3rd FLOOR

3rd FLOOR

Poster - 3rd floor Kyungsoo's

[Air yang mengalir berwarna merah pekat, seperti darah]

[Length: Ficlet] [Rating: G] [Cast: Do Kyungsoo] [Genre: Horror]

[AuthorGenie]

Disarankan sambil mendengarkan lagu Sarasvati – Ivanna

“Oh, halo Kyungsoo” baik Baekhyu dan Kyungsoo mundur selangkah. Kyungsoo tengah mendorong pintu toilet sementara dari dalam toilet Baekhyun menarik pintu tersebut, menyebabkan tubuh keduanya hampir membentur satu sama lain.

 

Kyungsoo mengulum senyum, sebelah tangan menahan pintu tetap terbuka sekaligus memberi celah bagi Baekhyun untuk lewat.

 

“tidak ada jam kuliah?” tanya Baekhyun.

 

“nanti sore, aku mau memberishkan ini dulu” jemari Kyungsoo menunjuk ke arah bekas noda krim akibat donat yang tadi dia beli dari Tiffany di bagian dada kemeja kotak-kotam hitam merahnya.

 

“baiklah, aku duluan ya” Kyungsoo hanya mengangguk singkat, kemudian langkah kakinya masuk ke dalam toilet lantai tiga tersebut menuju cermin berukuran sedang yang ada di sana. Toilet kampusnya tidak terlalu besar, hanya ada lima bilik di dalamnya dan siang ini tampaknya hanya ada Kyungsoo sendiri.

 

Laki-laki pemilik bola mata super bulat itu memutar keran, membiarkan air mengalir dari sana tanpa melihat, dia sibuk membersihkan noda di kemejanya dan ketika dia menoleh ke arah wastafel manik matanya melebar.

 

Air yang mengalir berwarna merah pekat, seperti darah.

 

Keterkejutan Do Kyungsoo bertambah waktu tau-tau semua bilik toilet di belakangangnya tertutup kasar, secara berurutan dari yang paling ujung. Dia meloncat di tempat, tidak berani membalikkan badan. Hanya mampu melihat dari bayangan yang terpantul di cermin. Rasa takut mulai memenuhinya seiring pasokan oksigen mulai menguap.

 

 

toilet lantai tiga laki-laki terkenal angker

 

Kalimat candaan yang tadi Tiffany lontarkan kontras sekali dengan situasi Kyungsoo saat ini. Dia rasanya ingin berteriak, namun suaranya menyangkut di tenggorokan. Dia ingin berlari keluar, namun kedua kakinya seperti mati rasa.

 

Dan Kyungsoo bisa merasakan jantung di balik rusuknya berdetak tidak wajar ketika dari bilik toilet paling ujung muncul sosok bergaun putih, merangkak keluar. Wajah sosok itu tertutupi surai hitam panjangnya.

 

Sekarang bukan hanya kedua kaki, seluruh tubuhnyapun ikut mati rasa. Manik mata hitam pekatnya tidak mau beralih dari sosok yang perlahan mulai merangkak naik ke tubuh kecil Kyungsoo dan setelah berhasil merengkuh bahu Kyungsoo, sosok tersebut memperlihatkan matanya yang berdarah.

 

“AAAH!!!”  suara teriakan Kyungsoo bergema di seluruh ruangan, tetesan air mengalir di sekitar pelipisnya dan nafas Kyungsoo terdengar satu-satu. Butuh beberapa detik baginya untuk menyadari kalo dia sedang berada di ruang kelas, kalo seluruh manik mata menatap ke arahnya termasuk milik profesor Im.

 

Ternyata kejadian barusan hanya mimpi buruk.

 

“Do Kyungsoo silahkan keluar dari kelas” suara profesor Im memecah keheningan, Kyungsoo tidak harus menatap profesor cantiknya itu, dia yakin benar sekarang sang profesor tengah menatapnya tajam sambil kedua lengan di lipat di depan dada. Jadi, dia keluar kelas sambil menunduk dalam, tidak juga menyempatkan waktu menatap ke arah Jongin teman sebangkunya yang memandang Kyungsoo dengan tatapan penuh tanda tanya.

***

Matahari hari ini bertengger di tengah-tengah bumi, suasana kampus Kyunghee tampak hening, lorong-lorong kampus terlihat lenggang dan kelas di penuhi mahasiswa serta profesor yang berdiri di depan kelas, sibuk dengan buku di tangan atau slide di secarik layar putih.

 

Do Kyungsoo berdiri di depan cermin toilet lantai tiga, memandang intens ke arah keran di atas wastafel. Sebelah tangan siap memutar keran untuk membuktikan mimpinya hanya sekedar bunga tidur, candaan Tiffany memanglah benar bualan belaka.

 

Tangannya memutar keran teramat pelan, lalu air mulai mengalir turun memenuhi wastafel dan Kyungsoo menghembuskan nafas yang tanpa dia sadari sedari tadi di tahan. Warna air yang mengalir tidaklah merah seperti dalam mimpi.  Kemudian, tubuhnya berputar memerhatiakn satu-satu bilik toilet selama beberapa detik, namun tidak satupun bilik yang membanting keras layaknya yang terjadi di mimpinya.

 

Seulas senyum tampak di bibir Kyungsoo, puas pada diri sendiri yang telah membuktikan bahwa mimpinya salah.

 

Kyungsoo melangkah masuk ke dalam salah satu bilik, tepat ketika dia mengunci pintu gendang telinganya samar-samar mendengar suara orang bergumam. Lebih tepatnya bernyanyi. Hal itu cukup membuat Kyungsoo gelisah, seingatnya hanya ada dia sendiri di sini.

 

Mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang ada, dia naik ke atas kloset. Mencoba mengintip ke dalam bilik di mana suara  nyanyian terdengar.

 

“Jongdae?!!” dia tak bisa menahan suara teriakannya, melihat Jongdae salah satu teman kelasnya duduk berjongkok di atas kloset.

 

“Kyungsoo? YA! kenapa kau memanjat seperti itu?!” kata Jongdae panik mencoba menutupi bagian bawah tubuhnya dari Kyungsoo.

 

“Kau kenapa duduk seperti itu? “ dia mengabaikan pertanyaan Jongdae.

 

“ini kebiasaan”

 

“kebiasaan aneh” jawab Kyungsoo seraya turun, membuka pintu bilik dan melangkah keluar dari toilet, sekali lagi mengabaikan Jongdae yang berteriak di belakang.

 

“apa kau bilang? Hei! Do kyungsoo aku bicara padamu!” Jongdae menghempaskan pintu bilik toilet kelewat kasar karena berusaha menyamakan langkah Kyungsoo. Akibat terlalu keras di banting, pintu tersebut mengayun cepat, lalu semakin lambat.

 

Suasana toilet nampak hening, hanya ada suara decitan pintu yang masih mengalun dan sosok yang timbul menghilang di balik bilik tersebut.

.

.

.

.

.

Sosok bergaun putih dengan surai hitam menutupi seluruh wajah.

—END—

A/N: ini aneh kan? maaaaf  ;-; untuk cerita satu ini aku ambil dari naskah film pendek project temenku, sedikit aku ubah sih karena gatau cerita keseluruhan dia kayak apa dan aku dapet peran loh di sini! Nih aku kasih liat potonya ~ and trust me, sometime when i see this pic on my phone, i talk to myself  “kenapa ada poto beginian?!!!!” pas mau ngapus eh sadar kalo itu muka sendiri…… well, makasih yah udah sempetin baca! – Genie.

 IMG-20130612-00336

54 thoughts on “3rd FLOOR

  1. Ya ampun ya ampun, kerennya kelewat serem thor!!! mana waktu di scroll ke bawah ada foto hantunya lagi👿 jahat authornya, masa di kasih fotonya sih kan jadi tambah serem *inikanhorrorpabo! khukhukhu ._.v

    Keep write ya!

  2. Keren thor.. Selalu suka deh, sama ff horror-mu.
    Nyeremin soalnya.. Foto paling bawah itu author ya?? Kece amat kayanya xD
    Keep writing, thor^^

  3. Thooooorrrr! Merinding tau bacanya>< kurang seru tapi/gak haha maksudnya kurang panjang, hihi. Eh btw itu fotonya author sungguhan ? Kok foto kyk gitu thor ? '-' aku penasaran bgt sama cerita pengambilan foto itu haha

    • kalo lebih panjang entar ceritanya makin ga seru ;-;
      iyaak itu aku karena aku jadi hantu di film pendek temenku, uda aku tulis di autho notenya kok ~

      thanks by the way ^-^

  4. feelnya dapet banget ^^ serem banget mana aku bacanya malem maem gini..
    baguss baguss ^^
    ditunggu ff karya yg lain yg seperti ini🙂
    makasih yg udh nge recomendasiin ini ff

  5. Kak……..
    Ketawa pas baca FF horror itu nggak wajar sih, tapi aku malah ketawa pas baca author note-nya ._.v
    Btw, FFnya bagus kok kak, walau sebenernya ekspektasi *yailah bahasanya* ke FF ini pas liat posternya wah banget, ternyata nggak sampe bunuh bunuhan ‘-‘ *syukurlah, ini aja nekat baca -_-*
    Oke, ditunggu FF yang lain loh kak! Kalo bisa diambil dari naskah film kakak, penasaran😄 Fightinggg!’-‘)9

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s