[Oneshoot] Wanna Do

wanna-do-by-kang-taehee

Author : Kang Taehee

Artworker : V – Signed

Title : Wanna Do

Genre : friendship, romance, sad, canon

Rating : PG – 13

Length : Oneshoot

Cast :

SNSD Jessica

EXO Luhan

Other Cast :

SNSD Member

EXO Member

Backsound : Wanna Do – Kara’s Jiyoung

note : FF ini semata-mata hanya fiksi dan karangan author. semua yang ada di ff ini adalah fiksi!

Warning! hal-hal yang dipaksakan dan typo

=============================

                Derap langkah kakinya terlihat melambat saat wanita itu memasuki gedung SM Entertainment. Bangunan yang telah menemani kariernya selama bertahun-tahun ini menyimpan banyak sekali kenangan baginya. Dari kenangan paling buruk di hidupnya, hingga kenangan yang paling indah. Bangunan ini pula yang menjadi saksi perjuangan karier wanita yang saat ini telah menginjak usia 29 tahun itu. Disini, wanita itu terus berlatih keras selama perjuangan kariernya menjadi seorang anggota dari girlgroup no. 1 di Korea Selatan. Bangunan ini yang menjadi saksi akan tangisnya, perjuangannya, rasa lelahnya, bahkan kebahagiannya itu. Rasanya meninggalkan bangunan ini untuk selamanya akan terasa sangat sulit bagi wanita yang merupakan main vocalist girlgroup Girls Generation itu. Wanita ini akan sangat merindukan bangunan ini, orang-orang yang ada di dalamnya, serta segala suasana yang tercipta di bangunan ini. Ya, wanita itu akan sangat merindukannya.

Perlahan, wanita itu membuka pintu ruang practice di gedung SM Entertainment. Kali ini dadanya benar-benar terasa sangat sesak, kerongkongan pun rasanya sangat tercekat. Airmata turun tak bisa dia bendung lagi. sekarang gadis itu benar-benar terisak. Berbagai kenangan di ruang practice ini terus terekam di otaknya. Rasanya hampir dari seluruh masa remajanya itu dia habiskan untuk berlatih disini. Dia ingat bagaimana dirinya mengeluh, bagaimana dirinya bersemangat untuk berlatih, dan dia ingat bagaimana rasa jenuh menggerogoti dirinya. Semua itu dia rasakan saat dirinya benar-benar masih menjadi member aktif di Girls Generation. Semua itu wanita itu rasakan saat dirinya harus mencapai sebuah tujuan, membuktikan pada semua orang bahwa Girls Generation adalah girlgroup no.1 di Korea Selatan.

“ Jessica.” panggil Sooyoung dan Hyoyeon lirih pada wanita yang terlihat menitikkan airmatanya di ruang practice itu. Kedua sahabat yang menemani hari-hari trainee wanita yang memiliki nama Jessica Jung itu terlihat berhamburan memeluk Jessica. dan Jessica semakin terisak saat melihat melihat kedua sahabat baiknya itu ikut menangis karenanya. Jessica jadi ingat, saat pertama kali dirinya bertemu Sooyoung. Wanita itu benar-benar memiliki kepribadian yang sangat ceria, dia juga jadi ingat saat mereka berdua menjadi anggota girls generation pertama yang bergabung di SM Entertainment. Jessica jadi ingat saat pertama kali mengenal Hyoyeon. Wanita itu sangat energik dalam menari. Dan itu membuat Jessica termotivasi untuk terus berlatih. Dia juga ingat saat-saat trainee dirinya, Hyoyeon, dan Sooyoung seringkali menangis, mengeluh, dan merasa jenuh melewati masa-masa trainee yang mereka lalui. Jessica akan sangat merindukan kedua sahabatnya ini. Kedua sahabatnya yang menemani hampir dari separuh hidupnya ini.

“ aku akan merindukan kalian. Jaga diri kalian baik-baik. Buat Girls Generation untuk terus menjadi girlgroup no.1 di Korea.” Isak Jessica saat kedua sahabatnya itu memeluk dirinya erat. Sekarang ketiganya terlihat mengeluarkan airmatanya untuk menangis. menangisi berbagai kenangan pahit dan indah yang mereka lalui bersama-sama.

“ jangan seperti ini, ayo terima tawaran untuk perpanjangan kontrak dengan SM lagi seperti yang dilakukan oleh Yuri.” Isak Hyoyeon namun Jessica terlihat menggelengkan kepalanya. Wanita itu terlihat menghapus airmata kedua sahabatnya yang terlihat mengalir deras seperti airmatanya. Dia tak dapat mengatakan apapun. Kerongkongannya terasa sangat tercekat, sehingga rasanya sulit baginya untuk mengeluarkan suara. Jika dia terus memaksakan untuk berbicara, maka tangisnya akan semakin menjadi-jadi. Dan Jessica tak mau hal itu terjadi. Itu hanya akan membuat kedua sahabatnya semakin berat untuk melepasnya pergi, mengejar impiannya yang lain.

“ Girls Generation bukan Girls Generation tanpamu, Jess. Bagaimana bisa kami melepaskan warm ice dari Girls Generation ini? Ayolah perpanjang kotrakmu. Bukankah SM sudah menawarkan itu.” Isak Sooyoung membuat airmata Jessica semakin mengalir deras. Sekarang isak tangisnya semakin terdengar. Wanita itu sendiri bahkan tidak terlalu yakin dengan keputusannya. Melepaskan statusnya sebagai anggota Girls Generation, meninggalkan SM Entertainment, rasanya itu terlalu sulit untuknya. Apalagi hampir seluruh hidupnya wanita itu dedikasikan pada SM Entertainment. SM Entertainment sudah seperti keluarga baginya. Keakraban para artisnya, Jessica akan merindukan hal itu.

“ maaf.” Hanya perkataan itu yang dapat Jessica lontarkan. Rasanya Jessica sendiri tak sanggup untuk mengatakan apapun lagi. dan Sooyoung, wanita itu terlihat menghapus airmata Jessica yang tak kunjung berhenti mengalir. Sooyoung tahu Jessica sudah memikirkan hal ini dengan matang sebelumnya. Dan Sooyoung juga tahu ini adalah keputusan cukup berat untuk Jessica.

***

Kali ini para anggota EXO tak ada yang berani mengganggu Luhan. Pemberitaan yang beredar mengenai Jessica yang akan melepaskan statusnya sebagai anggota Girls Generation dan akan mendalami fashion di Paris membuat semua anggota EXO yakin bahwa salah satu penyebab Luhan yang ribut menjadi sangat pendiam adalah hal itu. Mereka tahu betul bagaimana perasaan yang Luhan miliki pada Jessica, dan bagaimana Jessica menolak rasa yang Luhan miliki sebelumnya. Luhan memang memiliki perasaan spesial pada main vocalist dari Girls Generation itu, dan itu membuat seluruh member EXO yakin bahwa Luhan sangat terpukul dengan berita ini. Belum lagi dengan kegiatan mereka di China yang cukup padat, sehingga membuat Luhan tak dapat bertemu dengan Jessica dan meminta penjelasan pada wanita yang hanya menganggap dirinya tak lebih dari sekedar dongsaeng.

Luhan melemparkan gadgetnya ke sofa saat seluruh member EXO baru selesai makan. Sehun terlihat tersenyum getir melihat hyungnya yang benar-benar terlihat sangat kacau tersebut, terlebih Kris sangat frustasi menghadapi kelakuan Luhan yang cukup memusingkan itu. Selama tadi makan di luar, Luhan tak menyentuh makanan yang dipesannya sedikitpun. Tentu saja sebagai leader EXO M, Kris merasa sangat khawatir. Bukan apa-apa, Kris memang memiliki tanggung jawab terhadap semua keadaan para member.

“ ayolah, Lu. SM Entertainment bahkan belum mengeluarkan statement apakah Jessica noona akan benar-benar keluar. Lagipula itu hanya rumour. Kau tak boleh sepenuhnya percaya.” Bujuk Kris, sang leader yang merasa cukup bertanggung jawab dengan keadaan Luhan yang terus muram. Belum lagi jadwal anggota EXO saat ini benar-benar sangat padat. Jadi Kris tak mau hal buruk terjadi pada anggotanya itu. Semenjak pemberitaan Jessica, Luhan bahkan terlihat seperti tak bersemangat melakukan apapun, Luhan menjadi pendiam, Luhan menjadi sensitif, dan Itu cukup membuat Kris selaku leader itu frustasi.

“ kau tak tahu apa-apa. Jangan sok dewasa, umurmu lebih muda dariku. Lebih baik kau kunci mulutmu.” Ujar Luhan dengan kata-kata tajamnya namun terdengar nada sedih dalam perkataannya tersebut. ini kali pertamanya member EXO melihat Luhan mengatakan hal yang tak sopan seperti itu pada Kris. mereka tahu, Luhan sangat terpukul sehingga membuatnya terlihat sangat sensitif seperti ini. Bahkan setelah mengatakan hal tersebut Luhan terus menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya dengan cukup frustasi. Kris sendiri merasa cukup sedih melihat salah satu anggota grupnya terlihat kacau seperti ini. Kris tak pernah tahu apa yang Luhan rasakan saat ini, tapi lelaki itu mencoba untuk mengerti. Lelaki itu bahkan tak terlalu menghiraukan perkataan tajam yang dikatakan oleh Luhan padanya. dia hanya mencoba untuk mengerti, mengerti bahwa memang ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai saat kita belum sempat memilikinya memang sangat menyakitkan.

“ Hyung, jangan seperti ini. Kau harus yakin Jessica noona akan memperpanjang kontraknya lagi.” ujar Sehun namun tak membuat rasa terpukul Luhan sedikit terobati. Ingin sekali Luhan berteriak pada Sehun bahwa Sehun tak tahu apa-apa tentang Jessica. Luhan memang cukup memahami wanita itu. Jika kontrak berakhir kemungkinan besar Jessica tak akan memperpanjangnya. Luhan tahu sekali bahwa Jessica sangat ingin merasakan kehidupan seperti wanita biasa.

“ ayolah hyung, akan lebih baik kau bertanya dulu pada Jessica noona. Bisa saja berita itu tak benar.” Ujar Sehun mencoba membujuk Luhan sekali lagi. Namun nampaknya hal itu tak membuat Luhan berbicara baik padanya sama sekali. Bahkan lelaki itu terlihat akan bangkit dari duduknya tanpa membalas perkataan dari Sehun dan membiarkan member EXO menatapi kepergiannya dengan tatapan kecewa.

***

Pagi ini anggota Girls Generation terlihat berkumpul di kamar Jessica dan Sooyoung. Mereka sengaja untuk mengosongkan aktivitas mereka pagi ini untuk berkumpul terakhir kalinya. Kesembilan gadis itu terlihat duduk sambil berpegangan tangan dengan cukup erat membentuk sebuah lingkaran. Momment-momment ini adalah momment terakhir bagi mereka. Berkumpul sebagai girls generation dengan jumlah anggota sembilan orang.

Sekarang, tak ada satupun anggota girls generation yang berani untuk mengeluarkan suaranya. Semuanya terlihat menunduk sambil merenungi kenangan-kenangan manis maupun pahit mereka bersama. Mereka cukup mengingat kenangan-kenangan saat mereka debut, kenangan yang membuat mereka menjadi girlgroup yang kuat. Semua orang yang menolak kehadiran mereka sebagai girlsgeneration, mereka yang seringkali mendapat black ocean di awal mereka debut. Semua kenangan pahit itu menghiasi perjalanan karier girls generation untuk mencapai kesuksesan seperti saat ini. Belum lagi mereka seringkali menangis pada manager mereka tentang apa yang anti fans lakukan pada mereka. Seperti hal itu tidak cukup membuat girls generation menjadi girlgroup yang besar seperti saat ini.

“ maaf tidak menjadi leader yang baik untukmu. Maaf jika waktu-waktu terakhir kau di girls generation terasa berat karenaku. Maaf karena aku selalu mengabaikanmu ketika kau berbicara padaku.” Ujar Taeyeon yang pada akhirnya memecah keheningan diantara anggota girls generation itu. Isak tangis sang leader itu sekarang terdengar jelas membuat semua girls generation itu tak dapat menahan airmatanya. Dari kedelapan gadis itu, Taeyeonlah yang merasa paling berat dan terpukul dengan keputusan Jessica untuk tidak memperpanjang kontrak pribadinya itu. Taeyeon memang merasa bersalah karena beberapa waktu terakhir ini dirinya selalu bersikap tidak baik pada Jessica, bahkan dari sejak SNSD promosi album The Boys. Sekarang wanita itu benar-benar merasa sangat bersalah pada Jessica. mengingat bahwa dirinya waktu itu tak mau membentuk sub unit dengan Jessica dan mengusulkan nama Seohyun untuk menggantikan Jessica dalam sub unit Taetijess menjadi Taetiseo membuat Taeyeon benar-benar merasa bahwa dirinya sangat jahat. Ya, mungkin terlambat untuk membuat semuanya seperti dulu.

“ unni, maaf dulu aku mengganti posisimu di sub unit taetijess menjadi taetiseo. Maaf, aku tahu kau menginginkan sub unit itu.” Ujar Seohyun membuat Jessica tersenyum tipis sambil mengusap airmatanya yang saat ini mengalir. Sedangkan Taeyeon terlihat terus menundukkan kepalanya. Dia baru tahu bahwa Jessica sangat menginginkan sub unit itu, dan Taeyeon pikir Jessica terlihat tak begitu tertarik dengan rencana yang dibuat SM untuk membentuk sub unit itu. Toh saat diganti pun Jessica terlihat tak begitu sedih.

“ Jess, aku tahu selama ini aku mempermasalahkan hal sepele. Maafkan aku.” Ujar Taeyeon membuat Jessica semakin terisak. Jessica terlihat menganggukan kepalanya. Wanita itu benar-benar sudah tak dapat menahan airmatanya untuk keluar. Seberapa salah anggota SNSD padanya, gadis itu bahkan akan melupakannya. Yang diingatnya adalah kenangan mereka saat berusaha bersama, kenangan mereka saat saling menyemangati. Dan itu pasti akan sangat dia rindukan.

“ unni.” Isak Yoona sambil memeluk Jessica dari samping. Gadis yang sedaritadi duduk di samping Jessica dan menahan tangisnya itu pun akhirnya terisak sambil memeluk Jessica. ini terlalu berat bagi Yoona. Jessica adalah orang yang paling perhatian padanya dan memperlakukannya seperti adiknya. Keputusan Jessica untuk mengakhiri kariernya sebagai anggota girls generation tentu saja membuat Yoona sangat terpukul. Apalagi jika memiliki aktivitas bersama girls generation, Yoona akan selalu menempel dan berada di samping Jessica. Sekarang, wanita itu bahkan akan pergi jauh dari Korea Selatan.

“ maaf jika aku menjadi unni yang tidak baik untuk kalian. Maaf jika aku hanya merepotkan kalian. Maaf untuk menjadi anggota paling malas. Maaf untuk membuat kalian sulit di awal debut.” Ujar Jessica sambil menutup wajahnya menyembunyikan tangisnya yang semakin menjadi-jadi. Ya, Jessica merasa semua ini karenanya. SNSD mendapat banyak antifans di awal debut itu karenanya. Andai saja foto-foto predebut dirinya dengan para sunbaenya tidak menyebar luas, mungkin tak akan seperti ini. Padahal, Jessica hanya berteman baik dengan sunbaenya, dia bahkan tak seperti apa yang antifans katakan yaitu mengencani para sunbaenya. Itu semua fitnahan antifans yang membuat Jessica merasakan masa-masa sulit di awal debutnya.

“ tidak. tidak seperti itu, Jess. Kami menyayangi dirimu. Kau yang terbaik, kau yang mengajariku bahasa Korea. Aku ingat saat trainee, aku sering mengatakan padamu bahwa aku ingin cepat debut, aku berharap kelas menyanyi cepat berakhir karena aku lelah, dan aku berharap kita satu grup ketika debut nanti. Dan akhirnya sekarang terjadi. Bahkan kau yang paling sering menyemangatiku saat aku tak bisa menggunakan bahasa Korea dengan baik.” Isak Tiffany sambil mengingat-ngingat kenangannya bersama Jessica saat mereka masih trainee dulu. Dan itu membuat semua anggota SNSD semakin menangis terisak. Yoona yang sedaritadi memeluk Jessica dari samping terlihat mengeratkan pelukannya. Semuanya terasa cepat. Bahkan saat pertama kali mereka bertemu dengan Jessica, gadis itu sangat tertutup dan cantik. Mereka juga ingat bahwa saat mereka pertama bertemu, mereka masih memiliki umur yang cukup muda. Tapi sekarang? Mereka semua telah tumbuh menjadi wanita dewasa.

“ aku selalu sedih saat mengingat masa sebelum debut dan awal debut. Kita bekerja keras, menangis, bahkan dulu banyak sekali antifans yang selalu melempar benda saat kita tampil.” Ujar Jessica tanpa menghiraukan airmatanya yang terus mengalir. Jessica ingat dulu dirinya dan Taeyeon seringkali menangis di backstage saat mereka selesai tampil. Jessica juga ingat dirinya selalu mengeluh pada managernya. Jessica ingat saat dirinya membaca komentar negatif netizen padanya. dan itu terkadang membuat Jessica ingin menyerah di tengah jalan. Kenangan-kenangan pahit itu benar-benar membuat dirinya menjadi kuat seperti sekarang. Membuatnya sadar akan arti dari perjuangan. Bukankah perjuangan tak akan pernah menghianati kita? Seperti hasil yang Jessica dapat sekarang setelah perjuangannya yang berat dulu.

“ unni.” Tangis Sooyoung dan Yoona sambil memeluk Jessica erat. Tak hanya Sooyoung dan Yoona, sekarang member SNSD yang lain terlihat bergabung untuk memeluk gadis yang lahir di San Fransisco tersebut. tangis kesembilan anggota SNSD itu terdengar di kamar Sooyoung dan Jessica dan membuktikan bahwa mereka saling menyayangi.

“ aku menyayangi kalian. Jigeumen, So Nyeo Shi Dae.” Tangis Jessica sambil berteriak kata-kata yang dulu sering anggota SNSD katakan. Kata-kata kramat yang dibuat oleh Taeyeon. Jessica akan rindu mengucapkan kata-kata tersebut.

“ ayo berkumpul. Ucapkan kata-kata itu seperti dulu lagi.” pinta Jessica sambil menghapus airmatanya membuat anggota SNSD melepas pelukannya. Sekarang, mereka semua terlihat berkumpul sambil meletakkan tangan mereka di tengah. Mereka terlihat mengalihkan pandangannya satu sama lain.

“ Jigeumen So Nyeo Shi Dae.” Teriak kesembilan anggota SNSD itu dengan emosi yang meluap-luap. Mengingat ini terakhir kalinya mereka meneriakkan hal itu dengan jumlah anggota sembilan orang, membuat tangis mereka pecah kembali. Ya, suatu saat mereka akan merindukan saat-saat seperti ini.

***

Hari ini Jessica benar-benar akan menghabiskan dan menikmati saat-saat terakhirnya di gedung SM Entertainment dan saat-saat terakhirnya berada di kota Seoul sebelum akhirnya besok malam Jessica akan berangkat ke Perancis. Setelah tadi dirinya telah berkumpul bersama anggota SNSD, wanita itu segera bergegas ke gedung SM Entertainment dan berkunjung ke cafetaria yang ada di gedung agensi yang akan dia tinggalkan untuk selamanya tersebut. lagipula, tiba-tiba saja gadis itu ingin makanan yang ada di cafetaria tersebut. dan Jessica ingat, besok mungkin gadis itu tak akan pernah bisa makan di cafetaria gedung SM lagi.

Jessica terlihat lahap memakan ice cream yang dipesan olehnya. Ice cream di cafetaria gedung SM ini memang ice cream yang terbaik menurut Jessica. senyumnya yang saat itu terus mengembang, membuat semua orang mungkin tak percaya bahwa tadi pagi Jessica baru saja menangis bersama member SNSD yang lainnya. Kali ini Jessica tak mau terus berlarut-larut. Justru jika gadis itu terus berlarut-larut, akan sulit baginya meninggalkan SM Entertainmet terutama SNSD.

“ makannya pelan-pelan, noona. Kau itu rakus, ya?” ujar seseorang membuat Jessica menghentikan makannya, detik berikutnya Jessica terlihat mendongakkan kepalanya. Wanita itu terlihat terkejut saat melihat hoobaenya sekarang berada di hadapannya bahkan ikut duduk di hadapan Jessica. matanya yang besar terlihat mengerjap-ngerjap tak percaya. Senyuman manis yang diberikan hoobaenya itu untuknya benar-benar membuatnya sedikit tak percaya dengan apa yang Kris ceritakan padanya. ya, hoobae yang menyapanya itu adalah Luhan.

“ mengapa terlihat terkejut? Seperti melihat malaikat jatuh dari surga saja.” ujar salah satu main vocalist EXO itu membuat Jessica mendengus sebal. Gadis itu terlihat memasukkan ice cream ke mulutnya dengan pandangan tajam yang dia arahkan pada lelaki berwaja imut itu. Setidaknya Jessica ingat bahwa ini hari terakhir dirinya melihat lelaki itu. Jika tidak, mungkin Jessica sudah menghabisi makhluk di hadapannya itu.

“ surga? Ya tuhan, EXO itu dari planet. Kau alien, bukan malaikat. Kau juga serigala. Mana bisa berubah jadi malaikat?” heboh Jessica sambil menyembunyikan kesedihannya mengingat bahwa dirinya tak akan bisa berdebat dengan salah satu member EXO yang paling dekat dengannya selain Kris ini. Gadis itu terlihat menggigit bibir bawahnya sesaat setelah dirinya menyelesaikan perkataannya itu. Dia tak mau airmatanya tumpah disini. Membayangkan dirinya harus berpisah dengan orang yang dekat dengannya di SM benar-benar membuatnya berubah menjadi melankolis seketika. Jessica takut dirinya akan merindukan saat-saat seperti ini. Apalagi Luhan adalah hoobaenya yang paling sering mengganggunya. Mungkin orang-orang berpikir bahwa dirinyalah dan Kris yang terlihat sangat dekat, tapi di belakang layar hubungannya dan Luhan jauh lebih dekat dari hubungan dirinya dan Kris.

“ itu konsep saat aku baru debut dulu, noon. Sudahlah jangan diungkit, memang menggelikan harus melakukan tarian wolf.” Keluh lelaki itu membuat Jessica terkekeh pelan. Sekarang gadis itu terlihat terdiam tanpa membalas apa yang dikatakan oleh Luhan. Seketika wanita yang biasanya selalu cerewet itu terlihat menjadi pendiam. Dalam keadaan sedih seperti ini, Jessica memang sulit sekali untuk menemukan topik yang bagus. Wanita itu terlalu takut, takut airmatanya akan tumpah secara tiba-tiba saat dirinya sedang berbicara. wanita itu juga takut, takut Luhan akan mencegahnya melepas statusnya sebagai member girls generation, Jessica terlalu takut saat Luhan mengulangi kejadian beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa Luhan mencintai Jessica. gadis itu takut pertahanan yang dibangun olehnya saat ini akan goyah.

“ kudengar kau akan keluar dari Girls Generation. Apakah itu benar?” tanya lelaki berwajah imut itu saat dirinya tak sanggup menahan diri untuk tidak menanyakan pertanyaan yang saat ini mengganggu pikirannya tersebut. pertanyaan yang membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak beberapa hari terakhir ini. Terlebih lelaki itu menjadi tak memiliki passion untuk melakukan apapun hanya karena pemberitaan mundurnya Jessica dari Girls Generation.

Jessica, wanita itu terlihat mengaduk-ngadukan ice creamnya saat Luhan menanyakan pada dirinya mengenai hal itu. Sebenarnya pertanyaan itu untuk saat ini adalah pertanyaan yang mampu membuat moodnya menjadi muram seketika. Bukan apa-apa, Jessica menjadi sangat cengeng saat orang-orang bertanya padanya mengenai keputusannya untuk mundur dari Girls Generation. Ya, satu sisi Jessica ingin mengejar impiannya. Namun di sisi lain Jessica ingin tetap terus menjadi anggota Girls Generation. Dan Jessica tahu, hidup itu adalah pilihan. Jika Jessica ingin menekuni untuk menjadi seorang profesional, Jessica hanya boleh menekuni salah satunya. Fashion yang merupakan cita-citanya atau menyanyi yang membesarkan namanya?

noona.” Ujar Luhan terlihat frustasi saat Jessica tak kunjung menjawab pertanyaannya tersebut. Luhan tahu, mungkin jawaban Jessica adalah ‘ya’. Dan Luhan tak suka mengetahui bahwa wanita di hadapannya itu akan melepaskan statusnya sebagai anggota Girls Generation secepatnya. Apalagi yang Luhan dengar Jessica akan menetap di Perancis setelah ini. Dan itu membuat Luhan semakin menyedihkan, bahkan Jessica belum sempat membalas perasaan yang dia tunjukkan untuk gadis itu selama ini.

Kali ini Jessica mendongakkan kepalanya dengan mengarahkan pandangannya tepat di mata Luhan. Melihat Luhan yang menunjukkan ekspresi sedihnya membuat Jessica benar-benar tak dapat menahan dirinya untuk tak mengeluarkan airmatanya. Untuk kesekian kalinya, dadanya terasa sangat sesak saat orang yang dia sayang menanyakan tentang keputusan yang telah dia pikirkan selama ini. Jangan kira Jessica melakukan hal ini semata-mata hanya mengikuti keinginannya. Wanita itu juga harus mengorbankan perasaannya. Rasanya sangat menyakitkan saat kita harus memilih untuk pergi jauh meninggalkan sahabat dan orang-orang yang kita sayangi.

Luhan terlihat menghela nafas berat saat melihat Jessica menitikkan airmatanya. Dari sorot matanya, lelaki itu terlihat kecewa. Lelaki itu terlihat memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya angkat bicara, “ jadi itu benar?”

Perkataan yang cukup singkat dan sangat jelas untuk dimengerti itu tak membuat Jessica dengan cepat menjawab pertanyaan Luhan. Entah apa yang membuatnya tak ingin menjawab pertanyaan itu, tapi kali ini Jessica terlihat bangkit dari duduknya dan tersenyum sangat manis pada Luhan.

“ aku akan pergi jalan. Melihat-lihat kota Seoul yang sudah lama tak aku jelajahi. Kau mau ikut?” tanya Jessica dengan senyuman termanisnya, gadis itu terlihat mengusap airmatanya yang tadi sempat tumpah. Jessica tak mau membahas tentang keputusannya untuk mundur dari SNSD. Jessica sudah bertekad untuk bersenang-senang hari ini. Besok statusnya bukan lagi seorang idol, bukankah melakukan apa yang seperti wanita biasanya lakukan akan terdengar menyenangkan?

“ kau tak bermaksud melakukan perpisahan denganku, kan? Kau benar-benar akan keluar dari Girls Generation?” tanya Luhan kecewa membuat Jessica terkekeh pelan untuk menyembunyikan rasa sedihnya itu. Jika boleh Jessica jujur wanita itu akan mengatakan ‘ya, aku melakukan perpisahan denganmu. Aku takut akan merindukanmu nanti’ Jessica ingin sekali meneriakan hal itu pada Luhan. Hanya saja itu akan membuatnya seolah memberi harapan kosong pada Luhan. Lagipula Jessica tak ingin Luhan berharap lebih tentang hubungan keduanya.

“ ya tuhan! Mengapa kau percaya berita murahan seperti itu? Aku saja belum mengkonfirmasinya.” Keluh Jessica sambil tertawa kecil membuat Luhan mendengus sebal. Lelaki itu hanya khawatir jika suatu saat nanti Jessica tak berada di SM Entertainment. Mengapa Jessica tak pernah mengerti?

***

Jessica terlihat berjinjit untuk memakaikan topi di kepala Luhan. Mereka berdua bersiap untuk pergi jalan mengelilingi kota Seoul, dan Jessica mengusulkan agar Luhan memakai masker, kacamata dan topi. Setidaknya saat berjalan para fans tak akan langsung mengenali Luhan meski pada akhirnya mereka akan mengenali mereka. Sementara Jessica terlihat tak memakai penutup wajah apapun. Lagipula Jessica sudah tidak terlalu memikirkan pemberitaan tentang dirinya nanti. Toh mulai besok Jessica bukan anggota Girls Generation lagi.

“ sudah tahu pendek. Masih sok-sokan untuk memakaikanku topi.” Cibir Luhan membuat Jessica mendengus kesal. Gadis itu menatap Luhan tajam, hanya saja Luhan balas menatap Jessica dengan pandangan lembut. Dari sorot matanya Jessica dapat melihat bahwa Luhan benar-benar kecewa pada Jessica. sebenarnya Luhan tahu bahwa Jessica benar-benar akan melepaskan statusnya sebagai Girls Generation. Tapi mengapa Jessica terlihat menghindari pertanyaan itu dari Luhan?

Jessica terlihat menghela nafas berat “ jangan menatapku seperti ini.”

Perkataan yang dilontarkan Jessica itu membuat Luhan menundukkan kepalanya. Lelaki itu terlihat memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang. Ini terlalu berat baginya. Melepas Jessica Jung pergi jauh dari hidupnya, Luhan tak sanggup.

“ kau akan pergi kan? Aku tahu tak mungkin kau mau pergi denganku jika memang kau tidak ada apa-apa.” Ujar Luhan membuat kerongkongan Jessica terasa tercekat. Dadanya yang sangat sesak membuat dirinya tak dapat menahan airmatanya untuk tidak keluar. Tangisnya yang tak bersuara membuat Luhan sendiri tahu bahwa Jessica sulit untuk meninggalkan Girls Generation. Luhan terlihat menarik Jessica ke dalam pelukannya, membiarkan Jessica terisak di pelukannya, membiarkan bajunya basah karena airmata Jessica.

“ jangan bahas ini. Kumohon.” Ujar Jessica dengan suara parau saat dirinya berada di pelukan Luhan.

***

Jessica terlihat berlari-lari kecil sambil menarik tangan Luhan saat mereka sedang berjalan di tengah hiruk pikuk kota Seoul. Kali ini keduanya tak akan membahas tentang mundurnya Jessica dari SM Entertainmet, mereka sudah membuat perjanjian bahwa hari ini mereka harus bersenang-senang.

“ Jessica Jung unni!” panggil seseorang dari belakang membuat dirinya membalikkan badannya. Dilihatnya tiga anak sekolah tengah berjalan ke arahnya, dan sebagai idol yang baik Jessica memamerkan senyumannya pada ketiga remaja tersebut. Jessica memang tidak memakai penutup wajah apapun atau bahkan topi, sehingga banyak orang yang dapat mengenalinya. Sepanjang dirinya jalanpun orang-orang banyak yang berbisik sambil memandanginya. Bahkan orang yang sedang berjalan pun sengaja menghentikan jalannya hanya untuk melihat Jessica. untungnya tak banyak orang yang mengganggu acara jalan Jessica kali ini.

“ kalian tidak bersekolah?” tanya Jessica ramah membuat ketiga remaja itu memasang wajahnya bingung akan menjawab apa. Detik berikutnya Jessica terkekeh kecil.

“ tak usah takut. Aku tidak menggigit kalian, kok.” Canda Jessica membuat ketiga fansnya itu tersenyum lega. Luhan terus memandangi Jessica dengan senyuman yang terulas di bibirnya. Ini yang Luhan sukai dari Jessica. di luar tampilannya yang arogan, wanita itu adalah wanita yang sangat baik. Bahkan Jessica tak sungkan-sungkan memberikan senyuman manisnya pada fans yang sudah menyapanya.

“ bolehkah aku meminta tanda tanganmu?” tanya fans itu hanya diangguki oleh Jessica. ketiganya memberikan foto Jessica yang mereka miliki pada Jessica untuk ditandatangani oleh Jessica.

“ unni, berita itu benar?” tanya salah satu fans Jessica saat Jessica sedang menandatangani foto dirinya.

“ aku belum mengkonfirmasinya. Tunggu besok saat pers conference, ne?” ujar Jessica membuat ketiga fans itu menganggukkan kepalanya. Sepertinya salah satu dari mereka menyadari akan kehadiran Luhan. Remaja wanita itu terus memperhatikan Luhan, membuat Luhan sedikit tak nyaman. Bukan apa-apa, setiap orang tak akan nyaman jika terus diperhatikan oleh seseorang seperti itu.

“ unni, kalian berpacaran?” tanya salah satu fans Jessica membuat Jessica menoleh ke arah Luhan sambil memberikan foto dirinya yang baru saja dia tanda tangani. Gadis itu terlihat tersenyum tipis. Berpacaran dengan Luhan yang merupakan seorang idol yang benar-benar sedang berada di atas? Bukan ide yang bagus, menurut Jessica. Lagipula dirinya juga terlalu trauma untuk menjalin hubungan dengan seorang idol.

“ tidak. dia sudah aku anggap dongsaengku. Memangnya kalian tahu dia siapa?” tanya Jessica membuat Luhan menghela nafas berat. Seharusnya Luhan tak terlalu berharap dengan Jessica. ya, Luhan harus ingat bahwa sampai kapanpun Jessica tak akan mau menjalin hubungan dengannya.

“ Xi Luhan.” Jawab salah satu fans membuat Jessica mengalihkan pandangannya pada Luhan sambil terlihat meringis. Jessica tahu setelah ini pemberitaannya dengan Luhan akan menjadi headline disamping pemberitaan tentang dirinya yang akan mengundurkan diri dari Girls Generation

***

“ ah. Lu! Itu photobook EXO. Aku akan membelinya. Itung-itung jika aku merindukanmu aku bisa melihat fotomu. Ayo!” Ujar Jessica sambil menarik tangan Luhan untuk mengikuti langkahnya. Kali ini mereka berdua sedang di SM Pop Up Store. Dan Jessica cukup heboh saat berada disana. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Jessica datang di tempat yang menjual pernak-pernik tentang artis SM, tapi pergi bersama Luhan ke tempat ini adalah pertama kalinya untuk Jessica.

Baru saja Jessica akan mengambil photobook EXO, Luhan telah mengambil benda itu terlebih dahulu dan itu cukup membuat Jessica mengerucutkan bibirnya. Photobook EXO tinggal tersisa satu, dan jika Luhan mengambilnya dan tak membiarkan Jessica untuk membelinya berarti Jessica tak akan mendapatkannya.

“ Lu.., jangan seperti ini. Aku menginginkan photobook EXO. Lagipula pasti ada foto Kris. Dia pasti sangat tampan.” Ujar Jessica dengan mata yang sangat berbinar-binar sambil mencoba merebut photobook yang ada di tangan Luhan. Lelaki itu terlihat menatap Jessica tidak peduli sambil berjalan meninggalkan Jessica dengan langkahnya yang dipercepat saat Jessica berusaha menyusulnya. Bukan apa-apa, Luhan paling tidak suka saat Jessica berfargirling tentang Kris. telinganya berasa sangat panas. Ya, Luhan memang sangat cemburu.

“ Lu, berikan photobook itu padaku. Ayolah, aku besok ke Perancis. Dalam photobook itu juga ada fotomu. Jadi jika aku bisa melihat fotomu saat aku merindukanmu nanti.” Ujar Jessica sambil berjalan di belakang Luhan dan terlihat memohon. Luhan menghentikan langkah kakinya dan itu membuat Jessica yang ada di berjalan di belakangnya tentu saja menabrak Luhan.

“ aduh.” Ringis Jessica saat dirinya menabrak tubuh Luhan.

Luhan terlihat menghela nafas berat sebelum akhirnya membalikkan badannya untuk menghadap Jessica untuk berbicara pada wanita itu, “ kau baik-baik saja?”

Lelaki itu memandangi Jessica dengan pandangan khawatirnya, namun Jessica malah memamerkan cengirannya mengisyaratkan bahwa wanita itu baik-baik saja.

“ Lu…”

Baru saja Jessica akan mengatakan sesuatu pada Luhan, lelaki itu bahkan memotong perkataan Jessica seenaknya “ jangan membahas kepergianmu ke Perancis. Kau sendiri yang mengatakan hal itu padaku. Soal photobook ini, aku yang akan membelinya. Kalo kau menginginkan fotoku, kau bisa mencarinya di internet.”

Perkataan Luhan tersebut benar-benar mampu membuat Jessica yang tadinya terlihat cerah menjadi terlihat muram kembali. Sepertinya keduanya memang benar-benar sangat sensitif untuk hari ini. Baik Jessica maupun Luhan benar-benar akan sangat cepat sekali menjadi sedih. Apalagi Jessica, wanita itu akan terlihat sangat muram saat seseorang mengungkit tentang kepergiannya ke Perancis.

“ maaf. Aku.. aku.. ah, sudahlah lupakan. Lebih baik kita senang-senang lagi. kau juga, Lu. Jangan cepat marah seperti ini.” Keluh Jessica membuat Luhan memeluk wanita di hadapannya itu dengan sangat tiba-tiba. Mungkin saja orang-orang ada yang memfoto mereka berdua. Tapi Luhan tak peduli untuk saat ini. Lelaki itu benar-benar ingin terus memeluk wanita yang merupakan main vocalist SNSD ini dan berharap waktu berhenti saat dirinya memeluk Jessica.

***

“ ini untukmu.” Ujar Luhan sambil memberikan bingkisan yang berisi photobook EXO pada Jessica membuat Jessica tak dapat menahan bibirnya untuk tersenyum. Gadis itu pikir Luhan tadi akan membeli barang itu untuk dirinya sendiri, tapi tak disangka Luhan memberika barang itu pada Jessica.

“ kau serius? Ini untukku?” tanya Jessica terlihat sangat ceria membuat Luhan tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya. Detik berikutnya mereka melanjutkan langkah kakinya. Sekarang, hening diantara mereka berdua. Luhan sendiri bingung harus mengatakan hal apa pada Jessica.

“ kau tak lelah berjalan terus? Mau kugendong?” tawar Luhan saat dirinya dan Jessica sedang berjalan menuju dorm SNSD dan memecah keheningan antara mereka berdua. Jessica terlihat menghentikan langkahnya saat Luhan mengatakan hal tersebut. wajahnya yang terlihat cerah membuatnya seolah sangat tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Luhan tersebut. sebenarnya Jessica tak begitu yakin dengan perkataan Luhan yang menawarkan untuk menggendongnya. Tapi apa salahnya untuk mencoba.

“ neh. Tentu saja!” riang Jessica membuat Luhan terkekeh melihat wanita yang dia cintai itu bertingkah seperti anak kecil. Detik berikutnya lelaki berdarah China itu terlihat berjongkok di depan Jessica sambil memandangi wanita itu. Sebenarnya Jessica terkejut dengan Luhan, wanita itu pikir Luhan hanya bermain-main.

“ kau serius?” tanya Jessica tak percaya sementara Luhan hanya menganggukan kepalanya. Jessica terlihat menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

“ Luhan – ah, sebelum aku naik ke punggungmu. Bolehkah aku meminjam ponsel milikmu?” tanya Jessica membuat Luhan merogoh benda di saku celana miliknya dan memberikannya pada Jessica. setelah mendapatkan ponsel Luhan, Jessica naik dipunggung Luhan untuk digendong oleh lelaki berwajah imut itu.

“ Luhan – ah. Mari kita mengambil foto bersama.” Ujar Jessica sambil bersiap untuk mengambil foto dengan posisi dirinya sedang digendong di punggung Luhan. Sebenarnya Luhan terlihat terkejut dengan permintaan Jessica. tapi sekarang lelaki itu tahu mengapa gadis ini meminjam ponselnya, ternyata Jessica berniat untuk mengambil foto bersama.

“ Lu, hentikan dulu jalannya. Aku ingin mengambil foto bersama. Tidak apa-apa dengan posisi aku digendong olehmu juga.” ujar Jessica membuat Luhan menghentikan langkah kakinya dan itu membuat Jessica terlihat senang. Detik berikutnya Luhan terlihat melihat ke arah kamera ponsel yang Jessica pegang. Ada perasaan sedikit sedih di hati Luhan maupun Jessica. ini mungkin terakhir kalinya mereka bisa menghabiskan waktu bersama. Setelah ini mungkin Jessica akan menjadi sangat jauh dengan Luhan.

“ terimakasih Luhan. Anggap fotoku ini kenang-kenangan untukmu. Tapi jika nanti kekasihmu cemburu karena foto ini kau boleh menghapusnya.” Riang Jessica saat Luhan sudah melangkahkan kakinya kembali. Sementara Luhan hanya tersenyum kecut mendengarkan perkataan yang dilontarkan oleh Jessica. bagaimana bisa Luhan mendapatkan kekasih sedangkan dirinya saja sulit melupakan perasaannya pada Jessica.

Sekarang, keduanya terlihat diam menikmati saat-saat terakhir mereka menghabiskan waktu bersama. Suasana kota Seoul di malam hari, membuat suasana diantara keduanya menjadi cukup menggambarkan kesedihan. Mengingat saat keduanya pertama bertemu, Jessica dan Luhan yang selalu menyemangati satu sama lain, membuatnya mungkin akan merindukan saat-saat seperti itu. Apalagi Jessica sudah menganggap Luhan sebagai salah satu orang yang penting di hidupnya, tentu saja hal itu membuat Jessica sedikit sulit untuk meninggalkan lelaki itu.

“ noona, mengapa kau memilih tidak melanjutkan kontrakmu?” tanya Luhan memecah keheningan. Jessica terlihat menyandarkan kepalanya di punggung Luhan tanpa membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Luhan sama sekali. Entah mengapa, Jessica sendiri bingung harus menjawab pertanyaan tersebut bagaimana, yang jelas Jessica sangat lelah menjadi seorang idol.

“ kau marah aku bertanya seperti itu? Kau tak perlu menjawabnya. Aku hanya ingin tahu saja. maaf ji…”

“ aku tidak marah, Lu. Hanya saja aku bingung harus menjelaskannya seperti apa.” Ujar Jessica memotong perkataan Luhan. Gadis itu terlihat menghela nafas berat. Mengingat berbagai alasan mengapa dirinya mengundurkan diri untuk tidak menjadi seorang idol lagi membuat hatinya terasa teriris. Seperti membuka luka lama yang tak akan kunjung sembuh.

“ aku lelah. Aku lelah menjadi seorang idol.” Ujar Jessica secara tiba-tiba namun tersirat rasa sedih dan kecewa dalam perkataannya tersebut. wanita itu terlihat menyandarkan kepalanya di punggung Luhan. Matanya terlihat dia pejamkan. Tanpa sadar, setetes airmata mengalir dari pelupuk matanya.

“ mengapa? Bukankah kau memiliki banyak fans yang menyayangimu?” tanya Luhan tanpa tahu bahwa wanita yang sedang digendongnya itu telah mengeluarkan airmatanya. Luhan memang tak tahu perasaan Jessica selama menjadi seorang idol. Luhan juga tak tahu betapa tersiksanya dirinya saat dibanding-bandingkan dengan adiknya sendiri. Luhan juga tak akan pernah tahu bagaimana airmatanya akan tumpah saat dirinya bertemu Park Min Young, orang yang memang sudah dia anggap unninya dan menjadi sandarannya saat dirinya memiliki masalah. Luhan juga tak akan pernah tahu saat netizen mengatakan hal buruk yang tak sesuai dengan dirinya. Ya, sebenarnya masih banyak lagi hal lain yang membuatnya tersiksa selama ini.

“ kau tak tahu apa-apa, Lu. Saat Krystal baru saja memulai debutnya dulu, fans bahkan terus membanding-bandingkanku dengannya, bahkan hingga saat ini. Kau bahkan tak tahu bagaimana airmataku akan tumpah saat aku mengeluh hal ini pada Min Young unni. Unni selalu mengatakan padaku bahwa aku dan Krystal berbeda, dan aku tak perlu sedih saat orang-orang membanding-bandingkanku dengannya.” Ujar Jessica dengan nada yang terdengar tak bersemangat karena dadanya benar-benar terasa sangat sesak saat ini. Matanya terlihat memanas karena menahan airmata agar tak keluar lagi. dan Luhan, lelaki itu nampak diam dan menunggu kelanjutan cerita Jessica.

“ aku tahu, jelas sekali bahwa aku akan kalah jika dibanding-bandingkan dengan Krystal. Dia lebih cantik dariku, saat pertama kali orang melihatnya orang itu pasti akan langsung menyukainya. Sedangkan saat orang lain melihatku, orang hanya menyangkaku tak lebih dari ice princess yang arogan. Krystal memiliki banyak talent, sedangkan orang-orang mengatakan bahwa aku hanyalah salah satu anggota SNSD yang mungkin talentless dan terpaksa harus mendapatkan posisi sebagai 2nd main vocal karena Soyeon keluar dari SNSD saat sebelum debut, dan aku hanyalah anggota SNSD yang malas untuk menari karena aku tak bisa menari dengan baik. Apakah kau tahu, Lu? Aku bekerja keras untuk menjadi 2nd main dancer sebelumnya. Setelah aku hampir mendapatkannya, pihak SM mengatakan aku harus menggali bakatku yang lainnya dengan menyanyi dan menjadi main vocalist untuk SNSD.” Ujar Jessica panjang lebar pada akhirnya tak sanggup lagi menahan airmatanya untuk tidak keluar. Luhan adalah orang kedua setelah Park Min Young yang mengetahui segala hal tentang rasa lelahnya selama ini. Bahkan anggota SNSD sendiri tak ada yang tahu mengenai apa yang dikatakan oleh Jessica tadi. Ini kali pertamanya Jessica mengatakan hal ini pada orang lain selain Park Min Young. Luhan sendiri baru tahu bahwa Jessica mengalami masa cukup sulit saat menjadi seorang idol. Luhan pikir Jessica tak terlalu memikirkan komentar-komentar negatif yang terkadang ditujukan untuk wanita ini.

“ Luhan – ah, apakah aku salah jika aku merasa iri pada Krystal?” tanya Jessica tiba-tiba saja melontarkan pertanyaan yang Luhan pikir tak akan pernah terlontar dari mulut seorang Jessica Jung. disaat-saat seperti ini Luhan bingung harus mengatakan hal apa. Dia takut bahwa perkataannya dapat melukai wanita ini.

“ sebenarnya tidak salah, noona. Tapi untuk apa kau iri pada Krystal? Kau adalah Jessica Jung. kau adalah wanita ceria. Di luar tampilanmu yang terlihat arogan, kau adalah wanita yang sangat baik. Dan yang terpenting kau memiliki aura yang mungkin tak orang lain miliki, dan itu yang membuatmu menarik. Kau berbeda. Kau bahkan sangat perhatian pada Krystal dan anggota SNSD yang lain. Tak seharusnya kau iri pada Krystal. Tak ada orang yang sempurna, semua orang memiliki kelebihannya masing-masing.” Ujar Luhan dengan bijaknya namun tak membuat tangisan Jessica berhenti. Wanita itu bahkan terdengar terisak, dan Luhan sendiri tak tahu cara menghentikannya. Dia tahu, mungkin Jessica harus melepaskan rasa yang mengganjal di hatinya itu dengan tangisannya.

“ menangislah sepuasmu, noona. Dan kau harus berjanji bahwa setelah ini kau tak boleh mengeluarkan airmatamu lagi.”

***

Semua anggota SNSD terlihat berkumpul mengerumuni Jessica saat wanita itu baru saja selesai melakukan pers conference dengan para wartawan yang mencari berita tentang mundurnya Jessica dari Girls Generation. Wanita berambut pirang itu terlihat terus terisak di pelukan Park Min Young usai  pers conference berlangsung. Wanita yang memang sudah seperti kakak bagi seorang Jessica Jung itu sengaja menemuinya di gedung SM Entertainment untuk melakukan perpisahan dengannya. Sebenarnya banyak sekali teman-teman Jessica di kalangan para artis yang mengirimi Jessica pesan bahwa mereka cukup sedih dengan keputusan Jessica tersebut. hanya saja itu tak membuat Jessica mengubah keputusannya.

“ jika kau sedang sedih jangan lupa untuk menelponku, ne? Jangan membuatku khawatir selama berada di Korea.” Ujar Park Min Young terdengar terisak saat dirinya memeluk Jessica. dari Jessica masih berumur 15 tahun, Park Min Young memang selalu mendengar keluhan Jessica tentang segala hal yang Jessica rasakan. Min Young adalah orang yang mungkin paling mengenal gadis ini, bahkan lebih dari Krystal adik Jessica sendiri.

“ unni, setelah kau menyelesaikan sekolah fashionmu, jangan lupa untuk membuatkanku baju berwarna pink.” Ujar Tiffany yang memang ikut mengerumuni Jessica. mata wanita itu yang biasanya terlihat bersinar dan menampakkan eye smilenya sekarang terlihat berkaca-kaca. Tak hanya Tiffany, tapi anggota SNSD yang lainnya. Sedangkan Jessica terlihat terkekeh pelan mendengar perkataan yang Tiffany lontarkan tadi. Wanita itu terlihat melepas pelukannya dari Park Min Young dan memandangi anggota SNSD yang lainnya.

“ tentu saja. Bahkan aku akan membuatkan kalian baju pernikahan saat kalian menikah nanti. Jangan lupa memberiku undangan meski aku berada di Paris. Jangan lupa untuk menelponku juga. Jika memiliki waktu jangan lupa untuk berkunjung ke Paris, ne?” ujar Jessica membuat anggota SNSD yang lainnya menganggukkan kepalanya. Wanita itu terlihat mengedarkan pandangannya ke arah lain untuk mencari seseorang yang mungkin sangat perlu Jessica ucapkan selamat tinggal. Senyumannya terlihat mengembang saat dirinya melihat Luhan sedang memandanginya dari kejauhan.

“ kau akan menemui Luhan? Ayo, ini untuk terakhir kalinya.” Ujar Yoona terlihat memberi semangat pada Jessica. Park Min Young terlihat mengusap-ngusap puncak kepala Jessica yang berdiri di sampingnya. Wanita itu tahu betul tentang hubungan Jessica dan Luhan. Dan wanita juga itu tahu bahwa sampai kapanpun mungkin Jessica tidak akan menganggap Luhan lebih dari seorang dongsaeng.

***

                Jessica terlihat berlari menghampiri Luhan seusai dirinya meminta izin pada semua member SNSD dan Park Min Young untuk meninggalkan mereka. Wanita itu terlihat memeluk Luhan secara tiba-tiba saat dirinya berada di hadapan Luhan. Dan tentu saja itu membuat Luhan terkejut dan membuat jantung Luhan berdegup dua atau tiga kali lebih cepat dari sebelumnya. Ini adalah kali pertamanya Jessica memeluk Luhan seerat ini.

“ maaf. Maaf untuk merepotkanmu selama ini. Maaf jika kita sering berdebat tentang hal yang tidak penting.” Ujar Jessica seraya gadis itu menangis terisak di pelukan Luhan. Dan Luhan, lelaki itu terlihat diam saat Jessica mengatakan hal tersebut. lelaki itu terlihat membalas pelukan Jessica. dalam hati kecilnya yang paling dalam, Luhan ingin sekali menahan wanita yang ada di pelukannya ini pergi dari Korea. Hanya saja siapa Luhan? Dia tidak berhak untuk melakukan hal tersebut.

“ mengapa harus meninggalkan Korea segala?” tanya Luhan yang akhirnya angkat bicara. Rasanya sangat menyakitkan membayangkan Jessica pergi meninggalkannya. Rasanya Luhan benar-benar tak rela Jessica tak memperpanjang kontraknya dengan SM Entertainment. Sekarang, Luhan tak akan pernah melihat lagi melihat Jessica berlatih di ruang practice, sekarng Luhan juga tak akan menerima arahan dari Jessica yang selalu menyemangatinya. Dan itu cukup membuat Luhan merasa terpukul.

“ aku ingin mengejar karierku.” Jawab Jessica namun terdengar helaan nafas berat dari Jessica. Luhan tahu, tanpa Jessica menimba ilmu tentang fashion lagi pun Jessica tetap akan bisa menjadi fashion designer yang handal. Bahkan di beberapa brand yang dirinya bintangi,  Jessica seringkali mengusulkan design-design baju yang sesuai dengan stylenya.

“ mengapa harus keluar dari SNSD segala?” ujar Luhan membuat Jessica melepas pelukannya dan memandangi Luhan tepat di manik mata lelaki itu. Pandangan Luhan terasa terkunci saat itu juga, lelaki itu terasa tak dapat mengalihkan pandangannya ke objek lain selain Jessica.

Jessica terdengar menghela nafas panjang dengan senyumannya yang saat itu terulas tipis. “ aku ingin menikah. Aku harus berpacaran sebelum aku menjadi tua. Jika aku terus bersama SNSD sampai usiaku 35, lalu kapan aku bisa menikah? Jika aku terus bersama SNSD aku harus memikirkan perasaan para fans jika aku ingin berkencan.  Aku tak bisa selamanya menjadi Girls Generation, Lu. Lambat laun aku akan terus menjadi wanita dewasa dan tak pantas dengan image Girlgroup. Dan ketika umurku yang semakin hari semakin tua, aku berpikir bahwa aku harus cepat menikah.”

Jessica terlihat menundukkan kepalanya usai dirinya menyelesaikan perkataannya tersebut. ya, salah satu alasan dirinya keluar dari SNSD adalah dirinya yang mengingat bahwa usianya sudah bertambah tiap harinya. Di usia yang sudah mencapai umur 29 tahun ini, Jessica sadar bahwa dirinya sudah harus menjalin hubungan yang serius. Image girlgroup tak akan pantas lagi bagi dirinya. Lagipula lambat laun fans pun akan mencari idol yang lebih muda.

“ kalo begitu menikahlah denganku.” Pinta Luhan namun Jessica hanya menggelengkan kepalanya sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap Luhan. Perlahan, setetes airmata keluar dari pelupuk mata Luhan. Ini memang terlalu menyakitkan bagi Luhan. Jessica baru saja menolak permintaannya. Seharusnya Luhan tahu bahwa wanita di hadapannya ini tak akan pernah mau menganggapnya lebih dari seorang dongsaeng.

“ aku mencintaimu.” ujar Jessica mengakui membuat Luhan terlihat terkejut. Jessica terlihat berjinjit untuk menghapus airmata yang tadi sempat keluar dari mata Luhan. Dengan susah payah, wanita itu menyemangati dirinya bahwa kali ini Jessica tak boleh mengeluarkan airmatanya. Bagaimana pun juga ini sudah keputusannya.

“ tapi kita tak bisa bersama, Lu. Kau seorang idol, kau tak bisa berkencan semaumu. Jika aku mengatakan bahwa aku tidak tertarik padamu berarti aku benar-benar munafik, Lu. Bagaimana bisa setelah kita saling menyemangati, kau yang perhatian padaku, dan kita yang sering menghabiskan waktu bersama aku tidak jatuh cinta padamu. Aku bahkan sudah beberapa kali mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak boleh mencintai dirimu.” Ujar Jessica pada akhirnya mengungkapkan semua yang ada di hatinya. Perlahan, airmata yang sedaritadi dia tahan akhirnya keluar juga. gadis itu terlihat menundukkan kepalanya sambil terisak. Sementara Luhan, lelaki itu terus menyalahkan statusnya yang saat ini adalah seorang idol. Andai saja dulu dirinya tak menjadi seorang idol, andai saja dia terus mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang diplomat, mungkin tak akan terbentur dengan status seperti ini. Tapi jika dirinya tak menjadi seorang idol, Luhan tak akan bertemu dengan wanita di hadapannya ini, wanita yang bahkan mengisi hampir dari seluruh bagian di hatinya.

“ bagaimana jika aku pindah ke agensi seperti apa yang telah salah satu sunbae kita lakukan?” ujar Luhan namun dengan cepat Jessica menolaknya dengan gelengan kepalanya tersebut. wanita itu terlihat tak suka dengan ide yang baru saja Luhan lontarkan. Bahkan hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Jessica tak mau karier EXO yang sudah selama ini dibangun oleh Luhan menjadi hancur hanya karena kisah cinta dirinya dengan Luhan.

“ aku akan membencimu setelah ini.” Ujar Jessica membuat Luhan menghela nafas frustasi. Luhan benar-benar bingung dengan wanita yang ada di hadapannya ini. Mengapa Jessica terasa mempersulit hubungan keduanya?

“ kau tak boleh egois. Karier EXO saat ini sedang berada di puncak. Kau harus mempertahankannya. Jangan kekanakan seperti ini.” Isak Jessica membuat Luhan memeluk wanita di hadapannya itu. Sekarang, Jessica terisak di pelukan Luhan. Ini yang membuatnya sulit untuk pergi dari Korea dan ini pula alasan mengapa Jessica memasukkan Luhan ke dalam daftar orang terpenting di hidupnya Jessica mencintai lelaki itu.

“ lagipula sekarang aku hanya wanita biasa. Aku bukan Girls Generation Jessica, aku sekarang adalah Jung Sooyeon.” Ujar Jessica dalam pelukan Luhan. Luhan terlihat memejamkan matanya menikmati saat-saat terakhir dirinya dengan Jessica. tak peduli seberapa banyak orang yang memandangi mereka saat ini. Yang jelas Luhan tak ingin menyia-nyiakan saat terakhirnya seperti saat ini.

“ aku tak peduli kau adalah Girls Generation Jessica ataupun Jung Sooyeon. Yang aku tahu aku sangat mencintaimu.” Ujar Luhan sambil melepaskan pelukannya. Perlahan, lelaki itu terlihat mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica. hembusan nafas itu terasa menerpa di wajah Jessica. dan beberapa detik berikutnya bibir milik Luhan menempel di bibir milik Jessica. mereka berdua berciuman dalam emosi yang cukup meluap-luap. Ciuman kali ini bukan karena nafsu, tetapi karena cinta yang mereka miliki.

“ aku akan mencintai Jung Sooyeon. Dan Jung Sooyeon harus tahu bahwa aku akan melakukan itu sampai kapanpun. aku ingin terus mencintaimu.” Ujar Luhan saat dirinya selesai mencium gadis di hadapannya tersebut. sementara Jessica terlihat menundukkan kepalanya. Kali ini, airmatanya benar-benar mengalir deras.

=======================

sebenernya setelah kalian baca ff ini pasti kalian sadar judul sama isi ff ini pasti rada ada ketidaknyambungan. dan saya sadar akan hal itu. ff ini juga sedikit gaje. soalnya lagi pengen bikin pairing lusica aja. karena menurut saya Lusica emang cukup cocok kalo bersama. umur mereka juga bedanya gak terlalu jauh meski Luhan masih muda.

alasan kasih judul wanna do sebenernya gegara selama bikin ff ini saya dengerin lagu Wanna Do – Kara Jiyoung. dan alasan lainnya karena di ff ini Luhan ngasih tau ke Jessica kalo Luhan cinta Jessica dan akan serta ingin mencintai jessica selamanya.

mungkin cuma segitu aja cuap-cuap dari saya.

31 thoughts on “[Oneshoot] Wanna Do

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s