TETRAGON [ONE]

TETRAGON

[CHAPTER 1]

Poster - Tetragon

[what is your heart looking at, Sooyoung?]

[ Length: Chaptered – Rating: G – Cast: Chanyeol & Sooyoung – Genre: Angst ]

[AuthorGenie]

A/N: yang bercetak miring flashback ya, have fun! – Genie.

***

Hari ini masih terlalu dini untuk di sebut pagi, matahari saja masih enggan menampakkan diri tapi Choi Sooyoung terlihat sudah siap melewati hari. Di temani Yoona dan Jongin, Sooyoung duduk bersandar di kursi tunggu keberangkatan bandara Heathrow.

 

Gadis dengan tinggi tubuh semampai itu akan melanjutkan pendidikan di Negara tempat dia lahir, Korea Selatan. Kalo boleh jujur, Sooyoung lebih memilih London, bukan karena alasan barat lebih baik dari timur lebih karena dia sedikit sulit untuk berinteraski dengan lingkungan baru. Ini semua gara-gara Oh Sehun, dia jadi harus meninggalkan London.

 

Ah, laki-laki itu lagi…

 

Sooyoung tidak bisa bohong, kalo selalu ada rasa sesak menghampiri ketika nama Sehun melintas di pikirannya. Bukannya mengingat kenangan baik, yang Sehun tinggalkan malah sebaliknya. Dia akhirnya sadar, setelah hampir dua tahun menjalani hubungan bersama Sehun, jika bukan dia yang benar-benar melangkah pergi. Maka, Oh Sehun akan terus bertindak sesuka hati.

 

Datang dan pergi dari hatinya seolah tempat persinggahan saja. Jongin dan Yoona adalah dua orang yang paling lega mendengar keputusan itu. Meski ada sedikit rasa tidak suka karena meninggalkan Sehun berarti juga harus pergi dari London, membuat jarak tak terhingga di antara ketiganya.

 

Tapi asalkan Sooyoung si sepupu kesayangan bisa lepas dari laki-laki brengsek bermarga Oh itu, tidak ada hal yang lebih membuatnya merasa bahagia untuk Sooyoung. Sudah lebih dari cukup dia melihat Sooyoung menangisi Sehun, sudah berkali-kali dia ingin mendaratkan pukulan di wajah Sehun dan sudah berkali-kali juga Sooyoung tentang keras niat Jongin itu.

 

Apasih hal istimewa dari Sehun sehingga sepupunya bisa sampai cinta mati seperti itu? Tampan? Baiklah, dia mengakui kalo Sehun memang tampan, hanya saja dia yakin betul bukan fisiklah alasan utama Sooyoung jatuh cinta begitu dalam pada Sehun.

 

Jongin pernah bertanya sekali, semua juga tahu pertanyaannya bodoh. Cuma Jongin sudah terlalu muak melihat perilaku Sehun terhadap Sooyoung, sementara Sooyoung tidak pernah protes di perlakukan semena-mena oleh Sehun.

 

 “Choi Sooyoung. Kau itu cantik, tidak di ragukan lagi karena aku sepupumu saja tampan begini. Kau punya banyak pilihan tapi kenapa kau malah memilih Oh Sehun remaja baru dewasa, belum bisa benar-benar menetapkan hati seperti itu, huh?”

 

Dan jawaban Sooyoung atas pertanyaan itu seketika membuat Jongin kehilangan kata-kata.

 

“kau sendiri kenapa memilih Yoona? Bukankah ada gadis yang lebih dari Yoona?”

 

Jatuh cinta tidak butuh alasan, Jongin. Hatimu menentukan segalanya di sini. Sayang, milik Sooyoung salah menjatuhkan pilihan.

***

Kendati hari masih terlalu pagi di sebut pagi, keadaan di bandara internasional London, Heathrow menunjukkan sebaliknya. Bandara ini memang tak pernah tidur, selalu saja ada penerbangan bahkan di jam seperti ini.

 

Setelah hampir setengah jam menunggu, puluhan kali Jongin menguap akhirnya panggilan penumpang bagi pesawat Sooyoung menggema seantreo bandara. Dia segera berdiri, memeriksa tiket dan passport di ikuti Yoona dan Jongin.

 

“Kalian pulanglah, tidak usah menunggu sampai pesawatku berangkat. Seseorang butuh tidur di sini” Sooyoung berbicara pada Yoona, tapi Jongin cukup sadar kalo yang di maksud “seseorang butuh tidur di sini” itu dirinya.

 

“kami memang tidak berniat menunggu hingga pesawatmu take off, Sooyoung” seperti biasa. Jongin tetaplah Jongin, gengsinya terlalu tinggi hanya untuk sekedar mengakui di balik wajah dinginnya itu diapun memiliki rasa peduli. Jadi, Sooyoung tak menanggapi jawaban si sepupu, sibuk memeluk dan mencium Yoona.

 

“Hei, peluk aku juga” tiba-tiba dia tarik tubuh kurus Sooyoung ke dalam pelukannya, tanpa repot-repot menunggu respon dari Sooyoung terlebih dahulu.

 

take care yourself, lupakan Sehun. Kali ini sungguh-sungguh, jangan jadikan pelarianmu sejauh ini terbuang sia-sia. Orang seperti dia tidak layak untuk di tangisi” niat awal Sooyoung untuk melepaskan pelukaan Jongin seketika hilang mendengar penuturan Jongin barusan.

 

Ya tuha, betapa beruntungnya dia memiliki orang-orang seperti Jongin dan Yoona.

 

Perlahan kedua lengannya terangkat, membalas pelukan Jongin. Dia akan mengingat ini, tidak ada lagi air mata untuk Oh Sehun, pengorbanan pergi sejauh ini tidak akan sia-sia, dia akan berusaha menghapus Sehun seutuhnya dari ingatannya.

 

Tidak ada lagi Oh Sehun. Tidak akan pernah ada lagi.

 

“Sooyoung!” suara seseorang memanggil namanya membuat Sooyoung melepaskan pelukan pada Jongin. Seharusnya Sooyoung tidak perlu kaget, dia hafal betul suara siapa itu tapi mengingat bahwa dia tak pernah memberitahu soal kepergiannya pada sang pemilik suara membuatnya butuh beberapa detik berfikir sampai suara bisikan Jongin memecah lamunannya.

 

“Maaf, aku rasa dia berhak tahu. Mengingat sikapnya selama ini padamu” dengan itu Jongin menarik lengan Yoona, bermaksud memberi mereka kesempatan bicara hanya berdua hanya saja.

 

“Hai Kris” Sooyoung mendengar suara Jongin menyapa si laki-laki.

 

Jongin sialan. Justru karena sikap laki-laki itulah Sooyoung tidak yakin bisa mengucapkan kata-kata perpisahan, dia merasa terlalu jahat dan terkesan memanfaatkan sikap baik sang laki-laki.

***

Seumur hidup, Kris Fan tidak pernah percaya yang namanya karma itu ada sampai dia jatuh cinta pada Choi Sooyoung. Gadis keturunan Korea sekaligus sepupu sahabat baiknya, Kim Jongin.

 

Kris merelakan hubungannya bersama Krystal, adik kelasnya di sekolah yang sudah berjalan lebih dari satu tahun berakhir untuk Sooyoung. Alasannya karena Sooyoung  yang saat itu mulai jengah dengan perlakuan Sehun tampak memberinya harapan.

 

Namun sayang, setelah hubungannya bersama Kystal benar-benar berakhir Sooyoung malah kembali pada Sehun dan untuk pertama kalinya memberi luka di hati Kris. membuat Kris merasakan seperti apa rasanya di abaikan orang yang paling berharga di hidupnya.

 

Kendati Sooyoung sudah kembali bersama Sehun dia tidak menyerah. Kris mengenal Sooyoung semenjak gadis itu menginjakkan kaki di London, dia tahu betul hubungan keduanya seperti apa. Cepat atau lambat, Sehun akan mengabaikan Sooyoung dan ketika itu terjadi, Kris memastikan kalo dia ada di sana, menawarkan hati yang lebih hangat untuk Sooyoung.

 

Beberapa bulan kemudian, kesempatan itu datang. Seakan tidak mau kehilangan kesempatan, dia segera menyatakan perasaannya pada Sooyoung. Kris masih ingat betul tidak ada ekspresi terkejut yang Sooyoung tampakkan, seakan Sooyoung sudah tahu Kris akan melakukannya. Dengan sebuah anggukan dan seulas senyum di bibir Sooyoung mereka memulai hubungan.

 

Kris memperlakukan Sooyoung sebaik mungkin, tidak memberi celah pada gadisnya untuk sedikit saja mengingat Sehun. Kris selalu ada untuk Sooyoung, Kris menghubungi Sooyoung  setiap hampir seperti tanpa jeda. Dia akan segera menelpon Sooyooung kalo pesannya tidak cepat di balas, tanpa berfikir kemungkinan Sooyoung sedang melakukan hal penting sehingga tidak bisa menghubunginya dulu.

 

Sampai akhrinya sikap Kris  yang begitu posesif membuat Sooyoung gerah, dua bulan sebelum Sooyoung memutuskan pindah kembali ke Korea, gadis itu mengakhiri hubungan mereka.

 

“Sebaiknya kita putus, Kris”

***

“Halo, Kris” sebelah sudut bibir Sooyoung tertarik ke atas kaku, menyapa mantan kekasih sekaligus teman baik yang sudah hampir dua bulan belakangan ini tidak dia temui. Akibat pertemuan teakhir mereka yang bisa di bilang kurang menyenangkan.

 

“berangkat sekarang?” Kris mengulum senyum. Ah, Sooyoung rindu senyuman itu, dia juga rindu sahabat baiknya. Dan melihat senyum itu cukup membuat kedua kelopak matanya terasa begitu panas dan perih.

 

take care, jangan pacari lagi bocah seperti Sehun. Oh tidak, jangan pacari laki-laki yang lebih muda darimu!” perasaan sendu yang sebelumnya Sooyoung rasakan berubah menjadi rasa geli, akibat mendengar kalimat Kris barusan. Kris tidak berubah sedikitpun, bahkan setelah apa yang Sooyoung lakukan padanya.

 

“Sooyoung, may i ask you something?” melihat tatapan Kris ke arahnya kali ini lebih dalam, Sooyoung mengangguk pelan.

 

“selama ini, aku berusaha mengobati luka yang Sehun tinggalkan padamu, berusaha membuatmu tersenyum saat Sehun hanya memberimu duka, tapi kau tidak pernah menatapku sepenuhnya. Kau menjauh dari mereka yang perduli padamu dan terus berharap pada Sehun yang sangat jelas mempermainkanmu” Kris berhenti bicara, menyisakan perasaan aneh di rongga hati Sooyoung.

 

“sebenarnya, what is your heart looking at, Sooyoung?”

 

What is your heart looking at?

 

What is your heart looking at? 

 

What is your heart looking at? 

 

Kalimat itu terus mengalun di benak Sooyoung. Kris benar, apa yang sebenarnya hatinya cari? Kenapa dia masih saja berharap pada Sehun? Mengabaikan semua perhatian yang orang-orang berikan termasuk Kris, Sooyoung sampai nyaris kehilangan sahabat baiknya itu karena Sehun. Anehnya, semakin dia menuntut jawaban pada diri sendiri, semakin dia sadar bahwa hanya ada satu jawaban.

 

Satu jawaban paling bodoh yang bisa dia berikan.

 

“aku tidak tahu, Kris. aku hanya tahu satu hal” Sooyoung mengambil jeda, sebelah tangan terangkat ke tempat hatinya berada.

 

“tidak perduli sebanyak apapun dia menyakitiku, aku akan selalu mencintai Oh sehun”

***

“Chanyeol-ah, setelah tamat sekolah kau mau melanjutkan kuliah kemana?”

 

“London! Univesitas Oxford. Aku mau mengambil jurusan psikologi di sana”

 

“memangnya kau bisa bahasa inggris?”

 

“jangan meremahkan aku, Kwon Yuri. Aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau kalo aku berusaha”  Yuri tertawa melihat ekspresi sang kekasih. Saat ini Mereka berdua sedang duduk di bawah salah satu pohon sekolah sementara murid lain menghabiskan waktu istirahat berburu makanan di kantin. Itu kebiasaan mereka, Yuri selalu membawa bekal untuk di bagi bersama Chanyeol. Makanya tiap jam istirahat di sinilah mereka. Menghabiskan bekal makanan sambil berbagi cerita.

 

“kau sendiri bagaimana?” gantian Chanyeol bertanya setelah Yuri menyuapkan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya.

 

“psikologi” jawab Yuri sambil menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.

 

“wah kita memang sehati!” Chanyeol berteriak penuh antusias.

 

“di mana? Ah, bagaimana kalo kita sama-sama mencoba di Oxford?”  Chanyeol semakin antusias dengan ide yang dia lontarkan.

 

“hmmm” Yuri hanya bergumam, mulutnya masih penuh makanan.

 

“janji!” mendadak Chanyeol menarik sebelah jari kelingking Yuri untuk di kaitkan dengan miliknya.

 

“Ya!” Yuri berusaha menarik jarinya namun sia-sia. Tenaga Chanyeol lebih kuat.

 

“kita akan mendaftar di Oxford, jurusan psikologi. Kita terus bersama, tidak terpisah, selamanya” Chanyeol merengkuh tubuh Yuri ke dalam pelukan erat. Sementara Yuri terkekeh geli sebelum membalas pelukan sang kekasih.

 

“Selamanya, Chanyeol”

***

Byun baekhyun menyodok sisi perut Chanyeol dengan sikunya kasar, berusaha mengembalikan fokus Chanyeol yang sedari tadi entah berkelana kemana. Menyebabkan dia mengabaikan seorang gadis manis. Alih-alih marah, Chanyeol malah memberi tatapan seperti orang baru bangun tidur ke arah Baekhyun. Bila tidak mengingat mereka sedang berada di sebuah kafe dengan banyak orang, sudah pasti Baekhyun akan menjitak keras kepala Chanyeol.

 

“Chayeol, Sulli sedari tadi bicara padamu” mendengar nama Sulli di sebut Chanyeol mengalihkan pandangan kepada seorang gadis berseragam di hadapannya. Gadis bernama Sulli itu tampak tersenyum lemah.

 

“Apa yang kau lakukan di sini, Sulli?” manik hitam milik Sulli sontak membulat mendengar pertanyaan Chanyeol.

 

“berhenti menemuiku” Chanyeol berbicara sambil menutup mata. Di depannya, genangan air mulai terlihat dari kelopak mata milik Sulli.

 

Merasa bukan urusannya untuk bicara Baekhyun hanya diam, walau sebenarnya dia ingin protes. Bagaimanapun Chanyeol keterlaluan. Bicara dengan acuh serta menggunakkan nada sedingin ini kepada gadis yang jelas-jelas menyukainya.

 

“hanya karena aku menghubungimu setiap hari, berbagi cerita, mengucapkan selamat tidur di malam hari bukan berarti aku memiliki maksud tertentu. Tolong, jangan salah artikan perhatianku, Sulli. Aku tidak berniat memulai hubungan lebih denganmu” kali ini kedua kelopak mata Chanyeol terbuka, menatap serius ke dalam milik Sulli. Memastikan Gadis itu tahu, kalo kata-katanya barusan tidak main-main.

 

Dan Sulli memang mengerti, dia bukan gadis bodoh. Hanya gadis yang sedang sial, di permainkan oleh mantan kakak kelasnya. Perih di matanya semakin menjadi, ada rasa sedih bercampur amarah memenuhi hatinya. Masih dalam posisi duduk menatap Chanyeol yang juga balas menatapnya, Sulli punya dua pilihan.

 

Pertama, meneriaki Chanyeol dengan kata-kata makian karena telah membuatnya salah mengartikan sikap Chanyeol kepadanya selama ini atau tersenyum seakan tidak ada apa-apa dan melangkah pergi.

 

Pilihan pertama terdengar begitu menarik, dia bisa sekalian menumpahkan minumannya ke wajah Chanyeol namun tiba-tiba kalimat terakhir Chanyeol memenuhi benaknya. Ah, mungkin memang Sulli yang berlebihan menanggapi semua perhatian Chanyeol.

 

Jadi, gadis itu mengambil pilihan kedua. Di iringi satu tarikan nafas panjang, kedua sudut bibirnya tertarik ke atas, Sulli mencoba tersenyum sewajar mungkin.

 

“aku mengerti. Kau pasti terganggu ya dengan kehadiranku? Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan menemuimu lagi dan kita tidak akan saling menghubungi satu sama lain lagi kan, sunbae?” dia tidak lagi memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa sepeti biasa.

 

“Kalo begitu aku pergi sekarang, maaf sudah menganggu waktumu” perlahan Sulli bangkit dari duduknya, membungkuk singkat ke arah Chanyeol dan Baekhyun, lalu mulai melangkah keluar kafe. Dia butuh tempat untuk berteriak, mengeluarkan segala kekesalan juga air matanya sekarang.

***

Setelah memastikan bayangan Sulli sudah tidak terjangkau pandangannya, Baekhyun memukul bahu Chanyeol sedikit keras.

 

“apa-apan tadi itu, Chanyeol?” suaranya ikut naik beberapa oktaf.

 

“apa?”

 

“sejak kapan kau jadi kasar begitu pada wanita?” Baekhyun menunggu jawabanan Chanyeol tapi Chanyeol sendiri enggan menjawab.

 

“apa semua ini ada hubungannya dengan Yuri? Mendengar nama Yuri terlontar dari mulut Baekhyun berhasil menghentikan pergerakkan Chanyeol yang mau menyesap minumannya dan hal itu cukup menjawab pertanyaan Baekhyun.

 

Semenjak hubungan Yuri dan Chanyeol berakhir, Baekhyun sadar kalo sahabat baiknya itu berubah. Senyumannya memang sempat padam beberapa saat karena kehilangan Yuri, namun itu tidak berlangsung lama. Chanyeol tetaplah Chanyeol dengan senyuman lebar menghiasi wajah tampannya.

 

Kalo Baekhyun tidak mengenal Chanyeol nyaris seperti dia mengenal dirinya sendiri, dia pasti akan sama seperti orang lain, mengira Chanyeol sudah benar-benar merelakan kepergian Yuri, nyatanya laki-laki itu tidak, dia tidak pernah.

 

Chanyeol sangat amat mencintai Yuri.

 

Kehilangan Yuri berdampak buruk bagi kehidupan Chanyeol. Dia tidak mendaftar di Oxford, tidak juga di jurusan psikologi universitas manapun, Chanyeol dan Baekhyun masuk ke jurusan seni di salah satu universitas Korea. Chanyeol tampak tidak perduli mau masuk ke universitas dan jurusan apapun. Sekarang Chanyeol menjalani kehidupannya seperti robot yang sudah di program.

 

Yang lebih parah, Chanyeol jadi sering mendekati banyak gadis. Memberi perhatian seakan dia menyukai para gadis itu lalu ketika keadaan berbalik, gadis-gadis yang memberinya perhatian, Chanyeol akan mendorong jauh mereka dengan mengucapkan kata-kata kasar seperti yang dia lakukan pada Sulli.

 

“Yuri yang meninggalkanmu, Chanyeol. Kau tidak boleh melampiaskannya pada gadis-gadis itu” nada suara Baekhyun mulai melembut. Pembicaraan seperti ini bukan untuk yang pertama kali mereka lakukan, namun tetap saja Chanyeol tidak mengubrisnya.

 

Tuhan, Baekhyun harus melakukan apa agar Chanyeol mau berhenti melakukan hal ini?

—To Be Continued—

 

 

 

31 thoughts on “TETRAGON [ONE]

  1. Akhirnya keluar juga part 1,Chanyeol jahat benget ih :s after all aku suka ceritanya,tataan kalimatnya juga bagus jadi gampang dimengerti.ditunggu part 2 nya😀 fighting !

  2. finally! ff nya keluar juga TuT

    keren banget bangetaaan ini thor*/\* aku suka cara penulisan ff mu hehe

    duh sooyoung move on dong ayo:”””)
    eh ada sookris nyempil disini *jingkrak-jingkrak* /gak

    chanyeol ngasih harkos ya? atau para cewenya yg ke-geer-an(?)

    ah aku penasaran sama part dua nya, pokoknya cepet dilanjut ya thor. fighting!^^

  3. Kyaaaaaaaa!!!! Ada si benben. Btw, SooKris nyempil yeee. Wkwk. Tapi pas udh putus doang -_- Kirain bakalan jadi pelengkap cerita smpe ending gitu hehe ^^ Ditunggu kelanjutannya ya chingu. Ceritanya daebak!!!

  4. Soo eonni sama Chanyeol oppa sama-sama gagal Move On. Hiks

    Sebelumnya ini ada teaser-nya ya.
    Mian aku gak baca soalnya baru nemu ni blog. Mian ne

    Oke Next part ditunggu
    Dan lagi nae juga telat komen
    Mianhae

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s