[Freelance] Elegi (Chapter 1)

initpintu_副本

Title                 : Elegi

Author             : channims

Length             : Multichapter

Rating             : PG 15

Genre              : Romance, Angst

Main Cast        : EXO Kai, EXO Chanyeol, SNSD Jessica

Love is not about how we do it perfectly.

But love is how about we keep holding on to it no matter happens.

***

Sinar matahari menyelusup dari celah-celah tirai jendela kamar seorang yeoja yang masih tertidur pulas. Dengkuran halusnya terdengar berirama menyiratkan fisiknya yang lelah akibat peristiwa yang menimpanya akhir-akhir ini.

Suara ponsel perlahan terdengar, bergetar di atas meja kamar yeoja itu. Merasa terusik, yeoja itu pun membuka matanya enggan dan terbangun. Ia meregangkan tubuhnya kemudian dengan langkah malas menuju mejanya dan duduk di pinggirnya. Ponsel itu masih bergetar. Ia meraihnya dan melihat nama kontak yang muncul di layarnya. Gadis itu hanya menatap datar layar ponselnya. Tak ada niatan untuk menjawab panggilan itu. Beberapa menit kemudian panggilan itu berhenti. Ia meletakkan kembali ponselnya di atas meja, kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya. Ia merasa lelah. Sangat lelah.

Sekali lagi ponsel itu bergetar. Namun kali ini satu pesan baru yang masuk. Gadis itu membukanya.

From : Kai

Morning sleepyhead. Masih tidurkah? Sepertinya panggilanku tadi kurang mempan, ya.

Hari ini berminat untuk jalan-jalan?

Gadis yang bernama Jessica itu menghela napas. Dengan cekatan ia mengetik balasan untuk namja yang mengiriminya pesan itu.

 

To : Kai

Aku sudah bangun. Dan berhenti memanggilku sleepyhead.

Maaf, hari ini aku sangat lelah. Mungkin lain kali.

Segera setelah pesan itu terkirim, satu balasan pesan masuk ke ponselnya.

From : Kai

Kenapa tak menjawab panggilanku?

Kau sakit? Perlu aku datang ke rumahmu?

 

To : Kai

Tidak usah, terima kasih. Aku hanya butuh istirahat saja.

 

From : Kai

Hm, baiklah. Hubungi aku kalau ada apa-apa. Ok?

Get well soon, Jess. I love you.

 

Jessica tak membalasnya lagi. Ia meletakkan ponselnya dan beranjak ke kamar mandi. Ia ingin menghilangkan semua beban yang terus berkecamuk di dalam otaknya.

Semenjak keputusan yang diambilnya tiga hari lalu, entah sekarang ia merasa menyesal atau apa. Hubungan yang dijalinnya dengan seorang namja selama beberapa bulan itu terpaksa harus diakhiri. Lagi-lagi karena pemikiran singkatnya. Jessica berpikir hubungan mereka sudah tak seperti dulu. Tak seperti awal mereka menjalin hubungan. Ya, ia tau namja itu memang dingin. Sama halnya seperti dirinya. Namun dengan sikap dinginnya yang terus-terusan itu, Jessica jadi meragukan perasaan namja itu sebenarnya. Apakah dia benar-benar menyayanginya? Apakah dia merasa bosan dengannya? Entahlah.

Jessica berpikir dengan memutuskan hubungan akan membuatnya lebih tenang dan terbebas dari pikiran-pikiran itu. Tapi nyatanya, tepat setelah ia mengucapkan kata perpisahan itu dadanya langsung terasa sesak. Yang berlanjut dengan kebimbangan hingga sekarang.

Park Chanyeol. Namja dingin itu, tak sekalipun lepas dari pikiran seorang Jung Jessica. Meskipun sekarang posisinya telah digantikan oleh Kim Kai. Namja yang sudah menyayangi Jessica sejak lama dan akhirnya sekarang namja itu berhasil mendapatkannya saat melihat gadis yang disayanginya itu membutuhkan seseorang.

Jessica mematikan shower yang terus mengucurkan air dingin yang menimpa kepalanya. Pikirannya sedikit lebih ringan meskipun rasa sesak itu tetap bersarang di dadanya. Ia mengambil handuk dan membalutkan di tubuhnya. Segera ia keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian.

Dilihatnya ada satu missed call yang masuk ke ponselnya. Keningnya berkerut saat membaca nama kontak yang tertera di sana. Yura eonnie?

Dengan memantapkan hati, Jessica memutuskan untuk menghubungi kembali orang yang menelponnya tadi.

“Yeoboseyo?”

Suara yang riang ini. Kembali memunculkan kenangan-kenangan lama yang Jessica pendam di kepalanya.

“Ah, Yura eonnie?”

“Ya, Jessica? Maaf aku meneleponmu terlalu pagi tadi. Kau terganggu?”

“Ah, aniya eonnie. Aku baru saja selesai mandi. Ada apa menghubungiku?”

“Hm, begini. Apa kau bersedia mampir ke sini? Chanyeol sakit…”

“Sakit?!” Jessica memotong perkataan Yura. Sedetik kemudian ia mendesis. Ah, sial. “Mianhae, eonnie. Maksudku dia sakit apa?”

“Aku tidak tau. Dari kemarin dia menolak makan dan periksa ke dokter. Seharian hanya mengurung diri di kamar. Aku takut kondisinya memburuk.”

Haha. Jessica tertawa miris dalam hati. Sama saja keadaannya seperti dirinya. “Mmm…lalu, apa sekarang saja aku pergi kesana?”

Sebenarnya Jessica masih malas, tepatnya bukan malas namun ia belum siap untuk bertemu dengan namja itu lagi. Tapi ini kakak perempuannya sendiri yang memintanya. Rasanya kejam sekali, ia yang memutuskan hubungan itu dan kakaknya masih sebaik ini padanya. Jessica mengutuk dirinya sendiri dalam hati.

“Mau kemana eonnie?” celetuk Krystal yang melihat kakaknya pergi melewatinya begitu saja.

“Hanya ada urusan sebentar,” jawab Jessica tanpa menoleh ke arah Krystal. Adiknya hanya mengangkat bahu kemudian melanjutkan acara menonton televisinya diselingi memakan keripik kentang.

***

Setelah bus kesekian terlewatㅡatau memang sengaja dilewatkannyaㅡakhirnya Jessica menyetop salah satu bus dan menaikinya. Ia masih ragu untuk datang ke sana. Sepanjang perjalanan ia terlihat gelisah. Dan gelisah itu memuncak sampai bus itu sampai di dekat rumah Chanyeol.

Ting tong!

Jessica memencet bel rumah Chanyeol satu kali. Tak lama kakak Chanyeol muncul dengan sumringah di wajahnya. Bukannya membuat Jessica lega namun malah semakin menciutkannya.

“Ah, Jessica. Kau datang. Ayo masuk,” suruh Park Yura.

“Ne, eonnie.” Jessica hanya bisa menurut. Mereka berdua duduk di sofa besar ruang tamu rumah itu. Jessica mencuri-curi pandang ke sekeliling.

“Chanyeol masih di kamarnya.” Seperti dapat membaca pikiran Jessica, Park Yura memberitahu.

“Oh.” Jessica hanya berucap pelan. “B-bagaimana keadaannya?”

“Masih menolak untuk makan. Entah dengan cara apalagi aku harus membujuk anak keras kepala itu.” Park Yura menghela napas. “Jessica, maukah kau membantuku?”

“Eh?” Jessica menggigit bibir. Bertemu kembali dengan Chanyeol adalah suatu hal yang diinginkannya namun juga dihindarinya.

“Aku mohon. Bujuklah dia. Aku tak bisa terus-terusan melihatnya seperti itu,” pinta Park Yura.

Melihat wajah memelas di depannya, mau tak mau Jessica mengangguk pelan. “Ah, baiklah.”

Jessica membawa semangkuk bubur yang masih mengepul. Di depannya pintu kayu kamar Chanyeol tertutup rapat. Perlahan gadis itu mengetuknya.

Tok tok tok!

Tak ada respon. Sekali lagi Jessica mengetuknya. Kali ini lebih keras. Namun tetap tak ada sahutan dari dalam. Jessica meraih kenop pintu dan memutarnya. Tidak dikunci. Dengan segenap keberanian, ia mendorong pintu itu hingga terbuka setengah.

Kepala gadis itu melongok ke dalam kamar. Dilihatnya seseorang tengah meringkuk di atas ranjangnya dengan berbalutkan selimut tebal. Hatinya mencelos. Dengan hati-hati ia masuk dan menutup pintunya kembali.

Jessica melangkah mendekati ranjang di mana namja itu tertidur. Tidak ada tanda-tanda namja itu akan terbangun. Jessica meletakkan mangkuk bubur di meja sebelahnya kemudian membungkuk untuk menepuk namja itu, membangunkannya.

Tangannya terhenti sebelum ia sempat membangunkan Chanyeol. Jessica tiba-tiba ragu. Kemudian ia mengalihkan tangannya ke dahi Chanyeol. Sangat pelan agar namja itu tak terbangun. Panas sekali.

Bersamaan dengan itu tiba-tiba Chanyeol membuka matanya sedikit demi sedikit. Jessica refleks menjauhkan tangannya dan menegakkan tubuhnya. Chanyeol membiasakan penglihatannya karena sinar matahari yang menusuk masuk melalui jendela kamarnya. Ia menyipitkan matanya dan menoleh ke sekitar dengan kepalanya yang terasa berat. Kemudian…..ia melihat gadis itu.

“Jess?”

Suaranya parau namun berhasil menikam ulu hati Jessica. Gadis itu menelan ludah dengan susah payah. Ia tak tau apa yang harus dilakukannya.

“Kau di sini?” tanyanya lagi.

Jessica mengerjapkan matanya seakan tersadar akan tujuan utamanya tadi. Ia meraih mangkuk bubur yang tergeletak di meja dan mendekati Chanyeol. Dengan ragu ia duduk di tepi ranjang.

“Kau harus makan,” ucap Jessica pendek sambil mengulurkan mangkuk bubur di hadapan Chanyeol.

Chanyeol hanya melirik bubur di depannya. Namun ia terlihat tak berminat. Ia kembali menatap Jessica. “Kenapa kau datang?”

Jessica mendengus. “Cepat habiskan bubur ini. Aku tak punya banyak waktu.” Ia kembali berdiri namun Chanyeol sigap menahan tangannya. Suhu tinggi namja itu terasa menyengat di kulit Jessica.

“Jangan pergi. Kumohon…”

Lagi-lagi dada Jessica terasa sesak. Amat sesak. Apalagi yang bisa dilakukannya?

Gadis itu kembali duduk di sisi tempat tidur Chanyeol.

“Aku tidak pergi asal kau cepat memakan ini,” perintah Jessica.

Chanyeol menatap Jessica lama. Jessica kembali mengulurkan mangkuk bubur yang sudah agak mendingin itu.

Chanyeol menghela napas. “Suapi aku.”

Jessica sudah siap untuk memprotes namun Chanyeol kembali menyelanya. “Suapi aku atau kau harus menginap di sini hingga aku sembuh.”

Jessica mendesis kesal. Dengan enggan ia menyuapi Chanyeol. Tak apalah, batinnya. Lagipula ia hanya ingin membantu Park Yura yang meminta tolong kepadanya. Tidak lebih.

Setelah beberapa suapan, Chanyeol menahan tangan Jessica. Gadis itu terkejut.

“Aku tidak bermimpi, kan?” celetuknya.

“Masih setengah mangkuk.” Jessica tidak memedulikan ucapan Chanyeol.

“Aku sudah kenyang. Lagipula kau tau aku membenci bubur,” gerutu Chanyeol.

“Kau harus menghabiskannya. Kau kan sudah berhari-hari tidak makan,” bujuk Jessica.

“Sejak kapan kau peduli padaku?” Chanyeol terlihat menyelidik. Namun di sisi lain ia senang karena Jessica masih memperhatikannya.

“Yura eonnie yang memberitahuku.” Jessica menunduk.

“Oh.” Kalimat pendek Chanyeol membuat Jessica merasa bersalah. Ya, walaupun status mereka tidak lagi terikat suatu hubungan namun tak seharusnya Jessica mengabaikan Chanyeol begitu saja. Bahkan gadis itu langsung memutuskan kontak di hari mereka putus.

Namun toh pikir Jessica namja itu juga sudah tak memikirkannya lagi. Saat ia memutuskan kontak juga Chanyeol tak berusaha menghubunginya. Jadi untuk apa ia memedulikan namja itu lagi? Tapi kenyataannya memang tiap detik pikiran Jessica tak bisa berpaling dari namja itu. Dan itulah yang selalu membuatnya frustasi.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Biasa saja,” jawab Jessica datar.

Chanyeol meneliti ujung kepala hingga ujung kaki Jessica. Gadis itu memang terlihat baik-baik saja. Atau mungkin jauh lebih baik dibanding saat mereka masih bersama. Ada bagian di dalam hati kecil Chanyeol yang menginginkan gadis itu terluka atau apapun yang mengisyaratkan bahwa gadis itu masih membutuhkannya. Namun harapan kecil itu sepertinya harus ia kubur dalam-dalam.

“Begitu…” gumam Chanyeol lebih kepada dirinya sendiri.

“Sudah cepat habiskan. Setelah ini kau harus meminum susu coklat di meja itu. Lalu berobatlah ke dokter. Jangan sampai menyusahkan Yura eonnie,” ujar Jessica.

“Begini juga gara-gara dirimu kan?”

Sekali lagi Jessica tertohok dengan ucapan Chanyeol. Ah, sial. Laki-laki ini…

Kata maaf sudah bertengger di ujung bibirnya namun rasanya berat sekali untuk mengatakannya. Jessica memilih diam dan melanjutkan aktivitasnya menyuapi Chanyeol.

Tepat setelah ia selesai menyuapinya dan hampir keluar dari kamar Chanyeol, namja itu berucap. “Cobalah menghubungiku kalau kau sempat.”

Jessica terhenti sejenak. Ia tak membalas maupun menoleh. Kemudian ia keluar dari kamar Chanyeol.

Park Yura mengucapkan terima kasih berulang-ulang kepada Jessica. Lagi-lagi membuat Jessica merasa tak enak.

“Sering-sering datang kemari, ya?” pesan Park Yura sebelum Jessica pulang.

Jessica tersenyum pahit. Hah, yang benar saja.

***

37 thoughts on “[Freelance] Elegi (Chapter 1)

  1. Duuh kai kasian…semacam pelampiasan gitu huhu TT^TT jessica, cintailah kai😦 chanyeol juga kasian tapi…huhu dilema kan

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s