[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 1)

between-bestfriend-and-love-ver1lukris

Between Bestfriend and Love

Author             :  _agrn

Main Cast        : Jessica, Yoona, Luhan, Kris

Genre              : Romance, Friendship, Sad, Little bit Comedy

Rate                 : PG 14

Length             : Multichapter

A/N                 : Annyeong… kali ini author balik dengan FF yang menurut author lumayan spesial. Spesial kenapa? Karena FF yang satu ini ide dan sebagian alurnya berasal dari kenyataan. Dan kenyataannya itu adalah alur hidup author sendiri :’) well mungkin ada yang ditambah-tambah buat mengembangkan ceritanya, tapi author harap kalian mau baca wkwk, cukup bacotnya, DON’T LIKE DON’T READ and RCL YOOOO

oOoOoOo

We’re a bestfriend until the end.

oOoOoOo

Suasana yang tenang dan damai di SM International High School. Para siswa dan siswi baru menyapa teman mereka. Ada pula yang sibuk mencari kelas yang akan mereka tempati. Namun suasana tersebut luntur begitu saja saat kedua yeoja yang namanya sudah dielu-elukan sejak masa orientasi itu datang. Hampir seluruh orang disana berkasak-kusuk membicarakan mereka.

Salah satu dari mereka yang berambut cokelat menyadari akan keheningan yang mereka buat. Ia kemudian berbisik pada yeoja yang berjalan dengan tenang disebelahnya “Sica-ya. Kenapa mereka diam ketika kita datang?”

Yeoja yang dipanggil Sica itu menoleh dengan raut datarnya pada Yoona. Namun matanya sedikit memancarkan pancaran bersahabat pada temannya tersebut. “Molla. Acuhkan saja Yoongie.”jawabnya santai, kemudian kembali berjalan.

Yoona, atau yeoja yang dipanggil Yoong tadi hanya dapat mengangguk-angguk setuju pada temannya. “Arraseo. Ayo lihat papan pengumuman. Semoga saja kita masih sekelas Sica-ya”

“Tidak sekelas pun aku akan memakasa mereka memasukkanku ke kelas yang sama denganmu Yoong. Aku akan mencekik setiap orang yang ingin menghalangi”sahut Jessica.

Yoona tertawa kecil. “Dasar sadis”

Mereka berdua berjalan menuju papan pengumuman. Tentu dengan menghiraukan kasak-kusuk siswa lain. Beruntung suasana seperti itu tidak berlangsung terlalu lama. Karena selanjutnya suasana kembali mencair.

“Hyoyeon-ah!”seru Yoona dengan wajah sumringah. Yeoja itu berlari kecil kearah yeoja berambut pirang yang dipanggilnya Hyoyeon.

“Ah, Yoona-ya. Tumben kau datang siang. Biasanya sebelum pagar sekolah dibuka kau sudah datang”respon Hyoyeon begitu melihat kehadiran Hyoyeon.

“Hari ini Jessica menginap di rumahku. Dan aku harus membangunkannya dulu. Kau harus tahu betapa sulitnya membangunkan si Sleeping Beauty yang satu ini”celetuk Yoona. Hyoyeon menggeleng-geleng maklum.

Kim Hyoyeon adalah teman sebangku Yoona di SMP. Mereka bisa dibilang dekat, namun Yoona jauh lebih dekat dengan Jessica.

“Ah, kita satu kelas Yoongie. Hyoyeon juga satu kelas dengan kita.”Jessica mengguncang bahu Yoona seraya menunjuk-nunjuk nama mereka.

“Syukurlah kalau begitu. Bagaimana kalau kita duduk di bangku yang berdekatan?”usul Yoona dan diberi anggukan oleh kedua temannya. Selanjutnya, mereka pergi ke kelas mereka dan duduk di bangku yang mereka pilih. Jessica memilih duduk sendirian diujung. Alasannya adalah karena ia ingin tidur. Sedangkan Yoona dan Hyoyeon kembali duduk berdua.

Bel berbunyi, tanda semua siswa harus masuk ke kelas mereka dan duduk dengan tenang. Namun kelas yang ditempati Yoona, Jessica dan Hyoyeon sepertinya tidak memperdulikannya. Mereka tahu hari ini guru-guru sedang rapat, sehingga tidak mungkin satupun dari mereka masuk ke kelas untuk mengajar. Maka dari itu mereka terlihat santai-santai saja dan tetap ribut.

Sayangnya, keributan mereka harus disudahi ketika 3 orang senior masuk ke kelas mereka. Namja yang pertama masuk mempunyai tinggi yang diatas rata-rata dan rambutnya pirang. Namja kedua memiliki piercing di telinganya, sedangkan yang terakhir adalah namja yang cantik. Bahkan beberapa diantara mereka sempat mengira namja itu adalah seorang yeoja.

“Selamat Pagi”sapa sang namja dengan piercing. “Sebagai senior, hari ini kami akan mengajarkan beberapa hal tentang tata krama dan sopan santun. Ah, sebelumnya, kalian perlu tahu nama kami. Aku Taeyang. Yang tinggi itu Kris dan yang ini Luhan”

Luhan memberi senyumnya dan mungkin semua gadis disana sudah menahan teriakannya (terkecuali 3 orang disudut ruangan). Sedangkan Kris tetap dengan raut datarnya.

Selama Taeyang dan Luhan sibuk menjelaskan dan semua siswa disana mencatat, Jessica justru tertidur dengan tenangnya di bangkunya. Sesekali yeoja itu mengubah posisinya, terdengar dengkuran kecil.

Tidak semua mendengar dengkuran itu, namun Kris mendengarnya. Matanya menjelajahi siswa-siswa itu satu per satu dan mendapati Jessica yang sedang tidur. Namja tinggi itu menghela nafas lalu berkata “Taeyang, beri aku spidol”

Taeyang yang tidak tahu apa-apa dengan santainya memberikan sebuah spidol pada Kris, yang mana langsung Kris lempar kearah Jessica. Dan spidol itu mengenai kepala Jessica. Tepat dikepala.

Entah karena apa, namun Jessica terbangun dari tidurnya. Padahal biasanya Yoona harus menyodorinya mentimun dulu, baru yeoja cantik itu terbangun.

Jessica menengadahkan kepalanya, lalu menyadari apa yang terjadi. Ia memungut spidol itu dan menatap lurus kedepan. Matanya bertemu dengan mata Kris. Sadar bahwa Kris-lah yang melemparinya dengan benda itu, Jessica memberikan death glare terampuhnya. Suasana menjadi hening dan mencekam. Bahkan Taeyang berhenti berbicara.

“Puas tidur?”Akhirnya Kris membuka suara.

“Tidak”jawab Jessica kecil.

Mereka saling tatap menatap. Satu kelas menatap kearah mereka berdua secara bergantian, sementara Luhan sibuk dengan handphonenya. Ia mengirim pesan pada seseorang di kelas tersebut. Terbukti dari seseorang yang segera merogoh sakunya begitu merasakan sebuah getaran.

Yoona merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya secara diam-diam. Luhan mengiriminya pesan. “Temui aku di kantin sehabis ini.”

Yoona menghela nafas. Mau apalagi namja satu itu. Tak puaskah dia merecoki Yoona di rumah saja?

“Jangan tertidur lagi Nona. kelas ini bukan tempatmu untuk tidur”

Suara bass Kris membuat Yoona tersadar dan segera melihat kedepan. Kris terlihat sedang adu tatap dengan Jessica. Dan suasana kelas sangat tidak mengenakkan. Yoona memutar arah duduknya sehingga ia menghadap Jessica sekarang. “Sic, sudahlah. Tidak usah berdebat”ucap Yoona.

Jessica menghela nafas dan menatap Yoona. “Dia yang mulai”

“Sudah, sudah. Kita lanjutkan saja pembicaraan kita tadi, oke? Jangan ada yang bertengkar. Bukankah kalian sudah tua semua?”celetuk Taeyang.

“Kau yang tua. Aku masih muda”Luhan menjitak Taeyang, membuat suasana kelas menjadi hangat kembali.

oOoOoOo

“Yoong, kenapa kau membawaku ke kantin?”tanya Jessica dengan raut kesalnya. Siapa yang tidak kesal jika saat tidur, tiba-tiba seseorang menarikmu dan menyeretmu ke kantin?

“Mianhae Sica-ya… Luhan memintaku menemuinya di kantin, entah untuk apa. Dia bisa menjitakku jika tidak menurutinya…”Yoona tertawa kaku, sedangkan Jessica menghela nafas.

Jessica tahu kalau Luhan dan Yoona bertetangga dan mereka cukup dekat. Bahkan Jessica pernah mengira mereka telah menjadi pasangan. Dari yang ia lihat sekarang… mereka bukanlah pasangan. Toh, kalaupun itu benar, Yoona pasti memberi tahunya. Tapi ia yakin Luhan punya perasaan pada Yoona. Terlihat sekali dari tingkah lakunya.

“Dia tidak ada disini Yoong”ucap Jessica setelah mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin.

“Mungkin dia telat. Kajja, kita duduk dan pesan minuman dulu”ajak Yoona seraya menarik tangan Jessica.

“Aku ingin tidur, bukan minum”Jessica memberikan pout pada Yoona. Yoona terkekeh pelan namun tetap menarik Jessica untuk duduk disebelahnya.

“Nah, kalau disini kau bisa tidur kan? Cukup menyandarkan kepalamu di meja dan kau pasti tertidur lelap”Yoona memberi senyum termanisnya.

“Sudahlah, aku sudah tidak mood untuk tidur”ujar Jessica.

“Yoona? Sica?”

Keduanya menengadah begitu mendengar panggilan tersebut. Dua yeoja telah berdiri didepan mereka. Dan mereka berdua mengenal kedua yeoja itu sebagai salah satu teman mereka dari SMP.

“Ah, ternyata benar kalian. Boleh kami duduk disini?”Yeoja dengan kulit hitam bernama Kwon Yuri itu segera duduk tanpa mendengar persetujuan dari Yoona dan Jessica. Kebiasaannya.

Sementara yeoja yang lain terlihat tertawa kaku lalu bertanya “Kalau aku boleh?”Kali ini dia menunggu untuk mendengar persetujuan Yoona dan Jessica. Terbalik dengan Yuri, Tiffany sangat sopan.

Yoona mengangguk singkat. Lalu mata rusanya menangkap 4 minuman yang dipegang oleh Yuri tadi. “Ini punya siapa saja? Kenapa banyak sekali?”

“Tidak tahu punya siapa. Tadi ada senior yang meminta kami membawakan ini untuk kalian berdua”jawab Yuri santai.

“Yeoja?”tanya Yoona memastikan.

“Yeoja”sahut Tiffany. “Omong-omong, kalian berdua masih menempel ya? Sepertinya kalian tidak bisa dipisahkan lagi”

Yoona tersenyum cerah. “Tentu saja, kami akan terus bersama. Iya kan Sica?”Yoona merangkul Jessica.

Jessica tersenyum kecil. “Yeah, bestfriend until the end”

“Ckckck, kalian ini. Sepertinya rumor di SMP dulu benar. Kalian ini tidak bisa dipisahkan. Bahkan ada yang bilang kalian dari batita sampai sekarang selalu bersama.”celetuk Yuri.

Jessica mengangguk. “Begitulah”

“Tapi, kalian benar-benar makin cantik saja ya”puji Tiffany.

“Aku setuju. 2 Goddess from Heaven. Julukan yang diberikan mereka untuk kalian sepertinya cocok”sambung Yuri.

“Benarkah? Aku percaya saja jika Jessica yang makin cantik. Menurutku aku biasa saja”Yoona menelengkan kepalanya, terlihat polos.

“Kau itu cantik Im Yoona. Berhenti pura-pura polos.”Jessica menjitak Yoona. Yang dijitak pun hanya dapat mengaduh kecil.

“Kalian tidak berniat mencari kekasih?”

Pertanyaan Tiffany membuat kedua yeoja itu mengerjapkan matanya 2 kali, tanda bingung. “Apa harus?”tanya Jessica.

“Tidak harus sih, tapi… kalian cantik, juga pintar. Bukankah aneh jika kecantikan kalian dimasa muda ini disia-siakan begitu saja?”

“Maksudmu kami akan menjadi Ibu-Ibu jelek nantinya?”Jessica kembali bertanya.

“Bukan begitu maksudku…”Tiffany buru-buru menggelengkan kepalanya.

“Yah, kalian tidak bosan berdua saja? Maksudku… paling tidak kalian berdua punya kekasih… siapa tahu kalian bisa double date. Lagi pula, kalau ada yang tidak bisa kalian katakan pada satu sama lain, mungkin kalian bisa membicarakannya dengan kekasih kalian”Yuri angkat bicara.

“Welll, aku tidak bosan sih. Aku bisa menceritakan semuanya pada Jessica…”Yoona menatap Jessica.

“Ya, aku juga. Tapi.. memangnya kalian sendiri sudah punya kekasih?”Jessica bertanya dengan pandangan datarnya.

“Tentu saja punya. Ini orangnya”Yuri menunjukkan foto seorang namja berkulit gelap, sama sepertinya.

“Aku rasa, aku pernah lihat”gumam Yoona seraya berusaha mengingat.

“Dia anggota grup baru SM Entertainment itu ya?”tebak Jessica.

“Yup! Kau benar sekali. tak kusangka kau cukup update soal dunia hiburan Sic”ucap Yuri.

Jessica menghela nafas. “Aku tahu karena Krystal sibuk meneriaki namanya sepanjang hari”Well, Jung Krystal –adik Jessica- adalah penggemar berat grup tersebut. Setiap hari yeoja itu berteriak sambil menatap foto-foto mereka. Dan itu jelas membuat Jessica kesal.

“Bagaimana denganmu, Tiff?”tanya Yoona seraya berusaha mengintip wallpaper ponsel Tiffany.

“T…Tidak, aku tidak punya….”

“Tidak punya apa, Tiff?”

Keempatnya menengadah dan mendapati seorang namja dengan senyum malaikat didekat mereka. Begitu sadar siapa orang tersebut, Tiffany segera angkat bicara “T..Tidak apa-apa”

“Jinjja?”

“I..Iya!”Tiffany berdiri dari duduknya dan segera menarik lengan namja itu menjauh, meninggalkan ketiga temannya dengan raut bingung.

“Namja itu tadi… kekasih Tiffany?”tebak Jessica.

Yuri mengangguk. “Ya, Suho juga salah satu anggota grup baru itu. ah, sepertinya aku harus pergi. Sampai jumpa, Yoong, Sica”

Setelah Yuri pergi, Yoona segera menatap Jessica dan berbisik pelan “Sica… kau punya seseorang yang kau suka?”

Jessica mengerjapkan matanya 2 kali, sedikit kaget dengan pertanyaan Yoona yang tiba-tiba. “Tidak ada. Memangnya kenapa?”

Yoona menghela nafas. “Tidak apa. Aku hanya bingung, aku tidak pernah merasa menyukai seseorang secara khusus… sekarang kita sudah SMA, apa itu aneh ya?”

“Menurutku itu tidak aneh… aku juga belum pernah merasakan apa yang namanya ‘suka’.”jawab Jessica.

“Sica, bagaimana kalau kita mencobanya?”ujar Yoona. Raut wajahnya terlihat begitu semangat.

“Mencoba apa?”

“Tentu saja, mencoba untuk menyukai seseorang!”

Jessica terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk pelan. Yeoja itu tersenyum kecil. “Baiklah, ayo kita coba bersama”

oOoOoOo

Mulai saat ini.. persahabatan mereka akan diuji

TBC

Nah, untuk chapter pertama segitu aja dulu ya…. Soal masalah couple… Author gatau ya, karena ini cerita berawal dari kenyataan, jadi endingnya juga harus sesuai kenyataan /?/

79 thoughts on “[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 1)

  1. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s