Capture & Snapshot – Picture 01

capture-snapshot21

Title   Capture & Snapshot – Picture 01

Author   tantriprtstht

Length   Multichapter (01 of ???)

Genre   Romance, Friendship, School-life

Rating   T

Main Cast   Sooyoung (GG)|Taeyeon (GG)|Jessica (GG)|Suho (EXO)|Chanyeol (EXO)|Kai (EXO)

Supporting Cast   All member of GG & EXO

Desclaimer    Cast bukan milik author, cerita milik author. Harap jangan mengambil tanpa izin dan tinggalkan comment jika kalian suka. Like & Share? Boleh banget ^^ Selamat membaca. Sorry for bad story, I’m just newbie.

Read this first   umur member EXO dan member SNSD di FF ini tidak sama dengan umur yang sesungguhnya. Ini hanya FF, cerita yang tidak nyata.

**************************

 

SOOYOUNG POV

Hampir setiap kejadian yang aku alami selama aku berada di dunia ini berharga. Sangat berarti jika kita bisa mengabadikan kejadian itu, dalam suatu hasil karya seni. Agar kita bisa melihat kembali apa yang terjadi dulu dan mengambil pelajaran.

Itu sebabnya sejak 3 bulan yang lalu lebih tepatnya sejak aku memasuki sekolah ini, aku sudah memutuskan untuk bergabung di klub fotografi. Bahkan kamera yang aku gunakan untuk mengisi nilai di raporku dari hasil kegiatan klub aku beli sendiri, dari uang yang sudah kutabung.

Tapi sayang, yang beranggapan hal seperti ini hanya sedikit orang. Lebih tepatnya sangat sedikit orang yang bergabung di klub fotografi. Padahal setelah aku melakukan research di perpustakaan sekolah yang mempunyai data-data kegiatan klub sejak sekolah ini dibangun, klub fotografi dulu adalah salah satu klub yang mempunyai banyak peminat sehingga masuk saja dulu menggunakan seleksi. Wow.

“Jadi,  siapa yang setuju tentang pembubaran klub?”

Pertanyaan yang sama lagi, pertanyaan yang selalu diajukan oleh kakak kelasku sekaligus ketua klub fotografi. Laki-laki ini selalu mengulang pertanyaan itu di akhir kegiatan klub.

“Suho hyung, jangan pikirkan tentang pembubaran dulu! Masih ada kesempatan!” seru Chanyeol, salah satu anggota klub, dengan angkatan yang sama sepertiku.

“Mau gimana lagi, prestasi kita akhir-akhir ini menurun….” Jawab Suho oppa dengan raut wajah kesal. Memang, aku tidak pernah berfoto dengan sebuah piala emas yang akan aku banggakan pada orang tuaku sejak aku bergabung dengan klub fotografi.

Prestasi tidak ada, anggota baru yang bergabung juga hanya sedikit. Sudah pasti jalan terakhir yang mungkin terpikirkan adaah pembubaran. Tapi aku tidak punya tempat di klub lain, selain di klub ini. Well, aku ingin melakukan sesuatu but who am I? Aku hanya seorang anggota, bukan ketua yang berhak memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan nasib klub. Posisiku sama sekali tidak berguna.

“Ini semua karena dia! Sekarang dia kabur entah ke mana!” seru Jessica eonnie nggak mau kalah dengan Chanyeol.

Jujur saja, daripada bicara masalah klub dengan Suho oppa, aku lebih suka bercerita pada Jessica eonnie yang menjabat sebagai wakil ketua. Dia adalah satu-satunya kakak kelas –seangkatan Suho oppa—yang perempuan.

Kalau yang kudengar dari cerita teman-temanku, dulu ada seorang perempuan lagi, kakak kelas yang bergabung dengan klub fotografi tapi karena dia menyebabkan kekalahan lomba fotografi pada tahun lalu, dia kabur meninggalkan sekolah. Entah apa itu benar atau tidak, yang pasti Suho oppa berkali-kali berkata padaku bahwa itu tidak benar.

TING! TONG!

Jam sekolah berbunyi tepat jam 3 sore. Kegiatan klub telah selesai dan hampir tidak berguna untuk kemajuan klub fotografi.Yang ada hanya pertengakaran antara Suho oppa dan Jessica eonnie karena membahas dia, ya perempuan yang tidak jelas kabarnya.

“Baiklah, kegiatan klub cukup sampai di sini. Terima kasih karena sudah hadir dalam kesempatan kali ini” ujar Suho oppa menutup kegiatan klub.

Aku membawa tasku yang cukup berat –karena berisi kamera—dengan perasaan kecewa karena kegiatan klub kali ini, aku tidak memotret apapun. Guru Pembina kami juga sepertinya sudah bosan dengan klub fotografi yang sudah tidak bisa melangkah maju sehingga tidak pernah datang setiap kegiatan klub.

“Sooyoung-ah!” sapa seseorang dari belakangku membuatku menoleh berusaha menyembunyikan kekecewaanku. “Pulang bareng yuk? Ah, mau kubawakan tasmu?”

Aku mengangguk pada Chanyeol lalu Chanyeol segera mengangkat tasku. Dari seluruh anggota klub fotografi, aku hanya akrab dengan Chanyeol, sungguh.

Anggota klub fotografi terdiri dari 4 kakak kelas 2 SMA dan 3 adik kelas 1 SMA. Sudah tidak ada kelas 3 SMA yang mau bergabung dengan klub fotografi. Alasan mereka cukup masuk akal yaitu mempersiapkan ujian yang akan datang.

4 orang kakak kelas 2, terdiri dari Suho oppa, Jessica eonnie, dan 2 lagi adalah anggota klub basket yang lebih sibuk ke klub basket daripada klub fotografi. Lalu 3 orang adik kelas 1, terdiri dari aku, Chanyeol dan satu lagi perempuan yang sakit-sakitan, dia tidak sanggup mengikuti klub lain sehingga masuk ke klub fotografi tapi tidak pernah datang.

Aku dan Chanyeol berjalan ditemani cahaya senja di setapak jalan yang selalu kami lewati setiap kegiatan klub selesai. Alasannya sederhana, karena dengan melalui jalan ini, aku dan Chanyeol membeli minuman favorit kami.

“Hari ini siapa yang bayar?” tanya Chanyeol lalu aku berusaha mengingat tanggal.

“Tanggal 7. Giliranku!” seruku lalu segera berlari ke tempat stand minuman. Memang, kami bergiliran membelikan satu sama lain. Chanyeol untuk tanggal genap dan aku untuk tanggal ganjil. “Susu stroberi, 2 ya.”

Tak lama kemudian, susu stroberi kesukaanku dan Chanyeol sudah siap dihidangkan dalam keadaan dingin. Kami meminumnya sambil melanjutkan perjalanan kami ke halte bus.

“Sooyoung-ah, yang dikatakan wakil ketua tentang ‘dia’ itu…. Taeyeon noona, ya?” tanya Chanyeol lalu aku mengangguk.

Ne” aku meneguk susu storiberiku dengan cepat sebelum bercerita pada Chanyeol. “Apa kau sudah pernah membaca catatan prestasi Taeyeon eonnie selama bersekolah di sini?”

“Hmm… Iya. Dia anggota klub fotografi paling aktif, murid teladan di sekolah. Dia juga sering dijadikan image sekolah dan yang paling mengerikan…..” Chanyeol menelan ludahnya pelan. “Dia sudah menolak lebih dari 20 laki-laki yang menyukainya!”

Aku tertawa melihat wajah Chanyeol yang ketakutan saat mendeskripsikan anggota paling keren yang pernah dimiliki klub fotografi tersebut. “Hihihi, bukan hanya itu saja lho! Dia bahkan menjadi duta city album untuk program memotret kota yang diadakan pemerintah dan seluruh uang yang dihasilkan akan disumbangkan pada yang tidak mampu!”

Jinjja? Hebat sekali perempuan itu!” lanjut Chanyeol sambil mengangguk mengerti. “Sayang sekali dia pindah ke sekolah lain, padahal dia mempunyai banyak kelebihan!”

“Ne, kau benar” jawabku sambil mengangguk. “Bagiku  Taeyeon eonnie adalah orang baik yang disukai oleh semua orang. Tapi yang dikatakan orang-orang, saat lomba fotografi tahun lalu, Taeyeon eonnie membuat sekolah kita didisukualifikasi. Aku tidak tahu masalah apa karena saat itu kita belum sekolah di sini bukan?”

“Ah, iya. Kalau tidak salah Suho hyung dan Jessica noona masih seumuran kita, termasuk Taeyeon noona itu” lanjut Chanyeol mengerti.

“Sejak kejadian itulah, Taeyeon eonnie pindah ke SMA lain. Aku ingin bertemu dengannya, sekali saja. Jika ada kesempatan…..” ujarku pelan lalu Chanyeol mengusap kepalaku. Aku sadar bahwa kami berdua sudah sampai di halte bus.

Bus yang akan dinaiki Chanyeol sudah datang. Aku hanya bisa menyandarkan punggungku ke tiang halte dengan perasaan lelah. Lelah dengan semua ini.

“Sooyoung-ah, aku pulang duluan. Bus mu sebentar lagi akan datang, kan? Tunggulah dengan sabar” ujar Chanyeol sambil menyerahkan tas berisi kamera padaku lalu aku mengangguk bersamaan dengan tutupnya pintu bus.

Rasanya malas sekali pulang ke rumah. Aku mengeluarkan kameraku, memotret matahari. Kira-kira apa tanggapan Taeyeon eonnie jika melihat hasil gambarku? Apa gambar ini terlalu biasa untuknya yang sudah melampaui kata luar biasa? Malhaejwoyo……

“Kamu suka kamera?” tanya seseorang dari sebelahku. Seorang namja dengan tas hitam besar. “Apa kamera itu milikmu?”

Ne, ini milik saya. Saya suka kamera tapi…. Saya masih pemula dalam hal fotografi” jawabku lalu namja berumur sekitar 22-28 tahun itu melihat hasil gambarku dengan saksama.

“Bagus, kok. Cuma anglenya kurang tepat. Karena sekarang matahari di belahan bumi selatan, seharusnya anglemu lebih ke kanan 10 derajat” lanjutnya membuatku mencoba mengambil gambar atas sarannya.

“Wah, benar! Bagus sekali!” seruku senang.

“Jadi teringat, saat saya masih muda aku suka sekali memotret hingga jatuh-jatuh, kamera masuk air dan akhirnya kamera saya rusak. Ah, saat itu saya menangis berhari-hari” gumamnya membuatku semakin penasaran.

“Perkenalkan, Choi Sooyoung imnida. Dari Rim High School.” lanjutku sambil menundukkan kepala. Entah kenapa aku mengenalkan diri padahal tidak diminta.

“Ah, saya Michael Chang. Saya mahasiswa jurusan dokumentasi. Saya akan mengingat namamu, Sooyoung-ssi” jelas namja itu sambil tersenyum.

“Saya ingin minta tolong pada Tuan Michael!” lanjutku –dengan asal memanggilnya dengan sebutan Tuan Michael—sambil memperlihatkan kameraku. “Tolong mengajarlah di klub fotografi sekolah saya”

Mwo?” seru Tuan Michael kaget. “Kenapa?”

“Sebenarnya klub fotografi di sekolah saya sedang dalam masalah, dan saya perlu seseorang untuk membangkitkan kembali…. Jiwa saya dan teman-teman saya!” ucapku dengan nada memohon. “Jebal, bantulah saya dan klub saya!”

Tuan Michael menggaruk kepalanya seperti bimbang. Lalu Tuan Michael meniup napas panjang. “Saya bersedia, asalkan saja ada anggota klub fotografi yang lain yang memohon pada saya selain kau, Sooyoung”

“Ah, soal itu…. Teman saya yang juga anggota klub fotografi baru saja pulang menaiki bus… Apa anda melihatnya?” tanyaku lalu Tuan Michael menggeleng. Aku langsung tertunduk lesu lalu Tuan Michael tertawa kecil.

“Jangan terburu-buru. Besok kita bisa bertemu lagi, kan? Ajak saja temanmu” ujar Tuan Michael membuatku mengedipkan mata berkali-kali. “Oh ya bisa hentikan sebutan Tuan Michael? Panggil saja Mike, atau Mike seosangnim atau—“

“Senior Mike!” seruku lalu mengangguk. “Ya, nama itu sangat cocok untuk namja muda berbakat seperti anda!”

Senior Mike –yang akhirnya kuputuskan untuk memanggilnya seperti itu—hanya tersenyum. Ya, dengan adanya kehadiran Senior Mike –mungkin—klub fotografi akan bangkit dari keterpurukan.

Ternyata Senior Mike keturunan campuran Amerika-China. Senior Mike lahir di San Diego, besar di China selama 10 tahun lalu melanjutkan sekolah di Korea, tempat nenek dan kakeknya tinggal. Senior Mike sudah mencintai kamera sejak kecil karena ayahnya seorang fotografer di China.

Saking asyiknya mengobrol tentang dunia foto bersama Senior Mike, aku tak sadar bahwa aku melewatkan 2 bus yang seharusnya mengantarku ke rumahku. Akhirnya aku pulang malam sekali tapi aku buru-buru mandi, makan malam dan tidur agar bisa bangun di esok hari dengan kesiapan hati yang mantap.

**********************************

ESOK HARINYA–

Pelajaran sekolah terlihat sangat mudah bagiku jika aku mengerjakannya dengan penuh semangat. Tentu saja semangat itu dihasilkan dari ketidaksabaranku untuk menyeret Chanyeol ke tempat pertemuanku dengan Senior Mike kemarin setelah kegiatan klub selesai.

“Baiklah, pelajaran saya akhiri!” ujar guru mata pelajaran terakhir yang aku pelajari hari ini. Aku terburu-buru lari ke ruang klub fotografi.

“Sooyoung-ah!” seru seseorang dari belakangku. “Ini pulpenmu, tertinggal di meja”

“Ah, gomawo ne Yoona-ssi” jawabku lalu Yoona menyerahkan pulpenku. “Aku memang ceroboh…..”

Yoona tertawa dengan senyuman kemilaunya. “Sooyoung semangat sekali ya, mau ke klub fotografi?” tanya Yoona lalu aku mengangguk.

“Ne, Yoona juga ada klub modeling, kan? Dress terusanmu bagus sekali!” seruku yang sedari tadi memperhatikan dress berwarna ungu yang dipakai Yoona.

“Jinjja? Hari ini bukan klub modeling saja tapi ada lomba final modeling yang diadakan pemerintah! Minggu lalu aku lolos babak penyisihan!” jelas teman seangkatan sekaligus sekelasku dengan bangga. “Harusnya Sooyoung juga ikut klub modeling, kamu kan tinggi cantik pula! Banyak klub yang mengundangmu untuk bergabung, kan?”

Memang, aku sering diajak kakak kelas untuk bergabung di klub perpustakaan, klub bahasa inggris, klub penyiaran bahkan klub modeling tapi untuk saat ini aku hanya bisa menggeleng. “Aku sih tidak tertarik dengan yang lain selain fotografi…. Sudah betah sih!”

“Baiklah, bisa sampaikan salamku pada Suho saat kau datang ke klub?” tanya Yoona yang cukup populer di sekolah tapi siapa sangka Yoona menyukai Suho oppa dan Yoona yang menyatakan cinta dan langsung diterima. “Suruh dia menonton lomba finalku!”

“Iya, iya. Fokuslah pada finalmu!” seruku lalu kembali berjalan ke tempat kegiatan klub fotografi. Di ruangan sudah ada Suho oppa, Jessica eonnie dan Chanyeol.

“Kami sudah menunggumu, Sooyoung” ucap Suho oppa setelah aku duduk di kursiku. Apakah hari ini Suho oppa semangat tentang klub?

Oppa, aku ingin bicara sesuatu—“

“Hari ini tidak ada kegiatan klub” ujar Suho oppa memotong ucapanku sekaligus membuat kami bertiga kaget. “Aku ada urusan penting, okay? Jessica, selanjutnya aku serahkan padamu!”

Suho oppa langsung pergi secepat kilat. Padahal aku baru saja ingin bercerita tentang Senior Mike. Ternyata Suho oppa menungguku hanya untuk mengatakan bahwa dia ada urusan setelah ini.

“Huh! Dia pasti mau ke lomba modeling Yoona! Seenaknya saja mentang-mentang posisinya ketua klub!” seru Jessica eonnie lalu mengambil selembar kertas. “Baiklah karena hari ini guru Pembina tidak juga datang, kita semua akan mencatat komponen kamera yang perlu dibersihkan seminggu sekali.”

Aku segera mengeluarkan kameraku lalu mengerjakan tugas yang diberi Jessica eonnie. Bagi Jessica eonnie, teori lebih penting daripada praktek. Aku pernah sekali ke rumah Jessica eonnie, banyak sekali buku-buku tentang fotografi seperti ‘tips mengambil gambar dengan angle tepat’ atau ‘cara membersihkan kamera tanpa merusak kamera’.

Tidak ada yang berbeda dari kami semua. Kami sama-sama menyukai dunia fotografi dengan cara masing-masing. Yang justru tidak jelas adalah motivasi yang dimiliki kami. Kami mempunyai potensi yang besar, tapi termasuk dengan tidak adanya guru Pembina, kami tidak bisa apa-apa.

“Sooyoung-ah, kenapa kamu bengong?” tanya Chanyeol lalu aku menggeleng.

“Sepertinya tadi kau ingin mengatakan sesuatu pada Suho…. Ada apa sebenarnya?” tanya Jessica eonnie membuatku mengangguk berkali-kali.

“Kemarin saat aku menunggu bus datang, aku bertemu dengan seorang namja…. Yang mengerti banyak tentang dunia fotografi. Aku ingin mengatakan ke Suho oppa bagaimana jika namja itu yang menjadi pembimbing kita….” Ucapku panjang lebar. “Tapi dia memintaku untuk menemuinya lagi dengan membawa anggota klub fotografi yang lain.”

Jinjja? Baguslah kalau begitu….!” Seru Chanyeol semangat.

“Tapi kalau dia mengajar klub fotografi dan guru Pembina kita mengetahui hal ini dan melaporkannya pada kepala sekolah, bisa-bisa klub fotografi dibubarkan, oke?” ujar Jessica eonnie membuatku putus harapan.

“Jadi, kita akan tetap seperti ini, noona? Bukankah dengan adanya pengajar klub fotografi bisa bangkit kembali?” tanya Chanyeol kesal lalu Jessica eonnie mengehela napas panjang.

“Sebisa mungkin kita harus menutupi hal ini. Jujur saja aku mendukung niat Sooyoung untuk mencari pembimbing. Aku sudah muak dengan guru Pembina kita yang bahkan tidak pernah melangkahkan kakinya ke ruangan luas ini….” Gumam Jessica eonnie lalu tersenyum. “Tapi setelah kegiatan klub aku harus segera pulang. Bagaimana kalau Chanyeol saja yang menemani Sooyoung?”

“Aku?!” seru Chanyeol kaget lalu menoleh padaku.

“Kenapa? Apa kau juga ada urusan?” tanyaku lalu Chanyeol menggeleng berkali-kali.

“Tidak ada, kok. Baiklah, aku akan menemanimu Sooyoung-ah!” lanjut Chanyeol lalu aku tersenyum. “Ah iya tugasku sudah selesai”

“Aku juga” sahutku lalu menyerahkan kertas yang sudah terisi penuh dengan tugas dari Jessica eonnie. “Ayo kita berangkat ke halte bus yang biasa, Chanyeol-ah

“Oke, oke!” Chanyeol segera mengemasi barang-barangnya begitu juga denganku. Dan tanpa dimintapun dia langsung membawakan tasku untukku. “Jessica noona, kami duluan”

********************************

Aku dan Chanyeol tiba di halte bus lebih cepat dari biasanya. Kami bahkan lupa membeli susu stroberi. Harusnya hari ini Chanyeol yang bayar tapi aku tidak tega untuk sempat membeli susu stroberi. Karena dia juga harus melewatkan bus untuk menunggu Senior Mike.

Dengan perasaan harap harap cemas, aku dan Chanyeol menunggu Senior Mike. Seperti yang sudah kuduga, Chanyeol tidak menaiki busnya begitu busnya datang. Bagaimana kalau Senior Mike tidak datang? Kasihan Chanyeol.

“Sooyoung-ssi?”

Aku dan Chanyeol menoleh bersamaan ke kanan dan mendapati seorang namja yang sama seperti kemarin yang aku lihat. “Senior Mike!”

“Kau menungguku, Sooyoung-ssi? Dan…. Ini temanmu di klub fotografi?” tanya Senior Mike lalu Sooyoung mengangguk.

“Sesuai janji kemarin, saya membawa salah satu anggota klub fotografi.” ujarku lalu Chanyeol menundukkan kepala.

Arasseo. Mari kita bicara di tempat lain. Pemandangan halte bus tidak terlalu bagus untuk pembicaraan mengenai seni” lanjut Senior Mike setengah bercanda lalu aku dan Chanyeol saling melempar senyum.

Aku dan Chanyeol mengikuti Senior Mike ke sebuah café yang sepertinya sudah menjadi langganan Senior Mike. Buktinya, para pelayan mengenal Senior Mike sangat baik bahkan tanpa pesan apapun, mereka sudah membawakan 3 buah white coffee.

Aku dan Chanyeol menceritakan klub fotografi di sekolah kami yang berada dalam kondisi yang…. Mengenaskan. Mulai dari ketua, wakil ketua, jumlah anggota serta sejarah klub fotografi yang aku baca di perpustakaan.

“Sepertinya…. Klub kalian cukup memprinhatinkan” ujar Senior Mike lalu aku dan Chanyeol mengangguk. “Dan mantan anggota klub fotografi kalian…”

“Maksudnya Taeyeon noona?” tanya Chanyeol lalu Senior Mike terbelalak kaget.

“Ya, itu Taeyeon. Rasanya aku pernah bertemu dengannya entah di mana”

Jinjjayo, Senior Mike?” tanyaku lalu Senior Mike mengangguk. “Di mana? Dan…. Kapan?”

“Saat…. Aku memotret di sebuah taman. Dia dan seorang anak laki-laki lain memotret bersama-sama. Sepertinya anak laki-laki itu seumuran kalian” jelas Senior Mike. “Aku tidak percaya dia yang menyebabkan kekalahan klub fotografi sekolah kalian”

“Tuh kan aku benar? Taeyeon eonnie bukan orang yang dipikirkan teman-teman yang lain!” ujarku sambil menyikut siku Chanyeol.

“Karena saat aku memotret di taman, dia sangat menjaga kameranya dengan baik. Aku melihatnya dari cara dia membawa banyak peralatan saat di taman dan membersihkannya sebelum dan sesudah memakai. Menurutku dia sangat cinta pada kamera. Dia tidak mungkin setega itu” ucap Senior Mike panjang lebar.

“Senior Mike, apa ada kemungkinan Taeyeon noona akan kembali ke sekolah kami dan bergabung di klub fotografi sekolah kami sekali lagi jika klub fotografi sekolah kami terkenal?” tanya Chanyeol dengan pandangan penuh harapan dan Senior Mike mengangguk membuatku dan Chanyeol saling melototkan mata.

“Kumohon, Senior Mike jadilah guru Pembina klub fotografi sekolah kami!” ucapku memohon sambil menundukkan kepala.

“Hmm….. Baiklah. Aku akan mulai besok. Tolong berikan jadwal klub fotografi kalian” jawab Senior Mike sambil tersenyum membuatku dan Chanyeol berteriak girang di café tersebut sampai-sampai pengunjung lain keheranan.

KRING~

Tiba-tiba HP yang aku kantongi di kantong rokku berbunyi. Telepon dari orang tuaku. Mungkin mereka khawatir kenapa kemarin dan hari ini aku pulang telat. “Ah mianhae aku harus pulang duluan”

Gwechanna, Sooyoung-ah. Serahkan sisanya padaku” ujar Chanyeol lalu aku tersenyum senang.Aku mengambil tasku dan  segera belari ke halte bus.

Tanpa kusadari, tasku masih terbuka dan tutup kamera cadanganku terjatuh. “Mwo? Bunyi apa barusan?” gumamku sambil memperhatikan sekelilingku.

“Apa ini milikmu?” tanya seseorang dari belakangku. Aku berbalik untuk melihat sosoknya yang mengulurkan tangan dengan tutup kamera cadanganku. Seorang namja yang memakai seragam yang berbeda dengan seragamku.

“Ah, ini milikku. Kamsahamnida” jawabku sambil mengambil tutup kamera cadanganku dari tangannya. Tangan yang hangat. Aku melihat wajahnya yang berada di atasku karena dia lebih tinggi dariku karena tinggi kami tak jauh beda. Tampan, sungguh.

“Syukurlah, jaga benda itu baik-baik. Mungkin kau membutuhkannya suatu hari” lanjut namja itu membuatku kaget. Apa dia mengerti tentang kamera, tidak…. Apa dia mengerti tentang dunia fotografi? Jangan-jangan dia anggota klub fotografi sekolah lain?

“Ah, apa kau—“

Mianhae, aku harus pergi sekarang. Busku sudah datang” ujarnya memotongku sambil menunjuk ke bus yang sudah berhenti sekitar 3 detik yang lalu. Aku mengangguk sambil menunjukkan ekspresi harapan supaya kami bisa bertemu lagi suatu hari nanti.

Selanjutya bus yang biasa aku naiki jika aku pulang telat datang. Aku berkali-kali membayangkan wajah namja yang barusan aku temui. Dan bodohnya aku tidak menanyakan sekolahnya bahkan namanya. Sooyoung babo.

************************

Esok harinya—

Hari lain tiba. Aku sengaja minta izin pelajaran terakhir untuk membantu Senior Mike menyusup ke sekolah. Gawat jika orang lain tahu. Karena alasanku pergi ke toilet, aku melakukannya secepat mungkin.

“Cepat, Senior Mike!” ujarku berbisik.

Awalnya Chanyeol ingin menemaniku tapi tidak mungkin dengan asalan pergi ke toilet, sepasang namja dan yeoja pergi bersama. Nanti kami dicurigai melakukan sesuatu yang…. Mesum.

Aku dan Senior Mike tiba di ruang klub fotografi yang sebenarnya sangat jauh jika kalian memasuki gerbang sekolah lalu pintu utama sekolah, menaiki tangga ke lantai 3 dan lorong yang sangat panjang. Untunglah semuanya lancar.

“Senior, tunggulah. Sebentar lagi kegiatan klub akan dimulai. Mianhaeyo…. Atas penyambutan yang tidak sopan ini….” Ujarku lalu Senior Mike tertawa kecil.

“Gwechanna, Sooyoung-ssi. Aku bisa sambil belajar materi kuliahku. Sooyoung-ssi juga sebaiknya kembalilah ke kelasmu.” Jawab Senior Mike lalu aku menunduk dan berlari kembali ke kelasku.

Saat aku memasuki kelasku, kelasku yang sedang belajar sejarah sudah hampir berakhir. Aku langsung duduk di tempat dudukku lalu mengikuti pelajaran. Yoona yang duduk di sebelahku menunjukkan ekspresi yang mengatakan bahwa dirinya heran karena aku berkeringat.

“Apa kau habis berlari, Sooyoung-ah?” tanya Yoona membuatku salah tingkah.

“Ah, ne. Aku tidak mau ketinggalan pelajaran sedikitpun…. Apalagi sejarah adalah pelajaran favoritku!” jawabku berusaha menutupi alasanku yang sebenarnya.

“Bukankah sejarah adalah pelajaran yang paling kau benci?” tanya Yoona membuatku tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Ng… Jinjja? Aku lupa” jawabku seadanya. Sooyoung babo.

Pelajaran sejarah yang ternyata memang aku benci berakhir dengan lancar. Aku dan Chanyeol segera menuju ke ruang klub fotografi. Begitu sampai sudah ada Jessica eonnie dan Suho oppa yang dengan canggung duduk berhadapan dengan Senior Mike membuatku dan Chanyeol menahan tawa. Karena ekspresi mereka terlihat…. Konyol.

“Siapa dia?” tanya Suho oppa membuat Senior Mike memperlihatkan ekspresi kesal.

“Salahmu sendiri kemarin pulang lebih dulu” sewot Jessica eonnie membuat Suho oppa mempertajam bentuk alisnya.

“Kan sudah kubilang aku mempunyai urusan penting?!” seru Suho oppa dengan nada marah.

“Urusan yang lebih penting daripada masa depan klub fotografi, ya? Melihat aksi pacarmu sendiri?” ejek Jessica eonnie.

“Jessica! Kau benar-benar keterlaluan kali ini!” bentak Suho oppa membuatku dan Chanyeol merinding melihat pertengkaran mereka.

“Sudah, sudah kalian jangan bertengkar!” Senior Mike melerai mereka lalu menunjuk papan tulis yang tersusun silsilah panitia klub fotografi. “Dilihat dari tulisan di sana kalian ketua dan wakil ketua kan? Tolong beri contoh pada anggota kalian!”

“Baik…..” ucap Jessica eonnie pelan. “Jadi anda yang akan mengajar kami?”

“Mengajar?” tanya Suho oppa tapi tak seorangpun menjawabnya.

“Ne, saya Michael Chang. Panggil saja Senior Mike. Saya mahasiswa jurusan dokumentasi. Atas permintaan Sooyoung, saya akan mengajar klub fotografi sekolah kalian!” jelas Senior Mike membuat Suho oppa mengangguk-angguk mengerti. “Sekarang aku ingin mengenal kalian satu persatu”

“Mianhae atas sikap kami. Saya Kim Joon Myeon, biasa dipanggil Suho. Ketua klub fotografi Rim High School” sahut Suho oppa sambil menundukkan kepala.

“Jung Jessica imnida. Jabatanku wakil ketua” lanjut Jessia eonnie sambil tersenyum.

“Park Chanyeol. Anggota sekaligus…. Badut klub fotografi” ujar Chanyeol membuatku, Jessica eonnie, Suho oppa bahkan Senior Mike menahan tawa.

“Choi Sooyoung. Anggota yang sangat menyukai kamera!” seruku sambil tersenyum.

“Baiklah, untuk hari ini kita tidak akan memulai teori dan praktek. Aku ingin bicara sesuatu dengan kalian” lanjut Senior Mike. “Ini tentang mantan anggota klub fotografi yang mungkin menjadi bahan pembicaraan sekolah kalian sampai sekarang”

“Anda tahu tentang Kim Taeyeon?” tanya Suho oppa lalu Senior Mike mengangguk.

“Kemarin aku dan Chanyeol sudah berdiskusi…. Bahwa tugas kita sekarang adalah membawa nama klub fotografi sekolah kalian ke tingkat kota dan kalau bisa provinsi dan Negara…. Dengan tujuan supaya Kim Taeyeon kembali ke sekolah kalian” jelas Senior Mike membuat Suho oppa dan Jessica eonnie kaget.

“Tapi yeoja itu sudah membawa kami ke kondisi seperti ini…..” lanjut Jessica eonnie dengan tampang masam.

“Pikirkan keadaan kalian sekarang. Apa kalian ma uterus menjadi klub rendahan di sekolah kalian? Dengan gosip tidak jelas? Setidaknya cetaklah prestasi dan ketahuilah kebenaran yang sesungguhnya. Apa kalian para kakak kelas…. Tidak ingin mengembalikan suasana yang dulu?” tanya Senior Mike membuat yang lain kembali terdiam.

Ya, kebenaran yang sesungguhnya. Dan juga prestasi. Aku ingin membanggakan orang tuaku yang sebenarnya sedikit khawatir dengan kegiatan klubku. Lalu kalau bisa aku ingin diundang ke pameran foto tingkat nasional kalau bisa internasional.

“Aku setuju” ujar Suho oppa pelan membuat kami semua kaget. “Aku ingin merasa keren karena bergabung dengan klub fotografi… Apalagi bersama anggota seperti kalian….”

“Suho oppa……” ujarku pelan lalu tersenyum. “Bagaimana dengan Jessica eonnie?”

“Hmm…. Sejujurnya aku belum bisa memaafkan Taeyeon tapi apa salahnya… Jika kita coba?” jawab Jessica lalu kami semua saling tersenyum.

“Berarti tujuan dan tekad sudah ada. Tinggal pelaksanaan!” seru Senior Mike membuat suasana kekeluargaan muncul di ruangan ini. Senior Mike melambungkan tangannya di tengah-tengah meja. “On three?”

Bergiliran, Suho oppa, Jessica eonnie, aku lalu yang terakhir Chanyeol menumpuk tangan kami di atas tangan Senior Mike.

“Baiklah, dengan begini kita akan mulai dari nol. Nol bukanlah pecundang tapi awal dari segala hal. Kita tidak akan bisa meraih apapun jika kita tidak mulai dari nol, oke?” jelas Senior Mike lalu tersenyum. “One, two, three…..”

CAPTURE & SNAPSHOT!

GREK!

Suara pintu yang digeser membuat kami semua menoleh ke seorang namja yang untuk pertama kalinya mengunjungi kami, namja itu menunjukkan ekspresi marah. Guru Pembina kami.

“Orang asing tidak diizinkan berada di sini!!” seru Guru Pembina kami membuat kami ketakutan.

“Lho? Kalian memintaku menjadi Pembina kalian di klub tapi kalian belum izin guru-guru maupun kepala sekolah?” tanya Senior Mike pada kami lalu aku mengangguk.

“Tunggu dulu. Ini semua ada alasannya, tolong dengarkan saya” ujar Suho oppa.

“Jelaskan, cepat” jawab guru Pembina kami lalu melipat tangan.

“Sejak semester baru dimulai, anda guru Pembina klub fotografi sama sekali tidak mengunjungi kami selama kegiatan klub berlangsung. Akibatnya klub fotografi sekolah kita tidak maju dan meraih prestasi seperti dulu. Karena itu kami mencari Pembina pengganti” jelas Suho oppa dengan lancar.

“Tapi kalian harus melakukannya seizing kepala sekolah!” seru Guru Pembina membuat Jessica eonnie maju selangkah.

“Apakah anda guru Pembina kami? Mungkin ahli tentang kamera saja tidak!” sahut Jessica eonnie membuat Suho oppa menepuk pundak Jessica eonnie agar dia berhenti tapi sepertinya Jessica eonnie tidak menghiraukannya. “Anda tidak punya hak lagi untuk berada di sini. Tolong segera keluar!”

“Jessica, sudahlah. Memang lebih baik aku tidak menjadi Pembina kalian…..” gumam Senior Mike lalu aku dan Chanyeol menggeleng.

“Kalian akan tanggung akibatnya” lanjut guru Pembina kami lalu menunjuk ke kami dengan jari tengahnya –sungguh tidak sopan. “Aku akan mengajukan kepada kepala sekolah agar klub fotografi dibubarkan….. Secepatnya!”

APA?!

*****************************

 

Annyeonghaseyo, tantriprtstht di sini. Kali ini mulai dengan serial terbaru. Semoga kalian suka, cerita ini sedikit terinspirasi dari ‘Glee’

Apa kalian masih ingat ‘Typical’? Ya, FF genre fantasy dengan main cast Sooyoung yang sebelumnya sudah pernah aku post. Aku memberitahukan bahwa serial itu tidak akan berlanjut lagi karena file FF itu terhapus secara permanent di PC Author T_T

Karena itu Author memulai serial terbaru. Mohon maaf atas kecerobohan Author. Agak pusing membuat serial baru, karena itu semoga kalian suka dengan suasana baru (?) dan mengikuti FF ini dengan setia. Sekian,

~Annyeong~

 

 

 

 

32 thoughts on “Capture & Snapshot – Picture 01

  1. huahh ini perdana baca ff sooyoung-exo😀
    ga sabar nunggu part 2-nya
    oh iya kalau file yang ke-hapus itu bisa diunduh lagi kok lewat recycle bin, kan sayang udah buat susah2 tapi ga dipublish -_-

    • Sayangnya author punya kebiasaan hapus secara permanen😦 Jadi di recycle bin pun sudah tidak ada T_T emang sayang banget tapi untuk FF ini Author gak bakal ceroboh lagi kok. Tunggu ya😀 Chapter 2 sebentar lagi nih~

  2. Kyaaaa….. jadi gak sabar nunggu part 2 nya

    Aigoo….. itu guru pembina kejam belagu lagi #Vis
    Dan lagi kenapa dengan Taeng eonni
    Penasaran

    Next part ditunggu kalo bisa secepatnya ^^
    Fighting!!!!

    • Kejam belagu wkwk aku ngakak baca komment mu chingu~ Taeyeon kemana ya? ._.
      Next tunggu ya chingu, hehe…. gomawo supportnya!!😀

  3. rearders baru…
    huaaah!
    Kerasa bagt feelnya thor,daebaaaak!
    Kaya ngrasa nonton Drama bneran deh,Jeongmal!
    Tu yg tabrakan ma soo unni KAI kah? Sbenernya soo unni couplelnya sm chanyeol kah? Apa alasan tae unni ninggalin club fotografi?
    HIAAK! Tu pertanyaan bner2 bikin gue mkin pusing stelah ngrjain soal aljabar yang tak berujung jawaban karna setelah di bhas sm guru lesku ternyata soalnya salah ketik.kke~ #gx da yg tnya & gx da yg mw tau

    Lanjutannya cpet dong thor *yaelah,udah reader baru,bawel,alay,bnyak maunya lagi#PLAAK
    Mianhe atas kebawelan saya*bow

    • Hmm ini gak terinspirasi dari drama wkwk
      Author beda dengan gurumu yang salah ketik wkwk pertanyaannya benar semua, jawabannya ada di next next next and next sampai seterusnya wkwk….
      Cepet? Gak bisa janji sih hehe….. Gak papa kok Author senang commentya panjang apalagi gokil (?) Gomawo ne~🙂

  4. Annyeong author!
    Halo,bagaimana kabarnya?#ngek sok kenal .-.
    Thor nnti di chap 2 ada taeng eon ya?????
    Pleasee?! Soalnya aku penasaran banget ama taeng eon…
    Masa sampe segitunya sih?

    • Annyeong juga chingu, kalau chingu lihat posternya mungkin chingu sudah tahu kalau Taeyeon itu salah satu tokoh penting dalam cerita ini. Akan muncul secepatnya kok, hehe🙂 Tunggu ne~

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s