Songfic : Have You Ever? (Lay-Yuri Version)

Have You Ever LaYuri

Have You Ever?

By wolveswifeu

Starring

Lay | Yuri

Genre

Romance | Sad | Angst

Rating

PG 13+

Length

Songfic

Disclaimer

This is songfic. This fiction should inspired from Have You Ever by Westlife.

Author’s Note

Aku kembali dengan Songfic amburadul ini. Udah ada yang denger belom? Very recommended. Berhubung aku seorang Westlifers akut jadi aku pilih lagu mereka, sayangnya udah bubar /hiks. Jadi curhat kan, maafkan yaaa! Okedeh, enjoy reading!

Wolveswifeu’s New Fiction, Have You Ever?

Have you ever been in love

Been in love so bad

You’d do anything

To make them understand?

                Yuri terdiam setelah mendengar cacian dari temannya. Hyeji, Hana, dan Jandi sudah memaki diri Yuri sedari tadi. Memaki diri Yuri yang sudah salah jatuh. Jatuh cinta kepada seseorang. Seseorang yang terlalu beruntung karena seorang Yuri yang sudah jatuh kepada dirinya.

“Siapa yang suruh kau jatuh cinta kepada pria itu?” Tanya Hana dengan lantang. Yuri terdiam, dia menggigit bibir bawahnya keras-keras. Berusaha menahan perkataan yang sedari tadi sudah mendobrak bibirnya agar terbuka.

“Sudah 1 tahun kau mencintai pria bodoh, Yul.” Lanjut Jandi.

                Masa bodoh dengan itu.

                “Tidakkah kau sakit hati?” Sambung Hyeji.

Kalian terlalu ikut campur urusan orang lain. Yuri hanya membalas perkatan dan cacian mereka dalam hati. Yuri tidak mau terjadi konflik di antara mereka semua.

“Yul, kami peduli denganmu.” Kata Jandi. Yuri memberanikan diri untuk menegakkan kepalanya untuk melihat ketiga teman didepan Yuri.

“Ya, aku sakit hati.” Kata Yuri sambil tersenyum dan berdiri. Ar mata jatuh dari mata kanan Yuri.

“Lay bukanlah pria bodoh.” Lanjut Yuri, air mata jatuh lagi dari mata satunya, digunakannya punggung tangan kirinya untuk menghapus air mata tersebut.

“Mencintai Lay? Hatikulah yang memilih.” Yuri tersenyum miris dan membenarkan beberapa helai rambut yang menutupi setengah wajahnya.

“Kalian tidak pernah seperti aku, berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa aku mencintai Lay apa adanya.  Bukan dari sisi Lay itu orang bodoh atau tidak.” Yuri langsung mengambil tas ransel sekolahnya dan keluar dari ruangan kelas itu.

Have you ever had someone

Steal your heart away?

You’d give anything

To make them feel the same?

                Yuri duduk di tepi ranjangnya yang beralas kain bewarna pink muda. Dia mengelus tengkuknya dan tersenyum. Dia ingat bagaimana cara Lay tersenyum dan itulah yang membuat Yuri jatuh pada Lay.

Tok! Tok! Tok!

                Pintu kamar Yuri terketuk, munculah seorang gadis cantik dan masuk ke dalam kamar Yuri. Gadis cantik itu adalah adiknya, Yoonhye.

“Ada apa, Yoonhye?” Tanya Yuri. Yoonhye tersenyum lalu duduk di samping Yuri.

“Kau sedang apa, unnie?” Tanya Yoonhye.

“Memikirkan seseorang.” Jawab Yuri. Setelah mendengar jawaban Yuri itu Yuri langsung tersenyum miris. Lelaki autis itu lagi, batin Yoonhye.

“Belajarlah untuk berhenti memikirkan dia, unnie.” Suruh Yoonhye.

“Atas dasar hak apa kau menyuruhku seperti itu?” Tanya Yuri.

“Aku benci dengan lelaki autis,” Jawab Yoonhye. “dan lelaki autis tidak bisa merasakan apa artinya cinta. Lay tidak bisa membalas perasaanmu, unnie.” Lanjut Yoonhye.

PLAK!

                Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi mulus Yoonhye. Yoonhye meringis pelan karena kesakitan.

“Jaga bicaramu itu, Yoonhye! Keluar kau sekarang! KELUAR!!” Yuri mengusir Yoonhye dari kamarnya, bahkan Yuri menarik kaos yang digunakan oleh Yoonhye dan mendorong Yoonhye sampai jatuh di lantai dingin itu.

Yoonhye bangkit berdiri dan membuka pintu kamar Yuri. “Maafkan aku, unnie.”

Have you ever searched for words

To get you in their heart

But you don’t know what to say

And you don’t know where to start?

                Yuri mengawasi Lay yang berada di rumah sakit, tepatnya di taman rumah sakit tersebut. Yuri memerhatikan Lay sambil setengah memeluk pohon besar. Yuri mengamati kegiatan Lay, seluruhnya.

Dari Lay berjalan layaknya anak umur 3 tahun, merangkak seperti balita, bahkan berteriak-teriak. Yuri memerhatikan Lay dan dia tidak pernah menyesal akan hal itu. Tidak menyesal untuk menghabiskan waktunya untuk memerhatikan Lay seperti itu.

“Kata-kata apa yang harus aku katakana agar kau mengerti, Lay?” Tanya Yuri.

Yuri melangkahkan kakinya mendekat ke area Lay. Yuri meremas pakaian yang dia kenakan. Yuri kesal, takut, sedih, senang. Semua perasaan campur aduk menjadi satu.

Yuri kesal, kenapa Lay harus mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan di beberapa saraf di otaknya yang menyebabkan mental Lay itu sebelas-dua belas dengan anak berumur 3 tahun.

Yuri takut, dia takut membuat Lay ketakutan jika melihatnya. Dia takut Lay melukai diri dia sendiri.

Yuri sedih, kenapa dia tidak bisa melupakan Lay walaupun Lay sudah autis. Kalimat kasarnya, Lay sudah tidak layak untuk dicintai lagi. Tapi, kenapa Yuri tidak bisa pindah hati?

Yuri senang, tidak butuh alasan yang panjang. Karena Lay, Yuri senang.

                “Lupakan Lay!” Bentak umma Yuri.

“Hanya orang bodoh yang menginginkan Lay, hanya orang bodoh!!” Teriak appa Yuri.

“Lupakan Lay dan semuanya akan kembali normal.” Lanjut Yoonhye dengan tenang.

Rasanya Yuri ingin berkata, iya, aku akan melupakan Lay. Sayangnya, kalimat itu tidak bisa keluar. Bahkan mulut yang tidak mengerti saja bisa tidak rela akan meninggalkan Lay dari hidupnya untuk selamanya.

“Lebih baik aku mencintai seorang namja dengan keterbelakangan mental dari pada hidup menderita dengan keluarga yang tidak bisa menerima diriku apa adanya.”

END

Aduh, aku tahu ini SongFic gagal! Bener2 ga mirip sama lagu. Well, di lagu itu seakan2 sang tokoh utama ngomong sama lawan mainnya. Tapi aku buat beda kali ini. Kalo sesuai songfic agak2 pasaran ceritanya, dan akhirnya jadilah sogfic setengah jadi ini. Hehe

NO SEQUEL

10 thoughts on “Songfic : Have You Ever? (Lay-Yuri Version)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s