Ficlet : These Tears

These tears LaYuril

These Tears

 

By wolveswifeu

 

Starring

 

Lay | Yuri

 

Genre

 

Romance | Sad

 

Rating

 

PG 17+

 

Length

 

Ficlet

 

Disclaimer

 

Published on exoshidaefanfic.wordpress.com and yoongexo.wordpress.com

 

Wolveswifeu’s New Fiction, These Tears

 

Sumber cahaya hanya muncul dari lampu meja yang berwarna kuning di ruang tamu di apartement itu. Ada seorang yeoja yang tertidur dengan tidak nyenyak di atas sofa yang sedikit empuk itu. Sofa sedikit empuk? Tentu saja, bahkan rumah itu terlihat seperti tidak diurus.

 

Pintu apartement itu terbuka. Muncul seorang namja dengan jas kerjanya dengan dasi yang yang bergelantungan di lehernya yang sudah nampak berantakan.

 

“Ugh, pelan-pelan masuknya, chagi.” Suara berat khas namja itu terdengar ke pendengaran yeoja yang sedang tertidur –Yuri. Yuri tersadar dari tidurnya dan langsung duduk di atas sofa dengan sempurna. Yuri mengucak matanya sebentar dan Yuri langsung melihat namja yang sedang berdiri ke ambang pintu dengan seorang yeoja yang berpakaian terbuka.

 

“Lay-ah..” Panggil Yuri dengan sendu. Namja yang berdiri di ambang pintu –Lay langsung menoleh dengan wajah yang terkesan lecak karena mabuk.

 

“Masuk ke kamarmu!!” Perintah Lay. Yuri mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Lay duduk di atas sofa bersama yeoja di sampingnya.

 

“Hyejin-ah..” Panggil Lay. Yeoja yang duduk di sebelah Lay –Hyejin langsung menoleh dengan senyuman.

 

Ne?” Respon Hyejin sambil mengangkat salah satu alisnya. Lay tidak membalas respon Hyejin. Lay langsung menempelkan bibirnya ke permukaan bibir Hyejin dan..

 

 

Yuri terbangun dari tidurnya yang terkesan tidak pulas. Mengapa? Tentu saja, Yuri baru tidur jam dua subuh karena menunggu suaminya –Lay untuk pulang kerja. Yap, pulang kerja saat subuh dengan yeoja di sampingnya dan bercinta di kamar Lay.

 

Yuri dan Lay memang sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri. Tapi, Lay tidak pernah menyentuh Yuri, bahkan menyebut namanya.

 

Sebenarnya hal itu adalah kenyataan yang miris untuk Yuri. Dijodohkan tanpa persetujuan sama sekali. sebenarnya Yuri biasa saja. Berbeda dengan Lay yang menentang mati-matian perjodohan itu. Oleh karena itu, Lay menganggap Yuri adalah orang yang telah menghancurkan hidupnya.

 

 

Yuri keluar dari kamar mandi dengan rambut yang setengah kering. Yuri juga bersenandung pelan. Entah mengapa kalau pagi sampai siang hari Yuri masih bersemangat, masih senang, berbeda jika sudah sore ayau malam hari. Yuri khawatir. Dia takut Lay terjadi sesuatu di luar.

 

Yuri baru saja mengambil sebuah piring dari raknya. Benar-benar baru saja mengambil tapi terdengar suara pintu apartement-nya terbuka. Biasanya Yuri jarang kedatangan tamu, apalagi di tengah hari seperti ini.

 

Nugu…” Yuri menghentikan pertanyaannya ketika melilhat seorang Lay di atas sofa.

 

“Ambilkan aku makanan.” Suruh Lay sambil mengendurkan dasinya.

 

Ne.” Yuri berjalan ke dapur dan mengambilkan makanan untuk Lay.

 

 

“Silahkan.” Kata Yuri sambil memberikan piring yang sudah dipenuhi oleh makanan. Tanpa basa-basi, tanpa mengucapkan terima kasih, Lay mengambil makanan tersebut dan melahapnya dengan semangat. Bahkan Lay mengangkat kedua kakinya ke atas meja yang ada di ruang tamu tesebut.

 

“Lay-ah,”

 

“Jangan memanggilku dengan embel-embel itu!”

 

“Baiklah, Lay-ssi, kenapa kau sudah pulang dari kantor? Bukan..”

 

“Apakah itu sebuah pertanyaan yang penting untuk dijawab?” Tanya Lay dengan ketus. Yuri menggeleng. Yuri tahu Lay tidak akan melihat respon Yuri yang menggelengkan kepalanya. Lay tidak sudi untuk melihat Yuri.

 

“Masuk ke kamarmu, aku benci melihatmu disini.” Perkataan Lay itu sudah seperti makanan sahri-harinya Yuri. Ya, Yuri menurutinya.

 

 

Yuri berada di depan meja rias kamarnya. Yuri tersenyum ke arah kaca tersebut dan terkekeh pelan. Yuri sudah stress sekarang.

 

“Kwon Yuri!” Panggil Yuri pada pantulan kaca –diri dia sendiri.

 

“Kenapa kau mencintai Zhang Lay?” Sebuah tetesan air mata jatuh dari matanya.

 

“Kenapa kau mencintai orang yang salah? Kenapa harus selalu orang yang salah?!” Teriak Yuri. Yuri memukul meja rias itu dengan keras. Air matanya menerjun ke bawah dengan deras.

 

“Dulu Donghae meninggalkanmu! Sekarang Lay tidak bisa menerima dirimu, Yuri! Lebih baik kau mati saja!!” Yuri membuang seluruh barang yang berada di atas meja rias tersebut. Yuri meletakkan kepalanya di atas meja rias tersebut. Dia menggunakan kedua lengannya sebagai pembatas dari alas meja dan dahinya. Air matanya sudah membasahi meja tersebut.

 

“Lay-ah, aku mencintaimu! Bisakah kau membuka pintu hatimu sedikit untukku?”

 

 

“Lay-ah, aku mencintaimu! Bisakah kau membuka pintu hatimu sedikit untukku?” Lay langsung menghentikkan langkahnya ketika mendengar suara dari kamar Yuri. Lay mendekatkan telinganya ke pintu kamar Yuri.

 

“Aku mencintaimu, Lay! Sangat mencintaimu!” Ucap Yuri. Akupun begitu, Yul.

 

                “Aku tidak pernah menolakmu, Lay! Kau yang selalu menolakku!” Lanjut Yuri. Lay menggelengkan kepalanya dengan cepat.

 

“Setiap malam aku selalu menunggumu sambil mendoakan rumah tangga kita, air mata ini aku habiskan hanya untukmu, Lay!” Perkataan Yuri yang selama ini dia tahan akhirnya terlampiaskan juga. Yuri langsung memukul-mukul meja rias dengan keras sampai-sampai suaranya sampai terdengar keluar kamar.

 

“Yuri-ah!” Teriak Lay. Lay menggedor pintu kamar Yuri dengan keras. “Yuri!” Teriak Lay lagi. “Kwon Yuri!!!”

 

 

Tangisan itu tidak berhenti. Air mata tetap saja menghalir. Yuri duduk di atas ranjang kamarnya sambil menutup kedua telinganya. Dia tidak mau mendengar suara gedoran pintu yang sangat keras dan teriakkan Lay yang menurutnya sangat ‘menganggu’.

 

DUK! DUK! DUK!

 

                “Yuri-ah! Buka pintunya, Yuri!” Teriakkan Lay itu terdengar oleh Yuri.

 

“Kau yang memerintahkan aku untuk tidak menggunakan embel-embel itu. Kau yang menggunakannya sekarang!” Oceh Yuri.

 

“Yuri, buka pintunya, aku mohon! Hei, Yuri!” Teriak Lay lagi.

 

“TIDAAAAAK! PERGI KAU BAJ—“ Teriakkan Yuri terhenti ketika pintu kamarnya sudah ambruk. Suara langkah kaki terdengar dan tiba-tiba tubuh Yuri sudah dipeluk oleh Lay.

 

“Yuri-ah..” Panggil Lay. Yuri meronta. Dia tidak mau dipeluk oleh Lay.

 

“Lepas!” Minta Yuri. Lay menggeleng.

 

“Tidak, aku tidak akan melepaskanmu lagi, Yul, aku sangat mencintaimu. Sangat!” Tangisan Laypun pecah. Begitupun Yuri.

 

“Jika kau mencintaiku, kau tidak membawa yeoja yang berbeda setiap hari! Kau tidak tahu bahwa aku sakit melihat itu semua? Mendengar suara kalian bercinta dari kamarmu? Kau pikir aku yeoja yang—“ Yuri terdiam ketika sadar pundaknya basah. Basah karena air mata Lay.

 

“Aku mencintaimu, Yul. Percayalah.” Pinta Lay. Yuri menghapus air matanya.

 

“Tidak, kau bohong!”

 

“Aku berjanji tidak akan membiarkan air mata ini mengalir lebih lagi.”

 

“Tidak, kau—“ bibir Yuri terkunci oleh bibir Lay. Tanpa ragu, Lay memegang tengkuk Yuri. Memperdalam ciuman mereka. Rasanya Yuri sudah terlempar dari bumi ke bulan. Rasanya Yuri lepas dari gravitasi. Rasanya Yuri melayang-layang. Yuri tidak bisa menjelaskan perasaan ketika bibirnya dan Lay bertautan. Itu bagaikan kesenangan dan surge bagi dirinya sendiri.

 

Lay menyudahi acara ciuman mereka lalu menghapus sisaan air mata Yuri yang mengalir tadi lalu tersenyum kepada Yuri.

 

“Aku mencintaimu, percayalah. Kau hanya satu-satunya.” Ucap Lay. Yuri hanya tertunduk malu.

 

“Sungguh?” Hanya satu kata yang bisa dianggap sebagai pertanyaan keluar dari mulut Yuri.

 

“Sungguh,” Lay menggantungkan kalimatnya dan tersenyum sambil menunjuk pintu kamar Yuri yang ambruk. “Maaf untuk pintu kamarmu, sebagai gantinya, kau bisa tidak di kamarku. Tentunya bersama aku.”

 

END

 

Fiction apa ini? Hwaaaaa, maafin yah kalau jelek L

 

NO SEQUEL

 

 

22 thoughts on “Ficlet : These Tears

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s