau tak melupakan Ahjumma dan semua kenanganmu dipanti asuhan ini”

Aku semakin mengeratkan pelukanku. “Takkan pernah ahjumma”

“Ah ye, Ahjumma baru mendapatkan informasi. Kau memiliki saudara kembar”

“Mwo? Saudara kembar?” ucapku melepaskan pelukanku “ne, kau pasti sangat senang”

“Aku memiliki saudara kembar? Yeeeeeeeeeaayyy” aku berdiri dari tempat dudukku dan loncat loncat tak jelas, aku begitu senang hari ini

FLASHBACK END

“Sica?” ucap Kris memegang bahuku. “eh?”

“kau sudah sampai”

“eh? Kalau begitu aku keluar dulu. Terima kasih tumpangannya” Aku keluar dari mobil kris dan masuk menuju sekolahku, seperti yang ku duga semua orang disini membicarakan siapa orang yang mengantarku tadi. tapi entah kenapa aku tak mempedulikan mereka, dipikiranku terus saja berputar kata ‘kembar’. Ya, kembar. Saudara kembar, ternyata selama ini aku punya saudara kembar. Seperti apa rupanya? Apakah sama persis sepertiku atau mungkin berbeda? Sepertinya aku harus memberitahu ini pada Luhan.

Aku pun menghubunginya.

Panggilan anda tidak terjawab—

Kenapa dia tak mengangkat teleponnya? Apa dia sedang tidur? Aku kira lebih baik mengiriminya pesan saja.

To : Xi Luhan

Luhan-ah, apa kau masih sakit? Apa perlu aku merawatmu agar kau cepat sembuh? Haha. Ah ya, aku ingin menceritakan sesuatu padamu. Akhirnya aku bisa berkumpul lagi bersama keluargaku dan Tebak, Ternyata selama ini aku mempunyai kembaran! Bisa kau bayangkan betapa bahagianya aku? Akhirnya hal yang selama ini aku harapkan terjadi juga. Aku hanya ingin mengatakan itu. Lanjutkan istirahatmu, cepat sembuh ya . Saranghae

+++

LUHAN POV

Jessica. Dia mengirimiku pesan. Saudara kembar? Kau sangat bahagia mendengar hal itu? Tapi sayangnya aku tidak. Sama sekali tidak, aku benci hal ini sangat sangat membenci ini!

“Bogishipeo-yo Sica-ah” Gumamku. Aku merindukannya, merindukan sosok orang yang selalu tersenyum kapan saja,tak peduli seburuk apapun keadaan. Tapi aku tak bisa menemuimu, aku tak bisa dan aku tak mau. Aku pikir berada di Jepang lebih baik. Jauh darimu dan menghindari kenyataan yang ada lebih baik. Aku yakin itu

AUTHOR POV

Jessica masih setia menatap layar ponselnya ,  Buku yang daritadi ia pegang tak dibaca sama sekali. Pesan yang daritadi ia tunggu tak kunjung datang. Luhan tak membalas pesannya. Apa Luhan benar benar sakit hingga tak sempat membalas pesan Jessica?

“Sica-ah, kemarilah. Ahjumma punya kabar baik untukmu”

“Ne Ahjumma” Jessca pergi menuju Ah Ra Ahjumma. “Ada apa Ahjumma?” Tanya Jessica begitu sampai dihadapan Ah Ra Ahjumma.

“Kau akan pergi ke rumah orang tuamu besok”

“Mwo? Jeongmalyo?” Jessica terlihat kaget, dalam waktu kurang dari 24 jam ia akan bertemu dengan kedua orang tuanya?

“Annyeong Hasaeyo” tiba tiba saja wanita paruh baya berada dihadapan Jessica. “Ini  ibumu Sica” ucap Ah Ra ahjumma. Mendengar hal itu Jessica segera mendekati ibunya dan memeluknya erat. “Akhirnya aku bisa menemukanmu” ucap eomma Jessica. “Ah ya, kau pasti telah tau tentang kembaranmu?”

“Ne, kenapa dia tak ikut ke sini?” Tanya Jessica. “Dia melanjutkan study nya diluar negeri” Raut kecewa muncul diwajah Jessica. Padahal ia ingin sekali melihat seperti apa kembarannya. “Jangan sedih, mungkin setelah ia lulus ia akan pulang”

“Ne eomma” ucap Jessica. “Kalau begitu eomma pulang dulu, eomma harus mempersiapkan sesuatu bukan untuk menyambut kedatanganmu besok?”

“Tidak usah berlebihan eomma”

“Gwaencahana, hal itu tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan kesalahanku yang tak bisa berada disampingmu selama ini” eomma Jessica memeluk Jessica erat dan kemudian pergi menghilang dari hadapan Jessica. “hhh padahal aku ingin sekali melihatnya. Bagaimana rupanya? Bagimana sikapnya? Tapi aku akan menunggu, aku akan menunggunya”

“Keure, lagipula kalian sebentar lagi lulus, kau takkan lama menunggunya” ucap Ah Ra ahjumma. “Ahjumma ke dapur dulu ya” lanjutnya kemudian

“Ne” jawab Jessica. Tiba tiba pikiran Jessica melayang pada Luhan. Ia pikir Luhan harus merasakan kebahagiaan yang ia rasakan sekarang. “Semoga ia mengangkatnya” gumam Jessica saat menghubungi Luhan.

“Yoboseyo” ucap Luhan dari sebrang sana. “Luhan-ah! akhirnya kau mengangkatnya juga”

“Apa yang ingin kau katakan?” tutur Luhan dengan nada datar. “eh? Ada apa denganmu?” ucap Jessica dengan nada yang melemah, entah kenapa perasaannya tak enak sekarang. “Aku bilang apa yang ingin kau katakan? Aku tak mempunyai banyak waktu untukmu, jadi katakan dengan cepat”

“L-luhan-ah” suara Jessica tercekat. Air mata meluncur dari matanya. “Apa kau tak mendengarnya? Aku sibuk! Jadi katakan sekarang atau akan ku tutup teleponnya!” Bentak Luhan. Air mata Jessica semakin mengalir deras, Luhan tak pernah membentaknya seperti ini bahkan sekalipun ia membuat kesalahan yang fatal. “Hiks—hiks apa yang terjadi denganmu hiks”

“Apa kau hanya bisa menangis hah? Dasar cengeng. Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakan sesuatu padamu. Kita putus”

JLEB

Putus? Luhan memutuskan Jessica dengan mudahnya? Tak ada sedikitpun penyesalan dalam nada bicaranya. Apa ia benar benar serius? “Lu-luhan, kau hiks kau tidak seriuskan? Katakan padaku kau tidak benar benar serius!”

“Apa telingamu bermasalah? Akan ku ulangi. Kita putus! Jelas?” Tubuh jessica terjatuh ke lantai. Ia benar benar tak kuasa menghadapi ini semua. Jessica bisa kehilangan semua hal berharga dalam hidupnya tapi  tidak dengan Luhan. Luhan lebih berharga dari apapun bahkan dirinya sendiri. Selama ini orang yang menemaninya menghadapi semua masalah adalah Luhan. Jika ia pergi siapa yang akan menggantikannya?

“K-keundae wae?” Tanya jessica masih dengan suara tercekat. “diluar sana banyak yeoja yang lebih cantik darimu, bagaimana bisa aku melepaskan mereka hanya untuk yeoja cengeng sepertimu? Lagipula kau hanyalah seorang yeoja dari panti asuhan”

“T-tapi apa arti semua hal yang telah kita lakukan? Semudah itukah kau hiks—“ Jessica tak bisa melanjutkan perkataannya, ia tak bisa menahan air mata yang terus mendesak keluar. “yang telah kita lakukan? Just Nothing. Semuanya tak berarti sama sekali, lagipula ini yang terbaik, kau harus bersyukur aku memberitahumu lebih awal,jika aku memberitahumu nanti aku yakin kau akan jatuh lebih dalam” Jawab Luhan dengan entengnya. Jessica menggelengkan kepalanya. “Ani, ini tidak mungkin. Aku hanya mimpi burukkan? Ya, aku yakin ini semua hanyalah mimpi”

“Apa kau bodoh? Orang gila pun tau kalau ini bukanlah mimpi” ucap Luhan dengan ketus. “Kau bohong, aku tau kau membohongiku. Kau membohongiku Xi Luhaaaaaaannnn!” Jessica melempar ponselnya, Ia memeluk kakinya dan menenggelamkan wajahnya dalam. “Hiks— Hiks semua nya berakhir. Janji yang dulu kita ucapkan hanyalah sebuah omong kosong”

FLASHBACK

“Kau mau membuat janji Chagi?”

“eh?” Jessica hanya mengerutkan dahinya tak menegrti dengan maksud dari perkataan luhan

“Begini” Luhan menautkan kelingking Jessica di jari kelingkingnya. “Dengarkan aku. Kau adalah anugerah terindah yang pernah tuhan berikan dalam kehidupanku. Tuhan memberikanmu untukku agar kau bisa menemaniku menjalani hari yang buruk. Tuhan memberikanmu untukku agar aku bisa bangkit dari keterpurukanku. Aku tak peduli seburuk apapun hidupku asalkan kau ada disampingku, Menggenggam tanganku dan melewati semuanya bersamaku maka semuanya akan baik baik saja. Jadi berjanjilah kau takkan pernah meninggalkanku”

Tes

Air mata Jessica jatuh. “wae sica-ah?” Tangan luhan langsung tergerak menghapus air matanya. Tak lama kemudian Jessica memegang tangan Luhan dan tersenyum “Never, I’ll never leave you alone” Luhan tersenyum dan menarik Jessica ke dalam pelukannya. “Gomawo Sica-ah”

“Kau telah terjebak dalam cintaku. Jadi aku tak akan pernah mengizinkanmu pergi” ucap Jessica

“Aku takkan pergi, takkan pernah”

FLASHBACK END

“Hiks— It’s over. You’re Gone”

Tiba tiba saja seseorang memeluk Jessica dari belakang. “Uljima~” gumamnya. “Kris?”

“Aku disini Sica” dengan cepat Jessica membalikkan tubuhnya dan memeluk Kris. “dia meninggalkanku kris, dia meninggalkanku”

Kris menepuk nepuk punggung Jessica berusaha menenangkannya. “Aku tahu” ucap kris pelan. “dia mengingkari janjinya. Kenapa?!!”

“Tenanglah Sica” Kris mengeratkan pelukannya. Ia tau Jessica benar benar terpuruk sekarang. “Hiks— dia benar benar jahat”

+++

“Mianhae Sic, Mianhae” ucap Luhan. Luhan tak benar benar ingin putus dari Jessica –yeoja yang paling berarti setelah ibunya-  Tapi apa yang bisa ia lakukan jika ternyata Jessica adalah kembarannya yang selama ini hilang?! Mereka berdua lahir dari rahim yang sama dan hubungan mereka tak bisa dilanjutkan

“Kau berpikir aku kejam? Aku juga berpikir begitu. Tapi apa kau tau betapa sakitnya aku saat mengucapkan kata kata itu padamu?” ucap Luhan masih memandangi foto Jessica diponselnya.

“Ya Tuhan, satu hal yang aku mohon darimu adalah menjaganya saat aku tak disampingnya. Melindunginya saat aku terlalu jauh dan menghapus air matanya saat aku tak bisa melakukannya” Tiba tiba saja ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk, Ia pun membacanya

From : Kris

Ia tertidur sekarang. Sepertinya ia lelah terus menerus menangis

Luhan tersenyum membacanya. “Kau harus menjaganya kris. Dibalik sikap tegarnya ia adalah yeoja yang sangat rapuh”

+++

4 Tahun berlalu. Mereka sekarang sudah duduk dibangku kuliah. Jessica dan Kris semakin memperlihatkan kedekatan mereka bahkan 1 minggu lagi mereka akan melangsungkan pertunangan. Tapi semua orang tak tau jika Jessica belum bisa menghilangkan rasa cintanya pada Luhan. Sampai sekarang Luhan masih tetap menempati hatinya dan belum ada yang bisa menggantikannya

“Sica-ah, apakah kau senang?” Tanya kris sembari memegang tangan Jessica. Jessica menoleh pada Kris “emm. Aku senang” Jessica menganggukkan pelan kepalanya. “Mianhae kris” batin Jessica

1 minggu berlalu. Sekarang tibalah saatnya dimana Kris dan Jessica saling bertukar cincin untuk menyatukan mereka walaupun hanya dalam bentuk pertunangan.

Saat Kris dan Jessica bertukar cincin dari kejauhan terlihat seorang namja dengan setelan jas nya tersenyum melihat kejadian didepannya. “Kau bisa melupakanku Sica-ah? Good Job. Kau melakukannya dengan sangat baik” gumamnya.

“Sekarang adalah terakhir kalinya aku melihatmu. Kita mungkin takkan pernah bertemu lagi. Aku akan menghabiskan sisa hidupku di Jepang. Aku bersyukur eomma tidak memaksaku untuk memperkenalkan diriku dihadapanmu dan mungkin kau takkan pernah mengetahui tentang saudara kembarmu selamanya. Setidaknya kau takkan terbebani” Perlahan Luhan membalikkan badannya dan melangkah pergi.

You’re not my destiny but I don’t know why,you’re still on top In My Heart

–       Xi Luhan –

END

Akhirnya beres juga *cuci tangan* nahlo ko cuci tangan? Haha. Menurut kalian ini HanSica atau KrisSica? Author juga pusing hehe semoga kalian suka aja ya! Remember! Be siders is not nice so leave a comment please

 

28 thoughts on “[Freelance] Just Nothing (HanSica Version)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s