Ficlet : Power of Best Friend

thepowerofbf

Power of Best Friends

By wolveswifeu

Starring

Chen | Yuri | Yoona | Jessica | Tiffany

Genre

Friendship | Little bit of Romance | Sad

Rating

PG 13+

Length

Ficlet

Disclaimer

This fiction also published on readfanfiction.wordpress.com

Wolveswifeu’s New Fiction, Power of Best Friends

                “Chagiya!” Teriak Yuri sambil berlari menghampiri  seorang namja tampan dan gagah yang tengah berjalan di lorong universitasnya ini. Sang namja itu merasa terpanggil dan langsung menoleh dan tersenyum.

“Oh kau, Yuri-ah, ada apa?” Tanya namja itu sambil tersenyum. Yuri langsung berlari dan memeluk lengan namja itu dan tersenyum.

Gwaenchana, Jongdae-ah. Apakah salah jika aku rindu dengan namjachingu-ku sendiri?” Tanya Yuri sambil mencubit pipi Jongdae pelan dan terkekeh.

“Haha, tidak apa-apa. Jadi kita akan kemana sekarang?” Tanya Jongdae.

“Kemana lagi? Tentu saja ke ruang kelas, chagi.” Jawab Yuri. “Kajja!

                “Chagiya, bukankah hari ini kau duduk bersama aku?” Tanya seorang yeoja yang duduk di bangku paling depan di ruangan itu. Sepasang kekasih yang sedang menukar canda dan tawa itu langsung berhenti dari aktivitasnya.

“Jongdae-ah, lebih baik kau hampiri Yoona.” Suruh sang yeoja.

“Kau yakin, Yuri-ah?” Tanya Jongdae sambil membetulkan poni Yuri yang panjang.

Sure, babe.” Balas Yuri sambil tersenyum. Jongdae pun berdiri dan meraih tas-nya dan berjalan ke posisi yeoja yang memanggil Jongdae dengan sebutan chagiya itu.

“Hallo, deer.” Sapa Jongdae.

“Hallo, chagi.” Balas Yoona.

“Siap untuk belajar?” Tanya Jongdae.

“Belajar denganmu sangat menyenangkan, haha.” Tawa garing Yoona itu terdengar dan menusuk pendengaran seorang Kim Jong Dae.

Mianhae Yoong..

                “Huft..” Terdengar helaan nafas dari seorang yeoja yang sedang berdiri di depan ruangan kelas di salah satu universitas yang terkenal di Seoul ini. Yeoja itu memeluk buku tebal dan setia menunggu namjachingu-nya untuk selesai dari pelajarannya.

Suara gaduh keluar dari ruangan itu. Senyuman muncul di wajah yeoja itu. Akhirnya, batin yeoja itu.

“Sampai nanti, dear!” Pamit seorang wanita dari dalam sana. Suaranya terdengar sampai keluar ruangan kelas.

“Sampai nanti!” Muncullah Kim Jong Dae yang sudah sedari tadi ditunggu oleh yeoja itu. Jongdae yang melihat yeoja itu langsung tersentak.

“Jessie?” Respon Jongdae ketika melihat yeoja yang menunggunya yang bernama Jessica itu.

Why?” Tanya Jessica polos.

“Kenapa kau disini?”

Waiting for you,” Jesica menarik lengan Jongdae. “Let’s go home!” Lanjut Jessica. Jongdae menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Jessica dari pergelangan tangannya.

Mianhae, Jess. Aku harus menemui Tiffany sekarang.” Jongdae meminta maaf kepada Jessica.

“Bukankah aku ini yeojachingu-mu?”

“Yoona dan Yuri juga.” Jawab Jongdae santai. Jessica tercengang mendengar perkataan Jongdae. “Jadi, biarkan aku pergi.” Lanjut Jongdae lalu pergi meninggalkan Jessica.

                “Maaf aku telat.” Ucap Jongdae lalu duduk di hadapan Tiffany yang sudah menunggunya sedari tadi. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Lanjut Jongdae sambil meletakkan tas ranselnya ke sisi bangku panjang yang masih kosong di café tersebut.

“Sesuatu yang sangat penting.” Jawab Tiffany.

“Wah, kau membuatku penasaran. Be faster, please?

“Aku, Yuri, Yoona, dan Jessica. Aku lah yang terdekat oleh kamu. Tapi kenapa..” Tiffany memeras ujung rok-nya. “Kenapa mereka yang dijadikan kekasihmu?”

Jongdae terdiam.

“Aku bersedia menjadi kekasih ke-empatmu, ke-limamu. Kenapa kau tidak memberikan aku kesempatan?” Tanya Tiffany.

“Itu semua karena kita adalah teman dekat, teman baik. Aku tidak mau.” Jawab Jongdae.

“Bukankah awalnya kau juga sama seperti mereka bukan? Sama seperti  Yuri, Yoona, dan Jessica?” Tanya Tiffany.

“Tidak. Aku punya alasan tersendiri.”

“Beri tahu aku.”

“Ti..”

“Kumohon!”

“Baiklah,” Jongdae meminum jus jeruk yang ada di hadapannya, lebih tepat jus jeruk milik Tiffany.

“Aku menyayangimu, kau berharga bagiku. Aku tidak mau menyakitimu, Tiff. Kau terlalu berharga untuk disakiti, untuk kumiliki.”

“Itu bukan alasan yang tepat.”

“Itu alasan yang sempurna bagi aku,” Jawab Jongdae sambil tersenyum. “Rasa sayangku kepadamu jauh lebih besar dibanding Yuri, Yoona, maupun Jessica. Jangan pernah takut jika aku pergi darimu! Karena, hal itu tidak akan pernah terjadi.” Lanjut Jongdae.

“A..”

“Dengarkan aku, Tiff!” Kata Jongdae dengan tegas. Tiffany hanya mengangguk.

“Kau lebih dari sekedar sahabat, kau adalah saudaraku dan aku telah bersumpah untuk tidak menjadikanmu kekasihku. Meskipun hanya tersisa satu yeoja di muka bumi ini. Aku bersumpah!”

END

Advertisements

26 thoughts on “Ficlet : Power of Best Friend

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s