[Oneshoot] The First Honeymoon Night

8

The First Honeymoon Night

Harumi Aiko Scriptwrite

  Xi Luhan || Jessica Jung || And other cast

| Comedy Romance (?) | PG-15 | Oneshoot |

Poster by Fearimaway

Disclaimer :

Fanfic ini sepenuhnya hasil pikiranku dan terinspirasi dari artikel yang menceritakan tentang malam pertama

Author Notes :

Annyeong hasseo, aku kembali membawa fanfic LuSica couple.. Aku liat akhir-akhir ini jarang fanfic LuSica couple, jadi admindeul gapapa kan aku posting fanfic ini? Sebenernya aku author untuk cast jarang, jadi kalau aku posting fanfic bercast sering sekali-kali gapapa kan, admindeul? *senyum-senyum harap*

Fanfic ini aku buat ada insiden darah berdarahnya (?) dan memancing sifat yadong luhan keluar (?).. Untuk rating, PG-15 kok dan untuk kalian yang umurnya masih dibawah 15 tahun dan merasa sudah siap baca fanfic yang Luhan-nya yadong, boleh kok baca fanficnya wkwkwk.. Okeh, aku gak akan banyak cuap-cuap disini, langsung aja dibaca yaa fanficnya..

~ Happy Reading, Readers ~

Before story :

Love don’t need a reason || Love you without reason

***

JESSICA POV

“Lalu bagaimana saham yang ditawarkan oleh Park Corporation ? Apakah kita bisa mendapatkannya ?… Benarkah ? Syukurlah kita berhasil mendapatkannya… Mwo? Astaga hyung kau meminta imbalan dariku? ne, tentu saja akan kuberi karena hasil kerja kerasmu yang berhasil mendapatkan saham itu untuk perusahaan kita….”

Saat ini aku sedang berada di kantor suamiku yang sedang berkutat dengan handphone-nya. Semenjak kami menikah, Luhan semakin sibuk dengan pekerjaannya dan lama-lama Luhan semakin jarang memperhatikanku. Handphone milik Luhan sekarang hanya digunakan untuk urusan bisnis, bisnis, dan bisnis. Sepertinya di otaknya saat ini hanya urusan bisnis saja.

“Sepertinya keberadaanku saat ini benar-benar menganggu Luhan yang sedang sibuk. Lebih baik aku pulang saja daripada aku berdiam diri terus disini tanpa Luhan memperhatikanku dan tak sedikitpun mengajakku mengobrol. Jika pulang kerumah, aku akan sendirian di rumah karena Kim Ajumma pasti sudah pulang kerumahnya. Hah, lebih baik aku pulang kerumah umma dan appa saja” Aku bangkit dari dudukku untuk berpamitan pulang pada Luhan.

“Luhan, aku pulang” Kulihat dia masih berbicara dengan seseorang lewat handphone-nya tanpa mendengar perkataanku barusan. Aku keluar dari ruang kerja Luhan dengan raut wajah kecewa.

Aku berjalan perlahan sambil menundukkan kepalaku dan tak memerhatikan jalan kemana diriku akan melangkah. Kudengar derap suara sepatu high heels dari kejauhan namun semakin dekat berjalan ke arahku, “Nyonya Xi, mau aku antar sampai lobi ? Kulihat wajah Nyonya terlihat pucat” Aku menolehkan kepalaku ke arah seseorang yang sedang berbicara padaku.

“Aniyo, nona. Aku bisa berjalan sendiri dan terima kasih sudah menawarkanku bantuan” Aku tersadar bahwa gadis yang saat ini di hadapanku ternyata dia adalah sekertaris Luhan. Aku selalu melihatnya keluar masuk ruang kerja Luhan untuk meminta tanda tangan dari suamiku. Gadis itu tersenyum padaku.

“Cheonmaneyo. Sebaiknya nyonya selalu menjaga kesehatan Anda dan jangan terlalu banyak melakukan kegiatan yang berat. Permisi nyonya, saya harus segera bekerja lagi” Kulihat nametag gadis itu dalam diam.

‘Hmm, jadi gadis yang menjadi sekertaris suamiku itu bernama Kim Taeyeon’ Ucapku dalam hati seraya menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh dari pandanganku.

Aku terus melangkahkan kakiku keluar gedung dan segera mencari taksi yang lewat. Sambil menunggu taksi, aku mengetuk-ngetuk high heels-ku ke tanah. Beberapa menit kemudian, taksi berwarna kuning berhenti tepat di hadapanku.

‘Sepertinya ajusshi supir taksi itu tahu kalau aku sedang membutuhkan tumpangan’ Ucapku membatin.

Aku segera membuka pintu kenop belakang taksi dan segera memberi tahu ajusshi alamat yang akan aku tuju, “Ke daerah Pyeongchang-dong blok 17-11”.

Di perjalanan menuju rumah orang tuaku, aku memutuskan untuk tidur sebentar melepas kepenatan dalam pikiranku. Dan ajusshi pun sepertinya mengerti dengan kondisiku dan Ajusshi berjanji akan membangunkanku jika taksi sudah sampai di tempat tujuanku.

***

“Nona, bangunlah. Kita sudah sampai di tempat tujuanmu”. Kudengar samar-samar suara pria tua yang cukup berat di telingaku. Aku mengucek-ngucek mataku dan kulihat seseorang yang tadi berkata padaku. Kusadari orang yang tadi membangunkanku adalah ajusshi supir taksi sedang kunaiki saat ini. Kulihat ke arah luar jendela dan terlihat sebuah rumah yang sangat aku kenali yaitu rumah kedua orang tuaku.

“Kamsahamnida, ajusshi. Apakah tadi aku tertidur cukup lama?”

“Ne, nona. Sudah satu jam aku membangunkanmu tapi nona tidak bangun-bangun. Aku kira nona pingsan”

“Maafkan aku karena tadi sulit dibangunkan oleh ajusshi” Aku segera memberikan sejumlah uang seperti yang tertera pada argo taksi.

“Sekali lagi kamsahamnida, ajusshi” Aku keluar dari taksi dan melangkahkan kedua kakiku kea rah bel rumah kedua orang tuaku.

“Siapa disana?” terdengar suara cempreng Krystal dari arah speaker kecil yang terletak di dekat bel rumah.

“Ini aku Jessica” Kulihat kearah gerbang rumahku yang terbuka dengan sendirinya. Aku langsung memasuki rumahku dan saat aku membuka pintu rumah, terlihat Krystal yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil membaca majalah fashion miliknya.

“Mengapa kau pulang kemari, eonni? Apakah karena kau rindu padaku?” Krystal segera menutup majalah yang dibacanya setelah mengetahui aku sudah memasuki rumah.

“Aku tidak rindu padamu. Yang hanya aku rindukan hanya umma dan appa”

“Kau sama sekali tak berubah” Aku hanya tertawa pelan saat mendengar Krystal berkata seperti itu. Kuedarkan kepalaku mencari umma, lalu kulihat sosok umma yang sedang memasak sesuatu di dapur.

“Hm, wanginya. Pasti sangat enak masakan buatan umma ini” Umma membalikkan badannya saat mendengar suaraku.

“Aigoo, kau mengagetkan umma saja. Kau kemari bersama Luhan?”

“Aku hanya sendiri kesini” Kulihat alis umma berkerut seperti sedang membaca raut wajahku.

“Apakah terjadi sesuatu ?” Aku hanya menganggukkan kepalaku pada umma.

***

Hanya dengan melihat raut wajahku, umma selalu tahu jika aku sedang memiliki masalah yang sedang membebani pikiranku. Saat ini aku sedang berada di ruang tamu duduk bersama umma dan Krystal dengan suasana yang cukup membuatku tegang.

“Katakan pada kami apa alasanmu pergi kemari” Umma berkata padaku sambil mengelus-elus tanganku dengan lembut. Kulihat wajah umma dan Krystal dengan tatapan sendu.

“Akhir-akhir ini merasa kesepian di rumah. Luhan selalu pulang larut malam. Setiap dia sudah sampai rumah, aku pasti sudah tidur dengan sangat lelap. Setiap aku menunggunya pulang ke rumah, aku selalu ketiduran di sofa ruang tamu. Dan saat aku terbangun di pagi hari, tiba-tiba aku berada di kamar. Terkadang, Luhan sudah pergi ke kantor saat aku masih tertidur. Saat kami sudah menikah, aku justru merasa kesepian. Dari hari ke hari, Luhan semakin sibuk dengan pekerjaannya. Sampai-sampai, dia lupa memberi perhatian padaku sebagai istrinya. Aku benar-benar kesepian. Jadi bisakah beberapa hari ini aku menginap di rumah ini? Aku mohon jangan beritahu Luhan aku berada disini”

“Tapi eonnie…. ?”

“Aku mohon Krystal. Kalau Luhan merasa kehilanganku, dia pasti akan mencariku. Jadi aku mohon jangan beritahu aku berada disini”.

Aku langsung berdiri dan berjalan pelan ke arah taman kecil yang berada di belakang rumahku. Kulihat ada ayunan yang terlihat masih kokoh di tiangnya. Aku teringat, sejak kecil aku selalu berada disini untuk melihat bintang pada malam hari jika aku sedang memiliki pikiran yang berat untuk menenangkan pikiranku. Setiap melihat bintang, entahlah aku selalu merasa tenang. Untuk saat ini, aku benar-benar ingin sendiri untuk menikmati indahnya langit di malam hari.

***

AUTHOR POV

Di ruang tamu, terlihat Krystal dan umma sedang berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Jessica. Krystal dan umma sedang berfikir keras bagaimana caranya agar Jessica bisa kembali pulang ke rumahnya dan tinggal bersama lagi dengan Luhan.

“Umma, yang terjadi dengan Jessica dan Luhan sekarang apa karena mereka terlalu lama berpacaran jarak jauh? Jadi saat menikah dan hidup berdua, mereka saling cuek dan tidak peduli dengan satu sama lainnya. Mungkin karena itu Jessica selama ini merasa kesepian. Benar kan, umma?”

Plok (?), Umma memukul kepala Krystal, “Kau benar-benar bodoh. Tentu saja bukan karena hal itu. Jessica merasa kesepian karena Luhan kurang memperhatikan kakakmu. Luhan terlalu sibuk bekerja. Kehidupan pernikahan sangat berbeda dengan hubungan berpacaran. Jessica belum menyesuaikan dirinya dengan baik di keluarga barunya”.

“Hm, begitu. Umma, bagaimana kalau mereka suruh berbulan madu saja? Mungkin dengan Jessica eonni hamil, Luhan oppa bisa perhatian lagi dengan eonni. Kalau Jessica eonni punya bayi, dia gak akan kesepian lagi dirumah. Terus umma dan appa akan punya cucu yang lucu”, Mata Krystal berbinar-binar saat dia membayangkan kakaknya memiliki bayi.

“Aigoo, kau memang pintar. Tapi bagaimana caranya agar mereka bisa berbulan madu?”

“Aish umma. Tadi kau bilang pada anakmu ini bodoh dan sekarang bilang padaku kalau aku ini pintar. Jadi sebenarnya aku pintar atau bodoh?”

“Kau sebenarnya bodoh tapi terkadang pintar. Ya sudah kau urus saja sendiri idemu itu. Bukankah pacarmu yang bernama Kim Myungsoo itu anak pemilik hotel di Jeju? Kau minta bantuan saja padanya. Oh iya, kau suruh appa-mu untuk cepat pulang. Jadi kalau Luhan kemari, appa yang akan menghadangnya. Kau mengerti kan, anakku sayang?”

‘Dasar umma. Kalau ada maunya baru bilang aku sayang’, ucap Krystal dalam hati.

“Ne… Ne… Aku mengerti !!!”

***

“Jadi aku harus menelpon appa dulu atau myungsoo oppa dulu ? ah lebih baik aku telpon appa dulu”, Krystal menunggu beberapa menit panggilan teleponnya diangkat oleh appa-nya.

Yoboseyo?”, Suara appa terdengar dari seberang sana (?)

“Ne, yoboseyo Yonghwa appa? KAU HARUS CEPAT PULAAANNGGG, APPA !!!! SEOHYUN UMMA MENUNGGUMU DIRUMAAAH !!!!”, Bagaikan petir di siang bolong, Yonghwa appa mendengar teriakan keras anaknya yang sangat cempreng.

“Krystal !!!! Kau mau appa-mu ini tuli, hah?! Suaramu itu sangat cempreng ditambah lagi kau berpacaran dengan myungsoo yang bersuara cempreng juga. Kau ingin membuat keluarga kita jadi keluarga bersuara cempreng, hah ?! Suaraku dan suara Seohyun umma sangat bagus, tapi mengapa aku harus memiliki dua anak bersuara cempreng ?!. Yaa ampun, kalian berdua membuat telingaku sakit kalau kalian berteriak. Kenapa aku disuruh cepat pulang, hah? Seohyun umma merindukanku, eoh?”

“Ne, Seohyun umma merindukanmu appa jelek !!!! Kau harus cepat pulang ada sesuatu yang terjadi”

“Apa???? Kau bilang Yonghwa appa jelek??? Keterlaluan kamu jadi anak. Heh kau Krystal, sadar gak wajah cantikmu itu terlahir dari siapa? Tentu saja dari bibit bebet bobot (?) yang bagus seperti Yonghwa appa dan Seohyun umma. Dasar anak tidak tahu diri. Kau harus bersyukur memiliki appa kece (?) seperti aku ini.. Walaupun umurku sudah berkepala empat, tapi aku masih terlihat seperti remaja berumur 25 tahun”, Krystal yang mendengar appa-nya membual langsung muntah-muntah darah di saat itu juga.

“Krystal, mengapa kau muntah-muntah, hah?”

‘Tentu saja karena appa tadi membual yang tidak-tidak, pabo !!!’ Ucap Krystal dalam diam.

“Apa??? Kau bilang appa pabo??? Kurang ajar kamu. Kalau appa pabo, mana mungkin kita sekeluarga jadi orang kaya. Pasti kita akan jadi gembel kalau appa pabo”

“Mwo? Appa tahu kalau tadi aku bilang pabo? Padahal aku bilang appa pabo dalam hati”

Aish dasar. Aku tadi hanya menebaknya saat tadi kau diam. Jadi benar kau bilang appa-mu ini pabo?. Hey, Krystal apa maksudmu tadi ada sesuatu yang terjadi? Apa karena rumah kita kebakaran???”

Appa mau rumah kita kebakaran? Baiklah nanti akan aku bakar rumah ini”

Aigoo, kau benar-benar sudah gila. Appa serius bertanya padamu, apa yang terjadi di rumah?”

“Jessica eonni pulang ke rumah ini”

Kakakmu pulang ke rumah kita? Yaa ampun, aku sangat bersyukur saat Jessica pergi dari rumah kita. Dan sekarang iblis jadi-jadian itu pulang ke rumah? Kenapa hah dia kembali ke rumah kita???”

“Nanti kita bicarakan lagi dirumah. Pokoknya appa harus cepat pulang !!! Sudahlah aku tutup teleponnya. Bye, appa jelek”

Pippp..

“Dasar appa jelek yang cerewet !!! membuat telingaku dan handphone-ku panas” Krystal mengusap-usap handphonenya karena tadi menelpon yonghwa appa terlalu lama. Setelah panas handphonenya mereda (?), Krystal menelpon kekasihnya.

Krystal mengetik nomer handphone Myungsoo di handphone-nya, lalu menekan tombol hijau dan menelpon Myungsoo.

“Yoboseyo, chagi? Mengapa kau menelponku? Biasanya kau selalu menyuruhku untuk menelponmu duluan”

“Chagiya, aku minta bantuanmu iyaa? Aku ingin menyewa kamar di hotel keluargamu untuk paket berbulan madu”

“Soojungie, kau ingin berbulan madu denganku yaa? Ayo kita lakukan sayang” senyum smirk Myungsoo di seberang sana.

“Aku ini baru saja jadi mahasiswa baru. Aku belum mau menikah, chagi. Aku memesan paket bulan madu itu untuk kakakku dan suaminya. Sekalian yaa kau urus tiket penerbangannya atas nama Jung Sooyeon dan Xi Luhan. Secepatnya aku tunggu kau kerumah untuk mengantarkan tiketnya padaku. Pokoknya kau harus mengurus segalanya, ne? Kalau sampai kau tidak melakukannya dengan benar, aku minta putus darimu. TITIK !!! yaa sudah bye, Myungsoo. Muahh”

Pippp… Dan Krystal tersenyum kemenangan saat menutup panggilan teleponnya pada Myungsoo.

***

LUHAN POV

Jam tanganku menunjukkan pukul 8 malam. Dan aku memutuskan untuk pulang kerumah lebih cepat. Setelah aku sampai rumah, kulihat rumahku sangat gelap dan tak biasanya rumah gelap seperti sekarang ini. Jessica selalu menyalakan lampu rumah meskipun dia sudah tertidur. Aku membuka pintu rumah, dan aku segera melangkahkan kakiku ke kamarku dan Jessica.

“Gelap”, aku menyalakan lampu kamar dan saat kulihat ke arah kasur, Jessica tak ada. Aku mencari Jessica ke kamar mandi dan dapur, dan aku tak menemukan Jessica. Aku coba menelpon ke teman-teman terdekatnya, dan mereka semua bilang tak ada Jessica di rumah mereka. Jalan satu-satunya aku harus menelpon kedua orang tua Jessica.

“Yoboseyo, eomonim. Apa Jessica ada dirumah eomonim?” Tak ada jawaban yang keluar dari mulut eomonim.

“Eomonim?”

“Iya dia ada disini” Jawab Eomonim singkat.

“Baiklah eomonim aku akan segera kesana. Kamsahamnida eomonim. Piipp”, setelah kudengar Jessica berada di rumah kedua orang tuanya, aku bergegas pergi ke rumah Jessica untuk menjemputnya pulang.

***

Sesampainya aku dirumah mertuaku, aku melihat aboenim berdiri di depan pintu rumahnya sambil melipat kedua tangannya di dadanya. Aku melangkah pelan ke arah aboenim.

“Mau apa kau kemari, hah?”, Tanya aboenim tegas.

“Aku ingin menjemput Jessica, aboenim”

“Menjemput? Jessica bilang padaku kalau dia tidak ingin bertemu denganmu. Jadi lebih baik kau pergi dan jangan melangkahkan kakimu disini sebelum kau menyadari kesalahanmu”

“Kesalahanku?”

“Iyaa kesalahanmu. Apa kau tak sadar Jessica marah karena ulahmu”, Aku memikirkan apa kesalahanku pada Jessica. Iya, aku sadar Jessica marah padaku karena masalah pagi tadi. Aku mendiamkan dirinya saat Jessica menghampiriku di kantor.

“Aku sadar aboenim kesalahanku apa. Jadi bolehkah aku bertemu dengan Jessica? Aku ingin meminta maaf padanya”, Kulihat aboenim tampak berfikir dulu sebelum mengizinkan aku masuk ke rumahnya.

“Baiklah kau boleh masuk. Kalau kau membuat anakku menangis lagi, aku tak segan-segan untuk menahan Jessica tinggal disini dan menyuruhnya pergi ke Los Angeles”.

Aboenim membukakan pintu rumahnya untukku. Dan saat aku memasuki rumah keluarga Jessica, aku disambut dengan tatapan dingin dari Krystal dan lelaki di sebelahnya yang aku tau sebagai tunangannya Krystal.

‘Benar-benar keluarga berdarah dingin’, Ucapku dalam hati.

“Jadi ini calon kakak iparku itu?”, Tunjuk lelaki itu padaku.

“Kau benar sekali, Myungsoo. Dia adalah calon kakak iparmu yang membuat kakakku hari ini menangis seharian karena ketidakpeduliannya pada istrinya. Kasian sekali Jessica eonni memiliki suami seperti dia”.

“Bisakah aku bertemu Jessica?”, Tanyaku hati-hati pada Krystal.

“Kau boleh bertemu dengan eonni-ku, asalkan kau mau menerima tiket ini”, Krystal melemparkan 2 tiket yang dipegangnya ke hadapanku.

“Ups, mianhae oppa aku tidak sopan”.

Aku mengambil 2 tiket yang tergeletak di lantai, aku kubaca tulisan yang tertera di tiketnya, “Jeju?”

“Wae, hah? Kau harus membawa Eonni-ku ke Jeju. Kalau tidak, kami sekeluarga akan menyuruh istrimu untuk meneruskan kuliahnya ke jenjang S2 di Los Angeles. Kau sudah membuat eonni-ku selama ini menderita, jadi biarkan dia bahagia di Los Angeles”

“Menderita?” Tanyaku tak mengerti.

“Jangan pura-pura tidak tahu, Luhan oppa. Selama ini kau selalu tidak peduli dengannya. Benar kan oppa yang aku bilang?”, Aku mengangguk. Selama ini aku sadar aku tidak mempedulikan Jessica. Aku selalu pulang larut malam, dan pergi saat Jessica belum bangun dari tidurnya. Setiap Jessica menghampiriku di kantor, aku selalu mengacuhkannya dan terlalu mementingkan pekerjaanku dibandingkan dengan istriku. Aku sadar, Jessica pantas marah padaku. Saat ini aku merasa menjadi suami yang gagal untuk Jessica.

“Jadi bolehkah aku bertemu Jessica?”, Krystal mengangguk lalu dia menunjuk ke arah taman yang berada di belakang rumah ini.

“Dia ada disana”, Aku berlari ke arah taman. Dan Kulihat seorang gadis sedang menaiki ayunan sambil menatap langit.

“Sica-ya ?”, Aku melangkah perlahan mendekati Jessica.

“Pulanglah, aku mau sendiri disini”, Aku menghentikan langkahku saat mendengar suara Jessica berkata seperti itu. Hatiku sakit seperti tertusuk oleh banyak duri yang begitu tajam. Aku sadar, saat ini  dia tak ingin aku berada disini. Jessica benar-benar tak ingin melihat wajahku.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae.. Selama ini aku selalu mengacuhkanmu karena aku terlalu memikirkan pekerjaanku.. Aku merasa sekarang menjadi suami yang gagal untukmu.. Aku berjanji akan menjadi suami yang akan mengerti dirimu.. Jadi, maukah kau memaafkanku?”, Aku berjalan menghampirinya dan berlutut di hadapannya meminta maaf. Kulihat Jessica mengalihkan pandangannya ke arahku dengan tatapan sendu.

“Iya, aku memaafkanmu”, Ucap Jessica sambil tersenyum tulus padaku.

“Jeongmal? Kenapa kau memaafkanku dengan begitu mudah, hah? kau tak ingin memukulku mungkin?”

“Aniyo. Bukankah kita bukan anak kecil lagi? Jadi untuk apa aku memukulmu. Yang terpenting bagiku sekarang, kau telah mengakui kesalahanmu. Aku harap kau jangan pernah berubah. Janji?”, Tanya Jessica sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

“Iyaa aku janji. Kamu juga jangan berubah yaa”, Ucapku sambil menautkan jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.

***

AUTHOR POV

Saat Luhan dan Jessica sedang berduaan di taman, terdapat 2 orang yang sedang mengintip aktivitas Luhan dan Jessica. Mereka adalah Krystal dan Myungsoo yang mengintip di balik pintu yang menuju taman.

“Aigoo, romantisnya mereka berdua”, Krystal senyum-senyum sendiri sambil membayangkan Myungsoo memperlakukannya dengan romantis.

“Hanya menautkan jari kelingking kau bilang romantis ? aku juga bisa”, Myungsoo menautkan kelingkingnya ke kelingking Krystal. Jarak mereka berdua sangat dekat, sehingga dengan mudahnya Myungsoo mencium bibir Krystal. Pipi Krystal bersemu merah dan Myungsoo hanya tersenyum mehe-mehe (?) karena tingkahnya.

“Ini baru disebut romantis”, Ibu jari Myungsoo mengusap pelan bibir Krystal dan membuat pipi Krystal tambah bersemu merah. Tanpa mereka berdua sadari, Yonghwa appa dan Seohyun umma melihat Krystal dan Myungsoo berciuman.

“Ehek ehek”, Yonghwa appa pura-pura batuk. Membuat Krystal dan Myungsoo yang mendengarnya salah tingkah.

“Kalian berciuman? Aigoo anakku Krystal sudah dewasa”, Seohyun umma tersenyum jahil pada Myungsoo dan Krystal.

“Jessica !!! Luhan !!! 2 orang yang mengintip kalian tadi berciuman. Lihatlah wajah mereka terlihat merah seperti tomat”, Yonghwa appa teriak-teriak membuat Jessica dan Luhan mendekati Krystal dan Myungsoo yang bersembunyi di balik pintu.

“Hahahaha kalian berdua. Sudahlah menikah muda saja, jadi kalian berdua bisa melakukannya dengan leluasa tanpa bersembunyi seperti itu”, Luhan tertawa puas pada Krystal dan Myungsoo.

“Memangnya kalian sudah melakukannya?”, Tanya Krystal dengan wajah tidak berdosanya (?)

“Kami akan melakukannya dengan 2 tiket ini. Kalian semua ingin Jessica dan aku berbulan madu kan? Baiklah kami akan melakukannya”, Ucap Luhan sambil memegang punggung Jessica yang berada di sampingnya.

***

Keesokan harinya, Luhan dan Jessica pergi ke Jeju tanpa membawa baju ganti sama sekali. Myungsoo menjanjikan Luhan dan Jessica bahwa mereka berdua tidak perlu repot-repot membawa baju ganti karena Myungsoo sudah mempersiapkan segalanya untuk Luhan dan Jessica. Karena tidak ingin putus dari Krystal, akhirnya dia setuju melakukan segalanya untuk mempersiapkan keperluan Luhan dan Jessica berbulan madu.

Sesampainya mereka berdua di Hotel milik keluarga Myungsoo, Luhan dan Jessica langsung disambut hangat oleh karyawan hotel.

“Selamat siang, Tuan dan nyonya Xi. Kamar tuan dan nyonya bernomor 117 dengan kamar berfasilitas terbaik di hotel ini. Selamat berbulan madu”, Petugas hotel member Luhan dan Jessica kunci kamar. Dan setelah mereka menemukan kamar bernomor 117, Luhan dan Jessica langsung berkeliling memeriksa kamarnya.

“Aigoo, pemandangan dari balkon ini sangat indah sekali”, Jessica memejamkan matanya sambil membentangkan kedua tangan menikmati angin yang menghembus ke arahnya. Luhan mendekati Jessica dan melingkarkan kedua tangannya di perut Jessica.

“Kau terlihat cantik saat tersenyum sambil memejamkan mata”, Jessica yang merasakan tangan Luhan memeluknya dari belakang, membuka matanya perlahan dan memegang kedua tangan luhan yang berada di perutnya.

“Aku ingin segera memiliki anak. Aku ingin tahu seperti apa wajah anak kita nanti”, Jessica mengelus pelan kedua tangan Luhan.

“Kalau begitu ayo kita lakukan, Sica. Kau harus hamil saat nanti kembali ke Seoul”, Luhan membalikkan badan Jessica, lalu mendekatkan bibirnya menyentuh bibir merah Jessica. Luhan semakin memperdalam ciumannya, dan Jessica membalas ciuman Luhan dengan sedikit ganas. Ciuman mereka semakin panas saat Jessica mempersilahkan lidah Luhan untuk masuk ke dalam mulut Jessica.

“Tak kusangka kau begitu ganas. Ayo kita lakukan di dalam”, Luhan mengendong Jessica sambil mencium bibir istrinya dengan lembut.

Luhan menurunkan Jessica dengan pelan ke kasur, “Kau begitu menggoda, Sica. Kau yakin ingin melakukannya ?”, Jessica mengangguk sambil membuka kancing kemejanya.

“Kau telah membuat sifat yadong-ku kambuh. Ayo kita nikmati hari ini dengan indah”, Luhan pun membuka kancing kemejanya hingga terekspos perut Luhan yang cukup membentuk. Luhan membuka jeans-nya hingga terlihat….. (skip)

Mereka sangat menikmatinya  dan saling memainkan sesuatu yang sangat intim milik mereka (?). Tanpa Luhan sadari, Jessica mengeluarkan darah yang cukup banyak membasahi bed cover yang terpasang di kasur yang sedang mereka pakai.

“Luhan-ah.. Cukup..”, Desah Jessica yang terdengar cukup mengoda. Saat Luhan menghentikan aktivitasnya, Luhan pun sadar kalau Mrs. V milik Jessica berdarah.

“Aigoo, kenapa berdarah? Apa hari ini jadwalmu datang bulan, yeobo?”, Tanya Luhan pada Jessica.

Jessica membuka kalender di handphone dan Jessica ingat kalau bulan ini dia belum menstruasi, “Chagi, apa sekarang aku menstruasi? Aku ingat kalau bulan ini aku belum datang bulan. Astaga aku lupa membawa pembalut”.

“Mwo, pembalut?”, Tanya Luhan tercenang mendengar kata yang asing itu.

“Ne, pembalut. Itu roti jepang”, Jawab Jessica dengan pelan.

“Pembalut? Roti jepang?”

“Kau bodoh atau apa, hah? Itu roti yang selalu dipakai kalau para wanita menstruasi. Apa kau sama sekali belum pernah melihat wujud pembalut?”, Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Chagi, kau pernah lihat iklan pembalut di tv? Seperti itulah wujud pembalut”.

“Yang kotak dan panjang itu? Oh kalau itu aku pernah melihatnya di tv”, Ucap Luhan dengan wajah polosnya.

“Nah, kalau begitu kau harus mencari pembalut untukku. Aku tak mungkin kan keluar dengan keadaan seperti ini? Kau cari di lemari kamar ini, kalau tidak ada kau tanyakan petugas hotel apakah punya pembalut apa tidak. Kalau tidak ada juga, kau harus cari pembalut di apotek atau tidak di minimarket terdekat”

“Sekarang aku harus mencari pembalut?”

“Ne, tentu saja Luhan. Kau harus pulang kemari dengan membawa pembalut, arra?” Luhan menganggukkan kepalanya.

***

LUHAN POV

Yaa ampun kenapa hotel se-elit itu bisa tak punya pembalut??? Aish membuatku kesusahan saja. Aku harus mencari apotek atau minimarket dimana? Hah, aku gunakan GPS mobil ini saja.

Astaga, kenapa letak apotek terdekat berada 500 km dari hotel ini??? Untunglah, aku diberi pinjam mobil oleh pihak hotel. Coba kalau tidak, aish apakah aku harus berjalan sepanjang 500 km???..

Di perjalanan, aku sambil menelpon Sehun. Karena biasanya setiap aku memiliki masalah aku selalu cerita pada Sehun.

Yoboseyo?”, Terdengar suara Sehun di seberang sana.

“Sehun… hiks hiks.. Istriku… berdarah… Hiks… hiks…”

“Berdarah? Aku tak mengerti dengan hal seperti itu. Kau tau sendiri kan hyung aku belum menikah. Coba kau telpon Kris hyung, dia kan sudah menikah dengan Sooyoung noona. Mungkin Kris hyung mengerti dengan hal seperti itu. Yasudah yaa hyung aku mau kencan dulu dengan Hyoyeon noona. Piip”

 Panggilan teleponku diputus sepihak oleh sehun. Hiks.. Hiks.. Kau kejam sekali sehun.

Aku mencari kontak nomor Kris di handphone-ku. Setelah menemukannya, aku langsung menelpon Kris.

Yoboseyo, Luhan hyung. Waeyo?

““Kris… hiks hiks.. Jessica… berdarah… Hiks… hiks…”

“Hyung, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Seumur hidupku, aku belum pernah melihat Sooyoung berdarah. Maksudmu Jessica berdarah karena dia akan melahirkan? Chukkae, hyung akan menjadi seorang ayah. Hm, coba kau telpon sepupuku Jong In. Bukankah dia seorang dokter kandungan? Kau kenal Jong In, kan?. Apa kau memiliki nomor barunya? Baru-baru ini dia menganti nomornya”

“Aku tidak memiliki nomor baru Jong In. Coba kau kirim nomornya lewat sms yaa”

Oke hyung. Sudah aku tutup panggilannya. Piipp

Beberapa menit kemudian, sms Kris sampai pada nomorku dan aku segera menelpon Jong In untuk bertanya tentang kejadian yang Jessica alami tadi.

Yoboseyo, apa ini nomor Luhan hyung?”

“Ne, Jong In ini nomorku. Kenapa kau tahu ini nomorku? Bukankah kau sudah berganti nomor?”

Berganti nomor bukan berarti ganti handphone, kan? Hyung ada apa menelponku?

“Jong In, Jessica berdarah hiks hiks”

Mwo? Berdarah? Apa hyung habis melakukan sesuatu dengan Jessica noona?

“Sejujurnya iya. Aku sudah melakukannya”.

Hyung kau menelponku karena ingin pamer kejantananmu? Aku sudah tahu kau pasti bisa melakukannya. Kau berhasil, hyung”.

“Maksudmu apa? aku tidak mengerti”

Astaga hyung. Saat kau melakukannya dan Jessica berdarah adalah wajar. Bukan karena Jessica menstruasi, itu karena kau terlalu kuat bermainnya

“Mwo jadi bukan karena menstruasi? Apa darahnya akan terus mengalir atau hanya sementara?”

Selama 15 menit, darahnya akan berhenti. Jadi hyung jangan melakukannya lagi, ne? karena kau sudah berhasil menghamili Jessica. Kalau kau melakukannya lagi, darahnya akan keluar lagi. Hyung, mengerti kan?

“Ne, aku mengerti. Gomawo Jong In, kau penyelamatku”

Cheonmaneyo, hyung. Kalau Jessica melahirkan, hubungi aku saja. Aku dan Yoona siap selalu membantumu dan juga Jessica. Yasudah kalau ada masalah selama Jessica hamil, kau bisa hubungi aku. Oke aku tutup yaa. Bye hyung. Piip

Terdengar ringtone sms handphone-ku dan kulihat sms itu yang ternyata dari Jessica.

‘Darahnya sudah berhenti. Aneh sekali. Cepat kau kembali, Luhan. Aku sudah menyuruh petugas hotel untuk mengganti bed covernya’

“Aku sudah hampir sampai di apotek yang akan aku tuju, dan sekarang aku disuruh pulang? Benar-benar sial nasibku”

***

Butuh 3 jam untuk aku sampai di hotel. Jam menunjukkan pukul 7 malam, aku benar-benar lelah. Untunglah pintu kamar hotel yang disewakan untuk kami berdua, tak dikunci oleh Jessica. Aku langsung masuk, dan segera tidur karena benar-benar lelah.

Keesokan harinya, kami berdua pulang ke Seoul karena aku dan Jessica merasa bulan madu kami cukup sehari saja. Aku sudah berkonsultasi dengan Jong In, jika ingin mengetes kehamilan lebih baik 6-12 hari sesudah melakukan hubungan intim. Aku harus menunggu minimal seminggu untuk mengetahui Jessica hamil atau tidak.

Hari yang kutunggu pun akhirnya tiba. Sudah seminggu terlewat, dan aku menyuruh Jessica untuk melakukan tes kehamilan dengan test pack. Untunglah, hasilnya menunjukkan 2 garis berwarna merah. Yang berarti Jessica hamil dan aku akan menjadi ayah.

Aku member tahu keluarga Jessica kalau istriku telah hamil. Reaksi mereka tentu saja sangat gila. Mereka sangat histeris saat mendengar Jessica hamil dan kami akan memiliki seorang bayi. Krystal dan Myungsoo? Aku berterima kasih pada mereka berdua karena berkat usaha Krystal dan Myungsoo-lah aku dan Jessica bisa berbulan madu ke Jeju.

Bulan demi bulan, perut Jessica semakin membesar. Dan anehnya, akulah yang mengidam. Menurut Jong In, suami yang mengidam masih wajar dan tidak aneh. Cukup jarang suami yang mendapatkan ngidam. Saat ngidam, keinginanku selalu tak karuan. Aku ingin selalu memakai baju pink, aku ingin makan semangka, makan dimsum, dan ingin memakan makanan lainnya. Saat aku memakai baju berwarna pink, entahlah aku tidak merasa malu saat mengenakannya. Padahal dulu sebelum aku ngidam, aku sangat membenci warna yang sangat girly itu.

Aku berpikir bahwa suatu saat nanti Jessica akan melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan karena aku mengidam ingin selalu mengunakan baju berwarna pink. Tapi ternyata takdir berkata lain. Saat Jessica sudah menginjak usia kandungan 9 bulan dan tiba saatnya Jessica melahirkan, ternyata Jessica melahirkan bayi laki-laki. Aku sangat senang saat tahu Jessica melahirkan anak laki-laki, dan aku berharap semoga kadar ketampananku diwariskan sepenuhnya pada anakku nanti hahahaha..

Setelah Jessica melahirkan bayi, tentu saja ingin membuat anak lagi. Rasanya membuat anak benar-benar sangat menyenangkan. Setelah anakku dewasa, aku akan meminta Jessica untuk melakukan bulan madu lagi.

The First Honeymoon Night, until whenever will never be forgotten..

Thank you Jessica, because you’ve given the little Prince in our little family🙂

 

 

~ FIN ~

Author Notes:

Aduh mianhae yaa kalau ceritanya mengecewakan u,u

Semoga readers terhibur dengan fanficnya. Mengenai Sequel dari cerita ini, aku gak janji. Mungkin kalau aku ada ide untuk Second Honeymoon LuSica couple, akan aku bikinin fanfic-nya. Tapi sekali lagi, aku gak janji.

Mohon maaf yaa kalau fanficnya banyak kekurangan. Aku masih bingung waktu buat scene telpon-telponannya. Jadi maaf yaa kalau readers bingung atau gimana dengan ceritanya..

Ayo komen-komen.. Tinggalkan jejaknya yaa.. Karena komentar kalian, membuatku semangat menulis..

Komentar, saran, maupun kritik aku tunggu..

Kamsahamnida readers sudah membaca fanfic ini🙂

 Dan kalau yang ingin tau bayi Luhan dan Jessica seperti apa, aku kasih gambarnya yaa :

 joj17_4_2 joj17_4_5b

 Notes: sebenernya itu bayi yang ada di drama korea jang ok jung.. Aku suka banget sama bayi-nya lucu banget >_<

83 thoughts on “[Oneshoot] The First Honeymoon Night

  1. hahahha,,ya ampun luhan oppa lucu bgt pas nelpon sehun oppa,kris oppa & kai oppa
    masak masalah gtuan ditanyain ke semua org sambil mewek,,,hahaha
    ditunggu thor ff lainnya (n_n)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s