Always Love You

remake cover always love you [Baek-Fanny Ver]

Title

Always Love You

Author

Fadila Setsuji Hirazawa

Genre

Romance

Length

Drabble

MainCast

Tiffany,Baekhyun,Kyungsoo

Support Cast

Sooyoung,Chanyeol,Hyoyeon

Note

FF ini author buat versi Kris-Sica(versi aslinya) dan ini adalah versi Tiffany. Cast saja yang diganti, namun tetap alur cerita sama

~Happy Reading~

“Baekhyun…. Kyaaa”

“Rasakan!!!”

Dari bawah bukit bersalju, terlihat dua orang anak kecil sedang asyik bermain perang bola salju. Dan tampak keceriaan di wajah keduanya. Sepertinya permainan itu membuat mereka begitu menikmati hingga tanpa sadar matahari telah menghilang dan berganti dengan bulan dengan ribuan bintang berkelap kelip. Yeoja kecil itu-Tiffany- tubuhnya mulai bergetar sambil memegangi lengan jaket Baekhyun begitu erat. Dan Baekhyun berjalan di depan untuk melindungi Tiffany

“Baekhyun…. Gelap”Ucap Tiffany gemetar. Dan Baekhyun pun menggenggam tangannya. Mungkin dengan begitu rasa takut Tiffany akan hilang. Pikir Baekhyun

Baekhyun -namja kecil itu- lantas menghentikan langkahnya dan berbalik, kemudian memegangi bahu Tiffany agak kencang. Dia menatap Tiffany lekat

“Tenang saja,Fanny…. Aku akan selalu di sisimu dan melindungimu”Ucap Baekhyun lembut. Dan kata kata itu bagaikan magic untuk Tiffany. Rasa takutnya menghilang bersama dengan angin yang baru saja dirasanya berhembus. Tatapan Baekhyun…. Rasanya menenangkan

“Eum”Tiffany mengangguk mantap dan keduanya kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang

Selama perjalanan, Baekhyun berusaha untuk melihat pemandangan di depan, meskipun agak memaksa. Pasalnya, keadaan di tempat itu akan menjadi sangat gelap ketika malam hari. Dan itu tentunya terasa menyulitkan bagi Baekhyun yang saat itu tak membawa alat yang bisa dijadikan penerang atau sebagainya.

Kreekk

“UWWWAAA!!!”

Tiffany dan Baekhyun terperosok ke dalam lubang karena tak sengaja menginjak tumpukan es yang ternyata digunakan untuk menutupi lubang tersebut. Mungkin itu lubang yang dibuat pemburu daerah setempat. Sayangnya, justru Baekhyun dan Tiffany yang kini  terjebak di dalam

“Gwenchana,Fany?”Tanya Baekhyun panik. Dan Tiffany menganggukan kepala

“Baekhyun…. Aku takut….”

“Ya, kau tenang saja. Ada aku disini…..”Ucap Baekhyun mencoba untuk menenangkan Tiffany

“Tapi….AKHH”

Tiffany tiba tiba saja mengerang sambil memegangi kepalanya. Tak lama, tubuh Tiffany ambruk dan yeoja kecil itupun kini berada dalam kondisi tak sadarkan diri

“TIFFANY! KUMOHON…. AKU AKAN SEGERA MENCARI PERTOLONGAN”

Baekhyun mengalungkan syal dan menyelimuti Tiffany dengan jaketnya sebelum dia pergi mencari pertolongan. Untuk seorang anak sepertinya, hal seperti ini memang terlalu menyulitkan. Namun Baekhyun bertekad untuk terus berusaha agar bisa segera membawa Tiffany keluar dari perangkap itu

.

.

.

Setelah bersusah payah memanjati dinding lubang tersebut, Baekhyun berhasil mencapai bagian atas dan dengan segera, Baekhyun mencari pertolongan. Dia pun segera berjalan menuju rumahnya, karena itulah satu satunya tempat yang saat itu terlintas di pikirannya. Namun…. Baekhyun takkan mungkin mendapatkan pertolongan yang diharapkannya. Karena orang yang diharapkannya untuk dapat menolongnya justru tengah bertengkar hebat di hadapannya. Membuat Baekhyun terdiam kaku dengan bulir bening yang mulai terlihat memenuhi matanya

“KAU MENYELINGKUHIKU KAN?!”

“NE! KAU ITU TAK LAGI BERGUNA! KAU TAHU,KAU ITU-”

Wanita itu berhenti berteriak setelah melihat Baekhyun yang kini tengah memandanginya dan teman bertengkarnya itu. Appa dan umma, begitulah Baekhyun biasa memanggil mereka.

“Baekhyun…. Bencilah aku. Anggap saja aku telah mati, arra?”

Wanita itu-umma Baekhyun – memandangi anaknya- Baekhyun – selama kurang lebih beberapa detik, sebelum akhirnya wanita itu menaiki sebuah mobil yang kemudian membawanya pergi.

“UMMA!!!”

Baekhyun berusaha untuk mengejar ummanya, namun kakinya tiba tiba saja terasa nyeri hingga membuat tubuhnya jatuh menghantam jalanan yang tertutupi salju. Dan appanya? Lelaki itu hanya menatap Baekhyun selama beberapa detik dan lantas membiarkan anak semata wayangnya itu menangisi ummanya

“Umma…. Tiffany…..”

Baekhyun menyebut nama dua orang paling berharga dalam hidupnya begitu pelan. Semakin terdengar pelan, seiring dengan matanya yang semakin terpejam. Hingga pada akhirnya, Baekhyun  terkapar pingsan di atas tumpukan salju. Tanpa bisa….Menolong Tiffany

***

.

.

.

Tiffany akhirnya tersadar dan menemukan dirinya tengah sendirian di dalam. Baekhyun tak ada di sana

“Baekhyun….Kau….Dimana?”

liquid bening kini memenuhi mata Tiffany.Dia duduk sambil memeluk lututnya. Tiffany terus saja menangis. Wajar saja, karena dia hanyalah seorang anak kecil.

“Ya! Ada orang disana?!”

Tiffany terkejut mendengar suara seseorang dari atas sana. Hanya siluet wajahnya saja yang mampu terlihat oleh Tiffany, mengingat kondisi pada saat itu gelap karena sudah malam.

“N…Ne”

“Tunggu sebentar! Aku akan menolongmu”

Orang itu turun menuju ke dasar lubang. Dilihatnya Tiffany yang tengah gemetar

“Ya….Kau tenanglah”Ucapnya “Ayo keluar”Orang itu mengulurkan tangannya dan disambut Tiffany  meski agak ragu. Namja itu kemudian mendekap erat Tiffany hingga tali yang mengikat pinggangnya membawa mereka naik hingga keatas

“Tuan muda….Anda baik baik saja?”tanya seorang namja dengan setelan hitam pada orang tersebut-yang ternyata adalah anak kecil yang kira kira seusia Tiffany-

“Gwenchana, Pak Kim”

Bruk

Terdengar bunyi sesuatu menimpa tumpukan salju. Ternyata tubuh Tiffany ambruk saat yeoja kecil itu mencoba untuk bangkit.

“Ya! Nona….Bangun”

Namja kecil itu berusaha menyadarkan Tiffany dengan mengguncang guncangkan tubuh Tifanny agak kencang, namun sepertinya tak berhasil. Tiffany tetap saja tak sadarkan diri. Hanya bibir Tiffany yang terlihat bergerak karena dia terbayang seseorang

“Baek…hyun…..”

Benar. Tiffany terus menggumamkan nama Baekhyun,bahkan ketika dia berada di alam bawah sadarnya.

“AYO BAWA DIA KE RUMAH SAKIT!”

Akhirnya Tiffany pun dibawa oleh beberapa orang berjas itu ke dalam mobil ambulance yang datang setelah ditelpon seseorang diantara para pria berbaju hitam itu. Dan namja kecil itu ikut bersama dengan ambulance yang membawa Tiffany

***

Tiffany terus tak sadarkan diri hingga beberapa jam lamanya. Dan selama itu pula, namja kecil yang menolongnya itu terus berada di sisinya. Namja itu bahkan terus menggenggam tangan Tiffany, meski sebenarnya namja ini tak tahu siapa Tiffany. Yang dia tahu,gadis ini baru saja dia selamatkan.

“Ya~ Ayo bangun”

Kyungsoo-nama namja kecil itu- terus mengucapkan kata kata yang sama secara berulang, hingga pada akhirnya membuatnya memejamkan matanya dan mulai terdengar dengkuran halus. Hingga akhirnya….Dia telah terlelap.

Kurang lebih tiga jam lamanya Tiffany terus berada dalam kondisi tak sadarkan diri sampai akhirnya dia mulai membuka kelopak matanya meski terasa sedikit berat.

Tiffany mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengamati tempat tersebut. Terasa asing baginya, karena mungkin dia jarang atau bahkan belum pernah sebelumnya melihat tempat seperti ini. Tiffany tak sengaja menciptakan gerakan yang membuat namja kecil itu menggeliat ketika Tiffany memandangi namja kecil itu dan juga tangannya yang kini sedang dipegang oleh namja kecil tersebut.

“Eum….Kau….Sudah…sadar?”Tanya namja kecil itu sambil mengusap usap matanya yang sedikit memerah akibat tertidur

“Nugu…Seyo?”Tanya Tiffany. Sedikit memicingkan mata, mungkin karena Tiffany belum mengenali namja tersebut

“Do Kyungsoo imnida. Aku…Menolongmu saat kau pingsan di dalam lubang itu”

Kata kata Kyungsoo baru saja membangkitkan kembali ingatannya akan sosok Baekhyun. Baekhyun yang sebelumnya berada di samping Tiffany. Seperti itulah yang teringat di benak Tiffany.

“Baekhyun…. Kau melihatnya?”

“Mwo? Siapa dia?”

“Apakah tadi….Aku….sendiri?”

“Ne. Memangnya….”

Namja itu-Kyungsoo- tak jadi melanjutkan kata katanya saat melihat cairan bening yang mulai memenuhi mata Tiffany. Yeoja itu terdiam membeku dengan airmata yang kini mulai membanjiri matanya.

“Baekhyun… Menghianatiku…..”

Itulah sepenggal kata kata yang dilontarkan Tiffany di sela sela tangisannya. Yeoja itu terus diam dengan pikirannya yang mengganggap Baekhyun telah dengan tega meninggalkannya. Membiarkan Tiffany merasakan hawa salju yang begitu dingin. Meninggalkan Tiffany setelah yeoja itu mempercayakan nasibnya pada Baekhyun. Dia memberikan sepenuhnya kepercayaan untuk Baekhyun, namun… Pada akhirnya berakhir dengan dirinya yang telah terbaring disini. Di tempat yang didominasi warna putih dan sebuah selang infus yang menghubungkan tangannya dan cairan infus

***

.

.

.

Enam tahun telah berlalu. Sakura mulai digantikan salju mulai terlihat menutupi sebagian trotoar dan beberapa bagian dari jalan. Berbagai kafe di sepanjang jalan juga terlihat sibuk dengan para pelanggan yang sibuk memesan minuman hangat untuk menghangatkan tubuh. Diantara beberapa orang itu,tampak seorang namja dengan surai hitam dan tubuh yang terbilang cukup tinggi. Namja itu mengenakan jaket tebal dan tak lupa sebuah syal sebagai pelengkap. Namja itu menggosokkan kedua telapak tangannya dengan sedikit cepat,kemudian meletakannya di bagian wajahnya. Ya, memang sejak tadi namja itu merasakan hawa dingin menerpa wajahnya. Begitu dingin hingga bisa membuat namja itu menggigil.

Namja itu segera mengambil tempat duduk di bagian yang dekat dengan jendela. Namja itu lantas memandangi jendela,tepatnya pemandangan yang terlihat dari balik kaca jendela sambil tetap menggosok gosokkan tangannya untuk mencari kehangatan. Selama beberapa menit, namja itu terus seperti itu hingga seorang pelayan datang menghampirinya dan membuat Baekhyun langsung beralih memandangi pelayan di hadapannya

“Baekhyun?”

“Hyoyeon?”

Baekhyun -namja itu- terkejut begitu melihat Hyoyeon yang kini berada di hadapannya. Hyoyeon adalah salah satu penghuni panti asuhan yang sama dengan….Tiffany

“Ya! Kau tak pernah lagi mengunjungi panti asuhan! Kau kemana saja?”Tanya Hyoyeon sambil menepuk punggung Baekhyun

“Aku….Tiffany….Kau….”

“Baekhyun…. Tiffany…. Tidak tinggal lagi di sana. Sejak…Dia….Diadopsi”Ucap Hyoyeon lirih

Baekhyun bukan main terkejutnya mendengar ucapan Hyoyeon. Namja itu lantas bangkit dari duduknya dan langsung mencengkram pundak Hyoyeon.

“Siapa? Siapa yang mengadopsinya?!”Tanya Baekhyun agak memaksa. Dari ekspresinya saat itu, Hyoyeon pun tahu betapa Baekhyun ingin bertemu Tiffany.

“Aku…Tak begitu tahu. Yang jelas… Orang itu menjadikan Tiffany….Tunangannya”

Bagaikan tertimpa batu yang begitu besar, Baekhyun langsung melemas dan tubuhnya terduduk di kursi yang tadi baru saja didudukinya. Baekhyun tak sanggup berkata apa apa lagi. Hati dan pikirannya terus menerus berdebat. Ingin percaya  ataukah harus menganggap apa yang didengarnya hanya sebagai sebuah kesalahan dari pendengarannya saja. Intinya, Baekhyun tak ingin menerima apalagi mempercayai apapun yang didengarnya barusan

“Baekhyun…..”

Drrttt

Handphone Baekhyun terasa bergetar dari sakunya. Baekhyun  merogoh saku jaketnya dengan pandangan yang masih saja memperlihatkan ketidakpercayaannya terhadap apa yang didengarnya.

“Yoboseyo?”

“YA! KAU DIMANA?! LEKAS KESINI  JIKA KAU TAK INGIN NYAWA SESEORANG MELAYANG!”

Baekhyun tersadar begitu seseorang membentaknya dari telpon. Baekhyun lantas berdiri dan lekas akan pergi

“YA! BAYAR DULU MINUMANMU!”

Baekhyun…. Sepertinya namja itu melewatkan prosedur penting bagi seorang pengunjung yang telah memesan. Melunasi tagihan dari pesanan miliknya…

***

Baekhyun  masuk ke dalam rumah sakit dengan berlari. Dia menghampiri Sooyoung, rekan kerjanya itu dengan panik.

“Soo….”

“Pasien itu sekarang baru saja dibawa ke UGD. Cepatlah kesana”

“Arra. Gomawoyo”

Baekhyun lantas berlari menuju ruang UGD. Begitu paniknya dokter muda itu hingga tak lagi memperhatikan semua yang ada di sekitar, termasuk seseorang dengan kursi roda di hadapannya. Keduanya sejajar hingga tak sengaja…

Bruk

Baekhyun  dan yeoja itu lantas jatuh dengan posisi Baekhyun  berada diatas yeoja tersebut. Keduanya membelalak kaget, dan segera menjauhkan jarak mereka, namun sialnya tangan Baekhyun mendadak keseleo dan akhirnya Baekhyun jatuh menimpa yeoja itu. Dengan bibir yang kini saling menyatu

Keduanya terdiam selama beberapa detik. Tak seorangpun diantara mereka melakukan gerakan apapun. Waktu seakan membekukan mereka berdua. Membiarkan keduanya berada dalam posisi tersebut

Semenit sudah mereka masih tetap dalam posisi tersebut. Dan disaat semenit itu berlalu, Sooyoung hampir saja memekik saking terkejutnya menemukan Baekhyun dalam posisi yang menurutnya sangat tak wajar itu. Sooyoung menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya dan tak sengaja menjatuhkan dokumen yang sejak tadi dipegangnya. Dan saat itulah  Baekhyun seperti disadarkan dari lamunannya dan langsung menjauhkan tubuhnya dari yeoja yang ditindihnya itu

“So….Sooyoung?”

Baekhyun terkejut mendapati Sooyoung yang masih saja menutupi mulutnya itu. Setelah menatap Sooyoung , Baekhyun lantas menatap yeoja itu. Sayangnya, baru saja Baekhyun menatapnya yeoja itu langsung mendaratkan telapak tangan tepat di wajah Baekhyun. Membuat namja itu kini mengelusi pipinya karena sakit yang dirasakannya

“NAPEUN NAMJA!!!”

Yeoja itu langsung berdiri dan meninggalkan Baekhyun begitu saja. Dia berjalan layaknya orang yang normal. Dia tak terlihat seperti orang yang butuh kursi roda sebagai alat untuk membantunya dalam beraktivitas

“Y-YA! KAU….AISH!”

Baekhyun mencoba untuk mengejar yeoja itu, namun Sooyoung langsung menahan bagian belakang kerah baju Baekhyun. Menghentikan langkah namja tersebut

“Y-YA! AKU HARUS….”

“KAU LUPA DENGAN OPERASINYA?!”Tanya Sooyoung dengan kesal. Baekhyun akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan mengacak acak rambutnya sendiri. Setelah itu, dia pun masuk ke dalam ruang UGD untuk membantu proses operasi pasien.

***

“ISH!!! DASAR MENYEBALLKAANN!!!”

Yeoja berambut pirang itu menggeram kesal karena kejadian barusan. Yeoja itu bahkan mengacak acak rambutnya dengan kaki yang terus saja dihentak hentaknya pada lantai. Yeoja itu kini berada di atas atap rumah sakit. Bagian teratas dari rumah sakit yang menjadi salah satu rumah sakit terbesar di Korea Selatan itu. Yeoja dengan piyama pink itu tak henti hentinya menghentakkan kakinya hingga dia mendengar suara pintu berderit

“Ya! Siapa disana?!”Tanya yeoja itu agak kasar dan lantang

“Aku….Calon Suamimu”

Yeoja itu lantas berbalik dan melangkah menghampiri namja yang sedang berdiri di depan pintu tersebut. Namja itu langsung membalas pelukan sang yeoja begitu yeoja itu telah memeluknya

“Ya~ Kau kemana saja,Kyungsoo-ah? Eoh?”Yeoja itu mulai menatap Kyungsoo-namja itu- dengan tatapan menyelidik. Bahkan yeoja itu menggelitiki pinggang namja itu. Membuat namja bernama Kyungsoo itu reflek melengkungkan tubuhnya ke belakang.

“Aku kan…Sedang mempersiapkan pernikahan kita.Nona Hwang Tiffany”

Yeoja itu-Tiffany- menghentikan aktivitas menggelitiki Kyungsoo. Senyum di wajahnya langsung menghilang. Tiffany hanya diam dan menampakkan seulas senyum yang begitu tipis.

“Wae? Kau tak senang?”Tanya Kyungsoo “Atau…. Kau teringat…..”

“CUKUP! Kyungsoo-ah….Aku harus kembali untuk meminum obatku”

Tiffany  pun melangkah pergi, namun Kyungsoo dengan cepat meraih pergelangan tangan Tiffany. Membuat yeoja itu mau tak mau harus meghentikan langkah kakinya.

“Wae?”Tanya Tiffany lirih

“Aku….Ingin mendengarnya….”

“Mwo?”

Tiffany menoleh dan mendapati Kyungsoo tengah menatapnya. Tatapan Kyungsoo…. tatapan yang bahkan Tiffany tak bisa mengartikannya. Hanya pancaran mata penuh harap yang terlihat dari mata seorang Kyungsoo yang kini menatapnya. Namun sayang, pancaran harapan itu takkan sampai di relung hati yeoja yang kini ditatapnya.

“Saranghae….Jeongmal saranghaeyo”

“Aku…Tahu. Kyungsoo-ah. Aku mengerti….”

Tiffany menepis tangan kekar itu dengan halus, melangkah pergi dan menghilang di balik pintu yang kini telah tertutup itu

“Kau…. Tak pernah mengerti Fanny…. Aku…Begitu mencintaimu”

.

.

.

Tiffany menghentikan langkah kakinya setelah yakin telah berada cukup jauh dari tempat Kyungsoo berada. Jessica tertunduk lemas dan tangannya kini bertumpu pada dinding. Tiffany  mulai menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang kini berada di atas lututnya. Cairan bening yang sempat tertahan itu akhirnya tumpah dan mengaliri wajahnya. Bahkan beberapa telah jatuh menggenang di lantai.

“Baekhyun…..”

Nama itu. Tiffany menyebut nama itu lagi. Tiffany begitu merindukan nama itu. Merindukan sosok yang telah memenuhi  hatinya. Tak bisa dipungkiri, kenangan lama akan Baekhyun dan dirinya memang melekat kuat dalam ingatannya. Tiffany masih begitu mencintainya. Bahkan ketika fakta ‘mengatakan’ Baekhyun telah menghianatinya sekalipun, Tiffany masih saja mencintainya. Tak pernah sedikitpun perasaan ini mampu untuk dihilangkan dari dalam hatinya. Fakta boleh saja berbicara, namun hati…. Takkan mungkin untuk fakta mengubahnya… Mengubah perasaannya

“Baekhyun?”

Suara seseorang membuat Tiffany mendongak dan mendapati seorang namja berdiri di hadapannya.

“Ne?”

“Kau…Mengenal dokter Byun?”Tanya namja itu

“Hah???”

Tiffany mengerutkan dahinya menatapi namja itu. Dan sepertinya namja itu…. Merasa Tiffany  memandanginya aneh

“Mian…Jika aku salah,hehehe”

Namja itu lantas menggaruki tengkuknya sebelum akhirnya lari meninggalkan Tiffany yang masih tetap bingung.

.

.

.

Bruk

Namja itu bertubrukan dengan seorang wanita yang memakai jas putih, sama dengannya. Namja itu terlihat agak canggung ketika yeoja itu begitu dekat jaraknya dengan dirinya,tepatnya wajah mereka sekarang ini cukup dekat

“Dokter  Park….Mian. Aku….”

Sooyoung-yeoja itu- terhenti seperti membeku begitu sadar jika dokter Park-tepatnya Park Chanyeol- tengah terdiam kaku dengan arah pandangan yang terus tertuju padanya.

“Mi….anhae”Ucap Sooyoung  lirih.Kemudian dia menggaruki tengkuknya yang tak gatal itu

“A-Aniyo. Gwenchana”

Keduanya saling menatap canggung dan kemudian tertawa kecil, namun masih saja memperlihatkan perasaan canggung keduanya. Suasana canggung itu terus berlanjut selama beberapa detik, hingga…

“Ya! Sooyoung….Kau malah asyik berpacaran dan membiarkanku melakukan operasi sendiri? Huh?!”

Suara berat dan cukup terdengar menekan itu lantas membuat Sooyoung bertambah gugup. Dia kini terlihat memunguti lembaran lembaran yang kini berserakan di lantai akibat tabrakannya dengan Chanyeol tadi. Luhan pun ikut memunguti lembaran lembaran tersebut dengan panik. Begitu paniknya perasaan keduanya hingga membuat mereka meringis akibat kepala yang terantuk. Dan Baekhyun? Namja yang telah sukses menciptakan keadaan yang terlihat kacau itu kini hanya terkekeh sambil menutupi mulutnya agar kekehannya takkan terdengar.

“Ya! Kalian memang pasangan dokter yang serasi”

Baekhyun  menggodai mereka-Sooyoung dan Chanyeol- hingga membuat mereka panik (lagi). Baekhyun sepertinya memang cukup tepat untuk dikatakan sebagai orang jahil. Pasalnya namja ini berhasil membuat kedua dokter muda itu kelabakan.

Chanyeol menggaruki tengkuknya lagi begitu selesai membantu Sooyoung memunguti lembaran lembaran yang tadi bertebaran itu. Chanyeol lantas membungkuk sebelum akhirnya ia melangkah pergi. Namun sepertinya setan jahil telah merasuki Baekhyun. Dia pun terpikir untuk menggodai Chanyeol sekali lagi

“Ya! Jalan itu salah. Harusnya kau kesini”Ujar Baekhyun. Dan rencana jahilnya itu langsung berhasil karena Chanyeol dengan paniknya berbalik arah dan berjalan melewati Baekhyun. Namun dokter muda ini akhirnya sadar bahwa Baekhyun sedang mengerjainya

“Baekhyun!!!”Sooyoung berseru kesal pada Baekhyun. Dan namja itu hanya mengangkat kedua bahunya sambil terkekeh.

Begitu Chanyeol telah pergi, Sooyoung menghampiri Baekhyun dan meninju perutnya agak keras, membuat Baekhyun melengkungkan tubuhnya ke belakang, meringis akibat rasa sakit yang timbul sebagai efek dari pukulan Sooyoung padanya

“Ya! Kau….”

Baekhyun berhenti berucap ketika sosok yang tadi sempat membuatnya kesal itu makin terlihat olehnya. Baekhyun yang masih saja kesal itu pergi menghampiri Tiffany dan langsung mencengkram kuat pergelangan tangannya.

“Ya! Apa yang….Ish,lepas!”

“Aniyo! Kau….”

“Fanny….”

Suara itu langsung menyita perhatian Baekhyun dan Tiffany yang beberapa detik lalu saling menatap sinis. Ternyata pemilik suara itu tidak lain adalah Do Kyungsoo

“Kyungsoo-ah?”

Kyungsoo tersenyum tipis menatap Tiffany, dia lantas menghampiri Tiffany dan membuat Baekhyun harus menahan kekesalannya sekali lagi. Dan sebelum sempat Kyungsoo memulai untuk menanyai Baekhyun,Sooyoung langsung datang menghampiri Baekhyun dan menariknya pergi dari sana

“Byun Baekhyun,ayo pergi”Ujar Sooyoung

Tiffany terhenyak  saat mendengar Sooyoung memanggil namja itu dengan nama Byun Baekhyun. Nama yang memang sangat ditahu oleh Tiffany. Karena itu….Adalah nama panjang  dari Baekhyun, teman masa kecilnya…

“Baek…Hyun?”

Tiffany terus menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh itu…. Membuat Kyungsoo pada akhirnya ikut menatapi punggung itu. Punggung yang kini diketahuinya bahwa pemiliknya adalah Baekhyun, namja yang hingga kini tak pernah luput dari ingatan tunangannya,tepatnya calon istrinya selama ini….

***

“Baekhyun! Babo”

Sooyoung  menggeram kesal sambil mencubit pinggang Baekhyun, membuat namja itu meringis dan akhirnya menatap Sooyoung kesal

“Ya! Appo”

“Kau…Tidak tahu siapa wanita itu? Hah?!”

“Ani. Memangnya dia siapa?”

“Dia adalah nona Tiffany Hwang, calon istri dari cucu tuan Do, pemilik rumah sakit ini”

“Ti….Tiffany….Hwang?”

“Eoh. Kau memangnya tak…..”

Baekhyun langsung berlari ke tempat tadi. Tiffany….Wanita yang dirindukannya selama ini adalah wanita yang….

“Fanny-ah…..Akhirnya aku bisa bertemu denganmu”

Pancaran kebahagiaan terus terlihat dari senyuman yang terukir di bibir Baekhyun. Namja itu terlalu senang sekarang ini. Pasalnya, setelah enam tahun lamanya terus mencari sosok Tiffany, pada akhirnya dia bisa bertemu lagi dengannya. Wanita yang memang mengisi hati Baekhyun sejak kecil itu

“Fanny…Kau….”

Tak ada….. Tiffany ternyata sudah tak berada di tempat itu lagi… Dan Baekhyun harus menelan kekecewaannya lagi.

***

“Fanny-ah….Besok kau akan keluar dari rumah sakit, arra?”

Tiffany menatap nanar Kyungsoo yang kini tengah duduk sambil menggenggam tangannya. Tak ada jawaban pasti yang terucap dari mulut Tiffany. Hanya gumaman kecil yang diartikan oleh Kyungsoo sebagai bentuk kesetujuan Tiffany terhadap keputusannya

“Hn”

“Fanny-ah…. Pernikahan kita sebentar lagi. Kau pasti tahu kan?”

“Hn”

“Ya~ Kau ini kenapa?”

“Aniyo. Aku… segera berkemas”

Sehun hanya diam,menatap calon istrinya yang tengah mengepak barang.

I wish…. You love me…. But it’s impossible...

Itulah beberapa kata yang diucapkannya dalam hati. Suara hatinya yang hanya diketahui Kyungsoo dan sang Pencipta saja…

***

Malam itu, Baekhyun  terus saja mengusapi kepalanya. Ingatannya akan masa lalunya terbayang lagi di benaknya. Saat dia tak dapat menemui Tiffany. Perasaan bersalah  terus menghantui dirinya. Tak pernah sedikitpun Baekhyun melupakan kejadian itu….

“Fanny-ah….. Mianhae”Gumamnya

#Kreek

Seseorang tiba tiba saja memasuki ruangannya. Dilihatnya seseorang tengah berdiri di depan pintu ruangannya. Namja yang tadi siang menghampirinya dan Tiffany

“Kau….Byun Baekhyun bukan?”

“Ne. Nuguseyo?”

“Kyungsoo  imnida. Tunangan Tiffany….”

Baekhyun  terbelalak mendengar ucapan Kyungsoo barusan. Dia lantas menghampiri Kyungsoo dan langsung mencengkram pundak Kyungsoo.

“Kumohon….”

“Apa permohonanmu?”

“Izinkan aku…Menemui Tiffany”

“Jika aku tak mengizinkanmu? Lagipula aku….”

Baekhyun langsung bersimpuh di hadapan Kyungsoo sembari memohon agar mendapat izin dari pemuda itu

“Aku mohon….. Biarkan aku bertemu dengan orang yang kucintai”

Sehun mengepalkan tangannya,berusaha menahan emosi yang tiba tiba saja terasa meluap luap dari dalam dirinya. Dia lantas menarik tangan Kris kasar dan

Brak

Kyungsoo yang telah dikendalikan emosi itu lantas mendorong Baekhyun hingga punggung namja itu bersentuhan dengan dinding ruangan. Kyungsoo mencengkram kerah jas Baekhyun dengan kuat

“AKU JUGA MENCINTAINYA!”

Buk

Kyungsoo melayangkan tinjunya pada Baekhyun. Baekhyun tersungkur dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Namun Kyungsoo tak peduli dan terus saja melayangkan pukulan bertubi tubi pada Baekhyun

“KAU…. MEMBUATNYA HAMPIR MATI! KAU…”

“KYUNGSOO! BERHENTI!!!”

Terdengar suara pekikan seseorang yang Kyungsoo kenali. Pekikan itu berasal dari Tiffany yang kini tengah berdiri di depan pintu.

Tiffany  langsung menarik Kyungsoo dan menjauhkan namja itu dari Baekhyun. Pandangan Baekhyun kini tertuju pada Baekhyun yang kini tengah terkapar. Wajah Baekhyun kembali membuatnya teringat akan masa lalunya. Masa lalu… Saat mereka masih bersama….

#Flashback

“BAEKHYUN-AH!!”

Tiffany berlari menghampiri Baekhyun yang saat itu jatuh tersungkur. Dahi Baekhyun mengeluarkan cairan merah yang cukup banyak. Mungkin dahinya terbentur material tajam ketika terjatuh barusan

“Baekhyun-ah…Gwenchana?”

“Ne….”

Tiffany mulai terdengar sesenggukan ketika dia mengambil sapu tangannya dari saku mantel.

“Fanny-ah….Aku tak apa apa. Jangan menangis”

#Flashback End

“Fanny-ah…. Jangan menangis”

Baekhyun tersenyum pada Tiffany saat yeoja itu akan menangis. Tiffany memalingkan wajahnya dan bersiap untuk pergi bersama Kyungsoo

“Tiffany…. Mianhae. Jeongmal mianhae”Ucap Baekhyun  lirih. Tiffany menghentikan langkahnya selama beberapa saat. Tangannya mulai terlihat gemetar dan akhirnya Tiffany pergi tanpa menatap Baekhyun

.

.

.

“Kyungsoo….”

Tiffany melepas genggaman tangannya dari Kyungsoo dan berbalik menatap namja itu.

“Wae?”

“Aku….Selama enam tahun bersamamu…. Aku tak pernah mengucapkan terima kasih padamu…. Aku….”

“FANNY!”

“Kumohon. Aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku padamu. Kau membuatku….”

“FANNY! BERHENTI!”Bentak Kyungsoo. Dan kali ini Tiffany terhenyak

“Apapun yang kau katakan…. Aku…. Takkan bisa merubah lagi semua keputusanku”

“Kyungsoo-ah….”

“Aku….Menganggap ini hanya sekedar kesalah pahaman saja….”

Kyungsoo  menunduk dan menepuk pundak Tiffany pelan, sebelum melangkah pergi. Tiffany terduduk lemas dan mulai menangis. Begitupun dengan Kyungsoo yang kini berdiri kaku di dalam lift. Cairan bening dari matanya mulai membanjiri wajahnya

“Goodbye…Tiffany”

***

.

.

.

Akhirnya, tibalah saat dimana Kyungsoo dan Tiffany akan melangsungkan upacara sakral mereka. Tiffany tengah bersiap siap untuk menuju altar, tempat dimana Kyungsoo sedang berdiri menungguinya. Satu demi satu bulir bulir bening membanjiri wajahnya. Selangkah demi selangkah Tiffany makin mendekati altar. Disaksikan oleh beberapa orang yang diantaranya adalah Hyoyeon dan juga pasangan dokter muda Sooyoung dan Chanyeol.

“Chagiya….”

“Wae?”

“Baekhyun….Dimana?”

“Aku ti…”

#Braakk

Terdengar suara pintu gereja yang dibuka sedikit kasar. Disana berdiri sosok seseorang yang wajahnya tak terlihat karena tengah memunggungi matahari, menghalangi sinarnya. Namun, Tiffany yang kini tengah menoleh itu mengenali siapa orang tersebut

“Baekhyun-ah…”

Benar,namja itu adalah Baekhyun. Namja itu berjalan menghampiri Tiffany dengan nafas yang tersengal sengal. Keringat juga terlihat mengucur dari dahinya, karena namja ini telah menghabiskan sebagian energi dalam tubuhnya untuk berlari hingga ke tempat itu

“Fanny-ah….”

Kehangatan terasa menjalari tubuh Tiffany begitu dia berada dalam dekapan Baekhyun. Dekapan orang yang memang selalu diharapkannya untuk mendekapnya seperti ini

“Saranghae….”Ucap Baekhyun saat dia melonggarkan pelukannya pada Tiffany

“Nado….”

Sekali lagi, Baekhyun membawa Tiffany dalam dekapannya. Membuat yeoja itu kembali merasakan kehangatan menjalari tubuhnya

***

[Tiffany  POV]

Semuanya menjadi lebih baik setelah kejadian itu. Kyungsoo, penyelamat hidupku…. Dia kini menyibukkan diri dengan setumpuk map map yang terus saja berdatangan di mejanya. Aku terus saja mendengar pendengar setia dari segala keluh kesahnya melalui telpon genggamku. Hanya padaku dia bisa dengan bebasnya melepaskan segala uneg uneg di hatinya. Itu katanya padaku.

Kemudian Hyoyeon. Teman baikku saat di panti asuhan itu kini telah membuka sebuah kedai kopi miliknya sendiri. Dengan beberapa teman kami yang juga dari panti asuhan yang sama, Hyoyeon mengelola kedai kopi tersebut. Kini dia tengah disibukkan dengan pembukaan cabang dari tokonya dan juga beberapa kegiatan yang dilakukanya masih bersama anak anak dari panti asuhan. Sayangnya, dia belum memiliki pasangan hidup. Bukan karena tak ada yang menyukainya, namun Hyoyeon sendiri yang katanya ingin menghabiskan waktu sekarang dengan kegiatannya. Padahal awalnya sempat terlintas dibenakku untuk menjodohkannya dengan Kyungsoo. Namun sepertinya….Harus kuurungkan dulu niatku itu

Dan si pasangan dokter muda? Mereka-teman Kris- kini menjadi salah satu teman dekatku. Mereka yang berencana akan segera menikah menjadi lebih sering mengunjungi rumah kami untuk mendiskusikan banyak hal. Seringkali kubiarkan mereka menginap di rumah, meski aku tahu akan ada yang merasa keberatan karenanya

Kalian menyimaknya kan? Baru saja aku mengatakan ‘Rumah kami’. Dan itu memang benar. Ini bukanlah rumah milikku seorang. Ada mereka…. Dua orang yang begitu berarti dalam hidupku

“Chagiya….”

“Eomma”

Suara dua orang paling berharga dalam hidupku kini terdengar dari balik pintu yang tertutup. Dengan cepat kubuka pintu dan….

“Kami pulang….”

Mereka berdua kini memelukku erat. Sungguh…Kehangatan mereka kini terasa menjalari tubuhku. Padahal udara di luar rasanya cukup dingin hingga terasa menembus tulang

“Ya~ Ayo kita makan”Ajakku. Namun keduanya menggeleng

“Wae?”

“You forget? Give me somenting”

Aku terkekeh melihat mereka berdua yang kini melipat tangannya di dada sambil menunjuk bagian pipi bersamaan

“Arra…”

Kudaratkan ciumanku di pipinya, selanjutnya tubuhku sedikit membungkuk untuk menciuminya.

“Bagaimana? Sudah kan?”Tanyaku

“Appa…”

“Eoh?”

“Apakah…. Adikku belum ingin bertemu dengaku?”

“Mwo?”

“Kata appa…. Adikku masih malu menemuiku. Padahal aku ingin segera bertemu adikku”

Namja yang kini berdiri di sampingku itu langsung menghindari tatapanku dan malah bersiul

“BAEKHYUN!!! APA YANG SUDAH KAU KATAKAN PADA EUNJOO? HAH?!”

“Mian chagi….”

“Eunjoo-ah…. Ayo kita makan berdua. Biarkan saja appa diluar”

Langsung kugendong Eunjoo menuju dapur. Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan kemudian melingkarkan tangannya pada pingganggku

“Ya! Baekhyun!!!”

“Eunjo-ah….”

“Wae appa?”

“Malam ini…. Kau tidur sendiri yah? Apa kau bisa?”

“Baekhyun!”

“Arraseyo. Lagipula kan appa bilang aku ini anak lelaki, jadi harus berani untuk tidur sendiri mulai sekarang”

“Yakso?”

“Ne!”

“BAEKHYUN!!!”

Baekhyun semakin mempererat pelukannya. Bisa kurasakan deru nafasnya yang menghembus dan menerpa kulitku. Aku merasa sedikit geli karenanya

“Baekhyun…. Ayo lepaskan”

“Ani ani aniyo….”

Akhirnya aku pun mengalah dan membiarkannya terus memelukku. Dan karena itu, aku melupakan sesuatu yang baru saja kutinggalkan. Masakanku

“Umma… Bau apa ini?”

“AIGO! BAEKHYUN…. MASAKANKU!!!”

Baekhyun akhirnya melepaskan pelukannya dan kami pun dengan panik berlari menuju dapur…

= Always Love You=

Side  Story [With Eunjoo]

“Eunjoo!”

Eunjoo sekarang ini sedang bermain bersama Nayoung yang datang berkunjung bersama Sooyoung ajjuma dan Chanyeol ajjushi-appa dan ummanya- Eunjoo merasa begitu senang dengan kedatangan Nayoung ke rumahnya. Dan memang, setiap kali mendengar Sooyoung dan Chanyeol  akan berkunjung, Eunjoo pasti akan langsung berjingkrak senang. Dan Baekhyun yang selalu bisa melihat semburat merah di wajah putranya itu hanya tersenyum, lantas menghampiri Tiffany seraya berbisik “sepertinya Eunjoo kita telah jatuh cinta”

“Nayounggi….. Ayo bermain”

Eunjoo dengan begitu bersemangatnya menarik pergelangan tangan Nayoung. Sedangkan Sooyoung dan Chanyeol tengah membicarakan hal hal yang hanya dimengerti orang dewasa seperti mereka saja.

#Buk

Nayoung jatuh tersungkur saat Eunjoo menarik tangannya. Mata anak itu nyaris menumpahkan cairan bening, namun Eunjoo tiba tiba saja menciumnya. Membuat Nayoung terkejut

“Bagaimana? Masih sakit”Tanya eunjoo polos

“A….Niyo”Jawab Nayoung sambil menggeleng. Wajahnya kini dipenuhi rona merah

Tanpa diketahui Eunjoo, Kyungsoo dan Hyoyeon tengah tertegun memperhatikannya. Dan entahlah, wajah keduanya terlihat begitu terkejut….. Begitupun dengan author yang sedang mengetik cerita ini^^

=END=

Advertisements

13 thoughts on “Always Love You

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s