DESTINY Part 5

 

Title :

DESTINY  Part 5

Present by

Lee Midah

Artwork by

Lm Artwork

Main Cast :

Xi Luhan Exo-M || Kwon Yuri SNSD

Sub Cast :

Kai Exo-K || Kim Airin Oc ||  Choi Sooyoung ||  Baekhyun || Sehun || Other Exo cameo

Rating  PG -15 || Lenght Multichapter || Genre  Angst, Romance, Hurt, Sad

Disclimer : Cerita ini murni hasil pikiran Author yang sedang ingin membuat FF tentang HanYul couple. Castnya milik God, SM, dan diri mereka sendiri. Author cuma minjem ^^It’s Just Mystory, so just for fun!!!  Don’t Siders!!! Don’t Plagiat!!! Don’t Bashing!!!! Typo is Art Of Writting ^___^

N/B : If You Respect To Me, Leave a Comment After read!!! Bila tidak suka pairingnya mending gak usah baca ya, cos Aku memilih Cast sesuai dengan karakter yang menurut aku cocok. Terserah readers mau berpendapat sama atau tidak. Ini hanya cerita jadi Mohon tidak Bashing, Be Friendly?! 🙂

 Happy Reading !!!

Kai masuk ke kamar Luhan dan melihat Luhan dan Yuri terlihat canggung, dia pun menghampiri kedunya dengan wajah cerianya.

“ Kau sudah selesai Luhan? Otte, terapinya? “, tanya Kai dengan senyum cerianya.

“ Neh, baik. Semuanya lancar “, jawab Luhan

“ Geurae “, Kai menganggukan kepalanya.

“ Yuri, setelah ini kau mau kemana? “, tanya Kai sambil menoleh kearah Yuri.

“ Neh?! “, Yuri kaget karena barusan pikirannya sedang tidak fokus, Luhan menatap Yuri yang tidak berani menatapnya.

“ Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi? “, tanya Kai lagi.

“ Hmm… Anio, wae? “, jawab Yuri.

“ Kalau begitu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, kau mau? “, ajak Kai membuat Luhan menatap Kai tidak suka namun Luhan mencoba bersikap biasa, Yuri menoleh pada Luhan sekilas sebelum menjawab Kai.

“ Geurae, Kajja “, Yuri menerima ajakan membuat Luhan kesal tiba – tiba, sedangkan Kai tersenyum senang.

Kenapa dia mau menerimanya? Aish! Kai, apa yang sebenarnya kau rencanakan? “, batin Luhan kesal.

“ Kalau begitu Luhan, kami pergi dulu ya “, semangat Kai.

“ Ya! Apa kalian akan meninggalkanku sendiri disini? Kalian tidak ingin menemaniku sebentar lagi? “, tanya Luhan.

“ Kalau begitu kita tunggu sebentar, Kai. Luhan pasti kesepian jika kita tinggalkan sendiri “, putus Yuri membuat Luhan senang namun tidak bagi Kai tapi Kai hanya mengikuti apa yang Yuri mau.

Mereka saling mengobrol tentang masalalu, sekolah dan teman – teman mereka, terlihat Luhan dan Yuri sering curi – curi pandang saat Kai  bercerita. Tidak lama datanglah Airin yang masuk ke kamar Luhan.

“ Oppa!!! “, seru Airin membuat semua orang menatapnya.

“ Airin? “, sahut Luhan yang langsung menoleh pada Yuri, entah kenapa jika Airin disampingnya Luhan merasa tidak enak dengan Yuri.

“ Kai Oppa? kalian disini juga? “, tanya Airin yang langsung melirik kearah Yuri.

“ Neh, oia Luhan disini sudah ada Airin kan. Aku dan Yuri pamit dulu neh. Kajja Yuri! “, ujar Kai mengajak Yuri pergi, sebenarnya Yuri berat meninggalkan rumah sakit tapi disini sudah ada Airin dan dia merasa tidak dibutuhkan Luhan lagi.

“ Geurae, Kajja! “, ucap Yuri, tersirat di wajah Luhan sebuah kekecewaan.

“ Aku pergi dulu, Bye “, pamit Yuri dan Luhan hanya menganggukan kepalanya.

Bagus, Oppa kau harus menjadikannya milikmu dan Luhan Oppa akan menjadi milikku “, batin Airin sambil tersenyum menyeringai.

~o0o~

Sepanjang perjalanan Yuri hanya memandang ke jendela, pikirannya masih dipenuhi Luhan apalagi dengan adanya Airin membuat hatinya tidak karuan.

“ Wae? Mengapa aku tidak bisa menghilangkan Luhan dari pikiranku? Aish! Yuri, kau ini kenapa? “, batin Yuri sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.

Kai menyadari tingkah Yuri, dia pun menoleh lalu melihat ke arah depan lagi.

“ Apa ada yang menganggumu Yuri? “, tanya Kai.

“ Neh?! “, sahut Yuri sambil menoleh.

“ Kulihat sepertinya kau memikirkan sesuatu? “, tebak Kai.

“ Anio, Eopseoyo “, bohong Yuri sambil tersenyum garing dan Kai hanya menganggukkan kepalanya.

“ Kita sampai! “, ucap Kai sambil menghentikan mobilnya.

“ Oh?! Tempat apa ini? “, tanya Yuri.

“ Tempat favoritku, Kajja “, ajak Kai lalu mereka masuk ke sebuah ruangan yang sepertinya tempat latihan dance.

“ Ini kan tempat latihan dance? “, ucap Yuri.

“ Neh “,

“ Jadi kau suka ngdance? Wah… aku sudah lama tidak ikut latihan bersama teman – temanku “, ucap Yuri sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu.

“ Kau suka juga? “, tanya Kai dan Yuri mengangguk.

“ Kalau begitu maukah kau dance bersamaku? “, pinta Kai dengan mata berbinar.

“ Aku tidak yakin, tapi boleh juga “, Yuri setuju membuat Kai senang.

Kai pun mulai memainkan musiknya dan dia mulai mengikuti alunan musik yang membuat Yuri kagum. Gerakannya sunggu sesuai ritme dan badannya terlihat seperti bergerak otomatis. Yuri dibuat tidak berkedip, Kai pun mulai mengajak Yuri untuk ikut dance. Dengan senyum mengembang Yuri pun mulai menggerakkan tubuhnya dengan luwes, setiap gerakannya membuat jantung Kai berdegup kencang.

Dia… sungguh sexy “, batin Kai yang takjub.

Setelah musik berhenti Kai langsung bertepuk tangan dengan semangat, dia sungguh tidak menyangka kalau Yuri memiliki hobi yang sama dengannya.

“ Bravo!!! “, puji Kai membuat Yuri tersenyum.

“ Gomawo “, jawab Yuri sambil membungkukkan tubuhnya.

Mereka pun bercerita tentang musik juga dance yang membuat mereka lupa waktu karena asyiknya membahas tentang hobi mereka.

Luhan tidak mendengarkan apa yang Airin katakan, pikirannya hanya membayangkan apa yang dilakukan Yuri dan Kai sekarang? Airin melihat Luhan yang tidak mendengarkannya dan sibuk dengan pikirannya sendiri merasa kesal.

“ Oppa! Apa kau mendengarkanku?! “, tanya Airin namun yang dipanggil tidak menyahut.

“ Oppa!!! “, teriak Airin yang akhirnya membuat Luhan sadar.

“ Neh?! Ah… Mian, aku sedang memikirkan sesuatu “, sesal Luhan melihat wajah kesal Airin.

“ Aish! Memangnya apa yang kau pikirkan? Aku sudah bercerita sampai mulutku berbusa Oppa, tapi kau malah mengacuhkanku “, cemberut Airin.

“ Mianhae Rin-a, aku lelah. Sepertinya aku harus istirahat. Kau pulanglah sebentar lagi gelap, tidak baik seorang yeoja pulang sendirian malam – malam “, ujar Luhan yang memang ingin segera mengakhiri hari itu dan tidak sabar menunggu hari esok.

“ Tapi Oppa, aku ingin sekali menemanimu “, rengek Airin.

“ Rin-a, masih ada hari esok. Aku tidak ingin terjadi apa – apa denganmu “, ucap Luhan membuat Airin merasa kalau Luhan perhatian padanya.

“ Geurae, besok aku datang lagi Oppa. Bye “, pamit Airin membuat Luhan mengangguk.

Airin meninggalkan Luhan sendiri, Luhan mulai berbaring ditempat tidurnya sambil memandang langit- langit kamarnya.

“ Yuri… Yuri…. “, gumam Luhan sebelum menutup matanya untuk tidur.

~o0o~

“ Ayo Luhan kau pasti bisa! “, teriak Yuri menyemangati Luhan karena sekarang terapi Luhan bukan lagi memakai pegangan di ruangan tapi sekarang Luhan melakukannya di taman.

 Dokter masih mengawasi Luhan untuk melihat kemajuan dari kaki Luhan yang semakin membaik. Luhan mencoba melangkahkan kakinya seperti anak bayi yang mulai belajar cara berjalan. Yuri menatapnya cemas karena takut terjadi sesuatu pada Luhan. Selangkah demi selangkah Luhan terus menggerakan kakinya namun tiba – tiba saja Luhan merasakan sakit lagi di bagian tumit kakinya yang membuatnya terjatuh, Yuri yang kaget langsung menghampiri Luhan.

“ Akh! “, ringis Luhan.

“ Gwenchana? “, tanya Yuri panik dan Luhan menganggukan kepalanya.

“ Sepertinya untuk sekarang cukup karena kakimu memang belum kuat berjalan lebih lama “, ucap Dokter yang mengakhiri terapinya.

Yuri membantu Luhan berdiri dan memapahnya untuk duduk di bangku taman. Setelah Dokter meninggalkan mereka Yuri pun duduk disamping Luhan dan terlihat wajahnya masih memancarkan kecemasan.

“ Apa benar tidak apa – apa? “, tanya Yurri, Luhan menatap Yuri dan melihat wajah Yuri yang masih cemas. Ada rasa senang dalam hatinya karena melihat perhatian Yuri padanya.

“ Kau tidak usah khawatir, aku baik – baik saja “, jawab Luhan sambil tersenyum.

“ Yuri… “, panggil Luhan lembut.

“ Neh? “, sahut Yuri.

“ Gomawo, karena kau aku memiliki semangat untuk sembuh “, tambah Luhan.

“ Eh? A.. anio, mengapa karena aku? “, tanya Yuri gugup.

Justru karena aku kau harus mengalami hal ini “, batin Yuri.

“ Kau tahu, saat pertama aku mendengar kabar aku tidak bisa berjalan rasanya duniaku seakan runtuh. Bahkan mimpi yang hampir aku capai harus musnah begitu saja. Semua itu membuat hatinya hancur, aku bahkan tidak berpikir apa yang akan aku lakukan dimasa depan nanti “, tutur Luhan menceritakan perasaannya pada Yuri yang membuat Yuri merasa sangat bersalah.

“ Tapi saat kau tidak mneyerah untuk memberiku semangat, bahkan kau selalu menemaniku yang membuatku masih percaya ada harapan untukku “, tambah Luhan sambil tersenyum pada Yuri.

Yuri menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Luhan yang kini mengarah padanya. Dia seakan tidak pantas mendapatkan kebaikan Luhan sementara dialah yang menjadi sumber penderitaan bagi Luhan. Luhan memegang tangan Yuri membuat Yuri mengangkat kepalanya dan kini mata cokelatnya menangkap sepasang bola mata hitam menatapnya hangat dengan senyum tulus.

“ Gomawo, selalu disisiku sampai saat ini “, ucap Luhan.

“ Aku… aku…. “, Yuri bingung harus mengatakan apa, rasanya dia tidak bisa mencari kata yang cocok untuk di ucapkan.

“ Yuri! Luhan! “, teriak Sehun yang datang bersama Baekhyun dan Kai.

Sontak Yuri melepaskan tangannya dari genggaman Luhan, Luhan terlihat kecewa namun dia mencoba mengerti.

“ Bagaimana terapimu Luhan? “, tanya Baekhyun.

“ Lancar “, jawab Luhan singkat.

“ Yuri-a, besok akan ada latihan dance bersama groupku. Kau mau ikut? “, tawar Kai membuat Sehun, Baekhyun dan Luhan menatap mereka.

“ Kau bisa menari Yuri? “, tanya Sehun.

“ Anio, aku hanya melakukannya jika sedang bosan “, jawab Yuri.

“ Eish! Kau itu jangan merendah Yuri. Kalian pasti kaget jika melihatnya menari “, ujar Kai.

“ Anio “, sangkal Yuri.

“ Aku ingin sekali melihatnya, kau ikut saja Yuri kami juga akan datang ke sana “, ajak Baekhyun.

“ Hmmm… akan kupikirkan “, jawab Yuri.

~o0o~

“ Luhan kau yakin ingin pergi? “, tanya Omma Luhan saat melihat berganti pakaian karena ingin keluar.

“ Omma, aku sudah hampir 3 bulan disini. Aku juga ingin melihat teman – temanku yang lain “, jawab Luhan yang masih merapikan pakaiannya.

“ Tapi kakimu… “,

“ Tenanglah Omma, aku sudah baikan. Ya walaupun masih memakai tongkat ini “, jawab Luhan sambil tersenyum.

“ Geurae, kau ini memang keras kepala “, ucap Omma Luhan membuat Luhan tertawa.

“ Kalau begitu hati – hati ya, hmmm Yuri tidak menemanimu? “, tanya Omma Luhan.

“ Neh? A.. anio, dia juga pasti punya urusannya sendiri jadi tidak mungkin kan dia terus menemaniku “, jawab Luhan.

“ Yuri anak yang baik, pasti senang memiliki pacar sepertinya “, ujar Omma Luhan dengan nada menggoda yang membuat Luhan tersipu.

“ Apa yang kau katakan Omma? “, cibir Luhan yang menyembunyikan wajah merahnya membuat Ommanya tertawa

“ Ya sudah aku pergi dulu Omma, sampai nanti “, pamit Luhan pada Ommanya lalu meninggalkan rumah sakit, lagipula Dokter sudah mengijinkannya pulang sejak pagi tadi dan Luhan hanya ke rumah sakit untuk terapi seminggu sekali.

Setelah Luhan pergi tak berapa lama Airin datang dan bertemu dengan Omma Luhan.

“ Anyeonghaseyo Ommonim “, sapa Airin memasang wajah ramah.

“ Oh Airin, kau ada di Korea? Aku dengar kau masih di China? “, jawab Omma Luhan.

“ Neh, aku kesini berlibur sekaligus ingin menjenguk Luhan Oppa “, ujar Airin memasang senyum manis.

“ Oh Luhan baru saja keluar, katanya dia ingin menemui teman – temannya “, ucap Omma Luhan.

“ Neh? Memangnya Luhan Oppa sudah boleh pulang Ommonim? “, tanya Airin.

“ Tadi pagi Dokter sudah bilang boleh pulang, tapi Luhan masih harus mengikuti beberapa terapi lagi “, jelas Omma Luhan.

“ Lalu kemana Luhan Oppa pergi? “,

“ Dia bilang akan ke studio dance tempat teman – temannya berada “,

“ Neh, Kamshamida Ommonim, aku akan menyusulnya “, jawab Airin sambil membungkukkan tubuhnya lalu pergi menyusul Luhan.

Kai menjemput Yuri untuk pergi ke studio dance lagi, setelah beberapa menit mereka pun sampai ditempat yang mereka tuju. Yuri keluar dari mobil Kai, saat Yuri hendak berjalan Yuri mendengar suara seseorang memanggilnya.

“ Yuri-a!!!  “, Yuri menolehkan kepalanya dan melihat Sooyoung diseberang jalan.

Yuri tersenyum sambil membalas lambaian tangan Sooyoung. Yuri pun hendak menghampiri Sooyoung namun ketika akan menyebrang Yuri tidak melihat ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sooyoung dan Kai yang melihat dari arah yang berlawanan kaget. Mereka meneriakan nama Yuri membuat Yuri sadar akan mobil yang melaju dengan cepat kearahnya.

“ Yuri!!!! “, teriak Sooyoung dan Kai.

Tiiiiiittttttttttt!!!!!!!!!!!!!!

Yuri menutup matanya saat mobil itu sudah dekat dengannya, namun tiba – tiba Yuri merasakan dorongan yang sangat kuat sampai dia terjatuh kepingir jalan. Sooyoung dan Kai langsung lari menghampiri Yuri.

“ Luhan?! “, kaget Kai melihat orang yang telah mendorong Yuri ternyata Luhan yang sekarang berada diatas Yuri.

Mendengar nama Luhan Yuri pun membuka matanya dan benar didepannya kini Luhan yang masih berada diatas tubuhnya. Yuri dan Luhan saling bertatapan dengan jarak wajah mereka yang hanya beberapa centi. Keduanya terlarut dalam suasana saling menatap sampai suara Sooyoung menyadarkan mereka.

“ Yuri, Gwenchana?! “, tanya Sooyoung khawatir.

“ Ah neh! “, jawab Yuri.

“ Luhan, bagaimana bisa kau?! “, ucap Kai tidak percaya karena Luhan tadi berlari sedangkan kakinya masih belum sembuh.

Luhan sadar dengan apa yang diucapkan Kai, dia pun melihat tongkatnya yang tergeletak di seberang jalan lalu melihat kakinya.

“ Kakimu? “, ucap Yuri yang kini sudah bangun.

“ Aku… aku bisa berjalan? “, ujar Luhan sambil menatap Kai, Yuri dan Sooyoung tidak percaya.

“ Neh, kau bahkan tadi berlari “, jawab Sooyoung.

Kini dengan wajah yang masih tidak percaya, wajah Luhan menyunggingkan senyum bahagia. Dia tidak menyangka dirinya akan sembuh secepat ini, semuanya diluar dugaan. Yuri pun ikut tersenyum bahagia.

“ Aku sembuh! Aku sembuh! “, teriak Luhan bahagia, dia langsung memeluk Kai yang berada disampingnya.

Yuri tersenyum sambil menoleh pada Sooyoung yang juga ikut merasakan bahagia, Luhan benar – benar merasa semua ini mimpi untuknya.

“ Syukurlah, kau sembuh Luhan “, ucap Yuri membuat Luhan menoleh padanya dan Luhan langsung memeluk Yuri dengan erat.

Yuri kaget dengan sikap Luhan, namun dia membalas pelukan Luhan karena dia juga merasakan senang dalam hatinya. Luhan melepaskan pelukannya pada Yuri dan menatap Yuri, namun senyum Luhan hilang melihat tangan Yuri yang mengeluarkan darah. Saat terjatuh tadi tangan Yuri membentur jalanan membuatnya terluka.

“ Kau terluka Yuri “, ucap Luhan membuat Yuri melihat tangannya yang mengeluarkan banyak darah karena lukanya cukup parah.

“ Gwenchana ini luka kecil “, ucap Yuri mencoba menahan perih ditangannya .

“ Anio, kau harus ke rumah sakit sekarang Yuri, lukanya terlihat parah “, ucap Sooyoung yang juga melihat ke arah Yuri.

“ Aku antar kau ke rumah sakit! “, seru Kai.

“ Anio, ini luka kecil, aku tidak apa – apa “, ucap Yuri namun Luhan menarik tangannya menuju mobil Kai, Sooyoung juga mengikuti mereka karena khawatir dengan Yuri.

~o0o~

“ Sudah kubilang ini hanya luka kecil, kalian tidak percaya padaku “, cibir Yuri pada Sooyoung dan Kai yang menemaninya, karena Luhan sedang melakukan konsultasi dengan Dokternya mengenai kakinya.

“ Kau masih bilang luka kecil? Lihat perban itu sudah hampir menutupi seluruh  tanganmu “, ucap Sooyoung kesal.

“ Untunglah kau tidak apa – apa Yuri “, ujar Kai

“ Kau itu terlalu khawatir Kai “, canda Yuri sambil memukul tangan Kai pelan, Sooyoung melihat bagaimana Kai menatap Yuri dan Sooyoung tahu Kai memiliki perasaan pada Yuri.

“ Oia Luhan mana? Apakah dia sudah memeriksa kakinya? “, tanya Yuri, terlihat wajah Kai yang tersenyum berubah kecewa walaupun Kai merasa wajar kalau Yuri khawatir.

“ Dia masih bersama Dokternya “, jawab Kai.

Firasatku mengatakan akan ada cinta segitiga antara mereka “, batin Sooyoung.

Sementara itu di ruangan Dokter yang menangani Luhan, Dokter itu melihat hasil x-ray kaki Luhan.

“ Ini Sungguh keajaiban Luhan-ssi, aku baru mengalami kejadian seperti ini “, ucap Dokter yang juga tidak menyangka dengan kesembuhan Luhan.

“ Bagaimana bisa ini terjadi? “, tanya Dokter menatap Luhan.

“ Aku juga tidak mengerti Dokter, tapi saat melihat Yuri hampir tertabrak mobil ada suatu dorongan dalam diriku dan tanpa sadar aku sudah berada diseberang jalan raya itu “, jelas Luhan.

“ Yuri? Yeoja yang sering menemanimu terapi? “, tanya Dokter.

“ Neh, saat temanku meneriakan namanya dan kulihat mobil itu mendekatinya kakiku seolah memaksa otakku untuk menyelamatkannya “, ujar Luhan, Dokter itu tersenyum mendengar penjelasan Luhan yang membuat Luhan mengerutkan keningnya.

“ Mengapa Dokter tersenyum? Apa ada yang lucu dari ceritaku? “, heran Luhan.

“ Anio, hanya saja banyak didunia ini yang sulit kita jelaskan dengan logika “, ucap Dokter membuat Luhan semakin tidak mengerti.

“ Maksud Dokter? “,

“ Cinta, sesuatu yang selalu melangkahi akal sehat setiap manusia bahkan ilmu kedokteran sekalipun“, tambah Dokter itu.

“ Apa hubungannya cinta dengan kakiku Dokter? “, Luhan semakin tidak mengerti.

“ Semua jawabannya ada dalam hatimu, tapi selamat karena kakimu memang sudah sembuh “, Dokter itu masih tersenyum melihat Luhan yang kebingungan.

Luhan keluar dari ruangan itu dan masih memikirkan maksud dari perkataan Dokter yang belum terjawab. Terlihat Yuri, Kai dan Sooyoung menghampirinya.

“ Otte Luhan? Apa yang Dokter katakan? “, tanya Yuri penasaran.

“ Dokter bilang aku sudah sembuh, semua itu mukjizat dari Tuhan “, jawab Luhan.

“ Syukurlah akhirnya kau bisa bergabung lagi dengan kami “, ujar Kai sambil merangkul Luhan.

“ Lukamu bagaimana Yuri? “, tanya Luhan.

“ Tidak apa – apa, hanya butuh diperban beberapa hari “, jawab Yuri sambil tersenyum.

Tiba – tiba saja Yuri merasakan ada sedikit kekecewaan dalam hatinya dengan kesembuhan Luhan, inilah saatnya untuk Yuri mengaku dan minta maaf pada Luhan. Sooyoung menyadari perubahan wajah Yuri yang terlihat murung dan dia penasaran mengapa Yuri menjadi terlihat sedih.

“ Sepertinya kita harus kembali ke studio, semuanya masih menunggu kita “, ajak Kai membuat mereka mengangguk dan kembali ke studio.

Mereka pun sampai di tempat itu, sebelum mereka masuk Sooyoung menarik tangan Yuri menuju toilet. Yuri yang kaget hanya mengikuti Sooyoung karena dia tidak sempat bertanya.

“ Mengapa kau terlihat sedih Yuri? Harusnya kau senang kan dengan kesembuhan Luhan? “, tanya Sooyoung.

“ Aku tidak sedih, justru aku sangat bahagia “, sangkal Yuri, namun Sooyoung tahu sekali tabiat sahabatnya itu.

“ Kau pikir aku mengenalmu hanya satu bulan? Satu tahun? Eoh? “, tanya Sooyoung tidak percaya.

Yuri menghela nafasnya karena memang percuma untuknya bohong pada Sooyoung. Sooyoung tipe orang yang tidak akan menyerah sebelum mendapat jawaban yang dia inginkan walaupun dengan paksaan.

“ Neh, aku senang sekaligus sedih dengan kesembuhan Luhan. Karena sekarang waktunya untukku mengatakan yang sejujurnya “, jawab Yuri.

“ Dan entah kenapa hatiku merasa berat untuk mengatakannya dan aku takut sekali jika dia membenciku “, tambah Yuri yang tidak bisa menahan air matanya yang dengan mudah mengalir di pipinya.

“ Yuri… “, lirih Sooyoung melihat sahabatnya itu.

“ Aku tidak tahu caranya untuk berkata jujur bahwa akulah yang menabraknya hingga kakinya tidak bisa berjalan… “,

“ Tapi Yuri, bukankah kau juga yang membuatnya sembuh. Luhan berlari tanpa memikirkan sakit kakinya karena ingin menyelamatkanmu. Aku yakin dia akan memaafkanmu karena dia menyukaimu “, ucap Sooyoung.

“ Menyukaiku? Tidak mungkin! “, sangkal Yuri.

“ Tidak bisakah kau lihat? Jika dia tidak menyukaimu, dia tidak akan berlari menyelamatkanmu “, ucap Sooyoung meyakinkan Yuri.

“ Lalu kalau dia menyukaiku dan mengetahui kebenarannya, apa reaksinya nanti? “, tanya Yuri membuat Sooyoung tidak bisa menjawab karena memang dia tidak tahu apa reaksi Luhan saat mengetahu kejujuran itu.

“ Sudahlah Sooyoung-a, aku akan mencari caraku untuk melakukannya. Lagipula aku sudah berjanji jika dia sembuh aku akan mengatakan yang sejujurnya. Jadi kau tidak usah khawatir denganku “, ucap Yuri sambil mencoba tersenyum dan mengajak Sooyoung untuk ke ruangan latihan.

“ Luhan kau bisa berjalan?! “, tanya Baekhyun kaget karena Luhan berjalan masuk dengan Kai.

“ Neh, semua ini keajaiban. Aku juga tidak menyangka kalau aku akan sembuh secepat ini “, jawab Luhan senang.

“ Kukira kau akan lebih lama membawa tongkat seperti namja tua “, canda Sehun membuat Luhan tersenyum.

“ Selamat datang kembali Luhan “, ucap member yang lainnya yang ikut senang dengan kesembuhan Luhan.

~o0o~

“ Yuri! “, panggil Sehun melambaikan tangannya.

“ Chagi-a, kau datang juga? “, tanya seorang namja yang paling tinggi diantara 12 namja yang ada diruangan itu.

“ Siapa yang dipanggil Chagi olehnya? “, tanya Baekhyun.

“ Molla, bukankah kau yang dekat dengannya? “, ujar Sehun sambil mengangkat bahunya.

Semua orang menatap namja itu begitun pun Yuri, Chanyeol nama namja itu menghampiri Yuri juga Sooyoung. Semua namja yang ada disana juga penasaran siapa yang dipanggil Chagi oleh Chanyeol  itu. Chanyeol masih memasang senyum cerianya.

“ Tentu saja Chagi-a, aku sudah berjanji kan “, jawab Sooyoung yang membuat Yuri berbalik menatapnya.

“ Sooyoung-a, sejak kapan kau punya namjacingu? “, tanya Yuri heran.

“ Sejak seminggu kemarin, mian aku tidak cerita padamu “, jawab Sooyoung sambil tersenyum.

“ Kau pasti Yuri? Sooyoung sering cerita tentangmu. Park Chanyeol imnida bangapseumida “, ucap Chanyeol mengulurkan tangannya.

“ Neh, bangapseumida “, balas Yuri.

“ Yuri, mereka adalah teman – temanku juga Luhan, Sehun dan Baekhyun. Kami menamakan diri kami Exo. Yang ini Kris dan Suho mereka adalah leader disini. Yang itu Chen, D.O, Lay, Tao, Xiumin “, ucap Kai sambil menghampiri Yuri dan mengenalkan semua member.

“ Anyeonghaeseyo, Yuri imnida “, ucap Yuri memperkenalkan diri.

“ Dan yang ini yeojacinguku Sooyoung “, ucap Chanyeol sambil merangkul Sooyoung.

“ Bangapseumida “, balas Sooyoung.

“ Yuri tanganmu kenapa? “, tanya Sehun melihat perban ditangan Yuri.

“ Tadi ada kecelakaan sedikit “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Luhan-a, sebaiknya kau tidak usah ikut kami latihan. Kau kan baru sembuh “, ucap Kris yang menyuruh Luhan untuk duduk saja.

“ Neh, Kris benar. Lagian kau juga tidak terlalu berminat untuk menari kan? “, setuju Suho.

“ Ya! Aku juga menyukainya walaupun aku lebih menyukai sepak bola “, cibir Luhan membuat semua orang tertawa.

“ Yuri, kau juga terluka. Sepertinya kami tidak bisa melihatmu menari “, ucap Sehun kecewa.

“ Aish! Sudahlah biarkan mereka istirahat kajja kita mulai! “, ajak Kai, lalu mereka pun menyalakan musik Growl.

“ Wahhh… mereka keren sekali “, takjub Yuri membuat Luhan menoleh, Luhan tersenyum melihat ekspresi Yuri yang menurutnya lucu.

“ Chanyeolie, kau kereeeennn!!!! “, teriak Sooyoung sambil terus menyemangati namjacingunya.

“ Kalau kau ikut, pasti kalian lebih keren “, ujar Yuri pada Luhan.

“ Sudah pasti itu “, setuju Luhan dan keduanya pun tertawa bersama.

Tiba – tiba saja datang seorang yeoja membuat para member Exo berhenti sejenak karena yeoja itu membuka pintu dengan sedikit kasar.

“ Ya! Kim Airin! Bisakah kau datang lebih sopan, kami ini sedang latihan “, kesal Kai pada adiknya itu namun terlihat tatapan Airin tidak peduli.

“ Rin-a , kau sudah pulang? “, tanya Chen antusias melihat Airin karena dia memang menyukai Airin sejak dulu.

Lagi – lagi Airin mengacuhkannya, Airin menghampiri Yuri dan Luhan yang menatapnya heran begitu juga Sooyoung yang berada disamping Yuri.

“ Yuri, bisakah kita bicara sebentar? “, pinta Airin.

“ Neh?! “, sahut Yuri kaget.

“ Siapa kau mengapa ingin berbicara dengan Yuri? “, tanya Sooyoung heran.

“ Yuri, bisakah? “, tanya Airin lagi tanpa memperdulikan Sooyoung

“ Aish! Yeoja menyebalkan! “, gumam Sooyoung kesal.

“ Geurae “, setuju Yuri.

Luhan merasa ada yang aneh dengan Airin namun dia tidak merasa terganggu dengan hal itu, Sooyoung jua sebenarnya ingin ikut tapi Yuri tidak membiarkannya untuk ikut. Setelah Yuri dan Airin keluar para member Exo berlatih lagi.

“ Apa yang kau ingin bicarakan Airin-ssi? “, tanya Yuri mencoba ramah saat mereka ada di toilet.

“ Huh? Jangan berpura – pura ramah didepanku “, ucap Airin dingin sambil membalikkan tubuhnya.

“ Apa maksudmu? “, tanya Yuri heran.

“ Aku tidak menyangka kau masih memiliki muka didepan Luhan Oppa setelah apa yang kau lakukan padanya, Huh?! “, ujar Airin dengan nada tinggi sambil mendorong bahu Yuri yang tangannya terluka.

“ Akh! “, ringis Yuri.

“ Apa yang kau bicarakan Airin-ssi? Aku tidak mengerti “, tanya Yuri sambil memegangi tangannya yang terluka.

“ Jangan pura – pura bodoh! Aku tahu kau kan yang menabrak Luhan Oppa dan membuatnya tidak bisa berjalan?! “, tanya Airin sambil memegang dagu Yuri dengan kasar, Yuri merasa kaget karena darimana Airin tahu tentang hal itu?

“ Kau pasti berpikir dari mana aku tahu?! Kira – kira apa reaksi Luhan Oppa jika tahu bahwa kau yang menabraknya? “, tanya Airin sambil berlagak  membayangkannya.

Yuri hanya terdiam dengan semua yang Airin katakan, dia memang tidak tahu apa yang akan terjadi nanti jika Luhan tahu.

“ Pasti dia akan sangat membencimu… “, tambah Airin dengan senyum sinis.

“ Hmmm… aku bisa menawarkan sesuatu padamu dan aku tidak akan mengatakan apapun pada Luhan Oppa tentang itu “, ucap Airin membuat Yuri menatapnya.

“ Jauhi Luhan Oppa dan aku tidak akan membocorkan rahasiamu “, lanjut Airin.

 “ Itu terserah padamu karena semua kau yang memutuskan “, ucap Airin meninggalkan Yuri di toilet yang terlihat lemas.

Yuri tidak tahu apa yang harus dia lakukan, walaupun dia sudah berjanji untuk mengatakan sejujurnya pada Luhan namun tidak untuk sekarang. Yuri masih belum siap untuk menerima kebencian Luhan padanya, hatinya masih ragu melakukan itu.

“ Apa yang harus aku lakukan? “, lirih Yuri sambil terduduk lemas di lantai.

“ Mengapa begitu sulit untukku? Sooyoung benar seharusnya aku tidak mendekatkan diriku pada Luhan dari awal. Seharusnya aku mengakuinya dan menerima semua kebenciannya padaku saat itu“, Yuri menyesali dirinya sendiri.

Yuri pun berpikir sejenak setelah beberapa menit berlalu dia berdiri dan melihat bayanganya di cermin. Yuri sudah tahu apa yang harus dia lakukan, dia akan mengambil keputusan yang menurutnya yang terbaik.

“ Mungkin ini yang terbaik untukku dan juga Luhan “,  Yuri membasuh wajahnya dengan air lalu dia pun memutuskan untuk kembali ke ruang latihan.

To Be Continue

Anyeong readers, akhirnya part ini selesai juga. Gimana part ini? Membosankan kah? Jangan lupa RCL ya, hargai karya orang lain apalagi kalian menikmati karya itu sendiri ^__^

 

 

40 thoughts on “DESTINY Part 5

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s