[Freelance] Time Travel (Chapter 8)

SNSD_Yoona_Hanbok

Cast = Yoona || EXO || SNSD ||Other Cast

Length = Chapter

Genre = Romance,fantasy,friendship,mistery dll.

RT = pg-15

Author= Shin Hyuna-Pungky arsita @puncyalcica

Sehun menggebrak pintu ruangan yang digunakan oleh Myungsoo,matanya berkilat marah begitu mendapati Myungsoo memaksa mencium Yoona,denagn posisi gadis itu tertindih.

BBBUGGGH

Satu pukulan melayang di wajah namja kerabat Istana tersebut. Ia mengerang kesakitan. Dengan sigap Sehun menarik tangan Yoona melarikan diri melewati pintu belakang. Sedangkan Myungsoo terus saja mengejar mereka.

“bagaimana ini?”ucap Yoona panik karena terhalang pagar yang menjulang cukup tinggi.

“naiklah ke punggungku”titah Sehun.

“mwo?”

“sudah jangan banyak tanya cepat naik….”terpaksa Yoona menempatkan kakinya di bahu Sehun,cukup berat memang bobot tubuh Yoona,sehingga Sehun harus mati-matian menahan nafas mengangkat beban gadis diatasnya. Yoona berhasil meraih puncak pagar diikuti Sehun. Myungsoo terengah-engah menyusul mereka yang berlari cukup kencang.

Sehun dan Yoona kembali melarikan diri setelah berhasil melompati pagar. Hari mulai berganti malam hingga mereka harus terseok-seok menebas rimbunnya semak belukar.apalagi Yoona sama sekali tidak menggunakan alas kaki,beberapa kali wajahnya menyeringai merasakan kakinya menghujam kerikil yang cukup tajam menimbulkan ngilu berkepanjangan di telapak kakinya.

“aaaauuuwww….”. sehun menghentikan laju larinya melihat gadis yang digandenganya roboh.

“ayo cepat…”ucapnya gusar,matanya sibuk menelisik arah belakang,takut jika Myungsoo masih berupaya mengejarnya.

“kau saja yang lari…”ucap Yoona ketus.

“neo michiosso?”desisnya.

“kakiku sakit dan aku sudah tidak kuat lari… apa kau tidak melihat aku tidak memakai alas kaki?dan kau mengajakku lari di belukar… sakit…”jawab Yoona kesal. Tangannya mengepal memukul-mukul telapak kakinya yang saat ini seperti akan hancur.

“naik….”

“mwo?”

“naik…. Apa kau sebegitu bodohnya,tidak bisa mencerna perkataanku?”cela Sehun.

“mwo?YAK… kau… mencelaku lagi eoh?”. Sehun mengepalkan tangannya kuat-kuat,sungguh ia sudah tidak bisa menahan emosinya. Dengan kasar ia meraih tubuh Yoona dan menggendongnya paksa.

“yak…apa yang kau lakukan?”tanya Yoona,ia gugup wajahnya sedekat itu dengan Sehun.

“diam…”desis Sehun. Gadis itu terlihat sangat gusar,tapi semuanya terasa hilang begitu saja mendengar degup jantung Sehun yang begitu cepat.senyuman terkembang dibibirnya.

“gumawo sudah menyelamatkanku…”ucap Yoona.

“asal jangan kau ulangi berdandan seperti itu…”sambar Sehun. Make up Yoona sama sekali tidak berlebihan hanya menonjolkan bibirnya yang di beri gincu merah menyala agar lebih menggoda. Itupun atas saran dari Chanyeol. Bagaimana nasib Chanyeol?molla…

Sehun menurunkan Yoona dari gendongannya,mereka berhenti di sebuah gubuk di tengah pematang sawah.

“aku lelah… kita istirahat disini dulu…”

Yoona bersungut-sungut melihat kondisi dari sekitarnya yang begitu gelap,hanya diterangi sinar bulan purnama dan satu lentera dengan api yang hampir redup ditiup angin. Tanpa sadar ia semakin merapatkan diri ke tubuh Sehun yang sedari tadi memasang badan jauh dari Yoona.

Sesekali Sehun melirik tingkah yeoja disebelahnya,tak jarang pula senyum manis terkembang dibibir pinknya.

“aku terdesak…”gumam Sehun. Yoona menoleh,benar saja sekarang Sehun sudah duduk di pinggir gubuk sedangkan dirinya terus saja merapat.

“aku … takut”gumam Yoona lirih sambil menghilangkan gincu dibibirnya,mungkin jika pendengaran Sehun kurang baik,kata-katanya tadi tidak akan terdengar.

“mianhe…”

Yoona kembali memandangi wajah Sehun dalam-dalam.

“mianhe untuk yang kemarin,kurasa aku terlalu kasar”ucap Sehun,matanya menatap lembut iris madu milik Yoona.

“gwenchana… tapi~”

“tapi?”tanya Sehun tidak sabar

“apa kau benar-benar jatuh cinta pada Sooyeon?”gumam Yoona lirih,sedetik kemudian ia ingin membungkam mulutnya yang dengan enteng bertanya hal se sensitive itu. Bukankah nanti akan ketahuan jika dirinya cemburu? Iris madunya menatap Sehun yang masih menerawang dari ekor matanya.

“aniya…”. Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya,ia sama sekali tidak mendengar jawaban Sehun saking pelannya.

“aniya… aku tidak memiliki perasaan apa-apa pada Jung Sooyeon… sepertinya aku menyukai…”namja itu menggantung jawabannya,mencoba membuat gadis disampingnya menimbang-nimbang serta menerka sendiri siapa jawabannya.

“siapa?”tanya Yoona,akhirnya…

“aku tidak bisa menyebut ini perasaan apa,setiap ia berdekatan dengan namja lain aku selalu gusar,rasanya sakit dan tidak menyenangkan…”terangnya. Matanya memandang bulan yang saat ini terlihat sangat terang. Yoona mendengus kesal,sempat ia berharap dirinyalah yang disukai Sehun namun ia merasa tidak pernah berdekatan dengan namja manapun…

“berarti kau benar-benar mencintainya”desah Yoona,Sehun memalingkan wajahnya kearah Yoona.

“jinjja… kupikir seperti itu” ia kembali memandangi sinar bulan.

“lalu… siapa orang beruntung itu?”

Suara jangkrik sawah, katak, serta serangga lain sahut menyahut mengiringi backsound keheningan yang tercipta dari kedua anak manusia ini.

“Putri Mahkota Im Yoona”.jawab Sehun tegas. Yoona memiringkan kepalanya,tiba-tiba saja otaknya buntu. Tingkahnya ini mau tidak mau membuat Sehun gemas sendiri. Yoona terkesiap ketika wajahnya ditangkup kedua telapak tangan Sehun andai saja ini siang hari mungkin ia benar-benar sudah malu karena wajahnya pasti sudah semerah tomat.

“Saranghamnida….”bisik Sehun. Kerjapan mata Yoona seakan menjadi gerakan slowmotion yang menampilkan keindahan mata rusa dengan iris madu yang membius seorang calon kuat pewaris tahta untuk bertindak gila. Bibirnya mendarat mulus dibibir gadis di depannya yang masih saja tidak percaya dengan apa yang saat ini terjadi.

Suara binatang-binatang malam yang tadinya nyaring terdengar seolah lenyap oleh deburan detakan jantungnya yang menjadi irama tersendiri. Kehangatan yang tersalur dari salah satu kulit yang paling peka langsung menghujam keseluruh syarafnya.

Perlahan matanya terkatup membalas ciuman lembut dari seorang Oh Sehun. Lumatan lumatan yang terus disambut oleh Yoona kini jauh lebih memabukkan dari sebotol tuak yang biasa dihidangkan untuk menjamu tamu kerajaan.

Rasa manis dari bibir gadis dihadapannya mengalahkan manisnya buah kesemek kering yang menjadi makanan special keluarga kerajaan. Dan perasaannya kali ini jauh lebih menyenangkan dari pada perasaan bahagia saat pertama kali melihat musim semi dengan bunga-bunga sakura berguguran indah di malam hari.

Sehun berinisiatif melepaskan tautan bibirnya setelah merasakan sesak kekurangan udara,sepertinya darahnya terpompa dengan cepat menuju ke kedua pipinya yang saat ini memerah. Canggung.

……………………

“kalian tahu… aku hampir saja di nodai oleh mereka hyung….”rajuk Chanyeol kepada Baekhyun. Sekuat tenaga mereka semua menahan tawanya

“untung saja aku jenius… begitu kutunjukkan kakiku yang berbulu lebat mereka lari pontang-panting…”

“huahahahahahahahahahahahah”tawa menggema di ruang perpustakaan tempat kedua belas namja dan satu yeoja itu berkumpul. Chanyeol mempoutkan bibirnya kesal.

“sudah-sudah… ayo kita lanjutkan…”sela Yoona, menekan perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa.

“Yak… hentikan…. Ayo kita mulai”bentak Chanyeol,yang sontak membuat saudaranya yang lain menutup mulut.

“jadi… apa yang kau dapatkan Baekhyun-ah?”tanya Yoona kepada Baekhyun.

“dayang itu…. Sudah disuap…”ucap Baekhyun datar.

“mwo?”

“dan ada satu lagi yang pasti membuat kalian tersentak”ucap Yixing mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam,perlahan ia membuka kotak tersebut.

“bo.. boneka… fudunya…”desis Yoona tidak percaya.

“ne… dayang itu diancam oleh Bangsawan Kim untuk segera memusnahkan boneka itu”terangnya lagi. Yoona membelalakkan matanya merasakan oksigen terus menerus menghampirinya.

“dan… mungkin kalian akan lebih terkejut lagi… aku sudah menangkap saman yang diperintahkan oleh Bangsawan Kim mengguna-guna Putri Seo…”sahut Yifan.

“bukankah kemarin kau dipanggil Song Seongsaengnim hyung?”tanya Joonmyun.

“aniya… itu hanyalah taktikku,beruntungnya… aku berhasil mengintimidasi saman itu hingga mau mengakui kejahatannya,saat ini ia sedang diintrogasi di departemen kejaksaan Istana”.

“yang aku tahu… Bangsawan Kim dan Bangsawan Jung berkomplot untuk membunuh Putri Seo,mereka kemarin mendiskusikannya. Mereka khawatir dengan pergerakan kita,bahkan….”ucap Chanyeol terputus.

“bahkan apa?”tanya Xiumin.

“mereka mau membunuh Yoona,karena bisa menggagalkan rencana mereka untuk menikahkan Jung Sooyeon dengan Sehun”ucap Chanyeol. Terlihat semua begitu speechless dengan temuan ini,banyak perasaan yang sulit mereka jelaskan. Senang,sedih,marah dan… khawatir.

“akhirnya… sebentar lagi terungkap….”ucap Yoona dengan mata berkaca-kaca.

…………………………………..

Seolah langit berpihak kepada mereka,satu per satu komplotan yang berkonspirasi membunuh Putri Seo dijatuhi hukuman. Mulai dari Bangsawan Kim dan Bangsawan Jung yang dihukum mati, Kim Myungsoo dan keluarganya yang tersisa harus diasingkan tak berbeda jauh dengan Jung Sooyeon yang diturunkan dari jabatannya serta diasingkan. Bangsawan Seo yang tadinya sangat marah mengetahui konspirasi dibalik meninggalnya putrinya kini sudah mulai bisa menerima ditambah lagi dengan istrinya yang mulai sembuh dari tekanan jiwanya.

“jadi siapa diantara kami yang kau sukai Yoona-ya?”tanya Chanyeol penuh harap,semua mata kedua belas namja itu tampak was-was menanti kata-kata yang akan terucap dari bibirnya.

“mianhe oppadeul … aku menyukai kalian semua…”ucap Yoona sendu,ya… sebentar lagi ia akan kembali kedunianya di zaman modern. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata Chanyeol dan yang lainnya. Begitupula dengan Ratu Inwon yang menangis sesenggukan dipelukan Raja Sukjong,dayang-dayang lain tak luput dari rasa haru.

Yoona menghampiri Ratu Inwon dan memeluknya,”jaga dirimu baik-baik putriku… hiks…”isak Ratu Inwon. Yoona sama sekali tidak bisa membalas,karena air matanya sudah tumpah ruah.

“semoga kau mendapat kebahagiaanmu…”ucap Raja Sukjong,meraih tangan Yoona ada sebuah batu symbol kekaisaran Joseon ditelapaknya,mungkin sebagai kenang-kenangan untuknya.

“jeongmal Gamsahamnida Yang Mulia…”ucapnya membungkukkan diri. Langkahnya menuntunnya kearah para Pangeran yang mati-matian menahan air mata.

“aku menyayangimu Baekhyun-ah..”isak Yoona memeluk Baekhyun.

“oppa… aku pasti akan sangat merindukanmu… hiks..”isak Yoona dipelukan Luhan. Luhan mengusap punggungnya pelan.

“aku harap bisa menemukan namja yang lucu sepertimu Yeol-in”Chanyeol memeluk Yoona erat.”ne Yoona-ya… aku menyayangimu huweee….”

“Chen… aku menyayangimu”Chen mempoutkan bibirnya,menahan aliran mata dan ingusnya sembari mendekap erat tubuh gadis dihadapannya.

“oppa… kau sangat mempesona…”ucap Yoona kepada Yifan,ia sedikit susah memeluk namja satu ini karena tingginya yang menjulang.

“Joonmyun oppa… kau sosok pemimpin idaman…”

“Yixing… aku pasti akan merindukanmu”

“Tao… kuharap aku bisa mendapat namja yang pintar bela diri sepertimu”

BLUSH….

Pipi Tao memblushing mendapat pujian dari Yoona.

“kyungsoo-ah… jangan main perempuan terus ne…”Kyungsoo sedikit kesal dengan pesan yang dikatakan Yoona,sangat tidak romantis… namun senyumnya mengembang begitu pipinya dibelai lembut.

“Xiumin ah… kau sungguh menggemaskan…”bisik Yoona.

“Jongin ah… gomawoyo ne… gomawoyo atas semua hal yang kau berikan untukku”bisiknya.

“ne… Yoong.. jangan pernah melupakan namja setampan diriku ne…”ucap Jongin,mengeratkan pelukannya.

“YAK… Jongin-ah… aku sesak eoh…”teriak Yoona memukul-mukul bahu Jongin,tanpa sadar semua saudaranya sudah mendeathglarenya. Namun sama sekali tidak Jongin gubris yang ada kesebelas saudaranya semakin ingin membunuhnya karena berani mencium pipi Yoona.

“Yak….. Kau….”teriak Yoona mengusap-usap pipinya,Jongin menyeringai Jahil.

“Sarangheyo…”bisik Yoona,Sehun tersenyum simpul dan mengeratkan pelukannya sejenak kemudian melepasnya.

Pusaran spiral dengan pangkal dari langit perlahan mendekati tubuh Yoona,sedangkan tak jauh dari Yoona Seohyun sesenggukan memandang kepergian musuh abadinya.

“mianheyo eonnieya… jeongmal gomawoyo untuk semuanya… kapan-kapan aku akan mengunjungimu eoh…”

“Yak jangan panggil aku eonni… kau itu nenek moyangku…. Tak usah mengunjungiku… aku sibuk…”

“Rambut jagung…. Sarangheyo…. Nan jeongmal bogoshipo…”teriak kedua belas namja itu melepas kepergian Yoona.

“Yak…. Aku bukan Rambut Jagung eoh… tidak sopan….”teriak Yoona,”nan jeongmal bogoshipo oppa…. Nado….”

…………………………….

Sinar matahari menembus ventilasi kamar Yoona,gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Memandang semua sudut kamar apartemennya. Ada sedikit kerinduan yang mengganggunya mengingat ia terbiasa tidur di pavilium,diganggu oleh gwisin Seo,dijahili dua belas pangeran Joseon,bercengkrama dengan Ratu Inwon,dan memarahi namja-namja nakal yang dengan sengaja membaca buku yadong,serta tak lupa… pengalaman indah dengan salah satu Pangeran yang mencuri ciuman pertamanya. Senyumnya mengembang mengingat kejadian itu.
Ia mengamati sebuah symbol Joseon kuno yang diberikan Raja Sukjong,bagaimana jika para arekeolog menemukan benda seperti ini?pasti Korea akan gempar.
DRRRT

DRRT

Dengan malas ia mengambil ponselnya,dan membaca pesan yang baru saja masuk di handphonenya.

Yoona-ssi hari ini pemotretan di kawasan Dongdaengmun jam 10.00 ne.. jangan terlambat

Bagaimanapun kehidupannya kedepan,ia harus tetap mensyukuri semuanya,ia bisa kembali dengan appa,eomma,dan teman-temannya.

…………………………

“halooo hwayoung ssi… aku sangat merindukanmu…”teriak Yoona,begitu sampai di lokasi pemotretan. Namja setengah kemayu itu mengerutkan keningnya,*baru kemarin bertemu hari ini sudah merindukanku?apa dia menyukaiku?aniya… aku masih normal eoh… batin Hwayoung.

*aniya… aku lupa… waktu kan tidak berputar menurut hari-hariku di Joseon… selama berbulan-bulan disana seperti mimpi dalam semalam.

“aku juga merindukanmu Yoona ssi”ucap Hwayoung basa-basi,”tumben sekali wajahmu begitu ceria apa ada sesuatu?”tanyanya. Yoona hanya menggeleng pelan.

“Hwayoung ssi… kapan kau meriasku?”

Mata Yoona membulat melihat pantulan wajah gadis yang baru saja masuk di ruang make-up.*Seohyun?

“Hyung… kembalikan Choco bubble tea-ku…”

Satu per satu namja masuk ke ruang make-up yang langsung membuat Yoona menghadap ke mereka dengan terperangah.

“annyeong hasseyo… EXO imnida…bangapta….”

*Tuhan… Seohyun,Yixing,Yifan,Kyungsoo,Luhan,Chen,Joonmyun, Jongin, Tao, Baekhyun, Chanyeol, Xiumin dan Sehun?

BRUKKK
“AGASSHI……”teriak mereka bersamaan.

“andwae.andwae.andwae… Yoona-ssi… aku iri padamu…”teriak Hwayoung melihat Yoona dikerumuni member EXO.

End…..

Hahaha tuntas sudah hutang FF ku yang satu ini,ngegantung yah?hahaha author suka banget yang nggantung2 tebak sendiri endnya… bikin variasi sendiri gagagagaga jangan lupa RCL ne… annyeong…

27 thoughts on “[Freelance] Time Travel (Chapter 8)

  1. sumpah ya ini ff terdaebak yg pernah aku baca selama ini!
    feelnya dapet,kadang ketawa ketiwi sendiri karena kekonyolan chanyeol dkk kadang nyesek gara2 omongan sehun
    keren banget dah thor pokoknya thor!!keep writing ya😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s